Beranda blog Halaman 2005

BKSDA Aceh Lepasliarkan Enam Burung Elang Brontok di Aceh Tengah

0
Elang brontok yang siap dilepasliarkan oleh BKSDA Aceh di kawasan hutan konservasi Uyem Gayo, Kampung Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (ANTARA/Kurnia Muhadi)

Nukilan.id – Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melepasliarkan enam burung elang brontok di kawasan wisata konservasi Uyem Gayo, Kampung Hakim Bale Bujang, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (19/9/2021).

Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto mengatakan kegiatan pelepasliaran tersebut dalam rangka memeringati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021.

“Elang ini merupakan (hasil) penyerahan secara sukarela pada Maret 2021 dan sudah kami titip rawatkan di Lembaga Konservasi Taman Rusa Aceh Besar,” kata Agus Arianto, saat acara pelepasan.

Dia menjelaskan kawasan konservasi Uyem GayodiKecamatan Lut Tawar, merupakan habitat yang cocok bagi jenis elang brontok tersebut. Sebelum pelepasan, kata Agus, keenam satwa dilindungi itu sudah dipastikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dilepasliarkan.

“Sudah dilakukan rehabilitasi selama kurang lebih enam bulan, kemudian juga sudah dilakukan pengecekan kesehatan,” katanya.

Dia menuturkan bahwa dalam rangka memeringati Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan pelepasliaran satwa secara serentak dan simultan di seluruh Indonesia sejak Mei hingga Desember 2021.

Sementara di Aceh, kata Agus, pihaknya telah melakukan kegiatan pelepasliaran sejak Juni 2021, yaitu pelepasliaran orangutan, owa siamang dan elang brontok. Untuk Aceh, dari Bulan Juni BKSDA Aceh telah melepasliarkan dua orangutan di Jantho(Aceh Besar) dan di Bulan Agustus melepas owa siamang juga di Janthodan kini pelepasliaran secara bersama-sama elang brontok sebanyak enam ekor.

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia meminta masyarakat setempat turut menjaga kelestarian dan kelangsungan hidup satwa dilindungi itu di kawasan konservasi Uyem Gayo.

Sementara Reje (Kepala desa) Kampung Hakim Bale Bujang Misriadi menyampaikan bahwa, kawasan hutan konservasi Uyem Gayo merupakan satu objek wisata terbaru di Aceh Tengah yang nantinya akan dikelola oleh penduduk tiga desa di sekitar kawasan hutan.

Ia mengatakan ketiga desa itu akan menjaga dan memelihara keberagaman hayati di lokasi itu untuk menjadi daya tarik bagi kunjungan wisatawan, khususnya terkait edukasi dan konservasi burung.

Misriadi menuturkan bahwa untuk memastikan kelangsungan hidup satwa liar, khususnya burung, pihaknya juga sudah menerbitkan qanun desa untuk melarang segala aktivitas perburuan.

“Ini kami namakan lokasi wisata Uyem Gayo dan hari ini kami perkenalkan sebagai objek wisata baru,” kata Misriadi. [Antara]

Jokowi Teken Perpres 82/2021, GMPA: Ini Bentuk Perhatian Pusat kepada Masyarakat Aceh

0
Aktivis Mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dan Humas Penerangan Gerakan Muda Peduli Aceh (GMPA). Foto: Ist

Nukilan.id – Humas dan Penerangan Gerakan Muda Peduli Aceh (GMPA), T. Enda mengapresiasi Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2021 tentang pendanaan penyelenggaraan pesantren.

“Ini adalah suatu bentuk perhatian dari pemerintah pusat kepada masyarakat Aceh dan ini patut diapresiasi, karena peduli terhadap dunia pendidikan Islam yang ada di pesantren,” kata Enda kepada Nukilan.id, Sabtu (18/9/2021).

Selain itu, Enda juga mengatakan bahwa, seharusnya presiden juga mengeluarkan Perpres terhadap para santri agar mendapatkan ijazah/sertifikat yang sama layaknya seperti ijazah pada SMA/SMP bahkan sampai kuliah.

“Dengan keluarnya ijazah/sertifikat ini justru menurut pandangan saya ini akan mengangkat eksistensi pesantren sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, pesantren adalah produk ilmu yang sangat disukai oleh para pemuda/pemudi di Aceh. Tetapi kadang orang terhambat untuk menuntutnya karena harus melakukan dua dunia pendidikan yang terpisah antara pesantren dan dunia pendidikan formal.

“Namun, kalau pesantren dibekali dengan ijazah yang layak dan Stara dengan ijazah formal pendidikan lainnya justru ini membuat kualitasnya lebih baik,” pungkas Enda yang juga aktivis mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry itu.

Reporter: Hadiansyah

Sekda Aceh Minta Wali Kelas Upayakan Strategi Efektif untuk Percepatan Vaksin Siswa

0

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, menargetkan 600 ribu cakupan vaksin bagi anak usia sekolah. Oleh karena itu, ia meminta pihak sekolah khususnya wali kelas agar terus berupaya mencapai realisasi itu dengan membentuk strategi pendekatan terhadap para orang tua murid, untuk mempercepat vaksinasi siswa yang ditargetkan selesai di tanggal 30 September mendatang.

“Strategi ini harus bisa di selesaikan oleh wali kelas. Sangat mungkin tugas ini diambil wali kelas, maka kami sampaikan dan ingatkan seluruh sekolah supaya dapat menggerakkan 1 rombongan belajar (rombel) di tanggung oleh 3 atau 4 guru atas tanggung jawab wali kelas,” kata Sekda seusai berdzikir dan do’a bersama dari SMA Negeri 8 Takengon. Senin (20/9/2021).

Mendampingi Sekda Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Kacabdin Pendidikan Aceh Tengah, dan seluruh jajaran Dinas Pendidikan Aceh Tengah.

Taqwallah optimis, melalui kedekatan yang di bangun para wali kelas dengan para siswa dan wali murid akan berdampak baik terhadap kesuksesan pelaksanaan vaksinasi siswa. Setiap daerah memiliki karater kesulitan tersendiri, namun Sekda meminta agar para guru tidak menyerah untuk terus berupaya memberikan pemahaman dan meyakinkan para orang tua terkait vaksinasi aman.

“Banyak strategi yang dapat diterapkan masing-masing sekolah. Memang pekerjaan ini sungguh berat, tapi karena virus tidak mengenal libur maka kita terus bergerak terus tanpa libur, supaya ini bisa terus kita selesaikan dalam kesempatan pertama,” ujar Sekda.

Seperti biasa, usai berdzikir Taqwallah menyapa sejumlah Sekola Menengah Atas untuk memastikan kesiapan vaksin, diantaranya SMA Negeri 1 Kejuruan Muda Aceh Tamiang, SMK Negeri 1 Bireuen, SMA Negeri 1 Bireun, SMA Negeri 1 Mutiara Pidie, SMA Negeri 1 Jambo Aye, SMA Swasta Muslimat Samalanga, SMA Negeri 1 Juli, SMA Negeri 1 Jeumpa, dan SMA Negeri 5 Langsa.

Kegiatan rutin Pemerintah Aceh itu, sudah dimulai sejak 15 Juli lalu dan dilaksanakan setiap hari kerja pada pukul 08.00- 08.30 WIB. Jumlah partisipan dzikir dan do’a rutin yang digelar setiap pagi secara virtual itu berjumlah 834 partisipan yang terdiri dari ASN Pemerintah Aceh baik di SKPA, UPTD, Kacabdin, SMA dan Kantor Cabang Bank Aceh, yang mengikuti secara virtual, dimana setiap partisipan di daerah masing-masing terdapat 50 hingga 80 peserta dzikir.

21 Klub Kecamatan dari Aceh Selatan Ikuti Futsal Hamas Cup di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (Hamas) mengadakan kegiatan Futsal Hamas Cup di lapangan Fair Play, Setui, Kota Banda Aceh. Sabtu, (18/9/2021)

Acara ini dibuka langsung Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Irpannusir, M.I.Kom selaku tokoh masyarakat Aceh Selatan.

Irpannusir berharap, dengan adanya kejuaran ini bisa mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan melahirkan atlit-atlit baru untuk olah raga futsal yang nantinya bisa memperkuat daerah pada event lebih tinggi ke depannya.

“Semoga pemuda dan seluruh mahasiswa dari Kabupaten Aceh Selatan selalu bisa berkembang didalam dunia Olahraga dan selalu dapat mengharumkan nama baik daerah,” harap Irpannusir.

Selain itu Ketua Umum HAMAS juga berharap”Dengan adanya kejuaran ini kita harapkan agar terjalinnya silaturahmi yang baik serta bisa meningkatkan kualitas mahasiswa dibagian olahraga, program ini juga merupakan program terakhir dari periode 2019-2021,” tutupnya.

Turnamen futsal ini diikuti sebanyak 21 tim yang terdiri dari 18 kecamatan paguyuban Pemuda Aceh Selatan (PAS) Asrama Naga Sakti dan club HAMAS, kegiatan ini berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19,” kata Sahminan selaku Ketua Panitia Pelaksana.

Reporter: Irfan

Team Volly Aceh Timur Lolos ke PORA Pidie 2022, IPPAT Ucapkan Selamat

0

Nukilan.id – Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur mengatakan selamat kepada tim cabang olahraga Volly Ball Aceh Timur yang masuk ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke-14 usai melawan Tim Volly dari Kabupaten Gayo Lues di PRAPORA Aceh.

sempat tertinggal pada set pertama dan kedua, akhirnya atas dukungan sporter yang sangat luar biasa dari anggota DPRA dapil Aceh timur Tgk m.yunus dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Aceh Timur (IPPAT) yang datang langsung ke stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.

Tim Aceh Timur kembali bangkit dari kekalahan dan berhasil menang pada Set ke tiga, ke empat dan pada set penentuan akhirnya Tim Aceh Timur meraih kemenangan 3-2 berhadapan Tim Volly Ball Gayo Lues, Pada Minggu Sore (19/09) di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh.

Dengan kemenangan melawan Tim Gayo Lues, Tim Aceh Timur Lolos ke PORA di Kabupaten Pidie tahun depan (2022).

Suryadi spd ketua IPPAT Aceh Timur mengatakan, Apresiasi Setinggi-tinggi kepada Pemain, Pelatif dan Staf yang bisa membalikan keadaan padahal sempat tertinggal 2-0 atas semangat dan Prestasi bisa lolos ke PORA PIDIE 2022 ucapan Terima kasih kepada seluruh suporter yang hadir secara langsung memberi dukungan Moril untuk kemajuan Olahraga aceh Timur khususnya. Kita berharap di PORA Nanti Aceh Timur bisa menjadi juara Umum

Atas dukungan sponsor yang luar biasa akhir semangat tim mulai terbakar, hingga memenangkan pertadingan dengan baik dan sukses.

Dengan sendirinya berarti tim Aceh Timur secara otomatis berhak mendapatkan tiket langsung menuju ke ajang PORA di Kabupaten Pidie Tahun depan.

Hal ini terwujud tidak terlepas dari Doa dan dukungan masyarakat dan seluruh element di Aceh Timur.[]

Ambulance SUS Dipakai ke Tempat Wisata, YARA Minta Dinkes Aceh Jaya Tindak Tegas

0
Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Jaya, Sahputra. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Jaya, Sahputra meminta Bupati melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Jaya, agar mengusut dan memberi sanksi tegas kepada Kepala Puskesmas (Kapus), jika benar sebagaimana foto yang viral di media sosial dimana sebuah mobil ambulan dengan tulisan Saweu Ureung Saket (SUS) yang terparkir di tempat wisata Taman Rusa Aceh Besar.

Diketahui, mobil tersebut adalah mobil ambulance milik dinas kesehatan Kabupaten Aceh Jaya. Dan program SUS ini salah satu inovasi Kabupaten Aceh Jaya di bidang kesehatan yang sudah berjalan sejak tahun 2016 lalu. Kemudian di tahun 2020, Program SUS masuk top 90 dan top 45 inovasi pelayanan publik Kemenpan-RB, sehingga pemerintah pusat memberikan Alokasi DID sebesar Rp 12 milyar sebagai penghargaan kepada Kabupaten Aceh Jaya atas capaian pelayanan publik di bidang kesehatan.

Kendaraan operasional tersebut diperuntukan untuk membantu Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk memberikan pelayanan kesehatan SUS secara langsung ke rumah masyarakat dan berbagai pelayanan kesehatan lainnya.

“Saya sudah menghubungi Kadis Dinkes Aceh Jaya meminta usut dan tindak tegas oknum yang salah menggunakan mobil dinas tersebut, pasalanya ini sudah keterlaluan tidak ada alasan pembenaran untuk hal itu karena hal itu dapat merusak citra Pemerintah Aceh Jaya di mata masyarakat. Apalagi, yang dilakukan terekam dan viral di masyarakat melalui media sosial (medsos). Hal ini dapat mengakibatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah menurun. Maka harus diperjelas dan diusut. Jika ada oknum yang ternyata benar-benar bersalah, harus ditindak tegas,” kata Sahputra dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Minggu (19/9/2021).

Ia menjelaskan, sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai yang mengatur soal penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi tercantum di Pasal 4 bahwa, melakukan kegiatan bersama dengan atasan, teman sejawat, bawahan, atau orang lain di dalam maupun di luar lingkungan kerjanya dengan tujuan untuk keuntungan pribadi, golongan, atau pihak lain, yang secara langsung atau tidak langsung merugikan negara. []

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Jaya, Sahputra. (Foto: Ist)

BMKG: 20-21 September, Waspada Banjir/Bandang di Aceh

0
Banjir Subulussalam. (Foto: Dialeksis.com)

Nukilan.id – BMKG memprediksi terjadinya hujan lebat pada 20 hingga 21 September 2021. Akibatnya, sejumlah wilayah berpotensi banjir dan bandang.

Dalam keterangannya, BMKG mengingatkan waspada banjir dan bandang kepada 19 daerah yang berlaku pada 20 September pukul 07.00 WIB hingga 21 September pukul 07.00 WIB.

Potensi banjir dan bandang ini hampir merata di sejumlah provinsi. Berikut 19 provinsi yang diprediksi terjadi banjir dan bandang pada 2 hari ke depan:

1. Aceh (waspada)

2. Jambi (waspada)

3. Bengkulu (waspada)

4. Sumatera Selatan (waspada)

5. Banten (waspada)

6. Jawa Barat (waspada)

7. Kalimantan Utara (waspada)

8. Kalimantan Timur (waspada)

9. Kalimantan Selatan (waspada)

10. Sulawesi Utara (waspada)

11. Gorontalo (waspada)

12. Sulawesi Tengah (waspada)

13. Sulawesi Barat (waspada)

14. Sulawesi Selatan (waspada)

15. Sulawesi Tenggara (waspada)

16. Maluku Utara (waspada)

17. Maluku (waspada)

18. Papua Barat (waspada)

19. Papua (waspada)

Masyarakat juga dapat mengakses website BMKG untuk dapat mengetahui informasi terkini seputar cuaca. BMKG juga dapat dihubungi melalui call center 021-196.[detikcom]

Blusukan ke Kebun, Ketua Pemuda Tani HKTI Dengar Keluhan Kelompok Tani Rumpun Bambu

0

Nukilan.id – Ketua Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Aceh Nurul Fazri beserta petani milenial Aceh Timur dan kota Langsa lakukan kegiatan blusukan ke kebun kelompok Tani Rumpun Bambu, desa Timbang Langsa, kecamatan Langsa Baro, kota Langsa, Minggu(19/9/2021).

Blusukan tersebut bertujuan untuk melihat hasil kebun kelompok tani di tanah seluas 60 Hektar dan telah berhasil menanam sayuran seperti vanili anggur, porang dan jenis tanaman yang dibutuhkan pasar.

Hasilnya ditemukan beberapa kendala para petani tersebut yang dikeluhkan selama ini diantaranya kekurangan modal,ketiadaan sumber air dan kebutuhan traktor roda 4 untuk mengelola lahan seluas 60 hektar itu.

Anto anggota kelompok tani Rumpun Bambu menjelaskan selama ini pihaknya mengalami kendala di bagian suplai air karena para petani masih membeli air didaerah setempat dan terkadang menunggu curah hujan tinggi untuk menyiram tanaman.

“Selama ini kami  tidak ada alat untuk membuat sumur bor dan juga tidak ada supsidi pupuk dalam mengelola lahan sebesar ini, baik dari sewa alat atau kelengkapan lainnya belum ada bantuan dari pihak mana pun sampai sekarang, disisi lain pun bisa dibilang kami kurang modal,” sebut Anto.

Ia juga menyebutkan hasil dari kebun ini juga biasanya akan di ekspor dan langsung di jual kepada konsumen.

“Dan semoga dengan kehadiran Fazri dapat mewakili petani agar mendapatkan bantuan buat sumur bor di sini.” imbuhnya.

Sementara itu di tempat yang sama Bagus Setiawan petani melinal dari Aceh Timur mengatakan di Aceh Timur khususnya petani cabai dan palawija untuk menggarap tanah membutuhkan traktor.

“Petani Aceh Timur sangat membutukan traktor agar lebih maksimal dan efisien dalam kinerjanya, karena selama metode manual para petani sangat jauh tertinggal dari segi panen dan kualitasnya,” ungkapnya.

Merespon hal tersebut Fazri mengatakan dengan kehadiran Pemuda Tani HKTI Aceh saat ini diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi keperluan para petani disetiap kabupaten/kota provinsi Aceh.

“dengan adanya aspirasi ini, kami juga akan upayakan dan menyampaikan kepada pemerintah untuk para petani yang membutukan fasilitas dan bantuan dan memaksimalkan hasil para petani di kabupaten/kota di Aceh,” sebut bung Fazri.[]

MIN 8 Peukan Bada Terbakar, Kakanwil Kemenag Aceh: Ini Kabar Duka dan Memprihatinkan

0

Nukilan.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg menyampaikan duka cita atas terbakarnya gedung MIN Peukan Bada di Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (18/9/2021) sore.

“Ini merupakan kabar duka bagi kita semua, salah satu madrasah kita terbakar. Kita harap musibah ini menjadi pelajaran bagi kita semua, dan kita harapkan ini tidak menganggu jalannya proses pembelajaran di madrasah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui.

“Kita terus memantau berapa ruang kelas yang terbakar dan apa penyebabnya,” katanya.

Sebanyak enam ruangan belajar MIN tersebut dilalap si jago merah

Menurut Kasi Penmad Kemenag Aceh Besar Suryadi SAg sumber api masih dalam penyelidikan, “Kita harap segera ada informasi lanjutan apa sebab terjadinya kebakaran ini,” katanya.[]

Tiga Daerah di Aceh Masih PPKM Level 4: Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Hingga kini, Banda Aceh masih berada dalam PPKM level 4. Oleh sebab itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta warga agar terus waspada akan penyebaran Covid-19 di ibukota provinsi Aceh ini.

“Banda Aceh masih dalam status PPKM level 4, belum menurun. Untuk itu kita harus lebih tingkatkan lagi kewaspaan dalam menghindari penyebaran virus berbahaya ini,” kata Aminullah, Minggu 19 September 2021, di Pendopo.

Aminullah mengungkapkan, berdasarkan Inmendagri nomor 40 tahun 2021, Banda Aceh merupakan daerah yang masih berstatus ‘Red Zone’, atau dengan tingkat penyebaran virus yang tinggi. Selain Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Tamiang pun berstatus sama.

“Hal ini berdasarkan asesmen oleh Kementrian Kesehatan, yang secara khusus disampaikan melalui Gubernur untuk menerapkan kegiatan seperti ketentuannya (PPKM level 4),” jelasnya.

Diantara ketentuan tersebut, Aminullah menyebutkan, pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di satuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak

jauh, pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial diberlakukan 25% (dua puluh lima persen) maksimal staf Work From Office (WFO) dengan prokes secara ketat, dan berbagai ketentuan lainnya yang mengatur aktivitas di tempat ramai seperti pusat perbelanjaan, rumah ibadah dan sebagainya.

Aminullah pun berharap kerja sama segenap lapisan masyarakat bersama jajaran pemerintahan dalam memutuskan mata rantai virus asal Wuhan itu.

“Pemerintah dan masyarakat adalah unsur utama dalam menekan angka Covid-19 ini. Kami mohon partisipasi bersama, agar terus disiplin melaksanakan prokes, tetap waspada dan berdoa bersama agar pandemi cepat berlalu,” pungkasnya.