Beranda blog Halaman 200

Masjid Al Fahri di Mapolres Pidie Jaya Diresmikan, Wujud Kepedulian Polri terhadap Pembinaan Umat

0
Masjid Al Fahri di Mapolres Pidie Jaya Diresmikan, Wujud Kepedulian Polri terhadap Pembinaan Umat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Suasana khidmat menyelimuti kompleks Mapolres Pidie Jaya pada Selasa (21/10/2025), saat Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.I.K., M.H., meresmikan Masjid Al Fahri. Kehadiran rumah ibadah ini menjadi simbol komitmen Polres Pidie Jaya dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan dan pembinaan rohani di lingkungan kepolisian.

Peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, diikuti pemotongan pita serta penandatanganan prasasti oleh Kapolres. Acara tersebut turut dihadiri Wakapolres, para pejabat utama Polres, tokoh agama, serta unsur Forkopimda Pidie Jaya.

Dalam sambutannya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menyampaikan bahwa pembangunan Masjid Al Fahri merupakan hasil kebersamaan seluruh personel Polres.
“Masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan mental dan spiritual bagi anggota Polri serta masyarakat sekitar,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, keberadaan Masjid Al Fahri diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan, seperti pengajian, tausiah, dan program sosial keagamaan lainnya.

Usai prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan masjid tersebut.

Masjid Al Fahri yang dibangun oleh CV Dian Putra Jaya ini diharapkan menjadi pusat aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat semangat religius dan kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat Pidie Jaya.

Distanbun Aceh Gelar Pasar Tani di SHB, Warga Padati Lapak UMKM

0
Distanbun Aceh Gelar Pasar Tani di SHB. (Foto: Distanbun)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) kembali menghidupkan kegiatan Pasar Tani di kawasan Stadion Harapan Bangsa (SHB), Banda Aceh, pada Minggu (12/10/2025). Kegiatan yang digelar rutin setiap akhir pekan itu mendapat sambutan hangat dari warga yang berolahraga pagi sekaligus berbelanja kebutuhan dapur.

Keberadaan Pasar Tani tak hanya membantu petani memasarkan hasil panennya, tetapi juga memberi alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu pengunjung, Rahmah, warga Lamlagang, mengaku senang dapat membeli langsung produk pertanian yang segar.

“Setiap minggu saya memang sengaja ke sini. Harga sayurnya lebih murah dan segar karena langsung dari petani. Selain bisa berolahraga kita juga bisa berbelanja,” ungkap Rahmah.

Ketua Asosiasi Pasar Tani Aceh (APTA), Beni Baihaqi, menjelaskan bahwa gelaran ini menjadi salah satu kegiatan paling diminati warga Banda Aceh pada akhir pekan.
Menurutnya, terdapat sekitar 85 UMKM yang tergabung dalam APTA, namun yang aktif berjualan berkisar 65–70 pelaku usaha. Untuk lokasi di SHB, kapasitas yang terbatas membuat hanya sekitar 25 UMKM yang dapat berpartisipasi.

Beni mengatakan, Pasar Tani di SHB digelar setiap minggu dan menjadi ruang penting bagi UMKM untuk memperluas pemasaran produk mereka. Sebagian besar produk yang ditawarkan berupa kuliner, menyesuaikan karakter pengunjung yang didominasi masyarakat yang berolahraga atau bersantai.

Produk yang tersedia cukup beragam, mulai dari sayur-mayur dan buah-buahan segar hingga aneka olahan, seperti donat berbahan hasil pertanian, minuman segar, frozen food, dan makanan siap saji.

Selain di Stadion Harapan Bangsa, Pasar Tani juga digelar rutin di Lampineung setiap Rabu pada pekan pertama dan ketiga setiap bulan.

Daya tarik utama kegiatan ini adalah harga yang lebih rendah dibandingkan pasar tradisional karena produk dijual langsung oleh petani dan pelaku usaha.

Beni mencontohkan, telur dijual Rp50.000 per papan, sementara di pasar bisa mencapai Rp53.000. Beras SPAP lima kilogram dibanderol Rp61.000, lebih murah dibandingkan harga di luar yang dapat mencapai Rp65.000—Rp70.000.

Meski memberi dampak besar bagi ekonomi masyarakat, Pasar Tani tetap berjalan mandiri tanpa subsidi.

“Kita ini UMKM mandiri. Tidak ada subsidi, hanya dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh berupa tenda, meja, dan kursi. Selebihnya dibawa sendiri oleh pelaku usaha,” jelas Beni.

Berdasarkan laporan panitia, total omzet penjualan pada gelaran tersebut mencapai Rp37.646.000, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal.

Beni berharap kegiatan Pasar Tani dapat terus berkembang agar semakin banyak pelaku UMKM yang dapat bergabung dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat.

“Harapannya Pasar Tani ini bisa terus menjadi wadah bagi UMKM untuk mempromosikan produk mereka, menambah pendapatan, dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan serta jajanan dengan harga terjangkau,” pungkasnya.[]

Ampon Bang Mantap Dukung TRK Menuju Kursi Ketua Golkar Aceh

0
anggota DPR RI asal Aceh, Drs. H. Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dukungan terhadap Teuku Raja Keumangan (TRK) untuk maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Aceh terus menguat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) partai yang dijadwalkan berlangsung Desember 2025. Setelah sejumlah kader internal menyatakan dukungan, kini giliran anggota DPR RI asal Aceh, Drs. H. Teuku Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang, menyuarakan dukungan terbuka bagi Bupati Nagan Raya tersebut.

“Di Nagan Raya ini kita punya kader terbaik. Karena itu, saya mendukung penuh Teuku Raja Keumangan untuk menjadi calon Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh,” ujar Ampon Bang dalam peringatan HUT ke-61 Partai Golkar sekaligus Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Golkar Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Senin (20/10/2025).

Ampon Bang menilai TRK sebagai sosok kader sejati yang telah membuktikan kapasitas dan loyalitasnya terhadap partai.

“Beliau sudah terbukti mampu memimpin dan membesarkan partai. TRK pernah menjabat sebagai anggota dan Wakil Ketua DPRA periode 2019–2024, kembali terpilih pada Pemilu 2024, dan kini dipercaya sebagai Bupati Nagan Raya periode 2025–2030,” katanya.

Dukungan terhadap TRK juga disebut semakin solid dari jajaran pengurus dan kader Partai Golkar di berbagai tingkatan. Ketua DPD I Golkar Aceh saat ini, TM Nurlif, dikabarkan memberi sinyal dukungan terhadap langkah politik TRK menjelang Musda mendatang.

Sementara itu, wacana kemunculan calon eksternal untuk memimpin Golkar Aceh ditolak tegas oleh sejumlah kader. Mereka menilai kepemimpinan partai harus lahir dari proses kaderisasi yang sah.

“AD/ART Golkar tidak memberi ruang bagi non-kader untuk menjadi calon ketua. Tolak secara tegas calon dari luar kader,” tegas TRK dalam pernyataannya pada 15 Juli 2025 lalu.

Pandangan serupa datang dari berbagai tokoh partai, seperti Khalid S.Pd.I, Ketua AMPI Aceh, yang menyebut dukungan terhadap calon eksternal sebagai langkah keliru. “Golkar partai terbuka, siapa pun bisa jadi anggota. Tapi berharap langsung jadi ketua tanpa proses kaderisasi, itu naif,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Kadin Aceh sekaligus kader senior Golkar, Iqbal Piyeung, mengingatkan bahwa membuka peluang bagi non-kader justru melemahkan semangat kaderisasi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Ketua AMPG Kota Langsa, Mukris Jumadi, bahkan menyebut wacana tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap mekanisme internal partai.

Selain dari para tokoh partai, dukungan bagi TRK juga datang dari sejumlah Ketua DPD II Partai Golkar di kabupaten/kota. Mereka yang telah menyatakan dukungan terbuka antara lain Ketua Golkar Aceh Tenggara, Salim Fakhry; Ketua Golkar Nagan Raya, Cut Intan Mala; Ketua Golkar Kota Banda Aceh, Sabri Badruddin; serta Ketua Golkar Pidie Jaya, Khalid.

Arus dukungan ini diperkirakan akan terus bertambah seiring semakin banyaknya organisasi sayap dan ormas Golkar yang mulai bergabung dalam barisan pendukung TRK menjelang Musda Desember mendatang.

Dukungan terhadap kader internal ini juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menekankan pentingnya menjaga marwah partai dengan menempatkan kader terbaik di setiap tingkatan kepemimpinan.

“Embrio kita adalah pendukung pemerintah, bukan oposisi. Banyak ketua Golkar yang mencoba jadi oposisi, dan tak lama diturunkan. Maka jangan coba-coba,” tegas Bahlil dalam arahannya beberapa waktu lalu.

Arah politik nasional yang ditegaskan Bahlil semakin memperkuat legitimasi politik bagi TRK sebagai figur kader murni yang dianggap layak memimpin Golkar Aceh.

Kini, menjelang Musda yang tinggal menghitung bulan, suara kader Golkar di Aceh kian bulat: kepemimpinan partai harus tetap berada di tangan kader sejati.

“Sudah saatnya kita kubur dalam-dalam wacana mendukung calon ketua non-kader. Ini soal marwah, kaderisasi, dan masa depan Partai Golkar,” ujar salah satu kader senior partai menegaskan.

Status Akreditasi Unggul USK Tetap Berlaku, Humas: Hanya Penyesuaian Data di BAN-PT

0
Gedung Rektorat Universitas Syiah Kuala. (Foto: USK)

NUKILAN.IDBANDA ACEH – Isu hilangnya status akreditasi Unggul Universitas Syiah Kuala (USK) dari laman resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sempat membuat heboh media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa serta alumni. Namun, pihak kampus memastikan bahwa status akreditasi tersebut tetap aman dan tidak dicabut.

Kepala Humas USK, Mulyana, menegaskan bahwa pihaknya saat ini hanya menunggu proses finalisasi administratif dari BAN-PT. Menurutnya, lembaga akreditasi nasional itu tengah melakukan penyelarasan sistem dan dokumen akreditasi di sejumlah perguruan tinggi, termasuk USK, sebagai bagian dari kebijakan nasional dalam integrasi data dengan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

“USK tidak kehilangan status akreditasinya. Status Unggul masih berlaku, hanya saja saat ini BAN-PT sedang melakukan proses penyelarasan dan pembaruan data. Sertifikat perpanjangan akan segera diterbitkan setelah proses administratif selesai,” jelas Mulyana kepada Nukilan.id pada Selasa (21/10/2025).

Ia menambahkan, USK telah menerima persetujuan perpanjangan akreditasi secara administratif dari BAN-PT. Proses ini, kata dia, sepenuhnya bersifat teknis dan administratif—bukan pencabutan atau penurunan status.

“Kami sudah menerima konfirmasi administratif dari BAN-PT. Jadi, tidak ada pencabutan akreditasi. Ini hanya soal penyelarasan sistem data dan pemutakhiran dokumen yang sedang dilakukan secara nasional,” katanya.

Lebih lanjut, beberapa fakultas di lingkungan USK saat ini juga tengah menyesuaikan data homebase dosen serta memperbarui dokumen akreditasi agar selaras dengan sistem baru BAN-PT. Langkah ini merupakan bagian dari rutinitas dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi dan akuntabilitas akademik.

“Penyesuaian ini hal yang wajar. BAN-PT sekarang menerapkan sistem terintegrasi dengan PDDikti, sehingga semua data kelembagaan dan program studi harus diperbarui secara menyeluruh,” tambah Mulyana.

Ia juga memastikan bahwa seluruh ijazah lulusan USK tetap sah dan diakui oleh negara.

“Masyarakat, mahasiswa, dan alumni tidak perlu khawatir. Seluruh ijazah lulusan USK tetap sah, diakui secara nasional, dan memiliki kekuatan hukum yang sama. BAN-PT tidak pernah mencabut akreditasi USK,” tegasnya.

Mulyana pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ia menyebut pihak kampus terus menjalin komunikasi dengan BAN-PT untuk memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar dan transparan.

“Kami berharap publik tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari USK. Proses administrasi ini akan segera selesai, dan status Unggul USK akan kembali terpampang di laman BAN-PT seperti semula,” ujarnya.

Sebagai perguruan tinggi tertua dan terbesar di Aceh, USK menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik, riset, serta tata kelola kelembagaan yang selama ini menjadi landasan keunggulan kampus tersebut.

“Komitmen USK tidak berubah. Kami terus memperkuat mutu akademik, riset, dan pelayanan publik, serta memastikan seluruh proses akreditasi berjalan sesuai ketentuan nasional,” tutup Mulyana.

Dengan demikian, informasi yang menyebutkan bahwa status akreditasi Unggul USK hilang dari laman BAN-PT tidak benar. Yang terjadi hanyalah proses transisi administratif akibat pembaruan sistem BAN-PT secara nasional. (XRQ)

Reporter: Akil

Universitas Malikussaleh Jalin Kolaborasi Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan

0
Universitas Malikussaleh Jalin Kolaborasi Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok di Medan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEDAN Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, Asean Eng., melakukan audiensi dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Kamis (16/10/2025). Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama akademik, penelitian, dan pertukaran budaya antara Unimal dan berbagai perguruan tinggi di Tiongkok.

Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Konsulat Jenderal RRT Medan itu, Prof. Herman Fithra hadir bersama Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik, Dr. Sofyan, Eng., serta Penanggung Jawab Kerja Sama Unimal–Tiongkok, Zulfadli Ilmard, M.Si. Mereka diterima langsung oleh Konsul Jenderal RRT Medan, Mr. Huang Hei, beserta Sekretaris Konsulat, Mr. Yu Lei, dan sejumlah diplomat bidang pendidikan dan kebudayaan.

Prof. Herman Fithra menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari langkah strategis Unimal dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing global perguruan tinggi, sejalan dengan semangat Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.

“Kami ingin membuka peluang kolaborasi akademik dengan universitas-universitas terkemuka di Tiongkok, terutama dalam bidang teknologi, energi baru, dan ekonomi maritim yang menjadi fokus riset Unimal,” ujar Rektor dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, Konsul Jenderal RRT Medan, Mr. Huang Hei, menyambut baik inisiatif Universitas Malikussaleh. Ia menilai langkah Unimal dapat mempererat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di wilayah barat Indonesia.

“Hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok terus berkembang pesat. Kami berharap Universitas Malikussaleh dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik di kawasan barat Indonesia,” ujar Huang Hei.

Selain menjajaki peluang kerja sama akademik, kedua pihak juga membahas rencana pendirian China Corner atau Pusat Kajian Tiongkok di kampus Unimal. Inisiatif ini diharapkan menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan budaya, serta membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar bahasa Mandarin dan memperoleh informasi beasiswa studi ke Tiongkok.

Tak hanya itu, diskusi juga menyinggung potensi riset bersama di bidang pembangunan berkelanjutan dan industri kreatif digital—dua sektor yang dinilai relevan dengan arah pembangunan ekonomi Aceh dan kebutuhan global saat ini.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan cendera mata dan sesi foto bersama. Kedua pihak menyepakati untuk menindaklanjuti hasil audiensi dengan kunjungan resmi Konsul Jenderal RRT ke Universitas Malikussaleh sekaligus peresmian China Corner dalam waktu dekat.

Melalui pertemuan ini, Universitas Malikussaleh menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam diplomasi pendidikan dan berkomitmen memperkuat kolaborasi internasional demi kemajuan akademik serta pembangunan daerah.

Editor: Akil

Polemik Guru MUQ Aceh Selatan Akibat Penyitaan HP Anak Pejabat Berakhir dengan Tabayyun dan Perdamaian

0
Polemik Guru MUQ Aceh Selatan Akibat Penyitaan HP Anak Pejabat Berakhir dengan Tabayyun dan Perdamaian. (Foto: TheTapaktuanPost)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai ruang Asisten Pemerintahan Kantor Bupati Aceh Selatan, Senin (20/10/2025) pagi. Gelak tawa sesekali terdengar di antara para peserta pertemuan yang digelar untuk menyelesaikan polemik di Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Aceh Selatan.

Dilansir dari TheTapaktuanPost, pertemuan itu dipimpin oleh Asisten I Setdakab yang juga Ketua Yayasan MUQ Aceh Selatan, Kamarsah, yang secara khusus mengundang sejumlah pihak terkait buntut dari polemik pemecatan guru MUQ usai insiden penyitaan telepon genggam milik anak seorang pejabat di Aceh Selatan.

Hadir dalam forum tersebut antara lain Bendahara Yayasan MUQ Tgk. Abrar Muda, Plt. Kadis Dayah Aceh Selatan Salmi, Plt. Kepala UPTD MUQ Ismail, Direktur MUQ Ustaz M. Ridho Agung, Dewan Guru Syahrianto, Bustari, dan M. Andri Fikri, Kepala SMA MUQ Aidi Pidri, Tim Asistensi Hanzirwansyah, serta tokoh masyarakat T. Sukandi.

Dari hasil musyawarah itu, seluruh pihak sepakat menempuh jalan damai dan menyudahi perbedaan yang sempat mencuat di ruang publik. Kesepakatan tersebut menandai berakhirnya polemik internal MUQ yang beberapa hari terakhir menjadi sorotan di berbagai platform media sosial.

“Seluruh persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan, dan fokus kini beralih pada pembenahan manajemen serta peningkatan mutu pendidikan,” kata Ketua Yayasan Kamarsah.

Senada, Ustaz M. Andri Fikri menyampaikan apresiasi atas keputusan Dinas Dayah Aceh Selatan yang telah membatalkan surat pemberhentiannya.

“Kami semua sudah saling memaafkan, dan aturan yang berlaku di MUQ akan tetap ditegakkan,” ujarnya.

Sementara itu, Tgk. Abrar Muda menilai pertemuan tersebut menjadi langkah penting untuk memulihkan keharmonisan di lingkungan MUQ.

“Alhamdulillah, tabayyun ini difasilitasi oleh Tim Asistensi Bupati dan menghasilkan kesepahaman yang baik. Semua pihak menyadari bahwa perbedaan pandangan tidak boleh mengorbankan semangat kebersamaan. Kami sepakat untuk memperbaiki apa yang kurang, dan menjadikan kejadian ini pelajaran berharga agar MUQ ke depan lebih solid dan berkualitas,” ungkapnya.

Ia menambahkan, MUQ Aceh Selatan merupakan lembaga pendidikan Qur’ani yang telah berperan besar dalam membentuk generasi berakhlak mulia.

“Kami berharap seluruh elemen, guru, pengasuh, santri, wali, hingga pemerintah daerah, dapat bersatu padu mendukung kemajuan MUQ Aceh Selatan. Ini adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan kembangkan dengan niat tulus demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Plt. Kadis Dayah Aceh Selatan, Salmi, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur musyawarah.

“Saya sangat menghormati aturan dan tata tertib yang diterapkan di MUQ Aceh Selatan. Tidak ada intervensi apa pun. Ini murni miskomunikasi, dan Alhamdulillah sudah kita luruskan bersama,” ujarnya.

Salmi menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat mutu lembaga pendidikan dayah di Aceh Selatan, termasuk peningkatan sumber daya manusia dan fasilitas belajar bagi santri.

“Kami akan mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana MUQ Aceh Selatan agar sejalan dengan visi membentuk generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Sementara Direktur MUQ Aceh Selatan, Ustaz M. Ridho Agung, menegaskan bahwa seluruh jajaran pengasuh kini sepakat menjaga komunikasi dan keharmonisan di lingkungan pesantren.

“Kami semua sudah satu suara untuk memperkuat komunikasi dan menjaga keharmonisan di lingkungan pesantren. Apa yang dilakukan para pengasuh selama ini semata-mata demi kebaikan santri, mereka adalah amanah dan masa depan Aceh Selatan,” tuturnya.

Tabayyun tersebut menjadi momentum rekonsiliasi bagi seluruh pihak di MUQ Aceh Selatan. Pertemuan diakhiri dengan saling berjabat tangan, menutup perbedaan dengan senyum dan tekad yang sama — membangun kembali semangat kebersamaan demi kemajuan pendidikan Qur’ani di Aceh Selatan.

Kaizen: Bukan Sekadar Proyek, Tapi Jantung Operasional Bisnis

0
Ilustrasi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | OPINI – Dalam arena bisnis yang perubahannya sangat cepat, para pemimpin perusahaan sering kali terobsesi dengan terobosan besar (breakthrough innovation). Mereka mencari investasi teknologi raksasa, re-engineering dramatis, atau akuisisi mahal sebagai jalan pintas menuju keunggulan kompetitif.

Namun, ironisnya, solusi paling ampuh sering kali ditemukan dalam filosofi yang sederhana, berbiaya rendah, dan berakar kuat: Kaizen (改善).

Kaizen, yang secara harfiah berarti “perubahan menjadi lebih baik” atau lebih populer dikenal sebagai “perbaikan terus-menerus” (continuous improvement), bukanlah program, melainkan budaya dan cara hidup perusahaan.

Konsep ini pertama kali dikembangkan secara masif di Jepang, khususnya oleh Toyota, untuk membangun sistem produksi yang sangat efisien pasca-Perang Dunia II. Intinya: perbaikan kecil, bertahap, dan konsisten yang melibatkan semua orang.

Esensi Filosofi Kaizen dalam Konteks Operasional

Kaizen adalah filosofi yang mengajarkan bahwa tidak ada proses yang sempurna, dan selalu ada ruang untuk perbaikan. Dalam konteks operasi, fokus utamanya adalah pada tiga musuh utama efisiensi:

  1. Muda (Pemborosan): Segala aktivitas yang tidak menambah nilai bagi produk atau pelanggan. Ini adalah fokus utama Kaizen.

  2. Mura (Ketidakrataan): Fluktuasi atau ketidakstabilan dalam jadwal kerja atau volume produksi yang menyebabkan sumber daya tidak dimanfaatkan secara optimal.

  3. Muri (Beban Berlebihan): Membebani mesin atau manusia melebihi kapasitas normalnya, yang memicu kerusakan, cacat, atau kelelahan.

Pendekatan Kaizen berbeda dengan inovasi ala Barat, yang sering kali bersifat top-down (dari atas ke bawah), besar, dan terputus-putus. Kaizen justru bersifat bottom-up (dari bawah ke atas), bertahap, dan berkelanjutan.

Pilar Utama Kaizen untuk Operasional

Untuk berhasil diterapkan, Kaizen membutuhkan fondasi yang kokoh, di mana yang paling fundamental adalah:

a. 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke): Sistem untuk menciptakan tempat kerja yang terorganisir. Ini adalah pondasi, karena tempat kerja yang kacau mustahil mencapai efisiensi.

b. Standarisasi: Perbaikan yang berhasil harus dicatat, diajarkan, dan dijadikan standar baru (Standard Work). Tanpa standarisasi, perbaikan akan hilang seiring berjalannya waktu.

c. Visual Management: Menggunakan alat visual (papan, grafik, lampu) agar status proses, target, dan masalah terlihat jelas oleh semua orang.

d. Gemba: Prinsip di mana manajemen dan karyawan harus pergi ke Gemba (tempat kerja yang sebenarnya) untuk melihat langsung masalah, bukan hanya membaca laporan di kantor.

Memahami esensi ini adalah langkah pertama. Tantangannya adalah mengubah Kaizen dari sekadar “proyek 5S” menjadi sebuah kerangka kerja manajemen yang menyeluruh.

Strategi untuk Sukses Menerapkan Kaizen

Untuk mengatasi setiap tantangan dalam menjalankan kinerja operasional bisnis serta mengurangi kesenjangan (gap) pekerjaan, strategi penerapan Kaizen harus diadaptasi dengan bijak terhadap konteks dan budaya perusahaan.

Hal itu dapat dimulai dari penerapan kepemimpinan yang proaktif dengan konsep “Memimpin dari Gemba (Tempat Kerja Sebenarnya)”. Direktur Operasi dan Manajer harus secara rutin mengunjungi Gemba.

Kunjungan ini bukan untuk menginspeksi atau mencari kesalahan, melainkan untuk bertanya: “Apa yang menyulitkan pekerjaan Anda?” “Bagaimana kita bisa membuatnya lebih baik?” Hal ini menunjukkan komitmen tulus dan membangun kepercayaan.

Selanjutnya, Kaizen dapat diperkenalkan sebagai modernisasi dari semangat Gotong Royong. Daripada membebankan perbaikan kepada satu individu, dorong pembentukan Kaizen Team (gugus kendali mutu) lintas fungsi. Hal ini selaras dengan budaya kolektif kebanyakan perusahaan.

Kemudian manajemen harus secara eksplisit mengalokasikan waktu (misalnya, 1 jam seminggu) bagi tim untuk berdiskusi dan melaksanakan Kaizen, terutama untuk operator. Kaizen harus menjadi bagian dari pekerjaan, bukan tambahan setelah jam kerja.

Lalu, ciptakan sistem pengakuan (nonfinansial dan finansial) yang efektif. Papan pengumuman Kaizen, pengakuan di rapat perusahaan, atau acara penganugerahan ide terbaik (Best Kaizen Idea) akan sangat memicu motivasi. Yang utama adalah menghargai proses inisiatif, bukan hanya hasil besar.

Penerapan budaya Kaizen yang optimal juga dapat dilakukan dengan cara melakukan latihan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) sebagai rutinitas. Jadikan PDCA sebagai kerangka berpikir, bukan hanya akronim. Karyawan harus dibiasakan untuk; (1) Plan: Mengidentifikasi masalah dengan data, (2) Do: Menerapkan solusi kecil, (3) Check: Mengukur hasilnya, dan (4) Act: Menstandarisasi perbaikan jika berhasil, atau mengulang siklus jika gagal.

Kaizen sebagai Masa Depan Operasional Bisnis

Kaizen adalah investasi minimalis yang menjanjikan pengembalian maksimal, menjadikannya kunci utama untuk membangun keunggulan operasional. Ia adalah jembatan yang menghubungkan visi strategis perusahaan dengan eksekusi di lini depan.

Jika diterapkan dengan komitmen penuh, Kaizen mengubah budaya perusahaan dari yang reaktif (menyelesaikan masalah) menjadi proaktif (mencegah masalah), dan dari yang hierarkis menjadi partisipatif.

Tantangan budaya yang ada harus dilihat sebagai peluang untuk adaptasi, bukan hambatan. Dengan mengadopsi Kaizen, perusahaan-perusahaan tidak hanya akan meningkatkan laba dan kualitas, tetapi yang lebih penting, mereka akan menciptakan organisasi pembelajaran yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan — siap bersaing di kancah global.

Maka, sudah saatnya kita berhenti mencari solusi instan nan mahal, dan mulai membangun fondasi yang kokoh melalui langkah perbaikan kecil yang dilakukan setiap hari, oleh setiap orang. Kaizen bukanlah pilihan, melainkan sebuah keharusan operasional.

Oleh: Zulfikri Dwi Sahputra (Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Jenderal Soedirman) dan Dr. Rahab, S.E., M.Si. (Dosen Magister Manajemen Universitas Jenderal Soedirman)

Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Aceh Jaya, Ribuan Warga Mengungsi

0
Aceh Jaya Dilanda Banjir Luapan. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | CALANG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Jaya selama dua hari terakhir mengakibatkan delapan kecamatan di wilayah itu terendam banjir luapan. Sebanyak 1.776 kepala keluarga atau sekitar 5.402 jiwa dilaporkan terdampak dan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi maupun rumah sanak keluarga.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat, banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Panga, Darul Hikmah, Setia Bakti, Teunom, Pasie Raya, Krueng Sabe, Jaya, dan Sampoiniet. Curah hujan tinggi sejak Sabtu (18/10/2025) dini hari menyebabkan sungai di kawasan tersebut meluap dan menggenangi permukiman warga.

“Korban terdampak banjir 1.776 KK atau 5.402 jiwa,” kata Plh Kepala Pelaksana BPBA, Abd Aziz, dalam keterangannya, Senin (20/10/2025).

Selain merendam rumah warga, banjir juga membuat sejumlah ruas jalan di beberapa titik tidak dapat dilalui. Petugas BPBD Aceh Jaya hingga kini masih melakukan pendataan terhadap dampak kerugian yang ditimbulkan.

“Kondisi saat ini air belum surut,” jelas Abd Aziz.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, banjir luapan ini menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh. Beberapa warga dilaporkan mengungsi sambil menunggu air surut.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga masih mengguyur sejumlah daerah lain di Aceh, termasuk Aceh Besar dan Banda Aceh, sejak Minggu (19/10) sore hingga Senin siang. BPBA mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Bupati Teuku Raja Kemangan: Doktrin Karya Kekaryaan Berkontribusi Nyata Bagi Kemajuan Indonesia

0
Bupati Nagan Raya, Dr. T.R. Keumangan, S.H., M.H., (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Suka Makmue – Bupati Nagan Raya, Dr. T.R. Keumangan, S.H., M.H., menegaskan bahwa doktrin karya kekaryaan Partai Golkar telah memberi kontribusi nyata dalam sejarah pembangunan bangsa Indonesia, termasuk di tingkat daerah.

Hal itu disampaikan TRK—sapaan akrabnya—saat memberikan sambutan pada puncak perayaan HUT ke-61 Partai Golkar di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Nagan Raya, Suka Makmue, Senin (20/10/2025).

“Doktrin karya kekaryaan partai GOLKAR adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari perjalanan panjang pembangunan di republik ini,” ujar Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Aceh tersebut.

Dalam kesempatan itu, TRK hadir sebagai Bupati Nagan Raya sekaligus kader partai berlambang pohon beringin.

Dikenal sebagai birokrat ulung, TRK memiliki rekam jejak panjang dalam bidang perencanaan dan pembangunan daerah. Saat masih menjabat Kepala Bappeda Nagan Raya, ia berperan penting dalam merancang arah pembangunan daerah tersebut, termasuk menata kawasan ibukota Suka Makmue yang kini menjadi pusat pemerintahan modern di wilayah barat selatan Aceh.

Mantan Pimpinan DPR Aceh itu juga dikenal sebagai penggagas awal pembangunan Masjid Giok—proyek monumental yang kini digadang menjadi ikon baru Kabupaten Nagan Raya.

Selain itu, TRK disebut sebagai salah satu aktor penting di balik lahirnya berbagai program pembangunan masif di Nagan Raya, terutama melalui jejaring dan komunikasi yang ia bangun hingga ke tingkat nasional. Dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pusat menjadi salah satu hasil nyata dari relasi yang ia miliki.

Kini, dengan latar belakang akademik hingga tingkat doktoral dan pengalaman panjang di pemerintahan, TRK menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan karya kekaryaan melalui langkah-langkah nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Sambo Aceh Bangkit di Hari Kedua, Sumbang Perak dan Perunggu di PON XX/2025 Kudus

0
Sambo Aceh Sumbang Perak dan Perunggu di PON XX/2025 Kudus. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Setelah sempat terseok di hari pertama, tim Sambo Aceh akhirnya menunjukkan taringnya pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2025 di Kudus. Dua medali—perak dan perunggu—berhasil dibawa pulang pada hari kedua pertandingan, Minggu (19/10/2025), menandai kebangkitan cabang olahraga yang baru pertama kali tampil di ajang nasional ini.

Pada hari pertama, langkah kontingen Tanah Rencong sempat tertahan. Dua atlet yang turun, Yulianto di kelas 53 kg Combat dan T. Khalifah Dinar di kelas 53 kg Sport, belum mampu menembus podium setelah kalah tipis dari lawan-lawannya.

Namun, situasi berubah drastis keesokan harinya. May Saputra tampil impresif di kelas 64 kg Combat Sambo. Dengan strategi matang dan teknik agresif, ia berhasil menyingkirkan beberapa pesaing sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan lawan di partai final. Raihan perak ini menjadi medali pertama bagi Sambo Aceh di PON 2025.

Tak berselang lama, Muhammad Saif menambah catatan manis dengan menyabet medali perunggu di kelas 71 kg Sport Sambo. Penampilannya yang konsisten dan penuh determinasi membuktikan bahwa semangat juang atlet Aceh tetap menyala meski sempat gagal di hari sebelumnya.

“Alhamdulillah, kami bersyukur. Para atlet sudah berjuang dan berusaha semaksimal mungkin. Hasil ini adalah buah dari kerja keras dan doa semua pihak. Ini adalah pencapaian yang membanggakan untuk debut SAMBO Aceh di ajang PON,” ujar T. Ayatullah Bani Baet, Ketua Harian sekaligus Pelatih Sambo Aceh kepada Nukilan.id.

Meski sudah mengantongi dua medali, perjuangan kontingen Sambo Aceh belum selesai. Ayatullah memastikan masih ada peluang untuk meraih emas.

“Insyaallah, tanggal 21 nanti masih ada dua atlet kita lagi yang akan turun bertanding, yaitu Muhammad Dimas Pratama di kelas +98 kg Sport dan Mikail Attaya di kelas +98 kg Combat. Kami berharap dan berdoa, semoga mereka bisa tampil lebih baik lagi dan menyumbangkan medali emas untuk Aceh,” tambahnya penuh harap.

Dua medali di hari kedua ini bukan hanya soal prestasi, melainkan juga penanda bahwa Sambo Aceh mulai diperhitungkan di kancah nasional. Dukungan dari KONI Aceh dan masyarakat diharapkan menjadi tambahan semangat bagi para atlet yang masih berjuang di arena PON XX/2025 Kudus. (XRQ)

Reporter: Akil