Beranda blog Halaman 23

Tren “Soft Saving” Ramai di Kalangan Gen Z di Tengah Tekanan Ekonomi

0
Ilustrasi menabung. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Tren pengelolaan keuangan di kalangan anak muda terus berkembang seiring perubahan kondisi ekonomi dan gaya hidup digital. Salah satu pendekatan yang kini ramai diperbincangkan adalah soft saving, yakni strategi menabung yang lebih fleksibel dengan menyeimbangkan kebutuhan saat ini dan masa depan.

Konsep ini banyak diminati oleh generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), yang menghadapi berbagai tekanan seperti biaya hidup tinggi, ketidakpastian karier, hingga dampak ekonomi global.

Soft saving bukan sekadar tren sesaat, melainkan mencerminkan perubahan cara pandang terhadap uang dan kualitas hidup. Pendekatan ini menekankan bahwa menabung tidak harus selalu dalam jumlah besar, melainkan bisa dilakukan secara bertahap dengan tetap menikmati kehidupan saat ini.

Secara umum, soft saving dipahami sebagai strategi menabung yang memprioritaskan kualitas hidup dan kebahagiaan masa kini tanpa sepenuhnya mengabaikan tujuan finansial jangka panjang. Konsep ini muncul sebagai respons terhadap kondisi ekonomi yang membuat sebagian anak muda merasa perencanaan jangka panjang, seperti dana pensiun, sulit dicapai.

Dikutip Nukilan.id dari Investopedia, soft saving merupakan praktik yang lebih mengutamakan kesejahteraan saat ini dibandingkan menabung secara agresif. Sementara itu, NerdWallet menyebut pendekatan ini sebagai cara menggunakan uang untuk menikmati hidup saat ini sambil tetap menyisihkan sebagian untuk masa depan.

Perencana keuangan bersertifikat di Washington DC, Rebecca Palmer, menggambarkan konsep ini sebagai upaya menyeimbangkan kepentingan masa depan dengan kebutuhan pengalaman hidup saat ini.

“Menabung secara bertahap berarti lebih memperhatikan pengalaman hidup Anda saat ini dan tidak terlalu rela mengorbankan banyak hal demi masa depan Anda,” jelas Palmer.

Popularitas soft saving tidak terlepas dari berbagai tantangan finansial yang dihadapi generasi muda. Mereka tumbuh di tengah krisis ekonomi global, pandemi Covid-19, inflasi tinggi, serta meningkatnya biaya pendidikan dan perumahan.

Kondisi tersebut membuat banyak anak muda lebih memilih memprioritaskan pengalaman hidup, seperti perjalanan, pengembangan diri, dan kesehatan mental, dibandingkan menumpuk tabungan jangka panjang.

Selain faktor ekonomi, perubahan budaya juga memengaruhi tren ini. Generasi digital cenderung lebih terbuka dalam membicarakan keuangan dan lebih kritis terhadap pendekatan finansial konvensional yang dianggap terlalu menekan.

Tren gaya hidup seperti soft life, yang menolak tekanan produktivitas berlebihan, turut mendorong munculnya soft saving sebagai strategi keuangan yang dinilai lebih realistis.

Dalam praktiknya, soft saving berbeda dari metode menabung tradisional yang menargetkan nominal besar atau persentase tertentu dari pendapatan. Pendekatan ini lebih menekankan konsistensi dan fleksibilitas, di mana seseorang tetap menabung meski dalam jumlah kecil dan menyesuaikannya dengan kondisi keuangan.

Tabungan dalam konsep ini dapat dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dana darurat hingga rencana liburan atau pengembangan keterampilan. Sebagian pelaku soft saving juga memanfaatkan teknologi finansial seperti aplikasi pengelola anggaran untuk menjaga konsistensi.

Pendekatan ini dinilai memiliki sejumlah manfaat, terutama bagi mereka yang baru mulai membangun kebiasaan finansial. Soft saving dapat menjadi langkah awal untuk menabung secara berkelanjutan tanpa menimbulkan tekanan berlebih.

Rebecca Palmer menekankan bahwa konsistensi menjadi kunci utama dalam strategi ini, sehingga kebiasaan menabung kecil tetap dapat berkembang menjadi fondasi keuangan yang lebih kuat.

Selain itu, pendekatan ini juga berpotensi mengurangi stres finansial karena individu tidak dibebani target tabungan yang tinggi sejak awal, sehingga lebih mudah diterapkan oleh mereka yang memiliki penghasilan terbatas.

Meski demikian, soft saving juga menuai kritik. Sejumlah perencana keuangan menilai bahwa menabung dengan intensitas rendah dapat membuat seseorang kurang siap menghadapi kebutuhan besar di masa depan, seperti dana pensiun atau kepemilikan rumah.

Dalam beberapa kasus, ada anak muda yang bahkan menunda menabung untuk masa depan karena merasa dana tersebut tidak akan digunakan dalam waktu dekat.

Namun, pandangan lain menyebut bahwa strategi ini tidak sepenuhnya keliru selama individu memahami konsekuensi dari pilihan finansial yang diambil. Perencana keuangan Jesica Ray menilai pendekatan ini tetap dapat diterapkan secara bertanggung jawab jika dilakukan dengan kesadaran penuh.

Fenomena soft saving pada akhirnya mencerminkan perubahan cara generasi muda dalam memaknai kesuksesan finansial. Jika sebelumnya fokus pada tabungan besar dan kebebasan finansial, kini keseimbangan hidup menjadi indikator yang semakin penting.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, soft saving menjadi bentuk adaptasi generasi muda dalam mengelola keuangan, dengan menempatkan kesejahteraan mental dan kualitas hidup sebagai prioritas. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

STAI Nusantara Banda Aceh Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026/2027, Sediakan Program Beasiswa Penuh

0
STAI Nusantara Banda Aceh (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – STAI Nusantara Banda Aceh membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kampus ini memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1) hingga magister.

Pembukaan pendaftaran ini merupakan bagian dari upaya mencetak generasi Aceh yang unggul dan berperadaban melalui pendidikan berbasis akademik dan keagamaan.

Sejumlah program studi yang ditawarkan antara lain Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, serta Magister Studi Islam.

Dalam penerimaan tahun ini, STAI Nusantara juga menyediakan berbagai pilihan kelas, termasuk program beasiswa penuh bagi mahasiswa terpilih.

Pada kategori pertama, tersedia kelas reguler terpadu kampus dan dayah. Untuk kelas mandiri, mahasiswa mengikuti perkuliahan dari Senin hingga Sabtu dengan biaya pendaftaran Rp150 ribu, biaya pembangunan Rp500 ribu, serta SPP sebesar Rp1,5 juta per semester. Mahasiswa kurang mampu mendapatkan potongan biaya hingga 30 persen.

Selain itu, terdapat kelas beasiswa bagi mahasiswa dalam negeri. Program ini memberikan fasilitas gratis biaya SPP, asrama, dan pendidikan dayah hingga delapan semester, dengan pengecualian biaya akademik tertentu seperti sidang dan wisuda.

Mahasiswa penerima beasiswa juga berpeluang mendapatkan uang saku bulanan sesuai kemampuan yayasan.

Adapun syarat penerima beasiswa antara lain lulus tes, memenuhi kriteria yang ditentukan, bersedia tinggal di asrama, mengikuti program dayah, berusia maksimal 21 tahun, serta melampirkan surat keterangan kurang mampu. Kuota program ini terbatas untuk 30 orang.

Sementara itu, kelas beasiswa untuk mahasiswa luar negeri menawarkan fasilitas gratis asrama, biaya dayah, pendaftaran, dan pembangunan, serta potongan SPP sebesar 20 persen dengan kuota sebanyak 50 orang.

Pada kategori kedua, STAI Nusantara membuka kelas non reguler dengan jadwal kuliah setiap Sabtu dan Minggu. Biaya pendaftaran sebesar Rp200 ribu, biaya pembangunan Rp500 ribu, serta SPP Rp1,5 juta per semester dengan potongan 20 persen bagi mahasiswa kurang mampu.

Sedangkan kategori ketiga diperuntukkan bagi kelas eksekutif atau pekerja dan pimpinan. Perkuliahan juga dilaksanakan pada akhir pekan dengan biaya pendaftaran Rp300 ribu, biaya pembangunan Rp500 ribu, dan SPP Rp2 juta per semester.

Untuk seluruh kategori, calon mahasiswa diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan, seperti KTP, Kartu Keluarga, ijazah SLTA atau sederajat, pas foto, mengisi formulir online, serta mencantumkan nomor telepon dan email aktif.

Informasi lebih lanjut terkait pendaftaran dapat diperoleh melalui panitia, di antaranya Niswatul Khaira (081360400685), Zaikiul Fahmi (082219197884), dan Zikrullah Nuzuli (085260162820).

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Angin Kencang Rusak Lima Huntara di Bener Meriah, Kerugian Capai Rp25 Juta

0
Sejumlah bangunan di Huntara Kute Kering, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rusak Akibat Diterjang Angin Kencang, Selasa (24/3/2026). (Foto: Syah Antoni)

NUKILAN.ID | REDELONG – Angin kencang menerjang kawasan hunian sementara (huntara) di Kampung Kutekering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Mengutip Kompas.com, Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu mengakibatkan lima unit rumah huntara milik warga korban bencana hidrometeorologi mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

“Kejadian berlangsung cepat, angin datang tiba-tiba dan merusak bagian atap lima unit rumah yang dihuni warga korban bencana,” ujar Kapolsek Bukit, AKP Selode Ilen kepada sejumlah wartawan.

Adapun rumah yang terdampak masing-masing milik Sabuddin (60), Joko Santoso (32), Supardi (45), Muhammad S (36), dan Edi Susanto (45). Seluruhnya diketahui berprofesi sebagai petani dan berdomisili di wilayah Kecamatan Bukit.

Selode menjelaskan, meskipun kerusakan terjadi pada sejumlah bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sementara itu, total kerugian material akibat kejadian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp25 juta.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mempercepat penanganan pascabencana, termasuk dengan PLN dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan BPBD setempat guna penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di wilayah rawan terdampak angin kencang.

Hingga kini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif. Warga terdampak juga mulai melakukan perbaikan darurat pada bagian rumah yang mengalami kerusakan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Bupati Aceh Barat Usut Dugaan Pungli Daging oleh Oknum ASN di Pasar Meulaboh

0
Bupati Aceh Barat, Tarmizi. (Foto: Pemkab Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tengah menelusuri dugaan kutipan daging ilegal yang dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, menegaskan pihaknya berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut setelah menerima laporan dari para pedagang.

“Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas mengusut kasus ini,” kata Tarmizi di Meulaboh, Senin (23/3/2025).

Kasus ini mencuat setelah Bupati bersama jajaran melakukan inspeksi ke pasar dan menerima keluhan adanya pungutan liar berupa daging yang diduga dilakukan oleh oknum dari instansi pemerintah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tarmizi langsung memerintahkan Kepala Dinas Perdagangan Aceh Barat, Khairuzzadi, untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh.

Ia menegaskan tidak akan mentolerir praktik pungutan yang mengatasnamakan instansi pemerintah, khususnya UPTD Pasar Bina Usaha Meulaboh.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka kemungkinan sanksi tegas terhadap pelaku, termasuk pemecatan jika terbukti melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Daging Aceh Barat, Rustam, mengungkapkan para pedagang merasa dirugikan dengan adanya kutipan liar tersebut.

“Kutipannya setengah kilogram daging per lapak,” katanya.

Menurut Rustam, pungutan tersebut sangat memberatkan pedagang, terlebih mereka telah membayar retribusi resmi sebesar Rp200 ribu per lapak kepada pemerintah daerah untuk berjualan daging saat tradisi meugang.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pemerintah daerah guna memastikan pihak yang terlibat serta bentuk pelanggaran yang terjadi.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Angkutan Kargo Mudik Lebaran di Bandara SIM Aceh Turun 3,7 Persen

0
Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blang Bintang Aceh Besar. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aktivitas angkutan kargo selama arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Mengutip ANTARA, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM mencatat total volume kargo yang masuk hingga H-1 Lebaran mencapai 187 ton. Angka tersebut turun 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 194 ton.

“Kargo yang masuk ke Aceh tersebut lebih banyak barang belanja daring yang dibeli oleh masyarakat melalui berbagai kanal belanja online,” kata General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono di Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (24/3/2025).

Ia menjelaskan, penurunan volume kargo ini diduga berkaitan dengan menurunnya daya beli masyarakat, terutama bagi warga yang terdampak bencana alam seperti banjir dan longsor.

“Turun sedikit mungkin karena intensitas belanja yang berkurang dampak dari sebagian warga yang masih terdampak akibat bencana banjir dan longsor,” katanya.

Setiyo menambahkan, selama periode mudik Lebaran, total kargo yang tiba di Aceh diangkut melalui 260 penerbangan.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda sendiri memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 x 45 meter serta apron yang mampu menampung hingga delapan pesawat.

Selain itu, kapasitas terminal bandara tersebut mencapai sekitar 1,5 juta penumpang per tahun, dengan rata-rata pergerakan harian sekitar 3.400 penumpang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Waspada TPPO Usai Lebaran, Pemerintah Imbau Masyarakat Cermati Tawaran Kerja Mencurigakan

0
Ilustrasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) (Foto: Detik)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya tawaran kerja mencurigakan yang berpotensi mengarah pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), terutama setelah momen mudik Lebaran.

Dikutip Nukilan.id dari materi edukasi yang dirilis oleh Kementerian PPPA, menyebutkan bahwa setelah masa lebaran, banyak masyarakat mulai mencari peluang kerja baru. Namun, kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjebak korban melalui berbagai modus penipuan berkedok lowongan pekerjaan.

“Setelah mudik, banyak orang yang mencari peluang kerja baru. Namun waspadai tawaran pekerjaan yang mencurigakan karena bisa terjebak modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO),” demikian imbauan tersebut.

Sejumlah ciri tawaran kerja mencurigakan di antaranya informasi perusahaan yang tidak jelas, iming-iming gaji tinggi tanpa kualifikasi tertentu, hingga proses rekrutmen yang berlangsung sangat cepat.

Selain itu, masyarakat juga diminta waspada jika terdapat permintaan uang administrasi, tidak adanya kontrak kerja resmi, serta permintaan dokumen pribadi seperti KTP dan paspor dalam bentuk asli.

Tak hanya itu, tawaran kerja yang disebarkan melalui media sosial atau pesan pribadi tanpa proses formal juga patut dicurigai.

Untuk mencegah hal tersebut, masyarakat diimbau agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan bergaji besar dengan proses mudah. Calon pekerja juga diminta mencari informasi lebih mendalam terkait perusahaan, jenis pekerjaan, serta lokasi kerja yang ditawarkan.

Selain itu, penting untuk memastikan perusahaan memiliki situs resmi dan legalitas yang jelas. Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyerahkan dokumen asli kepada pihak perekrut sebelum adanya kontrak kerja resmi.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat yang menemukan dugaan praktik perdagangan orang diminta segera melapor melalui layanan yang telah disediakan pemerintah, seperti Hotline SAPA 129 atau WhatsApp 08111-129-129. Laporan juga dapat disampaikan melalui nomor kepolisian 110 maupun layanan pengaduan lainnya di 0-800-1000-000.

Pemerintah berharap, melalui edukasi ini masyarakat dapat lebih waspada dan terhindar dari praktik perdagangan orang yang merugikan serta membahayakan keselamatan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Arus Balik Lebaran dan Lonjakan Wisata, Satlantas Polres Aceh Barat Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas

0
Satlantas Polres Aceh Barat Intensifkan Pengaturan Lalu Lintas saat Arus Balik Lebaran dan Lonjakan Wisata (Foto: Humas Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Mengantisipasi peningkatan volume kendaraan saat arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah serta tingginya aktivitas wisata, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas secara intensif, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB, dengan fokus di dua titik utama, yakni Jalan Lintas Meulaboh–Banda Aceh sebagai jalur utama arus balik, serta kawasan wisata Pantai Suak Geudeubang yang dipadati pengunjung pasca Lebaran.

Personel yang diterjunkan terdiri dari KBO Satlantas bersama anggota Satlantas Polres Aceh Barat. Mereka melakukan pemantauan langsung di lapangan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan melalui Kasat Lantas AKP Yusrizal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Pada arus balik Lebaran, aktivitas masyarakat di jalan raya maupun di lokasi wisata cenderung meningkat. Oleh karena itu, kami hadir untuk melakukan pengaturan serta memastikan situasi tetap aman dan lancar,” ujarnya.

Selain pengaturan arus kendaraan, petugas juga memberikan imbauan kepada para pengendara agar mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga keselamatan berkendara, serta tidak memaksakan diri saat dalam kondisi lelah.

Berdasarkan hasil pemantauan, situasi lalu lintas di wilayah hukum Polres Aceh Barat terpantau aman, tertib, dan lancar. Aktivitas masyarakat di jalur utama maupun kawasan wisata juga berjalan kondusif tanpa gangguan berarti.

Dengan pengawasan intensif tersebut, diharapkan arus balik Idul Fitri dan aktivitas wisata di Aceh Barat dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan terkendali.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Panduan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal

0
Ilustrasi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan ibadah sunnah yang dapat dilakukan umat Islam setelah Hari Raya Idul Fitri. Amalan ini menjadi kesempatan untuk menyempurnakan ibadah Ramadan sekaligus menambah pahala.

Pelaksanaan puasa Syawal memiliki tata cara dan ketentuan yang dijelaskan oleh para ulama berdasarkan ajaran Rasulullah SAW.

Tata Cara dan Ketentuan Puasa Syawal

Mengacu pada buku Kedahsyatan Puasa Jadikan Hidup Penuh Berkah karya M. Syukron Maksum, Nukilan.id mendapati bahwa para ulama memiliki perbedaan pendapat terkait pelaksanaan puasa Syawal.

Imam Ahmad berpendapat puasa enam hari di bulan Syawal dapat dilakukan secara berturut-turut maupun tidak, tanpa ada keutamaan khusus di antara keduanya.

Sementara itu, ulama dari mazhab Hanafi dan Syafi’i menilai puasa Syawal lebih utama dilakukan secara berturut-turut setelah Hari Raya Idul Fitri.

Dalam buku Fikih Ramadan karya Wafi Marzuqi Ammar dijelaskan bahwa puasa Syawal sebaiknya dilakukan setelah menunaikan utang puasa Ramadan.

Hal ini bersandar pada hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan “Sudah berpuasa Ramadan”.

Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk melunasi utang puasa terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal, kecuali jika waktu di bulan Syawal sudah hampir habis.

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Puasa Syawal dapat dilakukan sepanjang bulan Syawal setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada hari raya.

Larangan ini merujuk pada riwayat dari Umar bin Khattab yang menyampaikan bahwa Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari raya.

“Sungguh pada kedua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) Rasulullah SAW melarang untuk berpuasa. Yakni satu hari untuk berbuka dari puasa kalian (maksud-nya Hari Raya Idul Fitri) dan satu hari yang lain lagi adalah waktu kalian makan dan berhenti dari mengerjakan haji.” (HR Bukhari dan Muslim)

Bacaan Niat Puasa Syawal

Puasa Syawal diawali dengan niat yang dapat dilakukan hingga siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut bacaan niat puasa Syawal:

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa-i sunnatisy-syawwaali lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT”

Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan puasa Syawal dijelaskan dalam sejumlah hadits shahih. Salah satunya riwayat dari Ayyub al-Anshari:

“Barang siapa yang puasa Ramadan lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari Syawal, seperti orang yang berpuasa setahun.” (HR Muslim)

Hadits lain dari Tsauban juga menegaskan besarnya pahala puasa Syawal:

“Siapa yang berpuasa satu bulan Ramadan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan.” (HR Ibnu Majah)

Dengan berbagai keutamaan tersebut, puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan umat Islam setelah Ramadan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Aceh Tengah dan Bener Meriah Tak Masuk Daftar Penerima Tambahan DAU Bencana

0
Screen Capture salinan surat Keputusan Menteri Keuangan. (Foto: Dok Lintasgayo)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan resmi merilis rincian tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera. Namun, Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah tidak termasuk dalam daftar penerima.

Mengutip Lintasgayo.com, hal tersebut tertuang dalam salinan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 56 Tahun 2026, Selasa (24/3/2026). Dalam keputusan itu, hanya 10 kabupaten/kota di Aceh yang mendapatkan tambahan DAU.

Padahal, Aceh Tengah dan Bener Meriah diketahui mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana hidrometeorologi. Sejumlah infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan dilaporkan rusak di berbagai wilayah.

Akibat kerusakan tersebut, hingga kini masih terdapat kecamatan dan desa yang hanya dapat diakses melalui jembatan darurat.

Kondisi ini diperparah dengan krisis keuangan daerah akibat defisit anggaran yang meningkat, sehingga menghambat upaya perbaikan infrastruktur.

Tidak hanya kedua daerah tersebut, kabupaten lain yang terdampak parah seperti Aceh Tamiang dan Aceh Utara juga disebut tidak masuk dalam daftar penerima tambahan DAU.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait tidak masuknya wilayah mereka dalam daftar penerima bantuan tersebut.

Informasi yang dihimpun Nukilan.id menyebutkan, sejumlah kepala daerah, termasuk bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah, dijadwalkan menghadiri rapat di Banda Aceh pada Kamis (26/3/2026).

Rapat tersebut disebut akan membahas tambahan DAU guna mempercepat pemulihan daerah pascabencana. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News.

Zakat untuk Pendidikan: Baitul Mal Aceh Selatan Dorong Akses dan Masa Depan Generasi Muda

0
Direktur Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan, Dr. Sufyan Ilyas, S.Th, MH. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan terus memperkuat komitmennya dalam menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia, khususnya di sektor pendidikan.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui program Podcast Kito – Sahabat Zakat yang kembali menghadirkan ruang edukasi publik bertajuk “Zakat untuk Pendidikan: Membangun Generasi Aceh Selatan”. Episode ini tayang pada 24 Maret 2026 pukul 20.00 WIB melalui kanal YouTube resmi Podcast Kito Sahabat Zakat dan media sosial lainnya.

Dalam episode tersebut, Direktur Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan, Dr. Sufyan Ilyas, S.Th, MH hadir sebagai narasumber dan berdialog bersama host Sepri Kurniadi, S.Pd, M.Pd, dosen Politeknik Aceh Selatan. Keduanya membahas peran strategis zakat dalam mendukung pendidikan, terutama bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Dilansir Nukilan.id ia menegaskan bahwa zakat tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang mampu membuka akses pendidikan.

“Zakat adalah jembatan kepedulian yang mampu menghadirkan kesempatan. Dari zakat, lahir harapan, dan dari harapan, terbangun masa depan,” ujar Sepri.

Sementara itu, Dr. Sufyan Ilyas menekankan bahwa zakat memiliki peran vital dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Menurutnya, banyak mahasiswa berpotensi yang terhambat oleh persoalan biaya.

“Banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi terkendala biaya. Dengan adanya bantuan zakat, mereka dapat melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang dan fokus,” jelasnya.

Ia menambahkan, zakat menjadi penghubung antara kepedulian para muzakki dengan masa depan generasi muda. Manfaatnya pun telah dirasakan langsung oleh mahasiswa penerima bantuan, tidak hanya dalam meringankan beban biaya, tetapi juga meningkatkan semangat dan prestasi akademik.

“Zakat bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi investasi sosial jangka panjang. Dari mahasiswa hari ini akan lahir pemimpin, pendidik, ulama, dan profesional masa depan,” ungkapnya.

Dalam diskusi tersebut juga disoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membangun kesadaran berzakat. Kampus dinilai tidak hanya sebagai ruang transfer ilmu, tetapi juga sebagai tempat pembentukan nilai sosial dan spiritual, termasuk pemahaman zakat sebagai bagian dari sistem keadilan sosial dalam Islam.

Selain itu, mahasiswa penerima zakat diingatkan untuk menjaga amanah yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk berprestasi serta mendorong mereka agar kelak dapat bertransformasi menjadi muzakki.

Dr. Sufyan juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel guna meningkatkan kepercayaan publik. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dinilai mampu menjadi solusi nyata dalam mengurangi kemiskinan, memperkuat sektor pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di akhir perbincangan, disampaikan harapan agar Baitul Mal Aceh Selatan terus mengembangkan program berbasis pendidikan serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan agar manfaat zakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Menutup podcast, Sepri kembali mengingatkan makna mendalam dari zakat sebagai instrumen perubahan sosial.

“Setiap rupiah zakat adalah amanah. Ia harus dikelola dengan integritas, transparansi, dan tanggung jawab, agar benar-benar menjadi sumber keberkahan bagi umat,” tutupnya.

Program Podcast Kito Sahabat Zakat merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan, dan PD IPARI Kabupaten Aceh Selatan dalam mengoptimalkan peran masing-masing lembaga untuk berkontribusi bagi masyarakat. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News