Beranda blog Halaman 237

Polisi Syariah Buru Wanita Penyedia Tempat Prostitusi di Aceh Barat yang Kabur

0
Ilustrasi DPO. (Foto: DelikJabar)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Polisi syariah di Aceh Barat tengah memburu seorang perempuan bernama Faridah (56) yang kabur usai ditetapkan sebagai tersangka penyedia tempat prostitusi. Perempuan asal Aceh Barat itu kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Foto dan identitas Faridah sudah ditempel di sejumlah fasilitas layanan publik di Aceh Barat. Ia disebut melanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Faridah kami tetapkan DPO tanggal 8 September,” kata Kepala Bidang Wilayatul Hisbah (WH) Satpol PP-WH Aceh Barat, Lazuan, saat dikonfirmasi, Jumat (19/9/2025).

Menurut Lazuan, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian serta menyebarkan foto DPO melalui media sosial. Identitas Faridah juga dikirim ke rumah sakit, Puskesmas, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Tersangka dalam kondisi minum obat rutin. DPO kita sebar ke Kantor Capil karena KTP asli ada sama kami agar jangan dikeluarkan KTP baru,” jelasnya.

Faridah sebelumnya ditangkap bersama satu pasangan yang diduga berbuat mesum. Ia sempat ditahan di kantor polisi syariah dan berkas perkaranya sedang dalam proses pelimpahan ke jaksa sambil menunggu P-21.

Namun, Faridah berhasil kabur. Ia disebut sudah merencanakan pelarian itu.

“Hari libur minta keluar dari ruang tahanan bentar rupanya satu hari sebelumnya ada datang yang menjenguk mungkin sudah ada perjanjian untuk dijemput depan kantor. Dia dibawa lari sama orang,” ungkap Lazuan.

“Biasa memang dikeluarkan sebentar untuk menghirup udara segar tapi waktu itu entah kenapa bisa ada orang datang tiba-tiba naik kendaraan,” sambungnya.

Pasca kaburnya Faridah, polisi syariah memperketat kunjungan bagi tahanan. Dua tersangka lain yang ditangkap dalam kasus mesum kini tidak lagi diizinkan keluar dan hanya boleh dijenguk keluarga.

“Selain keluarga juga tidak kami kasih jumpa lagi,” kata Lazuan.

Bupati Aceh Tengah Jadi Tamu Kehormatan Dubes Palestina, Disambut Jamuan Khas Arab di Jakarta

0
Bupati Aceh Tengah Jadi Tamu Kehormatan Dubes Palestina. (Foto: Pemkab Aceh Tengah)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, mendapat kehormatan istimewa dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun. Sehari setelah menyerahkan donasi masyarakat Gayo senilai lebih dari Rp202 juta untuk rakyat Palestina, Haili Yoga dijamu makan malam oleh Dubes Zuhair di Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam.

Jamuan berlangsung di sebuah restoran bernuansa Arab di kawasan Jakarta Pusat. Suasana hangat tercipta ketika hidangan khas Timur Tengah tersaji, menemani perbincangan akrab antara Dubes Zuhair dengan Bupati Aceh Tengah yang hadir bersama istrinya, Ny. Risnawati, S.SIT.

Dalam kesempatan itu, Dubes Zuhair Al-Shun menyampaikan apresiasi atas kepedulian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Gayo. “Kami sangat berterima kasih pada saudara-saudara kami rakyat Indonesia yang memiliki hati yang sama dalam penderitaan rakyat Palestina. Saat ini, Israel bukan saja menindas Palestina, tetapi juga menyerang negara-negara Arab lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengutarakan rencananya untuk berkunjung langsung ke Tanah Gayo. “InsyaAllah saya akan berkunjung ke Aceh Tengah. Saya sangat suka kopi Gayo yang terkenal hingga mancanegara,” ujarnya, disambut antusias Bupati Haili Yoga.

Bupati Haili Yoga menyebutkan bahwa undangan jamuan tersebut bukan hanya kehormatan pribadi, melainkan juga penghargaan bagi seluruh masyarakat Aceh Tengah. “Kami akan terus berusaha membantu dengan segenap kemampuan yang ada. Palestina adalah bagian dari hati rakyat Aceh,” tegasnya.

Pertemuan hangat itu menegaskan eratnya persaudaraan antara masyarakat Aceh Tengah dan rakyat Palestina, yang terus terjalin melalui doa, dukungan, serta aksi nyata kemanusiaan.

Sebagai bentuk apresiasi, Dubes Zuhair Al-Shun turut menyerahkan penghargaan kepada masyarakat Aceh Tengah atas kepeduliannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pos Indonesia Tawarkan Kemitraan Bisnis dengan Kopdes Merah Putih di Aceh

0
Gerai agen pos di Banda Aceh, Jumat (19/9) (Foto: ANTARA/HO-PT Pos)

NUKILAN.ID | BANDA ACEHP – PT Pos Indonesia (Persero) Banda Aceh membuka peluang kemitraan bisnis bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Aceh. Melalui kerja sama ini, koperasi diharapkan dapat terus mengembangkan usaha tanpa harus mengeluarkan modal awal.

“Kerja sama kemitraan ini memungkinkan koperasi desa merah putih untuk bisa menjalankan usahanya karena tanpa memerlukan modal awal dalam menjalankan usaha,” ujar Manajer Bisnis Ritel dan Kemitraan PT Pos Indonesia (Persero) Banda Aceh, Novi Widiastuti, di Banda Aceh, Jumat.

Novi menjelaskan, Pos Indonesia memiliki skema bisnis kemitraan atau keagenan yang dapat segera diadopsi oleh seluruh KDMP. Skema ini ditawarkan tanpa persyaratan yang rumit, tanpa modal awal, serta tidak memerlukan sarana prasarana.

“Lini usaha ini dapat diakses lewat smartphone dan bebas risiko kerugian,” katanya.

Melalui skema ini, Pos Indonesia menawarkan dua jenis kerja sama, yaitu kemitraan Drop Point dan Agenpos.

“KDMP akan menjadi titik layanan pengiriman surat dan paket, dengan sistem sharing fee,” ujarnya.

Selain itu, Pos Indonesia juga memberikan margin keuntungan bagi KDMP sebesar lima hingga sepuluh persen dari omzet. Adapun syarat untuk dapat mengelola bisnis ini cukup mudah, yakni melampirkan akta pendirian koperasi, KTP ketua koperasi, NPWP, email, dan nomor handphone penanggung jawab koperasi.

Proses pendaftaran dapat dilakukan langsung melalui Kantor Pos terdekat atau mengisi formulir online melalui tautan https://forms.gle/tVQ3zKZh6ioKciLr9 untuk wilayah Aceh.

“Pihaknya berharap peluang bisnis yang ditawarkan Pos Indonesia ini menjadi solusi sehingga KDMP di Aceh dapat segera beroperasi minimal memiliki satu bisnis dari BUMN,” jelas Novi.

PT Pos Indonesia berkomitmen mendukung tumbuh kembang koperasi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Data Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh mencatat, saat ini terdapat 6.497 Koperasi Desa Merah Putih yang terbentuk di provinsi tersebut.

Editor: Akil

33 Siswa Madrasah/Sekolah Kota Banda Aceh Lolos ke OMI Tingkat Provinsi

0
Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota yang digelar pada 9–11 September 2025 lalu. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten/kota pada 9–11 September 2025 menghasilkan prestasi membanggakan bagi Kota Banda Aceh. Sebanyak 29 siswa dan siswi madrasah berhasil melaju ke babak OMI tingkat provinsi Aceh. Keberhasilan ini tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan madrasah serta kerja sama pembinaan yang solid di lingkungan Kementerian Agama Kota Banda Aceh.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh H. Salman SPd MAg menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut dan mendorong para peserta untuk terus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya.

“Lolosnya 29 siswa siswi ke OMI tingkat provinsi merupakan sebuah kebanggaan. Saya berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, mengasah potensi diri, dan mengharumkan nama madrasah di kancah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dukungan dari madrasah, orang tua, dan pembina sangat menentukan kualitas persiapan siswa. Keberhasilan mereka tidak hanya mencerminkan kerja keras individu, tetapi juga kualitas pembinaan pendidikan madrasah di Banda Aceh yang semakin matang.

Adapun 29 siswa dan siswi yang berhasil lolos berasal dari berbagai madrasah di Kota Banda Aceh, antara lain:

  • MIN 5 (1 orang)

  • MIN 9 (1 orang)

  • MIN 11 (2 orang)

  • MIT Daarut Tahfidz (2 orang)

  • MTsN 1 (2 orang)

  • MTsN 2 (2 orang)

  • MTsN 3 (1 orang)

  • MTsS Babun Najah (2 orang)

  • MTsS Ulumul Quran (1 orang)

  • MTsS Darul Ulum (1 orang)

  • MAN 1 (7 orang)

  • MAN 2 (3 orang)

  • MAN 3 (1 orang)

  • MAS Babun Najah (1 orang)

  • MAS Darul Ulum (1 orang)

  • MA Al Ishlah Al Aziziyah (1 orang)

  • MAT Daarut Tahfidz (1 orang)

  • SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh (4 orang)

OMI bidang sains menjadi ajang kompetisi bergengsi yang mempertemukan pelajar madrasah dari seluruh Aceh. Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan semangat juang siswa. Melalui ajang ini, diharapkan lahir generasi madrasah yang berprestasi, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Langkah PT PEMA Ekspor Kopi Aceh ke AS Dinilai Tepat oleh Akademisi

0
Tanaman kopi robusta di Aceh. (Foto: Ist).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Pembangunan Aceh (PEMA) tengah menyiapkan ekspor kopi Aceh ke Amerika Serikat, sekaligus memperluas relaksasi kondensor untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, saat menjadi pemateri pada sebuah Focus Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu. Selain itu, Mawardi juga menegaskan bahwa PEMA berhasil melahirkan tujuh flagship project yang siap beroperasi.

Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Mujiburrahmad, menilai langkah PEMA tersebut sebagai strategi yang tepat untuk memperluas fokus komoditas unggulan Aceh. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada sawit, tetapi juga memberi perhatian pada kopi sebagai salah satu produk yang memiliki nilai historis dan simbolis bagi daerah.

“Saya melihat ini sebagai strategi diversifikasi yang tepat. Sawit memang penting, tapi kopi memiliki nilai simbolis dan historis yang kuat bagi Aceh,” ujar Mujiburrahmad.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa membawa kopi Aceh ke pasar global, seperti Amerika Serikat, tidak semata-mata soal bisnis, melainkan juga diplomasi ekonomi dan budaya. Hal ini, menurut Mujiburrahmad, dapat memperkuat ekosistem komoditas unggulan lain, termasuk pala, kakao, maupun nilam.

“Membawa kopi Aceh ke pasar global seperti Amerika Serikat bukan hanya bisnis, tetapi juga diplomasi ekonomi dan budaya. Langkah ini bisa memperkuat ekosistem komoditas unggulan lain seperti pala, kakao, maupun nilam,” tambahnya.

Sebagai akademisi yang menekuni agribisnis, Mujiburrahmad melihat langkah PEMA ini sejalan dengan kebutuhan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk pertanian di Aceh. Selama ini, ia menilai, Aceh kerap berhenti di tahap hulu, hanya menjual bahan mentah tanpa mengolahnya lebih lanjut.

“Hilirisasi adalah kunci pembangunan pertanian modern. Selama ini kelemahan kita adalah berhenti di hulu, hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Menurutnya, flagship project PEMA justru menempatkan hilirisasi sebagai fokus utama. Tidak hanya pada sawit melalui CPO unit, tetapi juga pada kopi dengan ekspor olahan hingga relaksasi kondensor, yang semuanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan nilai produk.

“PEMA dengan flagship project-nya sudah menempatkan hilirisasi sebagai fokus, mulai dari sawit dengan CPO unit, kopi dengan ekspor olahan, hingga relaksasi kondensor,” jelas Mujiburrahmad.

Langkah ini, menurut akademisi USK tersebut, sejalan dengan visi nasional untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, sekaligus memperkuat posisi Aceh sebagai daerah penghasil komoditas unggulan yang berdaya saing global.

“Ini searah dengan visi nasional untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian,” tutupnya. (xrq)

Reporter: Akil

Waspada! Nama Media KabarTamiang Dicatut dalam Aksi Penipuan

0
Tangkapan layar bukti penipuan mengatasnamakan wartawan KabarTamiang.com (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Nama media online KabarTamiang.com dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan aksi penipuan yang menyasar sejumlah pejabat di Kabupaten Aceh Tamiang dan Provinsi Aceh.

Pelaku yang mengaku bernama Hendra Aldrian dari KabarTamiang.com itu meminta uang dengan alasan orang tuanya sedang sakit parah dan dirawat di RS Zainal Abidin Banda Aceh.

“Aksi tersebut telah mencemarkan nama baik media KabarTamiang.com dan profesi jurnalis,” ujar Pemimpin Redaksi KabarTamiang.com, Muhammad Hendra Vramenia kepada Nukilan.id, Jumat (19/9/2025).

Hendra mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui nama KabarTamiang.com digunakan untuk menipu Kapolres Aceh Tamiang setelah dikonfirmasi oleh personel Humas Polres Aceh Tamiang.

“Tidak ada nama wartawan dan staf redaksi KabarTamiang.com yang bernama Hendra Aldrian. Semua wartawan dan staf KabarTamiang.com tercantum dalam box redaksi KabarTamiang.com,” tegas Hendra.

Atas kejadian itu, pihaknya mengingatkan semua pihak agar lebih waspada terhadap aksi penipuan serupa. Ia juga menegaskan akan menempuh jalur hukum.

“Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan penasihat hukum KabarTamiang.com,” ujarnya.

Menurut Hendra, peristiwa tersebut tidak hanya merugikan, tetapi juga mencoreng nama baik jurnalis, profesi, dan kantor berita KabarTamiang.com.

Ia kembali mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya apabila ada pihak yang mengatasnamakan jurnalis.

“Aksi penipuan mengatasnamakan wartawan dan media online mulai marak lagi, dan saat ini kasus penipuan tersebut sedang kami telusuri,” kata Hendra.

Hendra juga menekankan agar para pejabat mengabaikan jika ada pihak yang meminta uang sambil membawa nama wartawan KabarTamiang.com.

“Karena wartawan dilarang meminta-minta dengan alasan apapun, itu melanggar kode etik jurnalis,” tambahnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Lima Tahun Terakhir, BPRS Mustaqim Catat Pertumbuhan Pembiayaan 100 Persen

0
Direktur Utama PT BPRS Mustaqim Aceh, Raisul Mukhlis. (Foto: Cut Nauval D/Waspadaaceh.com).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – BPR Syariah Mustaqim mencatat kinerja gemilang dengan peningkatan pembiayaan lebih dari 100 persen dalam kurun lima tahun terakhir. Sejak 2020 hingga 2025, total pembiayaan bank ini berhasil menembus angka Rp159,793 miliar.

Direktur Utama BPR Syariah Mustaqim, Raisul Mukhlis, kepada Nukilan.id mengatakan lonjakan pembiayaan tersebut turut diikuti dengan pertumbuhan aset. Pada 2022, aset BPRS Mustaqim tercatat Rp183,474 miliar. Angka itu melonjak hampir dua kali lipat di 2025 menjadi Rp236,452 miliar.

“Kami berupaya untuk terus meningkatkan pembiayaan masyarakat, hal tersebut merupakan komitmen kami selaku manajemen BPRS Mustaqim dalam berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi Aceh,” ujar Raisul, Jumat (19/9/2025).

Raisul menambahkan, pada 2025 pembiayaan BPRS Mustaqim naik 13,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah Rp140,787 miliar. Manajemen juga menargetkan pertumbuhan lebih tinggi pada 2026, yakni mencapai Rp181,511 miliar atau bertambah Rp21,7 miliar.

“Untuk tahun depan di 2026, BPRS Mustaqim merencanakan pertumbuhan pembiayaan menjadi Rp181,511 Miliar. Terjadi penambahan pembiayaan sejumlah Rp21,7 Miliar,” terang Raisul.

Fokus pada Perdagangan dan Pertanian

Berdasarkan data BPRS Mustaqim, sektor perdagangan menjadi penerima pembiayaan terbesar pada 2025. Total pembiayaan sektor ini mencapai Rp85,763 miliar atau tumbuh 29,95 persen.

Selain perdagangan, sektor pertanian menempati posisi kedua dengan nilai pembiayaan Rp39 miliar. Bank ini menerapkan skema khusus agar petani lebih mudah mengakses pembiayaan.

Salah satunya adalah sistem Grace Period, di mana petani baru membayar pinjaman setelah panen tanpa kewajiban mencicil setiap bulan. Selain itu, diterapkan pula sistem tanggung renteng yang mengharuskan pembiayaan diakses melalui kelompok tani beranggotakan lima orang. Kelompok tersebut cukup melampirkan rekomendasi Geuchik dan bukti kepemilikan lahan.

Raisul menekankan pentingnya skema ini bagi para petani. “Selama ini petani adalah pelaku usaha yang paling sulit mengakses layanan pembiayaan di lembaga keuangan konvensional. BPR Syariah Mustaqim hadir untuk membantu para petani dalam mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Komitmen Layanan UMKM

Dengan pencapaian tersebut, BPRS Mustaqim berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan perbankan. Fokus utama diarahkan pada pembiayaan UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Aceh.

“Sebagai bank perekonomian rakyat, kami fokus pada pembiayaan UMKM. Alhamdulillah, terjadi peningkatan positif dalam jumlah total pembiayaan maupun jumlah nasabah yang mengakses pembiayaan. Kami bertekad untuk terus berkontribusi meningkatkan ekonomi masyarakat,” pungkas Raisul. (xrq)

Reporter: Akil

Akademisi USK Apresiasi Langkah PT PEMA Genjot Agroindustri Aceh

0
AKADEMISI USK
Akademisi Fakultas Pertanian USK, Mujiburrahmad, SP.,M.Si. (Foto: Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, memaparkan sejumlah capaian perusahaan dalam empat bulan terakhir saat menjadi pemateri pada sebuah Focus Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu. Dalam forum tersebut, ia menyebut PEMA berhasil melahirkan tujuh flagship project yang saat ini berada pada tahap siap beroperasi.

Sejumlah program itu dinilai strategis karena menyasar sektor-sektor vital yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Aceh. Di antaranya pembangunan resmiling unit, pengelolaan hics integrity, serta rencana ekspor sawit dengan target 20.000 ton. Selain itu, PEMA juga tengah menyiapkan ekspor kopi Aceh ke Amerika Serikat serta memperluas relaksasi kondensor guna mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Dalam paparannya, Mawardi menegaskan bahwa kehadiran Crude Palm Oil (CPO) Processing Unit di Aceh tidak bisa ditunda lagi. Selama ini, kebutuhan bahan baku minyak goreng masih sangat bergantung pada pasokan dari Medan, sehingga nilai tambah dari industri sawit justru lebih banyak dinikmati di luar Aceh.

Melihat langkah tersebut, Dosen Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Mujiburrahmad, memberikan apresiasi. Menurutnya, terobosan PEMA memperlihatkan arah yang lebih jelas bagi pembangunan agroindustri di Aceh.

“Langkah ini menunjukkan arah strategis PEMA dalam memperkuat agroindustri Aceh. Ekspor sawit dalam jumlah besar dapat membuka peluang stabilisasi pasar lokal sekaligus meningkatkan devisa daerah,” katanya kepada Nukilan.id pada Jumat (19/9/2025).

Ia melanjutkan, strategi diversifikasi dengan membuka pasar luar negeri tidak hanya soal menambah jalur pemasaran, tetapi juga tentang memperkuat identitas produk Aceh di mata dunia.

“Sementara itu, ekspor kopi ke AS mempertegas branding kopi Aceh di pasar internasional. Kombinasi keduanya menjadi bukti bahwa Aceh bisa keluar dari ketergantungan pada pasar domestik dan naik kelas ke arena global,” tambahnya.

Mujiburrahmad juga menekankan bahwa pembangunan CPO Processing Unit harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Ia melihat bahwa pembangunan ini bisa menjadi terobosan penting bagi kemandirian industri sawit Aceh. Tanpa fasilitas ini, Aceh akan terus terjebak dalam posisi sebagai penyedia bahan mentah.

“CPO Processing Unit sangat krusial karena selama ini Aceh hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah,” katanya.

Menurutnya, unit pengolahan sawit bukan sekadar infrastruktur, melainkan kunci untuk menahan perputaran ekonomi tetap berada di Aceh.

“Dengan adanya unit pengolahan, nilai tambah bisa tetap tinggal di Aceh, bukan lari ke Medan atau daerah lain,” ungkapnya.

Dampaknya, kata dia, akan langsung dirasakan oleh petani dan juga rantai industri secara keseluruhan. Harga jual yang lebih baik, efisiensi distribusi, serta peningkatan pendapatan daerah bisa dicapai jika proyek ini berjalan sesuai rencana.

“Ini berarti petani akan menikmati harga yang lebih baik, rantai pasok menjadi lebih efisien, dan pendapatan daerah bisa meningkat. Jadi, ini benar-benar bisa menjadi milestone penting kemandirian industri sawit Aceh,” tutupnya. (xrq)

Reporter: AKil

Terobosan ASPRINDO dan Kemendes PDT, Bangun Kampung Industri Untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi

0
ASPRINDO dan Kemendes PDT Bangun Kampung Industri Untuk Percepatan Peningkatan Ekonomi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Sinergi pemerintahan dan pelaku usaha domestik, dinyatakan akan membuka potensi daerah untuk mandiri. Tak hanya menyasar pada membuka lapangan pekerjaan, tapi pada jangka panjang akan menjadi penguatan ekosistem industri di daerah, yang pada ujungnya akan mampu menjadi solusi bagi berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia, seperti kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Mulyadin Malik menyatakan Kementerian Desa melihat ASPRINDO sebagai mitra strategis pembangunan desa.

Ia menyatakan, ASPRINDO mempunyai jejaring lintas sektor dalam pengembangan produk unggulan desa, dan mampu mengakselerasi potensi usaha dan bisnis untuk mendukung ekonomi desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang ke-6 yaitu Pembangunan dari Desa dan dari bawah untuk Pemerataan Ekonomi, yang kemudian diimplementasikan ke dalam 12 rencana aksi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal diantara nya rencana aksi ke-2 Peningkatan ketahanan pangan lokal desa (swasembada pangan) dan rencana aksi ke-9 Investasi serta kerjasama dengan Korporasi Nasional dan Investor dari Luar Negeri.

“Dampaknya, diharapkan wilayah yang dijadikan lokasi kerjasama akan terjadi akselerasi pengembangan usaha dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat wilayah tersebut,’ kata Mulyadin.

Ia menekankan bahwa Kemendes PDT selalu membuka peluang kerjasama untuk mendukung tugas dan fungsi kementerian desa dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Sementara, ASPRINDO juga mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan kemendes untuk mendukung asta cita presiden dalam pembangunan desa.

“Inilah yang diperlukan, sinergi Kementerian dengan berbagai stakeholder seperti Asprindo untuk mengakselerasi Pembangunan desa. Hal ini karena keterbatasan sumber daya pemerintah untuk mengintervensi 75.266 desa di Indonesia. Swasta juga biasanya lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dan mempunyai inovasi. Melibatkan swasta juga membuka alih teknologi dan peningkatan keterampilan. Selain itu membuka peluang investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Harapannya, kata Mulyadin, sinergi antara Kemendes PDT dengan ASPRINDO dapat memunculkan inovasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa sehingga menjadi model yang dapat di replikasi di desa/wilayah lain.

“Kerjasama ini juga membantu dalam efisiensi anggaran APBN, selain itu pihak swasta juga diharapkan mempunyai inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di desa,” ungkapnya lagi.

Ia menjelaskan, tahapan kerjasama Kemendes PDT dan ASPRINDO dimulai dari penandatangan MoU, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan PKS. Setelah itu, merencanakan aksi bersama yang dituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Tindak Lanjut selama 3 tahun

“Kami akan melakukan koordinasi dalam rangka mendukung pencapaian kerja sama, menyediakan data dan informasi terkait kebutuhan pemetaan, dan pengakajian potensi unggulan desa untuk mendukung digitalisasi data desa dan pembangunan daerah tertinggal,” tandasnya.

Ketua Umum ASPRINDO, Jose Rizal memaparkan dengan adanya kerja sama dengan Kemendes PDT ini diharapkan bisa meningkatkan pergerakan ekonomi di daerah. Dan tujuannya adalah untuk memandirikan pengusaha lokal, mensejahterakan masyarakat daerah, dan pada ujungnya akan menjadi penopang bagi perekonomian nasional.

“Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia, sinergi pemerintah dengan pengusaha kecil harus didorong dan ditingkatkan. Karena seperti kita tahu, UMKM dan pengusaha kecil merupakan pilar penting apada perekonomian negara kita. Dan dengan mendorong perekonomian daerah, maka akan menciptakan berbagai peluang di daerah,” kata Jose.

Sinergi ini, lanjutnya, tak hanya membuka lapangan kerja di daerah tapi akan membangun suatu sistem industri dari hulu ke hilir dengan ditopang dengan manajemen yang baik dan digitalisasi.

“Jika Kampung Industri ini bisa berkembang di banyak titik di Indonesia, maka perekonomian daerah akan bisa bertumbuh tanpa terlalu banyak membutuhkan anggaran dari pusat. Dan jika perekonomian daerah bertumbuh, maka putra daerah tak perlu lagi datang ke perkotaan untuk menuai pendapatan. Daerah terbangun, masyarakat sejahtera, pembangunan merata, dan perkotaan tak lagi dibebani oleh pendatang dari daerah,” pungkas Jose.

Ketua Forum Pemuda Aceh Ingatkan Penyusunan P-APBA Jangan Jadi Ajang Saling Menyalahkan

0
Ketua Forum Pemuda Aceh (FPA), Syarbaini. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Forum Pemuda Aceh (FPA), Syarbaini, menyoroti keterlambatan penyampaian dokumen Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (P-APBA) Tahun 2025. Ia mengingatkan agar persoalan ini tidak dijadikan bahan polemik yang berujung pada saling menyalahkan, melainkan dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat kerja sama antara Pemerintah Aceh dan DPRA.

Menurut Syarbaini, masyarakat Aceh menaruh harapan besar pada anggaran daerah sebagai instrumen utama pembangunan. Karena itu, keterlambatan yang terjadi harus segera diatasi dengan langkah solutif agar tidak mengganggu realisasi program prioritas.

“P-APBA adalah instrumen penting bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mari semua pihak duduk bersama, mencari solusi, bukan justru memperbesar masalah dengan saling menyalahkan,” tegasnya, Jumat, 19 September 2025.

Ia menambahkan, kualitas anggaran sangat ditentukan oleh semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif. Proses pembahasan, kata Syarbaini, juga harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai jadwal yang ditetapkan peraturan, agar tidak merugikan kepentingan publik.

“Rakyat tidak butuh perdebatan berkepanjangan, yang mereka harapkan adalah anggaran yang tepat sasaran, terutama untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syarbaini menegaskan Forum Pemuda Aceh siap mengawal proses penyusunan P-APBA 2025 dengan memberikan masukan konstruktif. Ia berharap pemerintah Aceh dan DPRA benar-benar menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik maupun sektoral.

“Harapan kita bersama, P-APBA bisa rampung tepat waktu dan benar-benar membawa manfaat bagi seluruh rakyat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Akil