Beranda blog Halaman 236

Sekolah Hendak Ditutup, Siswa di Aceh Barat Menangis Histeris

0
Ekspresi siswi ketika menyimak informasi penutupan sekolahnya di SD Negeri Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, 20 September 2025. (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Suasana haru menyelimuti SDN Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Tangis histeris para siswa pecah ketika mendengar kabar sekolah mereka akan ditutup oleh pemerintah daerah.

Sebagaimana dilansir Nukilan.id dari metrotvnews.com, para siswa/siswi SDN Paya Baro menangis histeris mendengar upaya pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan menutup sekolah mereka. Mereka khawatir harus pindah ke sekolah tetangga yang jarak tempuhnya lima kilometer dari desa mereka.

Bagi anak-anak desa, jarak itu bukan sekadar angka. Jalan yang harus mereka lalui berupa bebatuan di kawasan perkebunan sawit dan hutan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran para orang tua mengenai keselamatan sekaligus semangat belajar anak-anak mereka.

Pemerintah Kabupten Aceh Barat memang berencana akan menutup sebanyak tujuh sekolah. Sebab, jumlah siswa tidak mencukupi standar nasional. Salah satunya SDN Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.

Sekolah ini saat ini hanya memiliki 24 siswa. Dari jumlah itu, delapan anak duduk di kelas 1, satu anak di kelas 2, dua anak di kelas 3, tiga anak di kelas 4, lima anak di kelas 5, dan lima anak di kelas 6.

Meski jumlah murid terbatas, tenaga pengajar justru cukup banyak. Sementara jumlah guru dan tenaga pengajar sebanyak sembilan orang. Mereka berstatus PNS dan tiga orang honorer.

Keterbatasan fasilitas tidak membuat anak-anak berhenti belajar. Dengan hanya tiga ruang kelas, para guru menyekat ruangan menggunakan triplet agar proses belajar mengajar dapat berjalan untuk enam kelas sekaligus. Semangat itu menjadi alasan kuat mengapa mereka berharap sekolah tidak ditutup.

Iyusmidar Arif, salah satu guru SDN Paya Baro, berharap pemerintah daerah tidak menutup sekolah mereka. Sebab, anak-anak di desa tersebut sangat membutuhkan Pendidikan.

Rencana penutupan sekolah kecil di pedesaan ini menyingkap dilema yang kerap muncul di daerah terpencil: antara memenuhi standar jumlah siswa dengan menjaga akses pendidikan bagi anak-anak. Bagi warga Paya Baro, sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga benteng harapan bagi masa depan generasi mereka.

Editor: Akil

BMKG: Hujan Disertai Angin Masih Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Aceh

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Pexels.com)

NUKILAN.ID | Lhokseumawe – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara memprakirakan cuaca di enam kabupaten/kota di Aceh akan didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan, mulai Minggu (21/9/2025) hingga Rabu (24/9/2025).

Dirangkum Nukilan dari data BMKG, wilayah yang dipantau meliputi Simpang Tiga Redelong, Bireuen, Lhokseumawe, Lhoksukon, dan Idi Rayeuk. Berdasarkan data, cuaca pada periode tersebut bervariasi dari berawan hingga hujan lebat, dengan kelembaban udara relatif tinggi, berkisar antara 60 hingga 99 persen.

BMKG menyebutkan, suhu udara di wilayah pantauan diperkirakan berkisar antara 20–33 derajat Celsius. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan rata-rata 26–28 km/jam.

Secara rinci, wilayah Simpang Tiga Redelong diprediksi mengalami hujan dengan suhu udara 20–28°C. Sementara itu, Bireuen, Lhokseumawe, Lhoksukon, dan Idi Rayeuk diperkirakan memiliki suhu lebih tinggi, yakni 23–33°C, dengan potensi hujan ringan hingga sedang.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya potensi hujan disertai angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi ini berpotensi memengaruhi aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi darat maupun laut di wilayah pesisir utara dan timur Aceh. []

Reporter: Sammy

Dua Pejabat Inspektorat Aceh Besar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi SPPD

0
Dua pejabat Inspektorat Kabupaten Aceh Besar ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) periode 2020 hingga Mei 2025. (Foto: Dok Kejari Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Aceh Besar – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menetapkan dua pejabat Inspektorat Kabupaten Aceh Besar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) periode 2020 hingga Mei 2025.

Kedua pejabat tersebut masing-masing berinisial Z (46), Kepala Inspektorat, dan J (46), Sekretaris Inspektorat. Penetapan status tersangka dilakukan setelah jaksa penyidik menemukan dua alat bukti yang sah sesuai Pasal 183 dan Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar, Filman Ramadhan membenarkan hal tersebut. Terkait dengan kerugian negara sendiri, Filman mengatakan saat ini belum bisa dipastikan nominalnya.

“Kerugian negara sedang kita koordinasikan dengan ahli dulu. Jika sudah ada hasilnya, akan segera dikonfirmasikan,” ujarnya saat dikonfirmasi Nukilan, Sabtu (20/9/2025).

Kepala Kejari Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi, menyampaikan bahwa penyidikan perkara ini telah memeriksa 50 saksi serta menyita sejumlah dokumen hasil penggeledahan. “Akibat perbuatan tersangka, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. Untuk jumlah resmi, tim penyidik masih menunggu hasil perhitungan dari ahli,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Kedua pejabat Inspektorat itu disangkakan telah menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan anggaran perjalanan dinas. Atas perbuatannya, penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai dakwaan alternatif, keduanya juga dikenakan Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal-pasal tersebut pada intinya mengatur mengenai perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang merugikan keuangan negara, serta penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat publik. []

Reporter: Sammy

Kebakaran Rumah di Peukan Bada Sebabkan Rusak Sedang

0
Satu unit rumah permanen milik warga di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, terbakar pada Sabtu (20/9/2025). (Foto: akun Instagram Damkar Aceh Besar)

NUKILAN.ID | Aceh Besar – Satu unit rumah permanen milik warga di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, terbakar pada Sabtu (20/9/2025) pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah yang dihuni enam orang anggota keluarga mengalami kerusakan sedang.

Dikutip Nukilan dari akun Instagram Damkar Aceh Besar, pemilik rumah diketahui bernama Malek Rizal (25). Saat kebakaran terjadi, ia baru saja bangun tidur. Menurut keterangan petugas di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari bagian plafon rumah.

Informasi kebakaran awalnya diterima oleh Pos Damkar BPBD Aceh Besar wilayah Peukan Bada dari laporan masyarakat. Tim kemudian mengerahkan satu unit armada pemadam beserta tiga personel menuju lokasi kejadian.

“Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WIB,” demikian tertulis di akun Damkar BPBD Aceh Besar, dikutip Nukilan, Sabtu (20/9/2025).

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. []

Reporter: Sammy

59 Titik Panas Terdeteksi di Aceh, BMKG Minta Warga Waspada

0
Ilustrasi titik panas. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, mendeteksi sebanyak 59 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh pada Jumat (19/9/2025). Titik panas tersebut terpantau melalui citra satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (SNPP), dan NOAA20/VIIRS.

Dalam laporan resmi BMKG yang dirilis Sabtu (20/9/2025), titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi itu tersebar di sejumlah kabupaten. Konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Aceh Barat, tepatnya di Kecamatan Arongan Lambalek, yang terdeteksi lebih dari 15 titik panas. Selain itu, titik panas juga muncul di Kecamatan Samatiga, Suakmas, serta sejumlah kawasan di Aceh Besar seperti Kuta Malaka, Lhoong, Seulimum, dan Padang Tiji.

Pantauan satelit juga menemukan titik panas di beberapa wilayah lainnya, antara lain di Kabupaten Aceh Jaya (Krueng Sabee, Sampoiniet, dan Teunom), Aceh Selatan (Kluet Selatan, Singkohor, dan Trumon), serta di wilayah tengah Aceh seperti Silih Nara (Aceh Tengah), Rikit Gaib (Gayo Lues), dan Terangon. Sementara di kawasan timur, titik panas terpantau di Peudada (Bireuen), Samalanga, Muaratiga, dan Muaradua.

Prakirawan BMKG, Dedi, menjelaskan bahwa titik panas merupakan salah satu indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, meski belum bisa dipastikan seluruhnya adalah kebakaran aktif, keberadaan hotspot tetap perlu diwaspadai.

“Dari hasil pantauan satelit, pada periode 19 September 2025 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB, terdeteksi 59 titik panas di Aceh. Titik panas ini tersebar di berbagai kabupaten dan menjadi indikator potensi karhutla yang harus diantisipasi,” ujar Dedi kepada Nukilan, Sabtu (20/9/2025).

Ia menambahkan, masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membuka lahan dengan cara membakar. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membakar sampah atau lahan di area terbuka. Kondisi cuaca kering saat ini bisa memicu kebakaran dengan cepat,” tegasnya.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memantau wilayah rawan kebakaran dan memperkuat koordinasi dengan tim penanggulangan bencana di lapangan. []

Reporter: Sammy

KPU Umumkan Empat Nama Lolos Seleksi Administrasi Sekretaris KIP Aceh

0
Empat nama yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam perebutan jabatan Sekretaris Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tahun 2025. (Foto: tangkapan layar)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Empat nama resmi dinyatakan lolos seleksi administrasi dalam perebutan jabatan Sekretaris Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tahun 2025. Mereka adalah Irman Susanto, SKom, MSi; Muhammad Praja Isnaini, SSTP; Teuku Joan Virgianshah, SSTP, MSP; dan Wira Surya Santika, ST.

Keempat kandidat tersebut kini melangkah ke tahap berikutnya, yakni penulisan makalah dan assessment. Agenda ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 23–25 September 2025. Menurut jadwal, penulisan makalah akan dilaksanakan pada Selasa, 23 September 2025 pukul 09.30 WIB di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol No. 29, Jakarta Pusat. Sementara itu, assessment berlangsung dua hari kemudian di Assessment Center PT ARA Indonesia, Menteng.

Dikutip Nukilan dari pengumuman bernomor 07/JPTP-KPU/IX/2025, Panitia Seleksi menegaskan bahwa setiap peserta yang lulus administrasi wajib mengikuti tahapan lanjutan.

“Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi … diwajibkan mengikuti tahapan selanjutnya yaitu Penulisan Makalah dan Assessment,” tulis dokumen yang diterbitkan pada 18 September 2025 tersebut, dikutip Nukilan, Sabtu (20/9/2025).

Ketua Panitia Seleksi, Suryadi, menekankan keputusan yang diambil bersifat mutlak. “Keputusan Panitia Seleksi bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat,” bunyi pengumuman itu.

Selain harus hadir tepat waktu, peserta diwajibkan menyiapkan sejumlah dokumen penting seperti Daftar Riwayat Hidup, Critical Incident (CI), dan Inventori Karakteristik Kepribadian. Panitia juga menetapkan batas akhir pengunggahan dokumen tersebut hingga 22 September 2025 pukul 23.59 WIB. Seluruh proses seleksi dilakukan dengan sistem komputer, dan peserta dilarang membawa perangkat seperti flashdisk atau membuka telepon genggam selama ujian berlangsung.

Jabatan Sekretaris KIP Aceh sendiri memiliki peran strategis dalam mendukung kerja-kerja penyelenggara pemilu di daerah. Sekretaris bertanggung jawab terhadap manajemen administrasi, pengelolaan keuangan, serta koordinasi logistik yang krusial dalam setiap tahapan pemilu. Dengan mendekatnya tahapan Pemilu 2029, posisi ini menjadi semakin vital karena akan berhubungan langsung dengan kesiapan teknis dan administrasi di lapangan.

Seleksi terbuka ini merupakan bagian dari pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II.a) di enam provinsi, yakni Papua Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, serta KIP Aceh. Mekanisme seleksi terbuka dipandang sebagai upaya untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas dalam penempatan pejabat tinggi di lingkungan KPU. []

Reporter: Sammy

11 Spot Mancing Nyaman 2025 di Aceh, Dari Sungai Tenang hingga Laut Lepas

0
Sabang adalah salah satu daerah paling ujung barat Indonesia. Terletak di provinsi Aceh tepatnya di Pulau Weh. (Foto: For Ist)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Aceh dikenal memiliki panorama alam yang memukau, mulai dari pegunungan hingga lautan biru Samudra Hindia. Keindahan itu tidak hanya menjadi magnet wisata, tetapi juga menjadikan Aceh sebagai surga bagi para pemancing. Pada 2025, sejumlah spot memancing di Aceh diproyeksikan semakin populer karena menawarkan pengalaman yang nyaman, baik di perairan tawar maupun laut lepas.

Bagi para penghobi, pilihan lokasi begitu beragam. Ada yang menawarkan suasana damai di tepi sungai, ada pula yang menyajikan tantangan memancing ikan berukuran besar di lautan luas. Berikut 11 spot mancing rekomendasi Nukilan.id di Aceh yang patut dicoba.

1. Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh

Pantai Ulee Lheue menjadi salah satu lokasi memancing paling populer di Banda Aceh. Jaraknya hanya sekitar tiga kilometer dari pusat kota, membuat pantai ini mudah dijangkau. Pemancing bisa memilih untuk melempar kail langsung dari dermaga atau menyewa perahu menuju tengah laut.

Selain menjadi spot favorit pemancing, Ulee Lheue juga dikenal sebagai destinasi wisata dengan panorama laut yang menawan. Fasilitas di sekitarnya cukup lengkap, sehingga nyaman untuk berlama-lama.

2. Krueng Aceh, Banda Aceh

Sungai Krueng Aceh yang melintasi jantung kota Banda Aceh menawarkan suasana tenang bagi pemancing yang menyukai air tawar. Jenis ikan yang kerap ditemui antara lain mas, nila, dan lele. Lokasinya yang strategis di tengah kota membuat Krueng Aceh jadi alternatif menarik selain laut.

3. Waduk Keuliling, Aceh Besar

Berjarak sekitar 20 kilometer dari Banda Aceh, Waduk Keuliling menawarkan pemandangan indah dan suasana damai. Ikan patin, mujair, dan nila banyak ditemui di sini. Selain memancing, waduk ini juga cocok untuk piknik dan berkemah, menjadikannya destinasi keluarga yang ideal.

4. Pantai Lhoknga, Aceh Besar

Selain terkenal dengan ombaknya yang digemari peselancar, Pantai Lhoknga juga menjadi spot memancing yang menantang. Karang-karang di sekitarnya menjadi rumah bagi ikan kakap, kerapu, hingga barakuda. Setelah memancing, pengunjung bisa menikmati suasana pantai yang tenang dan bersih.

5. Pantai Ujung Karang, Aceh Barat

Pantai Ujung Karang menyuguhkan pemandangan langsung ke Samudra Hindia. Lokasinya mudah diakses dari pusat kota dan menjadi favorit warga sekitar. Warung-warung kecil yang berjejer di tepi pantai menambah kenyamanan, memungkinkan pemancing beristirahat sambil menikmati sajian lokal.

6. Alu Naga, Aceh Besar

Alu Naga menawarkan panorama laut yang menakjubkan sekaligus hasil tangkapan yang beragam. Ikan kerapu, kakap, hingga barramundi sering jadi incaran. Lokasi ini sangat direkomendasikan bagi pemancing yang mencari sensasi sekaligus keindahan alam pesisir Aceh.

7. Pulau Weh, Sabang

Pulau Weh sudah lama menjadi magnet wisatawan, terutama karena keindahan bawah lautnya. Namun, pulau di ujung barat Indonesia ini juga menjadi surga bagi pemancing. Berbagai jenis ikan bisa ditemukan di perairannya, menjadikannya tempat ideal mencoba berbagai teknik memancing.

8. Pulau Rubiah dan Seurong, Sabang

Kedua pulau kecil ini menawarkan suasana tenang dengan air laut yang jernih. Spot memancingnya kaya akan ikan karang dan pelagis. Selain memancing, pengunjung bisa menikmati pesona bawah laut yang memikat.

9. Pulo Aceh, Aceh Besar

Bagi pemancing yang mencari tantangan, Pulo Aceh menjadi pilihan tepat. Laut lepas di sekitar pulau ini dikenal sebagai habitat tuna dan marlin berukuran besar. Suasana alam yang masih alami juga menjadi daya tarik tersendiri.

10. Pantai Lampuuk, Aceh Besar

Pantai Lampuuk kerap disebut sebagai salah satu pantai terindah di Banda Aceh. Lokasi ini juga cocok untuk memancing, baik dari tepi pantai maupun dengan perahu kecil. Hasil tangkapan yang beragam ditambah panorama indah menjadikan Lampuuk favorit banyak pemancing.

11. Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar

Terletak di Krueng Raya, sekitar 30 kilometer dari Banda Aceh, Pelabuhan Malahayati dikenal sebagai spot memancing ikan besar. Tuna, kerapu, hingga marlin sering menjadi target. Selain dari dermaga, pemancing juga bisa menyewa perahu untuk memperbesar peluang mendapatkan ikan berukuran jumbo. (XRQ)

Reporter: Akil

Dubes Palestina Rencanakan Kunjungan ke Aceh Tengah

0
Jamuan makan malam dari Dubes Palestina, Zuhair Al-Shun kepada Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga beserta istri di Jakarta, Jum'at (19/9/2025) malam.(Foto: Prokopim AT))

NUKILAN.ID | AJAKARTA – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mendapat kehormatan jamuan makan malam dari Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, di Jakarta, Jumat (19/9/2025) malam.

Pertemuan itu berlangsung sehari setelah masyarakat Gayo menyerahkan donasi lebih dari Rp202 juta untuk rakyat Palestina melalui Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

Jamuan digelar di sebuah restoran bernuansa Arab di kawasan Jakarta Pusat. Hidangan khas Timur Tengah turut disajikan, menciptakan suasana akrab yang diwarnai obrolan hangat kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Zuhair kembali menyampaikan apresiasi atas kepedulian rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Gayo.

“Kami sangat berterima kasih pada saudara-saudara kami rakyat Indonesia. Saat ini, Israel bukan saja menindas Palestina, tetapi juga menyerang negara-negara Arab lainnya,” ungkapnya.

Ia juga mengutarakan rencananya untuk suatu waktu berkunjung ke Aceh Tengah.

“Insya Allah saya akan ke Aceh Tengah. Saya sangat suka kopi Gayo yang terkenal hingga mancanegara,” ujarnya, yang langsung disambut antusias oleh Bupati Haili Yoga.

Bupati Haili Yoga menilai jamuan tersebut sebagai sebuah kehormatan, tidak hanya bagi dirinya, melainkan juga bagi masyarakat Gayo.

“Palestina adalah bagian dari hati rakyat Aceh. Kami akan terus berusaha membantu dengan segenap kemampuan yang ada,” tegasnya.

Pertemuan penuh kehangatan itu menegaskan eratnya persaudaraan antara rakyat Aceh Tengah dan Palestina. Pada momen tersebut, Dubes Zuhair juga menyerahkan penghargaan khusus kepada masyarakat Aceh Tengah atas solidaritas dan kepeduliannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

MAN 1 Banda Aceh Gandeng KPI Aceh Tingkatkan Literasi Media Siswa

0
MAN 1 Banda Aceh Gandeng KPI Aceh Tingkatkan Literasi Media Siswa. (Foto: Humas MAN 1 Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – MAN 1 Banda Aceh bekerja sama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh menggelar sosialisasi literasi media bagi siswa di Aula PSBB sekolah tersebut, Kamis (18/9/2025). Kegiatan yang mengusung tema Generasi Muda Bijak Bermedia ini menjadi momentum penting bagi siswa, khususnya anggota Pressmedia dan OSIM, untuk memahami cara bermedia secara bijak, cerdas, dan bertanggung jawab.

Acara ini turut dihadiri Ketua KPI Aceh Muhammad Harun SHI, Wakil Ketua Acik Nova SPdI, serta Komisioner Murdeli SH. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan, penandatanganan nota kesepahaman antara KPI Aceh dan MAN 1 Banda Aceh, serta penyerahan sertifikat kepada pembina OSIM, Nurhasanah SAg MPd.

Dalam paparannya, Wakil Ketua KPI Aceh Acik Nova menekankan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia mengingatkan siswa mengenai bahaya oversharing, ancaman penyalahgunaan data pribadi, serta cara menghindari hoaks.

“Pastikan selalu cek fakta sebelum menyebarkan informasi agar media dimanfaatkan untuk hal-hal positif,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Banda Aceh, Dr Hj Nursiah SAg MPd, menyampaikan apresiasi atas dukungan KPI Aceh dalam memperkuat pemahaman siswa terkait literasi media.

“Literasi media adalah bekal penting bagi siswa agar tidak hanya terhindar dari hoaks, tetapi juga mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat dan produktif,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. Melalui kegiatan tersebut, siswa MAN 1 Banda Aceh diharapkan semakin siap menghadapi tantangan era digital dengan sikap kritis, cerdas, dan berkarakter.

Kampanye Gemarikan, Ketua Forikan Ajak Siswa PAUD ke Koperasi Aceh Jelly Fish

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Aceh, Marlina Usman, mengajak siswa PAUD Permata Hati binaan TP PKK Aceh untuk berkunjung ke Koperasi Aceh Jelly Fish, Kamis (18/9/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya menyukseskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sekaligus mengedukasi anak-anak agar gemar mengonsumsi ikan sejak usia dini.

“Kunjungan hari ini bertujuan untuk mengedukasi ananda kita agar gemar makan ikan serta kampanye gagal tumbuh bagi anak usia dini,” ujar Marlina, yang akrab disapa Kak Na.

Selain itu, Kak Na menambahkan, kunjungan ini juga menjadi sarana kampanye pemenuhan makanan bergizi seimbang dan implementasi pengembangan anak usia dini secara holistik integratif terkait pemenuhan gizi. “Anak-anak gemar makan ikan,” tuturnya.

Didampingi Ketua Koperasi Aceh Jelly Fish, Cut Sri Haswirna, Kak Na memberikan tutorial pembuatan bakso ikan kepada para siswa PAUD. Anak-anak terlihat antusias karena dapat terlibat langsung dalam proses pembuatan penganan olahan ikan tersebut.

“Kampanye Gemarikan harus kita lakukan seperti ini, anak bukan hanya menjadi penikmat, tapi kita ajak untuk terlibat dalam proses pembuatannya. Dengan terlibat langsung, anak-anak akan lebih antusias bukan hanya saat membuat tapi juga saat menyantapnya, karena mereka menikmati hasil karya mereka sendiri,” kata Kak Na.

Kak Na juga mengimbau orang tua untuk turut mendampingi anak-anak di rumah. “Ananda semua, nanti di rumah ajak bunda untuk masak bersama ya. Kepada para ibu di rumah, mari kita ajak anak-anak kita untuk masak bersama sembari mengedukasi mereka bagaimana mengolah makanan sehat. Ini tentu menjadi media edukasi efektif yang akan ananda kita ingat hingga mereka dewasa kelak,” ujarnya.

Sebagai Ketua TP PKK Aceh, Kak Na menegaskan bahwa kampanye Gemarikan memiliki dampak positif dalam membentuk generasi muda Aceh yang sehat, cerdas, dan berdaya saing, menghadapi Generasi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Koperasi Aceh Jelly Fish sendiri berlokasi di Gampong Lampaseh Kota, Jalan Rama Setia no 49. Didirikan pada 2007 oleh Cut Sri Haswirna, koperasi ini fokus pada pemasaran makanan beku dan makanan sehat tanpa pengawet maupun penyedap, dengan anggota berjumlah 20 orang.

Kegiatan kunjungan ini turut dihadiri oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Mukarramah dan Wakil Ketua 1 Pokja Bunda PAUD Aceh, Malahayati.

Editor: Akil