Beranda blog Halaman 245

Kadis Naker Mobduk Aceh Hadiri Raker Tim Terpadu Jamsostek Sektor Jasa Konstruksi

0
Kadis Naker Mobduk Aceh Hadiri Raker Tim Terpadu Jamsostek Sektor Jasa Konstruksi. (Foto: Disnakermobduk Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Akmil Husen SE., M.Si., menghadiri rapat kerja Tim Terpadu Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Provinsi Aceh yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh selaku Ketua Bidang Monitoring dan Evaluasi, Senin (15/9/2025).

Rapat tersebut difokuskan pada penyusunan langkah kerja serta penguatan monitoring dan evaluasi penerapan program Jamsostek di sektor jasa konstruksi. Sektor ini menjadi perhatian utama karena melibatkan banyak tenaga kerja dengan tingkat risiko kecelakaan yang tinggi, sehingga membutuhkan perlindungan jaminan sosial yang optimal.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Banda Aceh, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, serta unsur Tim Terpadu dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Dalam arahannya, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Aceh menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar implementasi Jamsostek di proyek jasa konstruksi berjalan sesuai regulasi.

Sementara itu, Kadis Naker Mobduk Aceh menegaskan komitmen pihaknya untuk mendorong kepatuhan perusahaan jasa konstruksi dalam melindungi pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Melalui rapat kerja ini, Tim Terpadu Jamsostek Aceh menyepakati perlunya memperkuat sinergi dalam monitoring dan evaluasi lapangan guna memastikan setiap tenaga kerja konstruksi di Aceh mendapatkan hak perlindungan jaminan sosial secara menyeluruh.

Fasilitas Tambang dan Smelter Segera Dibangun di Aceh, BUMN Tiongkok Ikut Terlibat

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kedua dari kiri) menyaksikan penandatangan kerja sama PT Prima Copper Indonesia dengan BUMN Tiongkok (MCC15) untuk membangun fasilitas tambang dan smelter di Aceh, Jumat, 12 September 2025. (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh dalam waktu dekat akan membangun fasilitas tambang dan smelter sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana tersebut terungkap setelah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menghadiri penandatanganan kerja sama antara PT Prima Copper Indonesia (PCI) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok, MCC15, di Banten pada Jumat (12/9/2025).

PT PCI merupakan perusahaan manufaktur sekaligus eksportir kuningan terbesar di Indonesia. Produk utamanya berupa Brass Wires (kawat kuningan) dan Brass Rods (batang kuningan) telah diekspor ke sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, bahkan hingga ke Portugal dan Amerika Serikat.

Sementara itu, PT MCC15 Engineering dan Construction adalah BUMN Tiongkok yang bergerak di bidang peleburan tembaga kelas dunia. Sejak 2016, MCC15 telah mengeksekusi enam proyek di Indonesia, mulai dari Sumatra Selatan, Sumbawa Barat, Sulawesi Tengah, hingga Halmahera. Perusahaan ini dikenal dengan fokus pada industri ramah lingkungan, hemat energi, dan rendah karbon.

Kedua perusahaan tersebut akan berkolaborasi dalam pembangunan fasilitas tambang sekaligus smelter di Aceh. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang besar bagi sektor pertambangan Aceh sekaligus menarik lebih banyak investasi.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyatakan dukungannya terhadap kerja sama tersebut.
“Mudah-mudahan kerja sama ini berjalan lancar dan dapat terealisasi sebagaimana yang diinginkan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati bersama,” ujar Mualem, sapaan akrabnya, Senin (15/9/2025).

Aceh sendiri dikenal memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat 39 jenis komoditas mineral dan batu bara di provinsi ini. Selain emas, perak, tembaga, dan nikel, Aceh juga memiliki potensi mineral bukan logam dan batuan, seperti granit, marmer, gamping, hingga pasir kuarsa atau pasir silika yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kaca dan keramik.

Meski demikian, hingga kini lokasi pembangunan serta nilai investasi untuk proyek tambang dan smelter tersebut belum dipublikasikan. Namun, kerja sama ini diyakini akan memberi dampak signifikan terhadap perekonomian Aceh ke depan.

Editor: Akil

Kolaborasi Pemerintah Aceh, UNICEF, dan Flower Aceh Cetak Pemimpin Muda Kesehatan Lewat Bootcamp

0
Pemerintah Aceh bersama UNICEF dan Flower Aceh menggelar Youth Health Leadership Bootcamp pada 13–15 September 2025 di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh bersama UNICEF dan Flower Aceh menggelar Youth Health Leadership Bootcamp pada 13–15 September 2025 di Banda Aceh. Kegiatan ini diikuti puluhan perwakilan remaja dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh untuk dilatih menjadi pemimpin muda di bidang kesehatan.

Bootcamp ini hadir sebagai upaya menjawab tantangan serius kesehatan remaja di Aceh, mulai dari stunting, anemia, rendahnya imunisasi dasar, hingga persoalan kesehatan reproduksi. Selama tiga hari, para peserta mendapatkan materi seputar kepemimpinan, komunikasi publik, perencanaan program, hingga advokasi kebijakan berbasis data.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Ners Yennizar SST, SKep, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, keterlibatan remaja sangat penting dalam meningkatkan kesadaran sekaligus mempercepat pencapaian target pembangunan kesehatan.

“Kami berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya, membantu pemerintah mengedukasi teman sebaya mengenai gizi, imunisasi, dan kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan bagi remaja bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Sekolah dan dunia pendidikan harus menjadi mitra strategis agar pesan-pesan kesehatan tersampaikan secara efektif di kalangan pelajar,” katanya.

Apresiasi juga datang dari BKKBN Aceh yang diwakili Duta GenRe Nasional, Muhammad Dzaky Raihan. Ia menilai sesi bootcamp yang memuat edukasi kesehatan reproduksi dapat memperkuat program Generasi Berencana (GenRe).

“Pemberdayaan remaja seperti ini membantu kami memperkuat program Generasi Berencana (GenRe) dan menurunkan angka pernikahan dini,” terangnya.

Kabag Kesra Pelayanan Dasar Biro Isra Setda Aceh, dr. Rauyani, M.K.M, menilai pendekatan partisipatif yang dipakai dalam bootcamp ini sangat tepat.

“Pendekatan berbasis nilai dan kearifan lokal perlu diperkuat agar gagasan kebijakan kesehatan remaja Aceh dapat diterima luas dan sejalan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh,” tuturnya.

Perwakilan UNICEF Aceh, dr. Tira Aswitama, juga menekankan pentingnya peran generasi muda.

“Anak muda Aceh memiliki ide dan semangat yang luar biasa. Dengan keterlibatan mereka sejak dini, kebijakan kesehatan akan lebih responsif terhadap kebutuhan remaja,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Divisi KPP Flower Aceh, Hendra Lesmana. Menurutnya, bootcamp ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang aktualisasi bagi remaja.

“Bootcamp ini adalah ruang belajar sekaligus ruang aktualisasi. Kami ingin memastikan suara remaja, khususnya perempuan muda, terdengar dan menjadi bagian penting dari kebijakan daerah,” jelasnya.

Sebagai puncak kegiatan, para peserta mengikuti simulasi Model Parlemen Remaja dengan membahas rancangan Qanun Aceh tentang Kesehatan Remaja. Rancangan ini merupakan hasil kerja kolektif peserta yang disusun dalam lokakarya pada 14 September 2025.

Simulasi parlemen tersebut menjadi ajang belajar untuk memahami proses penyusunan kebijakan publik. Peserta tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan bernegosiasi, tetapi juga menyampaikan aspirasi dan gagasan nyata demi peningkatan layanan kesehatan remaja di Aceh.

Momentum ini diharapkan mampu melahirkan pemimpin muda yang kritis, partisipatif, dan siap memperjuangkan kebijakan kesehatan ramah remaja di tingkat daerah.

Editor: Akil

70 Guru SMP di Banda Aceh Ikuti Kelas Kecerdasan Artifisial MAFINDO Aceh

0
Koordinator MAFINDO Wilayah Aceh, Destika Gilang Lestari, saat menyampaikan sambutan soft launching Banda Aceh Academy yang berlangsung di Aula Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Senin (15/9/2025). (Foto: MAFINDO Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 70 guru SMP negeri dan swasta di Banda Aceh mengikuti Kelas Kecerdasan Artifisial yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Aceh.

Kegiatan ini dirangkai sekaligus dengan soft launching Banda Aceh Academy yang berlangsung di Aula Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Senin (15/9/2025).

Koordinator MAFINDO Wilayah Aceh, Destika Gilang Lestari, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kelas kecerdasan artifisial ini digelar serentak di 40 kota di seluruh Indonesia dengan target 10.000 guru.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara MAFINDO Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dalam Banda Aceh Academy, MAFINDO Aceh mengambil peran dalam bidang Kecerdasan Artifisial,” kata Destika.

Dukungan juga datang dari Program Officer AI Goes To School, Arya Budi Sutopo, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang hadir langsung dan meresmikan kegiatan, menegaskan pentingnya peran guru dalam menghadapi era transformasi digital.

“Guru adalah garda terdepan dalam proses transformasi digital. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan,” ujar Illiza.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam laporannya berharap pelatihan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi dan berbagai kegiatan lain bersama MAFINDO Aceh.

“Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial ini diikuti sebanyak 70 guru jenjang SMP se-Kota Banda Aceh, baik negeri maupun swasta. Diharapkan akan ada kolaborasi untuk kegiatan-kegiatan lainnya bersama MAFINDO Aceh,” ujar Sulaiman.

Banda Aceh Academy diharapkan menjadi platform berkelanjutan yang menghadirkan berbagai program pelatihan digital, tidak hanya bagi para guru, tetapi juga aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Amatan Nukilan.id, acara peluncuran ini turut dihadiri sekitar 100 undangan, mulai dari Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah beserta jajaran asisten dan kepala dinas terkait, sejumlah pejabat eselon, kepala sekolah, hingga guru dari berbagai bidang studi. (XRQ)

Reporter: Akil

50 Persen Mahasiswa Baru Unimal Berasal dari Luar Aceh

0
Mahasiswa peserta PKKMB Universitas Malikussaleh tahun 2025. (Foto: Dok. Unimal)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara mencatat lebih dari separuh mahasiswa baru tahun 2025 berasal dari luar Aceh. Dari total 5.000 mahasiswa baru jenjang Strata 1 (S-1) yang diterima, sebagian besar datang dari berbagai provinsi di Sumatera serta porsi khusus dari Papua.

Ketua Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unimal, Dr. Hadi Iskandar, SH., MH, dalam bincang pagi Pro-1 RRI Lhokseumawe, menyampaikan tingginya minat calon mahasiswa luar daerah untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut.

“Mereka lulus melalui jalur tes, undangan, dan jalur mandiri non beasiswa,” ujar Hadi dikutip dari RRI.

Hadi menambahkan, meningkatnya animo mahasiswa dari luar Aceh menjadi bukti bahwa Unimal kian mendapat tempat di tingkat nasional. Hal itu juga terlihat dari keberagaman asal mahasiswa yang kini menimba ilmu di kampus tersebut.

Seluruh mahasiswa baru telah mengikuti program PKKMB sebelum memulai perkuliahan semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Kegiatan pengenalan kampus itu berlangsung tertib, aman, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

PKKMB, kata Hadi, wajib dilaksanakan secara menyenangkan, edukatif, dan menjauhkan praktik kekerasan fisik. Aturan ini berlaku di seluruh perguruan tinggi Indonesia, sesuai pedoman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).

Editor: Akil

Soft Launching Banda Aceh Academy, Guru SMP Dikenalkan pada Kelas Kecerdasan Artifisial

0
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir langsung dan meresmikan Banda Aceh Academy sekaligus membuka Kelas Kecerdasan Artifisial untuk guru SMP se-Kota Banda Aceh. (Foto: Mafindo Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Aceh menggelar kegiatan Soft Launching Banda Aceh Academy sekaligus membuka Kelas Kecerdasan Artifisial untuk guru SMP se-Kota Banda Aceh.

Acara yang berlangsung di Aula Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh pada Senin (15/9/2025) itu dihadiri sekitar 100 undangan, mulai dari pejabat eselon, kepala dinas, kepala sekolah, hingga para guru dari berbagai bidang studi.

Amatan Nukilan.id, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, hadir langsung dan meresmikan kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Illiza menegaskan pentingnya peran guru dalam menghadapi era transformasi digital di sekolah.

“Guru adalah garda terdepan dalam proses transformasi digital. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah dalam memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan,” ujar Illiza.

Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, beserta jajaran asisten dan kepala dinas terkait juga turut mendampingi.

Acara dibuka dengan tarian persembahan Buroeng Tujoh oleh siswi SMP Negeri 1 Banda Aceh. Setelah itu, Koordinator MAFINDO Wilayah Aceh, Destika Gilang Lestari, menyampaikan sambutan. Ia menjelaskan bahwa kelas kecerdasan artifisial ini digelar serentak di 40 kota di seluruh Indonesia dengan target 10.000 guru.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi antara MAFINDO Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dalam Banda Aceh Academy, MAFINDO Aceh mengambil peran dalam bidang Kecerdasan Artifisial,” kata Destika.

Program Officer AI Goes To School, Arya Budi Sutopo, turut hadir memberi dukungan pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri, dalam laporannya menyebut sebanyak 70 guru SMP negeri dan swasta ikut serta dalam kelas ini.

“Pelatihan Kelas Kecerdasan Artifisial ini diikuti sebanyak 70 guru jenjang SMP se-Kota Banda Aceh, baik negeri maupun swasta. Diharapkan akan ada kolaborasi untuk kegiatan-kegiatan lainnya bersama MAFINDO Aceh,” ujar Sulaiman.

Banda Aceh Academy sendiri diharapkan dapat menjadi platform berkelanjutan yang menyediakan berbagai program pelatihan digital, tidak hanya bagi tenaga pendidik tetapi juga bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. (xrq)

Reporter: Akil

Lerai Pertengkaran Adik-Abang, Pria di Lhokseumawe Malah Jadi Korban Bacokan

0
Ilustrasi pembacokan. (Foto: Tangselpos)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Niat baik seorang pria di Lhokseumawe, Aceh, berujung petaka. Tarjin (55) menjadi korban pembacokan saat mencoba melerai pertengkaran antara dua saudara kandung. Akibatnya, ia harus menjalani perawatan intensif setelah mengalami luka serius di wajah dan tangan.

“Pelaku pembacokan NI (55) ditangkap dua jam usai kami mendapatkan laporan terkait kejadian itu,” kata Kasi Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarasi kepada wartawan, Senin (15/9/2025).

Peristiwa berdarah itu terjadi di Dusun A, Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Minggu (14/9) siang. Awalnya, NI terlibat cekcok hebat dengan adik kandungnya. Mendengar keributan tersebut, Tarjin berusaha menenangkan keduanya. Namun bukannya reda, situasi justru berubah tragis.

NI yang tersulut emosi malah membacok Tarjin hingga mengenai pipi kirinya. Luka itu membuat korban harus mendapat 17 jahitan. Selain itu, jari tangan kanannya juga mengalami sayatan dan dijahit lima kali.

Warga sekitar segera melarikan korban ke Rumah Sakit Arun Lhokseumawe untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara pelaku ditangkap polisi dan kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Lhokseumawe.

Menurut Salman, pertengkaran yang berujung pembacokan ini dipicu persoalan harta warisan. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melibatkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah keluarga.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengambil jalan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan. Serahkan permasalahan kepada mekanisme hukum atau selesaikan secara musyawarah agar tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

Pemerintah Aceh Salurkan Rp29,3 Miliar untuk 13 Partai Politik di DPRA

0
Keputusan Gubernur Aceh Nomor 200.2/1020/2025 yang ditandatangani Gubernur Muzakir Manaf. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Pemerintah Aceh menetapkan alokasi bantuan keuangan kepada 13 partai politik yang berhasil memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2024–2029. Total dana yang akan disalurkan mencapai Rp29,34 miliar untuk tahun anggaran 2025.

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Aceh Nomor 200.2/1020/2025 yang ditandatangani Gubernur Muzakir Manaf. Dana hibah diberikan untuk periode Januari hingga Desember 2025 dengan mekanisme perhitungan Rp10.000 per suara sah hasil Pemilu terakhir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan dari keputusan tersebut, Partai Aceh (PA) menerima porsi terbesar dengan total Rp6,73 miliar, sesuai dengan raihan 673.085 suara. Disusul Partai Golkar yang memperoleh Rp3,27 miliar dari 327.910 suara, serta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan Rp3,09 miliar berkat 309.750 suara.

Partai NasDem mendapatkan Rp2,63 miliar, sementara Partai Demokrat memperoleh Rp2,38 miliar. Dua partai lain yang juga meraih alokasi lebih dari Rp2 miliar adalah Gerindra dengan Rp2,20 miliar serta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang jumlahnya hampir sama, Rp2,20 miliar.

Partai Amanat Nasional (PAN) tercatat menerima Rp1,89 miliar, sedangkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh Rp1,73 miliar. Partai Adil Sejahtera Aceh (PAS) kebagian Rp1,47 miliar, diikuti Partai Nanggroe Aceh (PNA) sebesar Rp879,9 juta.

Dua partai dengan perolehan suara lebih sedikit adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mendapat Rp600 juta, serta Partai Darul Aceh (PDA) dengan Rp226 juta.

Secara keseluruhan, dana hibah ini dihitung berdasarkan total 2.934.046 suara sah yang diperoleh 13 partai tersebut pada Pemilu 2024. []

Reporter: Sammy

Banda Aceh dan Aceh Besar Berpotensi Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang

0
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Associated Press)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada hari ini, Senin (15/9/2025), akan berawan hingga berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Potensi hujan tersebut juga dapat disertai angin kencang.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda, Betsi, menjelaskan kondisi cuaca di Aceh masih dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer yang aktif.

“Untuk hari ini, wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar diprakirakan berawan hingga berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Sementara untuk tiga hari ke depan, secara umum cuaca akan cerah berawan dengan peluang hujan ringan hingga sedang, yang bisa disertai angin kencang,” ujar Betsi kepada Nukilan, Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, potensi hujan di Aceh disebabkan oleh aktivitas Dipole Mode yang saat ini terpantau aktif dan memicu terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

“Selain itu, aktifnya gelombang Kelvin, adanya daerah konvergensi di Aceh, serta kondisi suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera turut meningkatkan massa uap air yang berkontribusi pada pembentukan awan hujan,” jelasnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. []

Reporter: Sammy

Jadwal Layanan SIM Keliling Polres Aceh Timur Lima Hari ke Depan

0
Jadwal SIM Keliling Polres Aceh Timur. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Idi Rayeuk – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Timur membuka kembali layanan SIM Keliling untuk memudahkan masyarakat dalam memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM). Layanan ini akan berlangsung selama enam hari, mulai Senin, 15 September hingga Sabtu, 20 September 2025, di beberapa lokasi yang berbeda.

Dilansir Nukilan dari akun Instagram @humasacehtimurpoldaaceh, pelayanan dimulai pada Senin, 15 September 2025, di Terminal Idi Rayeuk dan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 14.30 WIB. Keesokan harinya, Selasa, 16 September 2025, mobil layanan SIM Keliling akan hadir di Tualang Cafe Idi Cut pada jam yang sama.

Kemudian pada Rabu, 17 September 2025, pelayanan berpindah ke depan PLN Julok dengan jadwal mulai pukul 09.00 sampai 14.30 WIB. Sementara pada Kamis, 18 September 2025, layanan akan beroperasi di SP 4 Peureulak Kota juga pada rentang waktu yang sama.

Untuk hari Jumat, 19 September 2025, masyarakat dapat mengurus perpanjangan SIM di Terminal Idi Rayeuk dengan waktu yang lebih singkat, yaitu dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Lalu pada Sabtu, 20 September 2025, giliran SP Kuala Idi Rayeuk menjadi lokasi pelayanan terakhir dalam jadwal pekan ini, juga berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Satlantas Polres Aceh Timur menegaskan bahwa layanan ini hanya diperuntukkan bagi pemohon perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku. Warga yang ingin memperpanjang SIM wajib membawa sejumlah persyaratan, yakni dua lembar fotokopi KTP, dua lembar fotokopi BPJS, surat kesehatan, serta surat psikologi.

Dengan adanya layanan SIM Keliling ini, diharapkan masyarakat bisa lebih mudah mengurus perpanjangan SIM tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas. []

Reporter: Sammy