Beranda blog Halaman 205

Pasar Murah Serentak di 23 Daerah, Disperindag Aceh Sebut Instruksi Langsung Gubernur Jelang Ramadhan

0
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menggelar pasar murah secara serentak di 23 kabupaten/kota sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi menjelang Ramadhan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T. Adi Darma, mengatakan kegiatan yang digelar di 69 titik tersebut merupakan instruksi langsung Gubernur Aceh. Menurut dia, pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah proses pemulihan pascabencana.

“Pasar murah ini adalah perintah Bapak Gubernur agar pemerintah hadir langsung meringankan beban warga. Kita ingin memastikan bahwa meski pasca bencana, stok pangan aman dan harganya tetap stabil menyongsong bulan puasa,” ujar T. Adi Darma di Banda Aceh, Rabu (11/02).

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Aceh mengalokasikan subsidi untuk empat komoditas utama. Beras premium disubsidi Rp5.000 per kilogram dengan total kuota 414 ton. Gula pasir dan minyak goreng kemasan masing-masing mendapat subsidi Rp6.000 per kilogram dengan kuota masing-masing 69 ton. Sementara itu, telur ayam disubsidi Rp15.000 per papan dengan total kuota 34.500 papan.

T. Adi Darma menjelaskan, distribusi logistik dilakukan merata ke seluruh kabupaten/kota di Aceh. Setiap daerah memperoleh alokasi 18 ton beras premium, 3 ton gula pasir, 3 ton minyak goreng, serta 1.500 papan telur ayam. Proses distribusi dikawal agar tepat waktu dan sesuai dengan titik yang telah ditetapkan.

Pasar murah ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari di 69 lokasi yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Pemerintah berharap program subsidi tersebut mampu menekan laju inflasi daerah sekaligus memberikan ketenangan bagi masyarakat dalam menyambut dan menjalankan ibadah Ramadhan.

Di akhir keterangannya, T. Adi Darma mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

“Kami meminta masyarakat untuk membeli sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan atau untuk ditimbun, agar manfaat pasar murah ini bisa dirasakan secara merata,” tutup T. Adi Darma. []

Ketua MPR Tekankan Peran Ulama Jaga Optimisme Warga Aceh Pascabencana

0
Silaturahmi Pimpinan MPR RI dengan Ulama Aceh yang digelar di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Rabu (11/2/2026). (Foto: Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menegaskan peran strategis ulama dalam menjaga optimisme dan keteguhan masyarakat Aceh setelah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025.

Hal itu disampaikan Muzani saat menghadiri Silaturahmi Pimpinan MPR RI dengan Ulama Aceh di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Sibreh, Aceh Besar, Rabu (11/2/2026).

“Musibah besar ini bukan hanya menguji ketahanan fisik dan ekonomi, tetapi juga menguji mental dan spiritual umat. Di sinilah peran para ulama, para abu, para masyayikh, dan pimpinan dayah menjadi sangat menentukan dalam menenangkan umat dan menjaga optimisme rakyat Aceh,” ujar Muzani.

Ia menilai, selain bantuan material dan percepatan pemulihan infrastruktur, menjaga harapan masyarakat menjadi faktor yang tidak kalah penting agar Aceh tidak terpuruk dalam keputusasaan.

“Memberi bantuan material itu penting, tetapi menjaga optimisme rakyat jauh lebih penting. Selama ulama terus membimbing umat dengan keteduhan dan kebijaksanaan, Aceh akan tetap tegak dan masa depannya tetap cerah,” katanya.

Muzani menyebut kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Pimpinan MPR RI ke Aceh sebagai bentuk empati dan dukungan moral. Pada kunjungan sebelumnya, MPR menyerap aspirasi kepala daerah terkait percepatan pembangunan hunian sementara, pemulihan jalan nasional dan provinsi, pemulihan listrik, serta kelancaran distribusi BBM dan LPG 3 kilogram.

“Seluruh aspirasi itu kami sampaikan langsung kepada Presiden sepulang dari Aceh. Alhamdulillah, satu per satu sudah mulai terpulihkan. Jalur Banda Aceh–Medan kembali membaik, akses antarwilayah tersambung, dan pasokan listrik telah pulih hingga 99 persen, meskipun masih ada sekitar 23 desa yang membutuhkan penanganan lanjutan karena kondisi geografis yang berat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muzani juga menyoroti pentingnya menjaga tradisi meugang menjelang Ramadan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Aceh. Ia menyatakan aspirasi terkait kebutuhan tersebut akan kembali disampaikan kepada Presiden, mengingat keterbatasan populasi ternak akibat dampak bencana.

“Permintaan ini akan kami sampaikan kembali kepada Presiden. Kami memahami keterbatasan populasi ternak akibat bencana, tetapi dengan ikhtiar bersama, insyaallah dapat dicarikan solusinya,” ujarnya.

Muzani menyampaikan apresiasi kepada ulama Aceh yang dinilai menjadi pilar ketenangan masyarakat di tengah situasi sulit.

“Bekal spiritual saja tidak cukup tanpa harapan dan optimisme. Para ulama memiliki peran besar untuk menjaga agar masyarakat tidak terjebak dalam keputusasaan, kemarahan, atau saling menyalahkan. Keyakinan kita mengajarkan bahwa setiap ujian datang dari Allah SWT, dan siapa yang mampu melewatinya dengan sabar, Allah akan meninggikan derajatnya,” tuturnya.

Serahkan 15.000 Paket Bantuan

Amatan Nukilan.id, Pimpinan MPR RI turut menyerahkan bantuan simbolis berupa 15.000 paket sembako dan paket ibadah yang akan didistribusikan ke delapan kabupaten terdampak bencana. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pokok serta perlengkapan ibadah seperti sajadah, sarung, mukena, kerudung, dan Al-Qur’an.

“Oleh-oleh ini bukan untuk menggantikan beban yang berat, melainkan sebagai tanda cinta, simpati, dan kebersamaan dari Jakarta untuk rakyat Aceh, agar Ramadan dapat disambut dengan hati yang lebih tenang,” kata Muzani.

Ia juga menegaskan bahwa kebangkitan Aceh merupakan bagian dari kebangkitan nasional.

“Sakit Aceh adalah sakit kami yang berada di Jakarta. Selama kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat terus terjaga, Aceh akan mampu bangkit dan melewati ujian ini dengan lebih kuat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah, Tgk. H. Faisal Ali, mengingatkan bahwa penanganan bencana tidak boleh hanya terfokus pada aspek fisik dan material, tetapi juga perlu memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat, terutama menjelang Ramadan.

“Para ulama mengucapkan terima kasih atas ikhtiar yang telah dilakukan pemerintah. Kami memahami bahwa dalam penanganan bencana selalu ada keterbatasan, dan itu adalah hal yang wajar sebagai bagian dari ikhtiar manusia,” ujarnya. (XRQ)

Harga Bahan Pokok di Banda Aceh Masih Stabil Jelang Ramadhan

0
Cabai merah di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Al-Mahirah, Banda Aceh, masih terpantau stabil menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Meski demikian, para pedagang memprediksi harga akan mengalami kenaikan mendekati hari meugang.

Berdasarkan pantauan NukilN di sejumlah lapak pedagang, harga komoditas utama seperti cabai dan bawang relatif belum mengalami lonjakan signifikan.

Salah seorang pedagang, Rudi, menyebutkan harga cabai merah saat ini berada di kisaran Rp28 ribu hingga Rp32 ribu per kilogram, sementara untuk kualitas super mencapai Rp32 ribu per kilogram. Cabai rawit dijual Rp30 ribu per kilogram dan cabai hijau Rp22 ribu per kilogram.

“Untuk bawang merah Medan Rp30 ribu per kilogram, bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Tomat Rp15 ribu dan kentang Rp12 ribu per kilogram,” ujar Rudi.

Ia mengatakan, harga diperkirakan akan naik mendekati hari meugang karena meningkatnya permintaan masyarakat. Selain itu, stok barang di tingkat pedagang saat ini juga masih terbatas.

“Harga nantinya akan naik dekat-dekat hari meugang. Untuk stok kita juga terbatas saat ini,” katanya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Muliadi, menyebutkan harga cabai merah saat ini berkisar antara Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram untuk kualitas super. Ia mengakui dalam sepekan terakhir harga cabai merah mengalami kenaikan dari Rp28 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram.

Untuk cabai hijau, Muliadi menjual di harga Rp25 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah asal Aceh dibanderol Rp40 ribu per kilogram, dan bisa turun menjadi Rp35 ribu per kilogram jika pembelian dalam jumlah banyak.

Mauliadi memprediksi harga cabai pada hari meugang bisa menembus Rp50 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga diperkirakan terjadi pada sejumlah bahan pokok lainnya.

“Biasanya memang begitu setiap meugang, harga pasti naik karena permintaan tinggi,” ujarnya.

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh menyambut Ramadhan maupun lebaran dengan memasak dan mengonsumsi daging bersama keluarga, sehingga permintaan bahan pangan cenderung meningkat signifikan menjelang hari tersebut.

Reporter: Rezi

Ramadan 1447 H Diperkirakan Jatuh 19 Februari 2026

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi menyampaikan bahwa berdasarkan data Tim Falakiyah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh, 1 Ramadan 1447 H diprediksi bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026.

“1 Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Kami menyampaikan selamat menyambut Ramadan 1447 H kepada seluruh umat Islam di Aceh. Mari kita persiapkan diri, baik fisik maupun mental, untuk menyambut rangkaian ibadah Ramadan tahun ini,” ujar Azhari dalam keterangan tertulisnya kepada Nukilan, Rabu (11/2).

Menurutnya, rukyatulhilal tetap menjadi acuan dalam menentukan awal bulan Hijriah, termasuk bulan Ramadan. Kegiatan tersebut secara rutin dilaksanakan setiap tanggal 29 bulan berjalan. Namun, berdasarkan perhitungan, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk (horizon), sehingga dipastikan tidak mungkin dapat diamati.

Karena itu, Kanwil Kemenag Aceh hanya akan menggelar kegiatan edukasi mengenai kondisi hilal serta menyampaikan siaran pers terkait awal Ramadan. Kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar.

Azhari juga mengajak umat Islam untuk menyiapkan fisik serta meningkatkan kualitas ibadah di akhir bulan Sya’ban sebagai persiapan menuju Ramadan. Menurutnya, penting untuk memahami amalan-amalan utama di bulan Ramadan agar pelaksanaan ibadah berjalan optimal dan mencapai derajat takwa di akhir Ramadan.

Sementara itu, Ketua Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Dr Alfirdaus Putra SHI MH., menjelaskan bahwa ijtimak awal bulan Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H, pukul 19.01.07 WIB. Ijtimak terjadi setelah matahari terbenam sehingga hilal dipastikan masih berada di bawah ufuk.

Secara rinci, ia menjelaskan bahwa matahari terbenam pada 29 Sya’ban pukul 18.52 WIB dengan azimut 258 derajat. Sementara itu, bulan telah lebih dahulu terbenam sebelum waktu magrib, yakni pukul 18.48 WIB dengan azimut 257 derajat dari utara searah jarum jam.

“Ketika matahari terbenam pada posisi 258 derajat, posisi hilal di markaz rukyat Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga, berada pada minus 0,97 derajat di bawah ufuk dengan elongasi 0,93 derajat. Untuk wilayah Indonesia lainnya, hilal juga masih berada di bawah ufuk, yakni antara minus 1 derajat di wilayah Sumatra hingga minus 2,4 derajat di wilayah Papua,” jelas Alfirdaus.

“Dengan posisi minus seperti ini, dapat dipastikan hilal tidak mungkin terlihat di Aceh maupun di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, bulan Sya’ban 1447 H harus diistikmalkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu pengumuman Menteri Agama yang dijadwalkan disiarkan secara langsung pada 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Reporter: Rezi

Reses DPRK Banda Aceh, Warga Soroti Mahar Nikah hingga Aktivitas Remaja di Warkop

0
Reses DPRK Banda Aceh, Warga Soroti Mahar Nikah hingga Aktivitas Remaja di Warkop. (Foto: Humas DPRK BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST menggelar kegiatan reses I masa persidangan II bersama masyarakat di Aula Gedung Bapelkes Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para da’i dan da’iyah perkotaan serta perwakilan muhtasib gampong se-Kota Banda Aceh. Turut hadir Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Alimsyah, bersama para kepala bidang di lingkungan DSI.

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial warga kepada Farid Nyak Umar sebagai wakil rakyat di legislatif kota.

Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap penularan HIV, termasuk fenomena LGBT di kalangan generasi muda. Selain itu, warga juga menyoroti banyaknya warung kopi yang beroperasi selama 24 jam dan dinilai menjadi lokasi berkumpulnya muda-mudi hingga larut malam.

“Masyarakat mengeluhkan adanya aktivitas yang dinilai menjurus pada pelanggaran syariat islam, seperti adanya muda-mudi hingga jelang subuh,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai sebagian peserta sebagai indikasi degradasi moral yang memunculkan kekhawatiran masyarakat, terlebih Banda Aceh dikenal sebagai kota yang menerapkan syariat Islam.

Persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Warga berharap legislatif dapat meneruskan aspirasi itu kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Selain isu sosial, peserta reses turut menyoroti persoalan mahar pernikahan. Warga menilai kenaikan harga emas saat ini berdampak langsung pada tingginya mahar, sehingga perlu adanya penyesuaian adat agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut warga, penyesuaian tersebut diharapkan dapat memudahkan generasi muda melangsungkan pernikahan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi.

“Tingginya mahar juga dikhawatirkan dapat membuat generasi muda menunda pernikahan dan berpotensi menimbulkan masalah sosial,” ujarnya.

Farid Nyak Umar menyampaikan bahwa reses yang melibatkan da’i, da’iyah perkotaan, serta perwakilan muhtasib gampong ini bertujuan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

“Reses yang digelar bersama da’i dan da’iyah perkotaan serta perwakilan muhtasib gampong se-Kota Banda Aceh bertujuan menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh ini.

Ia menambahkan, masyarakat juga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait program syariat Islam agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.

Farid menegaskan seluruh masukan yang disampaikan warga akan dihimpun dan menjadi bahan pembahasan bersama pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

KPK Gelar Edukasi Antikorupsi bagi Ratusan Pelajar Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

0
KPK Gelar Edukasi Antikorupsi bagi Ratusan Pelajar Terdampak Banjir di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan “Benar Benar Aksi: Kolaborasi Edukasi Antikorupsi” di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (9/2/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat edukasi publik sekaligus menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana alam.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan kegiatan tersebut dirancang melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Selain mendukung pemulihan psikososial pascabencana, program ini juga memperkenalkan nilai kejujuran, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi integritas generasi mendatang.

“Kami menjalankan dua misi penting sekaligus, yakni memberikan dukungan pemulihan psikosial pascabencana, sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, terutama nilai kepedulian kepada sesama dalam merespons dampak sosial pascabencana,” kata Amir.

Sebanyak lebih dari 600 pelajar terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan di dua sekolah terdampak banjir bandang akhir tahun lalu, yakni SDN 1 Kuala Simpang dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah Al-Ihsan. Para siswa mengikuti beragam aktivitas pemulihan psikososial melalui pendekatan ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng inspiratif, kegiatan kreatif, serta pendampingan psikolog.

Amir menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana sehingga memerlukan perhatian khusus agar dapat kembali merasa aman dan percaya diri. Ia menyebut, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan emosi, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai integritas.

“Setelah ini, anak-anak harus semangat untuk kembali bersekolah agar kelak menjadi generasi yang tangguh, cerdas, peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi integritas,” jelas Amir.

Dalam pelaksanaannya, KPK menggandeng sejumlah mitra, antara lain Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh, Human Initiative, Asosiasi Psikolog Sumut, Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumut, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), Komunitas Medan Membaca, Masyarakat Transparansi (MaTa) Aceh, dan Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh.

Kolaborasi lintas komunitas tersebut melibatkan relawan yang bergabung secara sukarela dalam misi kemanusiaan dan edukasi antikorupsi. KPK berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dan menjauhi praktik korupsi demi masa depan yang lebih baik.

Ketua DPRK Banda Aceh Berbaur Bersama Warga dan Pelajar dalam Kirab Sambut Ramadan 1447 H

0
Ketua DPRK Banda Aceh Berbaur Bersama Warga dan Pelajar dalam Kirab Sambut Ramadan 1447 H. (Foto: Humas DPRK BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, turut ambil bagian dalam kirab Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Banda Aceh pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan.

Irwansyah berjalan kaki bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Mukhlis, serta Sekretaris Daerah Jalaluddin. Rombongan pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh bersama unsur Forkopimda tampak berparade menyusuri sejumlah ruas jalan protokol.

Kirab dimulai dari Lapangan Blang Padang, kemudian melintasi pusat kota termasuk kawasan Masjid Raya Baiturrahman, sebelum kembali lagi ke titik awal kegiatan.

Sepanjang perjalanan, para peserta menyapa masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan kirab Tarhib Ramadan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut bulan suci yang identik dengan nilai keberkahan, ampunan, dan rahmat bagi umat Islam.

Antusiasme terlihat dari partisipasi siswa SD dan SMP se-Kota Banda Aceh yang turut meramaikan kegiatan. Kehadiran para pelajar membawa semangat kebersamaan sekaligus menjadi simbol generasi muda dalam menyambut Ramadan.

Selain pelajar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh juga ikut ambil bagian. Seluruh peserta berbaur dalam suasana kebersamaan yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Dari unsur legislatif, kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRK Banda Aceh, Syarifah Munira. Para pejabat dan pelajar terlihat mengenakan busana serba putih, menambah suasana khidmat sekaligus semarak selama berlangsungnya kirab Tarhib Ramadan

Aceh Usulkan 500 Ribu Peserta BPJS Korban Bencana Dibiayai APBN

0
BPJS Kesehatan. (Foto: Medcom)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mengajukan permohonan agar pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 500 ribu warga terdampak bencana di Aceh dialihkan dan sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam rapat koordinasi bersama pimpinan MPR RI yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (10/2).

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menyerahkan surat usulan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Ketua MPR Ahmad Muzani. Ia menjelaskan, selama ini pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana tersebut masih ditanggung oleh Pemerintah Aceh sesuai dengan aturan daerah yang berstatus rawan bencana.

“Ini surat permohonan BPJS yang masyarakatnya sekitar 500 ribu jiwa, korban terdampak bencana, yang selama ini ditanggung Pemerintah Aceh, sesuai aturan daerah bencana, agar ditanggungkan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, pengalihan pembiayaan ke pemerintah pusat diharapkan dapat meringankan beban anggaran daerah sekaligus memastikan keberlanjutan jaminan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Ia berharap Kementerian Keuangan dapat memberikan persetujuan atas usulan tersebut, sehingga seluruh biaya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga terdampak bencana di Aceh dapat dibiayai melalui APBN.

“Mudah-mudahan ada jawaban dari Menteri Keuangan untuk dibiayai keseluruhan lewat APBN,” katanya.

111 Siswa SMAN 1 Teunom Ikuti Try Out UTBK Program Disdik Aceh

0
111 Siswa SMAN 1 Teunom Ikuti Try Out UTBK Program Disdik Aceh. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | CALANG — Sebanyak 111 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, mengikuti kegiatan try out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan yang digagas oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala SMA Negeri 1 Teunom, Teuku Irwansyah SPdI, mengatakan try out tersebut bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus melatih kesiapan mereka menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun ini.

“Melalui try out ini, kami ingin siswa memiliki pengalaman langsung menghadapi sistem dan karakter soal UTBK SNBT,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai simulasi ujian agar siswa lebih siap secara mental dan teknis saat mengikuti seleksi nasional.

Irwansyah menuturkan, melalui pembiasaan seperti ini siswa diharapkan dapat mengerjakan soal dengan lebih percaya diri dan terukur.

Ia menambahkan, pihak sekolah menargetkan lulusan SMA Negeri 1 Teunom mampu bersaing dan diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia.

“Kami menargetkan siswa dapat menembus 10 universitas favorit nasional. Untuk itu, sekolah menyiapkan berbagai program pendukung secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain try out, pihak sekolah juga mewajibkan para siswa mengikuti program bimbingan belajar gratis yang difokuskan pada persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) serta seleksi sekolah kedinasan.

Irwansyah menjelaskan, program bimbingan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar yang berpusat di Banda Aceh.

“Pendampingan dilakukan secara intensif dengan materi yang disesuaikan standar seleksi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga bimbingan belajar tersebut juga dijadwalkan kembali menggelar try out lanjutan sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap perkembangan kemampuan siswa.

Lebih lanjut, pelaksanaan try out UTBK SNBT di SMA Negeri 1 Teunom turut dimonitor oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Jaya.

“Cabang Dinas turun langsung ke sekolah untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Cabdisdik Wilayah Aceh Jaya meninjau langsung jalannya ujian serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai kesiapan para peserta.

Menurut Irwansyah, pihak Cabdisdik menilai try out UTBK SNBT menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan siswa Aceh dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

“Pembiasaan melalui simulasi seperti ini penting agar siswa siap secara akademik dan mental,” imbuh Irwansyah yang disampaikan oleh pihak Cabdisdik.

Ia menambahkan, program try out yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dan daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta daya saing lulusan di tingkat nasional. (*)

Padat Karya Tunai Dongkrak Pemulihan dan Ekonomi Warga Pascabencana di Aceh

0
Padat Karya Tunai Dongkrak Pemulihan dan Ekonomi Warga Pascabencana di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA, mendukung penuh pelaksanaan program Padat Karya Tunai di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program ini melibatkan sekitar 20 ribu warga dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan.

“Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat”, kata Safrizal dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Menurut Safrizal, program yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini bukan hal baru di Aceh. Skema serupa pernah diterapkan saat tsunami 2004 melalui program cash for work untuk membersihkan dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk bekerja maksimal agar hasilnya optimal.

“Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya” ajak Safrizal.

Satgaswil PRR Aceh juga mengapresiasi langkah Kementerian PU dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur melalui program tersebut.

“Pogram itu dalam ikhtiar percepatan rehab rekon yang diarahkan untuk pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, pembersihan drainase, penanganan persampahan dan limbah serta pekerjaan air bersih” kata Kasatgaswil Aceh.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2026 program Padat Karya Tunai di Aceh akan menyerap 20.394 tenaga kerja, terdiri atas 18.345 orang untuk Sumber Daya Air, 451 orang untuk Bina Marga, dan 1.598 orang untuk Cipta Karya.

“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan untuk kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Aceh Tamiang,” jelas Wida, Senin (9/2/2026).

Pendaftaran program telah dibuka sejak 4 Februari 2026 untuk wilayah Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.

“Persyaratan pendaftaran antara lain mengutamakan warga setempat, pria, sehat jasmani dan rohani serta menyertakan KTP/KK atau Surat Keterangan Domisili dari Pak Keuchik/Reje/Datuk,” ungkap Wida.