Beranda blog Halaman 2229

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi sampai 6 Meter

0

Nukilan.id – Gelombang tinggi diprediksi terjadi di sejumlah wilayah tanah air, Sabtu-Minggu 17-18 April 2021. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, gelombang bisa sampai setinggi 6 meter.

BMKG dalam laman website maritim.bmkg.go.id pada Sabtu (17/4/2021) mengungkapkan, Siklon Tropis Surigae (975hPa) terpantau di Samudra Pasifik utara Papua dan berdampak pada peningkatan tinggi gelombang yang mencapai 4.0 – 6.0 meter di Samudra Pasifik utara Halmahera, 2.5 – 4.0 meter di perairan utara Halmaheran, perairan Kepualuan Talaud dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari Barat Daya – Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 – 30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur – Selatan dengan kecepatan angin berkisar 5 – 20 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud dan perairan utara Halmahera.

Lebih lanjut BMKG menjabarkan, area perairan dengan gelombang sedang (1.25 – 2.50 m) antara lain di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu, perairan barat Kepulauan Enggano hingga barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatra, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian sela

Kemudian di Selat Sumba bagian barat, perairan Pulau Sawu, perairan Kupang – Pulau Rotte, Laut Sawu, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, Laut Maluku, perairan Kepulauan Sitaro, perairan Bitung – Likupang, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Halmahera, perairan utara Papua, perairan selatan Kepulauan Tanibar, perairan selatan Kepualauan Kei-Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru.

Area perairan dengan gelombang tinggi (2.50 – 4.0 m) diantaranya berpotensi di Samudra Hindia Selatan Jawa, perairan Kepualauan Talaud, perairan utara Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Papua Barat. Kemudian area perairan dengan gelombang sangat tinggi (4.0 – 6.0 m) berpeluang terjadi di Samudra Pasifik Utara Halmahera.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama terhadap perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).

BMKG meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.[sumber]

Prof Syahrizal Abbas: Konsep Gerakan BEREH Adalah Nilai Ajaran Syariah

0

Nukilan.id – Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas MA menjadi penceramah pada Safari Ramadhan Dinas Pendidikan Aceh di Masjid Al-Muhajirin, Gampong Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (17/4/2021). Ceramah itu disampaikan sesuai menjalankan ibadah shalat Tarawih dan Witir di masjid tersebut.

Rombongan Dinas Pendidikan Aceh dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM didampingi para pejabat Eselon III, dan IV di lingkup Dinas Pendidikan Aceh, dan Penasihat Gubernur Aceh bidang Pendidikan.

Seperti diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes mengatakan, pelaksanaan tausiah Safari Ramadhan Pemerintah Aceh akan digelar secara serentak pada hari kelima puasa atau pada Sabtu malam (17/4/2021) di 54 masjid yang tersebar di setiap kabupaten/kota di Aceh.

Di awal ceramahnya, Prof Syahrizal Abbas tidak lupa menyampaikan salam dari Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT dan Sekda Aceh Taqwallah kepada masyarakat Gampong Paya Tumpi, Kabupaten Aceh Tengah.

Prof Syahrizal Abbas, dalam ceramahnya mengajak para jamaah untuk senantiasa memanfaatkan bulan Ramadhan dengan penuh ibadah, tentunya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Melaksanakan shalat fardhu, shalat sunnah, zikir, berdoa, dan kita i`tikaf adalah ibadah mahzah atau ibadah yang berhubungan langsung dengan Allah SWT.

Tapi disamping itu, ibadah ghairu mahzah juga tidak boleh ditinggalkan, karena ibadah ini menyangkut dengan kehidupan orang lain, kehidupan masyarakat, dan kehidupan publik, untuk saling membantu, mengingatkan dan saling mendorong kepada kebaikan, itu semuanya juga ibadah.

“Jadi jagaan hanya ibadah mahzah semata di bulan Ramadhan, tapi ibadah ghairu mahzah pun juga harus lebih banyak dilakukan,” katanya.

Memberi makan kepada orang berbuka puasa, memberi sedekah, dan membersihkan lingkungan sehingga terlihat Bersih, Rapi, Estetis, dan Hijau (BEREH) itu sebenarnya ajaran Alquran dan Sunnah.

Karena, kata Prof Syahrizal, Alqur`an memerintahkan hambanya untuk selalu dalam keadaan bersih, itu semua adalah ajaran Alquran. Di dunia, kata Syahrizal Abbas, orang yang paling bersih kehidupannya adalah Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW, di rumah bersih, di masjid bersih, itulah contoh bersih yang ditampilkan oleh ajaran Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Jadi kalau ada program Pemerintah Aceh yang mengajak kita untuk bersih sebetulnya itulah pelaksanaan syariat Islam dalam kehidupan kita,” kata Syahrizal Abbas.

Sebab dalam firman Allah kata Syahrizal, sesungguhnya Allah SWT itu cinta kepada orang yang taubat dan orang yang bersih dan suci. Untuk itu jika mau dekat dengan Allah, berkomunikasi dengan Allah, maka syaratnya harus bersih. Bersih pakaian, bukan berarti harus pakaian mahal, bersih tempat tidur bukan berarti harus luar biasa seperti tempat tidur raja.

Kemudian hijau, juga merupakan ajaran Alquran. Allah dalam firmannya memerintahkan kepada kita agar tidak membuat kerusakan di muka bumi dengan eksploitasi besar-besaran, tebang hutan besar-besaran, sehingga alam menjadi gersang.

Begitupun, Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga pernah memerintahkan umatnya untuk menanam pohon. “Sekiranya hari kiamat hendak terjadi, sedangkan di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit kurma maka apa bila dia mampu menanamnya sebelum terjadinya kiamat, maka hendaklah dia menanamnya,”.

Oleh karena itu, orang yang berpuasa adalah orang yang konsisten menjalankan ajaran Allah dan Rasul, dia bersih, estetis dan menanam pepohonan adalah ciri orang yang bertakwa.

“Rupanya konsep bersih, rapi, estetik, dan hijau adalah nilai ajaran syariah dan itu adalah ciri orang yang bertakwa,” kata Prof Syahrizal.

Hoax Lebih Kejam Dari Pembunuhan

Pada kesempatan itu, Prof Syahrizal juga mengatakan bahwa selain bersih, rapi, estetis, dan hijau ciri orang muttaqin lainnya adalah orang yang saat mendapatkan informasi, dia akan selalu melakukan kroscek kebenarannya.

Karena baik ajaran agama maupun hukum negara melarang penyebaran informasi bohong maupun fitnah (hoax), sebab fitnah itu dampaknya berbahaya sekali. Oleh karena itu Alqur`an mengatakan bahwa Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

“Orang yang berpuasa ketika mendapat informasi dari mana saja maka orang tersebut akan memeriksa, dia akan kroscek dari mana informasi itu, betulkan informasi itu? Kalau tidak jangan sebarkan kepada orang lain, karena resiko itu besar. Fitnah itu besar sekali dampaknya,” kata Prof Syahrizal.

Menurutnya, sejarah telah membuktikan betapa berbahayanya pengaruh informasi bohong. Prof Syahrizal menuturkan, di banyak peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah tentu ada yang menang dan ada juga yang kalah. Salah satu faktor kekalahan karena munculnya informasi bohong seperti peristiwa Perang Uhud.

Oleh karena itu, ketika mendapat informasi mengenai Covid-19 mengenai masker, harus dilakukan kroscek untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Apalagi, orang yang berpuasa tidak akan pernah menyebarkan berita bohong kepada orang lain karena itu akan mengurangi nilai ibadah puasanya.

“Mengenai Covid-19 itu fakta, bukan hanya di tempat kita, bahkan di dunia internasional secara kasat mata kita melihat bahwa itu ada. Dan resikonya sudah banyak orang yang meninggal dunia. Maka jika ada yang bilang tidak ada Covid-19, maka itu tidak lagi sejalan dengan fakta yang ada dihadapan kita,” ujar Prof Syahrizal.

Oleh karena itu, gerakan BEREH dan penerapan protokol kesehatan dapat mencegah penularan Covid-19, karena kewajiban setiap orang berpuasa itu untuk berikhtiar agar tidak terkena Covid-19. Mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati.

Vaksin Ampuh Tingkatkan Kekebalan Tubuh

Begitupun terkait Vaksin, menurut Prof Syahrizal Abbas, vaksin adalah alat yang paling ampuh untuk meningkatkan kekebalan tubuh, jadi kalau ada yang mengatakan dibuat dari lemak babi maka itu adalah hoax.

Sebab, katanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah melakukan kunjungan ke tempat vaksin Sinovac diproduksi, hasilnya tidak ditemukan adanya unsur dari barang-barang haram. Begitupun Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga telah menfatwakan bahwa vaksin hukumnya halal.

“Maka Vaksin untuk Covid-19 itu hukumnya halal, jadi tidak usah takut, kenapa tidak usaha takut karena fatwa itu sudah dikeluarkan bahwa vaksin Covid-19 hukumnya halal, pertimbangannya demi untuk menyelamatkan jiwa manusia,” tutup Prof. kata Syahrizal

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM turut memberikan sambutan pada Safari Ramadhan Masjid Al-Muhajirin, Gampong Paya Tumpi tersebut. []89

Korupsi Dana Desa, Muslem Hasballah dan Edi Saputra Divonis Empat Tahun

0
Kedua terduga pelaku tindak pidana korupsi dana desa ditahan di Rutan Polres Lhokseumawe, Kamis (15/10). Foto: ANTARA/HO

Nukilan.id – Kepala Desa Ujong Pacu Muslem Hasballah dan bendahara desa Edi Saputra divonis empat tahun penjara oleh majelis hakim dalam persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh, Kamis (15/4/2021).

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana desa sebesar Rp317 juta. Vonis tersebut dibacakan majelis hakim diketuai Nani Sukmawati dalam persidangan secara virtual.

Baca juga: Kejagung Periksa 5 Saksi Terkait Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan

Selain hukuman empat tahun penjara, kedua terdakwa juga dihukum membayar denda masing-masing Rp200 juta subsidair dua bulan penjara. Keduanya juga dihukum membayar kerugian negara Rp317 juta.

Apabila tidak membayar kerugian negara, maka terdakwa harus menjalani hukuman tambahan selama tujuh bulan penjara.

“Menyatakan terdakwa Muslem Hasballah dan Edi Saputra terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan menjatuhkan pidana penjara empat tahun,” kata Majelis Hakim seperti dilansir jpnn.com, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Lagi, Kejagung Periksa 18 Saksi Terkait Dugaan Korupsi ASABRI

Majelis hakim menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Saifuddin mengatakan pikir-pikir. Begitu juga penasihat hukum kedua terdakwa Mustafa M Zain menyatakan pikir-pikir.[]

Indonesia Miliki Bank Data 37,9 Juta Golongan Darah

0
Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh

Nukilan.id – Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri merilis data statistik terbaru terkait jumlah penduduk yang sudah melaporkan golongan darahnya. Tercatat sebanyak 37.903.423 penduduk telah melaporkan golongan darah mereka.

Lebih rinci, tercatat sebanyak 7.926.326 jiwa memiliki golongan darah A; 8.036.227 bergolongan darah B; sebanyak 3.175.187 bergolongan darah AB.

Selanjutnya sebanyak 16.878.049 penduduk memiliki golongan darah O; 640.844 jiwa bergolongan darah A+; 37.898 jiwa golongan darahnya A-; 358.837 golongan darah B+; 25.290 jiwa golongan darahnya B-; 113.962 jiwa golongan darahnya AB+; 44.090 jiwa bergolongan darah AB-; 328.149 jiwa bergolongan darah O+; dan 338.564 penduduk bergolongan darah O-.

Baca juga: Dyah: Donor Darah Masa Pandemi Jadi Momentum Terbaik

Menurut Dirjen Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Dukcapil kini sudah memiliki data bank darah yang bisa digunakan oleh banyak pihak.

Yang menarik, kata Dirjen Zudan, dalam statistik kependudukan, penduduk terbanyak bergelar doktor atau S3 adalah penduduk bergolongan darah O.

“Bila gelar doktor disamakan dengan penduduk yang cerdas, maka yang bergolongan darah O di Indonesia itu cerdas-cerdas. Persentasi penduduk bergelar doktor itu terbanyak bergolongan darah O. Pemilik golongan darah O jumlahnya ada lebih 16 juta penduduk,” ungkapnya melalui siaran pers, Sabtu (17/4/2021).

Bagi Palang Merah Indonesia, sambung Dirjen Zudan, informasi golongan darah penduduk akan mempermudah bagi PMI untuk merencanakan wilayah prioritas donor darah tertentu. “Sebab informasi golongan darah penduduk tersedia dengan akurat by name by address di database kependudukan Dukcapil. Juga penting bagi rumah sakit apabila memerlukan golongan darah bagi pasiennya.” demikian Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh. (asy)

SPBU Lingke Banda Aceh Tak Sediakan Lagi BBM Jenis Premium

0
SPBU Lingke di waktu malam. (Nukilan.id)

Nukilan.id – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium tidak lagi tersedia di SPBU Lingke Banda Aceh. Berdasarkan keterangan yang didapatkan, Sabtu (17/4/2021), BBM premium tidak lagi tersedia dan sudah diganti dengan Pertamax Turbo. Hal ini dibenarkan oleh Fahmi Hakim salah satu karyawan yang bekerja di SPBU tersebut.

“Iya benar, premium tidak lagi masuk karena sudah diganti dengan pertamax turbo,” ujar Fahmi.

Hal serupa juga dibenarkan oleh salah satu pembantu pengelola di SPBU tersebut, Muhammad Yunus atau biasa di sapa Pak Zul.

“Mulai dari awal April 2021, premium tidak ada lagi dan diganti dengan pertamax turbo,” kata Zul seperti dilansir Dialeksis.com.

Baca juga: Buru 1,1 Gw, Pertamina Geothermal Energy Operasikan 15 WK

Disebutkan beberapa faktor penyebab diberhentikan proses penjualan premium di SPBU tersebut. Salah satunya, besar kemungkinan karena premium akan dihapuskan di seluruh Aceh.

“Itu bisa juga dikatakan faktor kenapa premium diganti dengan pertamax turbo,” jelas Zul.

Di sisi lain, Wahyu selaku konsumen SPBU Lingke merasa kecewa dengan kejadian tersebut.

“Sayang sekali ya untuk saat ini pihak SPBU tidak menyediakan lagi minyak premium,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, semenjak pihak SPBU tidak menyediakan minyak Premium biaya pengeluarannya juga makin tinggi.

Baca juga: Kejari Medan Tuntut Mati Tiga Kurir 40 Kg Sabu Asal Surabaya dan Aceh

“Kalau biasanya isi minyak untuk sehari cukup Rp.10 ribu, sekarang harus isi Rp.15 ribu,” pungkasnya.

Menurut pantauan Dialeksis.com, sejauh ini para pelanggan beralih mengisi bensin ke pertalite.[]

Antisipasi Stok Darah, PMI Langsa Gelar Donor Darah Selama Ramadhan

0
Foto: dialeksi.com/Sherly Maidelina

Nukilan.id – Dalam upaya mengantisipasi kekurangan darah di bulan Ramadan, Unit Donor Darah PMI Kota Langsa melakukan kegiatan mobil unit setiap malam di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Sabtu (17/4/2021).

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Langsa, Dr Hj Dahniar M.kes mengatakan masyarakat sangat antusias dan di hari pertama ramadhan telah terkumpul 35 kantong darah.

“Alhamdulillah walau puasa tapi antusias masyarakat tinggi, dan di malam kedua diperkirakan 45 kantong terkumpul dan kita akan buka tiap malam kecuali malam jumat,” kata Dahniar.

Lanjut Dahniar, adapun sebagai ucapan terimakasih kepada para pendonor, pihaknya menyediakan cenderamata berupa minyak goreng dan gula pasir dari para donatur.

“Kita harapkan dengan melakukan kegiatan mobil unit di malam hari, kekurangan darah selama puasa dan menjelang lebaran tercukupi karena biasanya pendonor berkurang di ramadan, sehingga pentingnya mengantisipasi sebelum stoknya benar-benar menipis,” tutupnya. (Mai)

Presiden Serukan Keselamatan Bersama dengan Tidak Mudik

0
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi)

Nukilan.id – Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 masih dilalui umat muslim di tengah pandemi, oleh sebab itu upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19 harus terus dilakukan. Dalam upaya tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik pada libur Lebaran tahun ini.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengikuti kebijakan pemerintah ini sebagai bagian dari ikhtiar atau usaha memutus penyebaran COVID-19.

“Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apalagi di Lebaran nanti, tapi mari kita utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman. Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri dan seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat (16/04/2021), yang juga diunggah di kanal YouTube Sekretariat Kabinet.

Baca juga: Soal Larangan Mudik, Doni Monardo: Jangan Keberatan

Kepala Negara menjelaskan, kebijakan pelarangan mudik ini diputuskan setelah melalui berbagai macam pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah, terjadinya peningkatan tren kasus COVID-19 pasca empat kali libur panjang di tahun 2020.

“Pertama, saat libur Idulfitri tahun lalu terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen,” ujar Presiden.

Kemudian, libur panjang pada 20-23 Agustus 2020 mengakibatkan terjadi kenaikan kasus hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat mencapai 57 persen. Sedangkan libur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020 menyebabkan terjadinya kenaikan kasus hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

“Terakhir yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun 24 Desember 2020-3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen,” ungkap Kepala Negara.

Pertimbangan lainnya, terang Presiden, bahwa Indonesia harus menjaga tren penurunan kasus aktif yang terjadi dalam dua bulan terakhir, yaitu menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari menjadi 108.032 kasus pada 15 April.

“Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14-15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021 tapi kini berada di kisaran 4-6 ribu kasus per hari,” ujarnya.

Tren kesembuhan juga terus mengalami peningkatan. Pada 1 Maret tercatat sebanyak 1.151.915 pasien yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, sedangkan pada 15 April meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus.

Baca juga: Cegah Mudik Lebaran, Polda Sekat Empat Perbatasan Aceh

Presiden Jokowi menyampaikan, tren penanganan COVID-19 yang positif tersebut harus terus dijaga, termasuk melalui kebijakan peniadaan mudik yang diambil oleh pemerintah.

“Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga bersama momentum yang sangat baik. Untuk itulah pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta dan seluruh masyarakat,” ujar Presiden.

Sebagai informasi, ketentuan terkait peniadaan mudik dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah, yang berlaku sejak 6 hingga 17 Mei 2021. Sebelum periode tersebut aturan perjalanan yang berlaku ialah SE Satgas COVID-19 Nomor 12 Tahun 2021.(asy)

Polisi Tangkap Nelayan Aceh Barat Diduga Terkait Sabu-Sabu

0
Polisi memasang garis di lokasi temuan sebuah fiber tempat penyimpanan ikan di depan sebuah rumah nelayan di Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Sabtu (17/4/2021) sore. Dari dalam fiber tersebut diduga turut diamankan sekarung narkotika diduga jenis sabu. ANTARA/HO

Nukilan.id – Seorang nelayan berinisial UH (41) warga Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat pada Jumat (16/4/2021) malam ditangkap petugas kepolisian bersenjata lengkap.

“Suami saya ditangkap polisi setelah sebuah ‘fiber’ (kotak penyimpan ikan berbahan serat fiber) ditempatkan oleh orang tidak dikenal di depan rumah,” kata Halimah selaku isteri UH, seperti dilansir antaranews, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Tiga Kurir Sabu Dituntut Mati, Granat Apresiasi Kejari Medan

Penangkapan suaminya tersebut setelah petugas kepolisian mengambil sebuah karung diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu, dalam sebuah “fiber” yang diangkut menggunakan sebuah kapal oleh orang tidak dikenal pada Jumat pagi.

Halimah mengaku tidak mengenal pria yang menitip (pipa) fiber di depan rumahnya, dan hanya mengaku fiber tersebut berisi getah damar sebagai bahan untuk membuat kapal laut tradisional (boat).

Ia juga mengaku suaminya UH ditangkap polisi bukan saat berada di rumah, akan tetapi saat sedang berada di luar lalu dibawa ke rumah untuk mengambil karung diduga berisi sabu-sabu.

Baca juga: Polisi Malaysia Gagalkan 263 Kg Sabu ke Aceh

Namun, Halimah juga tidak mengetahui kondisi suaminya setelah dibawa polisi beserta karung yang diambil di dalam sebuah fiber misterius tersebut.

Hingga Sabtu malam, fiber berwarna hijau yang berada di depan rumah Halimah masih berada di lokasi dan terpasang garis polisi.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda SIK melalui Kepala Satuan Narkoba Iptu Rajabul Asra yang dihubungi ANTARA pada Sabtu malam, mengaku tidak mengetahui adanya penangkapan yang dilakukan petugas kepolisian.

“Saya tidak tahu, karena saya sedang berada di luar daerah, ucap Rajabul Asra singkat.[]

Baca juga: Kejari Medan Tuntut Mati Tiga Kurir 40 Kg Sabu Asal Surabaya dan Aceh

Mahfud MD: Pengusiran Wartawan Tanda Awal Mula Kehancuran

0
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD. (Foto: Republika)

Nukilan.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan, kebebasan pers tidak boleh dilanggar. Menurutnya, ketika terjadi kesewenang-wenangan pada pers, salah satunya seperti pengusiran wartawan, maka itu adalah awal dari kehancuran, seperti yang terjadi pada Orde Baru.

“Karena itu, saya melihat bahwa perslah yang menjadi pengawal kelangsungan demokrasi,” ujar Mahfud dalam keterangan pers, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: “Republika” Nobatkan 5 Tokoh Perubahan di Masa Pendemi, 3 Diantaranya Perempuan

Mahfud menyatakan, pemerintah sangat memerlukan kebebasan pers. Dalam sejarah perjalan bangsa, saat Orde Baru, awal kehancurannya terjadi ketika terdapat kesewenang-wenangan pada pers, seperti sensor, pengusiran wartawan, pembredelan, dan lainnya.

Ia kemudian memberikan satu contoh kasus. Ada orang yang takut kepada preman karena penegakan hukum sulit untuk dilakukan. Ketika pers memberitakan hal tersebut, orang itu menjadi berani bertindak dan penegakan hukum kemudian berjalan. Menurutnya, pers adalah cerminan masyarakat.

“Dengan semangat itu, maka kalau ada kesalahpahaman dengan pemerintah, mari kita berdialog. Pers harus menjadi mitra kerja sama dengan pemerintah, tapi tidak boleh diganggu kebebasannya,” kata Mahfud.

Ia mengatakan, kebebasan pers tidak boleh dilanggar. Pers merupakan salah satu pilar dari empat pilar demokrasi, selain eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Menurut Mahfud, dari empat pilar yang ada, pers merupakan pilar yang paling sehat meski terdapat permasalahan juga di dalamnya.

“Kita sudah memilih demokrasi, dan demokrasi memiliki empat pilar, diantara keempat pilar itu, pers adalah pilar yang paling sehat, sedangkan pilar yang lain banyak masalahnya,” ujarnya.

Baca juga: Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Aceh, Kemenparekraf Gelar Pelatihan Periklanan

Semua itu, dia katakan dalam kegiatan Dialog Kebebasan Pers dan Profesi Wartawan di kantornya. Acara yang diselenggarakan terbatas dan dengan protokol kesehatan dihadiri oleh Ketua Dewan Pers Muhammad Nuh, Sekretaris Menko Polhukam Letnan Jendral TNI Tri Soewandono.

Kemudian ada pula Sekretaris Jendral Kementerian Komunikasi dan Informasi Mira Tayyiba, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana.

Pimpinan Asosiasi Pers yang hadir, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen, Persatuan Wartawan Indonesia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia, pimpinan LBH Pers, anggota Dewan Pers, dan para Pemimpin Redaksi media massa.

Baca juga: Mahfud MD: Kisruh Demokrat Bukan Lagi Urusan Pemerintah

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh, menyampaikan, kebebasan pers tidak didapatkan secara serta merta. Kebebasan pers merupakan hal yang memang harus diperjuangkan. Pilar pers pun dia katakan harus diperkuat jika ingin membangun negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kebebasan Pers tidak serta merta, ia harus diperjuangkan. Tidak bisa dibiarkan terus ujung-ujung dapat kebebasan. Jika dibiarkan pasti melenceng, Saya setuju dengan Menko, bahwa kalau mau membangun NKRI ini, maka pilar pers harus diperkuat,” ucapnya.[republika]

AJI: Jurnalis Harus Punya Wawasan Gender

0
Pelatihan Penulisan Laporan Mendalam Isu Perempuan dan Anak bagi Jurnalis, di Aula AJI Banda Aceh, Sabtu, (17/4/2021). (Foto: Nukilan.id/DG)

Nukilan.id – Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Ika Ningtyas mengatakan, jurnalis harus mempunyai wawasan tentang kesetaraan gender. Untuk itu, para jurnalis dan editor harus diberikan pelatihan penulisan berita berkeadilan gender.

“Dengan jurnalis yang memiliki wawasan dan pemahaman gender, maka pengarusutamaan gender di media akan lebih baik,” kata Ika Ningtyas yang juga jurnalis Tempo pada Pelatihan Penulisan Laporan Mendalam Isu Perempuan dan Anak bagi Jurnalis, di Aula AJI Banda Aceh, Sabtu, (17/4/2021).

Baca juga: RAD-P3AKS Multitafsir, Khairani: Itu Tidak Benar

Dalam presentasinya, Ika mengatakan bahwa, pemberitaan di media yang menentang stereotipe gender hanya sekitar empat persen. Di dalam tubuh media sekali pun, masih ada ketidakseimbangan gender.

“Menurut riset AJI tahun 2018, eksekutif media di Indonesia, dari tingkat Redaktur sampai Pemred, 80% masih dipegang oleh laki-laki,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengarusutamaan gender dalam media pun masih sering dicukupkan dengan membuat ruang atau rubrik bertajuk “perempuan”. Padahal, dalam pemberitaan dan pengambilan sikap, media tersebut masih menggunakan stereotipe lama.

“Fenomena ini sebagai “ghetto-isasi” gender,” sebut Ika.

Membuat reportase berkeadilan gender, kata Ika, seorang jurnalis harus menghindari penggunaan kata-kata atau frasa stereotipe yang keliru.

“Seperti kata cantik, mulus, cacat, autis, gila, pelacur, dan sebagainya,” ujarnya.

Baca juga: Ciptakan Teh Penurun Gula Darah, Mahasiswa USK Raih Mendali Emas di Rusia

Selain itu, Ketua AJI Aceh, Juli Amin dalam sambutannya mengatakan bahwa, dalam suatu peristiwa kekerasan pada perempuan, si korban seringkali menjadi korban berlapis. Artinya, selain menderita akibat kejahatan kekerasan yang menimpanya, perempuan tersebut kemudian juga menjadi korban pemberitaan di media.

“Bagi jurnalis, seringkali informasi tentang kasus-kasus kekerasan pada perempuan juga hanya sepihak sifatnya. Biasanya hanya didapat dari pihak Polisi, atau pendamping dari LSM,” kata Juli.

Dalam hal ini, Juli menilai, sangat penting bagi para jurnalis untuk memiliki perspektif gender, agar berita yang ditulis lebih seimbang.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menjelaskan. gender adalah cara masyarakat memandang dan mempersepsikan sifat dan perilaku yang dilekatkan pada laki-laki dan perempuan.

Baca juga: AJI dan Flower Aceh Gelar Pelatihan In Depth Reporting Bagi Jurnalis Terkait Isu Gender

“Gender bukan berarti jenis kelamin,” kata Riswati yang juga narasumber pada acara tersebut.

Hal ini, lanjut Riswati, dibentuk secara sosial mau pun budaya. Karena itu, peran gender dalam suatu masyarakat sangat rentan stereotipe.

Terakhir, Ia berharap, para perempuan jurnalis yang mengikuti pelatihan ini akan dapat menghasilkan berta yang lebih berimbang, dan berkeadilan gender.[DG]