Beranda blog Halaman 239

KADIN Aceh: Usaha Harus Sejalan dengan Martabat Manusia

0
Wakil Ketua Umum KADIN Aceh Bidang Ketenagakerjaan, Zul Mahdi Hasan, S.Ag., M.H., dalam kegiatan Penilaian Kepatuhan Hak Asasi Manusia Pelaku Usaha Nasional di Wilayah Provinsi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh menegaskan bahwa pertumbuhan dunia usaha di Aceh harus sejalan dengan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Pesan ini disampaikan oleh Ketua Umum KADIN Aceh, Ir. H. Muhammad Iqbal, melalui Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan, Zul Mahdi Hasan, S.Ag., M.H., dalam kegiatan Penilaian Kepatuhan Hak Asasi Manusia Pelaku Usaha Nasional di Wilayah Provinsi Aceh.

Acara yang digelar Kementerian Hak Asasi Manusia Kantor Perwakilan Aceh bekerja sama dengan KADIN Aceh tersebut berlangsung di Hotel Ayani Banda Aceh, Rabu (18/9/2025), dan dihadiri sejumlah pelaku usaha.

Menurut Zul Mahdi Hasan, praktik bisnis modern tidak cukup hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan juga wajib menjaga martabat manusia dan kelestarian lingkungan.

“Perlindungan hak pekerja, kesempatan kerja yang setara, kepatuhan terhadap prinsip lingkungan hidup, dan penghormatan terhadap komunitas lokal adalah fondasi agar dunia usaha di Aceh mampu tumbuh beriringan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, KADIN Aceh berkomitmen mengedukasi pelaku usaha mengenai prinsip Business and Human Rights, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang mediasi apabila muncul potensi konflik antara perusahaan dan masyarakat.

Dengan komitmen tersebut, KADIN Aceh optimistis Aceh dapat berkembang menjadi destinasi investasi yang aman, adil, dan bermartabat bagi semua pihak.

Editor: Akil

40 Kejadian Bencana Landa Aceh Sepanjang Agustus 2025, Kerugian Capai Rp24 Miliar

0
Jumlah bencana yang terjadi di Aceh sepanjang Agustus 2025. (Foto: Dok Pusdatin BPBA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Sepanjang Agustus 2025, Provinsi Aceh mengalami 40 kali kejadian bencana dengan total estimasi kerugian mencapai Rp24 miliar. Data ini dirilis oleh Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

Dirangkum Nukilan dari laporan Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana yang paling dominan adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan 24 kejadian atau 60 persen dari total bencana. Luas lahan terbakar tercatat 147 hektare dengan perkiraan kerugian Rp19,5 miliar.

Selain itu, terdapat 12 kejadian kebakaran pemukiman yang menghanguskan 16 rumah milik 9 kepala keluarga dengan total 41 jiwa terdampak. Kerugian ditaksir Rp2,8 miliar.

Bencana angin puting beliung juga terjadi sebanyak dua kali, melanda dua kecamatan dan merusak 17 rumah. Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Sementara itu, banjir dilaporkan terjadi dua kali dan berdampak pada 9 kecamatan di 19 desa. Sebanyak 17 kepala keluarga atau 45 jiwa terdampak akibat peristiwa ini.

BPBA mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan yang mendominasi sepanjang periode ini. []

Reporter: Sammy

Tingkat Kemiskinan di Lhokseumawe Tahun 2025 Capai 9,01 Persen

0
Ilustrasi kemiskinan. (Foto: Detik)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe mencatat tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe pada tahun 2025 berada di angka 9,01 persen. Data tersebut juga menunjukkan indeks kedalaman kemiskinan mencapai 1,37 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,33. Sementara itu, garis kemiskinan di kota tersebut tercatat sebesar Rp529.671 per kapita per bulan.

Dikutip Nukilan dari data BPS Kota Lhokseumawe, angka ini mencerminkan rata-rata pengeluaran minimum yang diperlukan penduduk Lhokseumawe untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup, baik makanan maupun nonmakanan. Semakin tinggi garis kemiskinan, semakin besar pula biaya hidup yang harus ditanggung masyarakat miskin.

Indeks kedalaman kemiskinan sebesar 1,37 menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di Lhokseumawe berada cukup jauh di bawah garis kemiskinan. Sementara indeks keparahan sebesar 0,33 menggambarkan tingkat ketimpangan di antara penduduk miskin masih relatif rendah.

BPS menekankan, angka-angka ini menjadi penting sebagai dasar perumusan kebijakan pemerintah daerah, terutama dalam upaya menekan jumlah penduduk miskin dan meningkatkan daya beli masyarakat. []

Reporter: Sammy

Reshuffle Kabinet Prabowo, Demokrat dan PKB Dapat Kursi Baru

0
Reshuffle Kabinet Merah Putih pada Rabu (17/9/2025) di Istana Negara. (Foto: Okezone)

NUKILAN.ID | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih pada Rabu (17/9/2025) di Istana Negara. Sejumlah menteri dan wakil menteri baru dilantik, dengan komposisi yang memperlihatkan keterlibatan lebih banyak partai politik di dalam kabinet.

Dirangkum Nukilan dari Sekretariat Presiden, perubahan utama terjadi pada posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam). Jabatan yang sebelumnya dipegang Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan kini dipercayakan kepada Djamari Chaniago, mantan Kepala Staf Umum TNI periode 2000–2004.

Di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ario Bimo Nandito Ariotedjo, kader Partai Golkar, digantikan oleh Erick Thohir. Erick sebelumnya menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Perubahan juga terjadi pada posisi wakil menteri. Immanuel Ebenezer dari Partai Gerindra tidak lagi menjabat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker). Kursi tersebut kini diisi Afriansyah Noor, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Posisi Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) juga berganti. Sulaiman Umar, Ketua TKD Prabowo–Gibran, digantikan oleh Rohmat Marzuki, Bendahara DPD Gerindra Jawa Tengah.

Di Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), Ferry Juliantono dari Partai Gerindra yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri digantikan oleh Farida Faricha, Sekretaris DPP PKB. Dengan demikian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mendapat posisi dalam kabinet.

Selain itu, Presiden Prabowo menempatkan pejabat baru pada lembaga yang juga baru dibentuk, yakni Badan Gizi Nasional. Nanik Sudaryati Deyang, Wakil I Badan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029, dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Posisi lain diisi oleh Sony Sanjaya, mantan Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II.

Dengan susunan baru ini, kursi kabinet kini melibatkan lebih banyak unsur partai politik. Partai Demokrat dan PKB mendapatkan jatah kursi baru dalam struktur pemerintahan, sementara Gerindra tetap menempati sejumlah posisi strategis. []

Reporter: Sammy

Perluas Layanan Bus Gratis, Trans Koetaradja Kini Melayani Rute Baru ke Kajhu

0
Trans Koetaradja di Jalan Daud Beureueh, menuju Jambo Tape. (Foto: pikiranmerdeka.co)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh memperluas rute layanan bus gratis Trans Koetaradja di Kota Banda Aceh menyusul permintaan dari masyarakat yang membutuhkan transportasi publik tersebut.

“Perluasan layanan Trans Koetaradja ini merupakan bentuk respon kami terhadap masukan sejumlah masyarakat yang kita terima selama ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, Rabu (17/9/2025).

Peluncuran rute baru Trans Koetaradja dilakukan dalam kegiatan puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 di Depo Trans Koetaradja, Terminal Tipe A Banda Aceh.

Rute baru yang diluncurkan adalah trayek feeder sembilan (Simpang Mesra – Kajhu) yang dilayani dua unit bus medium dengan waktu operasional pukul 06.50 hingga 17.30 WIB. Rute ini dimulai dari Simpang Mesra Kota Banda Aceh, melewati Jalan Laksamana Malahayati, dan berakhir di Pasar Labuy, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Faisal berharap masyarakat memanfaatkan layanan bus Trans Koetaradja untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berbelanja di pasar, mengantar anak ke sekolah, hingga kegiatan harian lainnya.

“Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita bahwa ada rute baru yang kita luncurkan tepat pada perayaan Harhubnas, sekaligus menjadi bukti bakti insan transportasi untuk negeri,” kata Faisal.

Sejak beroperasi pada 2016, Trans Koetaradja terus berkembang. Awalnya, jumlah bus hanya 25 unit, kini telah mencapai 59 unit. Jumlah halte permanen meningkat dari 16 menjadi 94 unit, sementara rute yang dilayani bertambah dari satu menjadi 14 rute. Panjang jalan yang dilalui bus pada 2016 hanya 12,6 kilometer, saat ini telah mencapai 184,4 kilometer di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

Editor: Akil

Kadisdik Aceh Ajak Siswa SMAN 3 Putra Bangsa Terapkan Kebiasaan Orang Sukses Lewat Salat Subuh Berjamaah dan Senam Sehat

0
Kadisdik Aceh Ajak Siswa SMAN 3 Putra Bangsa Terapkan Kebiasaan Orang Sukses Lewat Salat Subuh Berjamaah dan Senam Sehat. (Foto: DISDIK ACEH)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A., bersama rombongan melakukan kunjungan ke SMA Negeri 3 Putra Bangsa, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini diawali dengan salat subuh berjamaah bersama seluruh civitas sekolah, tausiah inspiratif, serta senam sehat guna menjaga kebugaran jasmani sebelum memulai pembelajaran.

Dalam tausiahnya usai salat subuh, Marthunis mengingatkan pentingnya bangun pagi dan mengawali hari dengan salat sunah dua rakaat sebelum fajar. Ia menegaskan, nilai spiritual dari salat fajar lebih baik daripada harta dunia, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW.

“Melakukan salat subuh berjamaah adalah kebahagiaan yang tidak dimiliki oleh semua orang. Ini adalah bekal spiritual yang sangat berharga,” ujar Marthunis.

Ia juga menekankan agar siswa memiliki semangat dan pola pikir yang tinggi sebagai generasi penerus bangsa. Marthunis mengutip ayat Al-Qur’an surat Ali Imran yang menyebutkan kaum mukmin adalah umat terbaik di dunia.

Dalam kesempatan itu, Marthunis mengajak siswa untuk menerapkan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Di antaranya adalah bangun pagi, sholat subuh berjamaah, dan melaksanakan aktivitas bermanfaat seperti membaca, berdoa, berolahraga, serta tidur lebih awal. Ia menambahkan, hasil penelitian internasional menunjukkan bahwa orang-orang sukses umumnya memiliki rutinitas bangun pagi, melakukan meditasi, belajar, dan berolahraga di awal hari.

“Kita sudah memulai dengan baik hari ini, melakukan salat subuh berjamaah dan senam sehat. Ini adalah langkah awal untuk membentuk kebiasaan sukses,” tambah Marthunis.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta menjaga kualitas tidur agar daya tahan tubuh dan konsentrasi siswa tetap terjaga selama belajar.

Marthunis juga menegaskan arti kedisiplinan dalam menjalani rutinitas harian, terutama dalam menjaga konsistensi salat subuh berjamaah dan olahraga pagi. Menurutnya, dengan disiplin yang kuat siswa akan lebih mudah mencapai target belajar dan mengembangkan potensi diri secara optimal.

“Kebiasaan positif ini dapat terus dipelihara tidak hanya selama di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat,” harapnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, pengawas sekolah, para kepala sekolah, dewan guru, serta seluruh siswa SMA Negeri 3 Putra Bangsa. Acara ditutup dengan kegiatan olahraga bersama sebagai bentuk kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat.

Kadisdik Aceh Dampingi Wamendiktisaintek Tinjau Rencana Pembangunan Sekolah Garuda di Aceh Utara

0
Kadisdik Aceh Dampingi Wamendiktisaintek Tinjau Rencana Pembangunan Sekolah Garuda di Aceh Utara. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Utara pada Rabu (18/9/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau rencana pembangunan Sekolah Garuda, program strategis nasional yang dirancang untuk menghadirkan akses pendidikan unggul berbasis sains dan teknologi bagi putra-putri bangsa.

Pertemuan berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil, S.E., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Aceh Marthunis, S.T., D.E.A., serta jajaran Forkopimda. Dalam kesempatan itu, Prof. Stella memaparkan visi pendirian Sekolah Garuda kepada para pemangku kepentingan daerah.

“Negara tidak bisa maju tanpa pondasi sumber daya manusia yang kuat, terutama di bidang sains dan teknologi. Presiden telah lama memiliki visi membangun SDM unggul, dan Sekolah Garuda adalah wujud nyata strategi besar tersebut,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Sekolah Garuda bukanlah sekolah elit, melainkan sekolah unggulan yang memberi kesempatan seluas-luasnya tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun geografis. “Talenta terbaik ada di seluruh pelosok negeri. Namun akses pendidikan berkualitas masih timpang. Sekolah Garuda hadir untuk menjembatani kesenjangan itu,” ujarnya.

Sekolah Garuda menargetkan siswa berpotensi akademik tinggi, dengan 80 persen lulusan diharapkan dapat melanjutkan studi ke universitas terbaik dunia. Seleksi masuk difokuskan pada tiga mata pelajaran inti—Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika—agar inklusif dan setara bagi siswa dari berbagai daerah.

Selain menghadirkan fasilitas modern untuk siswa, pembangunan juga memperhatikan kesejahteraan guru, termasuk penyediaan perumahan layak. Sekolah ini juga akan melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan ekstrakurikuler, pelatihan, hingga pengembangan potensi ekonomi lokal.

Usai pertemuan, Wamendiktisaintek meninjau tiga lokasi calon Sekolah Garuda di Aceh Utara, yakni Bukit Seuntang, Trieng Matang Ubi, dan Gampong Beuringen. Program tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta perguruan tinggi, termasuk Universitas Syiah Kuala dan Politeknik Negeri Lhokseumawe.

Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 20 Sekolah Garuda di berbagai daerah, termasuk Papua, Kalimantan, dan Sumatra. “Presiden menitipkan program ini agar anak-anak Indonesia dari mana pun mereka berasal dapat memperoleh pendidikan terbaik dan menjadi agen perubahan masa depan,” tutup Prof. Stella.

Puncak Harhubnas, Dishub Aceh Anugerahkan Penghargaan Tokoh Transportasi

0
Dinas Perhubungan Aceh memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh transportasi asal Aceh pada puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 yang digelar di Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Perhubungan Aceh memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh transportasi asal Aceh pada puncak peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2025 yang digelar di Depo Trans Koetaradja, Banda Aceh, Rabu (17/9). Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, bertindak sebagai inspektur upacara dan menyerahkan penghargaan didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal.

Penghargaan Tokoh Inspiratif Transportasi diberikan kepada Capt. Ichsan, pilot maskapai Garuda Indonesia asal Aceh, atas dedikasinya dalam membawa jemaah haji Aceh sejak 2018. Pada 2025, Capt. Ichsan menerbangkan 1.600 jemaah haji Aceh dalam empat kloter penerbangan.

Sementara itu, kategori Insan Transportasi Berdedikasi dianugerahkan kepada Tarmizi, pengemudi labi-labi trayek Seulimum–Banda Aceh yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun.

Dalam amanat Menteri Perhubungan yang dibacakan M. Nasir, disampaikan bahwa peringatan Harhubnas bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh insan transportasi untuk meneguhkan komitmen melayani masyarakat. Menhub menegaskan, transportasi adalah jalan kehidupan yang menghubungkan harapan rakyat dari Sabang hingga Merauke.

Ia menambahkan, transportasi yang terhubung dan terintegrasi akan memperkuat distribusi pangan agar hasil pertanian lebih cepat sampai ke pasar, menjamin ketahanan energi melalui logistik yang efisien, sekaligus membuka akses pendidikan dan lapangan kerja.

“Semua itu pada akhirnya akan berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan menjadi pondasi menuju Visi Indonesia Emas 2045,” ujar M. Nasir membacakan sambutan Menhub.

Menhub juga menyoroti tantangan besar sektor transportasi, mulai dari situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian, keterbatasan anggaran negara, hingga tuntutan publik akan transparansi dan peningkatan layanan. Karena itu, sektor transportasi dituntut hadir lebih dekat dengan rakyat, menghadirkan biaya logistik yang terjangkau, serta memberikan perlindungan layak bagi pengemudi, operator, dan pekerja transportasi di seluruh Nusantara.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Menhub mendorong inovasi pembiayaan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sehingga pembangunan tidak hanya bergantung pada APBN. Selain itu, pengembangan sistem transportasi cerdas berbasis teknologi digital juga harus dipercepat agar pelayanan semakin efisien, aman, dan nyaman.

Sekda Aceh, M. Nasir, menekankan pentingnya memperkuat konektivitas antarwilayah di Aceh. Menurutnya, masih ada sejumlah rute darat dan laut yang membutuhkan terobosan besar.

“Sekarang ini dari Banda Aceh ke Singkil butuh 16 jam, begitu juga ke Simeulue. Momentum ini harus kita manfaatkan untuk membangun konektivitas yang lebih mudah, murah, dan cepat,” kata Nasir.

Ia mencontohkan akses jalan ke Muara Situlen Aceh Tenggara yang mestinya bisa ditempuh 1 jam dari Subulussalam, namun saat ini harus memutar melalui Sumatera Utara hingga memakan waktu 7 jam.

“Alhamdulillah, saya dengar sudah ada sinyal positif dari Kementerian PU untuk membuka akses ini,” ujarnya.

Sekda juga mengungkapkan rencana pengembangan transportasi laut internasional. Jalur pelayaran Krueng Geukuh–Penang, Malaysia, kini tengah dibicarakan. “Keuntungan Aceh sangat besar. Orang dan barang bisa sekali jalan. Petani kita bisa mengekspor kopi, nilam, kakao, sayuran, dan komoditi unggulan lain ke Malaysia, Singapura, hingga Brunei,” tambahnya.

Selain penyerahan penghargaan, Harhubnas 2025 diwarnai berbagai kegiatan sosial. Aksi sosial digelar di panti asuhan dan dayah, termasuk berbagi sembako, alat tulis, dan perlengkapan ibadah. ASN Dishub Aceh juga melaksanakan bersih-bersih fasilitas publik seperti terminal, pelabuhan, bandara, dan halte bus. Di Simpang Lima Banda Aceh, Dishub bersama Jasa Raharja dan Satlantas Polresta Banda Aceh menggelar aksi simpatik berupa pembagian helm kepada pengendara motor.

Pada kesempatan yang sama, Dishub Aceh meluncurkan rute baru Trans Koetaradja jurusan Simpang Mesra–Kajhu yang dilayani dua bus feeder setiap hari. Layanan ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya warga Baitussalam, Aceh Besar.

“Trayek Feeder 9 (Rute Simpang Mesra – Kajhu) ini akan dilayani oleh 2 unit bus medium dengan waktu operasional pukul 06.50 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB yang dimulai dari Simpang Mesra melewati Jalan Laksamana Malahayati dan berakhir di Pasar Labuy,” kata Kadishub Aceh Teuku Faisal.

Faisal menambahkan, tujuan utama layanan Trans Koetaradja adalah mengatasi kemacetan dan menyediakan sarana transportasi yang mudah serta nyaman bagi masyarakat.

“Bus Trans Koetaradja sudah beroperasi sejak 2016 dan sampai sekarang masih gratis karena disubsidi oleh Pemerintah Aceh. Ini sesuai pesan Bapak Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, agar masyarakat selalu mendapat kemudahan dalam beraktivitas,” ujarnya.

Kadishub Aceh juga menegaskan, jika terdapat pelayanan yang kurang memuaskan pada rute baru ini, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui UPTD Angkutan Massal Trans Kutaraja yang aktif 24 jam.

“Silakan sampaikan melalui nomor aduan tersebut. Masyarakat juga bisa memberi masukan melalui aplikasi Trans Kutaraja,” kata Teuku Faisal.

Editor: Akil

Bank Aceh Komit Bangun Perekonomian Aceh

0
Bank Aceh Komit Bangun Perekonomian Aceh. (Foto: Humas BAS)

NUKILAN.ID | IKLAN – Bank Aceh menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun perekonomian Aceh melalui strategi pengelolaan likuiditas dan penyaluran pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Penempatan dana yang dilakukan Bank Aceh dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku tanpa melanggar prinsip syariah. Langkah ini merupakan bagian dari pengelolaan likuiditas, investasi, pemanfaatan excess likuiditas, serta optimalisasi pendapatan untuk menjaga stabilitas fiskal dan moneter pemerintah sekaligus memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Sumber pendanaan jangka pendek yang diterima bank tidak disalurkan ke sektor pembiayaan dengan jangka waktu panjang karena tidak sesuai karakteristiknya. Seluruh kegiatan tersebut tercatat secara transparan dalam Annual Report Bank Aceh setiap tahunnya.

Adapun rincian kegiatan pengelolaan likuiditas Bank Aceh antara lain:

  1. Penempatan pada Bank Indonesia. Selain kewajiban Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah, Bank Aceh juga melakukan investasi jangka pendek berupa Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (Fasbis) dengan tenor 1 hari serta Sukuk Bank Indonesia dengan tenor 7 hari hingga 1 tahun. Total penempatan mencapai Rp2,65 triliun yang dimanfaatkan sebagai sarana pengelolaan likuiditas untuk memenuhi kebutuhan operasional rupiah harian.

  2. Penempatan pada Kementerian Keuangan. Dalam bentuk Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp2,91 triliun. Penempatan ini bertujuan optimalisasi pendapatan sekaligus pemenuhan kewajiban Giro Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) oleh Bank Indonesia sebesar 3,5 persen dari rata-rata Dana Pihak Ketiga yang dihimpun.

  3. Penempatan ke BPD Syariah. Sebesar Rp1,1 triliun dengan tenor 1 hingga 14 hari melalui Sertifikat Investasi Mudharabah Antar Bank (SIMA). Kegiatan ini menjadi bagian dari kerjasama pengelolaan likuiditas jangka pendek untuk mendukung operasional rupiah Bank Aceh.

  4. Investasi Sukuk Korporasi dan Reksadana. Masing-masing sebesar Rp290 miliar dan Rp100 miliar. Diversifikasi investasi ini dilakukan untuk optimalisasi pendapatan sekaligus memperoleh insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dengan memasukkan surat berharga sebagai komponen perhitungan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).

Dengan demikian, seluruh kegiatan pengelolaan dan investasi yang dilakukan Bank Aceh tidak hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga sesuai prinsip syariah. Aktivitas penempatan dana tersebut juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan bank setelah memastikan kewajiban likuiditas tetap terjaga.

Regulasi yang menjadi dasar antara lain: Giro Wajib Minimum (PADG No 24/8/PADG/2022 dan PADG No 8/2025), Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (PADG No 7/2025), serta Operasi Moneter (PADG No 22/23/PADG/2020 dan PADG No 3/2024).

Sekretaris Perusahaan Bank Aceh, Abdul Rafur, menjelaskan bahwa penempatan dana pada surat berharga merupakan strategi pengelolaan likuiditas yang lazim dilakukan oleh perbankan.

“Namun, penyaluran pembiayaan tetap menjadi fokus utama kami dalam rangka membangun struktur ekonomi Aceh yang kuat sekaligus menjalankan fungsi intermediasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, total penyaluran pembiayaan Bank Aceh mencapai Rp20,4 triliun pada triwulan IV 2024. Angka tersebut tumbuh 9,19 persen dibandingkan posisi setahun sebelumnya sebesar Rp18,7 triliun.

“Jika dibandingkan total penyaluran pembiayaan dengan total aset, komposisi penyaluran pembiayaan Bank Aceh itu mencapai 63,88 persen dari total aset Bank Aceh sebesar Rp31,9 triliun,” katanya.

Sebagai lembaga perbankan, pengelolaan likuiditas Bank Aceh juga tunduk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan. Salah satunya Peraturan OJK (POJK) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Perubahan atas POJK Nomor 42/POJK.03/2015 mengenai Kewajiban Pemenuhan Rasio Kecukupan Likuiditas (Liquidity Coverage Ratio) bagi Bank Umum.

Dalam upaya mendorong ekspansi pembiayaan, Bank Aceh telah melaksanakan sejumlah program. Antara lain pelatihan dan pembinaan bagi pelaku UMKM dalam bentuk workshop bersama stakeholder, optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta kerjasama dengan koperasi, BPRS, dan lembaga keuangan syariah lainnya dalam penyaluran pembiayaan segmen ultra mikro dan mikro.

“Ini merupakan wujud nyata kami untuk terus berkomitmen memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam rangka menggerakkan roda perekonomian Aceh melalui penyaluran pembiayaan produktif,” tutup Abdul Rafur.

Pemerintah Aceh dan MPU Harus Perketat Pengawasan Dayah untuk Mencegah Predator Berkedok Agama

0
Ilustrasi pengasuh pondok pesantren melakukan tindakan asusila terhadap santriwatinya. (Foto: KalbarOnline)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pemerintah Aceh bersama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dinilai perlu memperketat pengawasan terhadap dayah untuk mencegah munculnya predator berkedok agama. Pandangan tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, Gusmawi Mustafa, menanggapi kasus asusila yang belakangan kembali menyeret pimpinan pondok pesantren di Aceh.

Ia menegaskan, langkah nyata harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Pertama harus ada pengawasan ketat dan transparan. Pemerintah Aceh bersama MPU harus memperkuat mekanisme pengawasan terhadap dayah, khususnya dalam aspek perlindungan santri,” katanya kepada Nukilan.id, Rabu (17/9/2025).

Gusmawi juga mendorong adanya uji kompetensi bagi para pengasuh, pimpinan, dan guru pesantren. Menurutnya, hal ini penting untuk memastikan kelayakan dalam berbagai aspek, mulai dari keilmuan, akhlak, manajemen, hingga perlindungan anak.

“Uji ini bukan sekadar formalitas, melainkan agar menjadi acuan evaluasi untuk keberlanjutan izin dayah,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perlu tersedia saluran pelaporan yang aman bagi korban, tanpa risiko intimidasi, serta memastikan proses hukum berjalan tanpa kompromi. Dayah yang pimpinannya terbukti melakukan pelanggaran asusila, kata dia, harus ditutup permanen.

“Oknum yang bersalah perlu masuk daftar hitam (blacklist) sehingga tidak lagi diberi kesempatan mengelola lembaga pendidikan agama,” ungkapnya.

Menurutnya, dayah juga wajib melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem kepemimpinan dan pengawasan internal. Santri serta wali santri perlu dibekali pendidikan kritis tentang makna menghormati guru secara benar.

“Terakhir, santri dan wali santri harus diberi pemahaman bahwa menghormati guru tidak berarti membenarkan setiap perbuatannya, apalagi yang melanggar syariat,” jelas Gusmawi.

Ia menegaskan, kasus asusila di lingkungan pimpinan dayah bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga pengkhianatan terhadap agama, masyarakat, dan generasi penerus bangsa.

“Jika ini kita dibiarkan, kepercayaan terhadap dayah akan runtuh, dan cita-cita menjadikan Aceh sebagai teladan syariat Islam akan hancur di tangan para oknum yang rakus oleh hawa nafsu,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Gusmawi mengajak semua pihak untuk bersatu mencegah ruang gerak para pelaku agar lembaga pendidikan agama di Aceh kembali menjadi benteng akhlak, bukan tempat subur bagi predator berkedok agama.

“Sudah saatnya pemerintah, ulama, dan masyarakat bersatu menutup ruang bagi kejahatan ini. Dayah harus kembali menjadi benteng akhlak, bukan tempat subur bagi predator berkedok agama,” ujarnya.

Untuk diketahui, publik Aceh dihebohkan dengan beredarnya video penggerebekan sepasang kekasih yang tengah berhubungan intim di dalam mobil minibus berwarna putih di Pantai Desa Kahad, Teupah Tengah, Simeulue, Kamis (11/9/2025). Pria dalam video tersebut diketahui sebagai pimpinan pesantren, Ustaz FAH, yang juga disebut menjabat Ketua Da’i Perbatasan.

Kasus ini menambah luka masyarakat Aceh setelah sebelumnya, pada Selasa (9/9/2025), aparat Satreskrim Polres Aceh Utara menangkap pimpinan dayah berinisial T alias Walid (35) karena diduga memperkosa santriwati berusia 16 tahun. Dua peristiwa tersebut memicu kecaman luas, baik dari masyarakat Aceh maupun secara nasional. (XRQ)

Reporter: Akil