Beranda blog Halaman 2220

Mawardi Ali Ajak Masyarakat Jadi Agen Protokol Kesehatan

0

Nukilan.id – Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengajak seluruh masyarakat untuk memperketat protokol kesehatan dikarenakan angka positif Covid-19 meningkat secara signifikan, khususnya di Aceh Besar. 

Ajakan ini disampaikan bupati, Jumat (23/4/2021) di Meuligoe bupati Aceh Besar, Kota Jantho, kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Angka Covid-19 hari ini meningkat dengan tajam, biasa hanya lima orang perhari, di bulan ini mencapai lima puluh orang,” jelas Mawardi.

Menurutnya, selama ini masyarakat sudah mulai abai dengan protokol kesehatan sehingga ini menjadi penyebab kembali tingginya angka positif Covid-19.

“Selama ini kita abai, seolah pandemi sudah berlalu, nyatanya angka positif semakin naik. Karena itu mari semua menjadi agen protokol kesehatan,” ajak Bupati Mawardi. [MC]

Kemenperin Dorong Produsen Batik Terapkan Industri Hijau

0

Nukilan.id – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri batik nasional agar lebih berdaya saing global, termasuk mendorong untuk penerapan industri hijau. Langkah strategis yang perlu dijalankan antara lain mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal terbarukan serta melakukan efisiensi energi dalam proses produksinya.

“Kami memang menekankan kepada pelaku industri tentang pentingnya melakukan pengelolaan limbah industri yang dihasilkan agar tidak merusak ekosistem lingkungan. Hal ini merupakan wujud nyata dalam implementasi industri hijau,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Sejalan dengan arahan Menperin tersebut, satuan kerja di bawah binaan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin siap menerapkan beberapa strategi yang diharapkan dapat membantu mewujudkannya. Upaya itu di antaranya melalui penyusunan standar, labelisasi dan sertifikasi produk batik sebagai upaya untuk penjaminan kualitas mutu batik, seperti SNI batik, Standar Industri Hijau (SIH) untuk produk batik, labelisasi batikmark dan sertifikasi produk batik. 

Berikutnya, penyediaan Lembaga Uji dan Sertifikasi seperti Laboratorium Uji dan Kalibrasi Industri Kerajinan dan Batik, Lembaga Sertifikasi Produk dan Sistem Manajemen Mutu, Lembaga Sertifikasi Profesi batik, serta Lembaga Sertifikasi Industri Hijau Batik.

“Kami juga melalukan pengembangan dan pemanfaatan teknologi melalui program pelatihan kepada SDM industri, program inkubasi seperti Innovating Jogja yang merupakan program inkubasi startup di bidang batik dan kerajinan, alih teknologi, bimbingan teknis, workshop, dan klinik konsultansi,” sebut Kepala BSKJI Kemenperin, Doddy Rahadi.
 
Satuan kerja di bawah BSKJI Kemenperin juga telah melakukan inovasi riset terkait produk batik seperti pengembangan aplikasi Batik Analyzer, yang merupakan aplikasi pendeteksi batik dan tiruan batik. Kemudian, eksplorasi sumber dan teknologi proses penyediaan pewarna alami untuk batik, serta pembuatan katalog warna alam digital “Color Matching” yang diharapkan mampu membantu industri batik dalam membuat resep pewarnaan sehingga lebih cepat, mudah dan akurat.
 
“Kami pun mendorong pengembangan proses dan peralatan membatik hemat energi, seperti kompor listrik, canting listrik, mesin cap batik otomatis berbasis PLC yang diharapkan dapat membantu efisiensi dan efektivitas produksi batik,” imbuhnya. (asy)

Terima Kunjungan Kemendikbud, Gubernur Aceh Konsen Wujudkan Pemerataan Mutu Pendidikan

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah konsen terhadap pemerataan mutu pendidikan di setiap jenjang pendidikan di seluruh Aceh. Karena itu, ia juga berharap dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mewujudkan program tersebut.

Harapan ini disampaikan Gubernur Aceh saat menerima kunjungan Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Wahyuningsih, di Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (23/4/2021).

“Kewenangan pengelolaan jenjang pendidikan di Aceh dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Untuk jenjang SD dan SMP pengelolaannya berada di bawah kewenangan Pemerintah kabupaten/kota. Sementara jenjang SMA sederajat kewenangannya berada di bawah pemerintah provinsi,” jelas Gubernur.

Dengan pembagian kewenangan itu, Pemerintah Aceh terus membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan seluruh jenjang pendidikan dan seluruh sekolah di Aceh agar memiliki kualitas yang baik dan merata.

Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Wahyuningsih, menyampaikan, kedatangan pihaknya ke Aceh bertujuan untuk mendorong dan mengoptimalkan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19 yang sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Pihaknya juga mendorong agar setiap sekolah, terutama Sekolah Dasar (SD) dapat memaksimalkan keberadaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Ia berharap UKS di setiap sekolah benar-benar berjalan, sehingga menjadi wahana untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat. Selanjutnya juga membentuk perilaku hidup sehat, yang pada gilirannya menghasilkan derajat kesehatan yang terbaik bagi setiap murid,” jelas Sri.

Terkait optimalisasi keberadaan UKS, Nova mengatakan sejak dua tahun terakhir Pemerintah Aceh telah menggulirkan gerakan bersih, rapi, estetis dan hijau atau disingkat BEREH di seluruh sarana dan prasarana publik, termasuk sarana pendidikan.

“Gerakan ini sudah terwujud di seluruh kantor pemerintahan di bawah Pemerintah Aceh, kami juga menyasar gerakan ini ke sekolah-sekolah. Tujuan gerakan ini adalah untuk mewujudkan lingkungan bersih yang pada akhirnya akan menjaga kesehatan serta meningkatkan kinerja aparatur di kantor dan meningkatkan semangat murid saat belajar,” kata Nova.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur didampingi istri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati dan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri. [HA]

Jaksa Agung Periksa Tiga Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi PT ASABRI

0

Nukilan.id – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH. MH, dalam siaran persnya bernomor PR: 350/064/K.3/Kph.3/04/2021, bahwa Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung telah memeriksa 3 orang saksi terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT ASABRI, Jumat (23/4/2021).

“Adapun saksi yang diperiksa, yakni AHM selaku Sales PT. Yuanto Sekuritas Indonesia; LB selaku Komisaris PT. Prima Jaringan; dan AAS selaku Direktur Investasi PT. Victoria Manajemen Investasi,” kata Leonard.

Leonard menambahkan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. ASABRI.

Mahasiswa Konser saat Ramadhan, Sulthan Alfaraby: Kampus Harus Tanggung Jawab

0

Nukilan.id – Puluhan muda mudi menjadi sorotan masyarakat Aceh di media sosial pasca beredarnya video sekelompok orang yang berjoget ria saat live music di salah satu Cafe di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) malam.

Mereka juga dikabarkan telah mengabaikan Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 dan terlihat bersemangat.

Kegiatan ini diketahui merupakan Konser Amal untuk korban bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh perkumpulan mahasiswa dari salah satu universitas di Banda Aceh.

Selain menyebabkan keramaian di tengah meningkatnya kasus Covid-19, acara tersebut juga dianggap tidak menghargai bulan suci Ramadan. Menurut pemberitaan, aksi itu dilakukan saat tadarus Alquran sedang berlangsung di masjid sekitar.

Bahkan, berbagai kalangan ikut menilai kegiatan tersebut tidaklah layak dilakukan oleh mahasiswa di wilayah yang mempunyai aturan syariat Islam.

Salah satunya adalah Sulthan Alfaraby, menilai bahwa aksi itu sangat memalukan. Bahkan menurutnya identitas mahasiswa Aceh hampir lenyap.

“Saya menilai aksi ini sungguh memalukan identitas mahasiswa Aceh. Harusnya, mahasiswa ikut menjadi agent of control di tengah masyarakat, bukan malah menjadi ‘agen kerusuhan’, apalagi di tengah pandemi sekaligus bulan suci Ramadhan. Identitas dan marwah mahasiswa Aceh bisa-bisa akan lenyap jika ini terulang lagi,” ujarnya, Kamis (22/04/2021).

Selain itu, dia juga menambahkan bahwa membantu orang yang terkena musibah bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak menimbulkan risiko besar di tengah bulan suci Ramadhan, seperti saat konser ini. Apalagi, mahasiswa adalah orang yang punya beragam ide kreatif.

“8 tahun lalu, saya adalah seorang yang bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi,” terangnya.

Terakhir, penulis buku ini juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. Menurutnya, pihak kampus harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan oleh mereka.

“Pemko Banda Aceh dan kepolisian harus menuntaskan kasus ini agar tak menjadi ‘penyakit’ kedepan. Pihak kampus juga harus bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui pihak kampus sebelumnya dan harus bisa dipertanggung jawabkan. Jangan sampai karena sekelompok mahasiswa itu, usaha orang lain yang rugi karena cafe disegel. Ini kasihan sekali,” tutupnya.[]

KPCPEN Ungkap Lambannya Vaksinasi Covid-19 Lansia, Kasus Baru 91 Orang

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan penyebab lambannya vaksinasi kelompok lanjut usia (Lansia). Sementara itu, kasus baru positif Covid-19 bertambah 91 orang di Aceh, sembilan orang sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG melalui press release yang dikirim secara rutin kepada awak media massa di Banda Aceh, Jumat (23/4/2021).

“Banyak Lansia merasa takut, sungkan, dan enggan datang untuk vaksinasi Covid-19,” kata SAG mengutip sumber setkab.go.id.covid19.go.id. 

Selain faktor takut, sungkan, dan enggan, Lansia sendiri, anak-anak mereka juga ragu mengajak bapak dan ibunya untuk vaksinasi Covid-19. Pasangan Lansia, lanjut SAG, memiliki  persepsi yang berbeda-beda terhadap vaksinasi Covid-19.

Ada Lansia yang tercerahkan dengan informasi Covid-19 ingin segera divaksinasi tapi kewalahan membujuk pasangannya. Meski dibujuk dan dirayu, pasangannya  tetap takut dan ragu divaksin, terutama Lansia yang memiliki komorbid, seperti penyakit jantung atau hypertensi.

Anak-anak mereka yang meyakini pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam masa pandemi ini pun acap kali tidak mengajak orangtuanya. Sebab, jika satu saja anak berkeberatan orangtuanya divaksinasi, anak-anak lain pun menjadi ragu. Mereka khawatir disalahkan bila terjadi efek ikutan pasca imunisasi yang serius, tambah SAG.

Menurut SAG, tenaga kesehatan yang berada di garda depan seyogyanya peka pada gejala non-verbal seperti itu dalam masyarakat,  dan segera diambil langkah-langkah antisipasi dengan cepat dan tepat. Bila ketakutan Lansia itu dapat dieliminir dengan edukasi yang terukur, pengaruhnya sangat besar pada capaian cakupan vaksinasi Covid-19.

Kelompok Lansia itu populasinya sangat besar di Aceh mencapai 435.651 orang, hampir sepadan dengan petugas pelayanan publik sebanyak 478.489 orang.  Di Aceh, Lansia yang sudah melakukan vaksinasi dosis I sebanyak 3.156 orang per tanggal 22 April 2021. Sementara yang sudah menerima vaksinasi dodis II sebanyak 1.362 orang.

Sementara itu, petugas pelayanan publik yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis I sebanyak 59.871 orang dari target sasaran 478.489 orang. Sedangkan mereka yang sudah menerima suntikan dosis II sebanyak mencapai 36.990 orang.

Selanjutnya SAG mengatakan progres vaksinasi Covid-19 bagi Calon Jamaah Haji (CJH) dan kelompok rentan yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2021. CJH yang telah divaksin dosis I sebanyak 3.700 orang, atau sekitar 88,37 persen dari target, dan yang sudah dosis II sebanyak 511 orang atau 12,20 persen, per tanggal 23 April 2021.

“Jumlah kuota Calon Jamaah Haji Aceh tahun 2021 sebanyak 4.187 orang,” tambah SAG.

Kasus Covid-19

Selanjutnya, seperti biasa, SAG melaporkan data akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per tanggal 22 April 2021. Kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.607 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 9.092 orang. Pasien dirawat sebanyak 1.095 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 420 orang.

Data akumulatif tersebut di atas sudah termasuk penambahan 91 kasus konfirmasi baru, kasus sembuh yang bertambah sembilan orang, dan kasus meninggal dunia yang juga bertambah lagi dua orang, dalam masa 24 jam terakhir.

Kasus-kasus positif baru meliputi warga Banda Aceh 27 orang, Aceh Besar 16 orang, Aceh Barat tujuh orang, dan warga Gayo Lues enam orang. Kemudian warga Aceh Tamiang, Bener Meriah, Bireuen, dan warga Aceh Singkil, sama-sama empat orang.

Sementara itu, warga Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan warga Pidie, masing-masing tiga orang. Selanjutnya, warga Aceh Selatan sebanyak dua orang. Sedangkan warga Aceh Tenggara, Aceh Utara, dan Aceh Barat Daya, sama-sama satu orang. Lima orang sisanya merupakan warga luar daerah.

Selanjutnya SAG melaporkan penambahan pasien Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak sembilan orang lagi, masing-masing warga Pidie sebanyak lima orang, Aceh Tamiang tiga orang, dan satu lagi warga Kota Banda Aceh.

“Dua penderita Covid-19 dilaporkan meninggal dunia merupakan warga Aceh Tamiang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 709 orang, yang meliputi 621 orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.142 orang. Suspek yang telah melakukan isolasi sebanyak 7.032 orang, sedang isolasi di rumah sebanyak 66 orang, dan sebanyak 44 orang sedang menjalani isolasi di rumah sakit, tutup SAG.[]

Tim Penegakan Syariah Islam di Banda Aceh Beroperasi Selama Bulan Ramadhan

0

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mendesak pemerintah daerah setempat untuk mengaktifkan tim terpadu penegakan syariat Islam (T2PSI) yang telah dibentuk beberapa bulan lalu. Ia mengatakan T2PSI bisa mengawasi dan menutup tempat yang berpotensi melakukan pelanggaran syariat islam.

“Aktifkan T2PSI itu untuk melakukan operasi rutin terhadap penegakan amar maruf nahi mungkar di Kota Banda Aceh, terutama saat Ramadhan seperti ini,” kata Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar di Banda Aceh, Jumat (23/4/2021).

Apalagi jika tempat tersebut tidak memiliki izin,  katanya, maka dapat langsung dilakukan penyegelan. “Karena itu, tim terpadu ini perlu segera diaktifkan untuk mencegah terjadinya perbuatan yang dapat melanggar syariat Islam di Banda Aceh,” ujarnya.

Farid juga mendukung sikap tegas dan gerak cepat Pemerintah Kota Banda Aceh yang baru-baru ini menyegel kafe yang mengadakan konser dan berjoget saat malam Ramadhan hingga terjadinya kerumunan.  Menurut politikus PKS ini, aktivitas tersebut tidak pantas dilakukan dan bertentangan dengan adat istiadat serta kekhususan Aceh yang menerapkan syariat Islam, apalagi dilakukan dalam Bulan Suci Ramadan dan tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Maka dari itu kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas gerak cepat Wali Kota Banda Aceh yang langsung menyegel tempat yang melanggar syariat Islam,” katanya.

Ia juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh menertibkan permainan judi daring yang masih merebak di warung kopi dan kafe-kafe, aktivitas tersebut dinilai menodai Bulan Suci Ramadan. “Kepada pelaku usaha yang melanggar imbauan tersebut untuk dicabut izinnya, dan kami juga mendukung sikap Kapolresta Banda Aceh untuk menindak tegas para pelanggar,” demikian Farid.[hidayatullah.com]

32 Siswa di Banda Aceh Terima Beasiswa dari BP Jamsostek

0

Nukilan.id – Sebanyak 32 siswa di Banda Aceh menerima beasiswa pendidikan anak peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BP Jamsostek. Penyerahan beasiswa digelar secara simbolis di Kantor Gubernur Aceh. Penyerahan bantuan tersebut juga berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

“Program beasiswa ini telah diluncurkan sejak Desember 2019 dan dengan adanya beasiswa ini menjadi satu penyemangat bagi kami, untuk lebih menyadarkan seluruh pekerja dan badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya ke program BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala BP Jamsostek Cabang Banda Aceh, Awalul Rizal, Kamis (22/4/2021).

Dia menjelaskan, nominal yang akan diterima Rp1,5 juta untuk TK-SD atau sederajat, Rp2 juta/tahun untuk SMP atau sederajat, Rp3 juta/tahun untuk SMA atau sederajat dan Rp12 juta/tahun untuk pelatihan, perguruan tinggi atau sederajat.

“Penerima beasiswa ini mulai dari jenjang TK sampai perguruan tinggi,” katanya.

Penyaluran manfaat beasiswa tersebut tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019.
Sementara Asisten Administrasi Umum Setda Aceh, Iskandar mengatakan, program tersebut merupakan bagian dalam mewujudkan Aceh Carong.

“Program ini bagian dari upaya mewujudkan Aceh Carong,” katanya.[iNews]

Untuk Sejarah Samalanga, Selamat Datang AHY

0

Nukilan.id – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP PD) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY akan menyapa masyarakat di Kabupaten Bireuen. Tentu kedatangan putra sulung Presiden RI ke-VI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, karena kerinduannya pada Aceh, Sebab semasa berada di militer, AHY berkali-kali melewati Kabupaten ini dari tempat tugasnya di Beutong Ateuh, Nagan Raya.

Tentu itu bukan satu-satunya alasan mengapa AHY ke Kabupaten Bireuen. Prediksi saya, AHY ingin menyapa Aceh secara lengkap dan pasti, sebab Bireuen sebagai kota Juang, bukan hanya mencatat patriotik pejuang Aceh melawan Belanda, tetapi Bireuen memang tepat menjadi “miniatur” Aceh yang sesungguhnya. Punya laut, Sejarah Tun Sri Lanang, Kota santri sekaligus banyak ulama.

Bireuen juga pernah tercatat sebagai Ibu Kota Republik Indonesia, kendati hanya beberapa jam saja. Dan satu lagi, keberadaan Radio Rimba Raya di kabpaten Bener Meriah, adalah kesigapan pejabat militer Indonesia di Bireuen untuk membangun sebuah Radio, hingga akhirnya Indonesia masih ada, sebab Belanda sudah berhasil melumpuhkan hampir seluruh kekuatan Indonesia.

Di pusat Kota Bireuen AHY singgah sebentar, namun yang lengkap dia berkunjung ke Samalanga, Ini pun punya alasan kuat, sebab Samalanga adalah Kota Santri sekaligus kecamatan yang bersejarah, sebab disitulah sejak Belanda dulu menjadi kawasan perdagangan laut dan darat, karena muara laut yang mengarah ke kota Samalanga dan juga menjadi pusat transportasi Kereta Api, sebab ujung stasiun kerete Api ada di Samalanga, disitulah putaran Kereta Api. Sejalan dengan itu, disini pula tersedia telekomonikasi dan Rumah Sakit sejak zaman dulu.

Baca juga: Silaturahmi Kebangsaan AHY dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu

Di Samalanga juga terdapat banyak makam Tentara Belanda yang tidak dipindah ke Kerkhoff di Banda Aceh. Masih terlihat berserakan bahkan diperkampungan. Tidak ada yang tahu. Jadi Intinya, Samalanga selain menjadi pusat ilmu agama, juga menjadi pusat sejarah hebat rakyat Aceh dalam berdagang, patriotisme dan penyebaran ilmu Agama.

Kekuatan Sejarah Perjuangan inilah kemudian Dosen FISIP Universitas Almuslim dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, Teuku Cut Mahmud Aziz, S.Fil, M.A., melalui sebuah media menyampaikan keinginannya untuk melakukan penelitian khusus terhadap Samalanga, Keinginan itu mudah difahami, Samalanga memang memiliki cerita khusus soal Aceh secara menyeluruh.

Maka cukup beralasan kuat mengapa AHY menuju Kecamatan yang penduduknya 5 terbesar dari 17 Kecamatan yang ada di kabupaten Bireuen. AHY akan datang langsung ke Rumah Adat Aceh yang dibangun Hj. Pocut Cut Nyak Haslinda Syahrul MD binti Hj Teuku Abdul Hamid Azwar, yang bukan lain adalah Ibunda Kandung Teuku Riefky Harsya, Sekjen DPP Partai Demokrat yang merupakan keluarga besar dari Raja Tun Sri Lanang asal Johor, Malaysia.

Keberadaan rumah Aceh dengan disain asli Aceh itu, dibangun lantaran Rumah Adat Aceh yang ada–yang dibangun oleh Panglima Hamzah Bendahara di dekat stasiun kereta api–kini keberadaannya menyedihkan, tidak terawat dan terbengkalai akibat sengketa.

AHY juga dipastikan akan berkunjung ke Dayah Abu Mudi, dayah bersejarah yang banyak melahirkan intelektual Islam. Dayah ini–ketika Gempa Pidie Jaya Melanda sebagian bagunan kampusnya turut hancur. dan kemudian dibangun kembali.

Baca juga: AHY: Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Demokrasi Indonesia

Terakhir, AHY dan rombongan akan melayat ke Makam Sultan Tun Sri Lanang di Desa Meunasah Lueng, Samalanga, Bireuen. Disitulah makam keluarga besar Tun Sri Lanang yang berada di Samalanga sejak tahun 1627.

Bahasan ini tentu tidak tuntas, namun alasan kuat mengapa AHY ke Samalanga, Kabupaten Bireuen, Bisa dipastikan karena sejarah kuat itu. Dan kita berharap kedepan, Samalanga semakin kuat dengan potensi-potensi lainnya seperti potensi wisata dan tentu saja potensi sejarahnya, dimana disinilah kekuatan patriotisme dan ulama menjadi simbol hebat.

Kedatangan AHY akan menjadi sejarah baru, sebab AHY tokoh nasional datang diwaktu yang tepat, karena Samalanga perlu kembali disejukan dengan sejarahnya untuk Indonesia, sekaligus AHY sebagai sejarah baru bagu Samalanga tetap menyemat warna keoedulian pada sejarah Aceh dan Indonesia.

Samalanga adalah salah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen. Kecamatan ini terdiri 46 gampong atau desa dengan jumlah penduduk 31.203.[dialeksis]

Penulis: Jauhari Samalanga (Pimpinan Redaksi Media Online, Nukilan.id dan Budayawan)

Pemkab Aceh Besar Gelar Rapat Evaluasi dan Keberlanjutan Kotaku, Ini Hasilnya

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melakukan rapat Evaluasi dan Keberlanjutan Program Kota Tanpa Kumuh di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Aceh Besar pada Rabu (21/4/2021) lalu.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 20 orang yang terdiri dari kepala Dinas/Badan terkait, diantaranya Bappeda, Dinas PUPR, Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Dinas kesehatan juga BPBD aceh Besar, dan Camat yang menjadi wilayah dampingan Program KOTAKU juga dihadiri oleh Asisten 2 Setdakab Aceh Besar bidang Ekonomi dan pembangunan serta Kabag pembangunan Setdakab Aceh Besar.

Kegiatan evaluasi ini dibuka oleh sekretaris Daerah, Drs. Sulaimi, M.Si menyampaikan dalam rapat tersebut bahwa program Kota Tanpa Kumuh memiliki tujuan yang sama yaitu membangun kabupaten Aceh Besar terutama dalam hal pembangunan Infrastruktur skala lingkungan, besar harapan kedepan program Kota Tanpa Kumuh bisa terus bersinergi bersama pemerintah kabupaten merangkul semua pihak untuk membangun menjadikan kabupaten Aceh besar lebih baik lagi, terutama pada wilayah skala Lingkungan.

Baca juga: Pemkab Aceh Besar Keluarkan 9 Seruan di Bulan Ramadhan

Kegiatan evaluasi dan keberlanjutan Program Kota Tanpa Kumuh kabupaten Aceh Besar juga dilakukan sosialisasi Lanjutan untuk Tahun 2021, dimana Tahun 2021 akan dilaksanakan kegiatan Penanganan dampak pandemi Covid-19 melalui kegiatan Padat Karya Tunai dan Cash For Work (CFW) di 7 gampong yang berada dikecamatan Krueng Barona Jaya, antara lain, Meunasah papeun, Meunasah Baktrieng, Lamgapang, Gla Deyah, Gla Meunasah Baroe, Lueng Ie dan Gampong Rumpet.

Masing-masing gampong menerima sebesar 300 juta, yang diperuntukkan pada rehab/perbaikan kegiatan eksisting 2009-2015, dimana sebelumnya pada  tahun 2020 lalu kabupaten Aceh Besar mendapatkan Alokasi sebesar 4 Miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) telah dibangun saluran lingkungan sepanjang  1047,7 M dan Jalan lingkungan sepanjang 1.5937 M, juga kegiatan Air Bersih.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat Bagi Pupuk Gratis Untuk Petani

Plt, Kadis PUPR, Syahrial Amanullah, ST, selaku dinas teknis menyampaikan bahwa, pasca pelaksanaan kegiatan CFW nantinya bisa dijaga oleh masyarakat tentunya dengan terus melakukan sosialisasi berkesinambungan dalam hal menjaga dan merawat apa yang sudah dibangun oleh Program Kota Tanpa Kumuh, juga terkait kwalitas.

Hal ini, kata Syahrial, sangat diperlukan agar manfaat infrastruktur yang dibangun dapat dipergunakan dalam jangka panjang, karena Sebagus apapun pembangunan dilakukan jika tidak dijaga dan dirawat pasca pembangunan maka akan sia-sia.

Sementara itu, Askot Mandiri Program Kota Tanpa Kumuh Aceh Besar, Maya Keumala Dewi menyampaikan bahwa, kegiatan CFW ini merupakan kegiatan bagi wilayah yang terdampak Covid 19, hingga nantinya Masyarakat dimasing masing gampong yang berpenghasilan rendah dapat memperoleh pendapatan melalui upah tenaga kerja.

“Dan sekaligus sebagai triger penggerak roda ekonomi,” tambah Maya.[]