Beranda blog Halaman 2221

Daun Peugaga Kuliner Tradisional Berbuka Puasa Semakin Langka di Aceh

0

Nukilan.id – Daun peugaga Kuliner Tradisional Khas Nanggroe Aceh Darussalam penganan Ala berbuka warisan nenek moyang di Serambi Mekkah semakin langka ditemui di Aceh.

Nenek Aisyah (70) pedangang penganan buka Puasa di Bulan Suci Ramdhan di Jalan T.H. Dausyah, Peunayong, satu-satunya di Banda Aceh bersedia meladeni awak media ia mengaku sebelumnya sempat beberapa menolak,

Pada kesempatan itu. disela-sela kesibukan Nenek Aisyah meladeni pelanggan pemberi sambal daun peugaga sejenis urab, menjelaskan. “Banyak pembeli daun peugaga makanan tradional khas ureng Aceh (makanan tradisional khas orang Aceh) yang hampir punah di Serambi Makkah Aceh karena tahu Khasiat dibalik rahasia daun peugaga dan segelintir orang yang faham apa khasiat-Nya, bukan asal beli.” Sebut kepada Media Sidaknews.com, Kamis (22/4/2021).

Disela sela kesibukan melayani pembeli, salah seorang IRT belum ditahui nama mengaku. “Saya sudah menjadi pelanggan nenek setiap hari saya membeli daun peugaga pesanan keluarga terutama pada sore hari menjelang berbuka puasa, daun peugaga nenek ini selain gurih juga berkasiat oleh karena-Nya hampir setiap hari saya beli. kata singat.

Aisyah kembali kisahkan berawal berjualan daun peugaga. “Pasca komplik mendera, asal usul saya padang Tiji, Kabupaten Pidie merasa tidak aman disama kami sekeluarga kegampong peulanggahan, Kutaraja, Banda Aceh, beberapa tuhun kemudian Aceh dilanda gempa dan Tsunami pada tahun 2004, Alhamdulillah kami selamat ada juga sanak saudara kami ramai korban pada saat itu ditengah pendapatan sangat susah.

Namun saya caba berusaha ala kadar berbekal pengalaman dari Nenek moyang pandai meracik daun peugaga saya berjualan, Alhamdulillah banyak penikmat, terutama orang-orang tuan berusia lanjut bahkan juga banyak tamu luar Aceh pada saat ini pasca pemulihan trauma Aceh Tsumani banyak pembeli dari luar Aceh karena pesaran dengan daun peugaga, (pegagan.red) kuliner tradisional Aceh ala buka puasa sehat penuh berkah, Kata Nenek usia senja ini.

Makanan siap saji ini tidak hanya daun peugaga saja, ada 44 tambahan daun dan rempah-rempah kita Cincang halus ala urab tentu-Nya menambah banyak kasiat bisa menyembuhkan beragam jenis penyakit menilimasir pembersihan racun dalam tubuh menetralkan kadar gula dalam pembuluh darah, bahkan bisa menyembuhkan 11 penyakit.

Untuk meracik daun peugaga siap saji tanpa harus masak ini tentu bukan hal yang mudah, butuh keahlian sendiri yakni saya ini sudah menjadi bagian turun-menurun puluhan tahun dari nenek moyang, untuk cincang saja butuh kesabaran bisa memakan waktu dua jam lebih dalam satu ikatan campuran, oleh kerena-Nya maka jarang orang bisa buat, karena bukan keahlian, termasuk anak saya yang jualan diujung sana belim bisa dibuat sendiri, tentu-Nya dangan yang dia jual juga bagian saya buat.” Terang Aisyah.

Terkait bahan baku. “Saya beli dari masyarakat yang sudah terbiasa tahu dimana dia cari dimana, kalau dikampung biasanya di pematang sawah, kebun yang tandus dan mongering, adapun harga perikat yang saya Rp 5000.

Dengan kesulitan maka maka sekarang ini sudah langka adanya pedangan daun peugaga di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), bahkan sekarang ini silit sdah kita temui, selain sulit juga karena tidak mudah meracik bahan apa saja yang harsu kita campur selum kita cincang,

apa lagi dizaman sekarang ini lebih mau beli makan biasa-biasa saja untuk buka puasa, namun bagi tahu maka lebih memilih makanan yang bermanfaat untuk kesehatan.” Terangnya Nenek Aisyah disela kesibukan, turut dibantu salah seorang pemuda melayani pelanggan.[]

Rekor Dunia! India Catat 332.730 Kasus Covid-19 Sehari

0
ilustrasi: covid-19

Nukilan.id – India mencetak rekor dunia untuk jumlah kasus harian virus Corona (COVID-19) tertinggi selama dua hari berturut-turut. Lebih dari 332 ribu kasus Corona tercatat di negara ini dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (23/4/2021), data terbaru Kementerian Kesehatan India menunjukkan 332.730 kasus Corona tercatat dalam sehari terakhir.

Angka ini menggeser rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Kamis (22/4) waktu setempat, dengan 314.835 kasus Corona dalam sehari. Ini berarti selama dua hari berturut-turut, India mencetak rekor tertinggi untuk jumlah kasus harian Corona.

Baca juga: Varian Corona B117 Belum Terdeteksi di Aceh

Angka itu juga mengalahkan rekor dunia yang dicetak Amerika Serikat (AS) pada awal Januari lalu, saat melaporkan nyaris 300 ribu kasus Corona dalam sehari.

Data Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan rekor baru untuk tambahan kematian dalam sehari. Sedikitnya 2.263 kematian tercatat dalam 24 jam terakhir.

Dengan lonjakan itu, menurut data Johns Hopkins University (JHU), India sejauh ini melaporkan total 16.263.695 kasus Corona dengan total 186.920 kematian.

India berada di bawah AS dalam daftar negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia. Total kasus Corona di AS, menurut John Hopkins University (JHU), kini mencapai 31,9 juta kasus.

Situasi pandemi di India semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir saat gelombang kedua Corona menerjang. Banyak rumah sakit setempat melaporkan kekurangan tempat tidur untuk pasien, kekurangan pasokan oksigen, dan obat-obatan.

Baca juga: Fakta Varian Corona Baru Rusia B.1.1.317: Lebih Menular

Situasi ini diduga disebabkan oleh varian Corona yang disebut ‘mutan ganda’ dan adanya acara-acara superspreader — mulai dari kampanye politik hingga festival keagamaan — yang dihadiri banyak orang di tengah pandemi.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, tak memungkiri gelombang kedua Corona yang melanda negara itu seperti ‘badai’.

“Situasi terkendali hingga beberapa minggu yang lalu, dan kemudian gelombang kedua (virus Corona) datang seperti badai,” kata Modi. [riaugreen]

Gelar Live Musik Saat Ramadhan, Kafe di Banda Aceh Disegel Satpol PP dan WH

0

Nukilan.id – Sebuah kafe di kawasan Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, disegel petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Penyegelan dilakukan karena pengelola kafe nekat menggelar konser musik dan berjoget ria di malam bulan suci Ramadhan

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko mengatakan, sebelumnya video konser yang melanggar Syariat Islam dan protokol kesehatan berdurasi satu menit ini pun viral di jejaring media sosial. Buntut dari aksi konser musik serta pelanggaran protokol kesehatan tersebut, petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh langsung menyegel kafe.

Baca juga: Makan Siang di Bulan Puasa, 4 Pegawai Bank Ditangkap WH Aceh Tamiang

“Kejadiaan tadi malam (Selasa). Penyegelan dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Heru, Rabu (21/4/2021).
 
Dia menambahkan, sebelumnya pihaknya juga telah memberikan peringatan terhadap pemilik kafe terkait protokol kesehatan. Sayang, peringatan tersebut tak diindahkan.

Selain melakukan penyegelan, petugas turut juga membawa pemilik dan pekerja kafe ke kantor Satpol PP dan WH untuk di mintai keterangan lebih lanjut.[iNews]

Penuhi Kebutuhan Ramadhan, Baitul Mal Sabang Salurkan Zakat Senif untuk 5.494 KK

0

Nukilan.id – Pemerintah Kota Sabang melalui Baitul Mal akan menyalurkan zakat senif fakir miskin bagi 5.494 kepala keluarga (KK) di Sabang guna membantu memenuhi kebutuhan mereka selama Ramadhan 1442 hijriah.

Senif pengertiannya adalah kelompok yang berhak menerima zakat.

“Selama masa pandemi COVID-19, jumlah fakir miskin di Kota Sabang mengalami peningkatan, baik di Kecamatan Sukajaya maupun Kecamatan Sukakarya,” kata Kepala Baitul Mal Kota Sabang Zulhilmi, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan total fakir miskin penerima zakat senif di Sabang sebanyak 5.494 KK, di antaranya sebanyak 632 KK fakir dan 2295 KK miskin di Kecamatan Sukakarya dan 607 KK fakir dan 1996 KK miskin di Sukajaya.

“Namun, pemberiannya juga kita lihat tanggungan masing-masing kepala keluarga berapa orang,” kata Zulhilmi.

Selanjutnya, dia menyebutkan, penerima zakat senif fakir di Sukakarya sebanyak 632 KK dengan tanggungan 808 jiwa, sedangkan di Sukajaya sebanyak 607 KK dengan tanggungan 749 jiwa.

Sementara penerima zakat senif miskin di Sukakarya sebanyak 2.259 KK dengan tanggungan 5.459 jiwa, untuk Sukajaya mencapai 1.996 KK dengan tanggungan 5.459 jiwa.

Ia mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap calon penerima zakat melalui aparatur gampong atau desa masing-masing, guna menghindari terjadinya salah sasaran dalam penyaluran zakat.

“Proses pendataan juga telah kita rampungkan, sejauh ini sudah 98 persen. Data yang kami terima ini adalah yang diberikan langsung oleh keuchik (kepala desa) yang lebih mengetahui keadaan masyarakat di gampongnya masing-masing,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang telah masuk masa wajib zakat, untuk dapat membayarkan zakatnya melalui Baitul Mal Kota Sabang.

“Hal ini dimaksudkan untuk meringankan beban saudara sesama muslim yang kurang mampu di Kota Sabang,” demikian Zulhilmi.[antara]

Diam-Diam, Keuchik dan Camat Diduga Teken Surat Izin Operasi AS-11 PT Medco

0

Nukilan.id – Padahal sebelumnya PT. Medco E&P Malaka di lokasi AS-11, sudah sepakat tidak menjalankan aktivitas apapun sebelum menyelesaikan tuntutan warga sebanyak 7 point, ungkap sejumlah warga Panton Rayeuk T.

Seperti berita sebelumnya Puluhan  warga harus dirawat di rumah sakit dan ratusan jiwa harus diungsikan akibat kegiatan flaring, 

Seperti yang diungkapkan Munir salah seorang warga di sana, pada Rabu malam (21/4/2021), Camat dan Keuchik beserta beberapa tokoh masyarakat diundang oleh pejabat  PT. Medco E&P Malaka untuk acara buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Idi Rayeuk.

Anehnya lagi, beberapa orang yang terlibat dalam proses mediasi tidak dilibatkan lagi, hal ini telah menimbulkan tanda tanya besar, ada apa gerangan dengan Camat dan keuchik, papar Munir.

Kenyataan ini warga sangat menyesalkan bila dalam pertemuan tersebut Camat dan Keuchik telah mengambil sikap secara sepihak, mengingat persoalan warga dengan PT. Medco belum selesai.

“Sebenarnya ada beberapa point lagi yang belum direalisasikan, jika terjadi masalah dikemudian hari, maka Camat dan keuchik harus bertanggung jawab,” ujar Munir.

Lebih Lanjut, Munir mengatakan ketika adanya proses mediasi kemarin nya, Camat tidak mau mencantumkan namanya sebagai saksi didalam surat pernyataan/ kesepakatan antara warga dan PT. Medco.

“Padahal sebelumnya Camat tidak mau terlibat langsung dalam proses mediasi bahkan tidak bersedia menaruh posisi Camat sebagai saksi dalam surat kesepakatan tersebut, tapi sekarang Camat yang di depan,”  tuding Munir.

Keuchik Panton Rayeuk T Samsul Bahri saat dikonfirmasi media ini Kamis (22/04/21) terkait kehadirannya pada acara buka puasa yang digelar oleh PT.Medco mengatakan bahwa itu cuma acara buka puasa bersama, 

“Saya hadir kesitu hanya sebentar, setelah bersalaman saya langsung pulang karena orang tua saya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit,,” jelas Samsul Bahri.

Selanjutnya kata Samsul Bahri , terkait surat pernyataan mengizinkan kembali beroperasi PT.Medco di lokasi AS-11 bahwa ia tidak menandatanganinya, ujar Keuchik 

“Saya tidak menanda tangani surat pernyataan beroperasinya kembali PT.Medco di Lokasi AS-11, hanya tanda tangan biaya santunan yang diberikan kepada seluruh undangan yang datang,” terangnya.

Sementara Camat Banda Alam Mulyadi, saat dihubungi handphone nya tidak aktif, dan belum ada konfirmasi sampai berita ini diturunkan.[lentera24]

Renungan Ramadhan, Memaknai Tujuan Puasa

0

Nukilan.id – Orang yang berpuasa harus mampu menghindari perbuatan perbuatan yang tidak baik, seperti menyebarkan hoax, memprovokasi, adu domba dan sebagainya.

Secara otomatis puasa menjadi benteng bagi diri manusia itu. Kalau dia merasa dirinya sebagai orang yang bertakwa maka selama 24 jam dia merasa diawasi oleh Allah, baik ucapannya, perbuatan dan semuanya.

Secara bahasa, berpuasa (shiyam) berarti menahan (imsak). Puasa tidak hanya mengajarkan menahan, tetapi puasa adalah perisai atau benteng dari perbuatan yang membatalkan dan perbuatan buruk lainnya.

Presiden Lajnah Tanfidziyah (LT) Syarikat Islam Indonesia (SII), KH Muflich Chalif Ibrahim mengatakan sebagai orang yang beriman, tentunya akan mengerti betul maksud dan tujuan dari pada puasa itu, ‘La’allakum Tattaquun’.

Insya Allah, kata dia, orang tersebut akan terhindar daripada perbuatan-perbuatan yang tidak dikehendaki Allah, baik itu yang diharamkan, dilarang dan sebagainya.

“Intinya umat sebagai orang beriman harus tahu yang menjadi tujuan puasa Ramadhan ini. Karena arasy filosofinya solidaritas sosial demi mewujudkan keadilan sosial, yakni ada pada takwa atau ketakwaan itu,” tutur KH Muflich Chalif Ibrahim di Jakarta, dikutip Jumat (23/4/2021).

Muflich menjelaskan, sesungguhnya tujuan berpuasa adalah takwa dengan bersungguh-sungguh berpuasa dengan penuh kesungguhan, keimanan dan memohon keridhaan Allah SWT.

Dengan memahami hal tersebut, kata dia, tidak ada yang bisa dia sembunyikan luput dari pada pantauan Allah SWT. Karena menurut dia, setiap saat akan selalu merasa diawasi, selalu merasa dipantau, dan itu semuanya harus dipertanggungjawabkan kelak di kemudian hari.

”Puasa adalah instrumen untuk membentengi manusia itu. Karena, Rasul Muhammad SAW sudah jelas mengatakan ‘shaum junnah’ yakni perisai, benteng pelindung puasa dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik dan agar diajuhkan dari api neraka. Jadi pengawasannya itu melekat dengan melakukan puasa itu,” tutur Muflich.

Dia juga menjelaskan Islam sebagai kekuatan spiritualitas menekankan untuk senantiasa peduli dan memihak terhadap yang lemah. Oleh karena itu menurutnya relasi puasa itu juga terkait dengan misalnya zakat yang harus dibayarkan sebelum puasa usai, himbauan kesediaan untuk membantu, memperbanyak infaq, shodaqoh, hibah, distribusi kekayaan dari kaya ke miskin.

“Yang mana semua itu percepatannya demi keadilan sosial itu. Jadi substansi puasa itu kalau tidak dibarengi dengan komitmen sosial, tentunya puasa itu hampir tidak bermakna,” tukasnya.

Dalam memaknai puasa, dia mengatakan mesti muhasabah dengan untuk memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan janganlah puasa ini menjadi penahan lapar dan haus saja yang mana pada akhirnya tidak tercapai tujuan dari puasa itu.

“Kalau selama puasa itu dia tetap melakukan hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh Allah, seperti mengadu domba, ghibah, menyebar fitnah tentu akan tidak bermakna puasanya,” terangnya.

Muflich menambahkan, sinergisitas para ulama dan umara itu harus terus dilakukan dan terbangun sedemikian rupa. Ini agar apa yang menjadi kebijakan itu bisa merupakan kesepakatan ulama-umara.

Karena, menurut dia, ulama yang disegani dan memiliki pengaruh di masyarakatnya pun harus terus menyampaikan imbauan, mengingatkan terus umatnya mengenai pentingnya kita misalkan mengikuti protokol kesehatan dan menahan diri.

“Nah itu kalau pemerintahnya terus menyuarakan dan menyosialisasikan itu, umaranya bersama aparatnya semua, insya Allah masyarakat akan mengikuti. Masyarakatnya juga jangan bosan. Seperti salat, kita semua juga mesti selalu diingatkan dengan kumandang adzan setiap lima waktu. Jadi kita juga jangan bosan-bosan untuk mengingatkan masyarakat,” ucapnya. [okezone]

86 Persen Pelaku Korupsi dari Kalangan Berpendidikan Tinggi

0

Nukilan.id – Pendidikan antikorupsi penting ditekankan sejak dini. Bahkan, ada ribuan tindak pidana korupsi (tipikor) terungkap di Indonesia medio 2004-2020. Ironisnya, 86 persen pelaku justru dari kalangan berpendidikan tinggi.

Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS)  Sarwiji Suwandi mengatakan, korupsi akan berdampak di berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, maupun politik. Tindak korupsi dapat menghancurkan sistem ekonomi, tatanan masyarakat bahkan sistem demokrasi di Indonesia.

“Korupsi memberikan dampak buruk bagi negara seperti terjadinya ketimpangan sosial bagi masyarakat. Selain itu, dampak pidana dapat menurunkan tingkat kebahagiaan suatu negara,” terangnya, Kamis (22/4/2021).

Sarwiji mengatakan, sejak 2004 sampai 2020, setidaknya terjadi ribuan kasus korupsi di Indonesia. Didominasi oleh kasus penyuapan. Disusul kasus penyalahgunaan barang.

“Skor indeks persepsi korupsi Indonesia mencapai 37 poin. Semakin rendah perolehan skor indeks, maka semakin tinggi risiko korupsi yang terjadi,” ujarnya.

Berdasarkan skor tersebut, Indonesia berada di urutan 102 dari 180 negara yang terdaftar. Bahkan posisi tersebut menempatkan Indonesia di bawah negara tetangganya, yaitu Malaysia dan Singapura.

Hal tersebut harus menjadi perhatian bersama. Perguruan tinggi (PT) berupaya mencegah terjadinya korupsi melalui pendidikan antikorupsi pada mahasiswanya. Diharapkan pendidikan ini bisa menjadi upaya preventif pencegahan korupsi dikemudian hari.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Wardiana mengatakan, KPK telah melakukan tiga strategi pemberantasan korupsi. Yaitu, penindakan, pencegahan, dan edukasi serta kampanye.

“Penindakan dilakukan dengan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan eksekusi. Sementara pencegahan dilakukan dengan monitoring. Namun, di sisi lain, modus korupsi juga terus berubah tiap tahunnya,” terangnya.

Menilik hal itu, KPK memutuskan menyasar individu. Yakni dengan menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui edukasi dan kampanye di kalangan masyarakat. Sebab pemberantasan korupsi bukan hanya menjadi tugas KPK, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia.

“Apabila kita tidak berkontribusi, maka kita membiarkan sistem yang korup. Dan kami menaruh harapan pada mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam memberantas kasus korupsi di Indonesia. Mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar dan sangat banyak untuk menjadi calon pemimpin,” katanya.

KPK berharap supaya mahasiswa bisa menjadi agent of change. Pemberantasan korupsi bisa dimulai dari diri sendiri sebagai mahasiswa, misalnya dengan tidak menanamkan bibit perilaku korupsi. Bibit perilaku korupsi yang sering terjadi di kalangan mahasiswa di antaranya mencontek, titip absen, terlambat, plagiat dan lain sebagainya. Nilai antikorupsi juga diharapkan bisa ditanamkan mahasiswa pada masyarakat luas.

“Mahasiswa dapat menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui program pengabdian masyarakat melalui KKN, pembelajaran kreatif mengenai antikorupsi untuk masyarakat hingga pelaksanaan penelitian antikorupsi melalui karya tulis, artikel, dan FGD (focus group discussion),” ujarnya.[jawapos]

Kepala BNPB: Tahan Rindu dengan Orang di Kampung

0

Nukilan.id – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta masyarakat tidak melakukan mudik lebaran Idul Fitri tahun 2021. Hal itu sesuai dengan surat edaran yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.

“Marilah kita bersabar dan tahan kerinduan kita dengan orang di kampung halaman,” ujar Doni di Gedung Daerah Balai Serindit, Pekanbaru, Riau, Kamis (22/4).

Doni menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 saat ini membuat pemerintah melarang mudik. Sebab penyakit Covid-19, kata Doni, akan menimbulkan kematian.

“Tahan dulu sampai pandemi ini berakhir dari negara kita. Karena situasi ini sangat mengkhawatirkan kita, karena akan menimbulkan kematian,” kata Doni.

Menurut Doni, kerinduan terhadap saudara di kampung halaman tetap bisa disalurkan. BNPB bersama Pemda telah sepakat menyediakan layanan virtual untuk masyarakat.

Doni mengatakan, sudah ada dibahas soal kebijakan gubernur yang meminta kepada para bupati, wali kota sampai kepala desa menyiapkan fasilitas untuk silaturahmi secara virtual.

“Ini sudah saya bicarakan dengan gubernur untuk memfasilitasi silaturahmi virtual dan kalau ada daerah-daerah yang belum memiliki fasilitas 3G tau 4G mungkin bisa bicara dengan jaringan provider yang ada di daerah yang intinya difasilitasi,” ucapnya.

Selain itu, kata Doni, bisa juga lewat kepala desa, lewat tokoh-tokoh atau komunitas yang punya kepedulian yang tinggi untuk menyambung silaturahmi.

“Silaturahmi tetap dilakukan secara virtual tidak dengan fisik. Artinya apa mereka yang bekerja dan membantu menyambung silaturahmi ini tentu akan dicatat menjadi hal yang merupakan kebaikan,” jelasnya.

Doni menegaskan, di setiap daerah harus ada inovasi dan kreativitas semua pihak agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 karena. Sebab, kalau tidak diatasi maka akan terjadi penambahan pasien positif Covid-19.

“Mudah-mudahan lewat imbauan termasuk pelibatan tokoh-tokoh yang ada di daerah, tokoh agama, budayawan, tokoh adat, mengajak masyarakat untuk menahan diri. Semoga bisa bisa menyelamatkan lebih banyak warga negara kita,” pungkasnya.[merdeka]

Silaturahmi Kebangsaan AHY dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu

0

Nukilan.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat menerima silaturahmi Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu dan jajaran pengurus PKS di Kantor DPP Partai Demokrat, Wisma Proklamasi 41, Jakarta Pusat, Kamis (22/4) sore.

Silaturahmi diawali dengan pertemuan tertutup selama lebih kurang 1.5 jam, lalu dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah.

AHY mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden PKS dan jajaran. “Malam hari ini, baru saja kami melakukan silaturahmi kebangsaan. Dimulai dari tadi sore, sambil ngabuburit, kami isi dengan diskusi dan juga tentunya membangun nilai-nilai ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Presiden PKS yang terpilih pada bulan Oktober tahun 2020 yaitu Bapak Ahmad Syaikhu, dan kepengurusan yang baru.

“Selamat atas kepemimpinan dan semoga sukses memimpin PKS lima tahun mendatang,” kata AHY.

“Saya tadi juga senang mendapatkan dukungan dan ucapan selamat tentunya dari teman-teman PKS atas situasi yang telah dihadapi dan dilalui Partai Demokrat tiga bulan terakhir ini, yang akhirnya kami bisa mempertahankan kedaulatan, kehormatan, dan eksistensi Partai Demokrat ini,” lanjutnya.

Selain itu, AHY menyampaikan, tiga substansi utama yang dibicarakan dalam pertemuan Partai Demokrat dan PKS. Pertama, kata dia, terkait penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini, seperti diketahui, walaupun semakin banyak yang telah divaksin, angkanya sudah lebih dari 12 juta orang.

Tetapi, lanjut AHY, jika dihitung atau dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, kita masih harus bekerja keras.

“Sehingga kita berharap vaksinasi bisa dilakukan secara makin efektif, dan tentunya lebih membangun kesiapan masyarakat kita dalam menghadapi Covid-19,” terang AHY.

Kedua, sebutnya, tekanan atau resesi ekonomi yang menjadi dampak utama dari Covid-19 ini, yang juga harus kita sikapi secara bersama-sama, termasuk dampak langsung terhadap ekonomi rakyat. Banyak masyarakat kita yang harus kehilangan pekerjaan, penghasilan, dan akhirnya menambah jumlah kemiskinan dan ketimpangan di negeri ini.

“Kita sepakat bahwa dua isu utama hari ini tersebut harus menjadi perhatian, terutama dari PKS maupun Partai Demokrat. Dengan demikian, kami juga sepakat bahwa dalam segala diskusi berikutnya, kita bisa mengembangkan solusi-solusi terbaik,” ujar AHY.

Kendati kedua partai ini tidak berada dalam pemerintahan nasional, tambahnya, tetapi kami juga memiliki suara di parlemen. Kami juga memiliki cukup banyak kepala daerah di berbagai wilayah, yang bisa kami titipkan pesan-pesan dan bahkan instruksi yang baik untuk bisa dijalankan oleh seluruh kader di daerah.

Kemudian, kata AHY, pembahasan terakhir adalah mengenai masa depan demokrasi di Indonesia.

“Kita tahu, sejumlah lembaga internasional memotret demokrasi di Indonesia ini penuh dengan tantangannya tersendiri. Ada yang mengatakan kita saat ini berada di titik yang tidak baik. Bahkan dalam 14 tahun terakhir ini, demokrasi di Indonesia dianggap di angka yang paling bawah, dan ini semua menjadi tantangan buat kita. Mudah-mudahan suasana pandemi Covid-19 ini tidak kemudian serta-merta menutup ruang demokrasi yang sehat, dan kita berharap justru demokrasi bisa kita tegakkan karena ini juga menjadi pilar utama bagi keberlangsungan dan masa depan bangsa kita,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat hangat.

“Saya atas nama Partai Keadilan Sejahtera mengucapkan terima kasih atas segala penerimaan yang begitu hangat dan begitu cair, sehingga berbagai masalah-masalah yang tadi dibahas Alhamdulillah bisa mendapatkan kesepakatan,” ujar Ahmad Syaikhu.

“Saya perlu menambahkan, tadi dalam diskusi, yaitu terkait dengan perlunya juga penegakkan hukum, sehingga betul-betul hukum ini berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan berpihak kepada kekuasaan. Sehingga siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum, itu tentu harus mendapatkan perlakuan yang adil, sehingga masyarakat akan melihat bahwa dalam proses penegakkan hukum adil,” tambahnya.

Berikutnya, tambah Ahmad Syaikhu, kami juga sangat mengutuk keras terjadinya berbagai tindak-tindak radikalisme, terorisme, separatisme, dan sebagainya.

“Kiranya ini menjadi perhatian dari semua elemen anak bangsa Indonesia. Dan mudah-mudahan dengan seluruh komponen elemen anak bangsa ini bersatu, insya Allah berbagai tindak-tindak terorisme, radikalisme, separatisme, dan insya Allah akan bisa diredam dari bumi Indonesia yang kita cintai.

Saat menerima silaturrahmi tersebut, AHY didampingi oleh Sekjen Teuku Riefky Harsya, Bendahara Umum Renville Antonio, Ketua Fraksi DPR RI PD Edhie Baskoro Yudhoyono, Sekretaris FPD Marwan Cik Asan, Waketum Vera Febriyanti, Wasekjen Jovan Latuconsina dan Andi Timo Pangerang, Direktur Eksekutif Sigit Raditya, Kepala Bappilu Andi Arief, Kabakomstra Herzaky Mahendra Putra, Kabalitbang Tomy Satryatomo, serta Kepala Departemen Agama dan Sosial Munawar Fuad Noeh.

Sementara Presiden PKS didampingi, Sekjen Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Bendahara Mahfudz Abdurrahman, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Ketua BPKK Kurniasih Mufidayati, Ketua Bidang Ekku Anis Byarwati, Ketua Bidang Kepemudaan Gamal Albinsaid, Ketua Bidang Humas Ahmad Mabruri, Sekbid Polhukam Suhud Alynuddin, Wasekjen Moh Rozaq Asyhari, Wasekjen Ahmad Fathul Bari, Kepala Staf Presiden PKS Pipin Sopian, dan Wakil Kepala Staf Presiden Baidillah Barra.[]

Selamat Ulang Tahun, Bumi

0
Dian Guci (Foto: Dok. Pribadi Dian Guci)

*Dian Guci

Kamis, 22 April 2021, adalah Hari Bumi Internasional. Bertepatan dengan ulang tahun Kota Banda Aceh ke 817. Semakin tua planet kita, semakin tua kota kita.

Di Hari Bumi ini, ternyata masalah sampah plastik masih juga menjadi penyakit utama yang mengancam lingkungan hidup.

Catatan Yayasan Kehati dalam akun Instagramnya, diperkiran 13 juta ton plastik berakhir di laut setiap tahunnya. Dimana 80% sampah itu mencemari laut, mulai dari permukaan hingga sedimen laut dalam.

The Great Pacific Garbage Patch, yaitu sampah dari seluruh dunia yang berakhir terapung-apung di Samudera Pasifik sebelah Utara seperti pulau terkutuk, kini telah mencapai ukuran 1.6 juta km². Kalau dibayangkan bahwa sampah ini ditebar merata, maka banyaknya bisa menutup rapat negara Perancis, tiga kali.

Pandemi global yang sudah satu tahun melanda, menambah beban Bunda Bumi. Mengutip Kompas.com, Kementerian Kesehatan mencatat bahwa angka sampah medis sebesar 295 ton/hari, selama pandemi ini telah naik sebesar 30%. Belum lagi fakta bahwa masker medis yang dibuang orang tanpa melalui prosedur penghancuran, telah mencederai hewan liar secara langsung. Foto seekor itik liar berkalung masker telah menjadi viral di media sosial. Demikian juga foto anak makaka (monyet) ekor panjang yang sedang asyik mengunyah tali masker.

Di Indonesia, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta saja sudah memusnahkan lebih dari 1,5 juta ton limbah masker medis. Belum dihitung limbah gegara pandemi lainnya, yaitu botol plastik bekas hand sanitizer, masker kain yang dibuang karena sudah kendor, dan busa bekas cuci tangan dengan sabun cair, yang setiap hari terlimpah ke perairan di seluruh dunia.

Sebenarnya, apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi beban Bumi?

Terkait pandemi atau tidak, kita semua dapat berperan aktif menjaga Bumi. Lakukan hal-hal yang nampak kecil, namun bila dilaksanakan secara konsisten, dampaknya akan cukup terasa.

Dalam hal ini, perempuan sebagai pengambil kebijakan dan pendidik utama di rumah tangga, punya posisi vital dalam usaha penyelamatan Bunda Bumi. Pendidikan ramah lingkungan harus dimulai dari rumah. Seorang ibu yang membiasakan anaknya untuk membawa bekal air minum sendiri dari rumah, selain menyelamatkan anaknya dari kemungkinan kena diare, juga sudah berjasa mengurangi sampah minuman kemasan. Ibu yang membiasakan anaknya makan sayur, juga sudah berjasa menghemat energi yang harus dikeluarkan untuk menangkap ikan atau memelihara sapi.

Ada juga hal-hal terkait kodrat sebagai perempuan. Misalnya, alih-alih menggunakan pembalut haid sekali pakai, Anda bisa beralih pada pembalut “kuno” yang digunakan manek-manek kita dulu. Pembalut kain. Pembalut seperti ini dapat dicuci dan digunakan kembali, sehingga membantu mengurangi volume sampah yang sulit hancur. Pembalut kuno ini juga lebih sehat, karena tidak mengandung gel silika, yang dapat menyebabkan iritasi bahkan dapat menyebabkan mutasi pada sel tubuh.

Hal kecil lain yang dapat dilakukan adalah gaya hidup sustainable. Alih-alih menggunakan kertas tisyu, kita juga bisa menggalakkan kembali penggunaan saputangan. Sehelai kain sempit yang pernah jadi ikon hubungan romantis ini, jelas menghemat pohon yang harus ditebang setiap harinya demi membuat pulp kertas. Juga otomatis akan mengurangi volume sampah. Bila berbelanja, kita juga bisa kembali menggunakan kearifan Manek jaman dulu: membawa keranjang sendiri.

Bila duduk minum limun atau jus di kafe, kita dapat menolak menggunakan sedotan plastik. Bawa sendiri sedotan Anda. Walau nampak remeh, sedotan plastik menyumbang hampir sepersepuluh dari volume sampah plastik dunia yang mencapai 8 juta ton perhari. National Geographic Indonesia menyebut bahwa pemakaian sedotan plastik di Indonesia mencapai 93.244.847 batang per hari. Setiap tahun, 1.29 juta metrik ton sampah plastik Indonesia berakhir di lautan. Pastinya, akhirnya akan menambah luas the Great Pacific Garbage Patch. Tak heran, Indonesia ada pada posisi runner up juara penyumbang sampah plastik terbanyak sedunia.

Trend memelihara tanaman hias yang sempat aduhai tahun lalu, adalah trend yang harusnya dipertahankan. Dua pot tanaman sansevieira dapat membersihkan udara dan menyediakan oksigen bagi satu keluarga kecil. Satu pohon bidara Arab atau juga pohon tin, yang sedang mode, banyak ditanam di rumah-rumah di Banda Aceh, dapat menyediakan cadangan air sampai sepuluh tahun ke depan.

Jadi, sebenarnya tidak terlalu sulit mengambil peran dalam usaha menjaga lingkungan. Yang diperlukan hanya komitmen untuk benar-benar menjadi insan yang tidak berbuat kerusakan. Juga menghentikan sikap egois, dan mencoba melihat hidup dari kacamata makhluk lain. Semoga Kota kita yang sudah delapan abad usianya ini, akan segera menuai buah manis dari gaya hidup hijau warganya. []

Penulis adalah pegiat di Komunitas Perempuan Peduli Lauser