Beranda blog Halaman 215

Menegenal Kerajaan Lamuri: Cikal Bakal Peradaban Tertua di Aceh Bernuansa Hindu

0
Kerajaan Lamuri menjadi cikal bakal kerajaan di Aceh. (Foto: YouTube BRIN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kerajaan Lamuri dikenal sebagai kerajaan tertua di Aceh, jauh sebelum pengaruh Islam masuk ke wilayah tersebut. Meski bercorak Hindu, kerajaan ini diyakini telah eksis pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit, ketika Gajah Mada melancarkan ekspansi ke luar Jawa.

Dikutip Nukilan.id dari beberapa sumber sejarah, disebutkan bahwa, Kerajaan Lamuri berdiri sekitar abad ke-12. Penduduk awalnya disebut berasal dari orang-orang Tamil, yang kini merupakan bagian dari wilayah India. Nama Lamuri diyakini berasal dari Ilamuridesam, sebuah istilah dalam bahasa Tamil yang merujuk pada kawasan Afrika, Sri Lanka, dan Nusantara.

Dalam berbagai catatan sejarah Arab pada abad ke-9, kerajaan ini dikenal dengan nama Ramin atau Ramni. Salah satu catatan datang dari pelancong asal Dinasti Abbasiyah, yang dikenal aktif menjelajahi wilayah Selat Malaka pada masa itu.

Sementara itu, Ma Huan, seorang penjelajah asal Tiongkok yang sempat mengunjungi Lamuri, mencatat dalam bukunya Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit Di Luar Jawa dan Luar Negeri, bahwa lokasi kerajaan berada di bagian barat Pulau Sumatra. Menurutnya, wilayah tersebut bisa dijangkau dalam waktu tiga hari pelayaran dan dihuni oleh sekitar 1.000 keluarga. Namun, pendapat Ma Huan mengenai masyarakat Lamuri yang telah memeluk Islam masih diperdebatkan kebenarannya.

Temuan arkeologis di situs Kerajaan Lamuri yang berada di Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, menunjukkan fakta lain. Ekskavasi di wilayah tersebut menemukan sejumlah artefak seperti mangkuk dan keramik yang diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun.

Analisis menunjukkan, beberapa keramik tersebut berasal dari Vietnam dan diproduksi pada abad ke-14 hingga 15 Masehi. Selain itu, ditemukan pula keramik dari China dari masa Dinasti Song Selatan dan Yuan (abad ke-13 M), serta tembikar asal Asia Selatan dari periode yang sama.

Berdasarkan temuan tersebut, sejumlah arkeolog dan sejarawan menyimpulkan bahwa Kerajaan Lamuri adalah kerajaan tertua yang pernah berdiri di wilayah Aceh. Kerajaan ini kemudian menjadi fondasi bagi kemunculan Kerajaan Aceh Darussalam yang berkembang di Gampong Pande, Banda Aceh.

Awalnya, Kerajaan Lamuri berdiri sebagai kerajaan Hindu, sebelum kemudian pengaruh Islam masuk dan menyebar di kawasan pesisir Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Tukang Rongsok Curi Enam Baterai Tower Telkomsel, Satu Pelaku Dibekuk di Aceh Jaya

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Aksi pencurian fasilitas infrastruktur telekomunikasi terjadi di Desa Lhok Glumpang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya. Dua pria yang diketahui sebagai tukang rongsok nekat membobol tower Telkomsel dan membawa kabur enam unit baterai, Sabtu (7/6/2025).

Salah satu pelaku, Lukman Hakim, warga Desa Daya Baro, Kecamatan Krueng Sabee, berhasil ditangkap saat berusaha melarikan diri. Ia diamankan oleh warga yang bekerja sama dengan aparat gabungan dari Polsek Setia Bakti dan personel Koramil. Sementara satu pelaku lainnya, Zainal, yang juga berasal dari desa yang sama, berhasil kabur dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menyita enam baterai tower dan sejumlah peralatan yang digunakan untuk membobol lokasi.

Keberhasilan pengungkapan ini tak lepas dari kewaspadaan masyarakat setempat. Warga yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi tower langsung melaporkan kejadian itu kepada aparat berwajib.

Kapolres Aceh Jaya, AKBP Zulfa Renaldo, melalui Kasat Reskrim Iptu Revianto Anriz membenarkan peristiwa ini.

“Benar, bang. Habis Lebaran nanti kita rilis secara resmi karena masih ada satu pelaku lagi yang dalam pengejaran. Saat ini kasus masih dalam tahap pengembangan,” ujarnya.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus pencurian baterai tower ini. Infrastruktur jaringan seluler disebut rentan menjadi sasaran, khususnya di wilayah terpencil.

Editor: Akil

Jemaah Haji Asal Aceh Selatan Wafat di Mina, Total Tiga WNI Meninggal Dunia di Tanah Suci

0
Calon Haji Asal Pidie Meninggal di Makkah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | MEKKAH – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Aceh Selatan, Sarullah Adamy Adat (86), wafat di Mina, Arab Saudi, pada Sabtu (7/6/2025), pukul 13.55 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum merupakan bagian dari kelompok terbang (kloter) BTJ-06 Embarkasi Aceh.

Kabar duka ini disampaikan Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, usai menerima laporan resmi dari petugas kloter BTJ-06 di Arab Saudi.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah satu jemaah haji Indonesia kloter BTJ-06 asal Aceh atas nama Sarullah Adamy Adat, pada Sabtu, 7 Juni 2025 / 11 Zulhijah 1446 H, pukul 13.55 WAS. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan mengampuni segala dosa serta kesalahannya,” tulis Ketua Kloter BTJ-06, Amon Yadi, melalui pesan daring kepada Ketua PPIH.

Azhari menjelaskan bahwa berdasarkan sertifikat kematian (Certificate of Death/CoD), almarhum didiagnosis menderita angina pectoris atau angin duduk. Kondisi ini merupakan gejala nyeri dada akibat penyakit jantung koroner, yang disebabkan oleh kurangnya pasokan darah ke otot jantung akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu, Sarullah juga diketahui memiliki riwayat penyakit jantung iskemik, diabetes melitus, serta hipertensi.

Sebelumnya, usai wukuf di Arafah, almarhum sempat dirujuk ke East Arafah Hospital pada 5 Juni 2025 dan kembali ke maktab pada keesokan harinya. Namun pada Sabtu (7/6), sekitar pukul 03.30 WAS, ia kembali dirujuk dan dirawat di ruang ICU RS Mina Al Wadi setelah mengeluhkan sesak napas.

“Semoga almarhum diampuni segala dosa dan ditempatkan di sisi-Nya,” ujar Azhari.

Jenazah Sarullah Adamy Adat direncanakan dimakamkan di Pemakaman Mina, di sebelah utara kawasan Mina.

“Kemarin kami dari RS Mina Al Wadi mengantarkan jenazah sampai ke Pusat Forensik Mina, tempat pemandian dan pemakaman jenazah. Jemaah yang wafat di Armuzna akan dimakamkan di Pemakaman Mina,” kata Amon.

Dengan wafatnya Sarullah, total sudah tiga jemaah haji asal Aceh yang meninggal dunia di Arab Saudi pada musim haji 2025. Berikut rinciannya:

  1. Rusli Sulaiman (62), asal Pidie, kloter BTJ-08. Wafat di Hotel Al Zaer Al Akhyar, Makkah, pada Senin (26/5/2025), pukul 13.30 WAS.

  2. Burhanuddin Muhammad (67), asal Banda Aceh, kloter BTJ-03. Wafat di Saudi National Hospital, Makkah, pada Sabtu (31/5/2025), pukul 22.35 WAS.

  3. Sarullah Adamy Adat (86), asal Aceh Selatan, kloter BTJ-06. Wafat di RS Mina Al Wadi, Mina, pada Sabtu (7/6/2025), pukul 13.55 WAS.

Semoga seluruh amal ibadah para jemaah diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Editor: Akil

Warga Diminta Waspada, Potensi Hujan Guyur Barat Selatan Aceh Selama Dua Hari ke Depan

0
Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang. (Foto: KBKNEWS)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Bagi Anda yang hendak melakukan perjalanan saat Hari Raya Idul Adha, sebaiknya memperhatikan prakiraan cuaca terkini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cut Nyak Dhien, Nagan Raya, mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan yang diprediksi mengguyur wilayah barat selatan Aceh dalam dua hari ke depan.

Curah hujan diperkirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama pada malam hingga dini hari.

“Waspada potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari di pesisir Barat dan Selatan Aceh,” kata Prakirawan BMKG Nagan Raya, Almira Apriliyanti STrMet, Sabtu (7/6/2025).

Sebelumnya, wilayah barat selatan Aceh sempat mengalami musim panas berkepanjangan, yang bahkan memicu kebakaran lahan di beberapa kabupaten, termasuk Nagan Raya.

BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan gelombang laut yang bisa mencapai ketinggian 1 hingga 1,5 meter, terutama di wilayah perairan saat hujan berlangsung.

Suhu udara di wilayah barat selatan Aceh diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban mencapai 75 hingga 95 persen. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan sekitar 20 km per jam dengan arah bertiup dari barat daya.

Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat malam hingga dini hari.

Editor: Akil

Angin Kencang dan Hujan Ringan Sebabkan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Aceh Besar

0
Angin Kencang dan Hujan Ringan Sebabkan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | JANTHO – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan berintensitas ringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan pohon tumbang di beberapa titik, termasuk di jalan nasional dan jalan penghubung antarkecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Ridwan Jamil, menyampaikan bahwa petugas BPBD langsung dikerahkan ke sejumlah lokasi yang terdampak.

“Petugas langsung bergerak ke lokasi saat mendapat informasi ada pohon tumbang di beberapa lokasi termasuk di jalan Banda Aceh-Medan di Kecamatan Leumbah Seulawah dan Lamteuba Krueng Raya,” kata Ridwan, Sabtu (8/6/2025).

Ia menambahkan, tumbangnya pohon di jalan nasional tepatnya di Kecamatan Leumbah Seulawah sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, setelah dilakukan pembersihan oleh petugas lalu lintas telah normal kembali,” ujarnya.

Penanganan dilakukan oleh petugas dari Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Saree dan Pos Lamteuba yang membawa mesin pemotong kayu (chainsaw). Sesampainya di lokasi, petugas dibantu personel TNI, Polsek, dan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pembersihan.

Pohon tumbang tersebut berhasil dievakuasi, dan proses pembersihan selesai dilakukan pada pukul 15.15 WIB.

Sementara itu, di lokasi berbeda, sepuluh personel dari Pos Induk BPBD Aceh Besar juga dikerahkan untuk menangani pohon tumbang yang menimpa badan jalan, tiang listrik, serta dua kios jual ayam bengkel yang mengalami kerusakan ringan.

“Alhamdulillah, petugas yang ikut dibantu personel TNI, POLRI dan masyarakat telah melakukan pembersihan dan lalu lintas kembali normal,” kata Ridwan.

BPBD Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Editor: Akil

Syiar Kurban, Kanwil Kemenag Aceh Sembelih 10 Ekor Sapi

0
Kanwil Kemenag Aceh Sembelih 10 Ekor Sapi. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Dalam rangka menyemarakkan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh melaksanakan penyembelihan 10 ekor sapi kurban pada Minggu, 8 Juni 2025.

Kegiatan berlangsung di halaman serba guna kantor tersebut, dengan dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, didampingi Kabag TU Ahmad Yani SPdI, para kepala bidang, serta jajaran pegawai lainnya.

Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas partisipasi para pegawai dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.

“Mudah-mudahan proses penyembelihan hingga pembagian berjalan lancar. Kita Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh tahun ini bisa mengumpulkan sampai sembilan ekor sapi. Ditambah satu ekor sapi, merupakan syiar kurban, sedekah dari jajaran PPPK Kanwil Kemenag Aceh,” ujarnya.

Dari total sepuluh ekor sapi yang disembelih, satu di antaranya merupakan sumbangan dari jajaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurut Kakanwil, sebagian dari daging kurban tersebut langsung dimasak dan disantap bersama di kantor usai sesi kegiatan siang hari pada 12 Zulhijjah.

“Pada jajaran yang hadir membantu sejak pagi, yang memang semuanya masuk kepanitiaan, terima kasih kami sampaikan semoga kebersamaan ini menambah syiar kurban,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Azhari, salah satu panitia pelaksana, yang menyebut bahwa hewan kurban ini berasal dari sumbangan para pegawai yang mampu.

“Kurban ini dari karyawan dan karyawati yang berkemampuan melaksanakan kurban,” ujarnya.

Ia pun berharap agar pelaksanaan ibadah kurban ini mendapat ridha dari Allah SWT.

“Mudah-mudahan ibadah kurban ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi kendaraan di yaumil akhir,” doanya.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terlihat hangat sepanjang prosesi penyembelihan hingga pembagian daging kurban. Semangat syiar yang ditunjukkan oleh jajaran Kanwil Kemenag Aceh menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai keagamaan di lingkungan kerja.

Editor: Akil

Rektor Universitas Almuslim Pimpin ISMaPI Aceh

0

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Rektor Universitas Almuslim Peusangan, Bireuen, Dr. Marwan resmi menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Manajemen dan Administrasi Pendidikan Indonesia (ISMaPI) Provinsi Aceh. Ia didampingi oleh Dr. Abdurrahman sebagai sekretaris.

Pelantikan keduanya berlangsung di Aula Creative Centre MA Jangka, Universitas Almuslim, Kabupaten Bireuen, pada Rabu (4/6/2025). Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Umum DPP ISMaPI, Prof. Arwildayanto, dan turut disaksikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek, Prof. Khairul Munadi.

Dalam sambutannya, Prof. Arwildayanto menekankan pentingnya akses pendidikan tinggi sebagai instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan. Ia berharap organisasi profesi seperti ISMaPI dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan di Aceh.

“Dengan dilantiknya ketua, sekretaris dan para pengurus ISMaPI Aceh, kami DPP ISMaPI berharap para pengurus dapat menjaga spirit dan terus berkontribusi untuk memajukan pendidikan di Aceh,” ujar Prof. Arwildayanto dalam siaran pers, Sabtu (7/6/2025).

Ketua ISMaPI Aceh yang baru, Dr. Marwan, mengungkapkan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan. Ia berkomitmen menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam memajukan pendidikan di Tanah Rencong.

“ISMaPI Aceh akan berusaha terus menerus untuk meneliti, mencari solusi, menata, membina dan melindungi profesi di bidang manajemen pendidikan. Kami juga akan berupaya memberdayakan sistem manajemen pendidikan yang profesional, unggul dan bermutu, dengan mengajak kerja sama Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Aceh,” ungkapnya.

Dr. Marwan menegaskan bahwa di bawah kepemimpinannya, ISMaPI Aceh akan hadir sebagai mitra strategis dalam merumuskan solusi dan kebijakan pendidikan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah

Editor: Akil

Warga X Kecam Kebijakan Mendagri Soal Pemindahan 4 Pulau Aceh ke Sumut

0
Pulau Sengketa. (Foto: Serambi News)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang menetapkan pemindahan empat pulau dari Provinsi Aceh ke Sumatera Utara (Sumut) menuai kecaman dari warganet.

Melalui Keputusan Mendagri (Kepmendagri) Nomor 300.2.2-2138/2025, empat pulau yang dimaksud adalah Pulau Panjang, Lipan, Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek. Kebijakan ini tidak hanya menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh, tetapi juga menyulut reaksi keras dari pengguna media sosial di seluruh Indonesia.

Amatan Nukilan.id, sejumlah netizen menilai keputusan tersebut berdampak serius terhadap masa depan otonomi daerah dan keadilan politik di Indonesia. Topik “Mendagri” bahkan sempat menjadi trending topic di platform X (sebelumnya Twitter), dengan lebih dari 2.800 cuitan.

“Om @deddysitorus bersuara Ingatkan mendagri, bobby dan masinton untuk tidak aneh-aneh. Gak ada urgensinya 4 pulau itu pindah wilayah. Malah bikin kekacauan politik,” tulis seorang pengguna X.

“Oh ya. Jgn bangunkan sejarah perjuangan Gubernur Aceh. Taruhannya ancam disintegrasi. Antisipasinya copot mendagri!!!,” cuit @albert54769.

“Mendagri pak Prabowo ini seperti orang gabut tapi memicu perselisihan . Bahaya buat persatuan NKRI bisa ribut antar provinsi. Ganti saja nih menterinya Jkw,” ujar @Ari3Ghozi.

“Ngeri..wilayah aja bisa di otak atik..masalah ini di aceh sangat sensitif.berpotensi konflik.mendagri secara sepihak mmaksa kluar 4 pulau aceh.harusnya pemerintah pusat belajar dari masa lalu terhadap aceh,” tulis @Mz_Azaki.

Ada pula yang menilai kebijakan ini bisa memicu ketegangan antardaerah. “Mendagri justru terkesan menciptakan konflik antar daerah. Situasi yang sudah kondusif, malah ditriger dengan kebijakan yang tidak bermutu,” sebut @NawawiAlMaroni.

“Apa urgensinya pulau Aceh di rudapaksa oleh Mendagri? Kekayaan alam sumber daya alam yang dimiliki oleh Provinsi Aceh tidak boleh lepas dari wilayah Aceh,” kata @ridhadarmawijy.

“Demi persembahan loyalitas Mendagri ke Jokowi, bagaimana kalau sekalian aja seluruh Indonesia masukkan sbg wilayah Sumut ?,” cuit @msaid_didu.

Warganet berharap keputusan tersebut dapat ditinjau ulang demi menjaga stabilitas daerah serta mencegah konflik berkepanjangan. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Dalam Negeri terkait reaksi publik atas keputusan ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Selatan Tunda Pilchiksung di Seluruh Kecamatan

0
Surat penundaan tahapan Pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, resmi menerbitkan surat penundaan tahapan Pemilihan Keuchik secara langsung (Pilchiksung) di seluruh kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Kebijakan ini merujuk pada Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Nomor 400.10/4007 tertanggal 22 April 2025.

Penundaan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Nomor 140/490/2025 tertanggal 27 Mei 2025, dengan pokok hal: Implementasi relaksasi waktu pelaksanaan tahapan pemilihan Keuchik langsung di Kabupaten Aceh Selatan.

Dilansir Nukilan.id dari surat tersebut, Bupati menyampaikan kepada para camat agar menunda pelaksanaan pemilihan Keuchik dan Ketua Tuha Peut di wilayah kerja masing-masing. Penundaan ini dilakukan sehubungan dengan adanya Surat Edaran Sekda Aceh Nomor 400.10/4007 Tanggal 22 April 2025, penundaan Pilchiksung terhadap Keuchik yang berakhir masa jabatannya pada Februari 2024 – Desember 2025 sampai dengan putusan Mahkamah Konstitusi terkait masa jabatan Keuchik di Aceh.

Bupati Mirwan berharap agar para camat dapat menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh Keuchik dan Ketua Tuha Peut di wilayah masing-masing.

“Sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut,” demikian kutipan dalam surat tersebut.

Sebelumnya, Sekda Aceh telah lebih dahulu mengeluarkan surat edaran yang bersifat umum untuk seluruh kabupaten/kota di Provinsi Aceh, menyikapi dinamika hukum terkait masa jabatan Keuchik dan menunggu kepastian hukum dari Mahkamah Konstitusi. (XRQ)

Reporter: Akil

Demokrat Aceh Sembelih 4 Ekor Sapi dan Santuni Anak Yatim

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Aceh menyembelih 4 ekor sapi dan tiga ekor kambing qurban di Kantor DPD PD Lueng Bata,Banda Aceh, Sabtu (7/6/2025).

Ketua Panitia Iqbal Farabi kepada media menyampaikan, penyembelihan hewan Qurban sudah nenjadi agenda rutin Partai Demokrat setiap tahun sekaligus memberi santunan kepada anak yatim.

“Ini bentuk kepedulian Partai Demokrat Aceh dan sekaligus menjadi ajang silaturahmi kader dan masyarakat penerima daging qurban,” kata Iqbal Farabi.

Ketua DPD Partai Demokrat Muslim Saleh, SHI, MM pada kesempatan itu menyampaikan Qurban merupakan bentuk amal ibadah untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim. Ini bentuk penghormatan kita kepada Nabi Ibrahim Alaihiwassalam.

“Kita dituntun untuk berqurban sebagai bentuk kepedulian pada sesama dan kedepan akan terus kita lakukan karena secara prinsip Demokrat tetap dekat dengan rakyat,” ujar Muslim Saleh.

Hadir pada acara qurban dan memberi santunan kepada anak yatim, Wakil Ketua DPD PD HT. ibrahim, Sekrataris DPD PD Arif Fadillah, Bendahara DPD PD Nurdiansyah Alasta, Kepala Bakomstra DPD PD Jauhari Ilyas, Kepala Balitbang Iswadi, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRA. []