Beranda blog Halaman 2284

Gara-gara Anaknya Beli Sepatu Adidas, Bos Nike Mengundurkan Diri

0

Nukilan.id – Vice President sekaligus General Manager Nike Amerika Utara, Ann Hebert, memutuskan mengundurkan diri usai kabar mengenai sang anak beredar luas. Putranya itu dikabarkan menghabiskan sekitar Rp 1,8 miliar untuk membeli sepatu sneakers. Sepatu yang dibeli oleh putranya itu juga merupakan sepatu edisi terbatas.

Seperti dikutip dari India Times, sang anak diketahui membeli sepatu edisi terbatas itu dengan menggunakan kartu kredit milik Ann. Karena hal itu, Ann yang sudah bekerja selama 25 tahun di perusahaan tersebut memilh untuk mengundurkan diri. Pihak perusahaan sendiri telah mengatakan akan segera mencari bos baru untuk Nike Amerika Utara.

Ann dituduh terlibat setelah laporan dari Bloomberg Businessweek mengungkapkan bahwa putranya, Joe Herbert, melakukan pembelian online 600 pasang sepatu sneakers Adidas Yeezy Boost 350 Zyon edisi terbatas sesaat setelah dirilis. Sepatu sneakers itu adalah salah satu yang paling banyak dicari dan disukai.

Tak hanya itu, kabarnya Joe juga seringkali membeli sepatu dengan harga diskon untuk dijual kembali. Diketahui bahwa Joe memang sedang menjalankan bisnis reseller sepatu bernama West Coast Streetwear. Banyak yang kemudian menduga bahwa jabatan Ann lah yang membuat Joe bisa bisa dengan mudah memperoleh akses ke sepatu-sepatu edisi terbatas itu.

Menurut laporan dari New York Daily News, Joe bisa mendapatkan keuntungan hingga lebih dari Rp 285 juta saat menjual sepatu-sepatu tersebut. Dilansir dari The New York Times, Ann Hebert sendiri sebenarnya telah menginformasikan kepada perusahaan tempatnya bekerja mengenai usaha sang anak. Pihak Nike saat itu telah menyetujuinya dan mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran.

(Sumber: wolipop.detik.com)

Warga Gampong Wih Tenang Uken Diminta Tetap Jaga Keamanan Lingkungan

0

Nukilan.id – Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dari Polsek Kecamatan Permata, Kecamatan Bener Meriah, melakukan giat sosialisasi sejumlah hal kepada warga Gampong Wih Tenang Uken.

Giat yang dilakukan pada Jumat (5/3/2021) ini dipimpim Bripka Nopriandy.

Dalam giat Kamtibmas menyampaikan agar warga gampong senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan bebas dari arkoba.

Selain itu, pesan yang disampaikan berkenaan dengan situasi pandemi saat ini.

“Tetap jaga jarak pada saat berinteraksi satu sama lain dan hindari kontak fisik,” kata Bripka Nopriandy.

Demikian pula dengan keharusan mengenakan masker pada saat keluar rumah. Warga mesti menjadikan masker sebagai kebutuhan.

Warga juga diimbau agar jangan percaya dengan berita hoax serta isu yang belum jelas dasar kebenarannya, yang dapat menimbulkan kepanikan/keresahan dalam masyarakat.

Warga pun diminta tidak membakar lahan dan hutan.

Terakhir, Bripka Nopriandy meminta semua warga selalu berdoa meminta pertolongan Yang Maha Kuasa.

“Jangan lupa berdoa kelada Allah agar kita semua dijauhkan dari segala wabah penyakit,” tutup Nopriandy.

Aceh, Pilkada, dan Politik Paradoksal

0
Masri Amin
Masri Amin

Penulis: Masri Amin

Semasa kepemimpinan Presiden SBY, ia membuka wacana agar para gubernur tidak dipilih oleh rakyat melainkan ditentukan DPRD tingkat provinsi. Opsi lain: diangkat presiden.

Penolakan bergemuruh begitu kencang dengan beragam dalih. Presiden SBY punya rasionalitas yang cukup, namun dicurigai bagian dari pelanggengan kekuasaan saat itu. Akhirnya idenya tak dijalankan dan tenggelam demi menghargai aspirasi dan konsensus rakyat.

Kini, pada masa Presiden Jokowi,  ide tersebut—walau telah dimodifikasi—diberi ruang oleh regulasi untuk konteks kursi kepala daerah yang akan kosong pada 2022-2023.  Bukan cuma posisi gubernur, bupati dan wali kota juga akan ditentukan pejabatnya untuk mengisi masa jeda/transisi menuju Pilkada Serentak 2024. Ini sebuah realitas gila.

Dengan begitu, lebih dari separuh negeri ini akan dijabat oleh para pelaksana tugas yang legal tetapi bersifat “boneka”. Maksudnya, kedudukan mereka secara hukum memang sah tetapi secara politik akan menjadi alat jejaring kuasa negara. Dan legitimasi murni dari rakyat tak ada.

Potensi kegaduhan politik lokal akan jauh lebih parah sekiranya itu terjadi,  karena hal  ini terkait otoritas terbatas dan legitimasi “palsu”. Akan terjadi kekacauan pada mesin birokrasi secara meluas karena birokrasi dipakai untuk misi-misi politis atau non-pelayanan publik.

Terkait hal ini, ada paradoksial basis berpikir Presiden Jokowi dalam meredam revisi Undang-Undang 10/2016 yang memengaruhi sikap partai politik.

Presiden Jokowi memasukkan komponen energi yang diperlukan untuk menuntaskan Covid-19 dalam hal menolak pilkada 2022 dan 2023 namun mengabaikannya untuk pilkada 2020 yang lalu. Begitu juga alasan tidak menunda pilkada 2020 dengan mengumbar akan terlalu lama daerah dijabat Plt/Pj,  namun menghilangkan alasan itu untuk Pilkada 2022 dan 2023.

Amnesia dan Krisis Moral Politik Berbangsa yang Dipanggungkan secara telanjang. Kasus sama namun sikap berbeda dalam rentang waktu pendek. Patut diduga punya tujuan untuk merawat oligarki, bancakan politik dan memancung “siklus” dan struktur politik secara “kurang etis”. Terlebih,  Pemilu lebih dahulu beberapa bulan digelar,  baru Pilkada. Artinya,  potensi Pj/Plt KDH menjadi mesin politik ketika Pemilu menjadi kecurigaan yang mendasar. Belum lagi ditengarai variabel untuk menjegal jalan Anies Baswedan menghuni Balai Kota DKI untuk periode ke 2 tahun 2022 yang ditakuti menjadi peta Jalan Tol penghuni Istana Negara tahun 2024.

Konteks lokal Aceh turut berimbas sikap ambigu dari pusat kekuasaan Jakarta yang bertameng konsistensi. Partai Demokrat berkomitmen menjaga kekhususan Aceh yang termaktub dalam UU PA  11/2006 dengan mendukung Pilkada Aceh 2022. Bila jujur kita melihat,  tidak murni menghargai kekhususan Aceh, tetapi terusan dan irisan sikap Demokrat yang mendukung Pilkada secara Periodik di 2022 dan 2023 secara nasional yang berbeda dengan ” niat” rezim Jokowi tahun 2024.

Karena menguntungkan,  Aceh menghargai sikap Demokrat sebagai energi positif untuk mendorong Pilkada 2022 untuk Aceh. Sikap Demokrat cukup “cerdas” mengambil panggung di Aceh. Namun sikap Aceh (DPRA ) agak Kurang Cerdas mengambil energi secara politik mengunjungi Fraksi Demokrat secara Khusus diawal safari di Jakarta,  tanpa mengunjungi secara khusus Fraksi atau faksi para pendukung Pilkada 2024 pada kesempatan Pertama agar setara (terpublis). Untuk harmonisasi dan energi politik lokal – tindakan ini bisa dimaklumi, karena Demokrat pemegang mandat power full Eksekutif di Aceh.

Sikap Demokrat Mendukung Pilkada 2022 di Aceh terlihat cukup jelas dan nyata, namun berbanding terbalik dengan tidak bersikap atas Jabatan Wakil Gubernur Aceh yang kosong.  Sikap paradok ini bukan hanya diperankan Demokrat semata,  namun turut diperankan partai pengusung lainnya serta lembaga DPRA. DPRA bersikukuh mengawal kekhususan Aceh lewat Pilkada 2022,  namun bersikap cuek dan menelantarkan kursi Wagub yang kosong dengan membangun narasi dan dalih politik tersendiri. Jabatan Wagub itu ada dalam UUPA,  Namun dibiarkan kosong berjelaga disudut ruang politik kekhususan Aceh.

Terlepas siapa yang mengisi kursi itu dan stategis atau tidak dalam rentang waktu yang tidak “seksi” lagi,  bahwa Kursi Wagub itu wajib di isi. Bila tidak diisi,  maka secara berjamaah,  terutama di shaff terdepan para partai pengusung dan di ikuti DPRA turut membajak hak rakyat Aceh agar tidak dilayani oleh struktur politik negara dengan membiarkan kursi wagub kosong. Lebih dari itu, secara bersama-sama struktur politik telah menginjak dan merobek regulasi termasuk didalamnya UUPA yang diagungkan khusus. Ini sebuah pengkhianatan yang massif.

Sekali lagi ini semata suguhan panggung politik paradoks. Politik yang kita kenal dipenuhi sikap ambigu dan rendah nilai moral konsistensi. Bukan soal benci dan senang,  kita atau lawan. Namun itulah dinamika politik yang diyakini umum tentang  politik itu sendiri. Kita nikmati diruang dan waktu yang berbeda.

Masri Amin, alumnus Pascasarjana Ilmu Politik UGM

Dr Nasrul Zaman: KLB Demokrat Tanda Aksi Penguasa Legalkan Demokrasi Kalap

0

Nukilan.id – Pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dianggap “Bodong” rupanya tidak hanya menjadi pembicaraan dikalangan Kader Partai Demokrat, tetapi juga akademisi dan pengamat kebijakan publik Aceh mencurah perhatian.

“Proses KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang memutuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua, merupakan aksi terakhir “penguasa” melegalkan demokrasi kalap di indonesia,” Kata Dr Nasrul Zaman kepada Nukilan.id, Jum’at (5/3/2021).

Kata Dr Nasrul, negara atau Presiden Republik Indonesia bisa bersikap tegas dan jelas atas atraksi “pejabat” yang menggunakan cara-cara kasar dalam merebut kekuasaan.

“Harus ada punishment bagi siapa saja yg terlibat dalam kongres “abal-abal” dimaksud agar menjadi efek jera bagi siapapun di masa mendatang. Cukup sudah Golkar dan Demokrat yg mengalami hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Nasrul Zaman, reformasi yang telah berjalan 23 tahun ini, baru pada 5 tahun terakhir tiang-tiang demokrasi luluh lantak, baik parpol, media massa bahkan ormas dan LSM.

“KLB Partai Demokrat di Medan merupakan ujian terakhir bagi Presiden untuk menunjukkan sikap pembelaannya bagi demokrasi yang baik dan adil untuk menjadi catatan sejarah perjalanan bangsa ini,” demikian Nasrul Zaman.[]

Surya Paloh Prihatin Terhadap Partai Demokrat

0

Nukilan.id – Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku prihatin atas kemelut yang terjadi pada Partai Demokrat.

“Kita tentu semua amat menyayangkan atas apa yang kita saksikan akhir-akhir ini terhadap Partai Demokrat,” kata Surya Paloh dalam keterangan tertulis, Jum’at (5/3/2021).

Baca juga: Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB

Ia menambahkan, bahwa kemelut yang terjadi cukup mengagetkan banyak pihak dan kalangan dan mungkin tidak pernah kita duga sama sekali. Kemelut yang semestinya bisa diurai masalahnya untuk kemudian dicari benang merah atau titik temunya agar jalannya roda organisasi dan kerja-kerja politik partai bisa terus berlanjut dengan baik.

Kendati demikian, kata surya paloh, Demokrat adalah partai yang telah menjadi bagian dari kehidupan demokrasi kita. Bagaimana pun, partai politik adalah satu pilar utama demokrasi di antara berbagai pilar lainnya.

Baca juga: SBY: Partai Demokrat Not For Sale

“Sebagai organisasi politik, Demokrat memiliki kedaulatannya yang oleh karena itu, jangan sampai, masalah atau kemelut yang terjadi tidak mengindahkan norma dan kewibawaan partai,” ungkapnya

Oleh karena itu, Partai NasDem menyatakan keprihatinannya yang mendalam atas kemelut yang terjadi atas Partai Demokrat. Semoga Partai Demokrat bisa melalui semua cobaan ini dengan baik. Dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi kita semua dari perpecahan.

“Kami berharap segala kemelut dan masalah yang menyertainya bisa segera diselesaikan dengan baik, elegan, dengan tetap menjaga kehormatan partai,” Tutupnya.[rilis]

Moeldoko Ketua Umum DPP Partai Demokrat Versi KLB

1

Nukilan.id – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diselenggarakan di Deli Serang, Sumatera Utara, pada Jumat (5/3/2021) menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025.

Berdasar siaran langsung yang ditayangkan Kompas TV, politisi Demokrat yang sebelumnya dipecat, Jhoni Allen Marbun, membacakan, ada dua kandidat ketua umum dalam KLB tersebut.

Kedua kandidat tersebut ialah Moeldoko dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat sekaligus mantan Ketua DPR Marzuki Alie. Namun peserta KLB akhirnya memilih Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Menetapkan Dr. H. Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” ujar Jhoni Allen dalam siaran langsung di Kompas TV, Jumat sore.

Adapun Marzuki ALie didapuk sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat periode 2021-2025. Moeldoko pun menyampaikan sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua umum. Ia menyampaikan sambutannya via sambungan telepon.

“Dengan demikian saya menghargai dan menghormati keputusan Saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum,” ucap Moeldoko lewat sambungan telepon.

Sumber: Kompas

Demokrat Aceh: Pelaku KLB Lakukan Kejahatan Serius

0
Iqbal Farabi

Nukilan.id – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Provinsi Aceh Iqbal Farabi, SH mengatakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar mantan kader Demokrat “Frustasi” di Deli, Sumatera utara adalah inkontitusional dan dapat mencederai demokrasi Indonesia.

“Hari ini pelaksana KLB sudah melakukan kejahatan serius,” Kata Iqbal Farabi lewat rilis yang dikirim Jum’at (5/3/2021)

Kata Mantan Direktur Lembaga bantuan Hukum Banda Aceh ini, negara dan aparaturnya harus bertanggung jawab karena telah terjadi perampasan partai politik oleh kelompok yang melakukan kejahatan pada Partai demokrat.

“Saat ini Partai Demokrat juga sedang membangun koalisi dengan rakyat, dan juga sedang fokus membantu pemerintah melawan Covid-19, tidak pantas diganggu oleh gerakan dan kejahatan seperti itu,” ujar Iqbal Farabi..

Menurut Iqbal, apalagi kejahatan itu terindikasi kuat inisiasi oleh kepala staf kepresidenan (KSP) Moeldoko, itu adalah bentuk arogansi kekuasaan.

“Tidak pantas upaya KLB didukung para pejabat di pemerintahan, seharusnya harus lebih fokus pada kesejahteraan rakyat di tengah pandemi covid-19 ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Iqbal meminta KLB harus dihentikan, negara harus menindak pelakunya sesuai dengan aturan yang berlaku.[]

Reporter: Akhi Wanda

Giliran Papan Bunga “Selamat dan Sukses” Atas Prestasi Pemerintah Aceh Terpajang di Depan Meuligoe

0

Nukilan.id – Setelah sempat heboh papan bunga ucapan “Aceh Termiskin di Sumatera”, giliran sederetan papan bunga “Tandingan” yang menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pemerintah Aceh dan jajarannya atas prestasi yang telah dicapai.

“Selamat dan Sukses kepada Gubernur Aceh dan Jajarannya atas terbukanya akses ekspor Sawit,” tulis salah satu papan Bunga yang mengatasnama Aneuk Sawit Aceh, di depan Musium Aceh sampai depan Meuligoe Aceh, Jum’at (5/3/2021).

Pajangan papan bunga di depan Meuligoe itu lebih kurang sebanyak 40 buah, belum diketahui pihak pengirim pajangan papan bunga.

hingga berita ini ditayang belum ada pihak yang dapat dikonfirmasi lantaran menjelang shalat Jum’at.[]

Laporan dan foto: Akhi Wanda

Pengamat: Ada Pejabat Pemerintah Aceh yang Mau Menggagalkan Investasi di Aceh Singkil

0
Akademisi USK, Dr. Nasrul Zaman. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Tak kunjung adanya kepastian lokasi investasi pihak Uni Emirat Arab di Aceh dinilai akibat buruknya manajemen Pemerintah Aceh.

Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik Aceh, Dr. Nasrul Zaman, pada Jumat (5/3/2021).

“Bolak-balik rencana investasi UEA, dari di Pulau Banyak, lalu pindah ke Sabang, terus balik lagi ke Pulau Banyak,  adalah bukti buruknya manajemen investasi pemerintahan Nova Iriansyah,” kata Nasrul.

Selain itu, ketidakpastian tersebut dianggapnya juga telah meruntuhkan wibawa Pemerintah Aceh secara keseluruhan di mata pemerintah kabupaten/kota.

Untuk memperbaiki itu, Nasrul menyarankan agar Gubernur Nova harus segera meminta pertanggungjawaban dan mengevaluasi pejabat-pejabat terkait, antara lain Staf Khusus Gubernur, Kadis DPMPTSP, Kadisbudpar Aceh, dan setiap pihak terkait lainnya.

Evaluasi itu mendesak, sebab menurut Nasrul ada pejabat di lingkungan Pemerintah Aceh yang memang sengaja hendak menggagalkan investasi di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

“Dari informasi yang berkembang, terindikasi adanya faktor kesengajaan dari pejabat-pejabat terkait tersebut untuk menggagalkan rencana dan program pengembangan pariwisata di Pulau Banyak. Padahal andai ini bisa berhasil maka dipastikan menjadi legacy pemerintahan Nova yang akan dikenang sepanjang sejarah Aceh,” tutup Nasrul.

Tiga Musuh Jadi Penyebab Lemahnya Iman

0

Nukilan.id – Setiap orang ingin keimanannya terus bertambah dan memuncak. Dan sebaliknya, seorang hamba tidak ingin keimanannya berkurang.

Untuk itu setiap hamba harus dapat menyadari penyebab dari lemahnya iman. Allah SWT berfirman: 

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mendinding antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nya-lah kalian akan dihimpunkan.” (QS Al-Anfal: 24).

Baca juga: Doa Malaikat untuk Orang yang Sholat Berjamaah

Gemetarlah hati seorang hamba yang beriman tatkala mengingat ayat ini, dia menyadari kegembiraannya di siang dan malam hari dapat mencegahnya dari tujuan yang sebenarnya. Keimanan seorang hamba bisa saja pudar.

Dikutip dari laman Islamweb pada Kamis (4/3), terdapat tiga musuh yang menjadi penyebab lemahnya iman, berikut rinciannya:

Pertama, setan dan bisikannya. Dalam Alquran disebutkan:

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS Al-Araf: 16-17).

Baca juga: 5 Sunnah Nabi Muhammad SAW yang Terbukti Secara Ilmiah

Dari sini iblis telah mengumumkan pertempuran panjangnya dengan umat manusia. Kemudian juga disebutkan: 

وَاسۡتَفۡزِزۡ مَنِ اسۡتَطَعۡتَ مِنۡهُمۡ بِصَوۡتِكَ وَاَجۡلِبۡ عَلَيۡهِمۡ بِخَيۡلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكۡهُمۡ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ وَعِدۡهُمۡ‌ ؕ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيۡطٰنُ اِلَّا غُرُوۡرًا

“Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka. Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (QS Al Isra: 64).

Baca juga: Doa Malaikat untuk Orang yang Sholat Berjamaah
Sumber: Republika