Beranda blog Halaman 2089

Ahli Ungkap Potensi Efek Dahsyat Badai Matahari ke Indonesia

0

Nukilan.id – Para Peneliti di Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menjelaskan dampak dari adanya fenomena badai matahari di Indonesia.

Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Tiar Dani mengatakan Indonesia terletak di garis khatulistiwa, Indonesia relatif tidak berdampak pada fenomena badai Matahari.Hal itu disebutnya lantaran seluruh partikel energi tinggi dari Matahari dibelokkan ke arah kutub.

“Kita patut bersyukur karena Indonesia terletak di khatulistiwa dimana seluruh partikel energi tinggi dari matahari saat terjadi flare dibelokkan ke arah kutub sehingga relatif tidak terdampak,” ujar Tiar kepada media, Kamis (15/7/2021).

Ia menjelaskan flare atau ledakkan merupakan penyebab dari adanya fenomena badai Matahari. Tidak hanya disebabkan oleh flare, badai Matahari juga bisa disebabkan oleh adanya lontaran partikel atau coronal mass ejection (CME).

“Penyebabnya tersebut bisa terjadi berbarengan atau sendiri-sendiri. Jadi jika ada flare di matahari, biasanya sering disebut ada badai matahari,” ujarnya.

Qqqqobalisasi yang kini erat penggunaan teknologi tinggi yang memanfaatkan satelit dan GPS untuk perbankan, komunikasi satelit dan komunikasi radio, tentunya dijelaskan Tiar akan terdampak jika satelit mengalami gangguan.

Ia menjelaskan satelit milik Indonesia yang mengorbit terbilang rentan terhadap gangguan dari adanya fenomena badai Matahari.

Dihubungi terpisah, Peneliti Sains Antariksa LAPAN Bandung, Johan Muhammad menilai dampak dari adanya badai Matahari bergantung pada posisi lintang suatu daerah.

Di Indonesia sendiri, kata Johan, sering mengalami dampak terjadinya flare dan CME dalam bentuk gangguan komunikasi high frequency (HF), seperti penurunan akurasi navigasi berbasis satelit dan gangguan geomagnetik.

“Gangguan ini umumnya diketahui hanya oleh sebagian komunitas yang sering bekerja di sektor yang terkait dengan hal itu, sehingga tidak dirasakan oleh masyarakat secara umum,” ujar Johan kepada media, Kamis (15/7) siang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, gangguan jaringan kelistrikan seperti yang pernah terjadi di Kanada imbas badai Matahari, belum pernah terjadi di Indonesia.

Sebelumnya badai Matahari pernah mengakibatkan pemadaman listrik di Quebec, Kanada pada 13 Maret 1989 dan menciptakan aurora kuat yang terlihat hingga di selatan negara bagian Texas.

Warga di lokasi tersebut sempat terjebak pada pemadaman listrik selama 12 jam. Banyak pegawai yang terjebak di gedung perkantoran yang gelap, elevator yang macet, dan terowongan bawah tanah yang pengap. Pemadaman listrik ini juga menyebabkan sekolah dan kantor ditutup, hingga menutup Bandara Dorval.

Sedangkan peristiwa badai matahari yang terjadi pada 1859 sempat berdampak pada sistem komunikasi telegraf di Carrington. Badai Matahari itu disebut merupakan badai geometrik paling kuat yang pernah tercatat.

Dengan adanya fenomena itu, menyebabkan kelumpuhan sistem komunikasi di berbagai belahan dunia lantaran kabel-kabel terpanggang dan memicu kebakaran.[cnnindonesia]

Aceh Berpeluang Menang API Award 2021

0
Foto: Dok. Ist

Nukilan.id – Peluang destinasi pariwisata di Provinsi Aceh menjadi juara umum dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2021 terbuka lebar.

Pasalnya, dari 12 kategori API tahun ini, seluruhnya terdapat destinasi andalan pariwisata Aceh. Semua kategori itu tersebar di sembilan kabupaten/kota di Aceh.

Alhasil, guna mewujudkan Aceh sebagai juara umum, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar rapat terkait strategi promosi pemenangan API Awards 2021 di Ruang Rapat Disbudpar Aceh, Kota Banda Aceh, Jumat, (16/7/2021).

Rapat tersebut dipimpin langsung Kadisbupar Aceh, Jamaluddin dengan didampingi Kabid Pemasaran, Teuku Hendra Faisal dan dihadiri sembilan kepala dinas pariwisata kabupaten/kota yang masuk nominasi API 2021.

“Alhamdulillah, dibandingkan tahun lalu, kali ini nominasi API Awards 2021 di Aceh mengalami peningkatan yang signifikan. Keberhasilan tahun lalu kita dapat lima juara, tahun ini kita membawa spirit untuk target juara umum,” ujar Jamaluddin.

Jamaluddin menambahkan, keuntungan menjadi juara dalam ajang API 2021 sangat berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke daerah.

“Apabila seluruh kategori kita juara satu dan Aceh menjadi juara umum, tentunya akan mendongkrak kunjungan wisatawan karena dampak dari ajang ini sangat besar lewat media promosinya,” ungkapnya.

Selain itu, dalam API Awards 2021, juga tidak ada persaingan antara kabupaten/kota di Aceh untuk menjadi juara. Karena, semua masing-masing kategori API Awards 2021 terdapat perwakilan dari Aceh.

“Kita perlu kolaborasi strategi karena di 12 kategori tersebut tidak ada yang saling bersaing, semuanya kita masuk. Jadi, ini sebuah peluang yang harus kita manfaatkan. Jadi, kita harus bangun strategi komunikasi dan promosi untuk menjadi juara umum,” pintanya.

Disbudpar Aceh juga sudah melakukan sejumlah upaya promosi dengan beragam inovasi untuk membawa pulang predikat juara umum API Award 2021 ke Tanah Rencong.

“Kami sudah melakukan upaya promosi dan juga membuat inovasi berupa barcode (kode batang). Kita harap dengan adanya inovasi barcode ini bisa memudahkan masyarakat untuk lebih maksimal dan efektif dalam memberikan voting melalui gadgetnya,” ucap Jamaluddin.

Upaya lainnya, lanjut Jamaluddin, pihaknya juga telah mensosialisasikan hal ini kepada para pelaku usaha, influencer, youtuber dan tokoh masyarakat, di samping melalui media promosi lainnya seperti mencetak baliho, spanduk, brosur, serta poster, untuk disebarkan ke seluruh Aceh.

Sementara itu, Teuku Hendra Faisal menambahkan, Disbudpar Aceh akan mendukung para kepala dinas pariwisata pada sembilan kabupaten/kota yang masuk dalam nominasi API Award 2021.

“Terus terang kami dan tim kreatif akan men-support daerah yang masuk nominasi. Jadi, kita harus bergerak cepat. Kami juga sudah membentuk Tim Gebrak API 2021 untuk mempercepat proses vote dan mempermudah masyarakat dalam mendukung ajang ini,” pungkasnya. []

Ketua IPI Aceh Sebut Personal Branding Penting di Era Disrupsi

0
Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh, Nazaruddin Musa, M.LIS. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia (PD IPI) Aceh, Nazaruddin Musa, M.LIS menjadi salah satu narasumber pada Webinar Branding Pustakawan di Era Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Kamis (15/7/2021) secara virtual melalui platform zoom meeting.

Selain Nazaruddin, turut diundang Sekretaris FPPMA yang juga sebagai Pustakawan Berprestasi Nasional tahun 2019, Arda Putri Winata, MA yang dipandu oleh Nurul Rahmi, S.IP., MA Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Nazaruddin Musa dalam materinya tentang Branding Pustakawan: Urgensi dan Strategi menjelaskan bahwa, merujuk pada Kapferer (2012) branding atau merek bukan sekedar lambang, slogan maupun pernyataan misi. Tetapi branding adalah janji sebuah perusahaan atau seseorang kepada pelanggannya yang terjelma dalam setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan.

“Personal branding sangat penting di era disrupsi. Jika pustakawan tidak memiliki branding seperti penjelasan yang dikemukan oleh Kapferer maka peran pustakawan akan terdisrupsi dan diambil alih oleh teknologi,” kata Nazaruddin mengawali materinya.

Namun, kata Nazar yang merupakan Pustakawan Berprestasi Nasional tahun 2012 menyebutkan bahwa, potensi manusia sangat besar dalam melayani manusia, karena manusia punya hati dan perasaan beda dengan teknologi.

Oleh sebab itu, Ia mengajak para pustakawan untuk memulai membranding diri dengan strategi STAR (Situation, Target, Action dan Result).

“Mulai dengan menganalisis situasi keadaan dan kemampuan masing-masing, lalu berdasarkan situasi yang ada lanjutkan dengan menyusun target capaian dan lakukan aksi untuk mencapai target yang direncanakan dengan serius sehingga mewujudkan hasil yang memuaskan,”kata Nazar.

Selain itu, Nazar juga mengajak para pustakawan agar lebih percaya diri dan proaktif untuk meningkatkan kompetensi, koordinasi dan partisipasi dalam setiap kegiatan kepustakawan serta berperan aktif dalam organisasi profesi karena itu semua adalah modal untuk personal branding seorang pustakawan.

“Branding bukanlah selfi-selfi tapi komitmen seorang pustakawan untuk melayani dengan sepenuh hati,” tutup Nazar diakhir pemaparan.

Sementara itu, Arda Putri Winata, MA, Pustakawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang juga sebagai Sekretaris FPPMA dan Pustakawan Berprestasi Nasional tahun 2019 yang tampil pada sesi yang berbeda memberi materi tentang Personal Branding pustakawan Saat Pandemi,Perlukah?. []

Relawan #BerbagiUntukWarga Bagikan Masker untuk Cegah Covid di Banda Aceh

0
Foto: Dok Ist

Nukilan.id – Menghadapi Pandemi Covid 19 di Aceh yang terus fluktuatif, gerakan relawan mengatasnamakan #BerbagiUntukWarga melakukan aksi nyata pembagian masker di sekitaran Kota Banda Aceh.

“Pandemi Covid 19 ini tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah saja, kita harus bahu – membahu menyelesaikan Pandemi ini. Masker ini langkah paling mudah dan murah untuk mencegah penyebaran Covid 19”, ujar Rizal yang menjadi koordinator pembagian masker ini.

Tim Relawan #BerbagiUntukWarga ini untuk tahap awal membagikan sebanyak 300 masker di setiap titik keramaian dan akan terus bertambah dan berlanjut di tempat – tempat lain.Kegiatan pembagian masker ini telah dilakukan di beberapa titik dan tempat keramaian seperti di Sekitaran Pasar Ketapang, di sekitar Mall Suzuya dan di sekitar Masjid Raya Baiturrahman.

“Kita sediakan sekitar 1000 masker, tahap awal kita bagikan 300 masker dulu tiap titik yang nantinya akan tetap berlanjut dan bertambah nantinya” terang pemuda yang akrab dipanggil Ijal tersebut.

Hasil pengamatan Tim Relawan #BerbagiUntukWarga masih banyak warga yang abai menggunakan masker sehingga kegiatan ini juga upaya untuk mengingatkan warga agar tetap disiplin 3M dan menjaga Protokol Kesehatan.

“Pembagian masker yang kita lakukan juga  dengan cara para relawan datang langsung masyarakat yang tidak menggunakan masker agar mencegah kerumunan dan tetap menjaga protokol kesehatan” jelas Rizal.

“Pakai Masker itu lebih murah daripada kita harus sakit terkena Virus yang ujungnya di rawat di Rumah Sakit, Kita bagikan masker sebagai langkah kecil mengingatkan warga supaya tetap disiplin” ujarnya.

Tim Relawan #GerakanBerbagiUntukWarga juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak lengah dengan tetap menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan tidak lupa untuk memakai masker apabila harus keluar rumah dan bertemu dengan orang banyak.[]

Kapolres Aceh Utara Melalui Polsek Paya Bakong Bagikan Sembako untuk Masyarakat

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Di tengah Pemberlakuaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto SIK melalui Kapolsek Paya Bakong Kapolsek Iptu Rangga Setyadi S.Tr.K bersama Danramil Paya Bakong Kapten Inf Syamsul Hamdani menggelar bakti sosial, Jum’at (16/7/2021).

Bakti sosial tersebut dilakukan dengan memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat di Aceh Utara guna menjalin hubungan silaturrahmi antara masyarakat dengan TNI – POLRI serta meringankan beban ekonomi masyarakat yang kurang mampu khususnya pedagang kecil dimasa Pandemi Covid-19 dan di tengah PPKM Mikro.

Bantuan sembako yang diberikan kepada masyarakat berupa, Telur, Minyak Goreng, Gula Pasir, Susu kental manis dan Roti.

Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Paya Bakong yang didampingi Koramil 21 Paya Bakong kepada pedagang kaki lima dan fakir miskin untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah Covid-19.

Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Paya Bakong Kapolsek Iptu Rangga Setyadi S.Tr.K mengatakan bahwa, pihaknya merasa kegiatan bakti sosial sangat diperlukan di tengah kondisi Covid-19 sebagai wujud kepedulian TNI-Polri untuk membantu masyarakat di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19 dan juga saat PPKM Mikro.

Tentunya, kata dia, masyarakat pedagang kaki lima dan fakir,miskin sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang mengantungkan penghasilan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Semoga sembako yang kami salurkan kepada masyarakat bermanfaat bagi mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Bantuan ini tidak hanya sampai disini, kami berharap kegiatan seperti ini bisa termotivasi masyarakat lainya untuk saling bahu-membahu sesama masyarakat dalam hal kepedulian sosial,” ungkap Iptu Rangga.

Oleh karena itu, kata dia, kami dari Kapolres Aceh Utara melalui Kapolsek Paya Bakong menghimbau kepada Masyarakat Paya Bakong untuk taat dan patuh kepada aturan Pemerintah dalam hal mencegah serta memutuskan mata rantai Covid-19.

“Kami juga berharap semua pihak mengikuti Protokol kesehatan dan menyukseskan program Vaksinasi di kecamatan Paya Bakong,” imbuh Ibda Rangga yang didampingi anggota Babinkamtibmas.

7 Napi Narkoba dan 1 Napi Pencabulan Kabur dari Lapas Blangpidie Abdya

0
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

Nukilan.id– Delapan Narapidana (Napi) kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (lapas) kelas II B Blangpidie, Aceh Barat Daya (Abdya) setelah menikam seorang petugas lapas.

Satu orang napi berhasil diamankan petugas.

“Benar, ada 8 orang yang kabur, 1 berhasil diamankan petugas,” kata Kepala Lapas Blangpidie Ahmad Widodo saat dikonfirmasi Nukilan.id Jum’at, malam (16/7/2021) malam.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 17.30 WIB dimana Delapan napi berhasil mendobrak pintu aula yang berfungsi sebagai gudang. setelah masuk ke gudang napi menumukan alat untuk mendobrak jendela, dan mereka berhasil kabur.

Kepala Lapas Ahmad Widodo mengaku mendapat laporan langsung dari anggota jaga firdaus melalui telepon bahwa terjadi pendobrakan pintu utama dengan melukai petugas, Tengku Irvansah, Pada Hari ini, jumat tanggal 16 juli 2021 sekira pukul 17.25

Setelah mendapat laporan tetugas penjaga, Kalapas langsung menghubungi Kapolres untuk meminta bantuan. Dalam tempo 12 menit, personel polres sudah tiba di lapas.

Depalan Napi yang kabur tersebut adalah adalah 7 Orang kasus Sabu-sabu yakni Steven, Rusli, Irwansah, Arif, Muksalmina, Faizar, dan Mahfud, Sedangkan Faisal terjerat kasus pencabulan.

Satu napi yang berhasil diamankan adalah Samiran.[]

Reporter: Irfan

Pansus Barang dan Jasa DPRA Minta Pembentukan Tim Kode Etik Harus Independen

0
(Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Panitia Khusus (Pansus) Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta pembentukan majelis kode etik harus independen sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2021.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Biro PJB, Ir. Azhar Abdurrahman kepada Nukilan.id usai rapat koordinasi bersama personil Biro PBJ Setda Aceh di Aula gedung serba guna DPRA, Kamis (15/7/2019).

Azhar mengatakan bahwa, seharusnya, majelis kode etik bukan dibuat secara terpisah, namun harus independen sesuai dengan Perpres nomor 12 tahun 2021.

“Sedangkan mereka memerintahkan kepada tim ULP untuk membentuknya,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Azhar, majelis kode etik ini tidak boleh memihak kepada pemerintah Aceh atau salah satu intansi manapun.

Karena menurut Azhar, tujuan dari majelis kode etik ini untuk menyelesaikan sesuatu ketika ada permasalahan atau perselisihan paham yang terjadi terkait pengadaan barang dan jasa.

“Tetapi yang kita ketahui sekarang, pembentukan kode etiknya malah langsung ditunjuk oleh tim PBJ/ULP pemerintah Aceh. Dan itu tidak sesuai dengan undang-undang,” ujarnya.[]

Reporter: Irfan

Aceh Termiskin di Sumatera, Ini Saran Warga Miskin Asal Aceh Tenggara

0
Warga miskin asal Desa Kuning II, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara Ridwan R. (Foto: Iwan)

Nukilan.id – Warga miskin asal Desa Kuning II, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara Ridwan R merspon informasi Badan Pusat Statistik (BPS) yang kembali menempatkan Aceh sebagai daerah termiskin di Sumatera.

Kata Ridwan permasalahan Aceh paling miskin di Sumatera itu hal wajar, sebab sejak lama Aceh sudah miskin.

“Memang Sudah dari dulu masyarakat miskin,” kata Ridwan saat ditemui Nukilan.id di Desa Kuning, Aceh tenggara, Jum’at (16/7/2021).

Ridwan mengaku dirinya saat ini bekerja sebagai pedagang kecil, yang hasilnya kurang dapat menutupi biaya keluarga secara normal.

“Kemiskinan masyarakat yang berkepanjangan memang karena pemerintah kurang peduli dan kurang bekerja untuk memerangi kemiskinan di Aceh,” ujarnya.

Untuk itu–Ridwan menyampaikan pesan untuk pemerintah Aceh agar masyarakat diberi kesempatan untuk berwirausaha agar punya pekerjaan.

“Pemerintah harusnya membuka lapangan kerja bagi masyarakat miskin seperti kami, agar pemeberantasan kemiskinan di Aceh bukan di posisi paling rendah,” ujarnya.

Ridwan juga berharap pemerintah memperhatikan masyarakat miskin terlebih dahulu daripada harus menambah kerja seremonial, tetapi utamakan masayrakat miskin seperti kami,” ujarnya.[]

Reporter: Iwan Kartiwan

Kepala Badan Litbang Kemendagri Apresiasi Semangat Inovasi Pemerintah Aceh

0
Kepala Badan Litbang Kemendagri, Agus Fatoni mengapresiasi semangat inovasi Pemerintah Aceh. (Foto: SINDOnews)

Nukilan.id – Kepala Badan Litbang Kemendagri , Agus Fatoni mengapresiasi semangat inovasi Pemerintah Aceh. Hal itu disampaikannya secara virtual saat menjadi narasumber acara Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah Pemerintah Aceh, Kamis, (15/7/2021).

Menurut Fatoni, kiprah Pemerintah Aceh dalam Indeks Inovasi Daerah terbilang inspiratif. Mengingat daerah tersebut sempat dalam posisi paling akhir, sebelum akhirnya mampu meningkat di posisi 16 pada Indeks Inovasi Daerah Tahun 2020.

“Semangat berinovasi Pemerintah Aceh patut menjadi pelecut semangat kita semua dalam berinovasi,” ujar Fatoni yang hadir secara virtual, seperti dilansir sindonews.com, Jum’at (16/7/2021).

Mengacu pada data Indeks Inovasi Daerah 2018, Pemerintah Aceh sempat berada di peringkat 29 dari 34 provinsi yang dinilai. Tak hanya itu, dengan posisi tersebut hasil inovasi Pemerintah Aceh memperoleh predikat tidak dapat dinilai (disclaimer). Sedangkan di tahun berikutnya, peringkat daerah tersebut justru merosot di posisi paling akhir.

“Namun Tahun 2020 Pemerintah Aceh berhasil memperoleh predikat Sangat Inovatif. Ini tentu menggembirakan,” ungkap Fatoni.

Fatoni mengingatkan agar Pemerintah Aceh dapat kembali meningkatkan pencapaian tersebut. Hal itu dapat dilakukan dengan menunjang kualitas inovasi yang dilaporkan. Dirinya mencontohkan, pada Tahun 2020 Pemerintah Aceh telah melaporkan 36 inovasi. Namun, di antara yang dilaporkan tersebut, hanya 11 inovasi yang dapat diukur.

Sedangkan 25 lainnya dianggap belum memenuhi kriteria. Fatoni menambahkan, hal tersebut bisa terjadi karena minimnya dokumen pendukung dari inovasi yang dilaporkan.

“Oleh karenanya, Pemda Perlu melengkapi data penunjang, agar hasil inovasi dapat divalidasi,” katanya. Baca juga: Kemendagri Dorong Penguatan Kelitbangan Daerah untuk Kajian Strategis, Penelitian dan Inovasi

Fatoni berharap, pada gelaran Indeks Inovasi Daerah Tahun 2021, pencapaian inovasi Pemerintah Aceh dapat ditunjang lebih maksimal. Mengingat, dengan hasil inovasi yang optimal, akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakar dan memudahkan akses terhadap publik.

“Saat ini, inovasi bukan hanya menjadi kewajiban, melainkan menjadi kebutuhan guna menghasilkan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.[]

Pertagas Niaga Kembali Salurkan Gas ke PIM Aceh

0
Foto: dok. pt pertamina gas (Pertagas).

Nukilan.id – PT Pertagas Niaga sebagai bagian dari Subholding Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), kembali menyalurkan gas ke wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), terutama PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh.

Kini pasokan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Wilayah Kerja Blok A yakni PT Medco E&P Malaka berangsur normal. Dengan demikian, ini menjadi kabar baik bagi pemenuhan kebutuhan gas di wilayah Sumbagut, khususnya untuk PIM.

PIM saat ini dapat kembali memproduksi pupuk setelah pasokan gas dari PT Medco E&P Malaka yang disalurkan oleh PT Pertagas Niaga naik kembali di kisaran 48-54 miliar British thermal unit per hari (BBTUD) pada Jumat pekan lalu (9/7/2021).

Sebelumnya, sejak Maret 2021, pasokan untuk PIM sempat mengalami penurunan dikarenakan ada program pemeliharaan terhadap sumur gas beserta seluruh fasilitasnya. Hal ini mengakibatkan PIM untuk sementara waktu tidak dapat berproduksi dikarenakan keterbatasan gas sebagai salah satu bahan baku pupuk.

“Dengan suplai gas yang terjamin, diharapkan dapat mendukung komitmen PIM untuk menjadi perusahaan pupuk dan petrokimia yang kompetitif dan menghidupkan kembali geliat industri di Aceh. Khususnya industri pupuk, serta mendorong penurunan harga produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan daya siang industri pupuk domestik,” jelas Presiden Direktur Pertagas Niaga Linda Sunarti, dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip Jumat (16/7/2021).

Pertagas Niaga menurutnya berupaya maksimal guna mencukupi kebutuhan gas, baik bagi sektor industri, kelistrikan dan pupuk. Pertagas Niaga ditunjuk dan ditugaskan untuk melakukan pengelolaan dan pengaturan operasi penyaluran gas di Wilayah Sumatera Bagian Utara sejak 1 Juni 2020.

Dia mengatakan, Pertagas Niaga memiliki pasokan sekitar 70 BBTUD untuk wilayah Aceh dan Sumbagut, sedangkan untuk permintaannya sekitar 60 BBTUD. Selain untuk PIM, Pertagas Niaga juga menyuplai gas untuk konsumen industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, dan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

“Salah satu upaya yang dilakukan Pertagas Niaga untuk menjaga stabilisasi penyaluran gas adalah berkoordinasi dengan PT Pertamina Gas melakukan pengaturan operasi penyaluran gas,” jelasnya.

Menurutnya, upaya komunikasi secara aktif juga terus dilakukan perusahaan dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk dengan Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Migas, BPMA, dan SKK Migas. Pertagas Niaga juga melakukan monitoring harian terhadap progres penyaluran gas dan optimalisasi seluruh pasokan guna pemenuhan kebutuhan gas.

“Kami terus berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk menjaga kehandalan pasokan gas secara berkelanjutan. Dengan begitu, utilisasi gas bumi untuk kegiatan operasi PIM maupun industri lainnya dapat sustain, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Aceh dan Sumbagut pada umumnya,” tuturnya.[cnbcindonesia.com]