Beranda blog Halaman 2047

Gubernur Nova Terima Kunjungan Kapolda Aceh, Bahas Pengendalian Covid

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh Nova Iriansyah menerima kujungan silaturrahmi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Ahmad Haydar, di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (16/8/2021). Kedatangan Kapolda Aceh yang baru itu guna membahas terkait penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Aceh yang trend kasusnya cenderung meningkat.

Gubernur dalam pertemuan itu didampingi Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar AP, dan Kepala Biro Umum Setda Aceh Akmil Husein.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Aceh menyampaikan beberapa hal penting yang dibahas, diantaranya menyangkut penerapan isolasi terpusat (isoter), vaksinasi, dan tempat peristirahatan bagi para tenaga kesehatan.

“Kedatangan kami ini untuk bersilaturrahmi serta membahas tentang penertiban pandemi Covid-19 di Aceh, agar penanganan Virus ini bisa berjalan lebih efektif serta taktis,” kata Ahmad Haydar.

Ia mengatakan, upaya penanganan pandemi Covid-19 di Aceh harus terus digalakkan, mengingat kondisi saat ini tingkat hunian kamar di rumah sakit rujukan Covid-19 di Aceh sudah mencapai 80 persen. Maka itu, ia menginginkan agar Pemerintah Aceh dapat memaksimalkan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter).

Kemudian, lanjut Haydar, terkait vaksinasi, Pemerintah Aceh juga harus dapat mendorong masyarakat agar dapat segera melakukan vaksinasi, untuk mencapai Herd Immunity atau Kekebalan Kelompok.

“Tapi semua itu tidak bisa dilakukan sendiri dan harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan Kapolda Aceh. Mengingat hal tersebut semata-mata untuk melindungi segenap masyarakat Aceh agar an terhindar dari wabah Covid-19.

“Terima kasih atas kunjungan pertamanya. Saya sepakat dengan Pak Kapolda, nantinya bisa kita sampaikan dalam rapat teknis Satgas Covid-19. Yang baik akan kita pertahankan dan yang lemah akan kita tingkatkan lagi,” kata Nova.

Gubernur Aceh itu menambahkan, dalam penanganan wabah Covid-19 dibutuhkan kerja sama atau kerja kolaboratif dari semua sektor, agar penanganan dan pencegahan virus corona dapat di atasi dan ditangani dengan efektif.

Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan yakni, memakai masker dan menjaga jarak.[]

Pemeriksaan Pansus LHP BPK DPRA untuk Proyek Kabupaten/Kota Belum Rekap Hasil

0

Nukilan.id – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh telah selesai mengecek proyek fisik maupun non fisik di seluruh Kabupaten/Kota. Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan oleh seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Hal itu disampaikan Ketua Pansus LHP BPK, Tarmizi kepada Nukilan.id, Senin (16/8/2021) di Banda Aceh.

Tarmizi juga menyampaikan bahwa, pelaksanaan pengecekan tersebut dilakukan pada Daerah Pemilihan (Dapil) dari masing-masing anggota DPRA.

“Dan melakukan pemeriksaan terhadap laporan dana transfer ke Kabupaten/Kota, khususnya laporan dana untuk penanganan Covid-19 dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020,” kata Tarmizi.

Lanjutnya, masing-masing dapil pansus anggota DPRA, nantinya akan menyiapkan laporan dan rekomendasi untuk diserahkan kepada Tim Pansus LHP BPK.

Selain itu, Tarmizi mengatakan bahwa, sebelum Tim Pansus LHP BPK DPRA turun ke lapangan, Pimpinan DPRA terlebih dahulu mengirim surat kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk memerintahkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), agar mendampingi Tim Pansus di seluruh Dapil dengan membawa dokumen lengkap sesuai yang telah diminta oleh Tim Pansus.

“Namun, saat di lapangan, tidak semua SKPA koperatif, karena ada dinas yang tidak mau mendampingi Tim Pansus ada juga dinas yang tidak menyerahkan dokumen walaupun sudah dihubungi berulang kali,” ungkapnya.

Tarmizi sangat kecewa dan menyayangkan sikap tersebut, seharusnya seluruh SKPA koperatif, karena Tim Pansus turun ke lapangan untuk menjalankan fungsi pengawasan, itu merupakan tugas dari DPRA, dan bukan untuk mencari kesalahan.

“Kalau pelaksanaannya benar tentu tidak salah, jika tidak salah untuk apa takut dan sengaja menghindar, tentu ada sesuatu hal,” ujarnya.

Sementara itu, Politisi Muda Partai Aceh ini juga mengatakan, terkait hasil pemeriksaan lapangan, Pansus LHP BPK DPRA nantinya akan mempelajari semua dokumen SKPA dan proyek-proyek yang menjadi perhatian masyarakat.

“Seperti, proyek Jembatan Krueng Teukuh Abdya yang dikerjakan asal-asalan, dan akan kami turun dan mengecek kembali. Karena jika jembatan ambruk, maka dapat membahayakan nyawa masyarakat, tidak boleh main-main dalam hal ini,” tegas Tarmizi.

Begitu juga dengan Mesjid UTU di Aceh Barat, sambungnya, yang dikerjakan tidak profesional, karena atapnya mesjid tersebut bocor. Seharusnya rumah ibadah dikerjakan dengan sempurna.

“Jadi, kalau mesjid saja dikerjakan tidak profesional, apalagi kontruksi lainnya. Bahkan ada temuan proyek fiktif dan semua temuan tersebut akan menjadi rekomendasi Pansus untuk diteruskan ke Aparat Penegak hukum. Kita tidak main-main dalam menjalankan tugas, ini semua demi rakyat Aceh,” terang Tarmizi.

Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini kita sedang menunggu dan mengumpulkan semua laporan dari setiap Dapil Pansus LHP BPK DPRA, target minggu depan proses tersebut sudah selesai.

“Maka, jika sudah terkumpul, akan ketahuan proyek-proyek yang bermasalah, dan kita perlu mengecek kembali ke lokasi. Kemudian, baru kita minta kembali dokumen ke SKPA,” tutupnya. []

Reporter: Irfan

DPW PKS Aceh Peringati Detik-Detik Proklamasi di Puncak Gunung Malahayati

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Provinsi Aceh, rayakan peringatan detik detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke 76 di puncak gunung Malahayati (Barbate) Aceh Besar, Selasa (17/8/2021).

Bertindak sebagai inspektur upacara pengurus DPP PKS Wilayah Sumatera Bagian Utara Ustdz Tengku H Ghufran Zainal Abidin MA komandan upacara ketua DPW PKS Aceh Tengku H Makhyaruddin Yusuf, teks proklamasi di bacakan oleh anggota DPR RI asal Aceh M Nasir Djamil dan Teks Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 dibacakan oleh Anggota DPR RI asal Rafli Kande.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmad diikuti oleh seluruh pengurus wilayah partai keadilan sejahtera Aceh dan kader PKS di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, turut berhadir masyarakat setempat di kawasan bukit Radar.

Pelaksanaan upacara dikawasan Blang Bintang Aceh Besar ini turut dibantu oleh Polsek Blang Bintang.

Dalam amanatnya, Ghufran Zainal Abidin menyampaikan bahwa seluruh kader PKS harus siap dengan segala kondisi untuk tampil di garda terdepan dalam melayani rakyat, terlebih dimasa pandemi seperti sekarang ini.

Selain itu, Juru bicara PKS Aceh, Bardan Sahidi, mengatakan bahwa, upacara peringatan hari besar nasional bagi struktur, pengurus dan kader PKS adalah keharusan dalam semangat nasionalisme berbangsa dan bernegara.

“Dan juga menumbuhkan semangat nasionalisme bagi kader partai,” kata Anggota Komisi I DPR Aceh itu.[]

Ini Profil Ardelia Muthia Zahwa, Pembawa Baki Bendera Merah Putih

0
Ardelia Muthia Zahwa. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

Nukilan.id – Ardelia Muthia Zahwa terpilih sebagai pembawa baki bendera merah putih dalam upacara HUT ke-76 RI di Istana Negara, Selasa (17/8/2021). Ardelia merupakan remaja 16 tahun yang berasal dari Medan.

Ardelia Muthia Zahwa adalah siswa SMA Harapan 1 Medan. Dia dinyatakan terpilih sebagai anggota paskribraka nasional pada akhir April 2021. Pihak sekolah SMA Harapan 1 Medan sebelumnya sudah mengungkapkan rasa syurkurnya atas terpilihnya Ardelia dan siswa lainnya yang lolos seleksi Paskibraka Tingkat Kota Medan dan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021.

“Alhamdulillah… Selamat kepada Siswa-Siswi SMA Swasta Harapan 1 Medan yang Lulus Seleksi Paskibra Tingkat Kota Medan dan Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2021,” tulis situs resmi SMA Harapan 1 Medan.

Kini Ardelia Muthia Zahwa bukan hanya lolos seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Ardelia juga sukses menjadi Paskibraka Nasional dan terpilih sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih di Upacara HUT ke-76 RI di Istana Negara.

Ardelia merupakan bagian Tim Indonesia Tangguh, tim yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Selain Ardelia Muthia Zahwa, tiga orang lainnya yang menjadi tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo, Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat, dan Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Lampung.

Berikut profil singkat Ardelia Muthia Zahwa:

1.Ardelia Muthia Zahwa lahir di Tebing Tinggi, 6 Desember 2004.

2. Ardelia bersekolah di SMA Harapan 1 Medan, Kelas X MIPA 2.

3. Ardelia Muthia Zahwa sebelumnya lulus seleksi Paskibraka tingkat Medan. Dia kemudian mengikuti seleksi di tingkat provinsi dengan menjalani tes akademik, tes jasmani, dan wawancara. Saat seleksi wawancara, Sekretaris Dispora Sumatra Utara, Danton Kaveli dan Pihak TNI Angkatan Udara Lanud Suwondo yang langsung melakukan sesi tanya jawab pada remaja 16 tahun itu. Dan setelahnya Ardelia sukses menjadi anggota Paskibraka Nasional hingga terpilih sebagai pembawa baki Bendera Merah Putih.

Selamat Ardelia Muthia Zahwa.

Ardelia Muthia Zahwa. Foto: Lukas – Biro Pers Sekretariat Presiden

[detik.com]

Gubernur Nova Pimpin Upacara Kemerdekaan RI ke-76 di Aceh

0

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memimpin upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke- 76 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Halaman Kantor Gubernur Aceh, Selasa, (17/8/2021) pagi. Meskipun diguyur gerimis, upacara tetap berlangsung khidmat dan sederhana.

Gubernur Nova hadir bersama istri Dyah Erti Idawati. Hadir juga Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin, Kapolda Aceh, Irjen Pol Ahmad Haydar, Pangdam Iskandar Muda, Achmad Marzuki, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Muhammad Yusuf, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Sekretaris Daerah Aceh dan sejumlah unsur Forkopimda Aceh dan Kota Banda Aceh lainnya. Beberapa Kepala SKPA juga berhadir pada kesempatan tersebut.

Sekitar pukul 07.50 WIB, sirine dibunyikan sebagai tanda akan dikibarkan bendera Merah Putih dalam rangkaian upacara peringatan tersebut. Pasukan pengibar bendera tampak tertib dan rapi dalam menjalankan tugasnya.

Upacara peringatan HUT RI yang berlangsung khidmat itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus korona (Covid-19). Seluruh peserta upacara terlihat menggunakan masker pelindung wajah dan jumlah peserta upacara juga terbatas.

Adapun pasukan pelaksanaan Upacara HUT RI ke-76 di Aceh kali ini hanya diikuti secara terbatas yang terdiri dari; kesatuan Raider TNI Angkatan Darat, kesatuan Paskhas Angkatan Udara, kesatuan Brimob Polda Aceh, serta Anggota Satpol PP, juga satu tim dari Korps Musik Kodam Iskandar Muda.

Sementara itu, upacara tersebut juga diikuti secara virtual oleh Para Kepala SKPA dan instansi vertikal beserta ASN Pemerintah Aceh lainnya melalui saluran youtube dan aplikasi lainnya yang telah disedikan panitia pelaksana.

Usai pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan, Gubernur bersama Forkopimda menyerahkan secara simbolis cinderamata untuk keluarga pahlawan dan perintis kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Mereka yang menerima penghargaan tersebut merupakan keluarga dari para tokoh pahlawan Aceh yang memiliki peran penting dalam membela dan memerdekakan tanah air.

Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB Gubernur bersama Forkopimda Aceh mengikuti secara virtual Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, dari Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh. []

Ardelia Muthia Zahwa, Pembawa Baki pada Upacara HUT RI ke-76 di Istana Negara

0

Nukilan.id – Ardelia Muthia Zahwa, anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) asal Sumatera Utara, terpilih menjadi pembawa baki pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pagi ini.

Ardelia merupakan kelahiran Tebing Tinggi, 6 Desember 2004. Saat ini, Ardelia menempuh pendidikan di SMA Harapan I Medan.

Perempuan yang akrab disapa Ardel ini merupakan anak dari Marsono, seorang karyawan BUMN PT.Perkebunan Nusantara III (Persero).

Seperti diketahui, pada Upacara HUT ke-76 RI di Istana Merdeka ini pengibaran bendera akan dilakukan oleh Tim Indonesia Tangguh. Berbeda dari tahun sebelumnya, Paskibraka pada tahun ini dengan formasi lengkap.

Selain Ardel, tiga orang lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas untuk mengibarkan bendera ialah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo, Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat, dan Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Lampung. [sindonews]

PM Malaysia Muhyiddin Yassin Mengundurkan Diri

0
PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, resmi mundur setelah mengajukan surat pengunduran diri kepada Raja Raja Malaysia, Sultan Abdullah Alam Ahmad Shah, Senin (16/8). (AFP/Mohd Rasfan)

Nukilan.id – Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, resmi mundur setelah mengajukan surat pengunduran diri kepada Raja Sultan Abdullah Alam Ahmad Shah, Senin (16/8/2021).

“Hari ini adalah hari terakhir saya sebagai perdana menteri dan saya ridho dengan ketentuan Illahi ini,” ujar Muhyiddin dalam pidato kenegaraan yang dikutip Reuters.

Ia kemudian berkata, “Sesungguhnya jabatan yang saya pikul bukan kemegahan. Ini adalah beban tanggung jawab yang amat berat.”

Setelah mengucapkan terima kasih kepada rakyat Malaysia dan kabinetnya, Muhyiddin menyatakan harapan agar raja dapat memilih penggantinya dengan baik.

“Mudah-mudahan Raja diberikan rahmat kebijaksanaan untuk memilih PM yang baru menurut kehendak lembaga persekutuan,” tuturnya.

Sebelum pengumuman ini, Menteri Ilmu Pengetahuan Malaysia, Khairy Jamaluddin, juga menyatakan bahwa kabinet pemerintahan PM Muhyiddin Yassin juga sudah mengajukan pengunduran diri ke raja.

“Kabinet sudah menyerahkan surat pengunduran diri ke raja. Terima kasih atas kesempatannya. Sekali lagi, untuk melayani negara, Tuhan memberkati Malaysia,” kata Khairy di fitur Story di akun Instagram pribadinya.

Kabar pengunduran diri pemerintahan Muhyiddin terus menguat setelah sang perdana menteri terus dikritik terkait penanganan pandemi Covid-19.

Kepemimpinan Muhyiddin terus digoyang oposisi terutama setelah ia terlibat selisih pendapat dengan Sultan Abdullah terkait pemberlakuan status darurat nasional Covid-19.

Sejak itu, oposisi menganggap Muhyiddin melanggar konstitusi karena melangkahi wewenang Sultan Abdullah. Para penentang Muhyiddin juga merasa sang perdana menteri berupaya menghindari mosi tidak percaya dengan menunda rapat parlemen.

Setelah menentang seruan untuk mundur selama berminggu-minggu, seorang menteri di Kantor PM, Mohd Redzuan Md Yusof, mengatakan Muhyiddin telah memberi tahu anggota partainya, BERSATU, bahwa ia akan mengundurkan diri sebagai PM hari ini.

Muhyiddin pun mengundurkan diri setelah 17 bulan kepemimpinannya di Negeri Jiran yang penuh gejolak. Meski begitu, hingga kini belum jelas siapa yang akan menggantikan Muhyiddin jika ia resmi mundur.

Keputusan itu kemungkinan akan diserahkan ke Sultan Abdullah sebagai kepala negara. Raja Malaysia memiliki kewenangan menunjuk anggota parlemen untuk menjadi perdana menteri yang menurutnya paling mungkin mendapat dukungan mayoritas suara di parlemen.[cnnindonesia.com]

PM Malaysia, Muhyiddin Yassin, resmi mundur setelah mengajukan surat pengunduran diri kepada Raja Raja Malaysia, Sultan Abdullah Alam Ahmad Shah, Senin (16/8). (AFP/Mohd Rasfan)

Rendy Pandugo dan Sivia Buka Acara HUT RI di Istana Negara

0

Nukilan.id – Penyanyi Rendy Pandugo dan Sivia Aziza membuka acara peringatan HUT ke-76 RI pada Selasa (17/8). Mereka tampil membawakan lagu Negeriku yang dipopulerkan Chrisye.

Dalam penampilan tersebut, Rendy Pandugo dan Sivia Azizah tampil mengenakan busana bernuansa etnik. Mereka tampil sambil diiringi penari dari EKI Dance Company yang membawakan tari-tarian daerah.

Peringatan 76 tahun Kemerdekaan RI tahun ini masih sama dengan tahun lalu yakni berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Masih sama seperti tahun lalu, tak ada masyarakat yang diundang ke Istana.

Sebagai gantinya, masyarakat dapat menyaksikan secara virtual melalui Youtube Kementerian Sekretariat Negara.

Setidaknya ada empat puluh ribu partisipan dari berbagai lini masyarakat diundang secara langsung untuk mengikuti upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selanjutnya, upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Sementara itu, berdasarkan siaran pers resmi Istana, Tim Indonesia Tangguh, demikian nama yang disematkan, didaulat untuk bertugas pada upacara tersebut.

Ardelia Muthia Zahwa yang merupakan perwakilan dari Provinsi Sumatera Utara terpilih sebagai pembawa bendera Merah Putih. Wanita kelahiran 2004 tersebut saat ini menempuh pendidikan di SMA Harapan I Medan.

Tiga pengibar bendera lainnya ialah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo.

Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera yang mewakili Provinsi Jawa Barat. Kemudian, Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera yang mewakili Provinsi Lampung.

Sementara itu, Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi didapuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.[cnnindonesia.com]

Fitra-Yudha Dilantik Sebagai Presma dan Wapresma Poltekkes Aceh 

0

Nukilan.id – Poltekkes Kemenkes Aceh telah menyelenggarakan pelantikan Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) periode 2021 di Aula Direktorat Lantai 3 Poltekkes Kemenkes Aceh pada Senin (16/8/2021).

Meskipun diselenggarakan secara tatap muka, namun kegiatan tersebut tetap dijaga ketat keberlangsungannya dan mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan.

Kegiatan pelantikan ini di hadiri oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, T. Iskandar Faisal, S. Kp, M. Kes, Wakil Direktur I, Wakil Direktur II, Wakil Direktur III, Ketua Senat, Ketua alumni, Ketua Biro Kemahasiswaan, dan Staff Direktorat.

Presiden mahasiswa yang dilantik yaitu Fitra Almukarrami dan Yudha Fahrizal sebagai wakil presiden mahasiswa serta sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Poltekkes Kemenkes Aceh lainnya.

“Kita mahasiswa merupakan ujung tombak perubahan bagi negeri, maka sudah sepatutnya hari ini mahasiswa diberikan kebebasan, kemerdekaan berpikir dan bertindak tanpa adanya pembungkaman serta pembekuan akan suara-suara mahasiswa,” kata Fitra Almukarrami dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id.

Lanjutnya, semua ini sudah sepatutnya diberikan dan diberlakukan agar mahasiswa seutuhnya menjadi agent of change dan memberikan perubahan kepada mahasiswa, masyarakat, dan negeri Indonesia tercinta ini, serta hari ini kami mengutuk keras dan menyatakan sikap menolak akan pembungkaman hak-hak dari mahasiswa itu sendiri.

Selain itu, Wakil Presiden Mahasiswa, Yudha Fahrizal mengatakan, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia ini, sudah saatnya kita sebagai pemuda dan mahasiswa menyatakan sikap untuk melawan ketidakadilan, pembungkaman, dan penindasan.

“Mari kita ulang kaji, kita putar memori ke tahun 45 bagaimana para pemuda dan mahasiswa dahulu dengan lantang menyuarakan penolakan akan ketidakadilan dan penjajahan, dan berbuah manis dengan hasil kemerdekaan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Yudha berpesan untuk para mahasiswa dan pemuda saat ini, mari bersinergi, berpartisipasi dalam rangka menyuarakan hak-hak mahasiswa sebagaimana yang telah diperjuangkan oleh para pemuda 45.

“Dan selalu tanamkan dalam benak akan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” sambungnya.

Sementara itu, dalam amanatnya, Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh, T. Iskandar Faisal, S. Kp, M. Kes mengingatkan bahwa mahasiswa harus dapat mengimplementasikan poin-poin dalam Tridharma Perguruan Tinggi.

“Meskipun kita ketahui bahwasanya kondisi saat ini kita sedang dilanda pandemi, akan tetapi semangat juang mahasiswa harus tetap berkibar dan tidak lekang oleh waktu, tetap jalin relasi dan silaturahmi yang baik dengan pihak pemerintah, kampus kampus, masyarakat maupun mahasiswa,” terang T. Iskandar atau yang akrap disapa Pak Tif.

Pak Tif juga mengucapkan selamat kepada pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa yang baru saja dilantik.[]

Spirit Kemerdekaan, Pena Emas Kibarkan Bendera Merah Putih di 0 Km Banda Aceh

0

Nukilan.id – Komunitas Wartawan Pena Emas Aceh mengadakan kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih di puncak kilometer 0 Banda Aceh, di Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Senin (16/8/2021).

Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, dengan Tema “Spirit Kemerdekaan RI ke 76 di Tengah Pandemi Covid-19.

Ketua Komunitas Pena Emas Aceh, Ahmad Fadhil mengatakan, kegiatan ini merupakan bukti kecintaan dan juga mengenang jasa para pahlawan pendiri bangsa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Biarpun kondisi negara sedang di landa musibah pandemi Covid-19 dan Banda Aceh juga sudah masuk PPKM Level 4, rasa kecintaan dari komunitas Pena Emas untuk NKRI tidak pernah memudar sampai kapanpun,” ungkap Fadhil kepada Nukilan.id.

Ia menyebutkan bahwa, kegiatan tersebut dilakukan dengan konvoi bersama membawa bendera merah putih menuju puncak 0 KM Banda Aceh, dan dilanjutkan dengan pengibaran bendera serta menyanyikan lagu kebangsaan, “Indonesia Raya”.

“Pengibaran bendera Merah Putih tersebut berjumlah 11 lembar, 1 lembar berukuran besar dan 10 lembar berukuran kecil, yang dikibarkan di atas puncak bukit nol kilometer Banda Aceh,” sebutnya.

Selain itu, Fadhil mengungkapkan bahwa, dirinya tidak bisa membayangkan pengorbanan para pahlawan pendiri bangsa ini, karena mereka berani mengorbankan nyawa dan harta seluruhnya untuk bangsa ini.

“Semoga di hari jadi yang Ke 76 ini, negara Indonesia selalu tentram, damai, dan tetap mengedepankan sifat gotong royong, terciptanya keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga kita Komunitas Pena Emas Aceh, Bangga Jadi Anak Indonesia,” harapnya.

Upacara yang berlangsung sederhana tersebut dihadiri Danposramil Kuta Raja, Peltu Herry MS beserta jajarannya. []

Reporter: Irfan