Beranda blog Halaman 2211

Kementan Ajak USK Kembangkan Kopi Gayo

0

Nukilan.id – Kementrian Pertanian (Kementan) mengajak Universitas Syiah Kuala (USK) untuk mengembangkan Kopi Gayo dari berbagai aspek. Hal ini disampaikan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkebunan, Dr. Ir. Kasdi Subagyono, M.Sc dalam kunjungannya ke kampus setempat. (Banda Aceh, 30 April 2021).

Menurutnya, kualitas dan ketenaran Kopi Gayo merupakan modal besar untuk dioptimalkan, dan bisa memenangkan banyak peluang di pasar global. Ia menjelaskan, saat ini produksi kopi Indonesia di tingkat dunia over suplly. Produksi kopi dunia 10,5 Juta lebih, dengan tingkat konsumsi belum sampai sepuluh juta. Karenanya, Kopi Gayo dipandang bisa berbicara banyak dengan catatan terus melakukan sejumlah pembenahan.

“Saya tergelitik, tertarik karena USK punya laboratorium ataupun pusat penelitian kopi, kita butuh ini. Produksi kopi kita terbatas, apalagi produktivitasnya yang tidak lebih dari 0,8 ton per Hektare, gak sampai satu ton. Kalau bicara produktivitas, kita harus jemput dengan inovasi supaya meningkat,” jelas Kasdi Subagyono.

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pihaknya, USK dan sejumlah instansi terkait. Pertama, mengembangkan klon atau varietas baru yang produktivitasnya di atas satu ton. Saat ini, katanya, di lembaga penelitian Dirjen Perkebunan sudah memiliki klon atau varietas yang bisa menghasilkan 2,5 sampai 3 ton per hektar.

“Nanti USK punya yang berapa? Nah, ini tantangan. Kedua, bicara Aceh gak bisa lepas dari Kopi Gayo, mari angkat itu dan fokus. Kopi Gayo nantinya akan memancing pasarnya,” bebernya.

Hal tersebut nantinya bisa dijembatani dengan sejumlah kebijakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dimana salah satu yang telah diinisiasikan di tingkat global adalah: One Day With Indonesian Coffee and Fruit di luar negeri. Dirjen menyampaikan, sebelum pandemi Covid-19 melanda, saat pihaknya melakukan lawatan ke luar negeri, Kopi Gayo mendapatkan tempat istimewa dengan harga yang wah.

Terkait produktivitas, salah satu strategi yang dimiliki Kementan adalah replanting, ini terkait soal peremajaan kopi. Untuk itu, pihaknya memberikan tantangan bagi USK, bisa atau tidak kampus ‘Jantong Hate Rakyat Aceh’ ini membuat nursery, dan produksinya harus berjuta-juta.

“Toh kalau nanti sasarannya di Aceh sudah tercover, jangan berhenti di sini saja. Saatnya untuk mengembangkan Kopi Gayo di luar Aceh.
Kalau USK punya nursery, maka pasarnya adalah program Kementan. Jadi langsung diserap nantinya,” urai Dirjen Perkebunan ini.

Kasdi Subagyono turut mengingatkan, agar produksi Kopi Gayo lebih tinggi. Mereka tidak ingin, setelah replanting hasilnya sama seperti sekarang. Karena itu, pihaknya mendorong adanya agenda inovasi untuk menggerakkan pertani. Kementan punya konsep pengembangan kawasan berbasis korporasi pertanian.

“Ini nanti bisa kita kembangkan, dikerjakan USK. Mungkin implementasinya melibatkan dosen dan mahasiswa dalam pengawasan,” terangnya.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng antusias menyambut kedatangan Dirjen Perkebunan beserta rombongan. Pihak USK siap berkolaborasi dengan Dirjen Perkebunan untuk menggarap Kopi Gayo lebih unggul, baik secara kualitas maupun kuantitas.

“Di waktu yang terbatas ini kita sudah diskusi, sudah nampak apa yang akan kita lakukan, ada secercah harapan,” kata Prof. Samsul Rizal.

Ke depan, kemungkinan besar USK langsung mendorong mahasiswa untuk KKN ke daerah penghasil kopi seperti Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Meskipun, sebelumnya juga sudah dilakukan. Rektor berharap, tidak hanya kopi, tetapi hal lainnya yang berkelidan dengan kopi juga dapat digarap bersamaan. Hal itu demi para petani.

“Untuk mencapai itu, kita akan menggandeng mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Perternakan, Ekonomi dan Bisnis serta fakultas lainnya. Sehingga akan ada sumber daya baru yang bisa dihasilkan,” papar Rektor.

Terakhir, USK berencana menghadirkan semacam kantin, galeri ataupun pusat kopi terlengkap di Aceh. Tujuannya demi literasi, promosi serta land mark bagi dunia perkopian.

THR dan Gaji Ke-13 Presiden dan Pejabat Negara Segera Cair

0
Kabinet Indonesia Bersatu. (Foto: Kompas)

Nukilan.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden No 63 Tahun 2021 tentang pemberian tunjangan hari raya dan gaji ketiga belas kepada aparatur negara, pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan tahun 2021. Peraturan presiden tersebut diteken pada 28 April 2021.

Dalam aturan itu disebutkan, pemberian THR dan gaji ke-13 ini merupakan upaya pemerintah untuk mempertahankan tingkat daya beli masyarakat sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada pasal 3 disebutkan bahwa salah satu penerima THR dan gaji ke-13 yakni pejabat negara. Pejabat negara tersebut terdiri atas:

  1. Presiden dan Wakil Presiden
  2. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota MPR
  3. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPR
  4. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota DPD
  5. Ketua, Wakil Ketua, Ketua Muda, dan Hakim Agung pada MA serta Ketua, Wakil Ketua, dan Hakim pada semua badan peradilan, kecuali Hakim Ad Hoc
  6. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota MK
  7. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan
  8. Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Komisi Yudisial
  9. Ketua dan Wakil Ketua KPK
  10. Menteri dan Pejabat Setingkat Menteri
  11. Kepala Perwakilan RI di luar negeri yang berkedudukan sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh
  12. Gubernur dan Wakil Gubernur
  13. Bupati/Wali Kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota
  14. Pejabat Negara lain yang ditentukan oleh UU

Lebih lanjut, dalam Pasal 6 Ayat (1) PP ini disebutkan bahwa komponen THR dan gaji ke-13 bagi pejabat negara terdiri atas:

  1. Gaji pokok
  2. Tunjangan keluarga
  3. Tunjangan pangan
  4. Tunjangan jabatan atau tunjangan umum, sesuai jabatannya dan/atau pangkatnya.

Sementara itu, dalam Ayat (2) Pasal 6 juga disebutkan bahwa THR dan gaji ke-13 bagi Wakil Menteri paling banyak sebesar 85 persen dari THR dan Gaji ke-13 yang diberikan kepada Menteri.

THR akan dibayarkan paling cepat 10 hari kerja sebelum tanggal hari raya. Namun, selanjutnya diatur bahwa jika THR belum dapat dibayarkan dalam 10 hari kerja sebelum hari raya, maka THR dapat dibayarkan setelah hari raya.

“Dalam hal Tunjangan Hari Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dibayarkan, THR dapat dibayarkan setelah tanggal Hari Raya,” bunyi pasal 11 ayat (2).

Sedangkan, gaji ke-13 akan dibayarkan paling cepat pada Juni. “Dalam hal Gaji Ketiga Belas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) belum dapat dibayarkan, Gaji Ketiga Belas dapat dibayarkan setelah bulan Juni,” demikian bunyi pasal 12 ayat (2). []

Sumber: Republika

Arab Saudi Siapkan Masjid Nabawi untuk Jamaah Selama 10 Hari Terakhir Ramadan

0
foto: arabnews

Nukilan.id – Dewan Pengurus Masjid Nabawi Arab Saudi telah merampungkan semua persiapan untuk menyambut jamaah selama 10 hari terakhir bulan Ramadan.

10 hari terakhir Ramadan, yang dianggap sebagai periode paling diberkati di bulan suci, adalah waktu di mana jamaah memenuhi masjid-masjid di seluruh dunia, termasuk Masjid Nabawi di Madinah.

Selama periode puncak, Kepresidenan Dewan Pengurus Masjid Nabawi mengatakan sedang berupaya untuk menerapkan rencana lapangan terintegrasi, bekerja sama dengan otoritas keamanan dan kesehatan, untuk menegakkan tindakan pencegahan Covid-19 untuk memastikan keselamatan jamaah, dikutip dari Saudi Gazette, 30 April 2021.

Dewan Pengurus Masjid Nabawi juga mengerahkan segala upaya untuk membuat Masjid Nabawi, halamannya, dan fasilitas di sekitarnya terlihat bagus dan rapi untuk memfasilitasi jamaah melakukan ibadah dengan nyaman dan mudah.

Umat Islam percaya bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam ketika ayat-ayat pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Baca juga: Arab Saudi Kirim 3000 Paket Sembako dan 15 Ton Kurma untuk Muslim Indonesia

Selama 10 hari terakhir Ramadan, di mana waktu malam Lailatul Qadar terjadi, semua masjid di seluruh dunia akan dipenuhi dengan jamaah untuk beribadah.

Bulan lalu, surat edaran dari Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan dan Perumahan Arab Saudi mengumumkan bahwa vaksin Covid-19 akan diwajibkan bagi para pekerja yang melayani kegiatan Haji dan Umrah, serta mereka yang bekerja di toko-toko di Mekah dan Madinah, menurut laporan Al-Arabiya.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa izin salat tengah malam (Qiyamul Lail) di Masjidil Haram dapat dipesan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna, Arab News melaporkan. [tempo]

Koeman Bikin Barcelona Menderita

0
foto : beinsports

Nukilan.id – Barcelona melewatkan peluang besar untuk memimpin klasemen LaLiga. Mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan saat menjamu Granada di Camp Nou, Jumat (30/4/2021)

Barcelona tumbang di kandang sendiri, meski sempat unggul lebih dulu melalui gol Lionel Messi. Namun, setelah unggul Barca malah melemah.

Granada menyamakan kedudukan lewat Darwin Machis di menit ke-63, kemudian berbalik memimpin di menit ke-79 lewat sundulan Jorge Molina. Skor 2-1 untuk keunggulan Granada bertahan hingga laga usai.

Hasil ini membuat Barca tak beranjak di posisi ketiga dengan 71 poin. Mereka berjarak dua angka dari Atletico Madrid di puncak klasemen.

Baca juga: Barcelona Menang, Koeman: Tak Puas dengan Performa Tim

Bak jatuh tertimpa tangga, pada laga ini Barcelona juga harus menerima bahwa pelatih mereka, Ronald Koeman diusir wasit.

Melansir Marca, Koeman melontarkan kata-kata kasar kepada wasit keempat di pinggir lapangan. Juru taktik asal Belanda itu pun diusir dari lapangan.

Situasi ini memperburuk kondisi Barcelona. Empat hari usai laga ini, Barca harus menghadapi Valencia dan empat hari setelahnya Barca akan melawan Atletico dalam duel perebutan gelar.

Koeman pun hampir dipastikan tidak bisa menemani Lionel Messi cs di pinggir lapangan. “Saya tidak paham mengapa saya dapat kartu merah,” protes Koeman.

“Saya tidak menghina wasit keempat. Dengan segala hormat, dia pun tidak memperlakukan saya dengan baik. Mungkin dia mau mencari perhatian,” sambungnya. [viva]

21 Sekolah di Banda Aceh Lolos Program Sekolah Penggerak

0
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menekan MoU program sekolah penggerak dengan perwakilan Kemendikbud RI, di Banda Aceh, Rabu (20/1/2021). (Foto: ANTARA)

Nukilan.id – 21 sekolah di Kota Banda Aceh lolos program sekolah penggerak dari 2.500 program sekolah penggerak se-Indonesia. Program ini dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kita sudah meloloskan 21 satuan pendidikan untuk program sekolah penggerak, dari TK, SD, SMP, SMA hingga SLB,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Saminan Ismail, Kamis (29/4/2021) kemarin.

Rincian 21 sekolah yang lolos tersebut antara lain TK dan SD masing-masing lima sekolah, SMP enam sekolah, SMA empat sekolah dan SLB satu sekolah.

Saminan Ismail menyebutkan, program sekolah penggerak merupakan upaya untuk mewujudkan visi pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila.

Manfaat dari program ini, untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di sekolah, membuat pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, peluang mendapatkan penghargaan sebagai daerah penggerak pendidikan.

“Juga ada efek penggandaan dari sekolah penggerak ke sekolah lainnya, meningkatkan percepatan mutu pendidikan di daerah, dan menjadi rujukan praktek dalam pengembangan sekolah penggerak,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman sudah menandatangani Memorandum Of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman program sekolah penggerak bersama Kemendikbud RI. Banda Aceh terpilih menjadi percontohan dari 110 kabupaten/kota di Indonesia.[]

Sumber: Inews

IDI Ingatkan Gelombang Kedua Lonjakan Kasus Covid-19 di Aceh

0

Nukilan.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyatakan masyarakat provinsi paling barat Indonesia itu sudah longgar dalam menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak tertutup kemungkinan akan terjadi lonjakan kasus COVID-19 gelombang kedua.

“Tanpa kerjasama kita semua, gelombang kedua (COVID-19) yang biasanya lebih besar dari gelombang pertama akan terjadi di Aceh,” kata Ketua IDI Aceh dr Safrizal Rahman di Banda Aceh, Jumat.

Dia menjelaskan dalam beberapa bulan terakhir penambahan kasus COVID-19 di Aceh di bawah angka 10 orang, namun selama dua pekan terakhir kasus baru rata-rata bertambah di atas angka 50 orang. Meski belum diketahui apakah virus terus menular itu merupakan varian baru atau varian lama.

Safrizal mengatakan lonjakan drastis itu karena masyarakat sudah mulai abai terhadap terhadap COVID-19. Sejak beberapa bulan terakhir kasus warga terinfeksi sudah mulai menurun sehingga protokol kesehatan tidak lagi menjadi perhatian.

Bahkan, antusiasme terhadap vaksinasi COVID-19 bagi beberapa kelompok juga masih sangat rendah. Maka hal ini dinilai berbahaya, karena sejarah membuktikan pandemi tidak hanya datang sekali, tetapi ada fase penurunan kasus dan akan kembali dengan gelombang kedua yang lebih besar.

“Apa yang terjadi di India membuktikan itu. India sudah hampir mengatakan mereka bisa herd immunity, vaksinasi diberikan hampir 100 juta orang, kondisi sudah tenang, kemudian masyarakat merasa sudah selesai, berlaku seolah-olah normal dan akhirnya kini terjadi ledakan berikutnya,” kata Safrizal.

Gelombang kedua lonjakan kasus COVID-19 dapat dicegah. Masyarakat hanya perlu meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan India sebagai pelajaran dalam penanggulangan COVID-19.

Apalagi, kata dia, COVID-19 varian India yang dikenal dengan B1617 tersebut penularannya sudah sampai di Sumatera. “Bahkan disinyalir bukan hanya sampai, tapi sudah menjadi transmisi atau sudah menyebar ke orang lain,” katanya.

Oleh sebab itu IDI meminta masyarakat menerapkan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, membatasi mobilitas interaksi serta mencegah dan menghindari kerumunan. Di samping pemerintah terus melanjutkan program vaksinasi COVID-19.

“Harap terus menjaga dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan abai. Karena tipe apapun dalam virus ini kalau bukan dengan protokol kesehatan maka tidak bisa kita lawan,” kata Safrizal.[antara]

Pandemi, Dian Sastrowardoyo Aktif Menulis Jurnal

0
instagram: therealdisastr

Nukilan.id – Pandemi Covid-19 memang mengubah banyak kebiasaan banyak orang, tak terkecuali aktris Dian Sastrowardoyo. Satu tahun sejak pandemi mewabah di Indonesia, istri dari Indraguna Sutowo itu mengaku lebih aktif menulis jurnal.

Hal itu diungkapkan Dian Sastrowardoyo dalam YouTube Channel Daniel Mananta. Menurutnya, menulis jurnal menjadi bagian dari me time-nya untuk mengisi waktu luang.

“Sekarang tuh malah ada waktu untuk journaling gitu atau you now have time for yourself,” ucap Dian Sastrowardoyo.

Lebih lanjut, Dian menilai dengan menulis, ia merasakan dampak berbeda dalam diri. Hal yang kemudian membuatnya lebih segar secara pikiran.

“Karena gue punya superstitious nih, jadi gue percaya kalau sesuatu gue tulis di atas kertas itu impact-nya beda secara subconscious mind lo,” paparnya.

Dian pun menilai, menulis secara manual di aras kertas memberikan dampak berbeda ketimbang secara digital. Ia menilai ada kekuatan spesial dalam menulis.

“Jadi kalau gue ngetik jempol dan nulis gitu dampaknya tuh beda banget kayak there’s a special power in writing. It’s really weird dan aneh banget kalau kita lihatnya tuh di kertas,” pungkas Dian Sastrowardoyo. [fimela]

BMKG: Waspada Bencana Hidrometeorologi di Aceh

0
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Nukilan.id – Sejumlah kabupaten di Aceh diperkirakan akan dilanda hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Prakiraan hujan sedang hingga lebat ini akan terjadi hingga tiga hari ke depan pada awal Mei 2021 di beberapa kabupaten/kota,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda, Zakaria Ahmad, Kamis (29/4//2021).

Dia menjelaskan, peringatan dini curah hujan sedang hingga lebat itu pada kategori dua dan empat. Potensi dampak yang diakibatkan seperti banjir dalam sekala menengah di wilayah bataran sungai atau dataran rendah serta tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi dalam sekala menengah hingga tinggi.

“Dalam potensi terjadinya hujan dengan intensitas tinggi kategori dua dan empat ini bisa saja menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan pesawat,” katanya.

Potensi curah hujan sedang dan lebat hingga awal Mei mendatang itu karena dipicu terbentuknya belokan dan konvergensi angin di wilayah Aceh. Kemudian adanya anomali suhu muka laut di Samudra Hindia Barat Aceh.

Kondisi itu dapat meningkatkan penguapan serta penambahan massa uap air laut yang dapat memicu pertumbuhan awan konvektif. Ini berpotensi terjadi cuaca buruk di Aceh.

Beberapa kabupaten/kota yang akan diguyur hujan sedang hingga deras seperti Aceh Singkil, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Aceh Barat di wilayah pantai barat Aceh. Kemudian di wilayah dataran tinggi Aceh bagian Tengah seperti Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, serta Aceh bagian pantai Timur yakni Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

“Untuk kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh berpotensi dengan cuaca berawan hingga hujan ringan atau sedang dan tidak merata,” kata Zakaria.

Ia mengimbau masyarakat selalu siaga apabila terjadi bencana hidrometeorologi, terutama dampak seperti banjir untuk daerah aliran sungai, hamparan datar yang luas seperti persawahan bahkan potensi banjir bandang.

“Serta perlu lebih waspada terhadap potensi tanah longsor untuk wilayah pegunungan atau wilayah lereng. Demikian juga bahaya angin kencang, sambaran petir tidak boleh dikesampingkan pada cuaca seperti ini,” katanya.[iNews]

Menteri Lingkungan Hidup Ceko Akan ke Aceh, Dubes Temui Rektor USK

0
Kunjungan Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia H.E. MR. Jaroslav Doleček ke Universitas Syiah Kuala. (Foto: Istimewa)

Nukilan.id – Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia H.E. MR. Jaroslav Doleček dan rombongan berkunjung ke Universitas Syiah Kuala. Kehadiran Dubes Ceko itu disambut langsung Rektor USK Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng di Ruang Rektor USK, Darussalam, Banda Aceh (29 April 2021).

H.E. MR. Jaroslav Doleček menjelaskan, kunjungan yang dilakukan dalam rangka persiapan kedatangan Menteri Lingkungan Hidup Republik Ceko ke Indonesia awal Juni 2021 mendatang ke Propinsi Aceh, secara khusus mengunjungi USK 10 Juni 2021 mendatang.

Dijelaskan, kunjungan Menteri Lingkungan Hidup Ceko itu diikuti delegasi dari negara yang terdiri dari Pengusaha dan Rektor beberapa Universitas, termasuk Rektor Ostrava University yang sudak menandatangani MoU dengan USK.

“Kunjungan itu nantinya akan semakin memperkuat kerja sama antar berbagai pihak, termasuk USK,” kata Dubes.

Sementara Rektor USK Samsul Rizal dalam sambutannya mengatakan, USK sangat terhormat atas kunjungan delegasi Dubes Republik Ceko ini, dan tujuan untuk melanjutkan hubungan kerjasama dan menjajaki beberapa peluang kerja sama lain, antara USK dengan berbagai Perguruan Tinggi di Ceko.

“Kita ingin melanjutkan kerjasama antar universitas kita (USK dan beberapa univ di Ceko), khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan,” kata Rektor Samsul Rizal.

Rektor juga menilai tentang perkembangan Nano Technology yang dimiliki oleh Republik Ceko sangatlah menarik. Untuk diketahui, saat ini USK telah memiliki program kerjasama dengan University Malaya untuk pengembangan natural nano fiber.

Untuk itu, Rektor berharap USK bisa melakukan kolaborasi riset dengan beberbagai perguruan tinggi yang ada di Ceko guna pengembangan teknologi. Sebagai bentuk jalinan kerjasama, bahwa USK telah berinisiatif untuk memperkenalkan kebudayaan Ceko di lingkungan kampus. Caranya yaitu dengan mendirikan Czech Corner di Perpustakan USK.

H.E. MR. Jaroslav Doleček hadir bersama Deputi Duta Besar Ceko Mr. Jakub Černý, Asisten Kedutaan Besar Ms. Jana Horčičkova, Pemerhati lingkungan hidup dari Ceko Mr. Tomas Ouhel, dan Staf Khusus Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia Dr.H.Rahmat Shah.[]

ji/rls

Baleg DPR Sesalkan Gubernur Aceh Tidak Hadir Dalam Sosialisasi Prolegnas

0

Nukilan.id – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh guna sosialisasi Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2021 dan Perubahan Prolegnas Tahun 2020 – 2024 kepada masyarakat Aceh.

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Willy Aditya menyampaikan sosialisasi Prolegnas kali ini sengaja memprioritaskan Provinsi Aceh karena mendapat banyak masukan, terutama berkaitan dengan eksistensi Pemerintahan Aceh. Namun, Willy menyesalkan ketidakhadiran Gubernur Aceh dalam pertemuan tersebut.

“Ini kunjungan pertama Baleg ke Provinsi Aceh dengan membawa rombongan besar, ada dua pimpinan yang datang namun Gubernur tidak ada. Tentu kami sangat menyanyangkan itu dan kecewa,” tegas Willy usai memimpin Kunjungan Kerja Baleg di Kantor Gubernur Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (29/4/2021).

Tim diterima Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin dan Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M. Jafar.  Turut hadir Wakil Ketua Baleg Achmad Baidowi dan sejumlah anggota Baleg DPR RI.

Menurut Willy kehadiran Gubernur sangat krusial, sebab Baleg akan menyerap aspirasi dan evaluasi dari Undang – Undang  (UU PA) Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang juga mengatur Dana Otonomi Khusus.  

Dia mengungkapkan setiap RUU yang akan ditetapkan menjadi Undang – Undang senantiasa mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat, sehingga ketidakhadiran pihak pemerintah daerah merupakan preseden buruk.

“Nah, ketika Gubernur tidak punya good will atau political communication yang baik, maka itu akan menjadi kendala. Tentu, marwah dari Aceh itu sendiri terganggu, ini harus diperbaiki oleh Saudara Gubernur, karena tidak mungkin hanya diperjuangkan oleh DPRA maupun elemen masyarakat,” terangnya.

Politisi dari F-NasDem ini menambahkan dalam beberapa kesempatan, pihaknya selalu membuka diri terhadap aspirasi berkaitan eksistensi dana otsus Aceh yang akan berakhir pada tahun 2027 mendatang. Aspirasi itu datang mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) maupun oleh anggota Badan Legislasi DPR RI daerah pemilihan Aceh.

Ia juga menyinggung harapan agar dana Otsus Aceh kembali menjadi 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) setelah tahun 2027. Sisi lain, lanjutnya DPR RI saat ini tengah membahas perpanjangan Dana Otsus Papua,  sehingga tak jarang juga disinggung mengenai perpanjangan otonomi khusus daerah lainnya.

“UU Pemerintahan Aceh sudah ada di long list Prolegnas, tinggal bagaimana komunikasinya. Artinya, pemerintah daerah juga perlu pro aktif, langsung jemput bola tidak hanya bersurat. Komunikasi menjadi kunci membangun kesepahaman sehingga terbangun ruang konsultasi antara pemerintah Aceh dengan produk UU yang akan dilahirkan,” imbuh Willy.

Sebelumnya, Asisten I Sekda Aceh,  M Jafar selaku perwakilan Gubernur meminta dukungan Badan Legislasi untuk memperjuangkan perpanjangan dana Otsus Aceh. Dari pengalaman yang telah berjalan selama ini dukungan dana Otonomi Khusus untuk pembangunan Aceh memiliki peran yang sangat signifikan.

“Kalau saja keberadaan dana otsus ini tidak ada lagi, sudah tentu upaya percepatan pembangunan di daerah kami akan tersendat,” kata Jafar.

Dana Otonomi Khusus yang merupakan penerimaan Pemerintah Aceh yang berlaku untuk jangka waktu 20 tahun. Dana Otsus diterima sejak tahun 2008 yang  merupakan amanat Undang – Undang tentang Pemerintahan Aceh. Namun akan berakhir pada tahun 2027 nanti.

Jafar berharap Baleg DPR RI bisa memperjuangkan Dana Otsus Aceh bisa diperpanjang bahkan tanpa batas waktu atau abadi. Ia menegaskan dana otonomi khusus masih sangat dibutuhkan untuk membangun dan meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh. 

Jafar mengatakan UU yang masuk dalan Prolegnas akan menjadi UU yang mengikat seluruh masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat memiliki hak untuk berpartisipasi dalam setiap proses legislasi yang akan berjalan. “Boleh jadi ini menjadi langkah awal bagi warga Aceh untuk dapat berkontribusi memperkuat pembahasan RUU tersebut,” ujarnya.[]