Beranda blog Halaman 2159

Beredar Kabar, KPK OTT 2 Pejabat Utama di Pemerintah Aceh

0
Foto: kpk.go.id

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, M. Nasir Djamil menyampaikan, dirinya sudah mendengar ada pejabat utama di pemerintahan Aceh, namun belum dapat memastikan kebenaran pejabat yang ditangkap tersebut.

“Saya belum tau persis, karena sejak semalam kabar itu sudah beredarvdi medsos,” kata Nasir Djamil ketika dihubungi Kamis (3/6/2021.

Kata Nasir dirinya juga sudah mencari informasi kepada beberapa teman kebenarannya, dan mereka membenarkan, namun belum dapat memastiannya.

” info beberapa teman memang ada, namun tidak ada penjabarannya. Saya akan mencari tahu kebenaran itu,” ujar Nasir Djamil.

Saat ini, beredar kabar di medsos di Aceh telah terjadi Operasi Tangkap Tangan (KPK) terhadap 2 pejabat utama di Aceh, namun hingga saat ini belum dapat dipastikan OTT tersebut.

Informasi kian memanas setelah dikabarkan pejabat utama yang OTT adalah Sekda Aceh dan Kadis Perhubungan Aceh, namun ketika dikonfirmasi dari Plt Jubir KPK Ipi Maryati Kuding, belum memberi jawaban soal kebenaran informasi tersebut. (red)

Pendidikan Seksual di Usia Dini, Perlukah?

0

Nukilan.id – Apa yang terbayang dalam benak Anda ketika mendengar kata ‘seksualitas’? Ada kemungkinan Anda secara otomatis mengartikannya sebagai hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan. Padahal, menurut psikolog asal Aceh Elly Risman Musa yang dilansir republika bahwa, seksualitas memiliki arti lebih luas.

Seksualitas adalah konsep diri manusia sejak dari dalam kandungan sampai sepanjang hidupnya. Dengan kata lain, seksualitas adalah cara seseorang memandang dan memaknai dirinya. Ini tentunya termasuk pengenalan “dari mana asal kita?” “siapa Pencipta kita?” dan seterusnya.

“Dari mana asal kita?” adalah pertanyaan kompleks, yang cepat atau lambat pasti akan ditanyakan oleh seorang anak. Alih-alih menggubah cerita fantastis tentang ‘toko bayi’ atau ‘Pak Bangau’, anak akan mengambil manfaat lebih bila orangtuanya bersikap terbuka dan memberikan pemahaman yang benar.

Kapankah waktu yang tepat bagi orangtua untuk memberikan pengenalan awal tentang “adek bayi datang dari mana?” Topik yang bagi sebagian besar orangtua masih berbalut tabu ini, menurut Direktur PKBI Aceh Eva Khofifah, harus diperkenalkan secara bertahap sejak usia dini.

Pada acara Konferensi Pers Masyarakat Sipil Aceh untuk Penghapusan Kekerasan Seksual di Albatros Cafe Peulanggahan (28/5), Eva mengungkapkan bahwa pendidikan seks perlu dikenalkan sejak awal agar anak tidak mengalami kebingungan.

Menurut Eva, orangtua sepatutnya menjadi sumber pertama informasi anak tentang hal ini. Sebab, bila orangtua tidak siap menjawab pertanyaan anak seputar seks, maka anak akan mencari informasi dari sumber lain. Tidak menutup kemungkinan, sumber lain ini memberikan pengertian yang salah pada anak.

“Dalam usia pubertas awal, yaitu tiga tahun, anak mulai menyadari adanya perbedaan kelamin. Saat ini adalah masa terbaik untuk mulai memasuki tahap awal pendidikan seksual,” ungkapnya.

“Ketika kita memperkenalkan anggota tubuh pada anak, sebaiknya kita tidak memberi sebutan ‘lucu-lucu’ untuk alat kelamin. Sebutan demikian berisiko membuat anak gagal memahami bahwa alat kelamin mereka harus diperlakukan secara hormat,” lanjut Eva.

Eva menambahkan, penting juga mengenalkan bagian tubuh tertentu yang tidak boleh disentuh orang lain, atau hanya boleh disentuh oleh orang tertentu. Misalnya, hanya oleh ibu, atau oleh pengasuh utama yang dapat dipercaya.

“Pendidikan seksual sejak dini dapat menjadi alat pencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak,” ujar Eva.

Pendidikan seksual tahap awal untuk anak usia dini tidak memerlukan penjelasan tentang hubungan seksual itu sendiri. Namun cukup pada fungsi kelamin, kesehatan dan kebersihan (thaharah), dan sebagainya.

Cara menyampaikan pada anak juga harus dengan bahasa yang dapat dimengerti. Dapat juga menggunakan metode permainan, gerak dan lagu, atau drama.

Di lain sisi, Eva Khofifah menegaskan bahwa pemahaman konsep diri yang baik akan membentengi anak dari predator seksual. Sebab konsep diri yang baik ini menanamkan harga diri dan rasa percaya diri pada anak. Anak yang percaya diri lebih mungkin untuk menolak bujukan atau grooming dari predator.

“Itulah pentingnya mengomunikasikan hal ini secara jujur dan terbuka. Jangan sampai gegara kita memberi julukan ‘lucu’ bagi kelamin, anak akan merasa bahwa dirinya ‘remeh’. Dan kemudian terjadi salah paham yang tak diinginkan.” kata Eva.

Eva juga mengatakan bahwa PKBI memiliki program ‘turun ke sekolah’ untuk mengenalkan tentang seksualitas manusia.

“Tahun lalu, kami sudah merintis program ini dengan mendatangi beberapa SMA dan SMP di Banda Aceh. Namun di luar dugaan, pandemi COVID 19 melanda dunia. Akhirnya kami harus menunda seluruh program tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Al A’raf, Blangpidie, Dien Fitrianti,SH ditemui di sela acara Bimtek Penguatan Program Sekolah Penggerak Tingkat Provinsi di Bimas PAUD Lubok, Aceh Besar, mengisahkan bahwa di sekolah yang dipimpinnya pendidikan seksual tahap awal diberikan melalui gerak dan lagu.

“Lagunya bernada riang, bahasanya juga sederhana sehingga cukup mudah dipahami anak,” tuturnya. Lagu yang dimaksud berjudul ‘Sentuhan Boleh‘, karya Sri Seskya Situmorang. “Menurut para guru, rata-rata alumni kami sangat ingat lagu itu, baik nada, lirik, mau pun pesan yang dikandungnya,” tambah Dien.

Dia berharap, pesan lagu itu dapat membantu murid-muridnya memiliki pemahaman seksualitas yang baik, sekaligus membentengi diri mereka dari predator seksual. Lagu ‘Sentuhan Boleh’ dapat diakses di akun media sosial SEMAI 2045 di link yang tercantum di akhir tulisan ini.[DG]

12-13 Juni 2021 Demokrat Aceh Gelar Musda, Calon Ketua Wajib Penuhi Dukungan 20 Persen Hak Suara

0
Demokrat Aceh. (Foto:demokrat.or.id)

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Provinsi Aceh akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) 12-13 Juni 2021 di Hotel Hermen Banda Aceh.

Musda yang digelar tersebut dijadwal akan Ketua Badan Pembina Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Herman Khaerun

Pelaksanaan musda dijadwal akan menghadirkan perwakilan daerah masing-masing Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat sebagai pemilik suara sah dalam pemilihan ketua DPD Partai Demokrat.

Ketua Steering Committee (SC) Musda, Adnan Yacob Oden kepada media menyampaikan kepada media musda kali ini hanya mengundang ketua dan sekretaris 23 DPC Partai Demokrat se Aceh.

Partai Demokrat Aceh juga memastikan acara Musda akan mengedepankan protokol kesehatan (protkes) untuk menghindari penularan virus yang saat ini sedang mengalami peningkatan.

Oden menyatakan, pendaftaran bakal calon ketua DPD Demokrat Aceh dibuka 3-10 Juni 2021. Dan proses verifikasi sebelum tanggal 12 Juni 2021.

Sementara Oden menyebut, untuk penjaringan Calon Ketua DPD Demokrat Aceh, harus sesuai peraturan organisasi dengan tujuh syarat yang harus dipenuhi, antara lain.

  1. Ber-agama dan menjalankan ibadah agamanya.
  2. Memiliki komitmen memajukan Partai Demokrat.
  3. Sehat jasmani dan rohani dan bebas narkoba yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  4. Tidak sedang menjalani proses hukum tetap dan pelanggaran pidana dari instansi yang berwenang serta tidak melanggar konstitusi dan kode etik Partai Demokrat.
  5. Pendidikan minimal SMU atau sederajat yang statusnya disamakan oleh Dinas Pendidikan.
  6. Kader Partai Demokrat dengan menunjukan KTA (Kartu Tanda Anggota).
  7. Bakal calon ketua DPD Partai Demokrat harus terlebih dahulu mendapat surat dukungan/rekomendasi sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah Pemegang Hak Suara yang sah. (red)

Pemberangkatan Jama’ah Haji 2021 Dibatalkan

0

Nukilan.id – Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan kembali tak mengirim jama’ah pada ibadah haji 2021. Penundaan ini menjadi yang kedua setelah tahun lalu pemerintah juga tak mengirim jama’ah karena pandemi virus corona (Covid-19).

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jama’ah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi.

“Menetapkan pembatalan keberangkatan jama’ah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 1442 hijriah atau 2021 masehi bagi WNI yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya,” kata Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (3/6/2021).

Yaqut telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana, terkait keputusan tersebut. Dalam pertemuan itu, Yaqut bersama Jokowi membahas nasib para calon jama’ah haji Indonesia di tahun ini.

Baca juga: Hari ini, Pemerintah Akan Umum Keputusan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2021

Ia juga sudah menggelar rapat dengan Komisi VIII DPR RI. Dalam rapat tersebut, Komisi VIII memahami keputusan pemerintah yang tak memberangkatkan ibadah haji tahun ini.

Sebelumnya, Yaqut menyebut pemerintah Arab Saudi belum memberi kepastian terkait kuota 1,8 persen jama’ah haji Indonesia. Mestinya, kepastian itu disampaikan Arab Saudi pada 28 Mei lalu.

Hingga sepekan usai melewati tenggat tersebut, Yaqut mengaku akan tetap mengambil keputusan, dengan atau tanpa kepastian dari Arab Saudi.

“Tentu kita enggak boleh berpangku tangan, teknis sudah kita siapkan. Kita juga harus membuat keputusan. Keputusan ini saya sepakat harus kita buat, dengan atau tanpa pengumuman dari Arab Saudi,” kata Yaqut dalam rapat di Komisi VIII, Senin (31/5) lalu.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengaku telah menerima kabar bahwa Indonesia tidak menerima kuota jama’ah ibadah haji 2021. Namun ia tak merinci soal info tersebut.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Hasan Basri Agus juga telah mengusulkan agar pemerintah kembali menunda pengiriman jama’ah ibadah haji tahun ini apabila tidak memungkinkan.

Hasan menilai target waktu untuk mendapatkan kepastian kuota haji dari Saudi sudah usai dan Indonesia tidak mendapat jatah kuota. Kejelasan sikap tersebut dibutuhkan bagi calon jama’ah haji saat ini.

Kemenag pada tahun lalu juga tak memberangkatkan jemaah haji karena pendemi Covid-19. Ini jadi tahun kedua, pemerintah tak mengirim jama’ah untuk ibadah haji ke Tanah Suci.[cnnindonesia]

Antisipasi Lonjakan, Ali Basrah Minta Gugus Tugas Aceh Tenggara Fokus Penanganan Covid-19

0
Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Ali Basrah, S.Pd, MM.

Nukilan.id – Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), H. Ali Basrah, S.Pd, MM., memint, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara melalui tim gugus tugasnya untuk dapat terus memaksimalkan penanganan Covid-19 di daerah tersebut. Pasalnya, Kabupaten Aceh Tenggara sangat rawan terhadap penyebaran Covid-19, karena berbatasan langsung dengan Sumatera Utara (Sumut).

Hal itu disampaikan Ali Basrah saat diwawancai Nukilan.id, Rabu (2/6/2021), terkait mengantisipasi meningkatnya kasus Positif Covid-19 di Aceh Tenggara.

Ia juga meminta tim gugus tugas Covid-19 Aceh Tenggara untuk terus mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes), sehingga dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh Tenggara.

“Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Aceh Tenggara, Pemkab melalui tim gugus tugas agar lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan kepada msyarakat,” tutur Ali Basrah.

Selanjutnya, kata Ali, Pemkab melalui gugus tugasnya dapat maksimalkan posko Covid-19 di gampong-gampong untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Dan kepada masyarakat, seperti memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Selain itu, Ali Basrah juga mengajak masyarakat di Aceh Tenggara, untuk dapat mematuhi prokes yang dianjurkan pemerintah, seperti memakai masker ketika keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan hindari kerumunan.

“Karena masyarakat juga memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19,” demikian kata Ali Basrah yang juga sebagai Ketua Forbes DPRA Dapil 8 (Aceh Tenggara-Gayo Lues).[Iwan]

Kemenag Gandeng Ormas Islam untuk Sertifikasi Penceramah

0
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berencana mengandeng organisasi masyarakat islam untuk melaksanakan sertifikasi bagi para penceramah Foto : Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

Nukilan.id – Kementerian Agama berencana akan mengandeng organisasi masyarakat (ormas) islam untuk melaksanakan sertifikasi bagi para penceramah.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan sertifikasi para dai itu bertujuan agar para penceramah memiliki pengetahuan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Dia menyebutkan, sertifikasi yang akan dilakukan itu bukan seperti yang dibayangkan oleh semua pihak.

Jadi dai dikumpulkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), diberikan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama, kemudian dikasih sertifikat. Sertifikatnya jadi modal untuk berceramah, bukan begitu,” kata Yaqut dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI yang dikutip, Selasa (01/06/2021).

Ketua GP Ansor itu menyebutkan Kemenag akan menggandeng Nahdatul Ulama, Muhammadiyah hingga Majelis Ulama Indonesia untuk pelaksanaan sertifikasi tersebut.

“Kami tahu, selain keterbatasan sumber daya yang kami punya, tentu pemahaman keagamaan kita tentu beragam atau belum memenuhi kualifikasi bisa saja,” lanjutnya.

Yaqut memastikan pemerintah berusaha untuk untuk memberikan pemahaman atau tambahan wawasan kepada dai ketika menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada publik.

“Karena kita tahu agama Islam itu sendiri agama yang penuh kasih, cinta damai dan agama yang menolak hal-hal yang bersifat destruktif,” ujar Yaqut.[mcr8/jpnn]

LSM IPA dan BI Bantu Sembako untuk Masyarakat Aceh Terdampak Pandemi

0
Foto: Rumoh TRH

Nukilan.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Inspirasi Pemuda Aceh (LSM IPA) bekerjasana dengan Bank Indonesia (BI) menyalurkan bantuan sosial 1.000 paket sembako kepada masyarakat terdampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di sejumlah daerah di Aceh.

Ketua LSM IPA, Aidil Mashendra, S.Pd, S.Sos mengatakan, bantuan yang disalurkan pihaknya merupakan usulan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh I, Teuku Riefki Harsya.

“Bantuan ini berkat usulan Bapak Teuku Riefki Harsya melalui CSR (Corporate Social Responcibility) Bank Indonesia,” ungkap Aidil Mashendra, Rabu (2/6/2021).

Penyaluran paket sembako tersebut, lanjut Aidil Mashendra, masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 bisa terbantu serta bermanfaat untuk kebutuhan sehari-harinya.

Sementara itu, tim Bank Indonesia, Rizal menyampaikan, bantuan tersebut disalurkan sesuai instruksi pemerintah, agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar, maka kebutuhan masyarakat harus di penuhi.

“Lewat kegiatan sosial ini, masyarakat dapat terbantu dan meringankan beban keluarga yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar, Rizal.[red]

9 Perguruan Tinggi Seni Indonesia Teken Mou, Termasuk ISBI Aceh

0

Nukilan.id – Sejumlah Perguruan Tinggi Seni yang tergabung dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKS-PTSI) melakukan penandatanganan kerjasama dalam penguatan implementasi Program Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Penandatanganan 9 Perguruan Tinggi Seni Indonesia diikuti oleh ISBI Aceh, ISBI Bandung, ISI Denpasar, ISI Padanpanjang, ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISBI Tanah Papua, IKJ dan STKW Surabaya. Acara yang berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Ruangan lantai 3 ruang jasmine, Jakarta pada Rabu (02/06), pukul 19.00 WIB.

Penandatanganan MoU yang difasilitasi ISBI Bandung ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), yaitu Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, Asean Eng dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, yaitu wikan Sakarindo, S.T., M.SC., PH.D.

Rektor ISBI Bandung, Prof. Dr. Hj. Een Herdiani, S.Sen., M. Hum dalam sambutannya, mengatakan kerja sama BKS-PTSI sudah terjalin sejak lama, hal ini dibuktikan dengan kegiatan FKI (Festival Kesenian Indonesia), Festival ini merupakan perhelatan seni yang diselenggarakan setiap dua tahunan yang diikuti oleh 9 Perguruan tionggi Seni yang ada di Indonesia yang bernaung dibawah Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni ( BKS-PTSeni) Indonesia.

Terakhir kegiatan ini pada tahun 2018 di STKW Surabaya. Dan pada 2020 lalu seharusnya di ISBI Bandung, namun karena pandemi masih kita undur pelaksanaannya.

Dalam Kegiatan ini juga dilakukan sesi diskusi bersama Dirjen Dikti dan Dirjen Vokasi, Prof Nizam dalam paparannya mengatakan Penandantangan ini menjadi tonggak penguatan serta perluasan kerja sama. Terutama terkait dengan implementasi kurikulum kampus merdeka, termasuk merdeka belajar antar kampus.

“Misalnya, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk kawin silang ilmu antara Ilmu Seni/Budaya dgn Ilmu Teknik, Sehingga saling melengkapi, ucapnya. Sedangkan Dirjen Vokasi, menilai MoU ini merupakan satu kesempatan baik yang mesti dimanfaatkan semua pihak,” kata Prof Nizam.

“Kampus Merdeka memerlukan mobilitas yang tinggi bagi antar kampus, termasuk dengan industri. Tentu hal ini akan banyak berperan dalam membentuk kompetensi dan keterampilan para mahasiswa kita, mereka berani untuk mengikuti zaman sekarang yang update di sosial media seperti membuat konten dan tampil di YouTube,” tuturnya.

Rektor ISBI Aceh dalam kesempatan juga memberikan sambutan dan masukan, yaitu Perguruan Tinggi Seni Indonesia tidak cukup hanya bisa mengandalkan sumber daya sendiri. Mengingat, setiap kampus pasti memiliki kekurangan dan kelemahan. Di sisi lain, setiap kampus juga pasti memiliki keunggulan masing-masing.

“Saling menutup kelemahan dan saling memberikan keungulan masing-masing menjadi hal yang baik untuk kita bisa mewujudkan dalam kampus merdeka,” kata Rektor.

Proses kerjasama ini, kata dia, dapat melibatkan berbagai pihak seperti alumni, peer teaching, dan berbagai macam proses dalam upaya menambah wawasan serta keterampilan mahasiswa.

Rektor mencontohkan bahwa, bentuk kerja sama yang dapat dijalin ke depan berupa join research dan join publications. Sementara untuk mahasiswa, kerja sama ini bisa terkait dengan aktivitas magang, KKN, dan pengembangan soft skill.

Hadir dalam kesempatan ini Rektor Seluruh Perguruan Tinggi Seni, Indonesia, para Wakil Rektor bidang kerjasama, dan Humas Kerjasama Seluruh Perguruan Tinggi Seni Indonesia.[]

Mengenal “Matahari Buatan” China yang Hebohkan Dunia

0

Nukilan.id – Matahari Buatan China baru saja mencatatkan rekor baru menyala 160 juta derajat celcius selama 20 detik pada Minggu lalu. Namun apa tujuannya?

Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) memiliki tujuan akhir untuk menciptakan fusi nuklir seperti Matahari. Dengan menggunakan deuterium yang berlimpah di laut untuk menyediakan aliran energi bersih yang stabil.

Diperkirakan deuterium dalam satu liter air laut melalui reaksi fusi bisa menghasilkan jumlah energi yang sama dengan 300 liter bensin, dikutip laman Eureka Alert, Rabu (2/6/2021).

Ada sekitar 300 ilmuwan dan insinyur yang bekerja mendukung pengoperasian fasilitas itu. Di dalamnya ada sistem vakum, sistem gelombang RF, sistem hamburan laser dan sistem microwave.

Tenaga matahari buatan ini berbeda dengan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam yang terancam habis dan mengancam lingkungan. Sementara matahari buatan tidak terbatas di Bumi.

Ini sebabnya energi fusi dianggap jadi energi yang ideal dan berpotensi membantu China mewujudkan netralitas karbon.

Eksperimen matahari buatan ini dikerjakan oleh Institute of Plasma Physics of the Chinese Academy of Sciences (ASIPP). Persiapan dan peningkatan percobaan telah dimulai satu tahun lalu.

Dalam uji coba tahun 2018, EAST menghasilkan suhu elektron 100 juta derajat celcius di plasma intinya. Atau hampir tujuh kali suhu Matahari.

Sementara tahun lalu EAST mencapai 100 juta derajat celcius selama 20 detik. Sementara itu pada Minggu lalu juga berhasil mencapai 120 juta derajat Celcius selama 101 detik.

Di saat bersama percobaan EAST juga mencapai 160 derajat celcius yang berlangsung selama 20 detik.

“Ini adalah Capaian besar di bidang fisika dan teknik China. Keberhasilan percobaan meletakkan dasar bagi China untuk membangun stasiun energi fusi nuklir sendiri,” kata direkjtor ASIPP, Song Yuntao.[cnbcindonesia]

Mendikbud Ristek Luncurkan Panduan Belajar Sekolah Tatap Muka Terbatas

0
Belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Nukilan.id – Bagi sekolah yang siap atau sedang menyelenggarakan sekolah tatap muka, kini ada panduan belajar di masa pandemi untuk pegangan para guru. 

Panduan ini, berlaku bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengatakan perilisan panduan belajar ini agar bisa mempermudah pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

“Saya pikir kita semua memang membutuhkan panduan operasional untuk mempermudah melaksanakan PTM terbatas sebagai turunan SKB 4 menteri yang telah disepakati,” ungkap dia dilansir dalam laman Kemdikbud.go.id 

Lebih lanjut, Nadiem menjelaskan bahwa saat ini masih banyak sekolah yang tidak memberikan opsi belajar tatap muka terbatas. Padahal, pihaknya telah menawarkan opsi bagi daerah dengan zona hijau, serta para guru dan tenaga pendidik yang telah melakukan vaksinasi.

“Sampai hari ini saya masih sering membaca dan mendengar keluhan anak-anak di media sosial yang ingin PTM segera dimulai. Ini menunjukkan masih banyak sekolah yang masih belum memberikan opsi PTM terbatas. Kami sebenarnya telah menyarankan kepada satuan pendidikan yang berada di zona hijau dan guru dan tenaga kependidikan yang sudah divaksin untuk segera melaksanakan PTM terbatas,” terangnya.

Nadiem menegaskan bahwa pelaksanaan PTM terbatas harus dilakukan demi masa depan generasi muda yang lebih baik. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) memiliki risiko pada kemampuan belajar para peserta didik.

“Kami paham kekhawatiran orang tua guru dan tenaga pendidik terbaik kesehatan dan keselamatan anak. Tapi kita harus mengingat risiko yang telah disampaikan oleh Dirjen GTK kalo nggak memulai PTM terbatas, dan mengingat dampak panjangnya (learning loss),” imbuhnya. 

Nadiem pun berharap agar panduan belajar untuk jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA ini bisa digunakan oleh para guru serta tenaga kependidikan selama PTM terbatas di masa pandemi COVID-19.

“Oleh karena itu, kami berharap panduan ini dapat dipelajari dengan seksama dan diterapkan sebaik mungkin dan akan mengingatkan pentingnya kolab semua pihak dalam pelaksanaan ptm terbatas,” jelasnya.

Isi panduan pembelajaran di masa pandemi

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril mengungkapkan bahwa pada prinsipnya, panduan ini merupakan alat bantu untuk menyelenggarakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

“Penerima manfaat utamanya adalah guru dan tenaga kependidikan yang perlu mengontekstualisasikan panduan sesuai kondisi daerah dan satuan pendidikan,” tutur Iwan.

Iwan mengatakan, panduan ini terintegrasi dengan menampilkan teks utama yang didukung glosarium dan sumber belajar yang membantu pembaca memahami atau mempelajari konsep pada teks utama.

“Pertimbangan utama dalam memilih strategi yang ditampilkan pada panduan ini adalah kebermanfaatan sebesar-besarnya bagi murid. Diharapkan, panduan ini bisa mendorong pembelajaran yang mengantisipasi dampak negatif learning loss,” ungkap Iwan.

Adapun mengenai isi panduan ini sendiri, Iwan menyampaikan ada enam bagian yang disampaikan pada panduan ini terdiri dari:

  • Pendahuluan;
  • Ketentuan Pokok Penyelenggaraan Pembelajaran;
  • Konsep-konsep Implementasi Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi Covid-19;
  • Pengelolaan dan Jadwal Pembelajaran di Satuan Pendidikan, serta Rencana Pelaksanaan dan Jadwal Pembelajaran Kelas/Mata Pelajaran;
  • Penjaminan Mutu Pembelajaran Pauddikdasmen di Masa Pandemi Covid-19: Pemantauan Pembelajaran dan Tindak Lanjut Pengembangan Pembelajaran serta lampiran

    Pada bagian pendahuluan ini, kata Iwan dijelaskan mengenai latar belakang, tujuan, sasaran, manfaat, ruang lingkup, dan ukuran keberhasilan.

Selanjutnya pada bagian kedua akan diulas terkait ketentuan pokok penyelenggaraan pembelajaran untuk PAUDikdasmen di masa pandemi Covid-19, tugas dan tanggung jawab satuan pendidikan, serta ketentuan pembelajaran tatap muka terbatas dan sumber pendanaan.

Pada bagian ketiga, dijelaskan mengenai konsep, prinsip, dan strategi pembelajaran paudikdasmen di Masa Pandemi COVID-19. Selain itu, pengelolaan dan jadwal pembelajaran di satuan pendidikan, serta rencana pelaksanaan dan jadwal pembelajaran kelas/mata pelajaran juga dibahas pada bagian ini.

Pada bagian keempat, panduan menjelaskan terkait pemantauan pembelajaran dan tindak lanjut pengembangan pembelajaran. Selanjutnya untuk bagian lampiran di mana terdapat daftar tautan peraturan, daftar tautan sumber pembelajaran, dan poster pembelajaran PAUDdikdasmen di masa pandemi Covid-19.

Sebagai bentuk sosialisasi, panduan ini akan dikirimkan kepada dinas pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota serta Kementerian/ Lembaga terkait melalui surat elektronik (e-mail). Panduan juga dapat diunduh di laman resmi bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id dan spab.kemdikbud.go.id.

Pamduan ini juga akan disosialisasikan pada rangkaian webinar untuk publik melalui kanal YouTube sejumlah unit kerja Kemendikbud Ristek dan menjadi bahan pelatihan guru secara daring asinkron melalui Guru Belajar dan Berbagi.

“Selain itu, panduan akan disosialisasikan kementerian terkait, mitra pembangunan, dinas pendidikan, kantor-kantor wilayah kementerian terkait, satuan pendidikan, organisasi pendidikan, perusahaan, dan komunitas pendidikan lainnya,” ujar Iwan.[kompas]