Beranda blog Halaman 214

Drama Pelarian Napi Rutan Aceh Singkil Berakhir di Kebun Sawit

0
Drama Pelarian Napi Rutan Aceh Singkil Berakhir di Kebun Sawit. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | SINGKIL — Pelarian seorang narapidana yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Aceh Singkil berakhir pada Minggu pagi, 8 Juni 2025. RJ, warga asal Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang tersandung kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), ditemukan dalam kondisi lemah di area kebun sawit milik warga di Desa Pea Bumbung, Kecamatan Singkil.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB. RJ tidak mampu melanjutkan pelariannya lantaran mengalami luka serius pada bagian kaki.

Menurut Awaluddin, warga setempat yang turut membantu penangkapan, RJ berada dalam kondisi memprihatinkan saat ditemukan.

“Ia ditangkap tanpa perlawanan. Selain karena kelaparan, kedua kakinya tampak tidak bisa berfungsi dengan baik, kemungkinan besar patah,” ujar Awaluddin.

Ia menambahkan bahwa tubuh RJ tampak penuh luka, terutama di bagian pinggang dan kaki. Luka tersebut diduga akibat terjatuh dari becak motor yang digunakan untuk melarikan diri.

Sebelumnya, keberadaan RJ sempat terpantau warga pada Sabtu malam. Namun pencarian belum membuahkan hasil hingga akhirnya pada Minggu pagi, tim gabungan dari petugas Rutan dan warga berhasil mengamankan yang bersangkutan setelah melakukan pengintaian intensif.

Karena kondisi fisik RJ yang lemah dan lokasi penemuan yang sulit dijangkau, proses evakuasi dilakukan dengan tandu sebelum dibawa ke fasilitas medis dan kemudian diamankan kembali ke Rutan Kelas IIB Aceh Singkil.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan pengawasan di dalam lingkungan Rutan, khususnya dalam situasi rawan pelarian.

Editor: Akil

Dua Anak Tenggelam di Pantai Ulee Rubek, Kini Dirawat di RSUCM Aceh Utara

0
Ilustrasi tenggelam. (Foto: Joglosemar)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Dua anak dilaporkan tenggelam saat berenang di Pantai Ulee Rubek, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (8/6/2025). Mereka adalah Ainasya Azahra (10), warga Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, dan Kaisya (9), warga Desa Alue Rambong, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Peristiwa terjadi saat keduanya berenang dan diduga lepas dari pengawasan keluarga. Kepala Seksi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang, mengatakan dua nelayan yang kebetulan berada di lokasi, Abu Bakar (45) dan Saiful Azhar (40), melihat kejadian itu dan langsung memberikan pertolongan.

Kedua anak tersebut awalnya dibawa ke Puskesmas Seunuddon, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara untuk perawatan lebih lanjut.

“Kami imbau orangtua untuk mengawasi anak-anaknya saat membawa mereka ke lokasi wisata,” ujar AKP Bambang.

Sementara itu, Humas RSUCM Aceh Utara, Harry Laksamana, menjelaskan bahwa keduanya sempat dirawat di ruang ICU karena mengalami sesak napas.

“Korban mengalami sesak napas, sehingga ditangani secara intensif. Sekarang mulai membaik kondisinya,” kata Harry. Ia menambahkan bahwa kedua anak masih dalam pemantauan dan menggunakan alat bantu oksigen, namun diperkirakan akan pulih dalam waktu dekat.

Editor: AKil

Cuaca Buruk, Pelayaran Sabang-Banda Aceh Dibatalkan

0
Cuaca Buruk, Pelayaran Sabang-Banda Aceh Dibatalkan. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SABANG – Jadwal pelayaran kapal cepat rute Sabang–Banda Aceh pada Minggu (8/6/2025) terpaksa dibatalkan akibat cuaca buruk yang melanda perairan setempat.

Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Rudi, menyebutkan bahwa pembatalan dilakukan demi keselamatan penumpang menyusul kondisi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan tersebut.

“Cuaca kurang bersahabat, ombak tinggi dan angin kencang. Demi keselamatan, jadwal ini kami hentikan,” ujar Rudi saat dikonfirmasi media.

Gelombang laut dilaporkan mencapai ketinggian hingga 2,5 meter, dengan jarak pandang yang sangat terbatas, yakni sekitar 15 meter. Situasi ini dinilai terlalu berisiko bagi pelayaran kapal cepat, termasuk untuk jadwal keberangkatan pukul 16.30 WIB dari Sabang yang akhirnya turut dibatalkan.

“Terkait jadwal keberangkatan selanjutnya, terutama untuk keberangkatan pukul 16.30 WIB dari Sabang, setelah kita memantau kondisi dan perkembangan cuaca di lapangan, tidak diberangkatkan juga,” jelas Rudi.

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mendapatkan informasi cuaca terbaru sebelum mengambil keputusan lanjutan.

“Untuk jadwal keberangkatan besok, semuanya tergantung dengan info update cuaca yang terbaru. Apabila cuaca aman dan tidak beresiko untuk keselamatan pelayaran, maka kapal cepat akan kita berangkatkan seperti jadwal pada hari biasanya,” tambahnya.

Rudi juga mengimbau penumpang untuk tetap memantau informasi resmi dari operator kapal maupun otoritas pelabuhan sebelum merencanakan perjalanan laut.

Kemenkum Aceh Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Warga

0
Kemenkum Aceh Salurkan Ratusan Paket Daging Kurban kepada Warga. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh menyalurkan ratusan paket daging kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah. Sebanyak empat ekor sapi disembelih di kawasan Lubok Sukon, Aceh Besar, Minggu (8/6/2025).

Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk semangat berbagi di hari raya kurban. Tahun ini, pelaksanaan kurban dilakukan bersama jajaran Kanwil Kemenkum Aceh, Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, dan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Aceh.

Ratusan paket daging hasil penyembelihan didistribusikan kepada para purnabakti, anak-anak di panti asuhan, anak didik pemasyarakatan, serta masyarakat kurang mampu di sekitar wilayah Aceh Besar.

Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, hadir langsung dan menyerahkan secara simbolis paket daging kurban kepada salah satu purnabakti sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga momentum untuk menebarkan kepedulian. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa nilai keadilan sosial hadir hingga ke lapisan masyarakat yang paling bawah,” ujar Meurah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar sesama. Menurutnya, Kemenkumham Aceh berkomitmen menjadikan momentum Idul Adha sebagai ajang konsolidasi nilai kemanusiaan, bukan sekadar seremonial tahunan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa keberadaan Kemenkum bukan hanya hadir dalam urusan hukum, tapi juga dalam kepedulian sosial,” kata dia.

Proses penyembelihan dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam dan dilakukan oleh panitia kurban. Setelah dikemas dalam paket-paket, daging kurban langsung disalurkan kepada para penerima. Sejumlah pegawai turut membantu dalam proses pembagian, mencerminkan semangat kebersamaan di lingkungan Kemenkum Aceh.

Kilas Balik 9 Juni 1977: Toyota Kijang Resmi Diluncurkan

0

NUKILAN.ID | JAKARTA – Pada 9 Juni 1977, sejarah besar dunia otomotif Indonesia tercipta di Ballroom Hotel Hilton Jakarta. Di hadapan Presiden Soeharto dan Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, PT Toyota Astra Motor secara resmi meluncurkan Toyota Kijang. Kendaraan niaga sederhana ini kelak dikenal sebagai mobil keluarga legendaris di Indonesia.

Dilansir Nukilan.id dari artikel Gaikindo.or.id, peluncuran Kijang bukan sekadar memperkenalkan model baru. Lebih dari itu, Kijang lahir sebagai bagian dari program pemerintah yang dikenal dengan nama Basic Utility Vehicle (BUV). Program ini bertujuan mendorong terciptanya kendaraan multiguna dengan harga terjangkau, guna menunjang pembangunan dan mobilitas masyarakat, khususnya di daerah terpencil.

Awal Mula: Pikap Sederhana Bermesin Kecil

Dalam artikel berjudul Review Toyota Kijang 1977: Kijang Generasi Pertama Sang Pembesar Toyota Indonesia, disebutkan bahwa Kijang generasi pertama dikenal dengan sebutan “Kijang Buaya”. Julukan ini muncul karena kap mesinnya terbuka ke samping, menyerupai mulut buaya yang sedang menganga.

Mobil ini hadir dengan desain kotak, kapasitas tiga penumpang, dan dirancang sebagai kendaraan pikap ringan untuk keperluan angkut barang. Konsepnya sederhana, namun keberadaannya menjadi pondasi kuat bagi perkembangan Toyota di Indonesia hingga kini.

Di balik bodinya yang minimalis, Kijang generasi pertama (kode KF10) dibekali mesin bensin 4-silinder OHV seri 3K berkapasitas 1.166 cc (1.2 liter), dengan tenaga maksimum 48,5 Hp pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 93,2 Nm pada 3.800 rpm.

Transmisinya manual 4 percepatan dengan penggerak roda belakang. Dimensinya pun terbilang ringkas: panjang 4.070 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.760 mm, dengan tangki berkapasitas 50 liter.

Meskipun hanya diproduksi sebanyak 1.168 unit di tahun pertamanya, Toyota Kijang langsung mendapatkan sambutan positif. Tingkat kandungan lokal saat itu mencapai 19 persen—angka yang kemudian terus meningkat seiring perkembangan industri otomotif nasional.

Makna di Balik Nama “Kijang”

Yang menarik, nama “Kijang” bukan diambil dari hewan khas Indonesia, melainkan merupakan singkatan dari “Kerja Sama Indonesia Jepang”. Penamaan ini diperoleh melalui sayembara yang dimenangkan oleh Jusuf Kalla, CEO NV Hadji Kalla (kini PT Haji Kalla), salah satu mitra Toyota di Indonesia.

Pemilihan nama ini bukan tanpa alasan. Ia mencerminkan semangat gotong royong lintas negara dalam membangun industri otomotif nasional yang mandiri, berdaya saing, dan berakar pada kebutuhan masyarakat Indonesia sendiri.

Tak butuh waktu lama bagi Toyota Kijang untuk bertransformasi dari kendaraan niaga menjadi mobil keluarga. Seiring perubahan kebutuhan pasar, desain dan teknologi Kijang pun berevolusi. Dari model pikap dan minibus sederhana, Kijang menjelma menjadi kendaraan keluarga serbaguna yang modern—hingga kini hadir dalam bentuk MPV premium seperti Kijang Innova.

Kijang telah mencatatkan diri sebagai salah satu model terlaris Toyota sepanjang masa di Indonesia. Ia bukan hanya simbol keberhasilan industri otomotif, tapi juga bagian dari sejarah sosial masyarakat Indonesia. Di setiap sudut kota dan desa, nama Kijang menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita perjalanan hidup keluarga Indonesia.

Hingga hari ini, warisan Toyota Kijang tetap hidup. Lebih dari sekadar kendaraan, ia menjadi simbol keandalan, efisiensi, dan kedekatan emosional dengan penggunanya. Tak berlebihan jika menyebut Kijang sebagai “mobil sejuta umat”—gelar yang pantas disematkan bukan karena angka penjualannya semata, tetapi karena makna historis dan sosial yang menyertainya. (XRQ)

Reporter: Akil

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Terima Bantuan Hewan Kurban dari Mendikdasmen dan Mendiktisaintek RI

0
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh Terima Bantuan Hewan Kurban dari Mendikdasmen dan Mendiktisaintek RI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh menerima bantuan hewan kurban dari dua pejabat kementerian di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

Bantuan tersebut berasal dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. Masing-masing menyerahkan satu ekor sapi kurban melalui PWM Aceh.

Ketua PWM Aceh, A. Malik Musa, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan kedua tokoh tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Abdul Mu’ti, Mendikdasmen RI, atas bantuan satu ekor sapi kurban yang disalurkan untuk pengurus Muhammadiyah Aceh dan pengurus ortom tingkat provinsi,” ujar Malik pada Minggu (7/6/2025).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mendiktisaintek RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, atas kepercayaannya dalam menyalurkan bantuan melalui Muhammadiyah Aceh.

“Terima kasih kami juga kepada Prof. Brian Yuliarto, Mendiktisaintek RI, atas bantuan sapi kurban yang diarahkan untuk warga Muhammadiyah dan masyarakat di Sangso, Samalanga, Kabupaten Bireuen,” tambahnya.

Selain dari dua kementerian tersebut, PWM Aceh juga menerima satu ekor sapi dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru Penggerak (BGTK) Aceh. Bantuan ini ditujukan untuk masyarakat kurang mampu di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurut Malik, kegiatan ini bukan semata-mata pembagian hewan kurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pejabat pusat, pengurus Muhammadiyah, dan masyarakat luas.

“Distribusi daging kurban ini dipusatkan di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah (SMKM) Banda Aceh, Setui. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan,” jelasnya.

Bantuan khusus di Samalanga juga dimaksudkan untuk mempererat kembali hubungan sosial antara warga Muhammadiyah dan masyarakat setempat, pasca perbedaan pandangan terkait pendirian Masjid Taqwa Muhammadiyah beberapa waktu lalu.

“Kami berharap, melalui momen Iduladha ini, silaturahmi bisa kembali terjalin hangat. Ini pesan penting bahwa kita semua bersaudara, seiman dan seakidah. Sudah saatnya menatap masa depan bersama dalam damai dan persaudaraan,” kata Malik.

PWM Aceh berharap inisiatif sosial seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, sebagai bentuk nyata kepedulian, ukhuwah, dan penguatan hubungan sosial yang harmonis antara masyarakat dan institusi pendidikan di tanah air.

Editor: Akil

IAW Desak Audit Nasional atas Kuota Internet Hangus dan Dugaan Korupsi Anak Usaha Telkom

0
Iskandar Sitorus, Sekretaris Pendiri IAW (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Indonesian Audit Watch (IAW) mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap dugaan kerugian negara yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah. Kerugian ini disebut berasal dari praktik kuota internet hangus serta dugaan korupsi di anak perusahaan PT Telkom Indonesia.

Desakan tersebut disampaikan IAW melalui surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden RI, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kejaksaan Agung.

Menurut IAW, praktik kuota hangus sudah terjadi sejak 2009, di mana sisa kuota internet pelanggan yang tidak terpakai akan otomatis hangus tanpa ada pertanggungjawaban keuangan dari penyedia layanan. IAW memperkirakan kerugian masyarakat akibat hal ini bisa mencapai Rp63 triliun per tahun atau sekitar Rp600 triliun dalam sepuluh tahun terakhir. Ketiadaan regulasi yang mengatur pencatatan dan pelaporan kuota hangus menjadi salah satu sorotan utama.

Selain itu, IAW juga menyoroti dugaan korupsi di salah satu anak usaha Telkom yang saat ini tengah diselidiki Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, menilai kasus tersebut sebagai “fenomena gunung es” yang mencerminkan potensi masalah sistemik. Ia menyebut, audit menyeluruh perlu dilakukan terhadap seluruh anak usaha Telkom sejak tahun 2010.

Sebagai lembaga pengawas akuntabilitas keuangan publik, IAW meminta Presiden Prabowo Subianto, BPK, KPK, Kejaksaan Agung, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian BUMN, agar mengambil langkah serius untuk memeriksa potensi kerugian negara yang ditimbulkan.

Menurut IAW, praktik kuota hangus bisa dikategorikan sebagai “uang publik yang menguap tanpa jejak”, dan berpotensi melanggar Undang-Undang Keuangan Negara, Undang-Undang BUMN, serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Kasus yang terjadi di tubuh Telkom dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap BUMN digital.

Melalui surat terbuka bertanggal 29 Mei 2025 yang dirilis di Jakarta, IAW mengajukan empat tuntutan utama:

  1. Presiden RI diminta memerintahkan audit terhadap model bisnis kuota hangus serta regulasi pelaporan oleh penyedia layanan.

  2. KPK dan Kejaksaan Agung diminta mengambil alih penyidikan kasus Telkom di tingkat nasional.

  3. BPK diminta melakukan audit tematik terkait kuota hangus dan kepatuhan hukum provider.

  4. Pemerintah diminta segera menerbitkan regulasi khusus yang mengatur pertanggungjawaban atas kuota hangus.

IAW menegaskan, negara wajib hadir dalam mengawasi aset publik yang hilang tanpa transparansi, serta menekankan pentingnya penegakan hukum dan akuntabilitas di sektor telekomunikasi.

Google Siapkan Indonesia Jadi Pusat Talenta AI Asia

0
Perusahaan Google. (Foto: TechInAsia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Google menegaskan komitmennya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan talenta kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia. Hal ini disampaikan dalam gelaran Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung pada Kamis, 22 Mei 2025 lalu.

Country Director Google Cloud Indonesia, Fanly Tanto, mengungkapkan bahwa sejak 2019, developer Indonesia telah menyelesaikan lebih dari 672.000 lab pelatihan interaktif melalui program JuaraGCP. Program ini merupakan platform pembelajaran mandiri yang memberikan pelatihan seputar komputasi awan dan kecerdasan buatan, serta membangun komunitas belajar yang aktif dan suportif di berbagai wilayah.

JuaraGCP dirancang untuk mengasah keterampilan praktis developer lewat simulasi tugas dunia nyata menggunakan konsol Google Cloud Platform. Materi yang ditawarkan mencakup topik-topik seperti cloud computing, analitik data, AI, dan keamanan siber.

Google menargetkan total penyelesaian minimal 800.000 lab hingga akhir 2026. Target ini akan didukung oleh berbagai inisiatif seperti Cloud Next Extended, DevFest, dan Build with AI yang melibatkan 55 komunitas Google Developer Group (GDG) di berbagai kota, kabupaten, dan kampus di seluruh Indonesia.

Langkah ini bertujuan untuk menjawab tantangan kekurangan tenaga kerja terampil di sektor teknologi, khususnya di bidang AI. Google menyebut bahwa pengembangan talenta AI akan terus dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan, seiring dengan penguatan ekosistem digital di Indonesia.

Dengan dukungan pelatihan dan komunitas yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam transformasi digital berbasis AI di Asia.

Editor: Akil

Beasiswa Girls Fund Scholarship 2025 Kembali Dibuka, Kuliah Gratis Hingga Lulus

0
Beasiswa Girls Fund Scholarship 2025. (Foto: IG Plan Indonesia)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Program beasiswa Girls Fund Scholarship 2025 resmi dibuka. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Plan Indonesia dan IPMI International Business School, yang bertujuan memberikan akses pendidikan tinggi kepada generasi muda Indonesia, khususnya di bidang bisnis dan manajemen.

Plan Indonesia sendiri merupakan bagian dari Yayasan Plan International Indonesia yang telah berdiri sejak 1969. Organisasi ini berfokus pada isu pembangunan dan kemanusiaan, dengan misi utama mempromosikan hak-hak anak serta kesetaraan bagi anak perempuan.

Dilansir Nukilan.id dari akun Instagram resmi Plan Indonesia, beasiswa ini terbuka bagi perempuan dan laki-laki muda yang ingin melanjutkan pendidikan S1 di bidang Administrasi Bisnis, S1 Bisnis Digital dan S1 Kewirausahaan. Penyelenggara berharap, para penerima beasiswa dapat menjadi agen perubahan dan pemimpin muda yang turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Manfaat Beasiswa

Bagi peserta yang lolos seleksi, Girls Fund Scholarship menyediakan sejumlah manfaat, di antaranya:

  • Bantuan biaya kuliah selama delapan semester.

  • Bantuan biaya konfirmasi pendaftaran dan pengembangan.

  • Bantuan biaya wisuda.

Syarat Pendaftaran

Calon pendaftar diharuskan memenuhi sejumlah persyaratan berikut:

  • Lulusan SMA/SMK atau sederajat, maksimal tahun kelulusan 2023, dengan nilai rata-rata rapor kelas 10 hingga 12 minimal 8.

  • Terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bersedia mendaftar secara mandiri melalui situs KIP.

  • Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp4 juta per bulan, dibuktikan melalui dokumen resmi.

  • Memiliki minat dalam bidang manajemen dan bisnis.

  • Khusus untuk jurusan S1 Administrasi Bisnis harus mampu berbahasa Inggris secara lisan dan tulisan, karena seluruh perkuliahan akan menggunakan Bahasa Inggris.

  • Memiliki jiwa kepemimpinan serta menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan gender.

Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 1 Agustus 2025. Peminat dapat mendaftar melalui tautan berikut: bit.ly/BeasiswaGirlsFundIPMI2025.

Untuk informasi lebih lanjut, calon pendaftar dapat mengunjungi akun Instagram resmi Plan Indonesia atau menghubungi kontak yang disediakan.

Program ini menjadi kesempatan emas bagi lulusan SMA/SMK yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Informasi ini dapat dibagikan kepada teman atau keluarga yang membutuhkan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Minta Polisi Ungkap Kematian Eks GAM Hasyimi

0
Kembali dari Singapura
Gubernur Aceh, Mualem. (Foto: RRI)

NUKILAN.IDBireuen – Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, meminta pihak kepolisian segera mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Muhammad Hasyimi (45), warga Gampong Tanjong Beuridi, Kecamatan Peusangan Selatan, Bireuen, yang ditemukan meninggal dunia di sebuah jurang pada Rabu (4/6/2025).

Menurut Gubernur yang akrab disapa Mualem itu, penting bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini mengingat almarhum merupakan mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Batee Iliek.

“Dari segi historis, almarhum adalah anak tokoh perjuangan GAM yang berpengaruh di Peusangan, yaitu anak dari Tgk Abdulhadi Muhammad Isa Tanjong Beuridi yang syahid di Gunong Goh, tahun 1990. Kita berharap polisi segera menangkap pelaku dan mengungkap motif dibalik meninggalnya Muhammad Hasyimi,” ujar Mualem dalam kunjungannya ke Bireuen, Sabtu (7/6/2025).

Sebelumnya, Hasyimi dikabarkan meninggal karena terjatuh ke jurang di kawasan hutan perbatasan Gampong Darussalam dan Pulo Harapan, Kecamatan Peusangan Selatan. Namun, sejumlah pihak keluarga dan warga mulai meragukan keterangan tersebut.

Abdul Hakim (46), abang kandung korban, menjelaskan bahwa sebelum menghilang, Hasyimi sempat terlihat di sebuah warung kopi di Gampong Darussalam bersama beberapa rekannya berinisial A, T, dan Ap. Mereka kemudian berangkat menuju kawasan hutan menggunakan sepeda motor.

Namun sekitar pukul 12.00 WIB, pihak keluarga menerima kabar dari dua mantan sekretaris desa bahwa Hasyimi telah meninggal dunia karena jatuh ke jurang.

“Kami sontak kaget dan sangat terpukul mendengar kabar buruk itu. Lalu, keluarga ke Darussalam melakukan pencarian,” kata Abdul Hakim.

Awalnya keluarga mengira kejadian itu murni musibah dan hanya berniat mencari jasad korban untuk dimakamkan. Namun, saat jasad Hasyimi ditemukan, warga mulai mencurigai adanya kejanggalan. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk diautopsi.

Hasil autopsi menunjukkan adanya luka di bagian belakang telinga kiri dan siku kiri korban, yang menimbulkan pertanyaan soal kemungkinan penyebab kematian lainnya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut.

Editor: Akil