Beranda blog Halaman 200

Presiden PKS Hadiri Meugang Bersama Korban Banjir di Aceh Tamiang, Salurkan Ratusan Paket Bantuan

0
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menghadiri kegiatan tradisi Meugang bersama masyarakat penyintas banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad (15/2/2026). (Foto: PKS)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf, menghadiri kegiatan tradisi Meugang bersama masyarakat penyintas banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Ahad (15/2/2026).

Kehadiran Presiden PKS tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana banjir di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan itu, Almuzzammil didampingi Bendahara Umum DPP PKS Noerhadi, Anggota DPR RI Fraksi PKS Ismail Bachtiar, Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar, jajaran DPTW PKS Aceh, Ketua DPD PKS Aceh Tamiang Dedi Suriahnsyah, serta para pengurus dan kader PKS lainnya.

Di sela kegiatan, Almuzzammil Yusuf menegaskan komitmen partainya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana, baik di Aceh maupun daerah lain yang mengalami musibah pada akhir tahun 2025, seperti Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh Aleg dan pejabat publik PKS untuk berkontribusi maksimal dalam membantu korban banjir. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Almuzzammil dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden PKS juga menyerahkan secara simbolis sebanyak 684 paket bantuan kepada para penyintas banjir. Bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang sedang berupaya bangkit setelah bencana.

“Meskipun dalam kondisi yang belum stabil seperti saat ini, namun ada nilai-nilai budaya yang tetap dijaga oleh masyarakat Aceh yaitu Makan daging bersama menyambut bulan suci Ramadhan, maka kita hadir membersamai masyarakat Aceh,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Aceh Ismunandar menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen nyata PKS terhadap masyarakat Aceh, khususnya warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Ia menyebutkan, Almuzzammil telah dua kali turun langsung ke wilayah tersebut.

“Sebelumnya pada 13 Desember 2025, beliau juga sudah turun langsung meninjau kondisi pascabanjir dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, bahkan beliau menginap bersama korban banjir Aceh Tamiang,” ujar Ismunandar.

Ia menambahkan, kegiatan meugang bersama menjadi simbol kebersamaan sekaligus upaya memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah kondisi sulit yang dialami masyarakat.

“Semoga masyarakat Aceh khususnya korban banjir tetap bisa menjalankan ibadah puasa tahun ini sebagaimana tahun-tahun sebelumnya meskipun dalam kondisi serba kekurangan,” pungkasnya.

Tradisi Meugang yang identik dengan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dimanfaatkan sebagai momentum berbagi dengan warga penyintas banjir. Tradisi ini merupakan warisan budaya Aceh yang telah berlangsung turun-temurun, di mana masyarakat membeli dan menyantap daging bersama keluarga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan maupun Idul Fitri.

Layanan Kesehatan Gratis Hadir di Pengungsian Aceh Tamiang, Kolaborasi BPH Migas–Ditjen Minerba Bantu Ribuan Warga

0
Layanan Kesehatan Gratis Hadir di Pengungsian Aceh Tamiang, Kolaborasi BPH Migas–Ditjen Minerba Bantu Ribuan Warga. (Foto: BPH Migas)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Suasana berbeda tampak di Hunian Sementara (Huntara) Simpang Empat Opak, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (14/2/2026). Kawasan yang terdiri dari 10 blok hunian bagi sekitar 600 kepala keluarga korban bencana itu dipadati warga sejak pagi hari untuk mengikuti pelayanan kesehatan gratis yang digelar oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai mendaftarkan diri di tenda layanan berukuran 84 meter persegi yang didirikan di area fasilitas umum Huntara. Selain pemeriksaan kesehatan, panitia juga menyediakan ruang khusus pengambilan obat dan vitamin guna membantu menjaga daya tahan tubuh para penyintas.

Memasuki pukul 08.30 WIB, tenaga medis mulai memanggil warga satu per satu untuk menjalani pemeriksaan. Antrean terus bertambah hingga siang hari, sementara suasana di sekitar lokasi tetap hidup dengan aktivitas anak-anak yang bermain di taman yang tersedia. Warga yang telah selesai menjalani pemeriksaan turut menerima bantuan berupa beras tiga kilogram, biskuit, serta sereal.

Program layanan kesehatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penghuni Huntara. Mustika (34), warga Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, yang tinggal sekitar 10 kilometer dari lokasi, turut datang setelah mengetahui informasi kegiatan melalui aplikasi percakapan.

“Saya alergi gatal-gatal, bisa jadi karena air dan ada debu. Pernah ada (layanan kesehatan gratis) tapi tidak sebesar ini. Posko kesehatan ini membantu kami. Pengobatan juga sangat membantu,” ucapnya.

Hal serupa disampaikan Mauliani (63), warga Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, yang menempuh perjalanan sekitar 12 kilometer demi memperoleh layanan pengobatan.

“Kegiatan seperti ini diadakan terus pengobatannya. Dokternya ramah-ramah. Alhamdulillah dikasih obatnya. Kami minta seterusnya bisa begini,” tuturnya.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, bersama Anggota Komite BPH Migas, Baskara Agung Wibawa, hadir langsung meninjau kegiatan. Mereka menyampaikan bahwa layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum dan gigi dasar, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan, hingga kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas bencana.

Wahyudi bahkan terlihat ikut memanggil nama warga berdasarkan formulir pendaftaran sambil menanyakan keluhan kesehatan mereka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keluhan yang paling banyak dialami warga dewasa meliputi batuk, flu, demam, gangguan saluran cerna atau asam lambung, alergi, serta tekanan darah tinggi. Sementara pada anak-anak, keluhan didominasi demam, batuk, pilek, dan alergi.

“BPH Migas menjalankan amanah negara, hadir untuk memberikan bantuan. Artinya, ini bentuk perhatian Pemerintah pusat hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak bencana,” ujar Wahyudi.

Kegiatan layanan kesehatan gratis ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Februari 2026, dengan target menjangkau sekitar 5.000 penerima manfaat dari berbagai kelompok usia. Sebanyak 35 tenaga kesehatan dilibatkan, terdiri dari dokter, apoteker, asisten dokter, tenaga dari BPH Migas dan Ditjen Minerba, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, serta 10 relawan.

“Hari Sabtu di Huntara ini target 3.000 orang. Hari Minggu, 15 Februari 2026 kegiatan akan dilaksanakan di Kecamatan Manyak Payed dengan target sekitar 1.000 orang. Selanjutnya pada hari Senin, 16 Februari 2026 akan dilaksanakan di Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, target sekitar 1.000 orang,” tambahnya.

Selain layanan medis, panitia juga menyalurkan bantuan logistik berupa 3.000 paket beras ukuran tiga kilogram, 2.000 paket biskuit dan sereal, serta 200 kasur angin bagi warga pengungsian di wilayah Manyak Payed dan Tanjung Mancang. Untuk anak-anak, diselenggarakan pula kegiatan mewarnai, edukasi kesehatan, permainan, serta penyediaan buku bacaan.

Menurut Wahyudi, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, aparat kepolisian, serta Babinsa setempat. Berbagai jenis obat yang disediakan, mulai dari obat sirup, tablet, oralit, obat oles, obat alergi, hingga vitamin, dinilai mencukupi kebutuhan warga. Rata-rata pasien menerima dua hingga lima jenis obat sesuai hasil diagnosis tenaga medis.

“Kami BPH Migas dan Ditjen Minerba menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Aceh Tamiang atas kerja sama yang baik ini. InsyaAllah BPH Migas bisa hadir kembali, agar masyarakat tenang, kesehatan terjaga untuk menyongsong bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah bisa dilaksanakan dengan baik,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya BPH Migas telah menyalurkan bantuan bagi korban bencana di Kampung Tanjung Genteng pada 18 Desember 2025, serta memberikan bantuan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah pada pertengahan Januari 2026.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, yang hadir bersama Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Mustakim, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bantuan tersebut.

“Sekarang kita sama-sama menyaksikan kegiatan (layanan Kesehatan). Ini artinya Pemerintah hadir bersama kita, Pemerintah hadir di Aceh Tamiang, Pemerintah hadir di pengungsian (Aceh) Tamiang,” ujar Ismail.

Ia menambahkan bahwa pascabencana, kondisi daerah masih dalam tahap pemulihan, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan publik. Meski demikian, pemerintah daerah meminta masyarakat tetap bersabar dan optimistis.

“Kita yakin, kita percaya Tuhan bersama kita, Allah bersama kita. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita akan normal kembali sebagaimana semestinya,” pungkas Ismail.

Pesawat Simulasi Manasik Haji Mulai Digunakan di Aceh, Wagub Kritik Tingginya Tarif Penerbangan

0
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dalam peresmian fasilitas pesawat simulasi manasik haji di Asrama Haji Kelas I Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Fasilitas pesawat simulasi manasik haji di Asrama Haji Kelas I Aceh resmi mulai beroperasi pada Ahad (15/2). Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut sebagai upaya meningkatkan kesiapan jamaah haji, sekaligus menyoroti mahalnya harga tiket penerbangan rute Aceh–Jakarta yang dinilai masih membebani masyarakat.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah RI serta Garuda Indonesia atas dukungan dalam peningkatan layanan penyelenggaraan ibadah haji di Aceh. Ia menilai keberadaan pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah menjadi langkah penting untuk memperkuat kesiapan calon jamaah secara lebih maksimal.

“Fasilitas ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat strategis karena jamaah dapat merasakan langsung simulasi proses penerbangan dan prosedur keselamatan sebelum berangkat ke Tanah Suci,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, pesawat simulasi tersebut merupakan wahana manasik pertama di Indonesia yang memanfaatkan badan pesawat asli sehingga mampu menghadirkan pengalaman yang lebih realistis. Sementara itu, Gedung A2 Grand Misfalah diharapkan meningkatkan kapasitas pemondokan dengan standar pelayanan yang lebih nyaman dan representatif bagi jamaah.

Selain mengapresiasi fasilitas baru tersebut, Fadhlullah juga menyinggung persoalan mahalnya tiket penerbangan dari Aceh menuju Jakarta. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera dievaluasi karena perjalanan melalui Kuala Lumpur justru kerap lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

“Kami berharap maskapai dapat meninjau kembali kebijakan tarif serta membuka kembali rute Banda Aceh–Medan dan penerbangan langsung Aceh–Arab Saudi, khususnya untuk kebutuhan jamaah umrah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan komitmen pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk terus meningkatkan pelayanan di Aceh, termasuk dalam sektor haji, umrah, dan transportasi udara.

Ia juga menyinggung sejarah panjang kontribusi Aceh bagi Republik Indonesia, termasuk pembelian pesawat Seulawah RI-001 yang menjadi cikal bakal lahirnya Garuda Indonesia. Dengan kekhususan Aceh yang diatur melalui undang-undang, pemerintah pusat diharapkan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat daerah dalam setiap kebijakan nasional.

Petani Aceh Utara Desak Percepatan Revitalisasi Sawah Pascabanjir

0
Petani gampong Pinto Makmur, Muara Batu, Aceh Utara, Mahmudi Ilyas yang tengah berdiri di pematang dan Ridwan yang tengah kesulitan berjalan di sawah terdampak banjir bandang, Kamis (15/1/2026). (FOTO: KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Petani di Kabupaten Aceh Utara melalui Gerakan Pemuda Berusahatani Aceh berharap pemerintah segera merealisasikan program revitalisasi lahan persawahan yang tertimbun lumpur akibat banjir bandang. Hingga kini, program yang telah diluncurkan sejak bulan lalu tersebut belum berjalan di lapangan.

Data mencatat sebanyak 11.929 hektar tanaman padi mengalami puso akibat banjir yang terjadi pada 26 November 2025. Selain itu, total lahan persawahan yang terendam banjir mencapai 18.316 hektar, terdiri dari 7.189 hektar rusak ringan, 6.447 hektar rusak sedang, dan 4.679 hektar rusak berat. Sementara luas baku sawah di Aceh Utara mencapai 39.762 hektar.

Ketua Gerakan Pemuda Berusahatani Aceh, Zulfikar Mulieng, mengatakan program padat karya yang melibatkan petani dinilai sangat membantu pemulihan sektor pertanian. Namun, pelaksanaannya hingga kini belum jelas.

“Program padat karya melibatkan petani sangat bagus. Namun, sampai kini belum berjalan, bagaimana mekanismenya juga kami tidak tahu,” ucap Zulfikar Mulieng dikutip dari Kompas.com, Minggu (15/2/2026).

Ia berharap pengerukan lumpur sisa banjir dapat segera dilakukan agar lahan kembali bisa ditanami, meski sementara menggunakan sistem tadah hujan karena jaringan irigasi belum sepenuhnya pulih pascabencana.

Selain itu, menurutnya, sosialisasi terkait mekanisme program padat karya perlu segera dilakukan. Program tersebut memungkinkan petani membersihkan sawahnya sendiri dengan upah Rp 100.000 per hari, sehingga diperlukan kejelasan teknis pengerjaan dan sistem pembayaran.

“Jika program ini bisa segera dilakukan, ini mempercepat pemulihan ekonomi korban banjir yang petani,” kata Zulfikar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Utara, Erwandi, menyampaikan bahwa program revitalisasi sawah sebenarnya telah diluncurkan dan saat ini masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertanian dan TNI.

“Kami sudah usulkan tahap awal pembersihan lumpur di Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Sawang dulu,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri kegiatan Groundbreaking Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana yang digelar di Desa Pinto Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (15/1/2026). Dalam program tersebut, pembersihan lumpur dilakukan melalui skema padat karya dengan melibatkan petani yang membersihkan lahannya sendiri dan menerima upah Rp 100.000 per hari dari Kementerian Pertanian RI.

Pasar Murah Serentak di Aceh Resmi Berakhir, Disperindag Apresiasi Dukungan Daerah

0
Pasar Murah Serentak di Aceh Resmi Berakhir, Disperindag Apresiasi Dukungan Daerah. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Program pasar murah serentak yang digelar atas instruksi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), resmi berakhir pada Senin (16/2/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak 14 Februari 2026 tersebut dinilai berjalan sukses dan memberi dampak langsung bagi masyarakat di 23 kabupaten/kota di Aceh.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Hingga hari kedua pelaksanaan, realisasi subsidi yang disalurkan pemerintah tercatat telah mencapai Rp2,3 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pasar murah sangat dinantikan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Antusiasme Warga Tinggi

Di berbagai lokasi pelaksanaan, warga terlihat memadati titik-titik pasar murah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sejumlah warga bahkan rela mengantre demi memperoleh paket sembako yang disubsidi pemerintah.

Salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Alhamdulillah sangat membantu masyarakat, apalagi harganya murah-murah jika dibandingkan dengan harga di warung,” ujar salah seorang ibu dengan wajah sumringah setelah mendapatkan paket sembako.

Apresiasi juga datang dari warga di wilayah pesisir barat Aceh.

“Terima kasih kami dari Aceh Barat atas bantuan provinsi melalui Pasar Murah. Kalau bisa ada lagi Pasar Murah digelar di bulan Ramadhan,” ungkap seorang warga.

Ucapan terima kasih serupa juga disampaikan masyarakat dari wilayah kepulauan.

“Terima kasih Bapak Gubernur Aceh yang sudah menggelar Pasar Murah di Simeulue.”

Meski begitu, sebagian warga berharap agar jumlah paket yang disediakan dapat ditambah pada pelaksanaan berikutnya karena tingginya kebutuhan masyarakat.

“Programnya sudah bagus. Akan tetapi paketnya kurang. Soalnya masih banyak warga yang masih mengantre. Kami dari warga Aceh Tengah memohon agar kuotanya ditambah,” tutur seorang ibu di lokasi kegiatan.

Apresiasi untuk Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten/kota yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan pasar murah di berbagai daerah.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan yang digelar di 69 titik tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama pemerintah daerah.

“Kesuksesan Pasar Murah serentak di 69 titik ini tidak terlepas dari dukungan penuh dan kerja sama yang solid dari Pemerintah Kabupaten/Kota. Kami mengucapkan terima kasih kepada para Bupati, Walikota, serta dinas terkait di daerah yang telah memfasilitasi tempat dan pengamanan, sehingga penyaluran subsidi tepat sasaran dan berjalan tertib,” ujar T. Adi Darma.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat Aceh.

Dengan berakhirnya program pasar murah pada 16 Februari 2026, masyarakat Aceh diharapkan dapat menyambut ibadah puasa dengan lebih tenang. Awal Ramadhan sendiri diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026.

Seven Cebro Kobat Pimpin PAN Aceh Tengah

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seven Cebro Kobat resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Aceh Tengah melalui musyawarah daerah yang digelar di Kantor DPW PAN Aceh, Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (15/2/2026).

Penetapan tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, yang mengikuti jalannya musyawarah melalui sambungan Zoom dari Jakarta.

Dalam struktur kepengurusan DPD PAN Aceh Tengah, Saradi Wantona ditetapkan sebagai sekretaris dan Syahrian Fahri sebagai bendahara.

Selain Aceh Tengah, PAN juga menetapkan kepengurusan DPD di 18 kabupaten/kota lainnya di Aceh. Penetapan berlangsung resmi dengan dihadiri jajaran pengurus partai, termasuk Ketua DPW PAN Aceh, Nazaruddin Dek Gam.

Ketua Harian DPW PAN Aceh, Razami Dek Cut, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penataan serentak posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) di tingkat kabupaten/kota.

“Dari 23 kabupaten/kota, hari ini ditetapkan 19. Sisanya masih berproses. Mudah-mudahan dengan kelengkapan ini, kami bisa lebih cepat bekerja, bukan hanya untuk rekonstruksi partai, tetapi juga membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah PAN Aceh, Jeffry Sentana S. Putra, menegaskan penetapan kepengurusan tersebut merupakan bagian dari persiapan partai menghadapi Pemilu 2029. PAN Aceh menargetkan meraih kursi pimpinan di DPRA serta mengamankan dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan Aceh 1 dan Aceh 2.

Empat daerah yang belum menetapkan kepengurusan DPD yakni Aceh Barat Daya, Subulussalam, Nagan Raya, dan Aceh Singkil yang masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan pendaftaran calon.[]

PERHAPI Aceh Tutup Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 Lewat Seminar Nasional di Kampus

0
PERHAPI Aceh Tutup Bulan K3 Nasional Pertambangan 2026 Lewat Seminar Nasional di Kampus. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Aceh menggelar seminar nasional dalam rangka penutupan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Pertambangan Tahun 2026 melalui program PERHAPI Aceh Goes to Campus. Kegiatan tersebut berlangsung di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Jumat (13/2/2026) pukul 14.00–17.00 WIB.

Seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry, Prof. Habiburrahim, S.Ag., M.Com., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah, dan pelaku industri dalam meningkatkan kesadaran keselamatan kerja di sektor pertambangan.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik, regulator, dan industri dalam membangun kesadaran keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertambangan,” ujarnya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan narasumber dari unsur regulator, industri, dan organisasi profesi, yakni Said Faisal, ST, MT, Kepala Bidang Mineral dan Batubara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh; A. Haris, ST, Wakil Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mifa Bersaudara; serta Ir. Rahmad Zahri, ST, MM, Ketua PERHAPI Aceh.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan secara konsisten, peningkatan kompetensi tenaga teknik, serta penguatan budaya keselamatan (safety culture) pada seluruh tahapan kegiatan usaha pertambangan. Momentum Bulan K3 Nasional dinilai menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen menekan angka kecelakaan kerja sekaligus memastikan operasional pertambangan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ketua PERHAPI Aceh kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis organisasi dalam menjembatani sinergi antara dunia akademik dan praktik industri pertambangan.

“Melalui program ‘PERHAPI Aceh Goes to Campus’, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman komprehensif mengenai tanggung jawab teknis, etika profesi, serta standar keselamatan kerja di sektor minerba,” katanya.

Antusiasme peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan praktisi menunjukkan tingginya perhatian terhadap isu keselamatan serta keberlanjutan pertambangan di Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya praktik pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

Untuk diketahui, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) merupakan organisasi profesi yang mewadahi para ahli pertambangan di Indonesia dengan komitmen meningkatkan profesionalisme, kompetensi, serta kontribusi terhadap pembangunan sektor pertambangan nasional. (XRQ)

Wali Nanggroe Ajak Rakyat Aceh Hapus Dendam Masa Lalu dalam Peringatan 27 Tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo

0
Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar. (Foto: Nukilan/Humas LWN)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK — Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malek Mahmud Al-Haytar, mengajak masyarakat Aceh untuk menghapus kebencian dan terus menjaga kehormatan sebagai bangsa yang menjunjung adat serta martabat kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan 27 tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Darul Aman, Sabtu (14/2/2026).

Dikutip dari LintasGayo.co, pesan tertulis Wali Nanggroe dibacakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Tengku Rusydi Mukhtar, di hadapan keluarga korban, tokoh masyarakat, ulama, pemuda, serta unsur pemerintahan yang hadir untuk mengenang peristiwa kelam 3 Februari 1999 tersebut.

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menegaskan bahwa pengalaman pahit masa lalu harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh rakyat Aceh.

“Hilangkan kebencian dari dada orang Aceh. Kita adalah bangsa yang menjunjung tinggi kehormatan dan nilai kemanusiaan,” demikian kutipan pesan yang dibacakan.

Ia menekankan bahwa manusia diciptakan untuk menjaga keseimbangan, tidak hanya dalam hubungan antarsesama, tetapi juga dengan alam semesta. Menurutnya, keseimbangan menjadi kunci terciptanya kedamaian sejati. Ketika keseimbangan dirusak melalui kekerasan maupun keserakahan, maka penderitaan menjadi konsekuensi yang tidak terhindarkan.

Wali Nanggroe juga mengingatkan pentingnya memanusiakan manusia. Setiap individu, katanya, memiliki martabat yang wajib dihormati tanpa memandang latar belakang apa pun.

“Dengan alasan apa pun, ke depan jangan ada lagi kekerasan di Aceh. Tanah ini telah terlalu banyak menanggung luka,” bunyi pesan tersebut.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perdamaian yang telah terbangun, mempererat persaudaraan, serta menanamkan nilai kasih sayang kepada generasi muda agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Peringatan 27 tahun Tragedi Idi Cut–Arakundo berlangsung khidmat dan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat kolektif bahwa kemajuan Aceh hanya dapat dicapai melalui persatuan, nilai kemanusiaan, serta komitmen bersama menolak segala bentuk kekerasan.

Mahasiswa STIK Angkatan 83 Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Bukit Linteung, Aceh Utara

0
Mahasiswa STIK Angkatan 83 Gelar Pengobatan Gratis bagi Warga Bukit Linteung, Aceh Utara. (Foto: Nukilan/Mediahub Polri)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Dianmas) yang digagas Sindikat 8 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 menghadirkan layanan pengobatan gratis bagi warga di Bukit Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Didit Bambang Wibowo dan diikuti sebanyak 22 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83/WPS. Pelaksanaan pengobatan gratis ini turut melibatkan tenaga kesehatan setempat sebagai bentuk kolaborasi pelayanan kepada masyarakat.

Program Dianmas ini difokuskan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana serta warga yang memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat sesuai hasil diagnosis, hingga edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat.

Selain pelayanan medis, para mahasiswa juga berperan aktif membantu proses registrasi dan pendataan pasien, serta mendampingi warga lanjut usia selama pemeriksaan berlangsung. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih ramah dan terorganisir.

Kegiatan ini dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mempermudah akses layanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Di sisi lain, program tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi riil masyarakat.

Melalui Dianmas ini, mahasiswa STIK Angkatan 83 diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepolisian yang humanis, responsif, dan hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat, sejalan dengan semangat pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada publik.

Pemerintah Aceh Gelar Pasar Murah Serentak Jelang Ramadan 1447 H

0
Pasar murah Pemerintah Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Aceh menginstruksikan pelaksanaan pasar murah secara serentak di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Kebijakan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengantisipasi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.

Program pasar murah ini dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. Selain menjaga stabilitas harga, kegiatan tersebut juga menjadi langkah cepat pemerintah daerah dalam merespons kondisi pasca bencana hidrometeorologi yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan dapat dijangkau masyarakat.

“Menjelang Bulan Suci Ramadan ini, kami ingin memastikan tidak ada warga kita yang kesulitan mendapatkan bahan pokok karena harga yang melambung. Pasar Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat, agar kita semua bisa menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan hati yang tenang dan kebutuhan yang tercukupi,” ungkap Muzakir Manaf.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan subsidi dengan nilai yang cukup besar guna menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadan.

“Kita telah menyiapkan subsidi yang besar, mulai dari beras, gula, hingga telur ayam. Saya minta tim di lapangan memastikan distribusi ini tepat sasaran di 69 titik lokasi. Kepada masyarakat Aceh, kami berpesan: belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, agar stabilitas harga ini bisa kita jaga bersama-sama hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.

Informasi Komoditas & Subsidi

Berikut rincian komoditas yang disubsidi dalam pelaksanaan pasar murah:

Beras Premium: Subsidi Rp 5.000/Kg (Total kuota 414 ton).
Gula Pasir: Subsidi Rp 6.000/Kg (Total kuota 69 ton).
Minyak Goreng Kemasan: Subsidi Rp 6.000/Kg (Total kuota 69 ton).
Telur Ayam: Subsidi Rp 15.000/papan (Total kuota 34.500 papan).

Sebagai pelaksana teknis, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mendapat instruksi khusus untuk memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke seluruh lokasi kegiatan.

“Saya instruksikan kepada Disperindag Aceh agar mengawal ketat pendistribusian ini hingga ke titik-titik lokasi. Jangan sampai ada kendala di lapangan; pastikan stok tersedia tepat waktu dan kualitas barang tetap terjaga. Saya ingin seluruh proses ini transparan dan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegas Muzakir Manaf.

Gubernur juga mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak selama pelaksanaan pasar murah berlangsung.

“Kepada masyarakat, kami mengimbau agar membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Mari kita jaga stabilitas pangan dan distribusi ini bersama-sama agar kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Aceh dapat terjamin selama bulan suci ini,” tutup Muzakir Manaf.