Beranda blog Halaman 2196

Forkopimda Banda Aceh Sepakat Pasar Peunayong Pindah ke Al-Mahirah Lamdingin

0

Nukilan.id – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh telah menyepakati pemindahan atau relokasi Pasar Peunayong ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin. Dijadwalkan, proses relokasi akan dilakukan pascalebaran, tepatnya pada 24 Mei 2021.

Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai mengikuti rapat Forkopimda di balai kota, Jumat 7 Mei 2021. “Proses relokasi akan tetap kita laksanakan pada tanggal yang telah ditetapkan tersebut, dengan dukungan penuh forkopimda.”

Menurutnya, relokasi Pasar Peunayong merupakan program pembangunan dan penataan kota yang berkelanjutan, dan telah direncanakan sejak lama. “Program ini akan memberi multiplier effect, seperti peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir, mendukung program pembangunan kawasan PPS Kutaraja, dan menjadikan Peunayong sebagai kawasan heritage dan water ront city.”

Wali kota juga memastikan sarana dan prasana yang dibutuhkan di Pasar Al-Mahirah telah disiapkan. “Pasar terpadu baru di Lamdingin sudah siap menampung para pedagang Pasar Peunayong yang terdiri dari pedagang ikan, pedagang daging, pedagang ayam, pedagang sayur, pedagang sayur/buah Pasar Kartini dan pedagang Pasar Lapangan SMEP,” ujarnya.

Sementara itu, Pemko Banda Aceh akan menata ulang kawasan Peunayong. “Kalau untuk pasar sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman di situ. Kondisinya sudah sangat sempit, kumuh, kotor, dan tidak sehat. Ke depan, akan kita jadikan kawasan pusat kuliner dan di samping fungsi utamanya sebagai kawasan perdagangan untuk usaha kelontong, pasar elektronik, pasar asesoris ,fashion dan perbengkelan.”

Aminullah juga menyebut seluruh proses relokasi dilakukan secara transparan. “Semua kebijakan relokasi telah di-publish melalui media, diinformasikan melalui surat tertulis, dan telah dikomunikasikan dengan baik kepada pengurus pasar dan pedagang. Dan alhamdulillah, mayoritas hampir seluruhnya mendukung,” ungkapnya seraya mengapresiasi para pedagang.

Ia pun menegaskan, tidak ada kepentingan pejabat atau pihak tertentu terkait pemindahan Pasar Peunayong, sebagaimana tudingan sejumlah oknum. “Semua kita lakukan untuk Kota Banda Aceh yang lebih baik, untuk kemaslahatan bersama. Tudingan itu sangatlah tidak mendasar. Justru sangat tendesius dan provokatif, serta tidak didukung bukti yang otentik. Termasuk berita fitnah atau bohong itu,” katanya.[]

Hari Thalassemia Sedunia 2021, YADUA: Putuskan Mata Rantai Thalassemia

0

Nukilan.id – Aceh berada pada posisi persentase prevalensi thalassemia minor tertinggi di Indonesia dengan angka 13,4 persen. Data yang dikeluarkan oleh Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2007 ini mengungkapkan bahwa masih banyak penduduk Aceh belum memahami bagaimana seseorang dapat menderita penyakit thalassemia. Padahal, penyakit kelainan darah yang merupakan penyakit turunan dari kedua orang tua penyintas thalassemia, dapat kita cegah bersama.

“Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang belum ada obatnya, dan para penyintas thalassemia sangat tergantung dari darah para pendonor darah. Karena ini adalah penyakit yang diturunkan oleh kedua orang tua si anak, maka perlu dilakukan screening pada calon orang tua sebelum menikah, apakah mereka berpotensi melahirkan anak dengan thalassemia mayor atau tidak,” jelas Direktur Eksekutif Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) Nurjannah Husien di Banda Aceh,Jum’at (7/5/2021).

Lebih lanjut dikatakan Nurjannah, tingginya persentase prevalensi carrier (pembawa) thalassemia di Aceh menyebabkan kemungkinan terjadinya pernikahan antara sesama pembawa sifat thalassemia. Pernikahan antar kerabat yang memiliki riwayat thalassemia juga berpotensi melahirkan thalassemia.

“Persoalan lainnya, para penyintas thalassemia di Aceh umumnya berasal dari keluarga kurang mampu. Hal ini menambah kesulitan para pasien,” tutur Nurjannah. Persoalan bertambah lagi jika dana tambahan diperlukan untuk ongkos dan biaya makan pendamping selama melakukan transfusi di rumah sakit setiap bulannya.

Selama ini, biaya pengobatan pasien thalassemia ditanggung oleh pemerintah dalam hal ini BPJS Kesehatan, antara 11 – 25 juta rupiah per bulan per pasien. Jika satu pasien menghabiskan biaya antara 300 – 400 juta rupiah per tahun, maka penambahan satu orang pasien saja setiap bulan akan menambah biaya pengobatan secara signifikan.

Ketua PKK Provinsi Aceh, Dr.Ir.Dyah Erti Idawati, M.T. menambahkan PKK merupakan lembaga keluarga dari akar rumput, di mana kesejahteraan keluarga bermula. Karena itu menurutnya, seluruh keluarga di Aceh dapat bersama-sama mencegah bertambahnya jumlah penyintas thalassemia di Aceh dengan cara melakukan screening sebelum menikah.

Lebih lanjut dikatakan Dyah, hal tersebut harus menjadi perhatian agar tidak lahir lagi anak-anak dengan penyakit thalassemia, sehingga anak-anak Aceh di masa mendatang lahir dalam keadaan sehat. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dari seluruh pihak dan lembaga di Aceh, agar jumlah penyintas thalassemia tidak lagi bertambah. Salah satu kerjasama itu dapat diwujudkan dengan aksi donor darah demi terpenuhinya kebutuhan darah para penyintas thalassemia.

Tanggal 8 Mei merupakan peringatan Hari Thalassemia Dunia. Peringatan yang dilakukan setiap tahun ini, dipusatkan di Cyprus. Pada tahun ini, peringatan Hari Thalassemia pada tahun ini mengambil tema: Mengatasi Kesenjangan Kesehatan di Komunitas Thalassemia. Peringatan Hari Thalassemia Dunia tahun ini diharapkan dapat menjadi tonggak bagi seluruh pihak di Aceh, guna mengatasi kesenjangan kesehatan para penyintas thalassemia di Aceh.

Sementara itu, data yang dihimpun YADUA menyebutkan ada lebih dari 750 penyintas thalassemia melakukan transfusi di rumah sakit yang tersebar di seluruh Aceh. Data 2018 merilis ada sekitar 550 pasien yang rutin melakukan tansfusi di Rumah Sakit dr. Zainal Abidin Banda Aceh, dan lebih 50 persen penderita thalassemia adalah usia anak. Pada masa pandemi Covid-19 ini, tidak mudah bagi para penyintas thalassemia untuk melakukan transfusi darah di rumah sakit, selain karena stok darah yang menipis juga karena mereka adalah kelompok rentan dengan imun yang rendah.

Thalassemia adalah salah satu kelainan darah dimana  keadaan sel darah merah/HB dibawah normal dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara genetik yang paling banyak dijumpai di indonesia dan Italia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Provinsi Aceh  adalah provinsi dengan prevalensi Carrier Thalassemia tertinggi di Indonesia.

Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA)
Yayasan Darah Untuk Aceh yang mendukung para penyintas Thalassemia memiliki tagline “Humanity: beyond Social Border“ berkomitmen untuk selalu berusaha memenuhi kebutuhan darah untuk penyandang Thalassemia Aceh dengan mengundang semua masyarakat untuk menjadi anggota sukarela dan siap mendonorkan darah serta mengampanyekan pentingnya donor darah untuk kesehatan pendonor maupun keselamatan bagi penerima transfusi darah.

Thalassemia adalah salah satu kelainan darah dimana  keadaan sel darah merah/HB dibawah normal dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara genetik yang paling banyak dijumpai di indonesia dan Italia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Provinsi Aceh  adalah provinsi dengan prevalensi Carrier Thalassemia tertinggi di Indonesia.[]

Ibu Melahirkan Tak Ada Ambulance, DPR Aceh: Harus Ditindak Kalau Dipakai Pribadi

0

Nukilan.id – Anggota DPR Aceh asal Aceh Tengah dan Bener Meriah Ir Alaidin Abu Abbas menyanyangkan kejadian Ibu melahirkan yang dibawa pakai kendaraan pengangkut kerbau milik warga, padahal, fasilitas Ambulance di Desa Delung Sekinel, Jamat, Kecamatan Linge. Aceh Tengah, sudah tersedia dari bantuan pemerintah Aceh.

“Ini harus ada tindakan apabila memang ambulance dipakai untuk pribadi, bukan dipakai untuk melayani masyarakat,” kata Alaidin Abu Abbas, Sabtu (8/5/2021).

Alaidin menyebut, dirinya akan segera melaporkan peristiwa ini kepada pemerintah Aceh dan Dinas Kesehatan Aceh, apalagi selain mobil ambulan yang tidak stanbye juga petugas di sana juga tidak berada di tempat. Alaidin juga akan melakukan koordinasi dengan pemda Aceh Tengah terkait pelayanan tersebut.

Baca Juga: Ambulance dan Bidan Tidak di Tempat, Ibu Melahirkan Dibawa Pakai Mobil Pengangkut Kerbau

“Kejadian ini sangat miris, seharusnya segala fasilitas pelayanan masyarakat bisa dimaksimalkan, agar daerah terpencil seperti Jamat juga mendapat pelayanan yang baik,” ujar Alaidin.

Untuk itu Alaidin meminta kepada seluruh Gampong yang sudah menerima fasilitas kesehatan agar mengoptimalkan pelayanan, dan berharap dapat terus melakukan pengawasan dan kerjasama dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik masyarakat Aceh Tengah maupun masyarakat bener meriah.

“Kedepannya kita harapkan kejadian seperti ini jangan terjadi lagi,” ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Seorang ibu, Kasra, di Desa Delung Sekinel, Jamat, Kecamatan Linge. Aceh Tengah, yang baru melahirkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Datu Beru Takengon pakai mobil pengangkut kerbau milik warga, karena Ambulance sedang tidak berada di tempat, Ju,m’at (7/5/2021) kemarin.

Selain itu, Ibu tersebut juga tidak mendapat bantuan melahirkan dari bidan yang bertugas karena sedang tidak berada ditempat. Ibu Kasra melahirkan dibantu sepupu yang pernah bertugas sebagai perawat, namun plasenta masih menempel dirahim sehingga haruis dibawa lari ke RSUD Datu Beru dengan menempuh perjlanan 3 jam setengah.[].

Gema Ramadhan, FPMPA Santuni Anak Yatim dan Fakir Miskin

0

Nukilan.id –Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) memberi santunan kepada anak yatim dan fakir miskin di yayasan Panti Asuhan Baldatun Thayyibatun Wa Rabbul Ghafur (BTRG), Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis (6/5/2021).

Kegiatan tersebut dalam rangka Gema Ramadhan yang dicanangkan oleh FPMPA.

Dalam sambutannya, pimpinan yayasan Tgk. H. Murhaban Nafi mengucapkan terima kasih kepada FPMPA yang sudah berkenan melakukan kegiatan di panti asuhan BTGR.

“Semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan utuk kedepannya, dan kita doakan secara bersama agar dilimpah kan pahala Oleh Allah Swt kepada kita semua,” ungkapnya.

Lanjutnya, keseluruhan murid dan guru di yayasan panti asuhan BTRG sebanyak 70 persen yang tinggal di yayasan sebanyak 50 dan yang di luar 20 persen.

“Ada sebagian dari luar daerah sudah pulang kampung halaman dan ada juga dari desa desa terdekat di kota Banda Aceh,” kata Tgk. Murhaban.

“Kegiatan rutinitas hanya, baca yasin dan megaji didalam pondok yayasan,” sebutnya.

Ikhwan katiwan, selaku ketua pantia menyebutkan, dengan adanya kegiatan seperti ini paling tidak bisa terbantu dan menyemangati FPMPA.

“Dalam kegiatan ini, kami juga mengadakan buka puasa bersama adek-adek yayasan panti asuhan BTRG,” lanjutnya.

Ambulance dan Bidan Tidak di Tempat, Ibu Melahirkan Dibawa Pakai Mobil Pengangkut Kerbau

0
Raja dan Istrinya diperjalanan menuju RS Datu Beru Takengon. (Foto: Serta Lia)

Nukilan.id – Seorang ibu, Kasra, yang baru melahirkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Datu Beru pakai mobil pengangkut kerbau milik warga, karena Ambulance sedang tidak berada di tempat.

Kejadian itu terjadi di di Desa Delung Sekinel, Jamat, Kecamatan Linge. Aceh Tengah, Ju,m’at (7/5/2021) kemarin.

“Ambulan dan perawat tidak di tempat, akhirnya kondisi seperti ini harus mengunakan mobil warga untuk membawa istri ke rumah sakit.” kaya Raja, Suami Kasra ketika dihubungi media.

Desa Delung Sekinel adalah perkampungan terpencil di Aceh Tengah. Perjalanan dari Desa rersebut ke RS Datu Beru Takengon berjarak 3 Jam perjalanan.

Raja menyebutkan, istrinya harus dibawa RSU Datu Beru lantara setelah melahirkan pelasenta masih menempel di rahim.

Menurut keterangan warga, kejadian yang dialami Raja dan Istrinya bukan kejadian pertama, mobil ambulanse bantuan pemerintah Aceh itu kerap tidak berada di tempat.

“Masyarakat delung kerapkali juga bernasib sama seperti keluarga ini,” kata Warga.

Sementara penjelasan Raja, istrinya melahirkan dibantu kakak sepupunya yang pernah menjadi perawat di Postu Jamat. karena bidan untuk 4 desa juga tidak satupun di tempat.

“Tiga jam setengah perjalanan dari Delung Sekinel akhirnya sampai ke RSU datu Beru. Alhamdulillah istri saya selamat,” ujar Raja.[]

Fans Chelsea dan Manchester City Minta Final Liga Champions Dipindah ke Inggris

0

Nukilan.id – Suporter Chelsea dan Manchester City dikabarkan meminta Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk memindahkan lokasi Final Liga Champions musim ini. Hal itu terkait dengan terancamnya tak bisa hadirnya suporter kedua klub di Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul.

Di dunia maya, suporter kedua klub membicarakan soal kemungkinan final itu untuk digelar di Inggris. Mereka khawatir karena tak bisa hadir karena Turki saat ini masuk ke dalam daftar merah perjalanan di Inggris.

Akun @ChalseaSTrust yang dikelola sejumlah suporter Chelsea menyebutkan bahwa mereka akan bertemu dengan Presiden UEFA, Aleksandere Ceferin, untuk membicarakan kemungkinan menggelar laga tersebut di Inggris.

“Turki telah dimasukkan ke dalam daftar merah perjalanan dan karena itu, tak akan ada satu pun suporter Chelsea yang bisa bepergian ke sana dan menonton final Liga Champions,” tulis mereka, seperti dilansir Tempo.co, Sabtu (8/5/2021).

“Kami akan bertemu dengan Presiden UEFA pekan ini dan akan meminta laga itu dipindahkan ke Inggris.”

“Sangat masuk akan di berbagai level untuk memindahkan final Liga Champion ke Inggris. Saya akan sangat terkejut jika UEFA memindahkannya,” cuit salah seorang suporter Manchester City.

Laman Daily Mail menyebutkan bahwa dorongan untuk memindahkan partai final ke Inggris juga datang dari pemerintah Inggris. Menteri Perhubungan Inggris, Grant Shapps, menyatakan bahwa mereka bersama dengan FA, PSSI-nya Inggris, akan bertemu dengan UEFA untuk membahas soal itu.

FA dianggap harus turun tangan karena masalah ini juga bisa berdampak kepada para pemain Timnas Inggris yang menghuni kedua kubu dan akan bersiap menghadapi Euro 2021. Pasalnya, protokol kesehatan Inggris menyebutkan semua orang yang baru tiba dari negara yang masuk dalam daftar merah perjalanan harus melakukan karantina selama 10 tahun.

Pemerintah Inggris menetapkan Turki ke dalam daftar merah perjalanan setelah terjadi lonjakan kasus Covid-19 di sana. Pemerintah Turki sendiri saat ini sedang melakukan lockdown secara nasional hingga 17 Mei untuk menekan angka penularan Covid-19. Sangat mungkin lockdown tersebut diperpanjang mengingat angka penularan di Turki masih cukup tinggi saat ini.

Dengan begitu, tak ada satu pun suporter Chelsea maupun Manchester City yang akan bisa menghadiri laga final tersebut. Padahal, UEFA disebut telah menyiapkan delapan ribu tiket untuk partai puncak itu.

Stadion Olimpiade Ataturk, Istanbul, sebenarnya merupakan lokasi final tahun lalu. UEFA terpaksa mengubah lokasi dan format kompetisi sejak babak 8 besar karena pandemi Covid-19.

Mereka memutuskan untuk menggelar sisa kompetisi musim lalu dengan cara terpusat di satu negara. UEFA saat itu memutuskan Portugal sebagai lokasi berlangsungnya laga perempat final hingga final Liga Champions.

Final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Manchester City vs Chelsea  rencananya akan digelar di pada 30 Mei 2021 pukul 02.00 WIB. Laga ini akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.[]

Kejari Medan Periksa dan Geladah Rumah Tersangka Korupsi

0

Nukilan.id – Jaksa Penyidik pada Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Medan melakukan Pemeriksaan terhadap tersangka EW (35) dalam perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun Anggaran 2019 pada Puskesmas Glugur Darat Dinas Kesehatan Kota Medan, Jumat (7/5/2021).

Pemeriksaan terhadap Tersangka EW sehubungan dengan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Medan Nomor: PRINT-03/L.2.10/Fd.2/02/2021 Tanggal 04 Februari 2021 terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) TA. 2019 pada Puskesmas Glugur Darat Dinas Kesehatan Kota Medan.

Foto Doc. Istimewa

EW dikabarkan telah hadir di Kejaksaan Negeri Medan dan menjalani Pemeriksaan sejak pukul 09.00 WIB dengan didampingi Penasihat Hukum.

Sebelumnya, EW yang merupakan mantan Bendahara Puskesmas Glugur Darat telah ditetapkan sebagai Tersangka dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Tahun Anggaran 2019 pada Puskesmas Glugur Darat Dinas Kesehatan Kota Medan yang merugikan keuangan negara berdasarkan Surat Penetapan Tersangka (Pidsus-18) Nomor 16/L.2.10/Fd.2/02/2021 tanggal 4 Februari 2021.

Seusai menjalani Pemeriksaan, Tim Penyidik yang dipimpin oleh Kasi Pidsus Kejari Medan, Agus Kelana Putra, SH, MH melakukan penggeledahan di Rumah kediaman tersangka EW di Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan. 

Penggeledahan berlangsung dengan disaksikan langsung oleh tersangka EW beserta Penasihat Hukumnya, dan dilakukan untuk menemukan sejumlah benda dan dokumen yang berkaitan dengan perkara dugaan Tipikor tersebut

“Tersangka kita tahan sore kemarin, paginya tersangka kita periksa dulu, lalu siangnya rumah tersangka kita geledah,” jelas Agus Kelana Putra.

Di hari yang sama, setelah pelaksanaan penggeledahan, Penyidik melakukan penahanan terhadap tersangka EW, serta langsung membawa tersangka EW untuk dilakukan Penahanan di Rutan Wanita Tanjung Gusta Medan dalam rangka Penyidikan dengan sebelumnya dilakukan pemeriksaan kesehatan serta Rapid Tes Antigen Covid-19 di RS Royal Prima, Medan.[]

Ribuan Angkutan Umum Aceh Digudangkan

0
Doc. Nukilan.id

Nukilan.id – Ribuan angkutan umum di Provinsi Aceh digudangkan. Hal ini berkaitan dengan adanya larangan beroperasi melayani penumpang guna mencegah penyebaran covid-19 pada Idul Fitri 1442 H.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh H Ramli mengatakan jumlah angkutan umum, baik ukuran kecil maupun besar di provinsi ini lebih dari 4.100 unit. Angkutan umum ukuran kecil seperti L-300 berjumlah sekitar 3.600 armada. Sisanya adalah bus antarprovinsi. 

“Kini, semua angkutan umum tersebut tidak bisa beroperasi,” kata H Ramli, dilansir Antara, Jumat (7/5/2021)

Penghentian operasional angkutan umum tersebut mengacu pada kebijakan pemerintah tentang larangan mudik Lebaran 1442 Hijriah. Tujuan larangan tersebut mencegah lonjakan covid-19 usai hari raya nanti.

H Ramli mengatakan pihaknya mendukung kebijakan pemerintah untuk menyekat pergerakan orang antarprovinsi. Termasuk penghentian angkutan umum penumpang antarprovinsi.

Namun, yang menjadi persoalan sekarang, pemerintah juga melarang angkutan penumpang antarkabupaten kota dalam provinsi.

“Sejumlah awak angkutan antardaerah dalam provinsi keberatan dengan kebijakan itu. Alasannya, mereka sudah menjual tiket penumpang,” terang H Ramli.

Karena itu, ia menyarankan pemerintah agar menunda penghentian operasional angkutan penumpang dalam provinsi hingga 10 Mei. Selanjutnya, hingga 17 Mei bisa dihentikan seperti kebijakan pemerintah.

“Ini solusi untuk angkutan yang sudah menjual tiket. Kami berharap pemerintah mengizinkannya. Ini semata-mata membantu awak angkutan yang masih kesulitan akibat dampak pandemi covid-19,” kata H Ramli.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan melarang angkutan umum antarkota dalam Provinsi Aceh beroperasi terhitung 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan tersebut menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 Tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.[]

Rp3,6 Miliar Dana Sertifikasi Dibagikan Kepada 837 Guru di Aceh Barat

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat membagikan dana sertifikasi sebesar Rp3,6 miliar lebih kepada sebanyak 837 orang guru. Guru yang menerima mulai dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat Bismi mengatakan, dana sertifikasi yang sudah cair pada tahap pertama tersebut merupakan dana sertifikasi bulan Desember 2020. 

“Dana sertifikasi ini sudah diterima para guru pada tanggal 5 Mei lalu,” kata Bismi di Meulaboh, Jumat (7/5/2021).

Menurut dia, penyaluran dana Tunjungan Profesi Guru (TPG) berupa sertifikasi ratusan guru di Aceh Barat itu terlambat karena ada penundaan terkait pandemi Covid-19.

“Karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 lalu. Akibatnya, tunjangan profesi guru tersebut baru bisa disalurkan pada bulan Mei 2021 ini,” kata Bismi.

Sementara dana untuk sertifikasi bulan Januari hingga dengan Maret 2021 saat ini sedang dalam proses pencairan.

Dia berharap dana tunjangan profesi guru selama tiga bulan tersebut akan cair ke masing-masing rekening guru di Aceh Barat pada Senin (10/5/2021) pekan depan. Dengan begitu, para guru bisa menikmati Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah bersama keluarga dan menggunakan dana tersebut sebagai kebutuhan merayakan Lebaran.

Bismi menjelaskan, data guru penerima sertifikasi yang sudah dinyatakan valid untuk menerima dana sertifikasi selama tiga bulan pada tahun 2021 tersebut berjumlah 818 orang.

Adapun jumlah anggaran yang akan ditransfer oleh pemerintah daerah sebesar Rp10 miliar lebih yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap dengan disalurkannya dana tunjangan profesi guru berupa dana sertifikasi sebesar Rp10 miliar tersebut, pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini semakin lebih baik. “Sebab, dengan penyaluran tunjangan ini akan membantu perputaran uang di masyarakat,” ujarnya.[iNews]

PLN Aceh Siaga Penuh Jelang Idul Fitri

0

Nukilan.id – PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh menyatakan siaga penuh memasuki masa siaga Idul Fitri sejak 6 sampai dengan 21 Mei 2021 untuk memastikan pasokan listrik tetap lancar.

“Pada masa siaga ini para petugas dilarang melakukan pemeliharaan jaringan yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik kecuali hal darurat,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Aceh, Abdul Mukhlis di Banda Aceh, Jumat (7/5/2021).

Pernyataan itu disampaikan di sela-sela menjadi inspektur upacara gelar pasukan dan peralatan yang dilaksanakan di halaman kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelangan (UP3) Banda Aceh.

Ia menjelaskan pelarangan pemeliharaan tersebut bertujuan agar pasokan listrik aman dan tidak ada pemadaman sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman.

“Atas nama manajemen PLN Aceh, saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan terutama tim teknik yang menjadi ujung tombak yang sudah menjaga pasokan listrik sehingga kondisi kelistrikan kita dalam keadaan stabil pada Ramadhan tahun ini,” katanya.

Ia menyebutkan pihaknya membentuk sebanyak 111 Posko Siaga dengan melibatkan 1.310 personel pelayanan teknik, 239 tim teknik PLN dan juga personel pekerjaan dalam keaddan berketegangan (PDKB) yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah Aceh.

“Semua mereka kita siagakan selama masa siaga Idul Fitri. Ini merupakan bagian dari upaya PLN Aceh untuk menjaga keandalan pasokan listrik melalui 616 penyulang yang menyuplai listrik kepada pelanggan yang berjumlah lebih dari 1,5 juta pelanggan,” katanya.

Abdul Mukhlis juga merinci bahwa selama masa siaga PLN UIW Aceh menyiapkan infrastruktur pendukung, mulai dari 52 unit genset portabel, 24 unit mobil, 40 unit gardu bergerak, 1 UPS 400 kVA, 5 unit mobil crane, 90 mobil pelayanan teknik serta 110 motor untuk mengantisipasi gangguan sistem jaringan PLN, terutama untuk mendukung petugas saat Idul Fitri Tahun ini.

Ia menyebutkan pasokan daya PLN Aceh menjelang Lebaran mampu mencapai 641,7 MW dengan beban puncak 523,4 MW.

“Secara keseluruhan kondisi sistem kelistrikan di Aceh sangat baik dan beroperasi normal, secara teknis tidak ada masalah dengan sumber (pembangkit) kita,” katanya.

Baca juga: PLN akan bangun transmisi jalur pantai barat Aceh

Ia berharap kepada petugas agar dalam menjalankan tugasnya tidak boleh lengah dengan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dan memastikan kesiapan kondisi fisik mereka di tengah pandemi COVID-19.

“Laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, jangan lengah dengan kondisi fisik karena pandemi belum berakhir, patuhi protokol COVID-19,” demikian Abdul Mukhlis.[Antara]