Beranda blog Halaman 2155

48 Gempa Bumi Guncang Sumut Hingga Aceh Selama Sepekan

0
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Nukilan.id – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan (BBMKG) mencatat terjadi 48 kali gempa bumi di Sumatera Utara dan Aceh dalam sepekan terakhir atau periode 28 Mei hingga 3 Juni 2021.

Kordinator Data dan Informasi BBMKG Wilayah I Medan, Eridawati mengatakan, berdasarkan data sebaran, gempa bumi pekan pertama Juni 2021 itu secara umum tersebar di beberapa segmen sesar, subduksi dan outerrise.

“Sesar aktif yang menjadi sumber gempa bumi dalam periode 28 Mei-03 Juni 2021 adalah Seulimeum, Aceh Tengah, Batee C ,Renun, Toru, dan sesar lokal di Samosir,” katanya, Sabtu (5/6/2021).

Dari 48 kejadian gempa bumi itu, terdapat kekuatan gempa Magnitudo di atas 4 sebanyak 44 kejadian, dan Magnitudo di bawah 4 sebanyak 4 kejadian.

“Dari sebaran gempa yang terjadi, tercatat 45 kali kejadian di darat dan 3 kejadian terjadi di laut,” imbuhnya.

Sementara peneliti Pusat Gempa Regional I, Marzuki Sinambela menjelaskan berdasarkan kedalaman kegempaan yang terjadi tersebut dapat diklasifikasikan kedalaman gempa dangkal sebanyak 41 kejadian dan menengah sebanyak 7 kejadian.

“Kondisi itu menggambarkan kegempaan tersebut di dominasi oleh gempa dangkal,” katanya.

Dari 48 gempa tersebut, terdapat tiga kejadian gempa bumi yang dapat dirasakan oleh masyarakat yaitu di Barat Daya Kota Sabang, Aceh, pada 3 Juni 2021 Pukul 01:38 WIB.

Timur Laut Kota Sabang, pada 29 Mei 2021 Pukul 13:59:25 WIB dan Barat Daya Kota Sabang pada 30 Mei 2021 Pukul 21:06:17 WIB.

“Namun berdasarkan laporan masyarakat tidak ada korban maupun kerusakan bangunan. BMKG mengimbau masyarakat tidak perlu panik yang berlebihan dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.[okezone.com]

Pemain Asing Persiraja Asal Brazil Tiba di Aceh

0
Pemain Persiraja mengikuti latihan perdana persiapan kompetisi Liga 1 Musim 2021 di Stadion Dimurthala Banda Aceh, Selasa (25/5/2021). Antara Aceh/M Haris SA

Nukilan.id – Persiraja Banda Aceh, klub yang berkiprah di Liga 1 Indonesia, kembali kedatangan pemain asing asal Brazil dan tiba di Aceh setelah sebelumnya dari Jepang.

Presiden Persiraja H Nazaruddin Dek Gam di Banda Aceh, Sabtu, mengatakan pemain asal Brazil tersebut Leo Lelis, bermain posisi bek tengah. Pemain kelahiran Sao Paolo, Brazil ini tiba di Aceh, Sabtu (5/6/2021) petang.

“Yang bersangkutan berangkat di Aceh usai menjalani karantina selama lima hari di Jakarta. Kami terus berupaya mendatangkan pemain berkualitas, sehingga Persiraja mampu bersaing di Liga 1 musim ini,” kata Nazaruddin Dek Gam.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI itu, kehadiran pemain asing berkualitas sangat dibutuhkan Persiraja untuk bersaing di Liga 1. Leo Lelis memiliki rekam jejak yang cukup baik sebagai bek tengah.

Nazaruddin Dek Gam mengatakan dari data statistik yang ada, bek jangkung dengan tinggi 191 centimeter itu tampil reguler di kasta tertinggi Liga Latvia, Eropa, musim lalu bersama Valmiera FC.

Leo Lelis mencatatkan 28 penampilan dengan total 2.417 menit, serta mencetak tiga gol untuk Valmiera FC di Liga Latvia, kata Nazaruddin Dek Gam menyebutkan.

Nazaruddin Dek Gam mengatakan mendatangkan Leo Lelis merupakan keseriusan manajemen Persiraja membangun tim untuk mencapai target di Liga 1 musim 2021.

“Hadirnya Leo Lelis menambah jumlah pemain asing Persiraja saat ini menjadi dua pemain. Sebelumnya, Shori Murata asal Jepang sudah lebih dahulu tiba. Leo Lelis akan diperkenalkan kepada publik dalam waktu dekat,” kata Nazaruddin Dek Gam.[Antara]

Persiraja Resmi Perkenalkan Pemain Asing Asal Jepang

0
Persiraja datangkan pemain asal Jepang, Shori Murata. (Foto: indosport).

Nukilan.id – Klub Liga 1, Persiraja Banda Aceh, secara resmi memperkenalkan rekrutan anyar mereka, Shori Murata. Pemain asing asal Jepang ini didatangkan dari klub Myanmar, Yangon United.

Pemain kelahiran Tokyo 27 tahun silam tersebut merupakan pemain asing pertama yang berhasil didatangkan Persiraja musim ini selepas kepergian sejumlah pilar asing musim lalu.

Shori Murata akan mengenakan jersey bernomor punggung 14 di Persiraja musim ini. Saat ini, sang pemain juga sudah mendarat di Aceh dan sudah mulai berlatih dengan Muklis Nakata dan kawan-kawan.

Baca Juga Youssef Ezzejjari, Striker Blasteran Spanyol Calon Punggawa Anyar Persik di Liga 1
Baca Juga Arema FC Sepakat dengan Format Liga 1, Kendati Tak Bermain di Malang
“Saya senang saat ini sudah bergabung dengan Persiraja. Saya tau di sini fans sangat senang mendukung timnya. Saya akan memberikan kemampuan terbaik untuk Persiraja dan suporter,” ujarnya, Sabtu (5/6/21).

Shori merasa nyaman dengan timnya saat ini, menurutnya, sambutan para pemain Persiraja kepadanya begitu baik.

“Saat saya latihan perdana dua hari lalu, teman-teman saya di sini menyambut saya dengan baik. Mereka sangat welcome, semoga kita semua bisa bermain dengan baik dan mecapai target yang kita inginkan,” jelasnya.

Sementara itu, klub berjuluk Laskar Rencong ini juga telah mendatangkan seorang pelatih kiper anyar yakni Herman Kadiaman.

Eks pelatih kiper PSM Makassar ini diplot menjadi pengganti pelatih kiper Persiraja sebelumnya, Eddy Harto, yang bergabung dengan klub Liga 2, Persis Solo.

Herman sebelum diikat kontrak Persiraja, merupakan pelatih kiper PSM Makassar hingga Piala Menpora 2021 kemarin. Salah satu penjaga gawangnya, Hilmansyah, tampil gemilang di bawah tangan dingin sang pelatih.

“Ada beberapa nama yang ingin melatih penjaga gawang di Persiraja. Namun kita memilih Herman Kadiaman karena sudah terbukti mampu melahirkan penjaga gawang berkualitas,” kata Presiden Klub Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, belum lama ini.[indosport.com]

Kemenkumham Aceh Optimis Kanim Lhokseumawe Mampu Wujudkan Predikat WBK/WBBM

0
Foto. Dok. Ist

Nukilan.id – Dalam kunjungan kerjanya di Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh Drs. Meurah Budiman, SH., MH didampingi Kepala Divisi Imigrasi Syahcril dan pejabat pengawas Kantor Wilayah tiba di Kantor Imigrasi kelas II Lhokseumawe berinisiatif untuk memimpin apel pagi yang diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan pejabat fungsional imigrasi pada Jumat (4/6/2021).

Dalam apel tersebut turut hadir Kepala Divisi Imigrasi Syahcril, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Lhokseumawe, Fauzi Yusuf dan sejumlah pejabat pengawas Kantor Wilayah.

Meurah Budiman mengawali sambutannya, mengingatkan seluruh pejabat struktural dan pejabat fungsional lainnya, untuk tetap disiplin dalam bertugas dan memberikan pelayanan yang ramah (hospitality) bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan keimigrasian.

Selanjutnya, Meurah Budiman juga menegaskan, optimis Kanim Lhokseumawe mampu mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dengan memberikan pelayanan tanpa pungli dan layanan tersebut dilakukan dengan penuh keramahtamahan dan baik (hospitality) di Kanim Lhokseumawe harus dilaksanakan secara transparan dan memberikan informasi yang jelas pada masyarakat yang membutuhkan pelayanan keimigrasian, setiap masyarakat sebagai penerima manfaat layanan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan di kantor Imigrasi Lhokseumawe.

“Berikan pelayanan keimigrasian pada masyarakat tanpa pungutan liar dan gratifikasi, bekerjalah dengan iklhas, cerdas dan kerja tuntas pada setiap pelayanan keimigrasian sebagai bagian dari upaya kita mewujudkan predikat WBK/WBBM,” tegas Meurah Budiman yang baru 3 bulan menjabat di Aceh.

“Bapak/ibu harus optimis dan dengan komitmen tinggi mampu mewujudkan predikat WBK dan WBBM di Kantor Imigrasi ini dan ini menjadi tanggung semua pejabat dan staf Kanim yang harus bekerja dengan sepenuh hati, bekerja secara harmonis dan kolaborasi baik secara internal maupun eksternal dengan instansi lainnya,” lanjutnya.[]

LSM Seulanga Aceh Tanam Mangrove dan Cemara di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

0
Foto. Nukilan.id/Iwan

Nukilan.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Seulanga Aceh dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema ‘Merawat Ekosistem Pantai Sebagai Tempat Destinasi Wisata dan Upaya Pencegahan Dini Bencana dengan melakukan serangkaian diantaranya, Kegiatan Aksi Bersih Pantai, Kampanye Lingkungan dan Penanaman Manggrove dan Pohon Cemara di pesisir pantai Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Sabtu (5/6/2021).

Ketua LSM Seulanga Aceh, Wardhana Prasetya, S.Si mengatakan bahwa, pihaknya telah melakukan kegiatan aksi bersih pantai dan penanaman sebanyak 500 pohon manggrove dengan target penanaman mencapai 3000 bibit dan 200 pohon cemara agar lingkungan tetap terjaga sehingga tumbuh kesadaran dari semua elemen masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Kegiatan ini terlaksana berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak yaitu DLHK3 Banda Aceh, BPMA, PT Medco E&P Malaka, Bank Indonesia perwakilan Aceh dan Bank Aceh Syariah. Upaya yang di lakukan oleh LSM Seulanga Aceh bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Leuser USK, Mahasiswa/i Jurusan Geografi Universitas Al Wasliyah.

“Komunitas-komunitas lingkungan ini bertujuan menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana, terjadinya bencana itu di sebabkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri,” ujar wardhana kepada Nukilan.id.

Sementara itu, Wardhana menyampaikan, Kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini, merupakan kegiatan rutinitas tahunan yang dilakukan pada setiap 5 Juni untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Namun, kata dia, lokasi kegiatan tersebut berbeda-beda setiap tahunnya.

“Kegiatan ini sudah rutin dilakukan dari tahun ke tahun dan di tempat yang berbeda dalam setiap memperingati hari lingkungan hidup sedunia, dan semoga dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Para mahasiswa yang ikut berpartisispasi sangat senang dan antusias, kata Wardhana, karena dapat terjun langsung dalam menyelamatkan lingkungan walaupun dimulai dari hal yang kecil namun bisa bermanfaat dan berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.

Oleh karena itu, Wardhana mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dan menyukseskan kegiatan tersebut.

“Saya berharap kedepannya pemerintah juga harus intens terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menyentuh lingkungan hidup seperti ini,” pungkasnya.[]

Sekda Aceh Pantau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19

0
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., saat memantau pelaksanaan vaksinasi massal covid-19, di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Sabtu (5/6/2021).

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes, memantau langsung pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19, di gedung Banda Aceh Convention Hall, Sabtu 5 Juni 2021. Sekda datang didampingi para asisten, sejumlah kepala SKPA dan Kepala Biro di lingkungan Setda Aceh.

Vaksinasi hari ke tiga yang digelar pemerintah Aceh itu diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di beberapa Satuan Kerja Perangkat Aceh. Selain itu juga ada sejumlah petugas pelayanan publik, guru, disabilitas, pra lansia usia 50 hingga 59 tahun, dan lansia berumur 60 ke atas.

Sekda memuji antusiasme masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi Covid. Hingga sore hari, antrian masyarakat masih terlihat. Hal itu menandai keseriusan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Upaya kita bersama, mudah-mudahan dengan vaksinasi ini kita bisa terhindar dari paparan Covid,” kata Sekda.

Dalam tinjauan itu, tak lupa Sekda menyemangati para tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Mereka kata Sekda adalah garda terdepan untuk suksesnya vaksinasi tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi massal berjalan lancar. Meski antusiasme masyarakat sangat tinggi, pelaksanaan vaksinasi tetap menerapkan protokol kesehatan. Di mana mereka datang dengan memakai masker dan mengantri dengan tetap menjaga jarak.

Sebelumnya pada hari Kamis dan Jumat lalu, vaksinasi juga digelar di Kantor Gubernur Aceh. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, mengatakan dalam dua hari pelaksanaan, sebanyak 823 orang telah divaksin covid-19. “Insya Allah Senin akan dilanjutkan lagi (vaksinasi massal),” kata Iswanto. Dari rencana awal, vaksinasi akan dilakukan selama sepekan, terhitung sejak hari pertama dimulai, yaitu Kamis 3 Juni lalu.

Iswanto mengatakan, vaksinasi massal tersebut digelar Pemerintah Aceh dalam upaya bersama menyukseskan vaksinasi Covid-19 di Aceh. Kegiatan yang juga digelar serentak di kabupaten/kota se Aceh. “Program vaksinasi massal ini digelar sesuai arahan Bapak Gubernur atas dasar kesepakatan bersama Bapak Kapolda, Bapak Pangdam dan Bapak Kajati dengan tujuan maksimalisasi vaksinasi di seluruh Aceh,” ujar Iswanto.

Hadir mendampingi Sekda Aceh dalam kunjungan itu, di antaranya adalah Asisten II dan Asisten III, Inspektur Aceh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DRKA, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Karo Humpro Setda Aceh.[]

Aktivis Perempuan Sebut Pemerintah Aceh Kurang Peduli Kekerasan pada Perempuan dan Anak

0
Aktivis Perempuan Aceh, Asmaul Husna MTA

Nukilan.id – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak sangat meningkat dalam beberapa tahun terakhir di Aceh, Hal itu disebabkan oleh aturan dalam Qanun Jinayah yang menghukum pelaku sangat rendah, sehingga tidak menimbulkan efek jera. Bukan itu saja, perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual, khususnya bagi perempuan dan anak-anak tidak maksimal.

Kendati demikian, pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh telah menganggarkan anggaran sebesar 18,9 miliar untuk mengatasi tindak kekerasan tersebut.

Menanggapi hal itu, Aktivis Perempuan Aceh, Asmaul Husna MTA mengatakan bahwa, terjadinya tindak kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak akibat kurangnya kepedulian pemerintah Aceh, termasuk tidak adanya regulasi untuk memberikan perlindungan khusus terhadap korban.

“Pemerintah Aceh hari ini kurang peduli, termasuk regulasi untuk menempatkan korban kekerasan terutama kekerasan seksual,” kata Asmaul Husna saat di wawancara Nukilan.id di Banda Aceh, Kamis (3/6/2021).

Selain itu, Husna juga mengatakan, penegak hukum harus lebih berkontribusi menempatkan hukuman kepada tersangka, agar menimbulkan efek jera bagi mereka yang melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan dan Anak.

“Harusnya ada hukuman yang layak kepada pelaku, sebagaimana hukuman yang telah diatur dan telah ditentukan kepada para pelaku kekerasan seksual,” ujarnya.

Oleh karena itu, Husna mengajak seluruh perempuan Aceh untuk melawan dan mencegah segala bentuk tindak kekerasan terutama kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh.[Iwan]

Pusda Minta Pemerintah Aceh Akui Bila KMP Aceh Hebat Sarat Korupsi

0
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh, Heri Safrijal S.P M.TP. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Subut Heri Safrijal S.P M.TP meminta pemerintah Aceh untuk mengakui apabila pengadaan kapal Aceh Hebat 1,2, dan 3 sarat dengan dugaan korupsi.

“Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang mendalami dugaan kasus korupsi pembangunan tiga unit kapal Aceh Hebat jenis roro. Kendati KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil penyelidikan terhadap oknum yang diduga terlibat, namun Pemerintah Aceh harus bersikap tegas pada oknum yang terlibat,” kata Subut Heri Safrijal S.P M.TP lewat rilis yang dikirim Sabtu, (5/6/2021)

Katanya, Pada awalnya pemerintah Aceh sempat menepis dan mengecam masyarakat yang menyampaikan Aceh Hebat adalah kapal bekas yang dibeli oleh pemerintah Aceh.

“Sekarang Pemerintah harus akui juga apabila KPK berhasil melakukan penyelidikan dan menemukan kerugian negara. Pemerintah Aceh harus mengakui kalau proses pengadaan KMP Aceh hebat sarat dengan korupsi,” ujarnya.

Apalagi–katanya–Dugaan korupsi pengadaan KMP Aceh hebat kian bergeming dikalangan masyarakat Aceh, seiring sering terjadi kerusakan.

Pada tahun 2020 lalu Pemerintah Aceh mengalokasikan anggaran sebesar Rp178 miliar untuk pengadaan tiga unit Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat.

Untuk itu–Mantan Sekretaris Jendral BEM USK ini berharap Pemerintah Aceh harus bersikap tegas pada Oknum yang diduga yang terlibat kasus korupsi KMP Aceh Hebat tersebut. [red]

Timnas Indonesia Dipuji Usai Tahan Imbang Thailand

0
Selebrasi para pemain Timnas Indonesia usai berhasil membobol gawang Thailand di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia di Stadion Al Maktoum, Dubai, UEA, Kamis (3/6/2021). (Dok. PSSI).

Nukilan.id – Timnas Indonesia mendapat banyak puja-puji setelah meraih poin perdana di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dengan menahan imbang Thailand, Jumat (4/6/2021).

Pada pertandingan di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), skuad besutan Shin Tae-yong memaksa Thailand bermain imbang dengan skor 2-2.

Dua gol Timnas Indonesia dicetak oleh Kadek Agung pada menit 38 dan Evan Dimas menit 59. Dalam prosesnya, skuad Merah Putih selalu tertinggal lebih dulu dari tim berjuluk War Elephants.

Ini menjadi kali pertama Timnas Indonesia mengoleksi poin di Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah dalam lima pertandingan sebelumnya masih dilatih Simon McMenemy dan Yeyen Tumena selalu mengalami kekalahan.

Selain puja-puji dari masyarakat, sanjungan terkait penampilan Timnas Indonesia kontra Thailand juga datang dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Dia mengapresiasi kinerja para penggawa muda Merah Putih.

“Tentu hasil ini harus kita syukuri. Pemain timnas Indonesia yang didominasi pemain-muda mampu bermain dengan penuh semangat dan ini modal bagus untuk menghadapi laga selanjutnya melawan Vietnam dan Uni Emirat Arab,” kata Iriawan dalam rilis PSSI.

“Saya hampir setiap hari terus memberikan semangat kepada pemain, pelatih dan ofisial untuk terus berjuang demi Merah Putih selama di Dubai.

Setelah Thailand, Timnas Indonesia bakal meladeni Vietnam pada 7 Juni di Stadion yang sama. Setelah itu pada 11 Juni 2021 bakal menghadapi tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Zabeel, Dubai.

“Semoga pada laga selanjutnya Indonesia mampu meraih hasil yang maksimal,” pungkas lelaki yang akrab disapa Iwan Bule itu. [suara.com]

KPK Sebut Perlu Pendampingan Pengelolaan Dana Otsus di Papua Barat

0
KPK - RI

Nukilan.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya pendampingan dan pengawasan tata kelola pemerintah daerah (Pemda) di wilayah Papua Barat agar pengguna dana otonomi khusus berjalan maksimal.

“Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Barat melalui peningkatan kualitas pengelolaan dana otonomi khusus sehingga Pemda harus didampingi dan diawasi,” kata Ketua Satuan Tugas Koordinasi Supervisi Pencegahan Wilayah V KPK, Dian Patria, di Manokwari, Sabtu (5/6/2021).

Ia mengatakan, pada koordinasi dan supervisi KPK ada delapan indikator pemda yakni perencanaan penganggaran, PBJ, izin, APIP, manajemen ASN, penerimaan daerah, aset, dan dana desa.

Bagi KPK indikator ini sebagai pintu masuk untuk membaca suatu pemda. Apabila skornya rendah biasanya bukan hanya masalah teknis, tapi ego sektoral dan tidak ada komunikasi.

Atas capaian skor itu, dia menyimpulkan, tetap yang utama integritas pimpinan. Bahwa sistem apapun yang dibangun harus dibarengi dengan kepemimpinan yang berintegritas.

“Jadi bicara Monitoring Center for Prevention atau MCP pada 2020 rata-rata untuk 14 Pemda di Papua Barat skornya 37,40 atau di bawah rata-rata nasional,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Firli Tak Hadiri Debat Terbuka Bahas TWK dengan Direktur KPK

Fokus Pendampingan KPK

“Belum dapat bersaing dengan daerah yang lain. Bagi kami bukan masalah besar kecilnya. Yang penting aktif dan terbuka. Sampaikan masalahnya lalu kita berdiskusi bersama-sama untuk solusinya,” kata dia.

Ia mengatakan, salah satu yang menjadi fokus pendampingan KPK di daerah dengan Pemda adalah dana otsus dan penerimaan pajak mengingat di daerah Papua dan Papua Barat kapasitas fiskalnya rendah. Belum lagi banyaknya ketidakpatuhan yang dilakukan oleh para pelaku usaha.

“Jadi dalam hal pendampingan Pemda, kami tidak mau terjebak dalam hal administratif dan disibukkan dengan hal-hal seremonial sehingga melupakan substantifnya. Jadi harus berdasarkan fakta lapangan,” Dian menandasi. [liputan6]