Nukilan.id – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami potensi hujan petir hari ini, Rabu (18/8/2021).
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang diunggah BMKG melalui laman www.bmkg.go.id yang di kutip di Jakarta, Rabu pagi, potensi hujan petir akan dialami Banda Aceh, Banjarmasin, Samarinda dan Bengkulu.
Hanya wilayah Mamuju yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat dalam satu hari penuh.
Selanjutnya untuk wilayah yang akan terdampak potensi hujan dengan intensitas sedang yakni Semarang, Padang, Kendari, Palembang dan Medan.
Potensi hujan dengan intensitas ringan akan dirasakan sejumlah wilayah antara lain Serang, Bandung, Jambi, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Ambon, Mataram dan Pekanbaru.
Untuk Jakarta, Bandar Lampung, Ternate, Makassar dan Jayapura akan mengalami cuaca berawan pada pagi hari ini.
Terakhir, hanya Surabaya dan Tarakan yang akan memiliki cuaca cerah pada hari ini.[Antara]
Bendera raksasa diameter 50x26 meter dibentangkan di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, Selasa (17/8/2021). Foto: iNews.id/Yusradi Yusuf
Nukilan.id – Bendera raksasa dengan ukuran 50×26 meter berkibat di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, yang menjadi ikon Kota Takengon. Pengibaran bendera dilakukan oleh jajaran TNI bekerja sama dengan warga dan mahasiswa.
Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Inf Teddy Sofyan mengatakan, pengibaran bendera merah putih diameter 50×26 meter memiliki makna tersendiri dalam memperingati hari kemerdekaan. Dandim turut memimpin upacara dari tepi danau ketika bendera dibentangkan dan peserta melakukan hormat bendera.
“Jadi ukuran benderanya 50×26 meter. 50 ditambah 26 itu jadi 76, melambangkan hari kemerdekaan kita,” kata Dandim Teddy, Selasa (17/8/2021).
Bendera dibentangkan di atas danau dengan belasan perahu. Warga, pelajar dan mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
“Pada dasarnya kami ingin meningkatkan nilai kebangsaan. Kita melibatkan warga, pelajar, kita rangkul mahasiswa,” ujar Dandim.[iNews]
Bendera raksasa diameter 50×26 meter dibentangkan di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah, Selasa (17/8/2021). Foto: iNews.id/Yusradi Yusuf
Nukilan.id – Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad mengatakan bahwa peringatan tersebut dikeluarkan untuk perkiraan tinggi gelombang laut selama tiga hari ke depan mulai 17-20 Agustus 2021.
“Waspadai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Meulaboh – Kepulauan Sinabang dan Samudera Hindia Barat Aceh yang dapat mencapai 4 meter atau lebih,” kata Zakaria, Rabu (18/8/2021).
Selanjutnya, BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai potensi gelombang laut dengan ketinggian mulai 1,25 hingga 2,5 meter di Selat Malaka bagian Utara, perairan penyeberangan Banda Aceh – Sabang dan perairan Lhokseumawe.
Sementara untuk penyeberangan kapal menuju Kabupaten Simeulue dari Kabupaten Aceh Barat atau Kepulauan Sinabang – Meulaboh, potensi tinggi gelombang laut mencapai 4 meter.
Untuk klasifikasi tinggi gelombang laut 1,25 hingga 2,5 meter masih kategori sedang, sedangkan ketinggian mulai 2,5 hingga 4 meter sudah kategori tinggi.
Sebab itu Zakaria mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melaut dalam kondisi cuaca tersebut.
“Kita mengimbau nelayan perlu mewaspadai tinggi gelombang saat melaut, lebih berhati-hati. Kemudian juga kita imbau kepada aktivitas penyeberangan Banda aceh – Sabang dan Aceh Barat – Simeulue,” katanya
Di samping itu, BMKG juga mengingatkan warga terhadap potensi hidrometeorologi di Aceh, terutama wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan sebagian Bener Meriah yang berpotensi hujan deras hingga petir.
Sementara Sabang, Lhokseumawe, Banda Aceh serta sebagian wilayah Pidie kondisi cuaca cerah berawan.
“Sedangkan kondisi prakiraan cuaca di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh berawan tebal hingga hujan sedang,” kata Zakaria.[okezone.com]
Foto: Insiden bendera merah putih terpasang terbalik di halaman Kantor di Aceh Barat yang terekam warga (ANTARA/HO)
Nukilan.id – Heboh, Foto bendera Merah Putih dipasang terbalik berkibar di salah satu kantor dinas di Aceh Barat. Apa penyebab bendera itu terbalik?
Dilansir dari Antara, Rabu (18/8/2021), bendera terbalik itu berkibar di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Aceh Barat. Insiden itu menjadi perhatian karena beredar di media sosial.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Aceh Barat, Tarfin, kemudian buka suara. Dia mengatakan insiden terbaliknya pemasangan bendera Merah Putih di halaman kantor setempat merupakan peristiwa yang tidak disengaja.
“Kami tegaskan bahwa insiden berkibarnya bendera Merah Putih di halaman kantor ini karena kealpaan petugas jaga malam, karena saat benderanya dipasang, diduga petugasnya masih mengantuk,” kata Tarfin.
Dia mengatakan petugas jaga malam itu langsung pulang ke rumah tanpa melihat lebih jelas kondisi bendera. Peristiwa tersebut, kata Tarfin, diduga direkam warga dan tersebar melalui media sosial.
Tarfin menyebut peristiwa itu terjadi pada Hari Kamis (12/8), saat dirinya akan memulai tugas perdana di kantor setempat. Dia menegaskan petugas jaga malam yang memasang bendera terbalik telah diberi teguran.
Dia meminta petugas lebih berhati-hati saat melakukan pemasangan bendera Merah Putih saat pagi hari. Bendera yang terbalik itu kemudian diturunkan dan dikibarkan lagi oleh petugas lain sebagaimana mestinya.
Tarfin menegaskan insiden tersebut murni kealpaan petugas jaga malam yang masih mengantuk. Dia mengatakan peristiwa itu tidak terkait dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-76.
“Insiden terbaliknya bendera Merah Putih ini juga tidak terkait dengan Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun,” kata Tarfin. [detik.com]
Foto: Insiden bendera merah putih terpasang terbalik di halaman Kantor di Aceh Barat yang terekam warga (ANTARA/HO)
Nukilan.id – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh memfasilitasi pengiriman ekspor produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari provinsi itu berupa bahan makanan khas ke Denmark, negara di Eropa. Diharapkan ekspor ini bisa terus meningkat di kemudian hari.
Kepala Bidang Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Provinsi Aceh Isnu Irwantoro mengatakan ekspor bahan makanan khas Aceh tersebut dalam meningkatkan devisa negara. Ada beberapa bahan makanan khas Aceh produk UMKM yang difasilitasi ekspornya ke Denmark.
“Walaupun jumlah belum begitu banyak, namun ekspor ini langkah awal membangun pasar prouk UMKM di luar negeri,” kata Isnu Irwantoro, dilansir dari Antara, Rabu, 18 Agustus 2021.
Bahan makanan khas Aceh yang diekspor ke Denmark tersebut yakni patarana atau dikenal dengan nama “pliek u”, emping melinjo, kapulaga, kemiri, kencur, dan asam keping. Isnu Irwantoro mengatakan berat barang yang diekspor tersebut tidak terlalu banyak, sekitar 53 kilogram. Pengiriman barang tersebut melalui jasa pengiriman DHL Express.
“Kendati jumlahnya tidak terlalu banyak, namun ekspor ini merupakan implementasi program pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi COVID-19. Ekspor tersebut juga untuk membangkitkan UMKM dari kesulitan akibat pandemi covid-19 yang kini masih berlangsung,” kata Isnu Irwantoro.
Isnu Irwantoro mengatakan ekspor bahan makanan khas Aceh tersebut merupakan tindak lanjut kegiatan “Business Matching Hongkong” pada 7 April 2021. Pertemuan itu menghadirkan UMKM dengan kalangan pengusaha luar negeri.
“Kami berharap dengan ekspor tersebut akan membuka peluang pasar internasional bagi komoditas lainnya di Aceh. Aceh memiliki sumber daya komoditas ekspor yang bisa membangkitkan perekonomian masyarakat di provinsi tersebut,” pungkas Isnu Irwantoro.[medcom]
Nukilan.id – Gemuruh kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang mengudara di Jakarta sayup-sayup merambat samar hingga ke Aceh. Kabar proklamasi kemerdekaan oleh Sukarno-Hatta jadi desas-desus terselubung sejumlah kalangan, saat rakyat Aceh masih gamang di bawah tekanan Jepang.
Tak ada gegap gempita di Aceh. Kalangan pemuda masih ragu dengan informasi bawah tanah tersebut. Kelompok pergerakan memilih menahan diri sambil menunggu kepulangan Teuku Muhammad Hasan dari Jakarta.
Tokoh besar Aceh itu sudah jauh hari bertolak bersama Mohammad Amir mewakili Sumatera dalam perumusan persiapan kemerdekaan Indonesia.
“Desas-desus mengenai berita [kemerdekaan] tersebut jauh sebelumnya telah didengar oleh beberapa tokoh Aceh. [Namun] Mereka belum berani mengumumkannya kepada masyarakat, karena masih merasa takut pada kekejaman tentara Jepang saat itu,” ujar sejarawan Aceh Teuku Abdullah, akrab disapa T.A Sakti.
Kabar kemerdekaan Indonesia pertama kali didapat oleh sejumlah staf kantor berita seperti Hodoka Kutaradja dan surat kabar Atjeh Simbun pada 21 Agustus 1945. Informasi itu menjalar jadi bisik-bisik di kalangan pergerakan. Mereka bergelut dengan keraguan di tengah keterbatasan informasi.
Seiring ketidakpastian, kabar kemerdekaan terus berseliweran. Teuku Muhammad Hasan tak kunjung datang, gelisah pemuda pun tak lagi bisa dibendung.
Upaya perlawanan akhirnya meletus pada 24 Agustus 1945. Pejuang Aceh terkemuka, Teuku Nyak Arif pasang badan memimpin pergerakan kibar bendera merah putih di Aceh.
Namun rupanya unjuk perlawanan tersebut tak membuat banyak rakyat ikut tergerak. Masyarakat awam saat itu masih belum terlalu paham dengan aksi kibar merah putih yang dipimpin oleh Teuku Nyak Arif.
Barulah ketika Teuku M Hasan dan M Amir pulang dari Jakarta, rakyat Aceh yakin seutuhnya dengan berita kemerdekaan. Segalanya menjadi terang. Aceh tak lagi sembunyi di bayang-bayang keraguan.
T.A Sakti menggarisbawahi, Hasan dan Amir merupakan tokoh penting pembawa kabar dari Jakarta tentang kemerdekaan Indonesia, untuk kemudian dikumandangkan secara luas kepada masyarakat di Aceh pada 29 Agustus 1945
Syahdan sejak itu tokoh-tokoh masyarakat lepas terjun mempelopori gerakan di masyarakat. Para pemuda pun masif melakukan kampanye kepada rakyat untuk menyiarkan kabar kemerdekaan. Warga tergerak memberanikan diri mengibarkan bendera merah putih di berbagai gedung maupun bangunan-bangunan strategis.
“Surat kabar Semangat Merdeka diterbitkan oleh para pemuda untuk menyebarluaskan berita-berita proklamasi dengan cara menempel di tembok-tembok, di rumah-rumah, di toko-toko, di kantor dan sebagainya,” ujar Sakti.
Negara Berutang ke Rakyat Aceh
Selepas Indonesia merdeka, Juni 1948 Presiden Sukarno berkunjung ke Aceh, mengumpulkan tokoh pejuang, pengusaha, dan beberapa pemuda di Hotel Atjeh.
Dia meminta kepada masyarakat Aceh untuk menyumbangkan pesawat yang sangat dibutuhkan untuk kelancaran perjuangan.
Di kemudian hari, warga Aceh membelikan pesawat untuk pemerintah Indonesia dengan nomor RI-001 (Gunawan Kartapranata Via Wikimedia (CC-BY-SA-3.0))
Dengan bantuan para saudagar, pemerintah daerah Aceh dapat membeli pesawat pada akhir bulan Oktober 1948 dengan nomor register RI-001, pesawat itu kemudian oleh Presiden Sukarno diberi nama Seulawah RI-001.
Saat itu rakyat Aceh antusias menyumbang. Rakyat rela pintu rumah mereka digedor di malam hari untuk dimintai sebagian dari emas atau barang lainnya.
Ada seorang saksi sejarah penyumbang pembelian pesawat yang masih hidup hingga saat ini yaitu Nyak Sandang.
Dia satu di antara masyarakat yang menyimpan bukti obligasi sebagai donatur pembelian pesawat dengan nama Seulawah 001 atau saat ini bernama Garuda Indonesia Airways.
Ia menceritakan, saat itu Gubernur Aceh, Tgk Daud Bere’euh mengunjungi Masjid Lamno, Kabupaten Aceh Jaya untuk bertemu dengan masyarakat. Dia mengumumkan bahwa Presiden Sukarno meminta Rakyat Aceh agar menyumbangkan hartanya supaya Indonesia bisa memiliki pesawat.
Saat itu Indonesia baru saja mendeklarasikan kemerdekaan dan pesawat menjadi transportasi yang sangat penting untuk berpergian. Termasuk untuk mengabarkan kepada dunia bahwa telah berdiri sebuah negara bernama Indonesia.
“Atas seruan Gubernur saat itu, kita rela menyisihkan harta benda, untuk kita sumbangkan. Apalagi ini untuk kepentingan Negara, ada yang menyumbang ayam, kambing, uang bahkan tanah,” kata Nyak Sandang saat ditemui di kediamannya, di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.
Nyak Sandang waktu itu berusia 23 Tahun. Ia dan Ayahnya menyumbang sepetak tanah dengan luas di dalamnya 40 batang kelapa. Tanah itu dijual seharga 100 perak pada 1950.
Tanpa pikir panjang dan ikhlas memberikan sumbangan, kata dia, para donatur diberikan bukti surat pernyataan utang (Obligasi).
“Kami dikasih surat ini setelah menyumbang, dan akan dibayar kembali dalam waktu 40 Tahun,” ujarnya.
Bukan hanya dia, warga di Lamno saat itu ada juga yang menyerahkan seluruh hartanya untuk di sumbangkan. Namun, 40 Tahun berjalan, janji untuk mengembalikan itu terkubur dalam ingatan warga sekitar, apalagi paska itu Sukarno dilengserkan.
Nyak Sandang masih menyimpan dengan rapi tanda penerimaan uang darinya kepada pemerintah Indonesia. Termaktub keterangan bahwa sumbangan tersebut berbentuk utang pemerintah Indonesia kepada rakyat Aceh.
Tanda penerimaan tersebut memuat jenis utang, jumlah, nama yang mendaftarkan, tahun dan tanda tangan penerima. Semua keterangan tersebut ditulis dalam ejaan lama. Kemudian tulisannya masih terlihat jelas.
Ia menjadi orang Aceh pertama yang membuktikan sejarah bahwa masyarakat Aceh benar telah menyumbang pembelian pesawat untuk Negara lewat obligasi yang dimilikinya. [cnnindonesia.com]
Nukilan.id – Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Sekda Aceh M Jafar, Selasa (17/08/2021), menyerahkan Surat Keputusan Remisi Umum (RU) secara simbolik kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banda Aceh, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Turut mendampingi Jafar dalam penyerahan remisi umum yang berlangsung di Lapas Lambaro itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh Meurah Budiman berserta Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin.
Dalam sambutannya, Jafar mengatakan, pemberian remisi kepada warga binaan lapas tersebut secara khusus diberikan kepada warga binaan tertentu, seperti narapidana yang telah berjasa dalam bidang kemanusiaan selama masa tahanan, dan napi yang berperan sebagai pemuka bagi napi lainnya.
“Jadi intinya, selama berada dalam masa pembinaan ini, proses penilaian perilaku tetap berjalan. Oleh sebab itu, warga binaan diharapkan untuk terus bersikap baik dan terpuji selama mengikuti proses pembinaan ini,” kata Jafar.
Karena itu, ia meminta, kepada para napi yang mendapatkan remisi agar senantiasa bersyukur, dengan terus berperilaku baik selama dalam pembinaan. Dengan demikian, kehidupan para narapidana akan lebih bermakna dan tenang saat kembali untuk hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Kepada narapidana yang mendapatkan remisi, Saya ucapkan selamat. Semoga remisi ini memberikan kesadaran kepada Saudara untuk berperan lebih baik lagi dalam pembangunan di tengah masyarakat nanti,” ujarnya.
Jafar menambahkan, untuk Lapas Lambaro yang mendapatkan remisi umum atau pengurangan masa tahanan pada peringatan kemerdekaan Indonesia tersebut sebanyak 444 orang narapidana, dari jumlah jumlah keseluruhan narapidana di Lapas Lambaro sebanyak 593 orang.
Sedangkan jumlah keseluruhan narapidana yang memperoleh remisi di Aceh sebanyak 4.941 orang. Dari jumlah tersebut 12 narapidana diantaranya dinyatakan bebas, sedangkan sisanya mendapatkan jumlah remisi yang bervariasi mulai dari 1 bulan hingga 6 bulan.
Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Aceh Meurah Budiman mengatakan, Aceh mengusulkan remisi umum bagi narapidana sebanyak 4.945 orang. Dari jumlah tahanan tersebut yang memperoleh remisi umum dan dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan substantif sebanyak 4.941 orang.
“Dari 4.945 yang disetujui 4.941 orang. Sedangkan untuk remisi II hanya 12 orang saja baik dari lapas Langsa, Bireuen, Banda Aceh maupun Lhoknga itu ada yang bebas karena mendapatkan remisi,” kata Meurah.
Pertemuan itu menerapkan protokol kesehatan ketat, yakni memakai masker, dan menjaga jarak.
Nukilan.id – Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi tahun ini kembali digelar secara virtual. Hal tersebut tentu tak mengurangi semangat dan kekhidmatan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang didampingi istri Annisa Pohan untuk mengikuti rangkaian upacara dari awal hingga akhir dari kediaman, Senin (17/8/2021) pagi.
Tahun ini, Ketum AHY dan Annisa mengenakan busana adat Jawa.
“Teman-teman, kami berdua baru saja menyaksikan Upacara Virtual Peringatan Detik-detik Proklamasi di hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Tentu kita masih sedih ya, karena tahun ini belum bisa ikut upacara seperti dulu, gegap gempita dihadiri oleh banyak sekali masyarakat. Tapi tidak apa-apa yang penting kita tetap fokus untuk selamat dari pandemi Covid-19,” kata AHY kepada Nukilan.id.
Merdeka di tengah pandemi, AHY menyebutkan bahwa, pentingnya berjuang menyelamatkan nyawa manusia.
“Dan seharusnya memang 17 Agustus itu kita peringati dan kita rayakan untuk terus menumbuhkan patriotisme, terutama generasi penerus. Dulu para founding fathers sudah berjuang berdarah-darah sampai kehilangan segalanya, darah, keringat, air mata untuk kemerdekaan Indonesia. Nah hari ini musuhnya bukan penjajah tapi musuhnya adalah Covid-19. Jadi kita harus berjuang untuk menyelamatkan nyawa manusia, karena tidak ada yang lebih berharga dari nyawa manusia,” tuturnya.
Tak hanya nyawa manusia, bagi AHY pemulihan ekonomi juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperjuangkan.
“Kita harus bersatu, seperti tagline yang selalu Partai Demokrat gaungkan, “Bersama Kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit”. Dan juga pemulihan ekonomi karena ekonomi masyarakat juga menjadi sangat penting ketika banyak sekarang yang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, masuk dalam jurang kemiskinan, itulah perjuangan kita hari ini,” lanjutnya.
Terakhir AHY mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjadi bagian dari solusi terbaik bagi bangsa.
“Mari kita terus menjadi bagian dari solusi untuk bangsa. Terus rawat demokrasi, serta jangan pernah lelah untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan di negeri yang sangat kita cintai ini. Dirgahayu ke-76 Republik Indonesia. Semoga semakin aman dan damai, makin adil dan sejahtera, serta makin maju dan mendunia,” ucap AHY. []
Nukilan.id – Belasan relawan yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Banda Aceh menyalurkan bantuan di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (17/8/2021).
Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76.
Bantuan itu berupa 10 kotak air minum waqaf dan tunjangan tunai kepada dua orang Da’i yang ada di Pulau Aceh.
Ketua relawan MRI ACT, Nurul Marhamah mengatakan, kedatangan sejumlah relawan, begitu diapresiasi oleh masyarakat setempat, salah satunya Abu Bakar (65), penerima bantuan, mengungkapkan bahwa, selama ini dirinya harus pergi ke kebun yang jaraknya 5 km untuk mencari nafkah untuk membiayai anak-anaknya.
“Alhamdulillah, berkat bantuan ini bisa meringankan bebannya dalam mencari rezeki di usianya yang tengah senja,” ungkap Nurul kepada Nukilan.id.
Adapun air minum waqaf, kata dia, diberikan kepada pengurus Masjid Baitul Falah, Desa Pasi Janeng, Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh besar.
Oleh karena itu, Nurul sangat mengapresiasi para relawan yang turut mengorbankan waktu dan tenaga untuk bisa mengikuti aksi di hari bersejarah ini.
Ia berharap, bantuan tunai dan air waqaf yang tersalurkan bisa menebar manfaat khususnya bagi penerima dan menjadi amal kebaikan bagi para dermawan dan relawan.[]
Nukilan.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Sabang menggelar Bakti Sosial dengan membagikan Sembako kepada Masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, Selasa (17/8/2021).
Ketua DPC Demokrat Kota Sabang, Indra Nasution menjelaskan bahwa Bakti Sosial ini dilakukan dalam rangka peringatan HUT RI ke-76 yang tahun ini masih dalam situasi Pandemi.
“Dampak Pandemi dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khsusunya di Sabang ini. Ini merupakan langkah kecil dari kami dalam meringankan beban mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Armadi, Anggota DPRK Demokrat menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif bersama para kader Demokrat Kota Sabang.
“Di tengah situasi Pandemi saat ini,HUT RI sudah sepatutnya dirayakan dengan saling meringankan beban mereka yang terdampak,” tutup Pimpinan DPRK Sabang ini.
DPC Partai Demokrat Kota Sabang Gelar Bakti Sosial dengan Membagikan Sembako untuk Masyarakat, Selasa (17/8/2021)
Acara Baksos dilaksanakan di Kantor DPC Demokrat Kota Sabang. Acara dihadiri oleh Anggota DPRK Kota Sabang; Armadi dan Ryani Mutia, serta jajaran Pengurus Demokrat Sabang yang diketuai oleh Indra Nasution.[]