Beranda blog Halaman 1975

Dilarang Ambil Gambar, Puluhan Wartawan Serbu Lokasi Proyek Dana Otsus di Aceh Tamiang

0

Nukilan.id – Salah seorang wartawan Media Online di Aceh Tamiang dihalangi dan dilarang mengambil gambar atau memotret kegiatan pelaksanaan proyek pembangunan Saluran Induk Primer di Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (14/10/2021).

Pelarangan yang menimbulkan pertengkaran itu dilakukan oleh pengawas proyek berinisial M saat salah seorang wartawan berusaha memotret kegiatan proyek yang diketahui pembangunannya mengunakan anggaran Dana Otonomi Khusus tahun 2021 sebesar Rp 2.298.418.000, yang dikerjakan oleh CV. KAMASA.

“Saya tadi berusaha mengambil foto di proyek pembangunan Saluran Induk, ada oknum pengawas berinisial M melarang saya mengambil foto. Kemudian terjadi pertengkaran. (Ngapain kau ambil foto tidak minta Ijin) kata pengawas itu,” jelas Zulherman kepada Nukilan.id.

Menurutnya, sangat aneh kalau ada proyek yang dibangun dengan Dana Otsus, namun pelaksana/pengawas pembangunan proyek itu melarang wartawan mengambil foto/gambar.

Mengetahui hal itu, pada Jum’at (15/10/2021) puluhan Wartawan dari berbagai Media Online di Aceh Tamiang melakukan investigasi ke dalam lokasi proyek pembuatan Saluran Induk Primer. Hal itu untuk mengetahui langsung oknum pengawas mana yang telah melarang wartawan dalam bertugas.

Sementara itu, Ketua Koperasi Berkah Wartawan Indonesia (KBWI) Aceh Tamiang, Amurdani mengatakan bahwa, berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers menyatakan, bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi tugas jurnalis dalam meklasanakan tugas peliputan, dapat dikenakan hukuman penjara selama dua tahun atau dikenakan denda paling banyak Rp 500.000.000 rupiah.

“Sebab itu, saya atas nama wartawan meminta sama-sama kita menghargai pekerjaan dan profesi orang lain,” pinta Amurdani.

Selanjutnya, Amurdani beserta seluruh Wartawan menyampaikan beberapa temuan di lokasi proyek tersebut kepada Pejabat Pelaksana Tehnik Kegiatan (PPTK) Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Aceh Tamiang, Rosmaini ,ST, MM.

Pengerjaan proyek pembangunan saluran indjk primer di Aceh Tamiang.

Reporter: Poris

PPID Aceh Bersilaturahmi ke Presma UIN Ar-Raniry Banda Aceh

0
PPID Aceh dan Presma UIN Ar-Raniry (Foto: Dok.Nukilan)

Nukilan.Id – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Aceh bersilaturahmi bersama Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry membahas tentang peran Mahasiswa dalam membantu pengembangan keterbukaan Informasi Publik dikalangan Kampus dan desa yang ada di Aceh.

“Peran mahasiswa sangatlah penting untuk pengembangan keterbukaan Informasi kepada publik, butuh penyampaian yang masif ke mahasiswa dan masyarakat pastinya”. kata Pelaksana Harian PPID Aceh Zalsufran, ST. M.Si saat diskusi di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Jum’at (15/10/2021).

Silaturahmi ini adalah Inisiatif dari PPID Aceh sendiri, untuk menjaring dan mengajak agar bisa sama-sama untuk membantu jalannya proses keterbukaan Informasi yang luas hingga ke desa. Sebut Zalsufran

Peran Mahasiswa dalam melakukan diseminasi keterbukaan informasi di Kampus dan di   Gampong sangat mungkin dan penting, terutama untuk menjalankan pemenuhan hak masyarakat atas informasi serta menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

Presiden Mahasiswa UIN Ar- Raniry Ahmad Jaden mengatakan, mengapresiasi kunjungan silaturahmi PPID Aceh ke Dema UIN ArRaniry, sehingga banyak yang bisa dipahami tentang Keterbukaan Informasi Publik.selanjutnya “sangat dibutuhkan keterbukaan Informasi publik di kampus-kampus sehingga seluruh mahasiswa mengetahui secara keseluruhan tentang informasi- informasi terbaru, baik informasi pembangunan, beasiswa, serta seluruh program kegiatan yang berada di perkarangan UIN Ar- Raniry.” Ucap Ahmad Jaden.

Keterbukaan informasi ini memang sudah sepatutnya untuk diterapkan di semua Intansi, baik di Universitas sampai ke Desa-desa agar mahasiswa dan masyarakat cepat untuk mengakses informasi yang ingin didapatkan. Jelasnya

“jika ada berita Hoak yang beredar di media sosial, masyarakat cepat untuk mangakses informasi dan segera tau berita itu tidak benar, dengan adanya keterbukaan informasi”.

Turut dihadiri PPID Aceh, kasie pengelolaan Aspirasi dan opini Publik Diskominsa Aceh dan Pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Ar-Raniry.[Jr]

2 Tahun Jokowi-Ma’ruf Membangun Aceh

0
Ruas jalan Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh). (Foto: Dok. Resmi)

Nukilan.id – Tepat 20 Oktober 2021 mendatang, pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memasuki dua tahun setelah pelantikan. Banyak hal yang terjadi dalam pemerintah periode kedua Jokowi.

Meski pandemi covid-19 menerpa Tanah Air, pembangunan terus dilakukan terutama di sektor infrastruktur. Provinsi Aceh yang berada di paling barat Indonesia juga tak luput dalam pembangunan.

Setidaknya ada empat pembangunan yang dilakukan di Aceh sejak dua tahun terakhir di bawah pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Dua di antaranya adalah lanjutan dari program periode sebelumnya. Berikut rinciannya:

Masjid Nyak Sandang

Pembangunan Masjid Nyak Sandang di Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, terus dipacu. Masjid ini dibangun pada usia 1 tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Oktober 2020.

Pembangunan masjid sebagai bentuk penghargaan kepada Nyak Sandang, salah satu penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia atau Seulawah RI-001.

Masjid didesain dengan konsep Islam, Iman, dan Ihsan yang diharapkan dapat menampung sekitar 940 orang. Diharapkan dengan dibangunnya Mesjid Nyak Sandang selain sebagai tempat ibadah, juga menjadi tujuan wisata religi di Aceh.

Pembangunan Masjid Nyak Sandang dimulai pada Oktober 2020 dan ditargetkan rampung pada akhir 2021. Adapun biaya pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp34 miliar.

Masjid Nyak Sandang dibangun di atas lahan seluas 4.940 meter persegi. Sedangkan bangunan masjid memiliki luas 2.518 meter persegi.

Tak hanya bangunan masjid, ada fasilitas lainnya yang terdiri dari bangunan utama, balai pengajian, perpustakaan, kantor pengurus, kios souvenir, hingga menara.

“Saat ini progres pekerjaan fisik telah mencapai 42,18 persen,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, pada Jumat, 23 April 2021.

Jaringan Irigasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah memacu pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) di Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat dan Jambo Aye Kanan, Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur.

Proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang mulai dikerjakan pada tahun 2020 hingga 2024. Hingga akhir 2021, progres pembangunannya disebut sudah mencapai angka di atas 80%.

Jaringan irigasi dibangun sebagai penunjang produktivitas sentra-sentra pertanian di Aceh dan Indonesia umumnya. Jaringan irigasi ini nantinya akan menghubungkan dengan bendungan-bendungan yang dibangun di berbagai daerah, khususnya Aceh.

Dengan demikian, pemerintah berharap bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata di mana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani di provinsi paling barat Indonesia itu.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya telah membangun banyak bendungan di berbagai daerah. Pembangunan ini akan diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas sentra-sentra pertanian.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat memberikan manfaat yang nyata dimana air akan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Basuki pada Jumat, 31 Juli 2020.

Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh)

Sejak groundbreaking pada akhir Desember 2018, pembangunan proyek jalan tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) kini memasuki usia ke-3 tahun. Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans-Sumatra yang menjadi proyek strategis nasional (PSN).

Tol Sigli-Banda Aceh merupakan jalan tol pertama di Aceh, terdiri dari 6 seksi. Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 25,7 kilometer, seksi 2 Seulimeum-Jantho sepanjang 6,3 kilometer, seksi 3 Jantho-Indrapuri sepanjang 16 kilometer.

Kemudian seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kiloemter, seksi 5 Blang Bintang-Kutobaro sepanjang 7,7 kilometer, dan seksi 6 Kutobaro-Simpang Baitussalam sepanjang 4,8 kilometer.

Pembangunannya terus dipacu. Diharapkan ruas tol antar kota pertama di Aceh itu bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh. Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 2, 5 dan 6 ditargetkan dapat dioperasionalkan pada Desember 2021 mendatang.

Presiden RI, Jokowi mengatakan Jika jalan tol sudah beroperasi, maka akses ke bandara semakin mudah dan semakin cepat. “Kalau konektivitas semakin lancar dan terhubung dengan transportasi udara maka yang akan kita lihat ke depan, pergerakan orang, pergerakan barang akan lebih cepat, sehingga biaya lebih efisien,” ungkap Presiden.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi saling terhubung antara titik yang satu dengan titik yang lain sehingga perekonomian bergerak lebih cepat.

“Kita harapkan dengan infrastruktur baru ini akan menumbuhkan titik-titik ekonomi baru, ada usaha-usaha baru, ada perluasan usaha dari yang sudah ada dan kita harapkan dapat membangkitkan perekonomian Aceh secara luas dan tentu saja goal-nya adalah menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya,” kata Presiden.

Presiden pun berpesan kepada Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah agar jalan tol tersebut dapat disambungkan dengan sentra-sentra pertanian, pariwisata dan kawasan industri.

“Sehingga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat kita di Aceh dan kita harapkan lagi Aceh bisa menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera. Jangan lupa libatkan usaha mikro, kecil menengah sehingga mereka ikut merasakan pembangunan ekonomi yang kita bangun,” tegas Presiden.

Bendungan Rukoh

Bendungan Rukoh menjadi salah satu proyek strategis nasional (PSN). Bendungan yang berada di Kabupaten Pidie ini dibangun sejak akhir 2018 lalu dan ditargetkan selesai pada 2023 mendatang. Di bawah pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, pembangunan proyek tersebut terus dipacu dalam dua tahun terakhir.

Pembangunan bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi sawah hampir 12.000 hektare (Ha). Hal ini juga sebagai upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan di Tanah Rencong.

Bendungan Rukoh saat sudah siap nanti diharapkan memenuhi kebutuhan air bersih dan penyediaan air baku sebesar 0,90 meter kubik per detik bagi 22.848 jiwa di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie.

Di samping proyek-proyek tersebut, dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf juga telah membangun sejumlah infrastruktur lainnya dalam menunjang pembangunan daerah.

Proyek-proyek yang tersebut di atas adalah representasi dari pembangunan Jokowi-Ma’ruf sejak dua tahun ini untuk Bumi Serambi Mekkah.

Percepatan Vaksinasi Door To Door

Di sisi lain, dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf juga ikut berperan dalam mendorong percepatan vaksinasi di Aceh. Salah satu melalui program vaksinasi door to door langsung ke desa-desa dan juga pondok pesantren yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, beberapa waktu lalu.

Presiden Joko Widodo, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pondok pesantren yang mendukung santrinya untuk divaksin.

“Hari ini kita melakukan vaksinasi massal untuk para santri, hari ini saya hadir di Aceh di Kabupaten Aceh Besar dan saya berada di ponpes Istiqamatuddin Darul Mu’arrif bersama para santri yang sudah dan akan divaksin,” kata Presiden Jokowi, di Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, pada Kamis, 16 September 2021.

“Saya sangat menghargai sekali mengapresiasi semua ponpes yang mendukung santri-santri untuk divaksin karena kita ingin anak-anak kita para santri kita semua tidak terpapar covid-19. Kita ingin melindungi mereka semuanya memproteksi mereka semua dari covid-19 dengan cara vaksinasi,” kata Jokowi.

Jokowi berharap, dengan adanya vaksinasi massal untuk para santri semuanya terproteksi dari covid-19. Dengan begitu, diharapkan juga belajar tatap muka akan terealisasi.

“Semoga semuanya sehat bisa tatap muka guru dan santri, para kiyai. Sehingga proses belajar mengajar di ponpes bisa normal kembali,” ujar Jokowi. [medcom.id]

Walikota Banda Aceh Dijamu Owner Resto Kolona Kitchen and Coffee Yogyakarta

0
(Foto: bandaacehkota.go.id)

Nukilan.id – Di sela-sela kegiatannya mengikuti Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Yogyakarta, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyempatkan diri bersama rombongan menjajal kuliner asal ‘Kota Gudeg’ yang khas melegenda, Kamis (14/10/2021).

Aminullah beserta rombonga singgah di salah satu restoran sekaligus tempat nongkrong yang berkelas dan mewah, yaitu Kolona Kitchen and Coffee

Tiba di sana, Aminullah disambut hangat oleh Aan Saka, atau Bang Aan biasa disapa, yakni sang owner dari Resto yang menempati lahan 1.200 meter persegi dan beroperasi sejak Oktober 2019 lalu itu.

“Luar biasa, cita rasa yang semua bangsa. Semua makanan terasa pas, dan sangat cocok untuk lidah wisatawan asing maupun lokal,” sebut Aminullah.

Selain itu, wali kota juga memuji desain bangunan yang terlihat unik, menarik dan cukup klasik. “Layaknya bangunan Yunani, konsep garden, mediteranian nan mewah juga melengkapi di bagian dalam resto,” katanya.

Aminullah pun tak mau kalah, di hadapan para tamu, ia memperkenalkan wisata kuliner khas Banda Aceh yang cukup mendunia.

“Jika berkunjung ke kota kami, pastinya rakan semua akan menikmati Seafood lengkap dari berbagai restoran mewah yang ada. Kita punya ragam kue daerah buatan UMKM lokal yang sangat enak,” ungkapnya.

“Selain itu, Banda Aceh juga dijuluki Kota Seribu Satu Warung Kopi. Berbagai macam jenis kopi, bahkan kopi nomor satu dunia (kopi gayo) disajikan lengkap oleh barista unggul di sana,” pungkasnya. []

Viral Benda Bercahaya Merah Jatuh di Langit Aceh, BMKG Telusuri

0
Screenshot benda merah jatuh dari langit (Dok. Istimewa)

Nukilan.id – Sebuah video yang memperlihatkan adanya benda bercahaya merah jatuh dari langit beredar di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum mendapat laporan soal fenomena tersebut.

Dalam video yang diunggah di Instagram, Jumat (15/10/2021), benda tersebut awalnya berjumlah satu unit dan kemudian terbelah menjadi beberapa bagian. Benda-benda itu memancarkan cahaya merah.

“Jangan mendekat, jangan mendekat,” kata seorang pria dalam video menggunakan bahasa Aceh.

Pria dalam video mempertanyakan jenis benda jatuh tersebut. Mereka juga terdengar menyebut benda itu terus terpecah.

Video direkam dalam suasana masih gelap. Pengunggah video menyebut fenomena itu terjadi wilayah Bener Meriah.

“Benda Bercahaya Jatuh Di Langit Aceh. Sebuah fenomena alam yang tidak biasa dimana ada benda bercahaya terlihat jatuh dari langit. Fenomena ini terjadi menjelang subuh di langit kawasan Simpang Lancang, Pintu Rime Gayo, Bener Meriah. Kamis (14/10/2021),” tulis pengunggah video.

Kasi Data dan Informasi BMKG Blang Bintang Zakaria, mengaku belum mendapat laporan adanya fenomena tersebut. Dia juga mengaku belum dapat memastikan benda yang jatuh itu.

“Saya nggak tahu fenomena apa itu karena tidak melihat sendiri. Nanti coba saya cari tau,” jelas Zakaria saat dimintai konfirmasi. [detikcom]

Aceh-Sumut Komitmen Sukseskan PON 2024

0
Stadion Harapan Bangsa dipersiapkan sebagai salah satu lokasi pertandingan PON 2024. (Foto: kompas.id)

Nukilan.id – Pekan Olahraga Nasional Papua 2021 berakhir. Provinsi Aceh dan Sumatera Utara mulai bersiap diri untuk menyukseskan PON 2024. Sebagai tuan rumah, pesta olahraga empat tahunan itu momentum untuk membangkit prestasi dan ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Dedi Yuswadi dihubungi, Jumat (15/10/2021), mengatakan, Aceh dan Sumut berkomitmen menyukseskan PON 2024. Koordinasi dengan kementerian dan Lembaga terkait di tingkat pusat terus dilakukan.

Dedi mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengajukan rancangan detail pembangunan infrastruktur, seperti stadion utama dan wisma atlet. Stadion utama, selain sebagai lokasi pertandingan sepak bola, juga dipakai untuk cabang atletik. Stadion utama mampu menampung 60.000 penonton.

Menurut rencana, pembukaan PON 2024 dilakukan di Aceh dan penutupan di Sumatera Utara. Sebagai provinsi bertetangga, akses Aceh-Sumut mudah, selain terhubung jalan tol juga melalui penerbangan.

”Lahan untuk lokasi stadion utama sudah kami sediakan, yakni di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, luasnya 106 hektar,” kata Dedi.

Kuta Malaka dianggap strategis berada di tepi jalan nasional Medan-Banda Aceh. Hanya berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat ibu kota Provinsi Aceh.

Pelaksanaan pertandingan dilakukan di 10 kabupaten/kota, di antaranya Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, dan Aceh Tengah.

Dedi menambahkan, pembangunan infrastruktur dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). Beberapa Gedung olahraga telah tersedia, tetapi perlu direhab dan ditambah fasilitas.

Salah satu lokasi yang akan digunakan adalah Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh. Stadion yang memiliki kapasitas 45.000 orang itu selama ini digunakan oleh klub sepak bola Liga 1 Persiraja.

Di kompleks Stadion Harapan Bangsa terdapat fasilitas olahraga lain, seperti gedung serba guna, gedung IPSI, gedung anggar, gedung bulu tangkis, lapangan basket, lapangan voli, lapangan sepak takraw, lapangan tenis, dan lapangan sintetis untuk sepak bola.

“Lahan untuk Lokasi Stadion Utama Sudah Kami Sediakan, Yakni di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar, Luasnya 106 Hektar.”

Aceh akan memanfaatkan status tuan rumah sebagai momentum meningkatkan prestasi olahraga dan pembangunan ekonomi. Pada PON Papua, Aceh menduduki peringkat perolehan medali ke-12 dengan total medali 29 keping. Ini menjadi prestasi terbaik sepanjang sejarah Aceh mengikuti PON.

Perbaiki peringkat

Sekretaris Komite Olahgara Nasional Indonesia (KONI) Aceh Nasir menuturkan, Aceh berhasil memperbaiki peringkat dari posisi ke-17 di PON Jabar naik ke posisi ke-12. Nasir optimistis, sebagai tuan, motivasi meningkatkan prestasi lebih tinggi.

”PON juga memontem untuk membangun ekonomi. Akan banyak kesempatan kerja, peluang usaha, dan wisata,” kata Dedi.

”Terlalu dini bicara target, tetapi saya optimistis kita bisa mencapai peringkat lima atau tujuh,” ujarnya.

Rencana awal jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Aceh 32 cabang dan 22 cabang di Sumut. Namun, cabor-cabor tersebut belum ditetapkan KONI pusat. Jumlah atlet dan ofisial diperkirakan mencapai 7.000 orang.

Saat ini, KONI Aceh sedang mengkaji lokasi pertandingan yang akan diusulkan kepada Gubernur Aceh. Nasir menuturkan, infrastruktur harus sudah siap pada 2023 sebab perhelatan PON dilakukan pada 2024. [kompas.id]

5 Pemain Tim PON Aceh Direkrut Persiraja untuk Tampil di Liga 1

0
Para pemain PON Aceh yang sukses merebut medali perak di PON XX Papua. Lima di antaranya direkrut Persiraja untuk putaran kedua BRI Liga 1 2021. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Nukilan.id – Persiraja Banda Aceh dipastikan telah mencapai kesepakatan untuk merekrut lima pemain tim PON Aceh yang baru saja berlaga di PON XX Papua. Perekrutan tersebut dikonfirmasi hari ini, Jumat (15/10/2021).

Lima pemain itu akan didaftarkan dalam bursa transfer jelang putaran kedua BRI Liga 1 2021/2022. Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam, mengatakan lima pemain asuhan Fakhri Husaini itu telah setuju bergabung bersama Lantak Laju.

“Lima pemain PON Aceh akan kami rekrut ketika bursa transfer paruh musim nanti dibuka. Mereka adalah kapten tim Rizky Yusuf, Akhilul, Yasyani, Alvin Halim, dan Ridha Umami. Semua sudah deal,” ujar Dek Gam, Jumat (15/10/2021).

Perekrutan tersebut dilakukan berdasarkan rapor penampilan gemilang kelima pemain selama berkiprah di PON XX Papua. Tim asuhan Fakhri Husaini itu memang tampil bagus hingga melangkah ke babak final.

Sayangnya dalam laga puncak, Aceh dikalahkan oleh tim tuan rumah, Papua dengan skor 0-2, dan berhak mendapatkan medali perak. Tim pemandu bakat Persiraja telah memantau pemain-pemain PON ini sejak masa persiapan hingga akhir dari multievent olahraga itu.

“Mereka tampil luar biasa di Papua dan layak untuk bermain di Liga 1 bersama Persiraja Banda Aceh. Kami sudah berkomunikasi dengan pelatih Fakhri Husaini dan Hendri Susilo tentang perekrutan lima pemain tersebut,” jelasnya.

Layak untuk Direkrut

Presiden Persiraja Banda Aceh sekaligus anggota Komisi III DPR RI itu mengapresiasi perjuangan tim asuhan Fakhri Husaini di PON XX Papua untuk mengharumkan nama Aceh. Dek Gam mengaku selalu mengikuti dan menonton pertandingan tim PON Aceh.

Sementara itu, pelatih Persiraja, Hendri Susilo, yang saat ini berada di Yogyakarta bersama tim untuk persiapan seri kedua BRI Liga 1 2021/2022, mengatakan kelima pemain tersebut memang layak untuk direkrut.

Menurut Hendri, kelimanya sesuai dengan karakter yang diinginkan dan kebutuhan tim saat ini. Hendri juga telah berkomunikasi dengan pelatih Fakhri Husaini mengenai hal ini.

Persiraja akan menghadapi Persita Tangerang pada laga pekan ketujuh BRI Liga 1 di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (16/12/2021).

Jadwal Persiraja di Seri Kedua BRI Liga 1 2021/2022

Persita Tangerang vs Persiraja Banda Aceh

  • Stadion Moch Soebroto Magelang
  • Sabtu, 16 Oktober 2021

Persiraja Banda Aceh vs Arema FC

  • Stadion Maguwoharjo Sleman
  • Sabtu, 23 Oktober 2021

Persiraja Banda Aceh vs Madura United

  • Stadion Manahan Solo
  • Rabu, 27 Oktober 2021

Persebaya Surabaya vs Persiraja Banda Aceh

  • Stadion Maguwoharjo Sleman
  • Minggu, 31 Oktober 2021

Persiraja Banda Aceh vs Persik Kediri

  • Stadion Moch Soebroto Magelang
  • Sabtu, 6 November 2021 [bola.com]

FDK UIN Ar-Raniry Gelar Pelatihan Pengolahan Limbah Jadi Produk Bernilai

0
(Foto: Dok Ist)

Nukilan.id – Program Study (Prodi) dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry menggelar pelatihan life skill “Praktik Pengelolahan Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomis (Larva Pakan Ternak)” di Taman Sanggamara Pendopo Food Park, Banda Aceh, Kamis (14/10/2021).

Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Prodi PMI FDK UIN Ar-Raniry, Dr. Rasyidah, M.Ag yang didampingi Sekretaris Prodi, Sakdiah,M.Ag.

“Sangat bersyukur, mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini secara langsung turun ke lapangan pada pelatihan life skill ini,” kata Dr Rasyidah dalam sambutanya saat membuka acara pelatihan itu.

Sementara itu, Asisten Logistik (Aslog) Kasdam Iskanda Muda (IM), Kolonel CPL Reki Feriyanto, SE menyampaikan bahwa, dirinya sangat hoby dalam budidaya manggot, sebelumnya beliau belajar ototidak yaitu belajar dari Youtube dan Google namun gagal.

Meskipun demikian, beliau tidak putus semangat, beliau mengundang kawannya yang youtuber berasal dari Medan untuk belajar langsung dari kawannya.

Begitulah kegigihan beliau dalam mencapai sesuatu yang benar-benar ingin didapatkan. Awal timbul keinginan untuk Budidaya manggot dengan melihat banyak sampah- sampah yang tidak dimanfaatkan.

Cara beliau meminimalisir sampah organik dengan selalu membawa Tupperware yang dijadikan sebagai tempat penyisihan sisa makanan yang akan dibawa pulang kemudian diolah dan diberikan ke manngot.

Kegiatan ini diikuti dengan jumlah peserta mahasiswa sebanyak 30 orang di antaranya mahasiswa angkatan 2018, angkatan 2019 dan angkatan 2020.

“Ini kesempatan langka untuk melihat langsung proses inkubasi-inkubasi manggot. Memang sudah saatnya kita kembali ke alam karena dengan kondisi sekarang ini sampah itu menjadi masalah utama di seluruh dunia,” ” kata salah satu perwakilan peserta.

Nurhasballah salah satu peserta juga menambahkan, dengan adanya pelatihan observasi inkubasi menggot ini, maka para peserta dapat menambah wawasan tentang pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berpotensi ekonomi untuk mensesejahterakan masyarakat.

Reporter: Hadiansyah

Lagi, Pemerintah Aceh Batalkan Pembangunan Terminal di Pidie, Bireuen, dan Tamiang

0
(Foto: Dok. kabarbireun. Com)

Nukillan.id – Pemerintah Aceh membatalkan 3 pembangunan Terminal Refitalisasi Type B Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie dan Bireun. Banda Aceh, Jumat (15/10/2021)

Pembangunan Terminal yang dibatalkan tersebut pagu sebasar Rp. 13.776. 879.409  Terminal Aceh Tamiang, Bireun Rp. 13.176.377.852 tipe B dan Terminal Kabupaten Pidie Rp. 13.436.212.709 tipe B, yang dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggara 2021.

Ke tiga Terminal tersebut, Pembangunan yang di batalkan berjumlah Rp. 40.389.469.970  Milyar, dari kabar yang diterima Nukilan.id, pembatalan terjadi karena waktu untuk pengerjaan tidak bisa dilaksanakan  lagi.

Informasi lainnya, Pengesahan APBA tahun 2021 diteken tanggal 30 Oktober 2020, dan pemberian berkas dari Dinas Perhubungan kepada Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) pada Mei 2021.

Penayangan dan Kontrak Kerja tidak kunjung datang oleh BPBJ, dapat  informasi, di Pertengahan Oktober pembangunan Terminal di Batalkan. [JR]

Masyarakat Plu Pakam Gugat Perbup Aceh Utara ke Mahkamah Agung

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Polemik bergesernya wilayah administrasi akibat diterbitkannya Peraturan Bupati Aceh Utara Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penetapan, Penegasan, dan Pengesahan Batas Wilayah Gampong Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong dengan Gampong Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, telah mencapai babak baru.

Masyarakat Gampong Plu Pakam pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 mendaftarkan gugatan uji materiil di Mahkamah Agung Indonesia yang berkedudukan di Jakarta.

Gugatan ini dilakukan karena Perbup tersebut membuat sebagian wilayah Dusun Biram yang terletak di Gampong Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas bergeser menjadi wilayah Gampong tetangganya, Blang Pante Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara.

Perbup tersebut mengabaikan Krueng Keureuto yang selama ini menjadi batas alam antara kedua Gampong ini.

Terbitnya Perbup ini disinyalir disebabkan adanya upaya untuk mengambil keuntungan dari ganti rugi lahan Proyek Strategis Nasional Waduk Keureuto yang berdampak kepada beberapa Gampong di wilayah Kabupaten Aceh Utara, antara lain Gampong Plu Pakam.

Objek ganti rugi yang menjadi sengketa akibat terbitnya Perbup tersebut merupakan eks wilayah HGU PT Satya Agung yang melalui HGU No. 05/1986 meliputi Kecamatan Meurah Mulia dan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara.

Lahan eks PT Satya Agung di Gampong Plu Pakam telah lama ditelantarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan Surat Keterangan Tanah yang diterbitkan Pemerintah Gampong Plu Pakam sejak 2009.

Sejak proyek pembangunan Waduk Keureuto dimulai pada tahun 2015, telah terjadi dua tahap pembayaran ganti rugi, dimana wilayah bantaran sungai eks HGU PT Satya Agung dibayarkan kepada masyarakat Plu Pakam yang menggarap lahan tersebut.

Anehnya, melalui Perbup tersebut, wilayah pedalaman Dusun Biram yang menjadi objek ganti rugi Tahap Ketiga dikeluarkan dari Gampong Plu Pakam dan menjadi wilayah Gampong Blang Pante yang terletak di seberang sungai, sehingga hak garap termasuk hak ganti rugi masyarakat Plu Pakam atas tanah tersebut pun menjadi hilang, dikarenakan Pemerintah Gampong Blang Pante kemudian menerbitkan SKT untuk warganya sendiri.

Kerancuan ini ditenggarai karena adanya oknum yang ingin mengambil manfaat ganti rugi Tahap Ketiga ini.

Sekretaris APDESI Tanah Luas, Mulya Saputra membenarkan langkah hukum yang diambil Oleh Masyarakat Gampong Plu Pakam tersebut. Bagi Mulya langkah tersebut merupakan langkah yang tepat dan terukur untuk mencapainya keadilan yang selama ini dirasa sudah sangat susah didapat di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh sendiri.

“Tidak ada langkah konkrit dalam penyelesaian sengketa Tapal batas antara Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong dengan Gampong Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, sehingga masyarakat Plu Pakam membacakan surat Terbuka kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, Alhamdulillah viral, sehingga ada respons dari Pusat. Lima Pengacara Nasional pun bersedia mengadvokasi kasus kita dan mulai membantu Kasasi di MA, Uji Materil Perbub serta pelaporan adanya dugaan kesepakatan jahat dan mafia tanah ke Mabes Polri hingga pelaporan adanya dugaan gratifikasi dan korupsi ke KPK,” kata Mulya.

Mulya menambahkan bahwa keberadaan Perbup tersebut telah menimbulkan ketidakpastian hukum terhadap banyak peraturan dan surat keputusan, seperti SHGU No. 5/1986 atas nama PT Satya Agung yang secara eksplisit menyebutkan Kecamatan Tanah Luas dan Kecamatan Meurah Mulia Kabupaten Aceh Utara, bukan Kecamatan Matang Kuli yang merupakan induk dari Kecamatan Paya Bakong dimana Gampong Blang Pante berada, sebelum kecamatan tersebut dimekarkan pada tahun 2001 berdasarkan Perda Aceh Utara Nomor 11/2001.

Perbup tersebut mengabaikan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor: 592.2/478/2017 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah untuk Waduk Krueng Keureutoe di Kecamatan Paya Bakong dan Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, dimana wilayah bantaran sungai Keureuto bagian Gampong Plu Pakam dibayarkan ganti ruginya kepada petani penggarap yang mengantongi SKT yang diterbitkan oleh Gampong Plu Pakam.

Perbup tersebut telah menihilkan Surat Keputusan Bupati Aceh Utara tentang penetapan lokasi pengadaan tanah tahap ketiga yaitu SK Nomor 592.2/2/2020 dimana termasuk di dalamnya wilayah pedalaman Dusun Biram Gampong Plu Pakam beserta daftar penerima ganti rugi berdasarkan SKT yang diterbitkan oleh Gampong Plu Pakam.

Oleh karena itu, patut dicurigai Perbup ini memiliki motif untuk menguntungkan dan memperkaya sekelompok pihak, dan merugikan pihak yang lainnya.

Selain melakukan uji materiil ke MA, masyarakat Plu Pakam akan melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri mengenai dugaan adanya pemalsuan dokumen, dimana Berita Acara Kesepakatan yang menjadi dasar Perbup tersebut diduga dibuat dengan memalsukan tanda tangan para pihak. Beberapa pihak yang tanda tangannya muncul di surat kesepakatan tersebut telah mengeluarkan pernyataan di atas materai bahwa mereka tidak pernah menandatangani apapun selain absensi rapat.

Masyarakat juga akan melaporkan ke KPK terkait dugaan tindakan korupsi dengan motif memperkaya diri sendiri atau orang lain akibat munculnya Perbup tsb.

Plu Pakam adalah camp militer pertama GAM untuk wilayah Pasee dan menjadi basis GAM selama bertahun-tahun dikarenakan letak geografis yang sangat sulit untuk dicapai.

Kampung ini adalah salah satu Gampong yang termiskin di kabupaten Aceh Utara, yang merupakan Kabupaten termiskin di Provinsi Aceh, Provinsi Termiskin di Sumatera.

Masyarakat tidak memiliki sawah, dan mengantungkan hidupnya dari tanaman pinang dan kakao. Sayangnya, hari ini pinang mereka tidak berbunga, dan kakao mereka sudah mengeras dan tak berbuah lagi.

Advokasi masyarakat Plu Pakam ini diprakarsai oleh DPD PDI Perjuangan Aceh. Untuk kontak dan informasi lain mengenai perkara ini, tim advokasi masyarakat Plu Pakam bisa dihubungi di advokasiplupakam@gmail.com. []