Beranda blog Halaman 2004

Status PPKM Kota Banda Aceh Turun ke Level 3

0
Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, SE, Ak, MM. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman bersyukur atas perubahan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Banda Aceh dari Level 4 (empat) turun ke Level 3 (tiga).

“Dengan PPKM level 3 aktivitas masyarakat akan terbuka, sudah bisa sekolah tatap muka dan perekonomian masyarakat bisa hidup kembali,” ujar Aminullah kepada Nukilan.id, Selasa (21/9/2021).

Tidak hanya itu, lanjutnya, pelaksanaan protokol kesehatan juga harus tetap dilakukan dan pemerintah kota Banda Aceh akan terus mengawal aktivitas masyarakat agar tetap patuh Prokes.

“Angka vaksinasi juga akan terus digenjot, agar mencapai target. Terima kasih kepada semua pihak baik Polri, TNI, serta jajaran Pemko dan masyarakat yang sudah mendukung Penurunan angka Covid-19,” ucapnya.

Diketahui, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 44 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, Level 2, Dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 (empat), Level 3 (tiga), Level 2 (dua), dan Level 1 (satu) COVID-19 di Aceh sesuai kriteria pandemi diantaranya.

Level 2 (dua) yaitu Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Pidie Jaya.

Level 3 (tiga) yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Nagan Raya, Kota Banda Aceh, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, dan Kota Subulussalam.

Level 4 (empat) yaitu Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Tamiang. []

DPRA Gelar Rakor Bersama Disbudpar dan BPPW Aceh, Bahas IPAL Gampong Jawa

0
(Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Kebudaya dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh, Ditjen. Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rapat tersebut dalam rangka membahas terkait pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Gampong Jawa, Kota Banda Aceh.

Acara berlangsung di ruang rapat Bandan Musyawarah (Banmus) DPRA pada Selasa (21/9/2021) pukul 15.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRA, Tgk. Muhammad Yunus.

Hadir dalam rapat tersebut, seluruh anggota Komisi I, M. Yusuf. Atarmizi Hamid, Bardan Sahidi, Ridwan Yunus, Saiful Bahri, Taufik, dan Nurbaini Mahda, serta jajaran Disbudpar Aceh dan Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Aceh.

Reporter: Hadiansyah

Terkait Vaksinasi Siswa, PW Pemuda Muslim Dukung Upaya Disdik Aceh

0

Nukilan.id – Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muslim Provinsi Aceh mendukung upaya percepatan vaksinasi siswa usia sekolah yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh.

“Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Aceh mendukung Kepala Dinas Pendidikan Aceh dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 pada siswa di atas 12 tahun,” kata Ketua PW Pemuda Muslim, Yulizar Kasma, S.Km, M.Si, Selasa (21/9/2021).

Yulizar yang juga kandidat doktor pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) itu menuturkan, vaksinasi sangat dibutuhkan untuk kekebalan tubuh dari dalam.

Jika masker dan cuci tangan mencegah agar virus tidak masuk ke dalam tubuh, maka vaksinasi akan mencegah dari dalam, sehingga jikapun virus terlanjur masuk ke dalam tubuh tidak sampai mengakibatkan gejala yang parah.

Oleh sebab itu, Yulizar mengajak agar orang tua siswa harus memberikan pemahaman kepada anak – anaknya agar mau divaksin.

“Karena jika ingin sekolah kembali normal, ya kita harus vaksin karena kita kita berhadapan dengan virus yang cepat sekali penularannya. Mau sampaikan kita sekolah online? Apa tidak rindu hidup normal?,” ungkapnya.

Vaksin ini sama saja dengan imunisasi lainnya. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan.

“Saya sendiri lebih suka menggunakan kata imunisasi, dari pada kata Vaksin. Mungkin pemerintah Aceh bisa beralih mengembali ke diksi yang sudah ma’ruf sebelumnya yaitu imunisasi,” saran Yulizar.[]

Aminullah Ajak Warga Banda Aceh Menabung di Mahirah Muamalah

0

Nukilan.id – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengajak warga Banda Aceh untuk menabung di Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) PT Mahirah Muamalah.

“Mari semuanya buka tabungan di LKMS Mahirah Muamalah. Semakin ramai, maka semakin banyak masyarakat kecil di Banda Aceh yang bisa dibantu,” kata Aminullah, Senin, 20 September 2021.

Aminullah menerangkan, menabung di Mahirah merupakan wujud kepedulian pembangunan ekonomi untuk pengentasan kemiskinan di ibukota Provinsi Aceh ini.

“Mahirah memberi kemudahan dalam pembiayaan kepada masyarakat kecil menengah. Ketika Mahirah semakin kuat, maka akan semakin banyak masyarakat ekonomi lemah yang terbantu untuk mengembangkan usaha, serta terciptanya lapangan kerja baru,” katanya.

Ia juga menerangkan, lembaga keuangan mikro milik daerah yang berdiri sejak 2018 itu, terus menunjukkan peran positif dalam memutuskan ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

“Tengkulak, atau istilah lainnya itu ‘Bank 47’, membuat masyarakat kecil semakin terpuruk, menjerat mereka yang miskin hingga semakin miskin, ini berbahaya sekali,” terang mantan dirut BPD Aceh itu.

Aminullah pun berharap partisi masyarakat untuk menabung di Mahirah, dengan demikian akan banyak kaum ekonomi menengah khususnya pelaku UMKM di ‘Kota Gemilang’ yang terbantu nantinya.

Sebagai informasi, sampai dengan 15 September 2021, Mahirah telah menyalurkan Pembiayaan Syariah senilai Rp24 miliar. LKMS Mahirah pun berhasil membukukan pertumbuhan aset sebesar Rp41 miliar.[]

ASN Pemerintah Aceh Raih Juara Nasional Inovasi Teknologi Tepat Guna Kemendes 2021

0
Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto

Nukilan.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh kembali meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, adalah Hendra Saputra yang meraih juara harapan tingkat nasional dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXII Tahun 2021 yang digelar Kementerian Desa (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Prestasi jawara level nasional itu diraih Hendra melalui kreasi berupa Mesin Press Jerami Horizontal Portabel. Prestasi itu adalah sebagai salah satu juara tingkat nasional kategori inovasi teknologi.

Hendra menerima langsung penghargaan atas prestasinya itu dari Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada acara puncak Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XXII Tahun 2021, yang digelar di Gedung Makarti, Kemendesa PDTT, Jakarta, Senin (20/9/2021).

Mewakili Pemerintah Aceh, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto, memberikan apresiasi kepada Hendra Saputra atas prestasinya yang membanggakan Aceh.

Iswanto mengatakan, Hendra Saputra merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh yang bertugas di Dinas Peternakan Aceh. Oleh sebab itulah, Pemerintah Aceh merasa begitu bangga atas inovasi aparaturnya tersebut. Selain bermanfaat bagi masyarakat juga membawa harum nama Aceh di kancah nasional. “Sebelumnya, mesin press jerami horizontal portabel karya Hendra telah meraih peringkat pertama lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Provinsi Aceh pada bulan Juli lalu di tahun ini. Oleh sebab itu, Hendra mewakili Aceh bersaing pada lomba tingkat nasional, Alhamdulillah juga juara,” kata Iswanto.

Untuk diketahui, mesin press jerami horizontal portabel merupakan mesin di bidang peternakan yang bermanfaat dan memiliki keunggulan dalam peningkatan value added di masyarakat khususnya petani-ternak. Tujuan pengembangan teknologi tepat guna mesin press jerami tersebut adalah untuk meringkas waktu pekerjaan peternak, dibanding pekerjaan yang dilakukan secara manual.

Nantinya, adopsi dari inovasi teknologi itu dapat berguna bagi industri kecil dan menengah di gampong yang akhirnya bermuara pada pertumbuhan ekonomi warga, sehingga dapat menyejahterakan warga petani dab peternak khususnya.[]

Pemerintah Aceh Terima 20 Ton Bantuan Oksigen Cair Dari Kadin Indonesia

0

Nukilan.id – Pemerintah Aceh menerima bantuan 20 metrik ton liquid oxygen (oksigen cair) dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Senin (20/9/2021). Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kontribusi Kadin Indonesia dalam rangka penanganan Covid-19 di tanah air.

Kadin Indonesia menyalurkan oksigen ke sejumlah rumah sakit di Indonesia, salah satunya Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh yang menerima sebanyak 20 metrik ton oksigen dari induk organisasi pengusaha di nusantara tersebut.

Pelaksanaan serah terima bantuan secara simbolik oleh Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal kepada Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) dr. Isra Firmansyah itu berlangsung di halaman PINERE RSUDZA, disaksikan langsung oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), jajaran Direksi RSUDZA, dan sejumlah pengurus KADIN Aceh.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menyampaikan ucapan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas bantuan kemanusiaan berupa oksigen cair dari KADIN Aceh dalam rangka penanganan Covid-19 di Aceh.

“Saya atas nama pemerintah Aceh dan seluruh rakyat Aceh sangat berterima kasih kepada Kadin Indonesia yang sangat peduli terhadap penanganan Covid-19,” ujar Nova

Setidaknya, 20 ton oksigen cair tersebut akan dipergunakan untuk membantu memfasilitasi pemenuhan kebutuhan oksigen untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUDZA yang merupakan rumah sakit rujukan Covid-19.

Nova berharap melalui bantuan pasokan oksigen cair tersebut mampu memenuhi kebutuhan oksigen di RS rujukan guna mempercepat penanganan Covid-19 di bumi Serambi Mekah.

“Dua puluh ton oksigen ini adalah bantuan dari Kadin Indonesia melalui Kadin Aceh dalam rangka pemenuhan kebutuhan oksigen di RSUDZA menghadapi Covid-19. Nantinya 20 ton itu akan di transfer ke tangki-tangki yang ada RSUDZA,” kata Nova.

Selain itu, ia juga mengapresiasi Kadin Aceh lantara telah berkontribusi dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Aceh, seperti melakukan vaksinasi, membagikan sembako untuk bantuan pangan sosial, dan penyerahan tabung oksigen.

“Kita harus apresiasi, hal ini menunjukkan bahwa swasta sekalipun tidak berdiam diri menghadapi Covid-19, padahal pihak swasta lah justru yang paling terpukul dalam pandemi ini,” kata Nova.

Kepada jajaran direksi RSUDZA, Nova juga berpesan agar dapat memanfaatkan oksigen tersebut dengan sebaik-baiknya, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat Aceh yang terdampak Covid-19.

“Kita harus berbangga bahwa PCR atau uji swab di Aceh gratis sejak awal dan tidak ada daerah lainya yang menggratiskan itu. Kita berharap dengan hal itu dan bantuan oksigen ini bisa meringankan beban pasien. Setidaknya pasien tidak lagi kesulitan mengeluarkan biaya,” ujarnya.

Sementara itu Plt Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Aceh Muhammad Iqbal mengatakan penyerahan bantuan berupa 20 ton oksigen cair ini adalah bantuan oksigen dari Kadin Indonesia yang diserahkan pihaknya, sebagai wujud kontribusi dunia usaha dalam membantu pemerintah dalam menghadapi pandemi ini.

Menyadari bahwa, penanganan covid-19 merupakan tugas dan tanggungjawab semua pihak. Maka itu sebagai organisasi induk pelaku industri dan pengusaha, pihaknya menyadari pentingnya sinergitas dalam mewujudkan nagara kita bebas dari Pandemi.

Kesadaran itulah yang senantiasa mendorong Kadin untuk terus melakukan Langkah berkontribusi dalam penanganan covid-19, agar supaya pandemi cepat berakhir, dan ekonomi segera pulih. []

744 Peserta Ikuti Kompetensi Sains Madrasah Tingkat Provinsi Aceh 2021

0

Nukilan.id – Pelaksanaan  Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2021 sedang berlangsung. Kompetisi bergengsi tahunan ini dimulai 19-20 September 2021 secara daring.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh Drs Mukhlis M.Pd menjelaskan, hari pertama pelaksanaan KSM berjalan lancar.  Jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 744 orang yang terdiri dari 138 orang untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), 204 peserta tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 402 peserta tingkat Madrasah Aliyah (MA).

Mukhlis mengatakan, ini merupakan persiapan jelang pelaksanaan KSM Nasional pada Oktober mendatang. Sebab itu, ia berharap para peserta mendapatkan nilai yang tinggi sekaligus mempersiapkan diri untuk even nasional.

“Ya  Allah berilah rahmat dan anugerahmu kepada semua ananda kami siswa MI, MTs, dan MA berjuang di KSM Tingkat Provinsi, bukakanlah pintu pemahaman mereka, tenangkanlah hati dan kejernihan pikirannya dalam menganalisa setiap soal sehingga analisanya cepat dan benar,” kata Mukhlis.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan KSM tahun ini.

“Semoga engkau curahkan juga kesehatan, kekuatan, kemudahan kepada guru-guru kami yang telah membimbing mereka dan kepada seluruh help desk, operator, tim pengawas provinsi  dan seluruh teman-teman yang telah menyukseskan KSM Madrasah 2021,” ujarnya.[]

Satgas Covid Aceh Ajak Pelajar Suntik Vaksin di BACH

0

Nukilan.id – Satgas Covid-19 Aceh melalui Ketua Bidang Komunikasi Publiknya, Muhammad Iswanto, mengajak para pelajar usia SMP dan SMA untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 secara gratis yang hingga kini masih digelar oleh Pemerintah Aceh di Banda Aceh Convention Hall (BACH).

“Ayo adik-adik pelajar SMP/SMA sederajat silakan datang setiap hari untuk suntik vaksin covid-19 di gedung BACH Lampineung. Mudah-mudahan dengan cepat selesainya program vaksinasi bagi anak sekolah, proses belajar mengajar tatap muka bisa segera kembali dilakukan,” kata Iswanto, Senin (20/09/2021).

Menurut Iswanto, dalam sepekan ini Pemerintah Aceh, sedang mengakselerasi vaksinasi bagi anak sekolah SMP/SMA sederajat. Sekda Aceh, dr. Taqwallah MKes bahkan memantau langsung pelaksanaan vaksinasi di beberapa sekolah di seluruh Aceh.

“Pusat layanan kesehatan pemerintah selalu terbuka. Silakan ke tempat terdekat jika mau divaksin,” imbuh Iswanto.

Iswanto menambahkan, pada Senin hari ini, sebanyak 476 orang disuntik vaksin covid-19 di Banda Aceh Convention Hall. Dengan penambahan itu, sampai hari ini telah 72.758 orang disuntik vaksin dalam dua tahapan pelaksanaan vaksinasi massal.

Di sisi lain disebutkan, dalam pelaksanaan vaksinasi massal tahap ke dua hari ke- 65 itu, mereka yang disuntik vaksin dosis pertama lebih banyak dari mereka yang disuntik vaksin dosis kedua.

“336 orang disuntik dosis pertama, sementara 140 orang disuntik dosis kedua. Dan 8 lainnya merupakan mereka yang tertunda suntik beberapa waktu lalu,” kata Iswanto.

Iswanto menyebutkan, ribuan orang yang divaksin tersebut tidak lepas dari kerja keras para vaksinator yang bekerja sampai sore hari, dengan tujuan melayani seluruh masyarakat Aceh.

Mereka lanjut Iswanto, telah menunjukkan dedikasi tinggi untuk menjaga rakyat Aceh agar tidak tertular virus covid-19.

Lebih lanjut, Muhammad Iswanto yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, mengatakan antusiasme masyarakat disuntik vaksin masih tinggi. Hal itu menandai bahwa masyarakat percaya akan adanya covid-19 dan salah satu ikhtiar menghilangkan covid adalah dengan cara vaksinasi. Mereka atau masyarakat yakin sepenuhnya vaksin yang digunakan aman dan halal.

“Usaha bersama vaksinasi ini bagian dari ikhtiar kita melawan dan memutuskan mata rantai covid-19 di Aceh,” pungkas Iswanto. []

Banda Aceh Raih Juara Nasional Inovasi Kemendes 2021

0

Nukilan.id – Pemerintah Kota Banda Aceh di bawah kepemimpinan Aminullah Usman-Zainal Arifin kembali mengukir prestasi di level nasional. Kali ini, Banda Aceh berhasil meraih juara nasional Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) 2021.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar kepada Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman pada acara puncak Gelar TTG Nasional XXII, Senin 20 September 2021 di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Desa PDTT, Jakarta.

Adapun inovasi dari Banda Aceh yang menyabet juara pada perlombaan TTG tahun ini adalah Mesin Pres Jerami Horizontal Portabel yang diciptakan oleh Hendra Saputra dan Nurwahid dari Posyantek Kecamatan Banda Raya.

“Alhamdulillah, setelah mendapat juara satu tingkat Provinsi Aceh, dan dikutkan pada lomba inovasi TTG tingkat nasional, kita dapat juara peringkat empat tingkat nasional, dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia,” ujar Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai acara.

Ia mengatakan prestasi itu akan semakin memotivasi pihaknya untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. “Walaupun Banda Aceh bukan daerah sentra produksi padi, karena memang tak punya lahan persawahan, tapi Mesin Pres Jerami Horizontal Portabel ini dapat digunakan untuk mengolah jerami dari daerah lain, dan dipasarkan melalui Banda Aceh sebagai kota pusat jasa dan perdagangan,” katanya.

Wali kota pun menyampaikan apresiasi khusus kepada Hendra Saputra dan Nurwahid beserta tim yang telah menciptakan alat yang sangat berguna bagi para petani tersebut. “Penghargaan atas inovasi ini merupakan persembahan Hendra dan kawan-kawan untuk membawa nama baik Banda Aceh di kancah nasional,” katanya lagi.[]

UIN Ar-Raniry Gelar Rumoh Belajar PSGA untuk Bagun Kesadaran ancaman Seksual

0
Ketua DEMA Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry, Saifullah. (foto: Ist)

Nukilan.id -Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar acara Rumoh Belajar Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di ruang sidang LP2M PSGA, Jum’at (17/9/2021) kemarin. Acara itu bertujuan untuk membangun kesadaran mahasiswa akan ancaman kekerasan seksual dan memastikan keamanan di lingkungan UIN Ar-Raniry,

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Ar-Raniry, Saifullah mengatakan kegiatan ini dalam rangka mendukung implementasi Keputusan Rektor (KR) tentang pencegahan dan penanganan seksual di UIN Ar-Raniry.

Saifullah berharap agar keputusan rektor ini dapat segera terimplementasikan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan UIN Ar-Raniry.

“Bentuk pelecehan seksual terdiri dari banyak bentuk, dan ini sangat rentan terjadi, maka perlu bagi kita untuk bergerak secara kolektif dalam mengantisipasi dan menanggulanginya,” katanya kepada Nukilan.id, Senin (20/9/2021).

Selain itu, kata Saifullah, mahasiswa harus bersedia menjadi mitra stategis PSGA UIN Ar-Raniry untuk mendukung implementasi Keputusan Rektor.

“Adapun manfaat dari kegiatan ini diantaranya, untuk kemaslahatan umum, Darul mafasid, dosen dan mahasiswa, laki-laki dan perempuan, serta menjadi kampus biru tanpa pelecehan dan kekerasan seksual,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah