Beranda blog Halaman 2295

150 Ton Limbah Tambang Ilegal Ditemukan di Aceh Selatan

0
Ratusan karung berisi 150 ton limbah diduga hasil penambangan ilegal ditemukan aparat kepolisian di Aceh Selatan, Aceh. Foto: Dok. Polda Aceh

Nukilan.id – Ratusan karung berisi 150 ton limbah diduga hasil penambangan ilegal ditemukan aparat kepolisian di Kantor Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tapaktuan, Aceh Selatan, Aceh. Polisi sudah memeriksa tujuh saksi untuk mengusut tambang ilegal dan keberadaan karung-karung tersebut.

Baca juga: Limbah Sampah Darah Expired PMI Banda Aceh Dikelola Pihak Ketiga

Kepala Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Aceh AKBP Mulyadi menuturkan, penemuan limbah tersebut merupakan hasil penyelidikan terkait dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara (Minerba).

“Penyelidikan kasus ini bermula dari adanya laporan masyarakat yang mengatakan bahwa di kawasan tersebut telah terjadi tindak pidana Minerba yang diduga dilakukan oleh CV berinisial NM,” kata Mulyadi dalam keterangan tertulis kepada jurnalis, Jumat (26/2).

Baca juga: Sampah Rumah Tangga Meningkat 36 Persen Saat Pandemi

Ratusan karung berisi 150 ton limbah diduga hasil penambangan ilegal ditemukan aparat kepolisian di Aceh Selatan, Aceh. Foto: Dok. Polda Aceh

Hasil tambang yang dimuat dalam karung tersebut, kata Mulyadi, berasal dari kegiatan penambangan ilegal di tiga kecamatan di Aceh Selatan, yaitu Meukek, Sawang, dan Labuhan Haji Timur.

“Adapun kegiatan yang dilakukan CV tersebut adalah menampung, memanfaatkan, mengangkut mineral (limbah penambangan ilegal) dari Kecamatan Sawang menuju ke lokasi penumpukan di kantor KPLP Tapak Tuan tanpa memiliki Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang,” ujar Mulyadi.

Baca juga: LIPI Upayakan Solusi untuk Limbah Medis

Mulyadi menyebut, termasuk pengawas di perusahaan yang mengangkut hasil tambang itu, polisi sudah memeriksa tujuh saksi. “Akan terus kami dalami,” sebutnya.

Lantas, mengapa hasil tambang tersebut ditumpuk dalam karung di Kantor KPLP Aceh Selatan? “Itu lagi didalami oleh penyelidik,” jawab Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy

Sumber: Kumparan

Demokrat Pecat 7 Kader, Termasuk Jhoni Allen Marbun dan Marzuki Alie

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat akhirnya tegas memecat 7 orang kadernya yang terpapar ‘Virus KLB Ilegal’.

Partai Demokrat mengumumkan memecat tujuh kadernya disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, lewat rilisnya, Jumat (26/2/2021).

Ketujuh orang itu adalah Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie.

Dari tujuh orang yang dipecat, enam orang di antaranya dipecat karena terlibat penghianatan. Mereka disebut sebagai pelaku Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) secara inkonstitusional, kecuali Marzuki Alie, terbukti melakukan pelanggaran etika, dengan melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, pemecatan dilakukan berdasarkan desakan kuat dari para kader Partai Demokrat yang disampaikan langsung oleh Ketua DPD dan Ketua DPC seluruh Indonesia.

“DPP Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama berikut: Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya,” kata Herzaky.

Keputusan pemberhentian dengan tidak hormat dilakukan sesuai keputusan dan rekomendasi Dewan Kehormatan Partai Demokrat, yang telah beberapa kali melakukan melakukan rapat dan sidang dalam sebulan terakhir.[]

Laporan: Akhi/rilis

Pj Gubernur Kalsel Safrizal Lantik 5 Kepala Daerah, Ini Pesannya

0
Safrizal

Nukilan.id – Pejabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) DR. Safrizal ZA, M.Si melantik lima pasang kepala daerah pemenang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Pelantikan digelar secara tatap muka di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin pada, Jumat (26/2/2021) pagi.

Pada sambutannya, Safrizal menyampaikan pesan-pesan prioritas kepada lima pasang kepala daerah, seperti masalah penanganan Covid-19.

“Program percepatan penanganan Covid-19 harus terus berjalan,” kata Safrizal.

selanjutnya kepada 5 pasang kepala daerah Safrizal meminta agar lebih berperan pada percepatan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Katanya, Pemerintah daerah, harus menjamin pemulihan ekonomi, meningkatkan daya beli, dan memastikan program vaksinasi sesuai perintah Presiden Jokowi.

“Lakukan secepat-cepatnya yang sudah direncanakan,” ujarnya.
Sementara lainnya Safrizal meminta kepada kepala daerah harus fokus pada mitigasi bencana. Apalagi, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih akan terjadi di Kalsel hingga Mei 2021.

“Perbaiki akurasi data karena banjir secara cermat, supaya penanganan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Kelima kepala daerah yang dilantik adalah pasangan Zairullah Azhar-Muhammad Rusli (Bupati dan Wakil Bupati Tanah Bumbu), Aditya Mufti-Arifin-Wartono (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru). Kemudian, Saidi Mansyur-Habib Idrus (Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar), Aulia Oktafiandi-Mansyah dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Abdul Hadi-Supiani (Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Balangan) Sementara dua pasang kepala daerah terpilih lainnya belum dilantik karena masih bersengketa di Mahkamah Konstitusi. Kedua daerah tersebut adalah Kota Banjarmasin dan Kabupaten Kotabaru.[]

Laporan: Rilis/mirzu

Dirjen Bea dan Cukai: Faktor Kemiskinan Aceh Berkaitan dengan Pendidikan

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Safuadi mengatakan, pemerintah harus menyelesaikan masalah sesuai dengan porsinya untuk mengatasi soal kemiskinan di Aceh.

Katanya, jika Aceh menganggap masalah kemiskinan itu istimewa maka penyelesaiannya juga harus istimewa.

“Faktor kemiskinan di Aceh juga berkaitan dengan pendidikan masyarakat. Pendidikan di Aceh saat ini hanya berfokus pada nilai bukan mencari kecerdasan. Seharusnya menciptakan generasi yang cerdas,” kata Safuadi pada acara konferensi pers Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Aceh 2021, di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Kamis (25/2/2021) .

Yang harus dilakukan–kata Safuadi–Aceh harus menciptakan generasi yang cerdas dan bukan hanya mampu menyelesaikan soal ujian.

“Kita perlu menciptakan generasi yang cerdas, bukan hanya yang mampu menyelesaikan soal ketika ujian, tetapi yang mampu menyelesaikan masalah,” katanya. []

Laporan: red

Protes Kudeta Militer, PNS Myanmar Mogok Massal

0
Militer Myanmar menyemprotkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa

Nukilan.id – PNS Myanmar melakukan mogok massal kerja sebagai bentuk protes terhadap kudeta militer. Mereka turun ke jalan bersama-sama, menunjukkan penolakan bekerja untuk junta militer.

Sebagai bentuk kontribusinya terhadap gerakan pembangkangan sipil, para PNS menggagalkan para jenderal berkuasa dengan melumpuhkan birokrasi.

“Militer perlu membuktikan bahwa mereka dapat mengelola negara dengan baik sebagai pemerintah. Tapi jika kita pegawai negeri tidak bekerja, rencana mereka untuk mengambil alih kekuasaan akan gagal,” kata Thida, seorang dosen universitas negeri, yang meminta namanya disamarkan, Senin (22/2).

Tiga pekan sejak kudeta, Thida menolak mengajar di kelas online-nya. Dia bergabung dengan mogok nasional yang dimulai oleh petugas medis.

Menurut laporan CNN Indonesia, dari ibu kota hingga pelabuhan tepi laut, penghentian pekerjaan di sektor swasta membuat kantor-kantor dan pabrik kosong serta memaksa banyak cabang bank tutup.

Namun, peningkatan jumlah pegawai negeri dalam perlawananlah yang membuat junta militer terguncang.

Tanpa para PNS, pemerintah tidak dapat memungut pajak, mengirim tagihan listrik, menguji populasi untuk Covid-19, atau hanya menjaga agar negara tetap berjalan.

Meski sudah banyak yang turun dalam aksi pemogokan, belum diketahui jumlah pasti para pekerja dari sekitar satu juta pekerja sektor publik yang berpartisipasi.

Satu survei Crowdsourced menemukan, anggota dari 24 kementerian Myanmar kini terlibat dalam pemogokan massal. Sementara pelapor khusus PBB untuk Myanmar memperkirakan tiga perempat pegawai negeri memutuskan mogok.

Apace Minta Gubernur Copot Kepala Bappeda Aceh

0

Apace Minta Gubernur Copot Kepala Bappeda Aceh

Nukilan.id – Aksi yang menyebut diri Aliansi Pemuda Peduli Aceh (APACE) meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah segera mencopot Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh karena tidak menjalankan fungsinya membangun Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan melalui aksi yang digelar di depan gerbang halaman kantor Gubernur Aceh, Linke, Banda Aceh, Jum’at (26/2/2021).

“Kami meminta kepada bapak Gubernur selaku pemimpin tunggal Aceh agar segera mencopot kepala Bappeda Aceh,” kata Guna Winanda

Pelaku aksi juga menyampaikan apabila pihaknya memberikan kartu merah kepada pemerintah Aceh karena tidak mampu menuntaskan kemiskinan.

“Kartu merah untuk pemerintah Aceh karena tidak mampu menuntaskan kemiskinan di Aceh,” kata Anggota aksi T Wariza Aris Munandar.

Mereka juga meminta kepada bapak Gubernur Aceh untuk meningkatkan pembangunan-pembangunan untuk menuntaskan kemiskinan dan membuka lapangan pekerjaan.

Aksi orasi ditutup dengan pembacaan puisi dan penyampaikan apabila Apace akan datang kembali dengan massa yang lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak direalisasi.[]

Reporter: Yuli Asmiati

Nisqan Cake and Dessert Hadir di Lampriet, Tawarkan “Cake Canai Saos Keumamah”

0
Nisqan

Nukilan.id – Keberanian Nisqan bersaing membuka toko kue di Banda Aceh, perlu diacungi jempol. Bukan karena usia Nisqan yang muda, dara kelahiran Matang Glumpang Dua Bireuen ini, ingin menyajikan resepnya sendiri, dan yang terpenting, kemudian masuk di kancah persaingan toko “cake” dengan citarasa ‘Aceh” kekinian di Kota Banda Aceh.

Adalah Nisqan Cake and Dessert, nama toko di Jalan Tenggiri No.2 Lampriet, Banda Aceh milik Nisqan. Sedikitnya ada 11 jenis cake yang ditawar disitu, antara lain unggulannya “Cake Canai Saos Keumamah” dan “Bolu Gulong Singkong”.

“Bahan baku kue di toko kami semua hasil pertanian dan nelayan Aceh, seperti Singkong, Labu Kuning, Pisang, olahan kopi, dan ikan,” kata Nisqan, sarjana Informatika Unimal yang terjun di bisnis kue.

Lha, bagaimana dengan selera anak-anak? Nisqan menyebutnya kue-kue yang dibuat sangat beragam, termasuk model dan ragamnya, sasaranya keluarga dan anak-anak.

“Kita juga jangkau untuk cita rasa yang disukai anak-anak. Ada 11 jenis kue di toko ini,” ujar Nisqan.

Nisqan tentu tidak sendirian, di Toko Nisqan Cake and Dessert miliknya ikut melibatkan ahli Kopi Mursada, pemilik SADA Coffee. Disitu Nisqan akan meramu menu kue-kuenya dalam cita rasa kopi, termasuk bagi penikmat kue dapat mencicipi langsung di tempat dengan hidangan kopi Gayo.

“Saat ini kita sedang melakukan uji coba untuk kue-kue yang mengandung kopi, supaya menjadi lengkap oleh-oleh kue dari Banda Aceh,” ujar Niskan.

Sebelum membuka toko kue di Banda Aceh, Nisqan sudah melakukan penggalian pengalaman terkait cita rasa cake bikinannya, termasuk bekerja sama dengan pengusaha di Lhokseumawe untuk penjualan kue-kue bikinan Nisqan. Namun kini berbeda, Nisqan ingin bekerja sesuai kemampuannya di usaha milik sendiri.

Diakuinya, tidak mudah memang, apalagi citarasa kue miliknya masih dicita rasa baru, perlu pengenalan lebih dalam. “Cake Canai Saos Keumamah” misalnya, kue rasa Aceh karena terkandung ikan Keumamah harus dimakan menggunakan saos yang juga dibuat sendiri, rasa yang ditawarkan masih dianggap baru sehingga perlu pengenalan rasa lebih kuat, sebab “Cake Canai Saos Keumamah” lebih mendekati penganan Eropa, tetapi bercitarasa Aceh.

Untuk itu–silakan ke Lampriet, membawa pulang salah satu jenis kue-kue yang tersedia dan disukai dari Nisqan Cake and Dessert atau dapat mencicipi langsung di lokasinya. Tidak jauh, di Jalan Gurami.

Nisqan memulai karir membuat kue atau cake sejak 2018, ketika itu Nisqan hanya menawarkan cake labu dan pisang, namun kini berkembang dalam adonannya yang bervariasi, termasuk “Ikan Keumamah” dan “Ubi Singkong”.

Ada tawaran spesial juga untuk pesanan tar ulang tahun dengan model lucu dan menarik.

Tentu, Nisqan tidak sembarang menawarkan, dialah yang berhasil membuat inovasi ikan dalam rasa kue serta pernah menjadi finalis loma masak serba ikan sebagai inovasi canai. Penasaran, silakan langsung ke Nisqan Cake and Dessert, Ingat, jadikan oleh-oleh kita.[]

Reporter: Yuli Asmiati

Bolu Gulong Singkong

Cut Putri Tegur Walikota Banda Aceh Karena Musnahkan Makam Raja dan Ulama

0
Cut Putri

Nukilan.id – Pemimpin Darud Donya yang juga keturunan Sultan Jauhar Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam, Cut Putri secara resmi mengirimkan surat kepada Walikota Banda Aceh, terkait dilanjutkannya proyek pembuangan tinja ke makam ulama di Gampong Pande Banda Aceh.

Dalam surat Nomor 04/SP/II/2021 Tanggal 24 Februari 2021 tersebut, Cut Putri menegur Walikota Banda Aceh atas perbuatan menghancurkan situs makam para Raja dan Ulama Aceh Darussalam, serta menghilangkan bukti sejarah peradaban Islam di Gampong Pande Banda Aceh.

Berikut isi surat teguran yang ditayang Darud Donya kepada Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman;

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kembali Kami sampaikan bahwa kondisi kawasan situs bersejarah Istana Darul Makmur Kerajaan Aceh Darussalam di Gampong Pande Banda Aceh semakin rusak parah, terutama karena pelaksanaan proyek-proyek Pemerintah Kota Banda Aceh.

Untuk diketahui bahwa, kawasan situs bersejarah Gampong Pande sejak dulu merupakan kawasan pusat penelitian arkeologis dunia. Di kawasan ini ditemukan berbagai artefak, struktur-struktur bangunan kuno, makam-makam para Ulama dan Umara penyebar Islam, serta objek bersejarah lainnya yang sudah lama menjadi objek penelitian oleh para pegiat sejarah dan sejarawan dari Aceh, dari dunia Melayu serta dunia Islam.

Dengan ini Kami mengingatkan, bahwa sesuai dengan Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Nomor 5 Tahun 2020, menetapkan diantaranya bahwa Hukum menghilangkan, merusak, mengotori dan melecehkan nilai-nilai cagar budaya Islami adalah HARAM. Maka MPU Aceh mengharapkan kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melestarikan dan tidak menggusur Situs Sejarah dan Cagar Budaya dalam rangka pembangunan di Aceh.

Keberadaan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah dan IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja) di tempat tersebut adalah jelas telah mengotori dan melecehkan situs Kerajaan Islam Aceh Darussalam di Gampong Pande. Dan berdasarkan Fatwa MPU Aceh hukumnya adalah HARAM.

Kemudian ditambah lagi dengan rencana akan dilanjutkannya pembangunan proyek IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah/Tinja) di Gampong Pande adalah jelas semakin mengotori dan semakin melecehkan nilai-nilai kawasan bersejarah tersebut, dan menurut Fatwa MPU Aceh hukumnya adalah HARAM.

Pelaksanaan kegiatan proyek TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah, IPLT (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, dan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah/Tinja), telah membuat Pemerintah Kota Banda Aceh secara masif dan sengaja terus menerus menimbun kawasan situs sejarah Istana Darul Makmur Gampong Pande sampai hari ini, sehingga Pemerintah Kota Banda Aceh terus saja merusak dan menghilangkan situs-situs dan bukti-bukti peninggalan sejarah peradaban Islam di kawasan sejarah Islam berskala dunia tersebut. Dan berdasarkan Fatwa MPU Aceh, perbuatan ini hukumnya adalah HARAM

Juga perusakan atas temuan situs sejarah di area proyek IPAL yaitu situs sejarah makam para Ulama Umara Aceh. Dengan sengaja situs makam dirusak dan tulang belulang para Ulama Umara dikorek dan digusur oleh Pemerintah dan pihak pelaksana proyek, kemudian makam Ulama dijadikan kolam raksasa penampungan Tinja manusia. Perbuatan tersebut hukumnya adalah HARAM.

Perbuatan haram perusakan dan pemusnahan situs sejarah cagar budaya yang secara sengaja terus menerus dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh secara masif di kawasan situs bersejarah Gampong Pande ini sangat disesalkan dan telah lama diprotes oleh seluruh rakyat Aceh, seluruh Ulama Aceh, seluruh dunia Melayu dan seluruh dunia Islam. Karena Gampong Pande telah lama terkenal di seluruh dunia sebagai kawasan situs bersejarah Pusat Penyebaran Islam ke seluruh Nusantara dan Asia Tenggara, yang juga dikenal sebagai kawasan berisi ribuan makam para Ulama Umara penyebar Islam dan pendiri tonggak sejarah tegaknya dakwah Islam di Asia Tenggara.

Maka Darud Donya meminta Walikota Banda Aceh untuk menghentikan kegiatan TPA, IPLT dan IPAL, dan memindahkan proyek-proyek tersebut ke tempat lain yang tidak merusak, menghilangkan, mengotori atau melecehkan situs sejarah cagar budaya Islam, karena itu merupakan perbuatan yang hukumnya HARAM.

Darud Donya mengingatkan Walikota Banda Aceh agar patuh dan taat kepada Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama seluruh Aceh untuk melestarikan semua situs sejarah dan cagar budaya Islam di seluruh Kota Banda Aceh, termasuk semua kawasan situs makam para Ulama Umara penyebar Islam.

Darud Donya juga meminta Walikota Banda Aceh agar berhenti melecehkan para Ulama Umara penyebar Islam, dan agar Walikota dapat menghormati jasa para Ulama Umara indatu yang telah menjayakan Islam di Bumi Serambi Mekkah.

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada Walikota Banda Aceh untuk menjaga marwah dan martabat Bangsa Aceh”.

Demikian diatas itu adalah isi surat Darud Donya. Surat teguran ini ditembuskan kepada Gubernur Aceh, Pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Pimpinan MPU Kota Banda Aceh dan BPCB Aceh-Sumut.

Pemimpin Darud Donya mengatakan bahwa menjaga kemuliaan sejarah peradaban Islam di Aceh adalah panggilan bagi setiap jiwa Bangsa Aceh.

“Darud Donya menyeru kepada segenap Rakyat Aceh dan seluruh tumpah Darah Bangsa Aceh, untuk bersatu merapatkan barisan membela marwah dan martabat Indatu Bangsa Aceh”, seru Pemimpin Darud Donya Cut Putri keturunan Sultan Jauhar Alam Syah Johan Berdaulat Zilullah Fil Alam, Sultan Aceh yang pernah bertahta di Istana Darud Donya sebagai Pemimpin Kesultanan Aceh Darussalam, yaitu Kerajaan Islam terbesar di Asia Tenggara.[]

Reporter: Yuli/rilis

Realisasi Investasi Triwulan IV di Aceh Capai Rp2.050,9 miliar

0

Nukilan.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh Marthunis ST DEA memaparkan, laporan realisasi investasi triwulan IV tahun 2020, di ruang rapat utama DPMPTSP Aceh, Kamis (25/2/2021).

Disampaikan realisasi investasi triwulan IV tahun 2020 sebesar Rp2.050,9 miliar (sekitar Rp2 trilliun). Jumlah total realisasi investasi di Aceh Januari hingga Desember 2020 sebesar Rp9.111,0 miliar atau Rp9,1 triliun.

“Relealisasi investasi triwulan IV ini lebih besar dari yang telah targetkan untuk tahun 2020 dan penyerapan tenaga kerja mencapai 4.715 orang dari 675 proyek investasi,” kata Marthunis.

Dijelaskan. investasi berdasarkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun 2020, mencapai Rp8.373,0 miliar atau Rp8,3 triliun, sedangkan investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp738,0 miliar. Maka total realisasi investasi di Aceh triwulan IV tahun 2020 sebesar Rp9.111,0 miliar.

“Jika dibandingkan tahun 2019 lalu, PMDN meningkat 81,43 persen, sedangkan PMA menurun 38,35 persen,” Ujarnya.

Kemudian, lanjut Marthunis, Berdasarkan realisasi investasi di Aceh pada triwulan ke IV tahun 2020 berdasarkan sektor bidang usaha, investasi PMDN dengan jumlah proyek paling banyak terdapat pada unit usaha konstruksi, dengan jumlah proyek sebanyak 105 dengan pendapatan Rp1.241.137.

Sedangkan Industri Mineral Non Logam sebanyak 6 proyek sebesar Rp239.161, dan unit usaha Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebanyak 8 proyek dengan investasi sebesar Rp130.234.

Sedangkan, proyek PMA pada triwulan ke IV 2020, paling banyak diinvestasi pada unit usaha Listrik, Gas dan Air sebanyak 20 proyek dengan investasi sebesar USD15.383.890. Dan diikuti oleh Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan sebanyak 3 proyek dengan investasi sebesar USD630.158.

Baca Juga: Plt Kadis DPMPTSP: Industri di Aceh Perlu Diarahkan ke Hilirisasi

Pada posisi ketiga investasi PMA terdapat juga pada unit usaha Pertambangan sebanyak 5 proyek dengan investasi sebesar USD 161.100.

“Pada sektor unit usaha investasi di Aceh pada triwulan ke IV tahun 2020, total proyek PMDN sebanyak 628 proyek. Sedangkan total proyek PMA sebanyak 47 proyek,” jelas Marthunis

Marthunis menyebutkan Negara-negara yang menjadi top 5 investor di Aceh yaitu Hong Kong, Korea Selatan, Belgia, Singapura, dan Tiongkok.

Maka, total serapan tenaga kerja pada realisasi investasi triwulan ke IV tahun 2020 yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 1.243 orang dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 3.472 orang.

“Menurut perbandingan per tahun, total serapan tenaga kerja di PMDN menurun 9,9 persen. sedangkan, di PMA meningkat 5,59 persen,” demikian jelas Plt Kadis DPMPTSP Aceh.[]

Reporter: Akhi Wanda

Kantor Dishub Aceh Sepi, Ada 15 Pegawai Tunjukan Gejala Covid-19

0
Dishub Aceh Lakukan Rampcheck Transportasi PON XXI. (Foto: Dishub Aceh)

Nukilan.id – Kantor Dinas Perhubungan Aceh terlihat sepi, dan seluruh pengunjung tidak diperkenankan masuk.

“hari ini kantor sepi karena jadwal masuk kantor dibuat shift,” kata petugas ketika Wartawan Nukilan.id mendatangi kantor Dishub untuk mengkonfirmasi kapal KMP Aceh Hebat, Jum’at (26/2/2021).

Petugas juga menjelaskan apabila 15 pegawai Dishub Aceh saat ini sedang mengalami demam dan gejalahnya terinfeksi covid-19.

“Ada 15 orang yang deman dan gejalahnya seperti terinfeksi covid-19,” kata petugas itu lagi.

Petugas Dinas Perhubungan Aceh itu juga mengatakan kantor itu sudah disemprot disfektan, Kamis 25 Februari 2021 dan hari ini, kantor Dishub Aceh sepi.

Hingga berita ini tayang, pihak dishub belum bisa dihubungi, dan belum diketahui siapa saja yang mengalami sakit.[]

Reporter: Yuli Asmiati