Beranda blog Halaman 2253

Alhudri: Lulusan SMK di Aceh Harus Fokus Jadi Tenaga Kerja Terampil

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM, Selasa (30/03/2021) malam saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2021. (Foto: Dok. Humas Disdik Aceh)

Nukilan.id – Pendidikan kejuruan harus fokus untuk mempersiapkan lulusan menjadi tenaga kerja terampil yang dapat bersaing di dunia industri dan dunia kerja (IDUKA), sehingga dapat mengisi berbagai bidang di industri nasional dan internasional. Selain dapat berwirausaha dan membuka usaha baru sehingga dapat menghidupkan industri kecil dan menengah yang ada di Aceh.

Hal demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri, MM, Selasa (30/03/2021) malam saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2021 yang berlangsung sejak 30 Maret hingga 2 April 2021 bertempat di Oasis Hotel Banda Aceh.

Baca juga: Kadisdik Aceh Bersama Tim KPK Kampanyekan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

“Selain penerapan kurikulum yang tepat, Bursa Kerja Khusus (BKK) juga memiliki peran yang besar untuk memastikan setiap lulusan mendapat akses terhadap industri dan menjalin hubungan yang dapat merespon dan mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SMK,” ujarnya.

Alhudri mengatakan pihaknya mendukung program yang telah dilaksanakan oleh SMK yang langsung menempa kemampuan peserta didik. Untuk melatih kemampuan siswa, pihaknya bertekad untuk menambah jumlah mobil praktik siswa atau yang dikenal dengan Program Mobile Training Unit (MTU) yang akan mengunjungi seluruh SMK di Aceh.

Baca juga: Kadisdik Aceh Bersama Tim KPK Kampanyekan Pendidikan Antikorupsi di Sekolah

“Pada masa pandemi Covid -19 tantangan pembelajaran di SMK semakin berat, sehingga membutuhkan kreatifitas kepala sekolah untuk beradaptasi sesuai kebutuhan IDUKA. Oleh karena itu kurikulum SMK Aceh disamping mendekatkan kebutuhan dunia usaha dan industri dengan dengan lulusan, juga mendorong peserta didik menjadi wirausahawan yang mampu bersaing diera digital,” jelasnya.

Menurut Alhudri, MKKS SMK merupakan wadah bagi kepala sekolah dalam memberikan pemikiran-pemikiran strategis untuk pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan kejuruan. Selain juga untuk menyebarluaskan informasi kebijakan Dinas Pendidikan Aceh kepada warga sekolah lainnya.

Baca juga: Kadisdik Lepas 3 MTU ke 30 SMK di Aceh

“Kurikulum SMK Aceh telah hadir dengan kurikulum K-13 yang berstandar nasional dan Kurikulum Edu Techno Preneur Islami yaitu pendidikan berbasis teknologi dan kewirausahaan yang islami, telah dijalankan selama ini agar dapat dievaluasi letak kelemahannya sehingga dapat diperbaharui dan mempercepat proses revitalisasi SMK menuju SMK pusat keunggulan (centre of excellence),” terangnya.

Sementara Kabid Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini, yaitu untuk menyelesaikan permasalahan sertifikasi profesi guru dan guru non pns, merencanakan penganggaran dan program kegiatan, menyelesaikan masalah perizinan pembukaan kompetensi keahlian, mendiskusikan peran Bursa Kerja Khusus (BKK) sebagai wadah bagi penempatan kerja lulusan SMK.

Baca juga: Aceh Utara Bangkrut, Tahun Ini 4.000 Honorer Cuma Terima 7 Bulan Gaji

“Pada gelombang yang pertama ini jumlah pesertanya 30 orang, yang merupakan perwakilan MKKS SMK Provinsi Aceh dan perwakilan MKKS SMK kabupaten/kota se-Aceh. Sehingga dalam kegiatan ini dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi lulusan SMK Aceh,” demikian tutup Kabid Pembinaan SMK, Azizah, M.Pd.[]

Aceh Utara Bangkrut, Tahun Ini 4.000 Honorer Cuma Terima 7 Bulan Gaji

0
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib

Nukilan.id – Sebanyak 4.000 lebih pegawai honorer di Kabupaten Aceh Utara dikabarkan hanya menerima gaji selama tujuh bulan kerja pada tahun 2021.

Kondisi itu menyusul krisis anggaran di kabupaten Aceh Utara.

Para honorer lintas bidang seperti perawat, guru, dan tenaga administrasi di sejumlah kantor dinas dan badan di Aceh Utara, menerima surat keputusan (SK) yang ditandatangani Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Utara, Salwa, membenarkan soal kekurangan anggaran tersebut.

Baca juga: Mesin Rusak, Dishub: Operator KMP Aceh Hebat 1 Kurang Paham Teknologi

Menurutnya, dalam APBD Aceh Utara sejauh ini hanya tersedia gaji honorer untuk tujuh bulan. Sedangkan sisanya lima bulan lagi belum bisa dipastikan.

“Terkait sisa diusulkan lagi atau tidak, kita belum tahu. Karena sangat tergantung dengan ada atau tidaknya penambahan pendapatan,” kata Salwa saat dihubungi, Senin (30/3/2021).

Salwa mengatakan tidak mengingat persis berapa jumlah tenaga honorer di Kabupaten Aceh Utara. Dan ia mengatakan bahwa dirinya sedang berada di Banda Aceh untuk mengikuti rapat koordinasi.

“Saya harus lihat data dulu, ini sedang rakor di Banda Aceh,” katanya.

Dia menyebutkan, jika tersedia dana, akan diusulkan dalam Aggaran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2021 mendatang.

“Jika pendapatan kita bertambah, tentu akan diusulkan lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemkab Aceh Utara terus melakukan upaya perampingan jumlah tenaga honorer.

Baca juga: SBMPTN Akan Ditutup, Rektor USK Minta Segera Daftar

Sebelumnya pada 2018 lalu, dilakukan evaluasi 4.186 tenaga honorer yang berada di Satuan Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK) dan tingkat kecamatan di Aceh Utara.

Dari 4.186 tenaga honorer yang dievaluasi, terdiri atas tenaga kontrak 2.220 orang dan tenaga bakti murni 1.966 orang.

Paling banyak dari jumlah tersebut yakni tenaga honorer yang berada di Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Utara.[beritamerdeka]

Pemerintah Tolak Hasil KLB Partai Demokrat

0

Nukilan.id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly akhirnya menyampaikan pemerintah menolak permohonan pengesahan Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) dan mengakui secara resmi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga tahun 2020.

Dikatakan, usulan hasil KLB tidak memenuhi persayaratan seperti tidak memenuhi dukungan DPD dan DPC Partai Demokrat.

“Untuk AD/ART hasil KLB pemerintah tidak berwenang menilainya, apabila kurang puas silakan menyelesaikan melalui pengadilan,” kata Yasonna H. Laoly pada jumpa Pers bersama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jakarta, Rabu (31/2/2021).

Yasonna H. Laoly menyebut pemerintah dalam hal ini tetap obyektif dan untuk permohonan AD/ART kubu Muldoko kepada Kemenkumham yang tidak lengkap, tidak dapat mengulanginya kembali.[]

js

Demokrat Aceh Gelar Zikir dan Do’a Bersama Demi Keselamatan Partai

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat (PD) Aceh menggelar acara Zikir dan Do’a Bersama, di Kantor DPD PD Aceh, Rabu (31/3/2021) pukul 10.00 Wib.

Acara tersebut dalam rangka mendoakan keselamatan dan kedaulatan Partai Demokrat. Sehubungan dengan adanya rencana penyataan/keputusan dari Menkopolhukam dan Menkumham terkait Partai Demokrat yang akan disampaikan melalui siaran pers, Rabu (31/3/2021) pukul 12.30 Wib.

Acara zikir dan do’a bersama ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Rabhitah Thaliban Aceh, Tgk. Marbawi Yusuf, dan dikuti oleh seluruh pengurus dan kader Partai Demokrat Aceh.

Sementara itu, Wakil ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Dalimi, SE, Ak dalam sambutannya berharap keputusan ataupun pernyataan yang dikeluarkan dari Menkopolhukam dan Menkumham nantinya merupakan keputusan yang baik dan bisa sesuai dengan keinginan semua kader partai Demokrat dibawah kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Kami berharap keputusan yang terbaik dan sesuai keinginan kita semu Demokrat dibawah Ketum AHY, ” kata Dalimi.[]

Warga Aceh di Jakarta Gelar Tahlilan untuk Dua Tokoh Aceh

0

Nukilan.id – Masyarakat Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menggelar tahlilan untuk Mantan Jurnalis Harian Serambi Indonesia, Ampuh Devayan dan Tokoh Aceh Adnan Ganto, yang digelar di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Jakarta, Selasa malam (30/03/2021).

Ketua Panitia Riza Nasser mengatakan samadiah ini digelar sebagai bentuk untuk mengenang jasa dua putra terbaik Aceh.

“Kami mendoakan agar keduanya mendapat tempat terbaik di sisi Allah,” kata Riza.

Kegiatan ini sendiri diinisiasi oleh Pengurus dan Anggota Forum Jurnalis Aceh Jakarta (For-JAK). Tahlilan untuk kedua sosok putra Aceh itu dipimpin oleh Tgk Subhi yang berlangsung sekitara pukul 19.30 WIB.

Warga hadir secara langsung maupun ikut bergabung secara virtual lewat sambungan jarak jauh.

Fikar W. Eda dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa almarhum Ampuh Devayan merupakan sosok yang berkarakter kuat. Sebagai orang yang pernah berkarier di media yang sama, sosok Ampuh dikenal sangat kritis dan lugas dalam menyampaikan gagasannya.

Sementara itu, sejawat lainnya, Hamdani S. Rukiah mengatakan bahwa almarhum Ampuh Devayan merupakan sosok yang tangguh dan punya karakter kuat dalam menjalankan profesinya, sebagai jurnalis.

“Ampuh Devayan sangat kukuh dengan profesinya, dia sosok yang berintegritas,” ujar Wakil Pimpinan Redaksi Beritasatu TV itu.

Senada dengan itu, sahabat Ampuh di organisasi HMI Nasrullah menyampaikan bahwa sosok almarhum merupakan peduli dan mengayomi junior dalam berorganisasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. Meskipun dalam kondisi sakit almarhum tetap semangat berkontribusi untuk menyumbangkan pikiran bagi Aceh.

Sementata itu, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal mengatakan, akan membantu setiap kegiatan masyarakat Aceh di Jakarta.

“Alhamdulillah dengan terselenggaranya tahlilan ini, artinya warga Aceh masih menjalin silaturahmi dengan baik,” ujarnya.

Ampuh Devayan merupakan Jurnalis senior di Aceh yang pernah berkarier di Harian Serambi Indonesia. Ampuh Devayan meninggal dunia pada hari yang sama, Selasa (23/3/2021) di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Sementara itu, Adnan Ganto meninggal dunia pada Selasa (23/3/2021) di Jakarta. Almarhum merupakan Putra Aceh kelahiran Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Pria dari Buloh Blang Ara itu merupakan orang Asia pertama yang berhasil menjabat posisi strategis di sebuah Bank Inggris, Morgan Bank Ltd, yang bekerja selama 23 tahun. Ia juga pernah menjadi penasehat 7 Menteri Pertahanan, dari masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).[]

Antusias Masyarakat Ikut Vaksinasi, 2.468 Orang Disuntik Dosis Pertama di MRB

0
Masyarakat antusias mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang digelar secara massal di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh. Selasa (30/3/2021). Foto: kumparan.

Nukilan.id – Masyarakat antusias mengikuti vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang digelar secara massal di halaman Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Banda Aceh. Tak kurang 2.468 orang ikut antrian untuk mendapat suntikan dosis pertama vaksin Sinovac, dari vaksinator Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh.

Hal tersebut dikemukakan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani seusai mendapat rekapan data vaksinasi Covid-19 di MRB dari Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanief di Banda Aceh, Selasa (30/3/2021).

“Masyarakat antusias untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, bahkan ada yang menjelang shalat Ashar,” tutur Juru Bicara yang jamak disapa SAG itu.

Ia menjelaskan, rencana vaksinasi massal itu digelar hingga pukul 12.00 WIB, dan pelayanan diberikan di 10 Pos Pelayanan Vaksinasi di kedua sisi MRB. Tapi, saking ramainya yang sudah mendaftar dan belum divaksin, vaksinasi dilanjutkan lagi usai shalat zuhur hingga menjelang azan shalat ashar berkumandang di MRB.

Bahkan, lanjut SAG, ada juga yang belum sempat divaksinasi hingga pos pelayanan ditutup. Jubir Covid-19 itu memohon maaf kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama di MRB. Tapi dianjurkan untuk melakukan vaksinasi di sarana pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan tempat tinggalnya, seperti Puskesmas, klinik kesehatan, dan rumah sakit umum.

“Mereka yang sudah melakukan registrasi di MRB datanya sudah diimput ke dalam sistem vaksinasi nasional atau Pcare. Tinggal datang dan tunjukkan KTP-nya saja,” kata SAG.

Selanjutnya ia mengatakan, jumlah masyarakat yang mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dosis pertama di MRB sebanyak 2.468 orang, dengan rincian 1.224 laki-laki dan 1.244 perempuan. Peserta vaksinasi Covid-19 di MRB itu dari pelbagai kalangan, mulai anggota TNI/Polri, guru, dosen, mahasiswa, ASN, wartawan, para pedagang di seputar Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

SAG menambahkan, vaksinasi massal yang dibuka oleh Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT dan dihadiri oleh Forkopimda dan sejumlah Kepala SKPA itu, dilayani oleh tim vaksinasi Covid-19 Kodam Iskandar Muda, Polda Aceh, RSUZA Banda Aceh, RS Ibu dan Anak, RS Jiwa Banda Aceh, Puskesmas Kecamatan Banda Raya, Puskesmas Kecamatan Kuta Alam, dan tim vaksinasi Puskesmas Lampulo, Banda Aceh.

“Kami atas nama Satgas Covid-19 Aceh mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim Vaksinasi Covid-19 di MRB dan mengucapkan selamat kepada masyarakat yang sudah mendapat vaksin dosis pertama,” kata SAG.

Ia berpesan, meski sudah divaksinasi, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dan tidak lupa melanjutkan dengan vaksinasi dosis kedua. Vaksinasi dosis kedua dapat dilakukan di sarana kesehatan terdekat dengan tempat tinggalnya dan sesuai waktu yang sudah ditetapkan. Zat antibodi spesifik penangkal virus corona akan terbentuk secara sempurna setelah kedua dosis vaksin Sinovac itu diterima.

Progres vaksinasi

Selanjutnya, SAG melaporkan perkembangan vaksinasi petugas pelayanan publik, Lansia, dan tenaga kesehatan, di Aceh per 28 Maret 2021. Sebagaimanan diberitakan sebelumnya, petugas pelayanan publik yang sudah divaksinasi Covid-19 sebanyak 37.996 orang, atau sekitar 7,9 persen dari sasaran yang sebanyak 478.489 orang. Bahkan 7.468 orang telah mendapatkan dosis kedua vaksin Sinovac.

Sementara kelompok Lansia yang sudah menerima vaksin Covid-19 sebanyak 1.389 orang. Sasaran vaksinasi kelompok Lansia di Aceh sebanyak 435.651 orang. Lansia yang telah menerima suntikan dosis kedua sebanyak 55 orang. Dosis kedua diberikan kepada Lansia 28 hari setelah dosis pertama diterima.

Lebih lanjut SAG melaporkan progres vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes). Nakes yang sudah vaksin dosis I sudah mencapai 56.999 orang, melebihi sasaran awal sebanyak 56.472 orang. Sementara Nakes yang sudah mendapat vaksin II sudah mencapai 48.942 orang atau sekitar 85,6 persen dari target. Vaksinasi Nakes sudah dimulai sejak 15 Januari 2021.

Kasus Covid-19

SAG mengabarkan kondisi terakhir penanganan Pandemi Covid-19 di Aceh, per tanggal 30 Maret 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 9.862 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.055 orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.412 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 395 orang.

Kasus akumulatif di atas sudah termasuk penambahan sembilan kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona. Para penderita Covid-19 tersebut terdiri dari warga Kota Banda Aceh sebanyak empat orang, Pidie dua orang, dan warga Aceh Besar sebanyak satu orang. Dua lainnya warga luar Aceh.

“Tidak ada penambahan yang sembuh atau meninggal,” imbuh SAG.

Sementara, kata SAG – kasus-kasus probable secara akumulatif sebanyak 672 orang, yang meliputi 602 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19.

“Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.103 orang. Suspek yang telah selesai melakukan isolasi sebanyak 6.984 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 79 orang, dan 40 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit,” tutup SAG.[]

DPKA: Konsep Pustaka Baru Sesuai Standar dan Kriteria Abad 21

0
Bangunan Pusataka Baru Wilayah Aceh

Nukilan.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), Dr. Edi Yandra, S. STP, MSP meninjau Pembangunan Pustaka Baru yang berlokasi di Lamnyong Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Selasa (30/3/2021).

Edi menyampaikan bahwa, konsep perpustaakan baru ini dirancang untuk memenuhi standar dan kriteria Perpustakaaan abad 21, dimana fasilitas dan sarana digital di utamakan, serta jaringan kerjasama antar perpustakaan dunia.

“Perpustakaan baru yang ditarget kan akan selesai pada tahun 2022 ini direncana akan di bagun beberapa fasilitas baru Seperti perpustakaan hub digital, zone industri, zone galeri, game station, bioskop pebdidikan, studio multi media, Zone kebudayaan, cafetaria, bisnis lounge, dan perpustakaan ini mengunakan energy terbarukan,” kata Edi.

Selain itu, lanjutnya – dalam perpustakaan juga akan dibangun studio televisi untuk mendukung program audio visual literasi dan dan program E-learning yang dapat diakses oleh perpustakaan melalui televisi DPKA kedepan.

“Sehingga perpustakaan ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Aceh. Perpustakaan ini Akan mengembang kan sistim kerjasama untuk sistim peminjaman buku antar perpustakaan seluruh dunia, dengan OLDC sistem, yang jumlah perpustakaan yg sudah tergabung lebih dari 68.000 perpustakaan dan kebih 10 juta koleksi jurnal,” tegas Edi.

“Kita akan membangun strategi hubungan dengan perpustakaan di luar negeri, sehingga memungkinkan fasilitas interlibrary untuk dinikmati oleh dosen, siswa dan pemustaka lainnya,” sambungnya.

Selain itu juga, kata Edi perpustakaan ini akan dilengkapi berbagai kebutuhan database perpustakaan dengan pihak ketiga seperti
E-library, Eproxy dan Worldcat. Sehingga memberi kemudahan dalam mengakses sejumlah fasilitas e-book yang ada antar perpustakaan dunia.

“Contoh. “Kita bisa pinjam buku dari Perancis, mereka percaya kepada kita. Begitu juga kita dapat meminjamkan buku kita kepada salah satu perpustakaan di Belanda,” ujarnya.

Ia berharap, dengan gedung baru serta fasilitas baru yang modern dan cangih ini dapat memberikan perubahan pada minat baca masyarakat aceh serta menjadi kan perpustakaan ini sebagai icon kebanggaan masyarakat aceh dan pusat referensi.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bidang Perpustakaan, Prof. Adjunc.DR. Marniati, M.Kes menyampaikan bahwa, perpustakaan merupakan jendela ilmu dunia, dan sudah semestinya perkembangan nya harus mengikut perubahan zaman, diera melenial sekarang ini seluruh pustaka se-Aceh harus mengikut pada standar perpustakaan Abad 21.

“Kita juga akan mengunakan Robot penunjuk arah dalam pelayan perpustakaan modern ini Dan dilengkapi sistim berlanganan buku maupun jurna berstandar internasional. Seperti Discovery engine (OCLC Worldcat Discovery), Sistem Repositori (Contentdm, Dspace, Eprint, Perpustakaan (OCLC Worldshare, sistim peminjaman antar negara,” kata Marniati.

“Dengan harapan Perpustakan aceh jadi daya tarik untuk di kunjungi sebagai lokasi tour education bagi pelajar hingga mahasiswa, dan para peneliti,” ujarnya.

Selain itu, kata Marniati – tahun 2022 kita juga akan mempersiapkan kesiapan perpustakaan seluruh Aceh memiliki standar yang sama tidak hanya di provinsi. Kita juga akan membuat program pendampingan akreditasi untuk seluruh perpustakaan yang ada di Aceh menuju akreditasi A baik perpustakan kabupaten, dan perpustakaan sekolah.

“Dalam perpustakaan baru ini Kami juga akan mempersiapkan perpustakaan Manusia, dimana koleksi yang ada di dalamnya adalah rekaman pelaku sejarah dan punya nilai sejarah di masa yang akan datang. perpustakaan manusia ini akan menjadi icon baru pertama diprovindi aceh,” jelasnya.

“Harapan kita dapat mewujud rancangan ini di tahun 2022 dengan dukungan penuh kadis yang memiliki Inovasi tinggi dalam perancangan ini. Dan kita juga menyambut baik harapan gubernur aceh intuk berinovasi dalam program,” lanjutnya.

Kabid Pelayanan Perpustakaan Aceh, Zulkifli mengatakan bahwa, pihaknya akan memberikan warna baru pada perpustakaan, yang akan menarik minat baca siswa hingga mahasiswa dan masyarakat umum

“Kita akan mempersiapkan fasilitas terbaik yang membuat semua orang nyaman nyaman untuk berkunjung dan Koleksi terpenuhi sesuai harapan masyarakat,” kata Zukifli.

Dalam kunjungan tersebut Kadis DPKA didampingi oleh penasehat Gubernur Aceh Iqbal farabi, Jajaran DPKA, Tenaga Ahli Bidang Perpustakaan dan Arsip.[]

Pemerintah Ajak Akademisi Awasi Penarapan UU Cipta Kerja

0
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Nukilan.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak akademisi untuk mengawasi jalannya kebijakan terkait penerapan Undang-Undang Cipta Kerja.

“Pemerintah membutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholder termasuk dari akademisi untuk memastikan seluruh kebijakan dapat terlaksana dengan baik, Sehingga penerapan UU Cipta Kerja yang terdiri dari 11 klaster ini dapat berlangsung optimal dan mengakselerasi peningkatan investasi serta peningkatan kewirausahaan,” kata Menko Airlangga saat secara daring membuka forum diskusi publik terkait UU Cipta Kerja di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Kementerian ESDM Relaksasi Ekspor Mineral, Begini Tanggapan Pelaku Usaha

Airlangga menyampaikan pengesahan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bersama 51 aturan turunannya merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi struktural.

“UU Cipta Kerja akan menyederhanakan, mensinkronkan dan mengefektifkan peraturan yang terlalu banyak dan besar yang sering kali malah menimbulkan hambatan dalam penciptaan investasi dan pembukaan usaha baru yang tentunya berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” lanjut Erlangga seperti dikutip dari Antara.

Airlangga juga mengatakan bahwa UU Cipta Kerja juga mereformasi izin usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang akan mulai digunakan pada Juli 2021 sehingga layanan pemerintah menjadi lebih efisien dan transparan.

Selain itu, sambung Airlangga, salah satu turunan UU Cipta Kerja yakni Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 mengatur daftar prioritas investasi yakni lebih dari 1700 bidang usaha terbuka untuk investasi, 245 bidang usaha prioritas dengan fasilitas tax holiday dan tax allowance, 89 bidang usaha yang dibuka untuk bermitra dengan koperasi dan UMKM, serta 46 bidang usaha dengan persyaratan tertentu..

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah turut mengoptimalkan investasi langsung dengan membentuk Indonesia Invesment Authority (INA) yang akan mengelola dana dalam format master fund dan thematic fund.

Baca juga: Kementerian ATR/BPN: Optimalisasi Pemanfaatan Tanah Untuk Kepentingan Umum

Kemudian, Airlangga juga mengemukakan bahwa pemerintah tetap optimistis ekonomi nasional akan tumbuh 4,5 hingga 5,3 persen pada tahun ini karena tanda-tanda pemulihan ekonomi telah terlihat.

“Tercermin dari PMI manufaktur yang berada di atas level ekspansif 50 atau 50,9 persen, realisasi investasi dan penyaluran KUR di tahun 2020 ini paling tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, IHSG serta nilai tukar rupiah yang telah kembali,” jelasnya.

Sedangkan untuk penanganan di sisi kesehatan, Airlangga menyebutkan bahwa pemerintah pada 2021 ini akan berfokus pada program vaksinasi massal dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang akan terus diperluas ke provinsi-provinsi lain.

“Pemerintah terus berupaya memitigasi dampak pandemi guna menjaga momentum pemulihan kesehatan dan ekonomi khususnya untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam melakukan konsumsi dan investasi melalui berbagai strategi di tahun 2021 ini,” katanya.[]

Baca juga: Kementerian PUPR Beri Bantuan 3.470 Unit Rumah Masyarakat di Aceh

Narapidana Terorisme di Lapas Metro Ikrar Setia ke NKRI

0
Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro, Muchammad Mulyana. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Seorang narapidana terorisme, MI (23) alias Abu Usamah yang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatn (Lapas) Kelas IIA Kota Metro menyatakan ikrar setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Beberapa hari yang lalu yang bersangkutan menyatakan ingin berikrar kepada Pancasila dan NKRI serta ingin meninggalkan baiat yang selama ini dia yakini. Dan hari ini sudah terlaksana,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Kota Metro, Muchammad Mulyana, di Metro, Lampung, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Ini Foto, Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar

Mulyana mengatakan, MI berikrar untuk setia kepada Pancasila dan NKRI atas kemauan dan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan dari pihak manapun.”Ini murni keinginan dari yang bersangkutan tidak ada paksaan dari petugas atau dari pihak manapun,” ucap-nya menegaskan.

Baca juga: Tersangka Teroris di Aceh Belum Dibawa ke Jakarta, Densus 88 Terus Lakukan Pendalaman

Mulyana menjelaskan, MI merupakan napiter asal Kabupaten Aceh Besar yang tertangkap di Thailand ketika hendak pergi ke Suriah dan dideportasi kembali ke Indonesia.

Dia menambahkan, MI masuk ke Lapas Kelas IIA Metro pada akhir tahun 2020 pindahan dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Yang bersangkutan menjalani masa hukuman empat tahun,” ujarnya.[republika]

Baca juga: Kepala BNPT di Aceh: Perlu Sinergi Cegah Radikalisme dan Terorisme

Nova Terima Kunjungan Wagub Papua Barat, Bahas Hutan, Covid-19 dan Toleransi Beragama di Aceh

0
Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT menerima kunjungan Silaturrahmi Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, SH. M.Si, di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (30/3/2021).

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, menerima kunjungan Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Mohammad Lakotani, di ruang tengah Meuligoe Gubernur Aceh, Selasa (30/3/2021).

Berbagai hal dibahas pada pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu. Mulai dari kondisi hutan, perkembangan penanganan Covid-19, hingga toleransi beragama.

“Jika dibandingkan dengan daerah lain di Pulau Sumatera, kondisi hutan Aceh masih jauh lebih baik. Beberapa waktu lalu, Pak Presiden juga berpesan kepada kami, untuk menjaga populasi badak sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) karena hutan Aceh merupakan kawasan dengan populasi badak sumatera terbanyak. 50 persen dari total populasi badak sumatera berada di hutan Aceh,” kata Nova.

Baca juga: Mesin Rusak, Dishub: Operator KMP Aceh Hebat 1 Kurang Paham Teknologi

Dalam kesempatan tersebut, Nova juga menyampaikan pengelolaan hutan dengan skema perhutanan sosial di Aceh.

“Di Aceh ada 13 poligon, saat ini kita masih menunggu pengajuan dari Pemerintah Kabupaten. Dengan adanya perhutanan sosial ini, masyarakat adat akan lebih berdaya, dalam mengelola dan menjaga kelestarian hutan serta memanfaatkannya secara lestari,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penanganan Covid-19, Nova menjelaskan, berkat sejumlah program dan upaya pencegahan yang dijalankan, Pemerintah Aceh telah mampu menekan penyebaran virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan Tiongkok itu.

“Saat ini cukup terkendali, kasus harian Covid-19 di Aceh terhitung rendah, di bawah 10 kasus. Bahkan beberapa waktu lalu, 3 hari berturut nol kasus di Aceh. Keterisian rumah sakit juga hanya 11 hingga 12 persen. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu Aceh juga mendapat bantuan rumah sakit lapangan dari BNPB. Kolaborasi lintas sektor bersama seluruh Forkopimda, membuat upaya penanganan Covid-19 jadi lebih fokus dan terukur,” kata Nova.

Kepada Wagub Papua Barat, Nova juga menyampaikan suasana kondusif Aceh saat ini, serta kehidupan antar umat beragama yang sangat toleran di Bumi Serambi Mekah.

“Kondisi Aceh saat ini sangat kondusif, Pak Wagub tentu telah melihat langsung. Kehidupan antarumat beragama juga terjalin sangat baik dan harmonis. Indeks toleransi Aceh juga cukup baik. Namun, persepsi masyarakat luar masih salah tentang Aceh. Anggapan inilah yang terus berupaya kita gerus dengan menggiatkan berbagai event dan promosi pariwisata serta kegiatan lainnya,” jelasnya.

Baca juga: Kesbangpol Aceh Gelar Dialog Bahas Isu Aktual

Terkait Covid-19 dan pariwisata, Wagub Papua Barat juga mengungkapkan hal senada. Angka Covid-19 di Bumi Manokwari juga tergolong kecil, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk, angka Covid-19 di Papua Barat terlihat tinggi.

Terkait perkembangan pariwisata di Papua Barat di masa pandemi juga cukup baik.

“Keberadaan Raja Ampat sangat membantu kami, okupansi hotel juga sangat terjaga,” kata Mohammad.

Sementara itu, Gubernur Aceh menyarankan Mohammad, Sebelum bertolak kembali ke Papua Barat, untuk berkeliling dan menikmati kuliner dan suasana Aceh. “Silakan berkeliling Pak, menikmati suasana dan kuliner khas Aceh,” kata Gubernur Aceh.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat tersebut, Gubernur turut didampingi oleh Kepala Biro Hukum Amrizal J Prang, Kepala Biro Tata Pemerintahan Syakir dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh T Robby Irza.[]

Baca juga: PWI Gelar UKW, Diskominsa: Tingkatkan Kapasitas dan Kompetensi Wartawan Aceh