Beranda blog Halaman 23

ARA Kecam Dugaan Kekerasan dan Penangkapan Massa Aksi Tolak Pergub JKA Jilid III

0
Aksi demonstrasi tolak Pergub JKA Jilid III yang ricuh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Mahasiswa dan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) mengecam tindakan aparat kepolisian yang dinilai represif terhadap massa demonstrasi penolakan Pergub JKA Jilid III di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026).

Dalam pernyataan terbuka usai aksi, perwakilan massa menyebut telah terjadi tindakan brutalitas terhadap peserta demonstrasi yang menyebabkan sejumlah korban luka dan penangkapan massa aksi.

“Kami mengecam tindakan dari Kepolisian Aceh yang telah melakukan brutalitas terhadap massa aksi,” ujar salah satu orator di hadapan peserta aksi, dikutip Nukilan dari video di akun Instagram @aliansimahasiswa.aceh, Rabu (13/5/2026).

Massa aksi menyebut sedikitnya 15 orang dilaporkan menjadi korban dan menjalani penanganan medis di RSUD Zainoel Abidin (ZNA). Selain itu, sebanyak 41 orang sempat diamankan aparat kepolisian saat aksi berlangsung.

Menurut massa aksi, meskipun sebagian peserta demonstrasi telah dibebaskan, mereka mengaku masih menerima informasi adanya peserta aksi yang mengalami tindakan kekerasan saat berada dalam pengamanan aparat.

Dalam orasinya, ARA juga menilai Pemerintah Aceh tidak mendengar aspirasi masyarakat terkait penolakan Pergub JKA Jilid III.

“Hari ini rakyat sendiri yang menjadi tumbal, yang menjadi korban,” kata orator dalam video tersebut.

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Kantor Gubernur Aceh itu diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan. Massa membawa tuntutan agar pemerintah mencabut kebijakan Pergub JKA Jilid III yang dinilai merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polda Aceh maupun Pemerintah Aceh terkait tudingan kekerasan dan penangkapan sewenang-wenang yang disampaikan massa aksi. []

Reporter: Sammy

Satu Dekade Layani 10 Juta Penumpang, Pemerintah Aceh Pastikan Trans Kutaraja Tetap Gratis

0
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir Syamaun. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh memperingati 10 tahun operasional layanan transportasi publik Trans Kutaraja dalam sebuah seremoni yang digelar di Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Dalam kurun satu dekade, moda transportasi massal tersebut tercatat telah melayani sekitar 10 juta penumpang dan tetap beroperasi tanpa tarif.

“Selama satu dekade, Trans Kutaraja mengangkut 10 juta penumpang, dan tetap gratis, serta menjadi ikon pelayanan transportasi publik di Aceh,” kata M Nasir Syamaun.

Sekretaris Daerah Aceh itu menyampaikan, peringatan 10 tahun Trans Kutaraja tidak hanya menjadi penanda perjalanan layanan transportasi publik di Aceh, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pelayanan publik yang inklusif dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Saat ini, layanan Trans Kutaraja melayani kawasan Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar melalui sejumlah koridor yang menghubungkan berbagai titik strategis dan pusat aktivitas masyarakat. Sebanyak sekitar 60 armada bus kini beroperasi setiap hari dengan jumlah penumpang berkisar 2.000 hingga 4.000 orang per hari tanpa dipungut biaya.

Nasir juga menegaskan, pada masa kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, program layanan gratis Trans Kutaraja dipastikan tetap berjalan.

“Pemerintah Aceh berkomitmen mendorong pengembangan sistem angkutan umum massal secara bertahap di berbagai kabupaten/kota lain di Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan keberlangsungan layanan gratis Trans Kutaraja selama 10 tahun terakhir merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Trans Kutaraja menjadi saksi perjalanan ribuan pelajar, pekerja, para ibu ke pasar, hingga jemaah ke masjid,” katanya.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas layanan, Dinas Perhubungan Aceh juga memperkenalkan dua inovasi baru yakni Q-Raja dan Kartu Raja. Q-Raja merupakan sistem check-in berbasis QR code, sedangkan Kartu Raja disiapkan bagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan telepon pintar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sejumlah Massa Aksi Ditangkap Polisi, Disiram Water Cannon, dan Dilempari Gas Air Mata

0
Massa Aksi JKA Ditangkap Polisi
Suasana chaos di sekitar Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026) malam. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Situasi demonstrasi penolakan Pergub Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) jilid III di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026), berlangsung ricuh hingga berujung pada penangkapan sejumlah massa aksi. Salah seorang demonstran, Zaki, menceritakan kronologi ketegangan yang terjadi sejak sore hingga malam hari.

Menurut Zaki, massa aksi awalnya mulai mencoba masuk ke area Kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 16.00 WIB atau usai salat Asar. Namun upaya pertama itu gagal setelah aparat kepolisian menahan massa di pintu gerbang.

“Pertama kali kami mendesak untuk masuk sekitar jam empat sore. Tapi enggak dikasih masuk,” ujar Zaki kepada Nukilan di lokasi aksi, Rabu (13/5/2026) malam.

Setelah upaya pertama gagal, massa kembali berkumpul dan mendapat tambahan dukungan dari sejumlah aliansi mahasiswa dan kelompok massa lainnya. Sekitar setengah jam kemudian, demonstran kembali mencoba menerobos masuk ke halaman kantor gubernur.

Dalam upaya kedua tersebut, massa sempat mendekati pintu utama kantor gubernur. Namun aparat kepolisian yang menggunakan tameng mendorong balik demonstran sehingga massa memilih mundur untuk menghindari korban luka.

“Kami hampir masuk ke pintu gubernur, tapi polisi yang pakai tameng itu dorong balik. Kami takut ada yang luka atau dipukul, jadi mundur lagi,” ujarnya.

Meski sempat terpukul mundur, koordinator lapangan aksi kembali meminta massa maju ke depan teras kantor gubernur. Massa kemudian berkumpul sambil menunggu demonstran lain yang sempat terpencar.

Pada percobaan berikutnya, demonstran disebut sempat berhasil memasuki area teras kantor gubernur. Namun situasi kembali memanas ketika aparat kepolisian bergerak maju membubarkan massa.

“Yang pakai tameng itu masuk lagi ke dalam, terus keluar lagi maksa mundur kami,” kata Zaki.

Kericuhan semakin pecah ketika polisi mulai mengerahkan kendaraan water cannon untuk membubarkan massa. Semprotan air menyebabkan demonstran terpencar di sejumlah titik di depan kantor gubernur.

“Water cannon sudah siap dari awal. Massa jadi pecah setelah diserang water cannon,” ujarnya.

Zaki menuturkan situasi paling kacau terjadi menjelang waktu Magrib. Saat itu, aparat kepolisian meminta massa membubarkan diri dengan alasan waktu aksi telah melewati batas.

Menurutnya, aparat kemudian memukul mundur demonstran menggunakan barisan tameng, water cannon, hingga gas air mata.

“Puncak chaos itu dari pihak kepolisian sendiri. Polisi maju, water cannon ditambah, terus ada gas air mata juga,” katanya.

Dalam situasi ricuh tersebut, sejumlah demonstran diamankan aparat. Zaki mengaku melihat langsung sedikitnya empat orang ditangkap saat kericuhan berlangsung.

“Saya lihat ada empat orang ditangkap. Mereka sudah dipegang tangan sama polisi,” tuturnya.

Hingga malam hari, massa aksi mengaku belum memperoleh kepastian terkait identitas maupun lokasi para demonstran yang diamankan. Konsolidasi antar massa aksi disebut masih berlangsung untuk mencari informasi terkait penangkapan tersebut.

Amatan Nukilan, hingga malam hari petugas kepolisian masih melakukan penyisiran di sejumlah titik sekitar kantor gubernur untuk mencari massa aksi. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

KUA Kluet Utara Gelar BRUS 2026 di SMAN 2 Kluet Utara, Tanamkan Nilai Remaja Qurani dan Pergaulan Sehat

0
KUA Kluet Utara Gelar BRUS 2026 di SMAN 2 Kluet Utara, Tanamkan Nilai Remaja Qurani dan Pergaulan Sehat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Kantor Urusan Agama (KUA) Kluet Utara bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Tahun 2026 bagi para pelajar di SMA Negeri 2 Kluet Utara, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh dari lingkungan Kementerian Agama Aceh Selatan, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan Khairul Huda, Kepala Seksi Bimas Islam Aljabar Fauzi, Kepala KUA Kluet Utara Donni, serta para pemateri BRUS, Muhammad Nasir dan Jaili Farman.

Program BRUS merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi generasi muda usia sekolah agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kehidupan remaja, pentingnya menjaga pergaulan sehat, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah perkembangan zaman.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, pentingnya menjaga etika dalam pergaulan, pencegahan bullying, hingga upaya menghindari pernikahan dini di usia remaja.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Putra Rajahul Hardi yang menambah suasana khidmat selama kegiatan berlangsung.

Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, BRUS menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi para peserta didik.

“Semangat dalam kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi kita semua. Kami mengucapkan apresiasi kepada pihak KUA dan Kementerian Agama yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik kami. Semoga kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa-siswi yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aljabar Fauzi selaku pemateri menegaskan bahwa materi yang disampaikan memiliki manfaat besar bagi kalangan remaja, khususnya dalam upaya mencegah pernikahan dini.

“Ilmu yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami mengimbau agar pelajar dapat menghindari pernikahan dini demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Pemateri lainnya, Muhammad Nasir, menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh dari luar lingkungan.

“Masa remaja merupakan masa yang paling rentan mendapatkan pengaruh dari luar. Karena itu, penting bagi para remaja untuk memahami dinamika perkembangan diri agar mampu menghadapi berbagai tantangan dengan bijak,” ungkapnya.

Selain itu, Jaili Farman yang membawakan materi tentang Remaja Qurani menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemahaman dinamika intelektual di kalangan generasi muda saat ini masih perlu diperkuat. Terkadang kita lupa menghargai orang tua, padahal adab dan sikap remaja harus mencerminkan kepribadian yang baik. Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam akhlak dan adab yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai-nilai Qurani, remaja diharapkan mampu menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala KUA Kluet Utara Donni kepada Nukilan.id berharap kegiatan BRUS 2026 dapat menjadi wadah edukasi dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Remaja yang sehat adalah remaja yang mampu menjaga diri agar tidak mudah terpapar pengaruh negatif, serta dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan BRUS 2026 ini, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, beretika, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Murthalamuddin Ajak Guru di Aceh Perkuat Budaya Literasi Lewat Penulisan Buku

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerbitan Buku yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Disdik Aceh, Rabu (13/5/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengajak para guru untuk lebih aktif menulis serta memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.

Ajakan tersebut disampaikan Murthalamuddin saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerbitan Buku yang digelar MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (13/5/2026).

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa bahasa memiliki peran besar dalam membangun peradaban serta menggerakkan kemajuan bangsa. Karena itu, menurutnya, budaya membaca dan menulis harus terus ditanamkan, khususnya di lingkungan pendidikan.

Murthalamuddin menyebut guru tidak hanya bertugas sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga perlu hadir sebagai inspirator melalui karya-karya tulis yang dapat memberi manfaat bagi generasi muda.

“Melalui tulisan, guru dapat menyampaikan gagasan, pengalaman, dan ilmu pengetahuan yang dapat memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujar Murthalamuddin.

Ia juga mendorong para guru agar mulai menghasilkan karya tulis, termasuk buku, yang nantinya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di sekolah.

Bahkan, Dinas Pendidikan Aceh disebut tengah merancang dukungan terhadap penerbitan buku karya para guru agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan literasi di sekolah mulai tahun 2027.

Murthalamuddin berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan guru sekaligus melahirkan lebih banyak karya tulis berkualitas dari dunia pendidikan di Aceh.

Amatan Nukilan.id di lokasi, kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat pendidikan, pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh, serta perwakilan penerbit buku nasional. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Demo Tolak Pergub JKA Jilid III Memanas, Massa Bertahan di Tengah Hujan

0
DEMO JKA JILID III
Suasana memanas saat massa dipaksa mundur oleh aparat kepolisian. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ratusan mahasiswa dan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh (ARA) Kembali melakukan aksi demonstrasi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (13/5/2026). Aksi jilid III ini berlangsung tegang setelah ratusan demonstran mencoba masuk ke area kantor gubernur di tengah hujan deras.

Pantauan Nukilan di lokasi, massa mulai berkumpul sejak sore hari dan bertahan di depan gerbang utama kantor gubernur sambil menyampaikan orasi penolakan terhadap Pergub JKA. Meski hujan mengguyur kawasan aksi, demonstran tetap bertahan sambil membawa spanduk dan poster tuntutan.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 15.35 WIB ketika massa bergerak maju dan memaksa masuk ke area kantor gubernur. Aksi dorong-mendorong antara demonstran dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di pintu gerbang pun tak terhindarkan. Aparat berupaya menahan laju massa agar tidak memasuki gedung utama pemerintahan tersebut.

Dalam orasinya, massa mendesak agar Gubernur Aceh maupun Wakil Gubernur Aceh turun langsung menemui demonstran. Massa menolak jika hanya ditemui perwakilan pemerintah atau asisten gubernur.

Ketegangan kembali meningkat ketika demonstran terus mendesak barikade aparat. Polisi kemudian menyiagakan kendaraan water cannon di halaman kantor gubernur untuk mengantisipasi eskalasi aksi. Aparat sempat menyemprotkan water cannon setelah massa berupaya merangsek masuk ke dalam gedung gubernur.

Aksi demonstrasi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di depan Kantor Gubernur Aceh sempat ditutup sementara akibat membludaknya massa aksi. Hingga sore hari, demonstran dilaporkan masih bertahan di lokasi dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Sebelumnya, aksi penolakan Pergub JKA telah berlangsung dalam dua gelombang demonstrasi. Pada aksi jilid II, Polresta Banda Aceh mengerahkan ratusan personel gabungan untuk pengamanan dan mengizinkan massa bertahan di halaman kantor gubernur setelah adanya kesepakatan dengan perwakilan demonstran. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Kejari Aceh Besar Setor Rp932 Juta Hasil Pemulihan Kerugian Negara dari Dua Kasus Korupsi

0
KEJARI ACEH BESAR SETOR
Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar memulihkan kerugian negara sebesar Rp932.059.000 dari penanganan dua perkara tindak pidana korupsi. (Foto: Dok Kejari Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar memulihkan kerugian negara sebesar Rp932.059.000 dari penanganan dua perkara tindak pidana korupsi. Dana tersebut disetorkan kembali ke kas negara pada Rabu (13/5/2026) di Kantor Kejari Aceh Besar.

Penyetoran dilakukan secara simbolis oleh Kepala Kejari Aceh Besar, Wisnu Murtopo Nur Muhamad, didampingi Kepala KPPN Banda Aceh, Kepala Seksi Intelijen, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, serta Kepala Seksi PAPBB melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Jantho.

Kajari Aceh Besar mengatakan pemulihan kerugian negara tersebut berasal dari eksekusi yang dilakukan Seksi Tindak Pidana Khusus terhadap dua perkara korupsi, yakni kasus korupsi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Simpang Tiga dan perkara korupsi retribusi pasar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan, dari perkara korupsi PNPM Simpang Tiga, Kejari Aceh Besar berhasil memulihkan kerugian negara sebesar Rp386.877.000. Dana itu berasal dari uang rampasan negara yang diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti.

Wisnu menyebutkan, keberhasilan tersebut merupakan bagian dari upaya Kejari Aceh Besar dalam menyelamatkan aset dan keuangan negara melalui penanganan perkara tindak pidana korupsi.

Ia menambahkan, pihaknya masih menangani sejumlah perkara lain yang berpotensi memberikan pemulihan kerugian negara dalam jumlah signifikan.

“Kami berharap langkah tegas, profesional, dan transparan dalam penanganan perkara korupsi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku korupsi,” kata Wisnu. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Reporter: Sammy

Bupati Aceh Tengah Temui Menteri LH, Bahas Pengelolaan Sampah hingga Pembangunan TPA

0
Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si, temui menteri lingkungan hidup yang Baru Drs. Moh. Jumhur Hidayat, M.Si Menteri Lingkungan Hidup dan juga sebagai Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) manggantikan Menteri sebelumnya, Dr. Hanif Faisol Nurofiq di Plaza Kuningan Lantai 10, Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2026). (FOTO: HUMAS AT)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, melakukan pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut berlangsung setelah Jumhur resmi dilantik menggantikan Hanif Faisol Nurofiq pada akhir April lalu.

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah membahas sejumlah program strategis di sektor lingkungan hidup, khususnya terkait pengelolaan sampah dan upaya menjaga kebersihan daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Aceh.

Selain membahas penguatan tata kelola lingkungan, Pemkab Aceh Tengah juga menyampaikan rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Uer Tetemi di Kampung Mulie Jadi, termasuk sejumlah dampak bencana yang dinilai membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Pada kesempatan tersebut, Haili Yoga menegaskan komitmennya membawa Aceh Tengah menuju daerah yang lebih bersih dan berpeluang meraih penghargaan Adipura.

“Hari ini kami berada di Jakarta bersama Pak Menteri Lingkungan Hidup. Bapak Menteri baru ini luar biasa responnya terkait Kabupaten Aceh Tengah. Kita ingin membawa Aceh Tengah menuju Adipura,” ujar Bupati.

“Adipura itu simbolis sebenarnya, tetapi yang paling penting adalah pola perilaku bagaimana sampah menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah kebutuhan terkait penanganan sampah telah diajukan melalui proposal kepada kementerian.

“Pak Menteri juga harus hadir nanti di Aceh Tengah, kabupaten penghasil kopi terbaik dunia,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat menyambut positif berbagai usulan yang disampaikan Pemkab Aceh Tengah dan menegaskan bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif.

“Urusan lingkungan hidup adalah urusan kita bersama, gerakan kita bersama. Terima kasih Pak Bupati, kami dengan senang hati menerima kehadiran Bapak dan jajaran. Beberapa usulan sangat kami perhatikan dan mudah-mudahan bisa terealisasi,” kata Jumhur.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan Aceh Tengah, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Saya mendengar Aceh Tengah sudah luar biasa majunya. Selain kopinya, soal kebersihannya juga bisa menjadi contoh bagi kabupaten-kabupaten lain,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu turut hadir Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Aceh Tengah Mauiza Uswa, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Salman Nuri, tenaga ahli bupati, serta Kabag Prokopim Setdakab Aceh Tengah Rahmat Hidayat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jemaah Haji Aceh Mulai Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Capai Rp9,3 Juta per Orang

0
Panitia dana wakaf Baitul Asyi saat memberikan uang kepada jamaah calon haji asal Aceh, di Makkah, Senin (11/5/2026). (FOTO: PPIH Embarkasi Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Jamaah calon haji asal Aceh mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi atau setara sekitar Rp9,3 juta per orang pada musim haji 2026.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan penyaluran dana tersebut telah dimulai kepada jamaah kelompok terbang (kloter) kedua yang saat ini telah berada di Makkah.

“Kemarin sore jamaah kita kloter dua sudah menerima Baitul Asyi di penginapannya, dengan jumlah dana sebesar 2.000 riyal, dibagikan oleh pengurus Baitul Asyi,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, di Banda Aceh, Selasa (12/5/2026).

Menurut Arijal, kloter kedua menerima lebih dulu karena jamaah kloter pertama masih berada di Madinah dan dijadwalkan bertolak ke Makkah pada 14 Mei mendatang.

“Selajutnya akan dijadwalkan lagi kloter tiga hingga seterusnya. Sedangkan kloter satu masih di Madinah, bakal mendapatkan dana Baitul Asyi ketika sudah berada di Makkah,” ujarnya.

Dana wakaf Baitul Asyi merupakan kompensasi tahunan yang diterima jamaah haji asal Aceh dari aset wakaf produktif milik masyarakat Aceh di Makkah. Lembaga ini didirikan oleh Habib Bugak Al-Asyi pada awal 1800-an, dan kini asetnya dikelola dalam bentuk hotel yang hasil pengelolaannya disalurkan kepada jamaah haji asal Aceh.

Selain menerima dana wakaf tersebut, jamaah calon haji Aceh juga telah memperoleh biaya hidup (living cost) sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,5 juta per orang yang dibagikan saat berada di asrama haji.

“Living cost dibagikan saat masuk di Asrama, pada saat pembagian dokumen-dokumen lainnya di aula Jeddah (Asrama Haji Embarkasi Aceh),” katanya.

Dengan demikian, total dana yang diterima setiap jamaah haji Aceh pada musim haji tahun ini mencapai 2.750 riyal atau sekitar Rp12,8 juta per orang, yang berasal dari dana wakaf Baitul Asyi dan living cost dari pemerintah.

Arijal juga memastikan seluruh jamaah haji Aceh yang telah tiba di Arab Saudi berada dalam kondisi sehat dan belum mengalami gangguan kesehatan.

“Alhamdulillah, kondisi jamaah sampai hari ini dalam kondisi sehat, semua tidak ada keluhan yang sakit, mereka masih melakukan umrah, beristirahat,” demikian Arijal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Istri Ketua Fraksi Partai Aceh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Sibanceh

0
Kondisi mobil anggota DPR Aceh Tgk Anwar Ramli usai kecelakaan di Tol Sibanceh, Aceh Besar, Senin malam, 11 Mei 2026. (Foto: Satlantas Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Istri Ketua Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh, Tgk Anwar Ramli, yakni Mariam Ulfa, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), Senin (11/5/2026) malam.

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di KM 30+200 jalur A, tepatnya di Desa Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

“Satu orang penumpang mobil barang Toyota Hilux meninggal dunia (istri anggota DPRA) dan satu luka berat (Tgk Anwar Ramli),” kata Kasat Lantas, AKP Ferianto.

Berdasarkan keterangan polisi, kecelakaan melibatkan satu unit Mitsubishi truk Colt bernomor polisi BL 8726 PL dan Toyota Hilux BL 8053 AC. Kedua kendaraan diketahui melaju searah dari Padang Tiji menuju Indrapuri, dengan posisi truk Colt berada di depan Toyota Hilux.

Sesampainya di lokasi kejadian, Toyota Hilux diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Pengemudi disebut kurang waspada sehingga kendaraan yang dikemudikannya menabrak bagian belakang samping kanan truk Colt di depannya.

“Kemudian, mobil Toyota Hilux terseret ke lajur kanan setelah itu terbalik,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi Toyota Hilux mengalami luka ringan, satu penumpang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan satu penumpang lainnya mengalami luka ringan. Sementara pengemudi truk Colt dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.

“Pengemudi Mitsubishi Truck Colt dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan hanya rusak pada bagian belakang mobilnya pada samping kanan. Sedangkan Toyota Hilux rusak berat pada bagian depan,” ungkap Ferianto.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News