Beranda blog Halaman 221

Gusmawi Mustafa Ajak Masyarakat Bersinergi Perangi Kekerasan Perempuan dan Anak

0
gusmawi mustafa
Koordinator Wilayah Barat Yayasan Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Rumoh Putroe Aceh, Gusmawi Mustafa. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Polres Aceh Selatan berhasil meringkus seorang pria pada Senin malam (2/6/2025) yang diduga melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya hingga mengakibatkan korban hamil. Kasus yang menyayat hati ini memicu perhatian serius dari berbagai kalangan, terutama aktivis perlindungan perempuan dan anak.

Gusmawi Mustafa, Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat yang berani melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib. Menurutnya, keberanian masyarakat melapor menjadi indikator meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Ini adalah bukti bahwa kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap perlindungan anak dan perempuan mulai tumbuh dan menjadi kekuatan bersama dalam melawan segala bentuk kekerasan,” kata Gusmawi dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id melalui WhastsApp pada Selasa (3/6/2025).

Gusmawi menegaskan bahwa peran serta aktif masyarakat sangat vital dalam mencegah terulangnya kasus serupa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dan berperan aktif sebagai benteng pertama pencegahan kekerasan.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, kami mengajak untuk terus bersinergi dan peduli, agar ke depan tidak ada lagi kasus serupa terjadi. Pencegahan dimulai dari lingkungan terkecil keluarga, tetangga, dan komunitas,” jelasnya.

Kasus ini sekaligus menjadi momen penting untuk mengingatkan keberadaan layanan pengaduan publik yang efektif sebagai sarana cepat melaporkan kekerasan. Gusmawi menyoroti layanan Call Center Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) Kabupaten Aceh Selatan yang baru saja diluncurkan beberapa hari lalu sebagai terobosan strategis.

“Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, layanan Call Center KTPA Aceh Selatan di nomor 0821-8983-5871 kini tersedia sebagai saluran aman dan rahasia bagi siapa pun yang ingin melaporkan atau berkonsultasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa hadirnya layanan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah bersama lembaga perlindungan dalam memberikan akses cepat dan mudah kepada korban maupun masyarakat yang peduli.

“Ini adalah langkah strategis dan bukti komitmen pemerintah daerah bersama lembaga-lembaga perlindungan untuk hadir lebih dekat, cepat, dan berpihak kepada korban.”

Dengan harapan yang tinggi, Gusmawi meyakini layanan tersebut akan menjadi penguat transformasi menuju Aceh Selatan yang lebih ramah, adil, dan aman bagi perempuan dan anak-anak.

“Harapan kita bersama, layanan ini akan menjadi penguat transformasi menuju Aceh Selatan yang lebih ramah, adil, dan aman bagi perempuan dan anak-anak.”

Kasus ini tidak hanya menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat, lembaga perlindungan, dan pemerintah dalam menjaga keselamatan anak dan perempuan dari berbagai bentuk kekerasan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gusmawi Mustafa Kutuk Keras Kasus Rudapaksa Pria terhadap Anak Kandung di Aceh Selatan

0
gusmawi mustafa
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Selatan mengamankan seorang pria berinisial SK (54), warga Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Senin malam, 2 Juni 2025. Ia diduga kuat telah melakukan rudapaksa terhadap anak kandungnya sendiri hingga menyebabkan korban hamil.

Menyikapi kasus ini, Koordinator Wilayah Barat Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh, Gusmawi Mustafa, menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan tak berperikemanusiaan tersebut. Ia menilai perbuatan pelaku tak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai moral, agama, dan kemanusiaan.

“Tindakan tersebut bukan hanya melanggar hukum dan norma agama, tetapi juga menghancurkan masa depan korban yang merupakan darah daging sendiri,” kata Gusmawi dalam keterangannya kepada Nukilan.id melalui WhatsApp, Selasa (3/6/2025).

Gusmawi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tak tinggal diam dan berani melaporkan kejahatan tersebut kepada pihak berwenang. Sikap aktif warga, menurutnya, menjadi pondasi penting dalam upaya memutus rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Aceh Selatan yang bergerak cepat dalam menangani laporan ini. Kecepatan dan ketegasan penegakan hukum adalah kunci untuk memberikan rasa aman dan keadilan kepada korban,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Gusmawi menekankan pentingnya penanganan kasus yang tidak berhenti pada aspek hukum semata, tetapi juga menyentuh pemulihan korban secara menyeluruh. Ia menyoroti perlunya pendekatan yang holistik, termasuk layanan psikososial yang memadai.

“Kami mendorong proses hukum yang adil dan transparan, serta memastikan adanya pemenuhan hak-hak korban, termasuk pendampingan psikologis dan medis yang layak,” ungkapnya.

Kasus ini, menurut Gusmawi, harus menjadi refleksi serius bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menilai sejauh mana sistem perlindungan terhadap korban kekerasan seksual telah berjalan efektif di tingkat lokal. Ia menilai, kehadiran sarana pelaporan yang mudah diakses masyarakat menjadi aspek penting dalam pencegahan dan penanganan kekerasan serupa di masa depan.

“Kasus ini menjadi barometer penting atas hadirnya layanan pengaduan publik yang efektif, termasuk Call Center Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) Kabupaten Aceh Selatan yang baru saja kita launching beberapa hari lalu,” jelasnya.

Dalam konteks itu, Gusmawi memperkenalkan saluran resmi yang kini telah tersedia bagi masyarakat Aceh Selatan sebagai langkah konkret perlindungan terhadap korban. Layanan ini diharapkan menjadi ruang aman yang dapat diakses oleh siapa pun yang mengalami atau menyaksikan kekerasan.

“Layanan Call Center KTPA Aceh Selatan di nomor 0821-8983-5871 (telepon/WhatsApp) kini tersedia sebagai saluran aman dan rahasia bagi siapa pun yang ingin melaporkan atau berkonsultasi terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya.

Dengan penanganan yang cepat dan layanan yang terus diperkuat, Yayasan P2TP2A Rumoh Putroe Aceh berharap tragedi serupa tidak kembali terjadi. Namun bila terjadi, masyarakat tak lagi bungkam—karena perlindungan terhadap perempuan dan anak bukan hanya tugas negara, tapi juga kewajiban bersama. (XRQ)

Reporter: Akil

TMMD Kodim Banda Aceh Tanam 250 Pohon Produktif

0
TMMD Kodim Banda Aceh Tanam 250 Pohon Produktif. (Foto: Humas Kodim KBA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kodim 0101/Kota Banda Aceh (KBA) melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 dengan menanam 250 pohon produktif di lahan milik Gampong Weu, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Program ini tak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga mendorong ketahanan pangan serta memperkuat perekonomian warga.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 0101/KBA, Letkol Inf Faurizal Noerdin. Ia menegaskan bahwa penanaman pohon buah seperti rambutan, alpukat, mangga, dan durian merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD tahun ini.

“Langkah kolaboratif tersebut tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi lokal,” kata Letkol Inf Faurizal Noerdin di Jantho, Senin.

Pilihan Bibit Bernilai Ekonomi Tinggi

Lebih lanjut, Faurizal menjelaskan bahwa jenis-jenis bibit yang dipilih tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Tanaman ini diharapkan menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat.

“Jenis-jenis bibit ini dipilih karena selain bernilai ekonomi, juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, ketika pohon-pohon produktif ini tumbuh, warga akan lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga. Tak hanya itu, buah lokal dari hasil panen nantinya juga akan menyediakan vitamin dan nutrisi yang penting, terutama bagi anak-anak dan orang tua.

“Dengan tumbuhnya pohon buah produktif, masyarakat semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Di mana hasil panen dari buah-buahan lokal akan menjadi sumber vitamin dan nutrisi bagi anak-anak dan orang tua,” ujarnya.

Edukasi dan Kolaborasi Semua Pihak

Penanaman ini juga menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat. Mereka diajak untuk memahami pentingnya menanam pohon dalam menjaga kualitas udara, mencegah erosi tanah, serta melindungi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

“Program ini menjadi pembelajaran langsung bagi warga tentang pentingnya penanaman pohon untuk menjaga kualitas udara, menahan erosi tanah, dan memelihara keanekaragaman hayati setempat,” ujar Dandim.

Lebih dari itu, kegiatan ini mencerminkan kolaborasi antara berbagai pihak—TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga warga setempat—dalam mewujudkan kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan di Aceh Besar.

“Aktivitas tersebut juga merepresentasikan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial-ekonomi dan pelestarian lingkungan di Aceh Besar,” tambahnya.

Dampak Nyata Bagi Ekonomi Warga

Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, melalui Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, SDM, dan Kerjasama, Adi Dharma, turut mengapresiasi langkah ini. Ia menilai bahwa penanaman pohon produktif bukan hanya menjaga alam, tetapi juga membawa manfaat ekonomi yang langsung dirasakan warga.

“Penanaman pohon produktif tidak hanya menjaga alam dan lingkungan, tapi akan ikut berdampak terhadap ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan demikian, melalui TMMD ke-124, Kodim 0101/KBA telah menunjukkan bahwa pembangunan desa bukan sekadar pembangunan fisik, namun juga menyasar aspek keberlanjutan, kesejahteraan, dan pendidikan lingkungan yang menyeluruh.

Editor: Akil

India Serap Batubara Aceh Senilai 34,34 Juta Dolar AS

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – India menjadi negara tujuan utama ekspor Provinsi Aceh pada April 2025. Negeri Bollywood itu menyerap batubara asal Aceh senilai 34,34 juta dolar AS, menjadikannya kontributor terbesar dalam neraca ekspor provinsi tersebut.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Tasdik Ilhamudin, mengungkapkan bahwa kelompok komoditas terbesar yang diekspor adalah Bahan Bakar Mineral, dengan nilai transaksi mencapai 35,99 juta dolar AS.

“Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan April 2025 dari kelompok komoditas bahan Bakar Bakar Mineral. Nilai dari transaksi tersebut mencapai 35,99 juta USD yang didominasi oleh komoditas Batubara,” ujarnya pada Senin (2/6/2025).

Ekspor Melemah, Tapi Sektor Tambang Masih Mendominasi

Meskipun India menyerap batubara dalam jumlah besar, nilai total ekspor Aceh pada April 2025 mengalami penurunan. Angka ekspor tercatat sebesar 52,99 juta dolar AS, atau turun 7,08 persen dibandingkan bulan Maret 2025.

Namun demikian, sektor pertambangan tetap menjadi penopang utama. Menurut Tasdik, ekspor terbesar berasal dari sektor ini dengan nilai 35,99 juta dolar AS. Ini menunjukkan bahwa komoditas tambang, khususnya batubara, masih menjadi andalan utama ekonomi Aceh dalam perdagangan internasional.

Impor Naik Tajam, Neraca Dagang Tetap Surplus

Sementara itu, di sisi lain, nilai impor Provinsi Aceh pada April 2025 justru melonjak. Total impor mencapai 50,81 juta dolar AS, naik signifikan sebesar 65,46 persen dibandingkan Maret 2025.

Mayoritas impor berasal dari komoditas Bahan Bakar Mineral dan Gas, dengan nilai 50,13 juta dolar AS. Meski impor meningkat drastis, Aceh masih mencatat neraca perdagangan luar negeri yang positif, dengan surplus sebesar 2,18 juta dolar AS.

Pelabuhan Aceh Jadi Pintu Utama Ekspor

Menariknya, sebagian besar ekspor komoditas Aceh pada bulan tersebut masih dilakukan melalui pelabuhan yang berada di dalam provinsi.

“Total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh yang diekspor melalui pelabuhan di Provinsi Aceh pada April 2025 sebesar 43,49 juta USD atau sebesar 82,08 persen terhadap total ekspor komoditas asal Provinsi Aceh,” jelas Tasdik.

Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur pelabuhan di Aceh cukup mendukung aktivitas perdagangan luar negeri, terutama dalam sektor pertambangan.

Editor: AKil

Kemenkum Aceh Verifikasi DPP PPA

0
Kemenkum Aceh Verifikasi DPP PPA. (Foto: HUMAS KEMENKUM ACEH)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh kembali melanjutkan proses legalitas partai politik lokal. Kali ini, giliran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perjuangan Aceh (PPA) yang diverifikasi secara langsung oleh tim Administrasi Hukum Umum (AHU) Kemenkum Aceh.

Verifikasi ini berlangsung pada Senin (2/6/2025) di Banda Aceh. Sebelumnya, tim telah menyelesaikan tahapan serupa terhadap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPA di sembilan kabupaten/kota.

Kantor Diperiksa, Struktur Diteliti

Dalam proses ini, tim AHU meninjau langsung kantor DPP PPA. Mereka memeriksa kelengkapan dokumen legalitas, struktur pengurus, serta aktivitas organisasi.

Tak hanya itu, para pengurus PPA juga diajak berdialog. Tujuannya adalah untuk menggali komitmen partai terhadap integritas dan keberlanjutan organisasi.

Verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa partai lokal memiliki struktur kepengurusan yang sah, aktif, dan sesuai aturan. Selain itu, kelengkapan administrasi juga menjadi indikator utama dalam evaluasi.

Harapan Meurah Budiman untuk PPA

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, menegaskan bahwa kehadiran partai lokal seperti PPA merupakan bagian dari kekhususan Aceh dalam sistem politik nasional.

“Kami berharap DPP PPA dapat terus membangun sistem kepartaian yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Verifikasi ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk pembinaan agar parlok mampu bersaing secara sehat dan profesional,” kata Meurah Budiman.

Pernyataan ini menekankan bahwa verifikasi bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga langkah pembinaan yang substansial.

Pendampingan dan Pembinaan Berkelanjutan

Senada dengan Meurah, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Aceh, Purwandani H Pinilihan, juga menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendampingi partai lokal secara berkelanjutan.

“Kami memberikan arahan dan motivasi agar PPA dapat memenuhi seluruh persyaratan administratif dengan baik. Harapan kami, partai ini dapat menjadi kanal aspirasi masyarakat Aceh yang kuat, dengan tata kelola yang modern,” ujar Purwandani.

Menurutnya, pendampingan terhadap partai lokal bukan sekadar tugas teknis, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat demokrasi Aceh.

Menjaga Demokrasi Pasca-MoU Helsinki

Kemenkumham Aceh menyadari bahwa partai lokal adalah pilar penting dalam sistem demokrasi Aceh pasca-MoU Helsinki. Oleh sebab itu, pengawasan dan pembinaan terhadap partai-partai lokal akan terus dilakukan secara reguler.

Verifikasi ini tidak berhenti pada tahap administrasi. Nantinya, hasilnya akan dijadikan dasar evaluasi lanjutan untuk menentukan status legalitas PPA secara menyeluruh di seluruh Aceh.

Editor: AKil

Diduga Rudapaksa Anak Kandung, Pria di Aceh Selatan Diringkus Polisi

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Selatan berhasil mengamankan seorang pria berinisial SK (54), warga Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Selasa malam, 3 Juni 2025. Pria tersebut diduga kuat telah melakukan tindak pidana rudapaksa terhadap anak kandungnya sendiri hingga korban hamil.

Kasus ini menggemparkan warga setempat, mengingat peristiwa tragis ini terjadi di dalam lingkup keluarga inti.

Laporan Warga Jadi Awal Terbongkarnya Kasus

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat yang diterima Unit 4 PPA Satreskrim Polres Aceh Selatan pada Senin malam, 2 Juni 2025, sekitar pukul 20.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas segera melakukan interogasi awal terhadap korban dan sejumlah saksi.

Tak hanya itu, tim juga mengumpulkan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana tersebut. Dari penyelidikan awal yang cepat, diketahui bahwa pelaku masih berada di sekitar lokasi.

Pelaku Ditangkap di Kilang Kayu

Berbekal informasi yang ada, tim gabungan yang dipimpin langsung oleh KBO Satreskrim kemudian berkoordinasi dengan Polsek Trumon Timur untuk melakukan pemetaan lokasi. Sekitar pukul 23.00 WIB, hanya tiga jam setelah laporan masuk, pelaku berhasil diamankan di salah satu kilang kayu di Gampong Pinto Rimba.

Tanpa melakukan perlawanan, pelaku langsung digelandang ke Mapolres Aceh Selatan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi: Kasus Ini Sangat Memprihatinkan

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Iptu Narsyah Agustian, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan menangani kasus ini dengan serius.

“Setelah menerima laporan dari masyarakat, tim kami segera bergerak cepat melakukan pendalaman dan penindakan di lapangan. Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Kami akan menangani kasus ini secara serius dan profesional,” ujarnya.

Kasus ini akan diproses berdasarkan Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara tegas mengatur sanksi bagi pelaku rudapaksa.

Imbauan untuk Warga

Di sisi lain, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Terutama, jika melihat atau mengetahui adanya kekerasan seksual terhadap anak-anak.

“Kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua pentingnya menjaga dan melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, terlebih yang dilakukan oleh orang terdekat,” tegas Iptu Narsyah.

Saat ini, SK masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Aceh Selatan. Polisi berkomitmen untuk memberikan pendampingan hukum serta psikologis kepada korban demi pemulihan yang maksimal.

Editor: Akil

Kilas Balik Gemini 4: Langkah Berani Amerika dalam Pertarungan Menuju Bulan

0
Peluncuran Gemini 4 dan Spacewalk Pertama AS (3 Juni 1965). (Foto: NASA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pada 3 Juni 1965, sebuah roket Titan II meluncur dari Kennedy Space Center, mengangkut dua astronot Amerika Serikat ke luar angkasa dalam misi yang akan mencatat sejarah: Gemini 4. Lebih dari sekadar penerbangan, misi ini menjadi batu loncatan penting bagi ambisi Amerika menjejakkan kaki di Bulan.

Dilansir Nukilan.id dari NASA History Office, dalam empat hari dunia menyaksikan keberanian, eksperimen, dan salah satu momen paling dramatis dalam perlombaan antariksa: spacewalk pertama oleh astronot AS, Edward H. White II.

Dua Astronot, Satu Misi Bersejarah

Di dalam kapsul Gemini 4, dua nama besar dalam sejarah antariksa duduk dalam keterbatasan ruang dan tekanan ekstrem: James McDivitt sebagai komandan dan Edward H. White II sebagai pilot. Misi ini menandai penerbangan luar angkasa berawak terlama dalam sejarah Amerika Serikat saat itu—empat hari penuh mengelilingi Bumi.

Namun, di balik catatan waktu itu, misi ini mengusung tujuan yang jauh lebih ambisius. NASA hendak menguji sejauh mana manusia bisa bertahan dan bekerja di luar angkasa dalam jangka waktu yang lebih lama, sekaligus mencoba manuver orbit yang kelak sangat krusial untuk pendaratan di Bulan.

Langkah Kecil Ed White di Luar Angkasa

Di orbit ketiga, saat Bumi bergulir pelan di balik jendela kapsul, Ed White membuka palka pesawat dan keluar, menggantung dalam kehampaan luar angkasa. Dengan senjata dorong berbasis gas di tangannya, ia mengambang bebas selama 23 menit, menjadi orang Amerika pertama yang melakukan Extra-Vehicular Activity (EVA), atau dikenal sebagai spacewalk.

“Ini adalah pengalaman terbaik dalam hidup saya,” ucap White, yang begitu terpukau hingga enggan kembali ke dalam kapsul. Butuh perintah tegas dari McDivitt agar ia akhirnya menyudahi petualangan pendeknya itu.

Momen tersebut tidak hanya menyentuh sisi emosional umat manusia, tapi juga menjadi pembuktian teknologi Amerika yang hingga saat itu masih tertinggal dari Uni Soviet.

Belajar dari Kegagalan dan Menang dalam Spirit

Meskipun Gemini 4 juga mencoba melakukan manuver pertemuan (rendezvous) dengan tahap roket Titan II, upaya itu tidak sepenuhnya berhasil. Namun, seperti yang ditulis Gene Kranz, direktur penerbangan legendaris NASA, kegagalan ini justru menjadi guru terbaik bagi tim misi. Pengalaman tersebut menginspirasi pengembangan strategi yang lebih canggih di misi Gemini berikutnya—satu demi satu membuka jalan menuju Apollo 11.

Selain itu, McDivitt dan White juga menjalankan eksperimen fotografi yang membantu pemetaan dan pemantauan cuaca dari luar angkasa, membuka dimensi baru dalam observasi Bumi.

Tiga Bulan Setelah Soviet, AS Membalas

Gemini 4 bukanlah EVA pertama dalam sejarah—Alexei Leonov dari Uni Soviet sudah melakukannya lebih dulu pada Maret 1965. Namun, White dan tim NASA tidak ingin sekadar mengekor. Dengan kontrol misi yang presisi dan teknologi yang terus dikembangkan, AS mengirim pesan tegas: mereka siap menyusul dan melampaui.

Dalam konteks Perang Dingin, spacewalk ini lebih dari sekadar penjelajahan ilmiah. Ia adalah simbol tekad dan kompetisi antara dua negara adidaya. Dan dalam empat hari itu, Amerika membuktikan bahwa mereka tidak hanya mengejar, tetapi siap memimpin.

Jejak yang Tak Terhapuskan

Gemini 4 tidak berakhir di tanggal 7 Juni 1965. Ia terus hidup dalam catatan sejarah sebagai misi transisi—dari eksplorasi awal ke persiapan serius menuju pendaratan manusia di Bulan. Langkah kecil Ed White di luar angkasa menjadi salah satu batu bata penting yang membangun jalan ke momen ikonik Neil Armstrong empat tahun kemudian.

Kini, setiap kali manusia menatap langit malam dan membayangkan perjalanan ke luar angkasa, nama Ed White dan Gemini 4 terukir sebagai simbol keberanian manusia melawan batas-batasnya sendiri. Sebuah pengingat bahwa untuk menggapai bintang, kita harus terlebih dahulu berani membuka palka dan melangkah ke kehampaan. (XRQ)

Reporter: Akil

Kunjungan Wisman ke Aceh Meningkat pada April 2025, Didominasi Pelancong Malaysia

0
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh melaporkan bahwa sebanyak 2.204 wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi Aceh selama bulan April 2025. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan sebesar 9,30 persen poin dibandingkan dengan Maret 2025.

Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut justru menunjukkan penurunan.

“Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan April 2024 mengalami penurunan sebesar 17,69 persen poin,” ujar Tasdik Ilhamudin, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Senin (2/6/2025).

Malaysia Menjadi Penyumbang Wisman Terbanyak

Dari total kunjungan tersebut, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan jumlah mencapai 1.335 orang. Sementara itu, pelancong dari Thailand tercatat sebanyak 38 orang, diikuti oleh wisatawan asal Jerman yang berjumlah 33 orang.

Dominasi Malaysia bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat letak geografis yang berdekatan serta hubungan budaya yang relatif erat dengan Aceh.

Seiring dengan jumlah kunjungan tersebut, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Aceh masih tergolong rendah. Hotel berbintang mencatatkan TPK sebesar 22,60 persen, sedangkan hotel non-bintang berada pada angka 20,94 persen.

Rendahnya tingkat hunian ini bisa menjadi sinyal bagi pelaku industri pariwisata untuk melakukan evaluasi terhadap layanan dan promosi yang ditawarkan.

Keindahan Alam Jadi Daya Tarik Wisatawan

Sebagai informasi, Aceh memiliki potensi wisata yang sangat kaya. Mulai dari keindahan alam, keragaman budaya, hingga keramahan penduduk lokal, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing.

Salah satu destinasi yang paling banyak dikunjungi adalah Pulau Sabang. Terletak di ujung barat Indonesia, pulau ini menawarkan pantai berpasir putih dan air laut yang jernih—kondisi ideal bagi para penyelam dan pecinta snorkeling. Di samping itu, keindahan terumbu karang serta keberagaman hayati bawah laut Sabang turut memperkuat daya tariknya sebagai ikon pariwisata Aceh.

Melihat adanya tren peningkatan dari bulan sebelumnya, pelaku industri pariwisata di Aceh diharapkan dapat terus berinovasi. Dengan pengelolaan yang lebih profesional serta promosi yang menyasar pasar internasional, jumlah kunjungan wisman ke Aceh berpotensi tumbuh lebih baik pada bulan-bulan mendatang.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenkum Aceh Tekankan Etika dan Integritas kepada CPNS

0
Kakanwil Kemenkum Aceh Tekankan Etika dan Integritas kepada CPNS. (Foto: HUMAS KEMENKUM ACEH)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, Meurah Budiman, menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 14 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Kanwil Kemenkumham Aceh. Penyerahan dilakukan di halaman kantor wilayah, Senin (3/6/2025), dan disaksikan oleh jajaran pimpinan tinggi pratama serta pejabat manajerial.

Momen ini menandai awal perjalanan baru bagi para CPNS. Menurut Meurah, SK yang mereka terima bukan sekadar dokumen administratif, melainkan simbol tanggung jawab besar sebagai abdi negara.

Pentingnya Integritas dan Loyalitas

Dalam sambutannya, Meurah menekankan bahwa setiap CPNS harus memegang teguh nilai-nilai integritas dan loyalitas. Ia mengingatkan bahwa menjadi bagian dari Kemenkumham berarti bekerja berdasarkan prinsip dasar PASTI: Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif.

“Menjadi bagian dari Kementerian Hukum berarti siap bekerja dengan nilai dasar PASTI: Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif,” ujar Meurah.

Ia juga mengajak para CPNS untuk tidak terjebak pada status formal sebagai ASN. Sebaliknya, mereka diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan pelayanan publik.

Birokrasi Harus Siap Beradaptasi

Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan terhadap birokrasi pun semakin kompleks. Karena itu, Meurah menegaskan pentingnya kecepatan, adaptasi teknologi, dan kepekaan terhadap perubahan lingkungan kerja.

“Jangan berhenti belajar. Dunia terus berubah, dan birokrasi harus menjadi bagian dari perubahan itu,” tambahnya dengan tegas.

Pernyataan ini sekaligus menjadi dorongan bagi para CPNS agar terus meningkatkan kapasitas diri. Proses belajar, menurutnya, adalah bekal utama untuk menghadapi tantangan birokrasi modern.

Harapan bagi Wajah Baru Kemenkumham

Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Aceh, Purwandani H. Pinilihan, turut memberikan pengarahan. Ia berharap para CPNS mampu menjadi wajah baru yang membawa semangat positif dalam pelayanan hukum di Aceh.

“Kalian adalah generasi yang akan mewarnai wajah Kemenkum Aceh ke depan. Bekerjalah dengan hati, karena masyarakat menilai institusi ini dari pelayanan yang kalian berikan,” ungkap Purwandani.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter sejak masa awal pengabdian. Etika kerja, kepatuhan terhadap aturan, serta budaya melayani harus ditanamkan secara konsisten sejak dini.

Tak Cukup Sekadar Kuasai Regulasi

Menurut Purwandani, penguasaan regulasi memang penting. Namun, lebih penting lagi adalah kesadaran moral dalam menjalankan tugas.

“Penguasaan regulasi penting, tetapi lebih penting lagi adalah kesadaran moral dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Sebagai informasi, ke-14 CPNS yang menerima SK tersebut akan ditempatkan sesuai dengan formasi yang telah mereka pilih. Selama satu tahun ke depan, mereka akan menjalani masa percobaan sebelum diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

Editor: Akil

Nilam Aceh Diusulkan Jadi Standar Nasional Minyak Atsiri

0
Petani nilam. (Foto: Kemenag RI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Minyak nilam (patchouli oil) sudah sejak lama menjadi komoditas strategis Indonesia. Perannya pun sangat vital, khususnya dalam industri minyak atsiri dunia. Seiring meningkatnya permintaan global akan bahan baku alami untuk kosmetik, parfum, dan aromaterapi, Indonesia terus menunjukkan dominasinya sebagai salah satu produsen utama.

Namun, di balik peluang besar itu, terselip tantangan yang tak ringan. Salah satu yang paling mendesak adalah soal konsistensi mutu dan daya saing produksi. Di sinilah Aceh mengambil peran penting.

Aceh, Pusat Nilam Berkualitas Dunia

Aceh dikenal luas sebagai penghasil nilam dengan kualitas unggulan. Minyak nilam dari provinsi ini memiliki kandungan yang tinggi dan aroma yang khas. Tak heran jika nilam Aceh sering disebut sebagai yang terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Sayangnya, keberhasilan Aceh belum sepenuhnya diikuti oleh daerah penghasil nilam lainnya di Indonesia. Ketimpangan kualitas antardaerah masih terjadi, dan hal ini bisa berdampak terhadap upaya Indonesia dalam membangun industri nilam yang solid serta terstandarisasi.

“Nilam Aceh itu sejak dulu sudah dikenal sebagai nilam yang memiliki keunggulan yang sangat luar biasa. Selain di Aceh, Indonesia juga memproduksi nilam, salah satunya di Sulawesi,” ujar Dr. Ir. Elly Sufriadi, S.Si., M.Si., Sekretaris Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK), dalam dialog interaktif di PRO 1 RRI Banda Aceh, Minggu (1/6/2025).

Kualitas yang Belum Merata

Dalam kesempatan yang sama, Elly menyoroti perbedaan kualitas antarwilayah. Meski Indonesia adalah salah satu produsen terbesar nilam dunia, belum semua wilayah mampu menyamai standar Aceh.

“Perlu kita ketahui juga, nilam produksi Sulawesi secara kualitasnya kurang baik. Justru nilam kualitas Aceh-lah yang terbaik,” tegasnya.

Perbedaan ini, lanjut Elly, dapat memengaruhi kinerja ekspor. Pasalnya, pasar internasional kini semakin selektif dan menuntut mutu yang tinggi dan konsisten. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengolahan dan pencampuran yang cermat.

“Jadi, untuk memproduksi nilam yang baik, apalagi untuk mengekspor ke luar negeri, Indonesia harus mencampur kedua nilam yang berbeda daerah ini. Tujuannya agar dapat dibeli di market luar negeri,” tambahnya.

Sinergi dan Inovasi Jadi Kunci

Pernyataan Elly menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi antardaerah dalam industri nilam nasional. Aceh, dengan keunggulannya, bisa menjadi pusat pembelajaran bagi daerah lain. Dengan begitu, potensi nilam Indonesia dapat dimaksimalkan secara kolektif.

Lebih jauh, pembangunan industri nilam yang kuat tak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor — pemerintah, akademisi, petani, hingga pelaku industri — untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, penguatan riset, inovasi teknologi, dan dukungan kebijakan yang berpihak pada petani nilam lokal juga sangat diperlukan. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu menjadikan nilam Aceh sebagai lokomotif ekonomi ekspor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil.

Editor: Akil