Beranda blog Halaman 2154

Mobil Mewah Wartawan Serambi Indonesia di Aceh Tenggara, Akhirnya Disita Polisi

0

Nukilan.id – Mobil mewah jenis honda mobilio itu sudah dua tahun lebih dibiarkan berada di depan rumah wartawan di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala gala, Aceh Tenggara.

Mobil itu disita aparat kepolisian Polres Aceh Tenggara untuk barang bukti penyidikan terhadap kasus pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di Desa Lawe Loning Aman yang terjadi pada 30 Juli 2019.

“Mobil disita untuk mengamankan sebagai barang kasus pembakaran rumah wartawan serambi indonesia di Desa Lawe Loning Aman, ” ujar Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, AKP Suparwanto SH kepada wartawan, Minggu (6/6/2021).

Kata Kasat Reskrim AKP Suparwanto, berita acara penyitaan barang bukti mobil jenis honda mobilio BK 1498 BI telah diteken korban Asnawi Luwi yang saat ini berada di Banda Aceh pada tanggal 1 Juni 2021. Mereka sudah ketemu langsung dengan korban dan telah menekan berita acara penyitaan barang bukti mobilio tersebut. Rencananya, dalam waktu dekat mobil yang hangus dibakar ini akan dibawa dan diamankan di Polisi Sektor (Polsek) Lawe Sigala-gala, Agara guna penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Suparwanto. []

Pemain asal Jepang Shori Murata Merasa Nyaman Bermain di Persiraja Banda Aceh

0

Nukilan.id – Beban berat ada di pundak Shori Murata ketika memutuskan bergabung dengan Persiraja Banda Aceh. Berstatus pemain asing, dia juga harus bisa mengangkat performa Laskar Rencong yang sudah ditinggal banyak pemain andalannya.

Paling tidak, bersama tiga pemain asing tambahan yang belum datang lainnya, pemain asal Jepang itu wajib bisa mempertahankan Persiraja di Liga 1.

Kali pertama bermain di Indonesia, Murata merasa tidak ada kesulitan untuk beradaptasi. Cuaca dan kultur di Indonesia hampir mirip dengan tempat dirinya berkarier musim lalu, Yangon United FC, Myanmar.

Berlatih sejak 2 Juni kemarin, Murata merasa nyaman. Pemain Persiraja lainnya menyambut kedatangannya dengan hangat. ”Mereka sangat welcome, semoga kita semua bisa bermain dengan baik dan mencapai target yang diinginkan,” tuturnya.

Selain itu, suporter Persiraja sudah memberikan dukungan yang luar biasa. Itulah yang kemudian membuatnya yakin bisa menunjukkan performa yang baik di Liga 1 nantinya.

”Saya tahu di sini fans sangat senang mendukung timnya. Saya akan memberikan kemampuan terbaik untuk Persiraja dan suporter,” harapnya.

Selain bakal mengandalkan 4 pemain asing untuk Liga 1, Persiraja akan menggunakan banyak jasa pemain muda.

Maklum, kehilangan pemain andalan seperti Assanur Rijal ”Torres” hingga kapten tim Ferry Komul membuat banyak lubang yang harus ditambal.

Kendala keuangan yang sulit membuat Persiraja terpaksa mengadakan seleksi terbuka untuk pemain muda di Aceh.[jawapos.com]

Haru! Tentara Israel Menangis Dengar Nyanyian Hijaber Asal Aceh

0

Nukilan.id – Media sosial sedang ramai menjadikan seorang gadis bernama Nabila Taqiyyah sebagai bahan perbincangan. Ia menjadi sorotan setelah membuat seorang tentara Israel menangis.

Gadis itu ternyata berasal dari Indonesia, lebih tepatnya dari Aceh. Wanita berhijab tersebut membuat sebuah eksperimen sosial.

Ternyata Nabila Taqiyyah memiliki suara emas. Ia kini sedang merintis karier bermusiknya.

Namun, suara itu berhasil membuat sebuah suasana haru. Awalnya Nabila Taqiyyah mengunggah sebuah video hasil dari percobaan dirinya bernyanyi.

Di video itu, Nabila Taqiyyah melakukan panggilan video melalui aplikasi OmeTV. Aplikasi tersebut membuat dirinya bisa menjangkau orang yang lokasinya jauh dengan dirinya secara acak, bahkan sampai luar negeri.

Nabila Taqiyyah ternyata sengaja memilih server sendiri. Ia menetapkan Israel sebagai tujuan panggilannya.

Pilihan itu bukan tanpa alasan. Nabila Taqiyyah memang ingin menyampaikan pesan perdamaian untuk masyarakat Israel. Pesan itu disampaikan lewat lagu.

Tidak mau melewatkan momen itu begitu saja, Nabila Taqiyyah juga memikirkan betul lagu yang dibawakannya. Ia ternyata menyanyikan lagu dengan lirik bahasa Arab, berjudul Atouna el Toufouli. Lagu itu dipopulerkan oleh Remi Bandali.

Dalam bahasa Indonesia, judul lagu itu berarti Beri Kami Masa Kecil. Liriknya memiliki pesan mengenai anak-anak di Palestina yang harus kehilangan masa muda mereka karena perang yang terjadi.

Di percobaan panggilan pertama, lagu itu dinyanyikan Nabila Taqiyyah. Suara merdunya didengarkan oleh seorang pemuda Palestina.

“Kami datang untuk mengucapkan Selamat Hari Raya, kepadamu kami bertanya mengapa di tempat kami tak ada dekorasi Hari Raya. Tanah kami habis terbakar, tanah kami dicuri kebebasannya,” begitu penggalan lirik yang dinyanyikan, dikutip dari kanal YouTube Nabila Taqiyyah.

Setelah melontarkan pujian, seseorang tersebut menyampaikan kabarnya. Ia mengaku dalam kondisi baik di Palestina.

“Kami bisa bilang baik. Suatu hari nanti kita pasti akan baik-baik saja,” ujar pria tersebut.

Pada panggilan selanjutnya, ternyata yang muncul di video tersebut adalah tentara Israel. Ia meminta Nabila Taqiyyah untuk bernyanyi.

Berbeda dari sebelumnya, Nabila Taqiyyah menyanyikan lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) yang dipopulerkan oleh Michael Heart.

“Anda dapat membakar masjid, rumah kami dan sekolah kami. Tapi roh kita tidak akan pernah mati. Kami tidak akan menyerah Di Gaza malam ini,” begitu lirik lagu yang dinyanyikan oleh Nabila.

“Kamu membuatku menangis. Lagi, aku ingin mendengarnya lagi,” ujar pria tersebut.

Nabilla Taqiyyah kemudian bertanya mengenai makna lagu tersebut ke tentara itu. Namun, pria tersebut seakan tidak ingin membahasnya.

“Maksud lagu ini adalah tentang bebaskan Palestina. Tetaplah bagikan perdamaian,” kata Nabilla.

“Aku adalah seorang tentara, dan aku tentara Israel. Aku tidak peduli tentang apa yang kamu percayai, tapi aku menghargainya,” balas si tentara.

“Kita lakukan yang terbaik untuk semua orang di Gaza. Hanya menjadi damai… aku menghargainya,” lanjut si tentara.

Nabila Taqiyyah kemudian menyanyikan Atouna el Toufouli. Tangis tentara Israel semakin jadi.

“Kamu menakjubkan. Aku mau satu lagu lagi, bolehkan aku rekam?” tanya pria itu.

“Oke, terimakasih banyak untuk hari ini,” tutup Nabila Taqiyyah.[]

Melawan Lupa, Sejarah Garuda Indonesia Bermula dari Sumbangan Emas Rakyat Aceh

0
Foto: Sindonews.com

Nukilan.id – Maskapai flag carrier PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) belakangan mencuat. Keuangan BUMN penerbangan ini tengah dalam kondisi berdarah-darah karena lilitan utang menggunung dan terus merugi.

Menilik sejarah Garuda Indonesia ke belakang, perusahaan ini tak bisa dilepaskan dari awal lahirnya republik ini. Pasang surut dialami Garuda sejak berdiri di era Presiden Soekarno.

Seperti diberitakan Harian Kompas, 23 Oktober 2009, sejarah Garuda Indonesia bermula dari usaha Soekarno agar republik yang masih berusia seumur jagung ini bisa memiliki armada pesawat udara.

Pada 16 Juni 1948, Presiden Soekarno berpidato di Kutaraja (sekarang Banda Aceh), meminta rakyat menyumbang untuk republik yang masih rentan karena kekosongan kas negara.

Dengan bantuan dan pengaruh dari Tengku Muhammad Daud Beureueh, dalam waktu tidak begitu lama terkumpul emas sebanyak 20 kilogram. Semangat rakyat Aceh menyumbang dana ke republik tersebut tak lepas dari euforia berakhirnya penjajahan Belanda.

Aceh sendiri merupakan salah satu daerah pertama bekas Hindia Belanda yang langsung menyatakan mendukung dan bergabung dengan Indonesia. Daud Beureueh juga berharap, dengan bergabung dengan republik, Aceh nantinya bisa menjadi provinsi dengan otonomi khusus.

Dengan uang sumbangan dari rakyat Aceh, pemerintah Soekarno lewat Wieweko, seorang perwira AURI, membeli dari Singapura sebuah pesawat C-47 Dakota yang kemudian dioperasikan Angkatan Udara sebagai alat transportasi bagi pejabat negara.

Sebagai tanda terima kasih kepada rakyat Aceh, pesawat itu diberi nama Seulawah (Gunung Emas), sebuah nama gunung di Aceh.

Tugas pertamanya membawa Hatta dalam kunjungan kerja ke Sumatera (Yogyakarta- Jambi-Payakumbuh-Kutaraja-Payakumbuh-Yogya).

Awal Desember 1948, pesawat harus mendapat servis dan penambahan kapasitas tangki bahan bakar sehingga diterbangkan ke Calcutta. Perawatan ini diperkirakan akan memakan waktu tiga pekan.

Namun, tanggal 19 Desember 1948, ibu kota Republik Indonesia, Yogyakarta, diserang dan dikuasai tentara Belanda yang melakukan agresi militer kedua.Pesawat itu tidak mungkin kembali ke Tanah Air.

Hubungan antara awak pesawat dan pemerintah pusat di Yogyakarta terputus. Untuk membiayai hidup para personel dan perawatan pesawat, dibentuklah perusahaan penerbangan Indonesia Airways yang diawaki personel AURI.

Dengan seizin Duta Besar Indonesia untuk India Dr Sudarsono, pesawat itu dengan awaknya disewakan kepada Pemerintah Myanmar. Tanggal 26 Januari 1949 pesawat itu berangkat dari Calcutta ke Rangon, Myanmar.

Hasil penyewaan pesawat itu digunakan untuk membeli sebuah pesawat dan menyewa satu pesawat lainnya dari Hongkong. Selama 19 bulan Indonesian Airways bertugas di luar negeri sebelum akhirnya dilikuidasi pada Agustus 1950.

Pesawat tersebut dan awaknya kemudian ditugaskan dalam Dinas Angkutan Udara Militer yang menghubungkan antarpangkalan udara di Indonesia.

Patungan Indonesia-Belanda

Selain itu, yang banyak luput dari pemahaman sejarah, yakni andil pemerintah Belanda. Dalam hal ini kaitannya dengan kesepakatan pasca pengakuan kedaulatan pada 27 Desember 1949.

Garuda Indonesian Airways, cikal bakal Garuda Indonesia, berasal dari perusahaan patungan Indonesia-Belanda yang dibentuk bersamaan dengan pengakuan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).

Perusahaan baru yang dibentuk usai kesepakatan KMB ini meneruskan operasional yang sudah dijalankan pesawat Dakota dari sumbangan rakyat Aceh sebelumnya.

Dengan ditandatanganinya perjanjian KMB, maka Belanda wajib menyerahkan seluruh kekayaan pemerintah Hindia Belanda kepada pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), termasuk maskapai KLM-IIB (Koninklijke Luchtvaart Maatschappij- Inter-Insulair Bedrijf).

KLM-IIB merupakan anak perusahaan KLM setelah mengambil alih maskapai swasta K.N.I.L.M (Koninklijke Nederlandshindische Luchtvaart Maatschappij) yang sudah eksis sejak 1928 di area Hindia Belanda.

Sehari setelah peresmian pembentukan usaha patungan Indonesia-Belanda, 28 Desember 1949, pesawat Garuda Indonesian Airways digunakan untuk terbang perdana mengangkut Presiden Soekarno dan keluarga dari Maguwo, Yogyakarta, ke Bandar Udara Kemayoran, Jakarta.

Pesawat itu menggunakan logo Garuda dan pada ekornya dicat bendera Merah Putih. Soekarno bersama Guntur, Megawati, dan istrinya yang sedang hamil, Fatmawati, menjadi penumpang penerbangan perdana Garuda.

Setahun kemudian, di tahun 1950, Garuda Indonesia menjadi perusahaan negara. Pada periode tersebut, Garuda Indonesia mengoperasikan armada dengan jumlah pesawat sebanyak 38 buah yang terdiri dari 22 DC-3, 8 Catalina kapal terbang, and 8 Convair 240.

Armada Garuda Indonesia terus bertambah dan akhirnya berhasil melaksanakan penerbangan pertama kali ke Mekah membawa jemaah haji dari Indonesia pada tahun 1956.

Tahun 1965, penerbangan pertama kali ke negara-negara di Eropa dilakukan dengan Amsterdam sebagai tujuan terakhir. Meskipun sudah terbang sebelumnya, akta pendirian perusahaan ini dibuat tanggal 31 Maret 1950 dan tanggal 24 Maret 1954 perusahaan ini dinasionalisasikan, sehingga tak ada lagi kepemilikan Belanda di Garuda Indonesia hingga saat ini. (Kompas.com)

Jalankan Ingub Aceh, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Gelar Vaksinasi Covid-19

0
Dewan Guru Dayah Darul Munawwarah Pimpinan Tgk H Usman Ali (Abu Kuta Krueng ) saat menjalani vaksinasi di Dayah Darul Munawwarah, Pidie Jaya, Sabtu (5/6/2021).. (Foto: Humpro Aceh)

Nukilan.id – Menindaklanjuti Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh dalam upaya mempercepat pemutusan mata rantai Covid-19, Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, menggelar vaksinasi kepada seluruh dewan gurunya, Sabtu (5/6/2021).

Ketua Satgas Covid-19 Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Tgk Mujlisal M Hasan mengatakan, dayah pimpinan salah seorang ulama kharismatik Aceh, Tgk H Usman Ali atau yang lebih dikenal dengan Abu Kuta Krueng itu, merupakan dayah yang pertama kali melaksanakan vaksinasi di Aceh bagi dewan gurunya.

Tgk Mujlisal menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan bentuk tindaklanjut dan dukungan terhadap Ingub Aceh Nova Iriansyah Nomor 08/INSTR/2021/ tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat gampong, untuk pengendalian penyebaran Covid-19, serta surat Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Nomor 440.2/292 Tahun 2021 tentang penerapan PPKM di lingkungan dayah seluruh Aceh.

“Untuk hari ini, kami sukses melakukan vaksinasi sebanyak 28 orang dewan guru dan Insya Allah besok akan kami lanjutkan lagi. Vaksinasi ini merupakan ikhtiar kita bersama dalam menghadapi wabah, disamping juga memanjatkan doa kepada Allah SWT, ” kata Tgk Mujlisal.

Upaya Dayah Darul Munawwarah mendukung penanggulangan Covid-19 itu mendapat sambutan baik dan apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH. Ia mengatakan, upaya pemutusan mata rantai penularan Covid-19 memang harus dilakukan secara bersama dan sejalan oleh semua stakeholder yang ada.

“Vaksinasi termasuk salah satu cara dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19, selain itu kita juga masih diwajibkan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata Zahrol.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh itu menambahkan, pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh pimpinan dayah di Aceh agar melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dalam proses belajar dan mengajar Selain itu, surat Kadisdik Dayah Nomor 440.2/292 Tahun 2021 tentang penerapan PPKM di Lingkungan Dayah seluruh Aceh, sangat penting ditindaklanjuti untuk menjaga keselamatan pimpinan dayah dan juga santri yang sedang mondok.

“Dayah diharapkan menyediakan alat pengukur suhu, menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, melakukan desinfektan, dan termasuk membatasi kunjungan orang tua wali santri yang ingin menjenguk anaknya di dayah,” ujar Zahrol.

Terakhir, Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri mengucapkan terimakasih kepada seluruh dayah yang sudah mengindahkan Instruksi Gubernur Aceh dan khususnya kepada Dayah Darul Munawarah Kuta Krueng yang telah melaksanakan vaksinasi bagi dewan gurunya. “Kita berharap agar dayah-dayah yang lain juga melakukan hal serupa, semoga saja usaha kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19 ini dapat segera terwujud dan wabah ini segera diangkat oleh Allah SWT,” tutur Zahrol.

Ikut hadir pada acara vaksinasi tersebut, Kapolres Pidie Jaya AKBP Musbagh Ni’am, Ka.Kemenag Pidie Jaya Ahmad Yani S.Pdi, Kadinkes Pidie Jaya Eddi Azwar SKM M.Kes, Danramil setempat dan stakeholder terkait lainnya. [rls/red]

BPK Buka 1.320 Lowongan CPNS 2021, Ini Formasinya

0

Nukilan.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) membuka 1.320 formasi pada penerimaan CPNS 2021. Formasi tersebut dibuka untuk CPNS jabatan pemeriksa, pranata komputer, serta pengelolaan data informasi dan hukum.

“BPK mendapatkan formasi yang cukup banyak pada tahun 2021, yaitu 1.320 untuk jabatan pemeriksa dan jabatan lainnya, yang utamanya jabatan pemeriksa,” ujar Sekjen BPK Bahtiar Arif dalam keterangan resminya dikutip dari lama resmi BPK RI, Sabtu (5/6/2021).

Bahtiar merinci kebutuhan CPNS 2021 BPK terbagi menjadi 1.257 untuk jabatan pemeriksaan ahli pertama, 35 jabatan sebagai pranata komputer, serta 28 formasi untuk pengelolaan data informasi dan hukum. Dari total tersebut, 2% di antaranya atau 27 formasi dibuka khusus untuk disabilitas.

“Kebijakan pemerintah mengalokasikan formasi khusus disabilitas sebanyak 2%, yang artinya untuk tahun 2021 ada 27 orang,” katanya.

Secara keseluruhan, untuk proses penerimaannya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu ada seleksi administrasi, seleksi kompetensi dasar, dan seleksi kompetensi bidang.

Menurut Bahtiar, dengan semakin beragamnya latar belakang pegawai BPK, termasuk dalam hal ini rekan-rekan disabilitas, maka akan menambah keluasan pegawai dalam bekerja di BPK, keberagaman, inklusifitas, dan tentunya diikuti dengan perbaikan-perbaikan atau ruang-ruang perbaikan yang perlu dilakukan dalam rangka rencana penerimaan CPNS 202 tersebut.[]

Kasus Covid-19 Tambah 206 Orang, Vaksinasi Terus Bergulir

0
Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG)

Nukilan.id – Kasus baru terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Aceh bertambah lagi sebanyak 206 orang, pasien terinfeksi virus corona sembuh bertambah 122 orang, dan tiga orang meninggal dunia. Sementara itu, vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, dan kelompok lanjut usia terus bergulir.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada awak media massa di Banda Aceh, Sabtu (5/6/2021) malam.

“Vaksinasi Covid-19 di Aceh tidak berhenti dan terus bergulir di seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Juru Bicara yang akrab dengan panggilan SAG itu melaporkan progres vaksinasi Covid-19 di Aceh per tanggal 4 Juni 2021. Tenaga kesehatan (Nakes) yang telah mendapatkan suntikan vaksin Sinovac dosis I sebanyak 55.363 orang, atau 98,0 persen dari target 56.470 orang. Sedangkan yang telah menuntaskan vaksinasi dosis II sebanyak 51.653, atau 91,5 persen.

Sementara itu, petugas pelayanan publik yang telah disuntik vaksin dosis I sebanyak 74.817 orang, atau 15,6 persen dari sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 478.489 orang. Sedangkan yang telah menuntaskan dengan vaksinasi dosis II sebanyak 52.318 orang, atau 10,9 persen.

Selanjutnya vaksinasi kelompok umur di atas 60 tahun atau Lansia. Lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis I sebanyak 5.145 orang, atau 1,2 persen. Sedangkan yang telah tuntas dengan vaksinasi dosis II sebanyak 3.102 orang.

Progres vaksinasi bagi Lansia tampak berjalan lamban dibandingkan progres vaksinasi Nakes dan petugas pelayanan publik. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Aceh dan Satgas kabupaten/kota terus melakukan pelbagai upaya untuk memotivasi kelompok sasaran untuk ikut program vaksinasi, untuk mencapai kekebalan kelompok dari penularan virus corona.

“Virus corona akan berhenti menular dan menyebar apabila kekebalan kelompok tercapai, karena itu kita terus menghimbau kelompok-kelompok sasaran agar tidak menunda-nunda vaksinasi Covid-19 itu,” ujar SAG.

Data akumulatif

Selanjutnya SAG mengatakan, bila kita lihat secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh, per  5 Juni 2021, telah mencapai 15.869 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak  12.100 orang. Penderita yang sedang dirawat 3.151 orang, dan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 618 orang.

Data pandemi Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru sebanyak 206 orang dalam 24 jam terakhir, yang meliputi warga Banda Aceh 53 orang, Aceh Besar 28 orang, Aceh Timur 15 orang, Lhokseumawe 12 orang, dan warga Aceh Barat Daya 11 orang.

Kemudian warga Aceh Jaya sembilan orang, warga Pidie, Aceh Barat, dan Aceh Singkil, sama-sama delapan orang. Selanjutnya warga Langsa tujuh orang, warga Aceh Tamiang, Gayo Lues, dan Pidie Jaya, masing-masing enam orang. Berikutnya warga Simeulue sebanyak lima orang.

Virus corona juga menginfeksi masing-masing empat orang warga Aceh Tenggara, Aceh Tengah, dan warga Aceh Utara. Kemudian lagi warga Nagan Raya dan Aceh Selatan sama-sama dua orang. Selanjutnya warga Bireuen, Sabang dan Subulussalam, masing-masing satu orang. Lima orang lainnya warga luar daerah.

Sementara itu, pasien Covid-19 yang dilaporkan sudah sembuh bertambah 122 orang, yakni warga Banda Aceh 43 orang, Pidie 21 orang, Aceh Besar 17 orang, Gayo Lues 10 orang, warga Aceh Tamiang, dan Aceh Tenggara sama-sama tujuh orang.

Kemudian warga Aceh Timur empat orang, warga Lhokseumawe, Aceh Tengah, Bener Meriah, Sabang, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, masing-masing dua orang. Sedangkan satu lagi warga Kota Langsa.

“Korban meninggal dunia yang dilaporkan bertambah lagi tiga orang,” katanya.

Ketiga kasus meninggal dunia tersebut masing-masing satu orang warga Lhokseumawe, Aceh Barat, dan warga Aceh Barat Daya.

Lebih lanjut SAG memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 836 orang, meliputi 729 orang selesai isolasi, 28 orang isolasi di rumah sakit, dan 79 orang meninggal dunia. Kasus probable yaitu kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, jelasnya. 

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.470 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.195 orang, sedang isolasi di rumah 206 orang, dan 69 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.[]

Kebijakan Baru dari BKN terkait Pelaksanaan Tes CPNS 2021

0
Peserta mengikuti ujian Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) di Surabaya, Selasa (22/9/2020). Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya menggelar ujian SKB yang diikuti 1.142 peserta CPNS dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat. (Juni Kriswanto/AFP)

Nukilan.id – Di saat para calon pelamar seleksi ASN menunggu jadwal pendaftaran CPNS 2021 dan PPPK, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menghadirkan program terbaru terkait pelaksanaan tes.

Di mana, seleksi CPNS dan PPPK 2021 akan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Program terbaru BKN ini dalam rangka pengembangan layanan seleksi aparatur sipil negara (ASN) baik PNS maupun PPPK dengan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN.

Menurut Plt Karo Humas BKN Paryono, dengan menghadirkan program sertifikat seleksi kompetensi dasar (SKD) dengan CAT BKN atau disingkat dengan Sertifi-CAT. 

“Untuk kali pertama, BKN akan menyediakan sertifikat hasil SKD kepada peserta seleksi CPNS dan PPPK. Pemberian sertifikat ini dimaksudkan sebagai pengakuan atas nilai SKD yang diperoleh peserta,” terang Paryono di Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Penerapan program Sertifi-CAT, lanjutnya, akan dimulai pada pelaksanaan CPNS baik jalur umum maupun sekolah kedinasan dan selaku PPPK 2021.

Masing-masing peserta yang selesai mengikuti SKD dapat mengunduh sertifikat melalui https://sertificat.bkn.go.id.

Adapun cara mengunduhnya adalah:

  1. Menginput nomor induk kependudukan (NIK). 2. Menginput nomor peserta.
  2. Klik tombol unduh. 

Selain itu kata Paryono, untuk mengecek keaslian sertifikat, peserta bisa mengunduh aplikasi Validator Sertificat BKN pada Google Playstore dengan cara scan QR code yang terdapat pada sertifikat.

“Jadi setiap peserta tes sekolah kedinasan, CPNS jalur umum, dan PPPK tahun ini mengantongi sertifikat SKD. Ini berlaku semua, baik yang lulus passing grade maupun tidak,” tandasnya.

Mengenai kapan pendaftaran CPNS dan PPPK 2021, Paryono menyatakan masih dalam tahap pembahasan. Mengingat revisi usulan kebutuhan formasi masih berjalan.[jpnn]

Apa Itu Satelit dan Fungsinya untuk Bumi

0

Nukilan.id – Satelit adalah bulan, planet, atau mesin yang mengorbit mengelilingi planet atau bintang. Contohnya, bulan adalah satelit bumi karena bulan mengorbit mengelilingi bumi. Bumi, sebagai planet, juga merupakan satelit karena bergerak mengorbit mengelilingi matahari.

Satelit ada dua macam, satelit alami dan satelit buatan manusia. Contoh satelit alami adalah bumi dan bulan. Sedangkan satelit buatan manusia adalah yang diluncurkan oleh manusia dengan berbagai tujuan.

Satelit buatan manusia bisa mengorbit mengelilingi Bumi karena ada keseimbangan dengan gaya gravitasi Bumi. Masing-masing satelit memiliki jalur orbitnya masing-masing sesuai dengan tujuan dan fungsi masing-masing satelit.

Satelit buatan manusia pertama kali dibuat pada tahun 1957 oleh Rusia. Nama satelit ini adalah Sputnik 1. Sedangkan satelit pertama buatan Amerika Serikat diluncurkan pada tahun 1958 dengan nama Explorer 1.

Ternyata satelit memiliki fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. Dilansir dari NASA, berikut adalah fungsi dari satelit bagian kehidupan manusia.

Melihat lebih jauh gambaran bumi

Satelit mampu terbang jauh di atas permukaan bumi. Jadi satelit mampu melihat gambaran Bumi dengan lebih luas untuk memahami lebih jauh tentang Bumi. Satelit mampu terbang tinggi melalui awan dan molekul yang terdapat pada atmosfer.

Melalui satelit, NASA mampu mempelajari awan, daratan, lautan, dan es di kutub Bumi. Satelit juga mampu mengumpulkan informasi mengenai gas apa saja yang terkandung di dalam atmosfer, seperti karbon dioksida.

Informasi ini sangat bermanfaat dan membantu peneliti untuk memprediksi cuaca dan iklim. Ini akan membantu petugas terkait untuk mempersiapkan bencana alam yang mungkin terjadi.

Lebih jauh lagi, informasi ini akan bermanfaat untuk petani untuk memperkirakan kapan waktu tanam dan panen yang tepat.

Selain itu, satelit juga bisa menangkap gambar dunia di luar angkasa seperti gambar planet lain, bintang, dan benda langit lainnya. Melalui informasi dari satelit, NASA bisa mengetahui jika ada tanda-tanda kehidupan di planer lain seperti Mars dan Venus.

Komunikasi

Satelit memiliki fungsi untuk meneruskan sinyal komunikasi telepon serta sinyal tayangan televisi di seluruh dunia. Sebelum adanya satelit, sinyal televisi dan komunikasi hanya bisa diteruskan lurus, bahkan tidak bisa melewati gedung-gedung tinggi.

Namun, sejak ada satelit, menonton televisi dari belahan Bumi yang lain dan berkomunikasi dengan orang yang sangat jauh sekalipun menjadi mungkin.

Menentukan lokasi

Terdapat lebih dari 20 satelit yang tergabung dalam Global Positioning System (GPS). Satelit akan membantu menentukan lokasi Anda berada melalui penerima sinyal GPS, seperti yang ada pada ponsel Anda.

Itu dia fungsi satelit untuk kehidupan Bumi.[kompas]

(Ralat) Teuku Nyak Arif: Kehidupan, Kiprah, Perjuangan, dan Akhir Hidupnya

0
Teuku Nyak Arif (Kementerian Pendidikan dan Budaya)

Nukilan.id – Teuku Nyak Arief adalah Residen pertama pada periode 1945 sampai 1946 di Aceh.

Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, ia dipilih menjadi wakil pertama dari Aceh dalam Volksraad (Dewan Rakyat).

Sejak 1932, ia telah memimpin gerakan di bawah tanah untuk menentang penjajahan Belanda di Aceh.

Kehidupan

Teuku Nyak Arief lahir di Ulee Lheue, Kutaraja (Banda Aceh), 17 Juli 1899.

Ayahnya seorang Panglima Sagi 26 Mukim (wilayah Aceh Besar) bernama Teuku Nyak Banta, sedangkan sang ibu bernama Cut Nyak Rayeuk.

Arief merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Arief kecil merupakan seorang anak yang cerdas dan juga berani. Ia selalu menjadi pemimpin di antara teman-teman masa kecilnya.

Setelah Arief menyelesaikan sekolahnya di bangku sekolah dasar, ia melanjutkan di sekolah Raja (Kweekschool) Bukit Tinggi.

Lalu, ia lanjut ke Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA), sekolah Belanda khusus untuk anak-anak bangsawan, di Serang, Banten.

Kiprah

Semasa sekolah, Teuku Nyak Arief dikenal sebagai orator. Ia juga gemar membaca buku mengenai politik dan pemerintahan.

Untuk itu, tidak heran bahwa sejak muda, Arif telah aktif dalam pergerakan.
Kegiatannya antara lain ikut membawa Aceh ke dalam wadah persatuan Hindia. Ia juga mencurahkan perhatian besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Pada 1919, Arif diangkat menjadi Ketua Nasional Indische Partij, partai politik pertama di Hindia Belanda cabang Banda Aceh.

Setahun kemudian, ia diangkat menjadi Panglima Sagi 26 Mukim, menggantikan posisi ayahnya.

Lalu, pada 1927 ia diangkat menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) sampai 1931.

Pada masa pergerakan nasional ini, Arif mendirikan Fraksi Nasional di Dewan Rakyat yang diketuai oleh Mohammad Husni Thamrin.

Pada 1932, Arif memimpin gerakan di bawah tanah guna menentang penjajahan Belanda di Aceh.

Gerakan

Tidak hanya dalam dunia politik, Arif juga aktif di bidang pendidikan.

Ia bersama Teuku Muhammad Hasan, seorang aktivis, mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja pada 11 Juli 1937.

Sekolah ini diketuai oleh Hasan, sedangkan Arif berperan sebagai sekretaris.
Bersama Muhammad Hasan, ia juga turut mempelopori terbentuknya organisasi Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh).

Tujuan dari organisasi ini adalah untuk membantu anak-anak Aceh yang cerdas namun tidak mampu untuk bersekolah.

Selain itu, organisasi lain yang juga ia bentuk adalah Persatuan Ulama Aceh (PUSA) pada 1939.

Sayangnya organisasi ini mengalami kemunduran karena dipergunakan Jepang untuk melemahkan Belanda di Aceh.

Pada awal 1942, masa pendudukan Jepang di Indonesia, Arif menuntut untuk mendapat semua kekuasaan atau pemerintahan, namun hal ini tidak dikabulkan oleh Residen Aceh, J. Pauw.

Oleh sebab itu, Arif melakukan pemberontakan kepada pemerintah Hindia Belanda.
Kolonel Gosenson memerintahkan KNIL/Marsose, tentara perang kolonial Hindia Belanda, untuk menyerang Teuku Nyak Arif.

Namun, serangan ini dapat dipukul mundur.

Pada awal kehadiran Jepang, banyak tekanan yang terjadi terhadap organisasi dan partai-partai politik.

Akibatnya, organisasi seperti Muhammadiyah, PUSA, Parindra, mengalami kemunduran. Bahkan Sekolah Taman Siswa juga dibubarkan.

Pada 17 November 1943, didirikan Atjeh Shu Sangi Kai (Dewan Penasehat Daerah Aceh) untuk menarik simpati dari para elit serta berbagai kelompok di Aceh.

Badan ini dipimpin oleh Teuku Nyak Arief, beranggotakan 30 orang.

Sejalan dengan politik yang ingin mendekati rakyat dari semua golongan, pada Juli 1945, para petinggi Jepang menghubungi para tokoh pemuda yang ada di Kutaraja.

Jepang pun menegaskan bahwa mereka akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia.

Oleh sebab itu, para pemuda ini diminta mengkoordinir mereka sehingga lahir suatu angkatan pemuda yang kuat di Aceh.

Pada 14 Agustus 1945, di Atjeh Bioscoop Kutaraja, diadakan rapat pemuda yang juga bertepatan dengan hari menyerahnya Jepang kepada Sekutu.

Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, Soekarno dan Hatta merencanakan persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang kemudian dilakukan pada 17 Agustus 1945.

Berita proklamasi ini kemudian diterima oleh pemuda Gazali dan Rajalis, lalu disampaikan pada Teuku Nyak Arief.

Teuku Nyak Arief kemudian memanggil para tokoh penting yang sudah menerima berita proklamasi.

Di hadapan mereka, Arif menyatakan sumpah setianya kepada Negara Republik Indonesia.

Setelah itu dilakukanlah pengibaran bendera merah putih pada 24 Agustus 1945 di depan Kantor Polisi Jepang oleh para pegawai Indonesia.

Pada 29 Agustus 1945, Arif pun diangkat menjadi ketua Komite Nasional Indonesia daerah Aceh.

Berdasarkan surat ketetapan No. 1/X dari Gubernur Sumatera Utara, Teuku Muhammad Hasan, Teuku Nyak Arif diangkat menjadi Residen Aceh.

Perang Cumbok

Pada Oktober 1945, Mayor Knotienbelt, utusan Sekutu tiba di Kutaraja untuk membahas tentang pendaratan Sekutu di Aceh dalam rangka melucuti senjata Jepang serta mengurus tawanan perang.

Residen Teuku Nyak Arif pun menolak rencana tersebut.

Pada Desember 1945, terjadi peristiwa Perang Cumbok.

Perang ini mengakibatkan perpecahan antara golongan bangsawan dan ulama. Ulama ingin merebut tampuk pemerintahan dari golongan bangsawan (Uleebalang).

Ulama di PUSA dan Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo) berhasil menguasai Aceh. Mereka membunuh banyak bangsawah dan mengambil harta serta tanah mereka.

Laskar Ulama Mujahiddin, dipimpin Husein Al Mujahid, berambisi untuk menggantikan posisi Residen Teuku Nyak Arif. Mereka mendapat dukungan dari Tentara Perlawanan Rakyat (TPR).

Pada Januari 1946, Arif tertangkap oleh TPR. Penangkapan ini dilakukan saat Arif tengah dalam keadaan sakit.

Arif pun membiarkan dirinya ditawan oleh Laskar Mujahidin dan TPR.

Ia juga meminta pasukannya untuk tidak memberi perlawanan. Kemudian, Arif dibawa ke Takengon dan ditahan di sana.

Akhir Hidup

Masih dalam kondisi sakit, Arif masih sempat memikirkan nasib tawanan lainnya serta keadaan rakyat Aceh.

Teuku Nyak Arif mengembuskan napas terakhirnya pada 4 Mei 1946 di Takengon.
Jenazahnya pun dibawa ke Kutaraja dan dikebumikan di pemakaman keluarga di Lamreung, Aceh Besar.

Untuk menghargai jasanya, Teuku Nyak Arif dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan surat Keppres RI No. 971/TK/1974.

Namanya juga dijadikan nama jalan letak makam beliau, yaitu Jalan Makam Teuku Nyak Arif. [Kompas]

Mohon maaf, ada kesalahan informasi soal gubernur Aceh, seharusnya residen adalah pejabat setingkat bupati/walikota. Atas pemberitahuan ini, kami sudah meralat kesalahan tersebut. Terima Kasih