Beranda blog Halaman 2212

Kapolri Tawarkan Anak Prajurit Awak KRI Nanggala 402 Jadi Polisi

0

Nukilan.id – Pemerintah melalui Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menggelar upacara penganugerahan tanda kehormatan dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) terhadap prajurit awak KRI Nanggala 402 di Hanggar Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021).

Menhan selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah perwira tinggi TNI-Polri.Usai upacara, Sigit menyempatkan diri untuk mendatangi satu per satu para keluarga atau perwakilan dari awak Nanggala 402. Hal itu dilakukan untuk memberikan kekuatan dan dukungan moril.

Sebagai bentuk penghormatan, Sigit menawarkan kepada anak-anak dari keluarga prajurit awak Nanggala 402 untuk bergabung menjadi aparat kepolisian.

Baca juga: Untuk Keluarga Korban Nanggala 402, Pengamat: Pemerintah Patut Pertimbangkan Usulan Demokrat

“Kepada bapak dan ibu yang mempunyai putra-putri yang akan mengabdi di kepolisian, akan difasilitasi,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya. Menurut Sigit, seluruh keluarga awak Nanggala 402 merupakan bagian dari Polri. Sebab itu, diharapkan keluarga tidak perlu sungkan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu dibantu oleh aparat kepolisian.

“Kalau ada permasalahan atau kesulitan berkaitan dengan surat-surat yang diperlukan akan dibantu, sampaikan saja saya dari keluarga besar Kapal Nanggala 402, seperti surat kehilangan, STNK, dan lainnya,” ujar Sigit. Diketahui, kapal selam KRI Nanggala 402 yang membawa 53 awak kapal dinyatakan tenggelam di perairan utara Pulau Bali. Proses pencarian pun dilakukan maksimal oleh Pemerintah Indonesia, instansi terkait dan bantuan dari negara lain. (asy)

Dukcapil Kemendagri Serahkan 53 Akta Kematian Awak KRI Nanggala 402

0
[Foto: Doc Puspen Kemendagri]

Nukilan.id – Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh atas nama Menteri Dalam Negeri secara resmi menyerahkan sebanyak 53 akta kematian awak KRI Nanggala 402 yang gugur dalam tugas.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Dirjen Zudan kepada Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Selain akta kematian, juga ikut diserahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) terbaru bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami atas nama Menteri Dalam Negeri turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa para awak kapal KRI Nanggala-402. Kami menyampaikan dokumen kependudukan berupa akta kematian, kartu keluarga dan KTP-el terbaru satu pintu melalui Mabes TNI AL agar dapat diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan para korban. Di Dukcapil itu, kalau ada yang mengurus akta kematian buat yang telah berkeluarga diserahkan 3 dokumen sekaligus,” kata Dirjen Zudan saat bertemu dengan Wakasal Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono.

Menurut Dirjen Zudan , penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil kabupaten/kota sesuai alamat KTP-el atau KK korban.

Baca juga: IPDN Bakal Dibangun di Aceh, Tinggal Tunggu Amanat Presiden

“Hal ini bisa dilakukan karena semua layanan Dukcapil sudah terkoneksi online. Semua dokumen kependudukan ditandatangani secara digital sehingga tidak perlu dilegalisir. Dokumennya bisa dicetak dengan kertas putih HVS biasa dengan tanda tangan elektronik lengkap dengan QR Code untuk mengecek keasliannya,” kata Dirjen Dukcapil yang didampingi Direktur Pencatatan Sipil Handayani Ningrum.

Dirjen Zudan menambahkan, dokumen yang diserahkan tersebut sangat diperlukan keluarga korban untuk mengurus keperluan mendesak seperti asuransi, atau keperluan urgent lainnya yang hanya bisa diurus dengan menyertakan dokumen akta kematian korban.

Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono pada kesempatan itu menyatakan sangat berterima kasih atas respons cepat Dukcapil dengan menerbitkan akta kematian dan dokumen lain yang dibutuhkan para keluarga korban.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang sangat responsif. Kami secepatnya akan menyerahkan kepada keluarga korban,” kata Laksma Ahmadi Heri Purwono.[]

Pemerintah Anjurkan Mudik Virtual

0

Nukilan.id – Dalam menghadapi ancaman yang datang dari dalam negeri dan luar negeri ini, Pemerintah berkomitmen melakukan pembatasan mobilitas. Untuk mencegah angka kenaikan kasus antar negara, maupun antar daerah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran No. 13 Tahun 2021berikut adendumnya mengenai pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April – 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei – 24 Mei 2021).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Dr. (H.C) Doni Monardo menyampaikan hal terkait dalam acara Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (28/4/2021).

Doni berpesan untuk selalu menjaga tren positif dalam hal penanganan pandemi Covid-19. Pengetatan mobilitas mudik lebaran semata-mata untuk keselamatan bersama.

Baca juga: Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Nasir Djamil: Untuk Kepentingan Siapa?

“Tolong dijaga tren baik yang sudah ada dalam menangani pandemi,” kata Doni. Beberapa kebijakan terkait ini, pada skala nasional telah dilakukan peniadaan mudik, dan penetapan masa berlaku hasil negatif Covid-19 pada masa sebelum dan sesudah masa peniadaan mudik. Pada skala internasional, diimbau agar menunda rencana kepulangan yang tidak mendesak, dan menetapkan prosedur screening dan karantina sesuai peraturan yang ada.

Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan khusus melalui surat yang dikeluarkan Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi terkait India, negara yang sedang mengalami krisis Covid-19. Bagi Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir dari India, ditolak masuk. Dan pemberian visa bagi WNA asal India ditangguhkan sementara. Untuk itu masyarakat diminta bersabar sejenak untuk tidak mudik dan bersilaturahmi bersama sanak saudara selama masa lebaran.(asy)

Komisi I DPR-RI Minta Pemerintah Yakinkan Dunia Luar Bahwa OPM Teroris

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia mulai aktif meyakinkan dunia luar bahwa Operasi Papua Merdeka (OPM) adalah teroris. Dia mendukung, pemerintah melabeli kelompok kriminal bersenjata (KKB) sebagai kelompok separatis teroris (KST).

Dave mengungkapkan, pemerintah harus melakukan tindakan tegas terhadap kelompok kriminal bersenjata setelah tewasnya Kepala Badan Intelijen Nasional Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Karya Nugraha.

“Pertama harus ambil tindakan tegas kepada KST dan meyakinkan seluruh dunia global bahwa mereka adalah kelompok teroris,” kata Dave dalam diskusi Forum Alinea bertajuk “KKB, Teroris atau Bukan?”, Kamis (29/4/2021).

Menurut politikus Partai Golkar itu, dunia luar bertujuan menghentikan kegiatan OPM, termasuk akses pendanaan organisasi tersebut dari negara lain. Dave mengaku banyak tokoh OPM di luar negeri, khususnya Belanda aktif menyebarkan kampanye gerakan-gerakan Papua Merdeka.

Selain itu, mereka juga melakukan penggalangan dana untuk gerakan OPM di Papua. “Bilamana dunia sudah mengakui bahwa mereka ini kelompok teroris, maka semua yang terlibat akan diproses hukum oleh negara masing-masing,” ungkapnya.

Baca juga: Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Nasir Djamil: Untuk Kepentingan Siapa?

Kendati demikian, Dave mengatakan, TNI/Polri harus tetap memberikan rasa nyaman dan aman terhadap penduduk Papua. Jangan sampai pengerahan pasukan ke Papua justru menimbulkan ketakutan dan hidup dalam ketakutan.

“Memastikan orang asli Papua mendapat akses pembangunan dan pembangunan SDM (sumber daya manusia), sehingga IPM (indeks pembangunan) meningkat. Karena survei terakhir, Papua ini IPM di Indonesia termasuk yang terendah, atau salah satu terendah. Ini menunjukkan sistem pendidikan di Papua belum merata,” kata dia.

Selain itu, Dave juga mendorong pemerintah melakukan dialog dengan seluruh masyarakat Papua. Cara itu menurutnya telah sukses dilakukan dalam menghadapi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Salah satu sukses di Aceh karena pemerintah pusat melakukan dialog dengan seluruh masyarakat Aceh, sehingga proses perdamaian di Aceh benar-benar terjadi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah kini melabeli KKB di “Bumi Cenderawasih” sebagai teroris pasca-penembakan terhadap Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Papua, Mayjen Anumerta I Gusti Danny Karya Nugraha.

Sikap pemerintah terhadap meningkatnya eskalasi kekerasan di Papua, terang Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, tecermin dari pernyataan Ketua MPR hingga Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto. Pun mengklaim mendapat dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga DPRD setempat.

“Sejalan dengan pernyataan mereka itu semua, maka pemerintah menganggap, bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris,” ucapnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (29/4/2021).[alinea.id]

Antisipasi Mudik, Forkopimda Subulussalam Cek Pembangunan Posko Perbatasan

0
Pengecekan pembangunan posko perbatasan oleh Forkopimda Subulussalam di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Rabu (29/4/2021). Foto: Ist

Nukilan.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Subulussalam melakukan pengecekan pembangunan posko perbatasan yang menghubungkan Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (28/4/2021).

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono di Subulussalam, Kamis, mengatakan posko perbatasan akan dibangun di Desa Jontor, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh menyusul adanya larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah.

“Di Subulussalam akan dibangun satu titik posko perbatasan, tepatnya di pos timbangan Jontor,” kata AKBP Qori Wicaksono.

Dikatakannya, titik penyekatan perbatasan ini berada di jalan nasional yang merupakan akses utama yang menghubungkan antara Provinsi Aceh dengan Provinsi Sumatera Utara.

Penyekatan perbatasan ini dilakukan, setelah turunnya Surat Edaran nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran COVID-19 selama Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam Edaran Satuan Tugas Pengendalian COVID-19 itu, masyarakat dilarang untuk melakukan mudik lebaran yang efektif mulai berlaku dari 6 sampai dengan 17 Mei 2021. Hanya mobil pengangkut BBM dan sembako yang diperbolehkan melintas.

“Bagi pegawai atau aparat yang memiliki surat tugas dari kedinasan diperbolehkan melintas. Kemudian, bagi orang sakit juga harus disertai dengan surat dokter,” ujar AKBP Qori Wicaksono.

Kapolres juga mengatakan pihaknya saat ini sudah mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait adanya larangan mudik. Beberapa spanduk terkait imbauan larangan mudik sudah mulai dipasang dibeberapa titik di Kota Subulussalam.

“Saat ini sudah dilakukan sosialisasi oleh petugas kami, dengan cara memasang spanduk di beberapa titik Kota Subulussalam ini,” pungkas Kapolres Subulussalam.

Pengecekan posko perbatasan itu turut diikuti, Wakil Walikota Subulussalam Drs.Salmaza MAP, Dandim 0118/Subulussalam Letkol Inf. Winas Kurniawan S.I.P.,M.Tr (Han), Kajari Kota Subulussalam Mayhardy Indra Putra S.H.,M.H, Ketua Mahkamah Syariah Subulussalam Fahruddin Ritonga SH.I, Ketua MPU Kota Subulussalam H.Azharuddin, Sekda Kota Subulussalam An.Ir Taufit Hidayat MM, Para Asisten dan Kadis Kominfo Kota Subulussalam Baginda SH MM.[]

Kejagung Sita 30 Bidang Tanah Milik Tersangka BTS Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI

0
Foto. Dok. Istimewa

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung kembali melakukan tindakan penyitaan barang bukti dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang diduga menyebabkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 23 Triliun (dua puluh tiga triliun rupiah).

Baca juga: Kejagung Sita Barang Bukti BTS Terkait Kasus Korupsi ASABRI

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak menyampaikan bahwa, Kali ini aset yang berhasil disita berupa 30 bidang tanah beserta Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT. Andalan Tekhno Korindo yang terafiliasi dengan Tersangka BTS seluas 394.662 M2 di Desa Puwatu dan Desa Watulondo Kabupaten/Kota Kendari.

“Status Sertifikat HGB tersebut telah diblokir oleh Kepala Kantor Badan Pertanahan Kota Kendari,” tambahnya.

Baca juga: Lagi, Kejagung Periksa 18 Saksi Terkait Dugaan Korupsi ASABRI

Leonard menjelaskan bahwa, penyitaan 30 bidang tanah tersebut telah mendapatkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Kendari Nomor: 8/Pen.Pid.Sus-TPK/2021/PN Kdi tanggal 27 April 2021, yang pada pokoknya memberikan izin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan / atau bangunan di Kota Kendari.

Sementara itu, kata Leonard, terhadap aset-aset para Tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.[]

Wacana Jabatan Presiden 3 Periode, Nasir Djamil: Untuk Kepentingan Siapa?

0
Anggota DPR/MPR-RI M. Nasir Djamil. (foto: Ji/Nukilan.id)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (DPR-RI F-PKS) asal Aceh M. Nasir Djamil, meminta pemuda dan mahasiswa  tetap kritis melihat wacana Jabatan Presiden tiga periode. Kata Nasir, pemuda dan mahasiswa  harus melihat jabatan presiden 3 periode tersebut atas kepentingan siapa? Apakah untuk Kepentingan Pengusaha atau Oligarki?. 

“Jadi memang problem untuk jabatan presiden tiga periode,  apakah itu penting atau tidak?, atau memang ada kepentingan tertentu,” Kata Muhammad Nasir Djamil pada acara 4 Pilar Kebangsaan MPR-RI yang digelar Jaringan Survei Inisiatif (JSI) di Aula Dinas Sosial Aceh, Banda Aceh, Kamis (29/4/2021). 

Nasir menyampaikan  pandangan itu secara virtual didepan 25 mahasiswa, pemuda, dan akademisi di Banda Aceh

”Pasal 7 UUD RI 1945, menyebutkan presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan,” kata Nasir. 

Namun, lanjut Nasir, apakah pasal ini bisa dirubah? Bisa. Namun yang menjadi pertanyaannya,  jabatan presiden 3 periode ini untuk kepentingan siapa? 

“Kepentingannya untuk siapa, apakah untuk kepentingan Pengusaha kah?, Kepentingan Oligarki atau murni kepentingan rakyat?,” tanya Nasir Djamil.

Nasir juga secara terang-terangan menolak wacana itu dan menyampaikan pernyataan aliansi Mahasiswa di UGM yang menyebut apabila Presiden Jokowi Inkonsistensi. Seperti yang terjadi pada pembukaan kegiatan Ombudsman 8 Februari 2021 lalu, Jokowi  menyebut silahkan mengkritik Pemerintah, namun yang terjadi yang mengkritik ditangkap.

“Politisi di Indonesia ini kalau dibilang iya, artinya tidak, sebaliknya jika dibilang tidak, maka justru iya. Jika diam, maka 50:50,” sindir Nasir.

Namun Nasir menyampaikan kendatipun  sejumlah politisi Nasional menolak wacana ini, namun tidak bisa dipungkiri di Indonesia pernah terjadi Soekarno adalah Presiden  seumur Hidup. Awalnya, wacana presiden seumur hidup  ditolak Soekarno, namun yang terjadi Soekarno tetap melanjutkan kepemimpinannya. Begitu juga Soeharto yang berkuasa 32 Tahun melalui pemilihan. 

“Pengalaman seperti ini menjadi pedoman sejarah agar tidak terulang lagi. Presiden Jokowi, mengutarakan dirinya tidak berniat untuk menjabat 3 Periode. Tinggal kita lihat nanti apa ada perubahan kedepan,” demikian Nasir Djamil. 

Selain Nasir Djamil turut menjadi pembicara Sosiolog Universitas Syaih Kuala (USK) Dr. Otto Syamsuddin Ishak,  Pakar Hukum Tata Negara dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Dr. M. Gaussyah, SH.,MH, Dosen Fisip UIN AR-Raniry Aceh Muazzinah, B.sc.,MPA), (Ketua Konstitusi Demokrasi (KoDe) Veri Junaidi dan moderator Dosen FISIP Universitas Syiah KualaS addam Rassanjani, S.IP., M.Sc. []

ji

AHY Ziarah ke Makam TGH Shaleh Hambali di NTB

0

Nukilan.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berziarah ke makam Tuan Guru Haji Shaleh Hambali di Jalan Tuan Guru Haji Muhammad Shaleh Hambali, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setibanya di makam, AHY disambut oleh cucu TGH Muhammad Shaleh Hambali, Tuan Guru Haji Halisussabri. Kepada AHY, TGH Halisussabri menceritakan sejarah perjalanan TGH Shaleh Hambali semasa hidupnya. TGH Shaleh Hambali merupakan salah satu ulama kharismatik yang menjadi panutan di NTB. TGH Muhammad Shaleh Hambali juga merupakan Rais Syuriah NU NTB pertama. Makam TGH Shaleh Hambali ini juga telah didatangi oleh banyak tokoh bangsa untuk berziarah.

Dalam sambutannya AHY mengucapkan terima kasih kepada pihak keluarga yang sudah menerima kunjungan ziarah ke makam TGH Shaleh Hambali.

“Tuan Guru Haji Shaleh Hambali, yang kita kenal sebagai guru kita semua, yang telah menorehkan sejarah dalam perjalanan hidupnya untuk Islam, terkhusus di NTB,” ujarnya.

Baca juga: AHY: Ulama dan Umara Harus Bersatu Selesaikan Masalah Bangsa

“Saya juga sangat bahagia bisa berziarah pada kesempatan sore hari ini. Dan tentunya dengan doa dan harapan, semoga segala yang telah beliau torehkan dan beliau tinggalkan untuk kita, termasuk _legacy_ berupa Pesantren Daruul Quran, bisa terus berkembang maju dan menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa. Bisa mencetak generasi penerus bangsa yang akan menjaga nilai-nilai Islam, dan juga merawat persatuan dan harmoni di antara perbedaan yang kita miliki di Tanah Air tercinta, Indonesia ini,” lanjut AHY.

Setelah selesai berziarah, AHY melanjutkan kegiatan di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center. Di sana, dia menyerahkan bantuan sosial kepada anak yatim dari Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

“Adik-adik, saya doakan mudah-mudahan sehat ya. Ini ada sedikit, mudah-mudahan bisa bermanfaat ya,” tuturnya sambil memberikan paket sembako kepada anak-anak yatim yang hadir.

Sebanyak 200 paket bantuan sembako akan diberikan kepada anak-anak yatim di wilayah kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram. (bcr/csa)

Dr Amri: Aceh Seperti Auto Pilot Kemiskinan Walau APBA Besar

0

Nukilan.id – Dalam Program Suara Publik TVRI, hadir 2 akademisi, Dr Amri dari Universitas Syiah Kuala dan Dr Taufik Abdul Rahim dari Universitas Muhammadiyah Aceh, membahas pengentasan kemiskinan Aceh. Dilihat dari keberadaan APBA, Provinsi Aceh masuk katagori 5 terbesar dari 34 Provinsi di Indonesia pada tahun 2020 lalu. Tapi kenyataannya, provinsi Aceh terus terpuruk dalam kemiskinan sampai saat ini.

“Anggara yang dimiliki Aceh banyak sekali, tapi pemerataan ekonomi tidak dilakukan dengan baik. Aceh seperti auto pilot, karena kemiskinan dan kesejateraan masyarakat Aceh tidak berdampak dengan adanya pemerintah Aceh. Selain Gubernur lemah, yang menyakitkan lagi Wagub juga tidak ada, fungsi wagub sebagai pengawas sebenarnya sangat penting bagi Aceh” kata Dr Amri yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, di Banda Aceh Rabu (28/4/2021).

Gubernur Aceh harus mengakui data BPS, karena data BPS juga dipakai oleh kementerian. Tidak ada khilafiyah dengan kemiskinan Aceh, sudah valid, sudah jelas alat ukurnya, yang perlu diperbaiki adalah kebijakan Nova Iriansyah, perencanaan, dan manajemen anggaran di Aceh harus tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

Selain itu menurut Amri, untuk mengatasi kemiskinan harus adanya iktikat baik dari Gubernur Aceh. Jika pemerintah tidak memiliki iktikat baik mengurasi kemiskinan, maka apapun yang dilakukan oleh elemen lain tidak ada berguna apa-apa.

Amri menambahkan Gubernur Aceh dalam mengatasi kemiskinan di Aceh harus memiliki iktikat yang baik. Top manajemen dan kepemimpinan yang kuat menjadi indikator penting supaya masyarakat Aceh dapat keluar dari kemiskinan.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Taufik Abdul Rahim menyorot penyebab kemiskinan Aceh, salah satunya karena belanja operasional APBA sangat besar untuk kepentingan birokrasi ketimbang masyarakat Aceh.

“Gubernur Aceh telah melakukan kesalahan kebijakan yang fatal, karena dengan dana APBA yang tersebesar ke 5 di Indonesia tapi rakyatnya menjadi termiskin nomor 6 nasional. Sudah seharusnya Gubernur Nova Iriansyah membangun Aceh dengan serius berdasarkan indikator-indikator pembangunan yang dapat mereduksi kemiskinan.” ujarnya.

Menurut Dr Taufik, Gubernur Aceh dan pimpinan DPRA juga tidak bekerja maksimal untuk membangun Aceh. Selain anggaran belanja pegawai tinggi, juga cenderung APBA Aceh hanya di kuasai elit. Buktinya serapan anggaran APBA 2021 masih tarik ulur.

Taufik merincikan, sejumlah program yang disusun pada awal Irwandi-Nova hampir tidak dilakukan oleh Gubernur sekarang. Seperti pembangunan 6000 Rumah Dhuafa dan program pro kesejahteraan lainnnya dari program Aceh Hebat telah beralih menjadi program Aceh Bereh yang tidak tertuang dalam RPJM.

“Kepemimpinan Gubernur, DPRA dan birokrasi di Aceh saat ini kompetensinya sangat rendah dibanding dengan anggaran yang mereka dikelola. Ini menjadi sulit untuk keluar dari kemiskinan Aceh,” tambahnya..

Kedua narasumber Dialog Publik setuju bahwa salah satu strategi mereduksi kemiskinan di Aceh dengan cara memperbanyak serapan anggaran pada sektor pertanian, perikanan dan UMKM. Idealnya harus banyak ketiga sektor itu serapan anggaran APBA karena masyarakat Aceh fokus pada sektor tersebut. Seharusnya APBA/APBK juga harus berbasis pada kepentingannya daerahnya.

Dialog Publik interaktif tersebut juga mendapat respon dari sejumlah masyarakat dari Aceh Tenggara, Bireun, Pidie, Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.[]

IPDN Bakal Dibangun di Aceh, Tinggal Tunggu Amanat Presiden

0
Rencana lokasi pembangunan kampus IPDN Aceh. Foto: kumparan.com

Nukilan.id – Wakil Rektor Bidang Administrasi IPDN, Dr. Rizari MBA, M.Si, mengatakan pembangunan kampus Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN) Regional Aceh tinggal menunggu Amanat Presiden (Ampres).

“Apabila sudah disetujui oleh Bapak Presiden, untuk penempatan praja IPDN yang akan datang bisa ditempatkan di sini,” kata Rizari saat meninjau lokasi pembangunan kampus IPDN di Jantho, Aceh Besar bersama Brigjen Pol Herman Sikumbang, Kepala Satuan Bina Pelatihan IPDN, Rabu (28/04/2021).

Rizari mengatakan, Ampres dibutuhkan karena keterbatasan anggaran di Kementerian Dalam Negeri. Jika nanti Ampres keluar, hal itu bisa menjadi acuan bagi Kementerian Keuangan untuk menganggarkan belanja APBN untuk pembangunan kampus IPDN Aceh.

“Dulu uang masih ada. Sekarang pandemi, apabila Mendagri menambah satu (Kampus IPDN) berati ada pengurangan uang di Kemendagri. Karena itu harus diusulkan kepada Presiden. Kalau turun Inpres, bisa langsung dibangun,” kata Rizari.

Baca juga: Pemkab Aceh Besar Gelar Rapat Evaluasi dan Keberlanjutan Kotaku, Ini Hasilnya

Rizari mengatakan dirinya telah diberikan arahan oleh Menteri Dalam Negeri melalui Rektor IPDN untuk meninjau lahan yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk pembangunan kampus IPDN. Pihaknya juga meninjau kampus sementara yang akan digunakan sembari menunggu kampus selesai dibangun.

Kampus sekaligus asrama sementara yang akan digunakan adalah Balai Pelatihan Kesehatan Aceh (Bapelkes). Gedung milik Pemerintah Aceh itu telah dilengkapi semua fasilitas sehingga dipandang sangat strategis dijadikan kampus sementara IPDN Regional Aceh. Pemkab Aceh Besar juga menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk ditempati sebagai asrama.

Selain di Jatinangor Sumedang Jawa Barat, IPDN mempunyai beberapa kampus regional lain. Di antaranya adalah berada di Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Menurut Rizari usai memantau lokasi pembangunan kampus IPDN di Jantho, Aceh dipandang sudah sangat siap, baik dari sisi pengadaan lahan hingga lokasi sekolah dan asrama sementara. Hanya saja, Rizari meminta agar seluruh tanah yang dihibahkan memang telah bersertifikat atas nama Kementerian Dalam Negeri.

Selain itu, kata Rizari, mereka menginginkan adanya berita acara, terkait komitmen apa saja yang akan dibantu oleh pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar. Hal itu penting karena pemerintah Aceh telah menyampaikan komitmen untuk membantu operasional kampus sebelum IPDN mempunyai kampus sendiri yang dibangun melalui APBN.

Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. Iskandar AP, mengatakan Presiden Joko Widodo dalam beberapa kesempatan datang ke Aceh telah menyampaikan bahwa IPDN akan segera hadir di Aceh. Pemerintah Aceh pun telah menyatakan kesediaannya bahkan siap menyediakan anggaran pengoperasionalan kampus kedinasan tersebut selama lima tahun.

“Dalam operasi tahun pertama tentu sejumlah barang dan jasa akan disediakan oleh pemerintah Aceh,” kata Iskandar AP. Hal tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah Aceh agar kampus IPDN bisa segera dibangun di Jantho.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, mengatakan jika kampus IPDN adalah buah hati masyarakat Aceh. “Aceh adalah daerah asimetris, tentu kehadiran kampus ini menjadi penyeimbang,” kata bupati.
Mawardi mengatakan keberadaan IPDN di Aceh menjadi perekat NKRI. Apalagi nantinya akan banyak praja dari berbagai daerah dan berbagai karakter akan berkumpul di Aceh. “Kita berharap tahun ini praja sudah bisa masuk,” kata bupati.[kumparan]