Beranda blog Halaman 2222

Haekal Afifa: MoU Helsinky dan UUPA Sudah Tamat

0
Haekal Afifa. (foto: Cakradunia)

Nukilan. Id – Direktur Institut Peradaban Aceh (IPA) Haekel Afifa menilai pembahasan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinky dan Undang-undang Pemerintahan Aceh tidak ada lagi, sudah “Tamat” dan selesai. 

“Kekhususan Aceh hanya sebagai  “pemameh kuah” untuk perdamaian RI dan GAM,”  kata Haekal Afifa kepada Nukilan.id, di kantor Institute Peradaban Aceh,  Peurada, Banda Aceh, Rabu, (21/4/2021). 

Menurut Haekal UUPA dan MoU Helsinky hanya sebagai manisan saja, hanya memiliki sebuah draf aturan, namun praktek dan realisasi tidak ada sama sekali.

“Berbicara kepastian Hukum, Kekhususan Aceh  hanya berada dalam UUPA, sebatas mana  kekuatan dalam realisasinya, terbukti sampai hari ini tidak ada kekuatan sama sekali,”  kata Haekal, 

Selain itu—lanjutnya—masih ada celah-celah politik yang dikebiri oleh pemerintah pusat, karena disisi yang lain Jakarta selalu  meganggap UUPA bagian  dari undang-undang indonesia. 

“UUPA tepatnya lebih rendah dari peraturan Mentri, dan peraturan Presiden,” ujar Haekal.

Menurutnya, masih ada poin-poin dalam MoU Helsinky tidak diturunkan dalam butir hukum UUPA , dan itu harus di advokasi,  sehingga DPR Aceh tidak boleh tidur ”Tenget” dan harus tahu cara mengadvokasinya, kalau tidak sama saja. 

“Tentang bagaimana korelasi dan hubungan politik atau secara kebijakan antara DPR RI dengan DPRA, Itu semua tidak ada di atur dalam UUPA,” ujarnya. []

Reporter: Irfan

Jubir Covid-19: Kasus Baru 86 Orang, Ikuti Taushiyah MPU Aceh

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Virus corona tampak leluasa bergerak di tengah masyarakat Aceh yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1442 H. Kasus konfirmasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus bertambah dan meningkat setiap hari. Virus asal Kota Wuhan, Tiongkok, itu kembali menulari  86 orang dalam sehari-semalam, 24 jam terakhir.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani melalui press release yang dikirim secara rutin kepada awak media massa di Banda Aceh, Kamis (22/4/2021).

“Ada prakondisi yang membuat virus corona leluasa berpindah dari satu orang kepada orang lain selama Ramadhan,” tutur Juru Bicara yang akrab disapa SAG itu.

Salah satu prakondisi tersebut, jelasnya, makanan berbuka puasa yang dijual tanpa pembungkusannya. Calon pembeli memilih-milih dengan tangannya, bukan dengan menggunakan jepitan khusus. Sepotong kue, misalnya, mungkin sudah disentuh beberapa orang sebelum akhirnya dibeli oleh seseorang dan dibawa pulang. 

Para pembeli penganan berbuka itu umumnya tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker. Bila ada satu saja di antara pembeli itu merupakan pembawa virus corona (carrier) yang berbicara atau bersin dalam kerumunan itu, virus corona menyebar dengan leluasanya.

Kemudian, tradisi berbuka puasa bersama di Meunasah dan Masjid masih berlangsung dalam masa Pandemi Covid-19 ini. Potensi penularan viris corona bisa terjadi karena duduk berdekatan saat berbuka dan saat berbuka puasa tidak mungkin orang memakai masker.

“Kita juga mengamati masih banyak jamaah shalat magrib dan tarawih tidak menjaga jarak dan menggunakan masker,” katanya.

Kondisi ini mestinya tidak perlu terjadi andai Taushiyah MPU Aceh Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Ramadhan dan Kegiatan Keagamaan Lainnya Tahun 1442 H, dipatuhi semua elemen masyarakat, pengurus, dan pengelola rumah ibadah.

MPU Aceh dalam Taushiyahnya meminta kepada setiap komponen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan, serta menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan halal, baik, dan bergizi. Makanan basah yang dijual tanpa pembungkusnya tentu bukan makanan yang baik, karena tidak hygienes.

MPU Aceh juga meminta kepada pengurus dan pengelola rumah ibadah untuk menciptakan kenyamanan beribadah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Terkait dengan jaga jarak, MPU Aceh meminta kepada setiap komponen masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan keramaian seperti duduk-duduk, kumpul-kumpul bersama di jalan, buka puasa bersama, sahur bersama, dan safari subuh dan lainnya.

“Taushiyah MPU Aceh ini merupakan upaya menghilangkan prakondisi agar virus corona tidak leluasa menularkan Covid-19 kepada masyarakat yang sedang berpuasa,” kata SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 22 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.516 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.083 orang. Pasien dirawat sebanyak 1.015 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 418 orang.

Data akumulatif tersebut di atas sudah termasuk penambahan 87 kasus konfirmasi baru, kasus sembuh bertambah sebanyak 105 orang, dan kasus meninggal dunia bertambah sebanyak dua orang dalam masa 24 jam terakhir.

Kasus-kasus positif baru meliputi warga Banda Aceh 28 orang, Aceh Besar 14 orang, Aceh Tamiang dan Gayo Lues, sama-sama 13 orang. Kemudian warga Pidie sembilan orang, Aceh Utara tiga orang, Aceh Tenggara dan warga Bireuen, masing-masing dua orang. Tiga lainnya merupakan warga Lhokseumawe, Aceh Barat, dan warga luar daerah Aceh.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 105 orang, yakni warga Banda Aceh 61 orang, Aceh Besar 19 orang, Lhokseumawe tujuh orang, Aceh Utara dan Bener Meriah sama-sama empat orang. Kemudian warga Aceh Tenggara dan Aceh Timur sama-sama tiga orang. Sedangkan empat lainnya warga Langsa, Gayo Lues, Bireuen, dan Aceh Barat.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.140 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.028 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 64 orang, dan sebanyak 48 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.[]

Prestasi SMK 3 Banda Aceh Sudah Tingkat Nasional, Ini Sejarahnya

0

Nukilan.id – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Banda Aceh didirikan pada bulan Agustus 1957 dengan nama SGKP, kemudian berubah nama menjadi SKKA pada tahun 1961 dan pada tahun 1966 menjadi SMKK. Dan akhirnya, sejak tahun 1966 hingga sekarang sekolah tersebut bernama SMK Negeri 3 Banda Aceh.

Sejak tahun 2008, SMKN 3 Banda Aceh telah melaksanakan ISO 9001:2008, hal itu dilakukan guna memperoleh RSBI dalam mempersiapkan peserta didik, agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha atau dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian pilihannya. 

Nah, pada tahun 2021 SMK 3 sudah memiliki 918 murid dan sudah memiliki jaringan di 48 perusahaan nasional, salah satunya seperti STPB (Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung) dahulu dikenal dengan nama NHI (baca : eNHaii) untuk magang bahkan ada yang sudah bekerja.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Banda Aceh, Salma, kepada media, Kamis, (22/04/2021).

SMK 3 berakreditas A ini, memiliki ke unggulan di bidang tata boga, dari keunggulan ini SMK 3 sudah bekerja sama dengan PT. Garuda Indonesia bersama Asrama Haji, Lingke, Banda Aceh, untuk dibidang makanan reguler.

Selain itu, SMK 3 juga sudah mendapat penghargaan Adiwiyata, Fls2n tingkat Nasional, dan penghargaan untuk para guru berprestasi. [UH]

BNN Sita 80 Kg Sabu Asal Thailand Tujuan Aceh

0
80 kilogram sabu asal Thailand menuju Aceh diamankan. (foto: Istimewa)

Nukilan.id – Narkotika jenis sabu seberat 80 kilogram disita Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kantor wilayah (Kanwil) Bea Cukai Aceh. Sabu tersebut berasal dari Thailand yang akan menuju Aceh.

Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, mengatakan penangkapan dilakukan Subdirektorat Narkotika, Subdirektorat patroli laut (pengendali operasi laut jaring sriwijaya) dan satuan petugas kapal patroli BC 30001 di Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

“Saat penangkapan ditemukan empat buah karung berisi masing-masing 20 bungkus sabu, dengan total barang diperkirakan seberat 80 kilogram,” kata Safuadi, Kamis, (22/4/2021).

Safuadi mengungkapkan, awalnya diperoleh informasi sabu berasal dari Thailand akan diselundupkan melalui jalur laut. Kapal yang digunakan sebagai transportasi tersebut adalah kapal ‘Medan Jaya’ berjenis oskadon.

“Sedangkan tersangka yang berhasil ditangkap berjumlah empat orang,” ujarnya.

Safuadi meyebutkan, empat tersangka terdiri dari satu orang pengendali komunikasi dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) berinisial A, K, P dan M. Identitas empat tersangka masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Kejati Aceh Periksa 10 Orang Diduga Korupsi Peremajaan Sawit Rp684 Miliar

“Di radar kapal BC 30001 terlihat sebuah kapal nelayan sedang menuju ke daratan Idi Rayeuk. Seketika pada saat itu dilakukan pengejaran terhadap kapal berjenis oskadon,” ucapnya.

Selama proses pengejaran, Safuadi menjelaskan, tersangka terlihat sedang membuang barang dari kapal, namun tidak terlihat karena gelap. Kemudian dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku telah membuang barang tersebut ke laut.

“Barang yang telah dibuang ke laut pada saat pengejaran berlangsung sebelum dilakukan penghentian adalah dua buah karung yang diduga berisi methamphetamine beserta alat komunikasi berupa telepon genggam,” ungkapnya.

Kemudian, Tim laut dengan kapal BC 30001 berhasil menemukan barang-barang yang diduga methamphetamine yang diakui oleh ABK kapal oskadon sebagai barang yang dibuang ke laut pada saat pengejaran berlangsung.

“Terhadap barang bukti dan tersangka telah dibawa ke BNN RI di Jakarta untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Adapun perbuatan para tersangka diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati sesuai UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” jelasnya.[medcom]

Walhi: Pengawasan Lingkungan Hidup di Aceh Masih Lemah

0
Polisi melewati tumpukan kayu diduga hasil penebangan ilegal di kawasan Gunung Seulawah, Gampong Lamteuba, Aceh Besar, Sabtu (26/9/2020). Antara Aceh/M Haris SA

Nukilan.id – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyatakan pengawasan lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh masih lemah, bahkan terkesan mandul.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh Muhammad Nur, mengatakan lemahnya pengawasan tersebut menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan hidup terus saja terjadi.

“Pengawasan ini merupakan tugas dan tanggung jawab Pemerintah Aceh melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK). Lemahnya pengawasan ini juga menyebabkan lemahnya penegakan hukum lingkungan,” kata Muhammad Nur di Banda Aceh, Kamis (22/4/2021).

Muhammad Nur mengatakan beberapa indikator lemahnya pengawasan tersebut seperti menjamurnya praktik penambangan emas ilegal yang tersebar di sejumlah kabupaten dengan luas mencapai 2.226 hektare.

Baca juga: WALHI: Perlu Verifikasi Latar Belakang Burung Langka di Rumdis Wagub Aceh

Kemudian, kerusakan hutan yang tidak terkontrol, sehingga menyebabkan bencana ekologi dan konflik satwa. Bencana ekologi tersebut menyebabkan kerugian bagi masyarakat, seperti banjir bandang, tanah longsor, dan lainnya.

Oleh karena itu, mendesak Gubernur Aceh mengevaluasi menyeluruh terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia,” kata Muhammad Nur.

Menurut Muhammad Nur, kondisi lingkungan Aceh tidak baik-baik saja. Di sejumlah daerah daerah terus terjadi permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan. Semua persoalan itu menyebabkan kerugian yang tidak sedikit dialami masyarakat.

“Momentum hari bumi ini harus menjadi awal melaksanakan pencegahan serta penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan secara maksimal di Provinsi Aceh,” kata Muhammad Nur.[antara]

Peringati Hari Bumi, PPL Ajak Masyarakat Partisipasi Jaga Lingkungan

0
Foto. KalderaNews

Nukilan.id – Memperingati Hari Bumi yang jatuh pada hari ini, Kamis (22/4/2021Z), komunitas Perempuan Peduli Leuser (PPL) meluncurkan kampanye “Aksi Kecil Orang Kecil”, yaitu mengajak setiap orang untuk berpartisipasi pada usaha-usaha menjaga lingkungan hidup dan mengurangi beban lingkungan.

“Kita perlu lakukan aksi-aksi kecil berkelanjutan,” kata Ayu ‘ulya, Koordinator PPL, Kamis (22/4/2021). 

Baca juga: MpU Uteun Tanam Jambu Biji untuk Makanan Monyet di Kaki Gunung Burni Telong

Dalam posting sosial medianya, PPL mengajak masyarakat untuk membawa tas sendiri saat belanja, membawa botol air sendiri, juga menolak menggunakan sedotan plastik. Hal lain yang dapat dilakukan setiap orang, selama masa pandemi ini, adalah memotong tali masker sekali pakai, sebelum membuangnya.

“Manusia  punya minimal 2 rumah yang ditempati untuk bertahan hidup, yaitu tubuhnya sendiri dan bumi. Keduanya tidak akan bisa terganti,” kata Ayu.

Selain itu, Ayu juga mengatakan, “Aksi Kecil Orang Kecil” tersebut, mengajak setiap orang untuk semampunya mengerjakan usaha perlindungan Bumi.

Baca juga: Ihan Nurdin: Perempuan Harus Incar Posisi Pengambil Keputusan di Media

“Walau nampak remeh, namun bila secara kontinyu dilakukan oleh 270 juta jiwa manusia Indonesia, dampaknya tentu akan sangat signifikan,” lanjutnya.

Untuk tahap awal, sebut Ayu, penduduk Banda Aceh yang dikenal sangat akrab dengan kafe sebagai bagian dari gaya hidup, dapat mulai menolak penggunaan sedotan plastik dan gelas plastik sekali pakai.

Rakyat Aceh yang umumnya sangat akrab dengan pohon pinang, kata Ayu, dapat mulai menjajaki pembuatan kemasan dari selodang pinang sebagai pengganti kemasan styrofoam. Kemasan ini banyak digunakan di kafe-kafe.

“Padahal styrofoam yang merupakan produk turunan dari minyak bumi, selain buruk bagi lingkungan hidup, juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia,” jelasnya.

Baca juga: AJI: Jurnalis Harus Punya Wawasan Gender

Ayu mengajak agar setiap orang menghormati dan menjaga bumi seperti menjaga dirinya sendiri, dimulai dari hal-hal yang akrab dalam budaya hidup sehari-hari.

“Sebab Bumi kita ini hanya satu, bila sudah rusak, maka takkan ada gantinya. Walau konon SpaceX Elon Musk sudah siap menjajaki planet Mars, tetap saja, bumi adalah rumah kita sesungguhnya. Sama seperti jika kita ditawarkan organ tubuh baru, karena organ tubuh sebelumnya rusak, tetap saja hasilnya akan berbeda,” pungkas Ayu mengakhiri percakapan.

Reporter: Dian Gucci

Es Timun Serut, Minuman Khas Aceh Cocok Buat Berbuka Puasa

0
Foto. topwisata

Nukilan.id – Berbagai kuliner khas berbuka puasa tentunya hampir dimiliki semua daerah di seluruh Indonesia. Untuk menentukan menu berbuka, kebanyakan masyarakat memilih minuman yang menyegarkan dan dapat melepas dahaga, sekaligus mudah dibuat dan disajikan.

Jika kamu salah satu pecinta kuliner khas dari berbagai daerah, minuman yang satu ini cocok kamu buat untuk melengkapi menu berbuka puasa bersama keluarga. Adalah es timun serut, merupakan minuman khas asal Aceh, sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan yang tentunya mudah ditemukan.

Es timun serut khas kota Serambi Mekah ini memberikan sensasi rasa yang tidak terlalu manis, asam dan sudah barang tentu menyegarkan dengan tambahan nata de coco dan biji selasih. Di kota asalnya es timun serut ini biasa dicampurkan dengan sirup khas spice, namun sirup tersebut dapat digantikan dengan air gula atau sirup jenis lainnya.

Lantas bagaimana cara membuatnya? Yuk simak resep berikut ini.

Bahan-bahan:

2 buah timun ukuran sedang
2 sdm madu
2 sdm nata de coco
2 sdm selasih
sirup secukupnya
500 ml air putih
Es batu secukupnya
Cara membuat:

Cuci bersih timun, belah menjadi dua lalu buang biji yang ada didalamnya kemudian serut timun tersebut menggunakan sendok atau alat penyerut lainnya, sisihkan ke dalam wadah. Masukkan nata de coco dan selasih yang sudah direndam air hangat selama 5 menit sebelumnya ke dalam wadah tersebut.

Selanjutnya, siapkan gelas lalu masukkan bahan-bahan dalam wadah tadi, tambahkan madu, sirup, air putih dan es batu sesuai selera. Es timun serut siap disajikan untuk menu berbuka kamu bersama keluarga.[pangansariagri]

Gubernur Jatim Minta AMSI Bersinergi dengan KEK Singhasari

0
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri dan menyaksikan pelantikan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur periode 2020-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (21/4/2021). Foto: Ist.

Nukilan.id – Komitmen kuat peningkatkan profesionalisme media siber serta membangun ekosistem media digital yang mengedepankan jurnalisme berkualitas di tingkat wilayah maupun nasional, ditunjukkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan menghadiri dan menyaksikan pelantikan Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur periode 2020-2023 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (21/4/2021).

Selain Gubernur Khofifah, pelantikan yang dilakukan secara daring dan luring tersebut dihadiri pula secara virtual oleh Ketua AMSI Pusat Wenseslaus Manggut. Gubernur Khofifah didampingi oleh Plh Sekda Jatim Heru Tjahyono dan jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah Jatim. Hadir pula perwakilan Forkopimda dari Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya.

Pelantikan organisasi perusahaan-perusahan media siber ini, dihadiri pula oleh para pimpinan organisasi pers Jawa Timur. Ketua PWI Jatim Ainurrohim, Ketua SPS Jatim Sukoto dan Ketua SMSI Jatim Samiadji Makin Rahmat, turut menghadiri pelantikan pengurus AMSI Jatim.

Prosesi pelantikan pengurus AMSI Jatim dipimpin langsung oleh Dwi Eko Lokononto, pendiri AMSI sekaligus anggota Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI Pusat. Sedangkan pembacaan SK Pengurus AMSI Jatim periode 2020-2023 disampaikan oleh Yatimul Ainun, Ketua Departemen Organisasi dan Keanggotaan AMSI Pusat.

Baca juga: Luhut dan Sandiaga Kawal Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Sesuai dengan Surat Keputusan nomor 23 tahun 2020, tentang penetapan susunan pengurus AMSI Jatim periode 2020-2023, sebanyak 42 pengurus AMSI Jatim telah dilantik dan dikukuhkan.

Beberapa di antaranya ialah Arief Rahman dari Lensaindonesia.com sebagai Ketua AMSI Jatim, Saptini Darmaningrum dari Beritajatim.com yang menjabat sebagai Sekretaris AMSI Jatim. Adapun Wakil Ketua I dijabat Tri Mulyono (Surya.co.id) dan Wakil Ketua II Kiagus Firdaus dari Timesindonesia.co.id.

Selain itu organ Majelis Etik AMSI Jatim dipegang oleh Errol Jonathans yang berasal dari Suarasurabaya.net, Mohammad Anis dari media Ngopibareng.id serta Febby Mahendra Putra. pimpinan media Tribunnews.com.

Sementara itu untuk jabatan Badan Pertimbangan dan Pengawas Organisasi AMSI Jatim, diisi oleh Budi Hartadi dari Detik.com, Agnes Swetta Pandia dari Kompas.id dan Sefdin Syaifuddin dari Kabarbisnis.com.

Literasi Digital

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan, AMSI memiliki peran penting untuk membangun literasi digital, penangkal hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah persatuan dan persaudaraan.

Baca juga: Kejati Aceh Periksa 10 Orang Diduga Korupsi Peremajaan Sawit Rp684 Miliar

Mantan Menteri Sosial RI itu mengamini, statemen Ketua Umum AMSI Wens Manggut yang menekankan peran AMSI sebagai penyaringan sampah digital. Ini justru menjadi bagian peranan AMSI yang sangat penting, untuk berkontribusi dalam pembangunan konten digital yang sehat. Bagi Khofifah, tanpa filterisasi konten berakibat pada perpecahbelahan bangsa.

“Ada sesuatu yang menurut saya suasana yang sangat dibutuhkan ialah kehausan terhadap informasi yang sehat, dan ada kehausan konten sehat,” ujar Khofifah.

Gubernur perempuan Jatim pertama ini juga menyampaikan, jika AMSI merupakan partner strategis untuk membangun bangsa yang kuat dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Khofifah menambahkan, kolaborasi dan sinergi ini menjadi kunci utama dalam membangun perubahan yang signifikan.

“Hal-hal seperti ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama. Komunikasi dan harmonisasi partnership akan menjadi kunci membangun negeri dan provinsi tercinta Jawa Timur ini,” imbuh Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menjelaskan, jika saat ini Pemprov Jatim tengah menggenjot digitalisasi di sektor ekonomi kreatif, tepatnya Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) Singhasari, Malang yang saat ini operasionalnya sudah mulai berjalan.

“Rasanya tahun 2023 sudah bisa. Silicon Valley Jatim ada di KEK Singhasari. Produk yang disiapkan strategis dan efektif untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah.

Baca juga: Gelar Aksi di DPRA, GEMPA Tuntut Pemkab Aceh Tenggara Konsisten Berantas Tuak

“Saat ini animator yang disiapkan di sana sangat strategis, dan format ini kami komunikasikan dengan Kemkominfo. Proses penguatan digital IT menjadi sangat penting, maka saya instruksikan untuk menyiapkan tim yang bertugas untuk mengidentifikasi dalam pemberian digital talent scholarship,” tandas Khofifah.

Lebih lanjut dirinya juga menjelaskan, jika tahun ini Pemprov Jatim akan membagikan sebanyak 100 ribu kuota beasiswa di bidang digital talent. Sementara untuk tahun depan, Kemenkominfo bersama Pemprov Jatim akan menyiapkan 2,5 juta kuota beasiswa di bidang industri digital.

“Tahun Ini 100.000 yang dapat scholarship. Tahun depan 2,5 juta. Digital talent scholarship untuk AMSI kebutuhannya sangat besar. Bisa masuk ke action plan dan membantu program kerja AMSI serta membangun sinergitas dengan semua stakeholder ekosistem digital,” ujar Khofifah.

Usai pelantikan, Gubernur Jawa Timur bahkan menyampaikan agar AMSI segera mengagendakan Rapar Kerja untuk membuat action plan kerja sama dengan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari. Kerja sama ini sangat strategis mengingat KEK tersebut fokus pada pengembangan ekosistem digital dan ekonomi kreatif.

Konsep KEK Singhasari memang dititikberatkan pada pengembangan platform economic digital. KEK Singhasari diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.11,92T dan dapat menyerap 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030.

”Saya kira ini sangat pas dengan peran AMSI. Segera nanti diagendakan pertemuan dengan pengelola KEK Pak David,” kata Gubernur Khofifah.

Ekonomi Jatim Bangkit

Masih dalam acara Pelantikan Pengurus AMSI Jatim Periode 2020-2023, di depan para pimpinan media, Gubernur Khofifah menyatakan sangat bersyukur ada sinyal kuat pemulihan ekonomi Jawa Timur. Hal ini ditandai kinerja ekspor yang terus bergerak positif sejak awal tahun 2021.

“Selama tahun 2020 kinerja ekspor Jatim terkontraksi, namun alhamdulillah, perlahan tapi pasti kinerja ekspor Jatim kembali membaik dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tentunya ini berita menggembirakan yang patut kita syukuri,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Khofifah memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, kinerja ekspor Jatim pada bulan Februari 2021 meningkat 11,05 % dibandingkan dengan bulan Januari di tahun yang sama. Dari sebelumnya yang hanya senilai 1,53 Miliar Dollar AS menjadi 1,70 Miliar Dollar AS.

Tidak berhenti di situ, di Bulan Maret 2021 nilai ekspor Jatim kembali naik sebesar 17,94 % atau mencapai 2 Milliar Dollar AS dibandingkan dengan Bulan Februari. Peningkatan tersebut, kata dia, didukung oleh kinerja ekspor nonmigas Jatim dengan kontribusi sebesar 91,83% dari total ekspor Bulan Maret.
“Nilai ekspor nonmigas Jatim di Bulan Maret 2021 meningkat sebesar 22,45% dibandingkan bulan Februari yaitu dari 1,52 Miliar Dollar AS menjadi 1,84 Miliar Dollar AS,” terangnya.

Adapun komoditas unggulan ekspor Jatim yang meningkat diantaranya, tembaga, sisa dan skrap dari logam mulia lainnya, kayu, paduan fero, feronikel, udang serta udang besar tidak dalam kemasan kedap udara. Komoditas tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda menjadi salah satu primadona ekspor yang menyumbang sebesar 6,54% dari total ekspor Jatim pada Maret 2021.

“Sebagian besar komoditas ini diekspor ke Malaysia. Sedangkan sisa dan skrap logam mulia lainnya menjadi komoditas yang sangat diminati oleh Jepang dengan nilai ekspor mencapai 88,84 Dollar AS,” imbuhnya.

Kebangkitaan ekonomi Jatim, lanjut Khofifah juga ditandai dengan terus bergeraknya aktivitas industri. Pada Bulan Maret 2021, ekspor Jatim didominasi oleh produk dari sektor industri dengan peranan sebesar 83,86 % dari total ekspor. Disusul dengan pertanian yang mencapai 7,91 % serta pertambangan dan lainnya sebesar 0,16 %.

Menurut Khofifah, kembali pulihnya kinerja ekspor Jatim menjadi bukti strategi yang diterapkan Pemprov Jatim berhasil. Tidak hanya sebatas melakukan identifikasi komoditas potensial, tapi Pemprov Jatim juga memberikan berbagai stimulus kepada pelaku usaha baik di sektor industri maupun perdagangan melalui pendampingan, bantuan permodalan, pelatihan, dan sosialisasi.

Dalam agenda AMSI Jawa Timur di Grahadi ini, gubernur juga mengatakan pandemi Covid-19 telah menggeser pola konsumsi masyarakat global. Komoditas pangan dan produk kesehatan, menjadi komoditas yang diprediksi akan mengalami peningkatan ekspor kedepannya. Terbukti, ditahun 2020 lalu industri kimia, farmasi, dan obat tradisonal tumbuh positif sebesar 21,71 % disusul industri makanan minuman yang tumbuh sebesar 3,82 %.[]

Penuhi Target Indeks Reformasi Birokrasi, Hudori Minta Satuan Kerja Evaluasi Langkah Strategis

0
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Hudori. foto: Ist.

Nukilan.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Muhammad Hudori meminta satuan kerja mengevaluasi dan mengkonstruksi ulang langkah-langkah strategis, untuk memenuhi target Indeks Reformasi Birokrasi.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Internalisasi Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kemendagri Tahun 2021, di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

“Pelaksanaan Tim Reformasi Birokrasi Kemendagri dan Tim Pelaksana Satuan Kerja harus mengevaluasi kembali dan mengkonstruksi ulang langkah-langkah strategis yang belum tercapai untuk berkontribusi secara optimal, untuk memenuhi target indeks reformasi birokrasi, sebagaimana tadi yang tertuang dalam Renstra Kemendagri Tahun 2020, dan harapannya mudah-mudahan ini bisa dicapai,” kata Hudori dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id.

Baca juga: Kemendagri: Kualitas Pelayanan Publik Harus Dirasakan Masyarakat

Dalam rencana strategis atau renstra Kemendagri tahun 2020-2024, kata Hudori, Kemendagri menargetkan angka 87 dengan kategori A pada tahun 2021, yang berkontribusi pada tunjangan kinerja sebesar 100%. Sedangkan untuk tahun 2020, ditargetkan mampu meraih angka 85. Pencapaian tersebut, disadarinya tidaklah mudah. Namun, ia berharap indeks reformasi birokrasi Kemendagri kian mengalami peningkatan.

“Saat ini belum ditetapkan hasilnya oleh KemenPAN-RB, dan kami juga masih menunggu, mudah-mudahan, harapan saya, minimal sama atau paling bagus ada peningkatan, yang saya inginkan jangan turun,” tandasnya.

Hudori mengatakan, pelaksanaan reformasi birokrasi, tidak hanya dalam rangka mendapatkan indeks reformasi birokrasi yang telah ditetapkan di dalam renstra. Namun yang tak kalah penting adalah pencapaian bukti pelaksanaan reformasi birokrasi secara baik melalui penetapan unit kerja, yaitu melakukan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Tahun 2020 Kemendagri mendapatkan 3 unit kerja untuk WBK dan WBBM, pertama ada di 2 unit kerja di Dukcapil, dan 1 di Ditjen Adwil. Nah ke depan, khusus untuk Kemendagri, kita menetapkan di 72 unit kerja, makanya saya berharap kepada 72 unit nanti harus betul-betul, mempersiapkan dengan baik, terutama untuk mempersiapkan zona integritas tadi,” tandasnya.

Baca juga: RKPD Jambi 2022, Kemendagri Minta Pedomani Target Makro

Oleh karenanya, dalam Rapat Internalisasi Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kemendagri Tahun 2021, diharapkan menjadi rapat intermediasi birokrasi Kemendagri tahun 2021, yang dianggapnya sebagai pijakan awal untuk mewujudkan target Indeks Reformasi Birokrasi sebagaimana telah ditetapkan dalam Renstra Kemendagri.

Adapun tujuan dari rapat tersebut adalah; Pertama, membangun komitmen bersama seluruh Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2021 untuk melaksanakan program mikro reformasi birokrasi yang tertuang dalam roadmap dan rencana kerja pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri, baik pada level kementerian dan level satuan kerja.

kemudian, Kedua, merupakan tindak lanjut hasil rekomendasi Tim Evaluasi Reformasi Birokrasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk perbaikan peningkatan indeks reformasi birokrasi tahun 2021, sesuai target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Dalam Negeri Tahun 2020 – 2024. Ketiga, membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di 7 Unit Kerja di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri. [Puspen Kemendagri]

Gelar Aksi di DPRA, GEMPA Tuntut Pemkab Aceh Tenggara Konsisten Berantas Tuak

0

Nukilan.id – Gerakan Pemuda Peduli Agara (GEMPA) menggelar aksi menuntut pemerintah kabupaten Aceh Tenggara (Agara) untuk konsisten dalam memberantas minuman keras (miras) atau tuak.

Aksi tersebut digelar di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada hari ini, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Gelar Aksi, ABA Minta DPRA Realisasikan Hak Buruh

Koordinator lapangan, Aldi Mustafa Aziz mengatakan bahwa, miras (tuak) bukanlah solusi untuk membangkitkan ekonomi di Agara.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemkab Aceh Tenggara untuk konsisten dan tegas dalam memberantas miras (tuak) di Agara.

Baca juga: FSPMI Aceh Minta MK Batalkan UU Cipta Kerja

Selain itu, kata Aldi, pihaknya juga minta pemkab Agara untuk mengevaluasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH).

“Satpol PP dan WH jangan tidur, tuak sudah merajalela,” tegasnya dalam aksi.[MR]