Beranda blog Halaman 19

Muhammadiyah Siapkan Hutan Wakaf di Kampus, Dilengkapi Laboratorium Ekologi dan Konservasi

0
Ilustrasi. (Foto: Pasmu.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah tengah menyiapkan program Hutan Wakaf Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Program perdana akan dikembangkan di Universitas Muhammadiyah Semarang dengan memanfaatkan lahan wakaf seluas sekitar 3.000 meter persegi yang akan dikembangkan menjadi hutan pendidikan berbasis wakaf.

Menhutip laman pasmu.id, program ini digagas melalui kolaborasi LHKP PP Muhammadiyah bersama Lembaga Alam Tropika Indonesia sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan yang memadukan nilai-nilai Islam dengan partisipasi masyarakat.

Keberadaan hutan wakaf tersebut tidak hanya difungsikan sebagai kawasan penghijauan, tetapi juga akan dikembangkan menjadi laboratorium ekologi, pusat edukasi, serta kawasan konservasi di atas tanah wakaf. Konsep yang diterapkan mengadopsi model live lab atau laboratorium hidup, sehingga dapat dimanfaatkan mahasiswa, dosen lintas disiplin, hingga masyarakat umum untuk mempelajari ekologi, konservasi, agroforestri, dan tata kelola lingkungan.

Kawasan itu juga dirancang menjadi arboretum, yakni area koleksi pohon yang berfokus pada pelestarian tanaman endemik sekaligus menjaga stabilitas iklim mikro di lingkungan kampus.

Ketua LHKP PP Muhammadiyah, Ridho Alhamdi, menegaskan bahwa program Hutan Wakaf Muhammadiyah hadir sebagai alternatif pengelolaan lahan yang berlandaskan nilai Islam sekaligus membuka ruang keterlibatan masyarakat.

Menurut Ridho, program tersebut dikembangkan melalui tiga model utama, yakni Hutan Wakaf Pendidikan dan Riset yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan hutan berbasis nilai Islam, Hutan Wakaf Agroforestri yang mengintegrasikan konservasi dengan pertanian produktif berbasis masyarakat, serta Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan yang memberi ruang bagi perempuan untuk ikut aktif menjaga dan mengelola lingkungan.

“Program ini diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan lahan yang berkelanjutan, baik dari aspek ekonomi, sosial, maupun ekologis,” jelas Ridho.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LATIN, Thomas Oni Veriasa, menilai inisiatif tersebut memiliki dimensi sosial-ekonomi yang kuat. Menurutnya, hutan wakaf tidak hanya berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani serta masyarakat sekitar.

“Program ini menunjukkan bagaimana sumber daya lahan bisa dikelola secara berkeadilan dan produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.

Dari sisi ekologis, hutan wakaf dinilai memiliki fungsi strategis dalam menjaga iklim mikro, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mendukung konservasi air. Program ini juga memiliki landasan hukum dalam kerangka wakaf nasional sehingga memiliki legitimasi regulatif yang kuat.

Inisiatif tersebut dianggap penting karena pendekatan perhutanan sosial yang berkembang selama ini dinilai kerap terlalu menitikberatkan aspek ekonomi, sementara dimensi konservasi, agama, dan budaya belum mendapat perhatian optimal.

Soft launching program Hutan Wakaf Muhammadiyah telah dilakukan pada 19 Agustus 2025 dalam rangkaian Rapat Senat Terbatas Milad UNIMUS ke-26. Agenda itu menjadi penanda resmi diperkenalkannya model baru pengelolaan lahan berbasis wakaf.

Rektor UNIMUS, Masrukhi, menyambut positif gagasan tersebut dan menyebutnya sebagai terobosan penting dalam pengelolaan lingkungan kampus.

Menurutnya, menanam pohon bukan sekadar aktivitas penghijauan, tetapi juga simbol menanam harapan bagi kehidupan di masa mendatang.

“Udara yang kita hirup adalah produk dari tanah, artinya ketika kita menanam, kita sedang menaruh harapan untuk kehidupan yang akan datang. UNIMUS sangat peduli lingkungan dengan mengusung motto eduwisata, sehingga program hutan wakaf ini menjadi sebuah harapan yang sangat baik,” ungkapnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dilantik Abu MUDI, Tastafi Aceh Tengah dan Bener Meriah Siap Hidupkan Pengajian hingga Tingkat Desa

0
Abu Syekh H. Hasanoel Basri HG melantik pengurus Cabang Tastafi (Pengajian Tauhid, Tasauf, dan Fiqih) Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam rangkaian pelantikan pengurus Tastafi se-Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat malam, 15 Mei 2026. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Abu Syekh H. Hasanoel Basri HG melantik pengurus Cabang Tastafi (Pengajian Tauhid, Tasauf, dan Fiqih) Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam rangkaian pelantikan pengurus Tastafi se-Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Jumat malam, 15 Mei 2026.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus baru dari kedua kabupaten bersama pengurus tingkat provinsi. Abu MUDI, pendiri sekaligus ulama kharismatik Aceh, memimpin langsung prosesi pelantikan seluruh pengurus Tastafi se-Aceh.

Untuk Cabang Aceh Tengah, posisi ketua dipercayakan kepada Abi Syahrika, yang juga menjabat sebagai pimpinan dayah serta anggota MPU Aceh Tengah. Jabatan sekretaris diemban Abi Ridwan Bintang, sementara bendahara dipercayakan kepada Walid Sarjuni.

Sementara itu, kepengurusan Tastafi Cabang Bener Meriah dipimpin oleh Tgk. Husnul Ilmi, yang juga Kepala Yayasan Al Hikam Al Aziziyah serta anggota DPRK Bener Meriah. Posisi sekretaris dijabat Abi Hadi Sutrisno, sedangkan bendahara diamanahkan kepada Tgk. Akmal.

Dalam amanatnya, Abu MUDI menitipkan pesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menghidupkan pengajian mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Menurutnya, pengajian merupakan nafas kehidupan umat Islam.

“Sempurnakan amanah ini,” pesan ulama karismatik tersebut di akhir sambutannya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat dakwah Tastafi di tingkat lokal, khususnya di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

K2M MI Aceh Besar Lakukan Evaluasi Program hingga Bahas Penguatan Kepala Madrasah

0
Rapat Bulanan K2M MI Aceh Besar, Sabtu (16/05/2026). (Foto: Kemenag Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K2M MI) Kabupaten Aceh Besar menggelar rapat rutin bulanan yang berlangsung di MIN 1 Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh kepala madrasah ibtidaiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Besar.

Rapat bulanan ini menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi terhadap berbagai program pendidikan madrasah yang selama ini telah berjalan. Selain itu, para peserta juga membahas sejumlah agenda strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan madrasah ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, para kepala madrasah mengevaluasi sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, di antaranya Tes Kemampuan Akademik (TKA), pelaksanaan olimpiade, serta ujian akhir madrasah. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih ditemui di lapangan.

Ketua K2M MI, Nurhalina, menyampaikan bahwa selain evaluasi program, rapat juga membahas berbagai agenda lanjutan serta program rutin K2M MI Aceh Besar sebagai langkah memperkuat koordinasi dan sinergi antar kepala madrasah.

Menurutnya, komunikasi yang intensif serta kolaborasi yang solid menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran maupun tata kelola madrasah.

Pada kesempatan yang sama, peserta rapat juga membahas rencana pelaksanaan pelatihan penguatan kepala madrasah. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan manajerial kepala madrasah agar mampu mengelola lembaga pendidikan secara lebih profesional dan adaptif.

Melalui rapat rutin bulanan tersebut, K2M MI Aceh Besar berharap kerja sama antar kepala madrasah di Kabupaten Aceh Besar semakin solid, sehingga mampu mendorong kemajuan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah ibtidaiyah secara berkelanjutan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Anies Baswedan: Ada “Sidik Jari” Pak JK dalam Penyelesaian Konflik di Ambon, Poso, hingga Aceh

0
ANIES BASWEDAN
Tokoh nasional, Anies Baswedan. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Tokoh nasional Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran milad ke-84 Jusuf Kalla (JK), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, yang digelar di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Amatan Nukilan.id, Anies dalam kesempatan tersebut menyampaikan kekagumannya terhadap sosok JK yang dinilainya tak pernah berhenti berpikir dan terus melahirkan gagasan-gagasan baru demi kemajuan bangsa. Menurut Anies, di usia yang kini memasuki 84 tahun, JK tetap menunjukkan semangat, produktivitas, serta dedikasi yang tinggi.

“Pak JK itu nonstop. Selalu berpikir, selalu berkarya, selalu ada yang digagas. Jadi di usia 84 ini, Pak JK kita doakan selalu sehat terus ke depan, dan apa yang beliau kerjakan selama ini bisa jadi inspirasi bagi generasi baru,” kata Anies.

Anies juga memberikan apresiasi atas kontribusi JK dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui berbagai misi perdamaian di sejumlah wilayah konflik di Tanah Air. Ia menilai keberhasilan perdamaian di daerah seperti Ambon, Poso, dan Aceh tidak terlepas dari peran besar JK.

“Kalau kita melihat hari ini Ambon yang tenang, kita melihat Poso yang tenang, kita melihat Aceh yang tenang, di situ ada sidik jarinya Pak JK,” ujarnya.

Anies menegaskan bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki sosok bapak bangsa seperti JK yang hingga kini terus menjadi teladan dan rujukan bagi generasi penerus.

“Kita merasa bersyukur memiliki Bapak Bangsa yang terus jadi teladan, yang terus jadi rujukan. Kita mendoakan Pak JK, Ibu Mufidah, semuanya sehat dan bisa terus jadi penjuru bagi generasi baru,” pungkasnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Abu Mudi Lantik Pengurus Tastafi se-Aceh dan Luar Negeri Periode 2026–2031

0
Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG melantik pengurus Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi se-Aceh serta perwakilan luar negeri periode 2026–2031 di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat malam (15/5/2026). (Foto:dok.UG)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ulama kharismatik Aceh, Abu Syekh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, secara resmi melantik kepengurusan Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi) se-Aceh serta perwakilan luar negeri untuk masa khidmat 2026–2031.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Masjid Raya Baiturrahman, Jumat malam (15/5/2026), dan dihadiri ribuan jamaah, ulama, santri, serta pengurus Tastafi dari berbagai daerah di Aceh maupun luar negeri. Dalam kegiatan tersebut, Abu Mudi turut didampingi Ketua Majelis Tastafi Pusat, Tgk H Muhammad Amin Daud.

Dalam arahannya, Abu Mudi menekankan pentingnya menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta memperkuat syiar Islam melalui kegiatan pengajian yang menyejukkan umat. Ia juga mengajak seluruh pengurus agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan istiqamah.

“Saya ingin menanyakan kepada teungku-teungku semua, bersediakah untuk kami lantik?” tanya Abu Mudi yang langsung dijawab serentak oleh seluruh pengurus dengan penuh semangat.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan pengurus wilayah se-Aceh serta pengurus perwakilan dalam dan luar negeri Majelis Tastafi periode 2026–2031.

Dalam naskah pelantikan tersebut ditegaskan bahwa Tastafi memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pengajian tasawuf, tauhid, dan fikih berdasarkan iktikad Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus membina umat dari pengaruh ajaran sesat, liberalisme, sekularisme, dan radikalisme.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dalam menjalankan amar ma’ruf nahi mungkar dengan penuh keikhlasan, istiqamah dan tanggung jawab,” ujar Abu Mudi.

Susunan Pengurus Inti Tastafi Periode 2026–2031

PW Tastafi Kota Banda Aceh

Ketua: Tgk H Umar Rafsanjani Lc MA
Sekretaris: Tgk Mustafa Husen Woyla SPdI
Bendahara: Tgk Rifki Ismail SAg MPd

PW Tastafi Aceh Besar

Ketua: Tgk Saifullah AR
Sekretaris: Tgk Marbawi Yusuf SH
Bendahara: Tgk Suwardi Ramli

PW Tastafi Pidie

Ketua: Tgk Basri Syamaun SSosI
Sekretaris: Tgk H Jarjani M Husen SHI
Bendahara: Tgk Muzakkir Alamsyah SHI

PW Tastafi Pidie Jaya

Ketua: Waled H Muniruddin M Diah SSos
Sekretaris: Tgk Azmi Yudha Zulfikar MAg
Bendahara: Abi Fakhri A Hamid

PW Tastafi Bireuen

Ketua: Tgk Faisal Hadi
Sekretaris: Tgk Irman M Saleh
Bendahara: Tgk H Muhammad Isan Devi

PW Tastafi Kota Sabang

Ketua: Abi H Nazaruddin SPdI
Sekretaris: Tgk Irhamullah Alda
Bendahara: Tgk Rahmat Akbar

PW Tastafi Aceh Jaya

Ketua: Tgk Munawar Dani SH MPd
Sekretaris: Tgk Alaidin
Bendahara: Tgk Muhammad Husen

PW Tastafi Bener Meriah

Ketua: Tgk Husnul Ilmi SSy
Sekretaris: Tgk Hadi Sutrisno SSosI
Bendahara: Tgk Akmal

PW Tastafi Aceh Tengah

Ketua: Tgk Syahrika
Sekretaris: Tgk Taufiqurrahman MPd
Bendahara: Tgk Ridwansyah SH

PW Tastafi Aceh Utara

Ketua: Ayah H Ibnu Hajar Yahya Panton Labu
Sekretaris: Tgk Abdullah A Ghani MSos Geudong
Bendahara: Tgk Keumalamuddin SSos MM Panton Labu

PW Tastafi Kota Lhokseumawe

Ketua: Tgk Zarkasyi SHI MHI
Sekretaris: Tgk Mustafa Kamal SSos MSos
Bendahara: Tgk H Mirza Gunawan ST MAP CPsp CCMs

PW Tastafi Aceh Timur

Ketua: Tgk Syarwani M Jamil (Idi Rayeuk)
Sekretaris: Tgk Zulfan SPdI (Idi Rayeuk)
Bendahara: Tgk H Taufik (Idi Rayeuk)

PW Tastafi Kota Langsa

Ketua: Abati Shalahuddin SUd MH
Sekretaris: Tgk Mudawali Tasman SAg
Bendahara: Tgk Muhammad Ali

PW Tastafi Aceh Tamiang

Ketua: Abon Saiful Mahdi SPdI MH
Sekretaris: Tgk Jamalul Ihsan
Bendahara: Tgk Muhammad Rasid

PW Tastafi Aceh Barat Daya

Ketua: Tgk Zainal Abidin M Amin SH
Sekretaris: Tgk Dear Zamni
Bendahara: Tgk M Muammar Khaddafi SH

PW Tastafi Aceh Barat

Ketua: Tgk H Surianto Sudirman Lc MA
Sekretaris: Tgk Nasrollah Murni SSos
Bendahara: Tgk Husni Mubarrak SH

PW Tastafi Nagan Raya

Ketua: Abiya Husaini Ishaq SPdI
Sekretaris: Abi Mahdi D
Bendahara: Tgk M Nazar

PW Tastafi Aceh Selatan

Ketua: Abuna Tgk H Mhd Ja’far Amja SHI
Sekretaris: Abi Cut Tgk Thamren Jr
Bendahara: Tgk Muhd Jazuri Syam

PW Tastafi Kota Subulussalam

Ketua: Tgk Syafruddin Al-Yusufi
Sekretaris: Ustadz H Qaharuddin Kombih SAg MAg
Bendahara: Ustadz Drs H M Ya’kub KS MM

PW Tastafi Aceh Tenggara

Ketua: Tgk H Marhaban Husni
Sekretaris: Tgk Nasir SH
Bendahara: Tgk Idris MPd

PW Tastafi Sumatera Utara

Ketua: Dr Tgk Fahmi Karumuddin MA
Sekretaris: Tgk Abdullah M Juned
Bendahara: Ir H Abdul Wahi

PW Tastafi Jakarta Raya

Ketua: Tgk H Abdul Razak Lc (Priok)
Sekretaris: Tgk Mahfudhan SHI (Abi Betawi)
Bendahara: Tgk Murdani Mustafa

PW Tastafi Provinsi Kepulauan Riau

Ketua: Tgk H Nasaruddin Tjut Muhammad
Sekretaris: Tgk Mustafa Husien SE
Bendahara: Tgk H Adnansyah (H Raja)

PW Tastafi Provinsi Lampung

Ketua: H Muhammad Iqbal Sak
Sekretaris: Dijasmiadi ST
Bendahara: Hj Zubaidah

PW Tastafi Brunei Darussalam

Ketua: Ustadz Muhammad Mat Piah
Sekretaris: Tgk Fatahillah H Syahrul Rasyid
Bendahara: Tgk Rustam bin Affan

PW Tastafi Scandinavia Eropa

Ketua: Tgk H Abdul Razaq Ridhwan
Sekretaris: Tgk Indra Fajri
Bendahara: Tgk H Sulaiman

Koordinator Kajian

Koordinator Kajian Tastafi MRB, Ketua Tgk Marwan Yusuf.

Koordinator Kajian Umum MRB, Ketua Tgk H Hasanun, Sekretaris Tgk Amiruddin SHI.

Koordinator Kajian Dayah Mayang MRB, Ketua Tgk Wahyu Mimbar MAg, Sekretaris Tgk Edi Syuhada SS.

Koordinator Kajian Hotel, Ketua Tgk Muhammad Balia SIKom MH SH MSos, Sekretaris Tgk Alwy Akbar Al Khalidi MH.

Koordinator Kajian Tastafi Landmark BSI, Ketua Tgk Rifki Ismail MAg, Sekretaris Tgk Fakhrul Husni MA.

Pelantikan ini menjadi momentum penguatan jaringan dakwah Tastafi dalam menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus memperluas syiar Islam yang damai dan menyejukkan, baik di Aceh, tingkat nasional, maupun mancanegara.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kebakaran Rumah di Aceh Besar, Satu Unit Rumah dan Sepeda Motor Hangus

0
Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Aceh Besar pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 15.16 WIB. Kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Indrapuri, tepatnya di Gampong Cureh. (Foto: BPBA)

NUKILAN.ID | JANTHO – Peristiwa kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Aceh Besar pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 15.16 WIB. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Indrapuri, tepatnya di Gampong Cureh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan satu unit rumah berkontruksi semi permanen milik warga.

Selain menghanguskan rumah, kebakaran juga menyebabkan satu unit kendaraan roda dua milik warga ikut terbakar. Peristiwa ini berdampak pada satu kepala keluarga yang terdiri dari lima jiwa, yakni keluarga Zulkifli (42).

Meski kerugian material cukup besar, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar segera mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar area kejadian.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.46 WIB atau sekitar 30 menit setelah kejadian dilaporkan. Setelah proses pemadaman selesai, kondisi di lokasi dilaporkan telah kondusif.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik serta penggunaan api di lingkungan rumah dalam kondisi aman. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sejumlah IUP Pertambangan di Aceh Barat Habis Masa Berlaku, Status Operasional Jadi Sorotan

0
Ilustrasi tambang. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | Meulaboh — Sejumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kabupaten Aceh Barat tercatat telah habis masa berlaku hingga periode Maret 2026. Kondisi tersebut mencakup izin pertambangan batubara skala besar hingga izin eksplorasi komoditas batuan, sehingga memunculkan perhatian terhadap status administrasi dan keberlanjutan operasional perusahaan pemegang izin.

Berdasarkan data rekapitulasi IUP yang diperoleh Nukilan, izin operasi produksi milik PT Agritrade Asia Batubara yang memiliki wilayah konsesi sekitar 2.000 hektare di Kecamatan Meureubo dan Kaway XVI tercatat telah berakhir sejak 14 April 2022.

Selain itu, izin operasi produksi PT Indonesia Pacific Energy dengan luas konsesi sekitar 4.935 hektare di wilayah Kecamatan Meureubo, Kaway XVI, dan Pante Ceureumen disebut akan berakhir pada 18 Mei 2026.

Tidak hanya sektor batubara, sejumlah izin eksplorasi pertambangan batuan atau sirtu (pasir dan kerikil) juga tercatat telah habis masa berlaku. Beberapa di antaranya yakni izin milik PT Mitra Mulia Lestari seluas 4,5 hektare di Kecamatan Meureubo, PT Sanging Mutiara Arza seluas 3,1 hektare di Kecamatan Kaway XVI, serta CV Anugrah Bintang Baru seluas 1,8 hektare di wilayah yang sama. Ketiga izin tersebut dilaporkan berakhir sejak 11 Agustus 2024.

Data tersebut juga menunjukkan terdapat badan usaha milik desa (BUMDes) yang masih menjalani proses administrasi perpanjangan izin. BUMDes Cahaya Pelita Tanjong Bungong dan BUMG Gatayu di Kecamatan Kaway XVI tercatat berstatus proses perpanjangan setelah masa berlaku izin sebelumnya berakhir pada 2023.

Berakhirnya sejumlah IUP tersebut memunculkan kebutuhan evaluasi terhadap status administrasi dan aktivitas operasional di lapangan, termasuk memastikan kegiatan pertambangan yang berlangsung telah memiliki izin aktif atau pembaruan dokumen sesuai ketentuan.

Hingga kini belum terdapat informasi lanjutan dalam data tersebut mengenai status perpanjangan izin, penghentian operasi, maupun penerbitan izin baru terhadap perusahaan dan badan usaha yang masa berlaku IUP-nya telah berakhir. []

Reporter: Sammy

Delapan Penumpang Perahu Wisata Terbalik di Ujung Pancu Dievakuasi Selamat

0
Tim SAR mengevakuasi korban perahu terbalik di Ujung Pancu. (Foto: Basarnas Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengevakuasi delapan korban perahu wisata yang terbalik di perairan Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (15/5/2026). Seluruh korban dilaporkan selamat.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan informasi mengenai insiden tersebut diterima sekitar pukul 17.20 WIB dari Panglima Laot Ulee Lheue.

“Berdasarkan informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim ke lokasi. Semua korban atau delapan orang dalam insiden tersebut selamat,” kata Ibnu, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan korban terdiri atas tujuh wisatawan dan seorang pawang perahu. Dari tujuh wisatawan tersebut, lima merupakan orang dewasa, sedangkan dua lainnya anak-anak berusia enam dan delapan tahun.

Menurut Ibnu, perahu yang mengangkut delapan orang itu sebelumnya berlayar untuk berwisata ke Pulau Tuan di kawasan perairan Ujung Pancu. Dalam perjalanan, perahu diterpa cuaca buruk disertai angin kencang hingga akhirnya terbalik.

“Seluruh penumpang dan awak berhasil selamat dan sempat terdampar di pulau tersebut sebelum dievakuasi,” ujarnya.

Setelah menerima laporan, Basarnas Banda Aceh mengerahkan tim penyelamat dengan membawa perlengkapan pencarian dan pertolongan, termasuk satu unit kendaraan operasional dan perahu karet atau Landing Craft Rubber (LCR).

Proses evakuasi turut melibatkan personel TNI, Polri, Satuan Tugas SAR Banda Aceh, nelayan, serta masyarakat setempat.

“Sesampainya di lokasi, tim langsung melakukan evakuasi menggunakan perahu LCR dan perahu nelayan. Selanjutnya seluruh korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue,” kata Ibnu.

Sementara itu, Panglima Laot Aceh, Miftahuddin Cut Adek, menyebut insiden tersebut dipicu oleh badai yang terjadi di kawasan perairan setempat. Informasi awal, kata dia, diterima dari Panglima Laot Ulee Lheue sebelum diteruskan kepada tim SAR.

“Kejadian itu akibat badai. Informasi pertama disampaikan oleh Panglima Laot Ulee Lheue, lalu mereka menghubungi SAR. Alhamdulillah semuanya selamat,” kata Miftahuddin kepada Nukilan, Sabtu (16/5/2026).

Hingga proses evakuasi selesai dilakukan, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa korban jiwa. []

Reporter: Sammy

Soroti Pelayanan Penerimaan Surat di Polresta Banda Aceh, ARA Tetap Gelar Aksi pada Senin Depan

0
Pernyataan aksi dari Aliansi Rakyat Aceh. (Foto: Dok ARA)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Aliansi Rakyat Aceh (ARA) memastikan tetap melaksanakan aksi demonstrasi yang telah dijadwalkan pada Senin (18/5/2026) depan, meskipun mengaku mengalami kendala saat menyampaikan surat pemberitahuan aksi ke Polresta Banda Aceh.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Rakyat Aceh, Syarif Maulana, mengatakan pihaknya mendatangi Polresta Banda Aceh pada Sabtu sekitar pukul 15.20 WIB untuk menyerahkan surat pemberitahuan aksi yang direncanakan berlangsung pada 18 Mei, 19 Mei, dan 21 Mei 2026.

Namun, menurut Syarif, saat tiba di ruang pelayanan atau bagian perizinan, tidak terdapat petugas yang berjaga untuk menerima dokumen tersebut.

“Kami datang untuk memenuhi kewajiban administratif sesuai aturan yang berlaku, tetapi di lokasi tidak ada petugas pelayanan. Setelah kami hubungi, dijelaskan bahwa hari itu libur sehingga pelayanan tidak tersedia,” kata Syarif kepada Nukilan, Sabtu (16/5/2026).

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat dalam memenuhi ketentuan penyampaian pemberitahuan aksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Syarif merujuk Pasal 10 dalam aturan tersebut yang mengatur kewajiban penyampaian pemberitahuan secara tertulis kepada kepolisian paling lambat 3×24 jam sebelum kegiatan berlangsung.

“Jika masyarakat diwajibkan menyampaikan pemberitahuan sesuai tenggat waktu, maka seharusnya tersedia mekanisme penerimaan surat agar kewajiban administratif itu dapat dipenuhi,” ujarnya.

Menurut dia, pihak Aliansi Rakyat Aceh sempat meminta agar surat pemberitahuan dapat dititipkan melalui pos penjagaan. Namun, surat disebut tidak diterima dan diarahkan untuk disampaikan langsung ke bagian pelayanan, sementara petugas terkait tidak berada di tempat.

Karena belum menemukan solusi, Aliansi Rakyat Aceh melakukan dokumentasi di area Polresta Banda Aceh sekitar pukul 17.02 WIB sebagai bukti upaya penyampaian surat. Dokumentasi tersebut, termasuk surat pemberitahuan aksi, kemudian dikirimkan kepada pihak perizinan melalui sarana komunikasi yang tersedia.

Syarif menegaskan pihaknya telah berupaya memenuhi seluruh prosedur administratif sebelum pelaksanaan aksi.

“Kami sudah melakukan upaya maksimal untuk menyampaikan pemberitahuan sesuai aturan. Karena itu, aksi tetap akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Aliansi Rakyat Aceh menyatakan aksi pada Senin mendatang tetap dilaksanakan sebagaimana rencana sebelumnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Banda Aceh terkait pernyataan tersebut. []

Reporter: Sammy

Tuntas Direhabilitasi, Bendung Krueng Pase Kembali Topang Pertanian di Aceh Utara

0
Tuntas Direhabilitasi, Bendung Krueng Pase Kembali Topang Pertanian di Aceh Utara. (FOTO: KemenPU)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menuntaskan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Krueng Pase di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, setelah infrastruktur tersebut terdampak banjir bandang pada November 2025. Rampungnya rehabilitasi ini menandai kembali berfungsinya sistem irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian di wilayah tersebut.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung hasil rehabilitasi tersebut pada Selasa (5/5/ 2026) lalu. Dalam kunjungannya, Dody secara simbolis membuka pintu air bendung untuk memastikan aliran irigasi kembali mengaliri lahan pertanian warga pascabencana.

Rehabilitasi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Menurut Menteri Dody, percepatan penyelesaian proyek tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemulihan kehidupan masyarakat, khususnya petani, dapat segera berlangsung.

“Perbaikan ini kita dorong cepat agar air bisa kembali mengalir ke sawah-sawah. Harapannya petani di sembilan kecamatan di Aceh Utara bisa kembali menanam dan panen minimal dua kali dalam setahun,” kata Menteri Dody.

Pekerjaan rehabilitasi tidak hanya mencakup perbaikan bendung utama, tetapi juga rehabilitasi saluran induk sepanjang 32,82 kilometer, saluran sekunder sepanjang 112,36 kilometer, beserta infrastruktur pendukung lainnya.

DI Krueng Pase memiliki cakupan layanan seluas 8.922 hektare lahan persawahan yang tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Luas, Nibong, Meurah Mulia, Samudera, Syamtalira Bayu, Blang Mangat, Matang Kuli, Syamtalira Aron, dan Tanah Pasir. Setelah rehabilitasi selesai, layanan irigasi pada area kanan seluas 5.614 hektare dan area kiri seluas 3.308 hektare kembali pulih.

Kementerian PU juga menyebut peningkatan kinerja irigasi tersebut berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pertanaman (IP) dari 65 persen hingga mencapai 250 persen, yang diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi beras dan pendapatan petani.

Upaya rehabilitasi Bendung Krueng Pase sendiri telah dimulai pada tahun anggaran 2025. Namun, pekerjaan sempat terdampak banjir bandang pada November 2025, sehingga percepatan penyelesaian menjadi prioritas demi memulihkan pasokan air bagi lahan pertanian masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody juga berdialog langsung dengan para petani. Salah satu aspirasi datang dari Mochtar Ahmad yang mengaku bersyukur bendung tersebut kini kembali berfungsi setelah sebelumnya petani mengalami kesulitan air.

“Kami sangat bersyukur bendung ini sudah kembali berfungsi. Setelah banjir kemarin, kami sempat kesulitan air. Sekarang sudah mulai normal kembali dan kami bisa kembali bertani,” ujar Mochtar.

Selain merehabilitasi bendung, Kementerian PU juga memfasilitasi pemulihan pascabencana melalui pembersihan endapan sedimen di area persawahan serta pembangunan lahan percontohan (demplot) seluas dua hektare untuk mendorong peningkatan produktivitas petani.

Kini, dengan berfungsinya kembali DI Krueng Pase, infrastruktur tersebut diharapkan menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak, sekaligus memastikan distribusi air irigasi tetap merata dari hulu hingga hilir serta membantu mengantisipasi risiko kekeringan pada musim kemarau.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News