Beranda blog Halaman 1921

Aminullah Usman Buka Diklat MPC PP Kota Banda Aceh

0
Pembukaan Diklat MPC PP Kota Banda Aceh ditandai dengan pemukulan Rapai, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman, SE,Ak.,MM membuka acara pendidikan dan pelatihan majelis pimpinan cabang Pemuda Pancasila kota Banda Aceh di Grand Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Kegiatan Diklat yang berlangsung selama 3 hari dari 26-28 November 2021 di Hotel Grand Aceh Syariah. Diklar  ini diikuti sebanyak 150 peserta yang  dibuka langsung oleh Walikota Banda Aceh, H Aminullah Usman SE Ak.,MM.

Dalam sambutan pembukaan, Aminullah Usman mengatakan generasi muda khususnya pemuda Pancasila ini sangat penting untuk belajar dan brbenah di usianya yang relatif muda, melalui diklat ini kita harapkan bisa melatih kemapanan dan kemandirian dalam menghadapi tantangan zaman di era digital saat ini.

“Ayoe belajar dan tetap semangat mengikuti diklat ini, kita berharap kader Pemuda Pancasila bisa sinergi membantu pemerintah kota banda Aceh dalam mewujudkan kota Banda Aceh yang gemilang.”

Ia mengajak kader muda untuk memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah kota Banda Aceh, kita siap membantu dan berkolaborasi dengan Pemuda Pancasila dalam hal apapun, Tambahnya.

Sementara itu, Ketua MPC PP Banda Aceh,T Rinaldi SE mengatakan, Diklat ini merupakan wujud kepedulian dan tanggungjawab organisasi dalam mengembleng kadernya untuk memiliki wawasan kebangsaan dalam berbangsa dan bernegara, sekaligus menciptakan kader yang militan dengan menanam nilai sosial dan kemasyarakatan serta solidaritas yang tinggi antar kader.

“Lewat diklat ini kita ingin melahirkan kader yang berwawasan kebangsaan dan siap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan azas Pancasila dari rongrongan pihak manapun,” ucap T Rinaldi yang akrab dipanggil Popon.

Diklat tingkat Madya yang merupakan pendidikan tingkat II ini akan diikuti sebanyak 150 peserta terdiri dari pengurus, badan dan lembaga yang ada di bawah MPC PP Kota Banda Aceh.[]

52 Kontigen UIN Ar-Raniry Masuk Final OASE PTKI, Target Juara Umum

0
Kontigen OASE PTKI UIN Ar-Raniry Banda Aceh, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Olimpiade Agama, Sains dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (OASE PTKI) I se Indonesia, 52 Kontigen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Masuk Final. Kegiatan ini dijadwalkan akan ditutup Sabtu (27/11/2021) malam oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Muhammad Ali Ramdhani STP MT.

Dari 23 cabang yang diperlombakan, kontingen UIN Ar-Raniry Banda Aceh mampu meloloskan 52 orang kontigen ke babak final yang berlangsung secara luring dikampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh mulai tanggal 25-27 November 2021.

“Dari 23 cabang yang diperlombakan di OASE PTKI I Se Indonesia, kontingen UIN Ar-Raniry Banda Aceh hanya minus di cabang matematika, fisika, media pembelajaran dan story telling. Sementara 19 cabang sisanya melaju ke babak final,”kata Dr. Analiansyah MAg selaku Ketua Tim Kontingen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, saat ditemui disela-sela kegiatan final berlangsung Sabtu, (27/11/2021).

Analiansyah mengaku optimis, sebagai tuan rumah kontingen UIN Ar-Raniry Banda Aceh mampu mewujudkan ambisi menjadi juara umum pada OASE PTKI Pertama ini.

Sebelumnya, Rektor UIN Ar-Raniry Warul Walidin melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Saifullah Idris menargetkan kampusnya menjadi juara umum dalam OASE PTKI I 2021.

“Target juara umum sudah pasti, tetapi kami tak mau terlalu berambisi. Sebab, berbagai kemungkinan dapat saja terjadi sehingga gelar juara umum dapat lepas dari tuan rumah,” kata Rektor UIN Ar-Raniry, yang disampaikan Wakil Rektor Saifullah Idris, yang dikutip dari laman Ditjen Pendis Kemenag, Jumat (26/11/2021).[]

Dukung Program Walikota, Kejari Medan Terapkan E-Parking untuk Cegah Pungli

0
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah (Foto: instagram)

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan telah menerapkan sistem pembayaran parkir non tunai atau E-Parking demi mencegah terjadinya pungli di seputaran Kantor Kejari Medan, Jalan Adinegoro, Kecamatan Medan Timur.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata kepada wartawan, Sabtu (27/11/2021).

“Benar, kita (Kejari Medan-Red) telah menerapkan E-Parking mulai hari Senin, 22 November 2021 lalu,” ujar Bondan dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Sabtu (27/11/2021).

Bondan menyampaikan bahwa penerapan E-Parking di Kejari Medan tersebut untuk mendukung terobosan Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Terima kasih kepada Pemko Medan Terima Kasih kepada Pemko Medan, yang telah membuat E-Parking di depan Kejari Medan, dan mulai kemarin sudah diterapkan E-Parking, saat ini di parkiran luar Kantor Kejari Medan sudah menjadi rapi dan keamanan kendaraan maupun aksesorisnya lebih aman serta pendapat parkir lebih jelas,” kata Bondan.

Menurutnya, E-Parking ini yang sangat berguna dengan Kejari Medan yakni calo yang ada di sekitar Kejari Medan sudah berkurang, karena selama ini, calo yang ada di sekitaran Kejari Medan sangat mengganggu masyarakat yang ingin mencari keadilan.

“Selain itu, penerapan E-Parking ini merupakan wujud nyata dukungan Kejari Medan dalam menerapkan cashless society di lingkungan pemerintah khususnya Kota Medan,” ujar Kasi Intel Kejari Medan Bondan Subrata.

Bondan mengatakan, Kejari Medan saat itu terus berbenah untuk mendukung program Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan.

“Kejari Medan mendukung sepenuhnya program Walikota Medan untuk meningkatkan PAD dari retribusi parkir,” pungkasnya. []

Ketua BRA: Kesejahteraan Eks Kombatan GAM Tanggungjawab Pemerintah

0
Ketua BRA Azhari Cagee, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ketua Badan Reintegerasi Aceh (BRA) Azhari Cagee mengatakan kesejahteraan eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) merupakan tanggungjawab pemerintah.

“Pemerintah bertanggungjawab mensejahterakan semua eks kombantan di Aceh,” kata Azhari Cagee yang juga menjabat sebagai  Juru bicara KPA di Banda Aceh, Jumat (26/11/2021).

Dijelaskan, dalam amanah Memorandum of Understanding (MoU) Helsingky menyatakan bahwa eks kombatan berhak memperoleh lahan pertanian dan lapangan pekerjaaan.

“Sekarang kita melihat dinamika dari butiran MoU Helsingki yang sudah 15 tahun lamanya, tetapi sekarang eks kombatan belum merasakan kesejahteraan, karena masih banyak pengaduan-pengaduan dan kondisi ekonomi yang mereka rasakan masih perlu perhatian,” ucap Azhari.

Menurutnya, kalau hanya berharap dengan anggaran Pemerintah Aceh ini tidak akan pernah terealisasi, karena jelas dalam qanun BRA sudah disebutkan bisa memperoleh anggaran lain yang sifatnya tidak mengikat.

“Maka BRA sendiri perlu keamanan, kenyamanan dan kedamaian yang juga bagian dari Pemerintah Aceh selaku pengambil hasil dari pada perjuangan Aceh,” ujar Azhari Cagee.

Oleh karena itu, kata dia, sudah sepatutnya pemerintah pusat maupun daerah memikirkan nasib eks kombatan GAM.

Ia berharap kepada pemerintah pusat dan daerah untuk dapat membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi eks kombatan GAM seperti amanah dalam MoU Helsinky.

Selain itu, Azhari Cagee juga mengatakan, kedepan pihaknya akan bermusyawarah dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan juga akan menyurati Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas terkait bantuan untuk para eks kombatan GAM.

“Kita minta perusahaan BUMN dan perusahaan swasta lainnya di Aceh untuk memberi lowongan pekerjaan kepada eks kombatan,” tegasnya.

“Kita tahu sendiri, sekarang ini lowongan pekerjaan begitu rumit persyaratannya, karena para eks kombatan pasti tidak mempunyai pengalaman yang begitu luas di bidang pekerjaan. Karena tempo dulu sibuk dengan perjuangan untuk Aceh, sehingga skill dan pengalaman mereka begitu minim,” tuturnya.

Reporter : Hadiansyah

Kasus Penembakan Pos Pol Tuntas, Tarmizi Apresiasi Polda dan Polres Aceh Barat

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tarmizi, SP dari Fraksi Partai Aceh memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas keberhasilan mengungkapkan dan menangkap pelaku kasus penembakan pos polisi di Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat.

Tiga orang sebelumnya terpaksa ditangkap hingga terjadi penembakan karena melarikan diri dan melawan petugas. Empat lainnya menyerahkan diri dan tidak ada kekerasan kepada mereka sesuai dengan perjanjian dengan pihak keluarga sehingga semuanya mau menyerahkan diri dan membawa senjata api. Jelasnya

“Jika seandainya pihak keluarga mau membujuk yang lari ke Aceh Jaya dan menyerahkan diri tentu tidak akan ada peristiwa tertembaknya para pelaku,” kata anggota DPRA asal Aceh Barat Tarmizi, SP dalam keterangannya kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Sabtu (27/11/2021).

Baca juga : 4 DPO Menyerahkan Diri, Kabid Humas: Kasus Penembakan Pos Pol Tuntas

Sekitar dua hari sebelum ditangkap “pihak kepolisian menjumpai saya, minta tolong untuk disampaikan kepada pihak keluarga agar mau menyerahkan diri dan dipastikan tidak ada kekerasan. Karena percuma lari, lokasi juga sudah diketahui, pihak kepolisian juga tidak mau ada yang terluka,”ucap Tarmizi.

Kata dia – Tarmizi, telah berusaha semaksimal mungkin, menghubungi keuchik dan keuchik membujuk keluarga. Dari pihak keluarga takut dan para pelaku pun sudah lari jauh dan tidak diketahui lagi tempat persembunyiannya.

Karena tidak berhasil dibujuk maka terpaksa ditangkap, ada yang terluka dan yang sangat disayangkan ada yang meninggal.

”Saya betul-betul sangat sedih karena tidak berhasil memediasi hal ini,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau seandainya mau menyerahkan diri tentu semuanya akan baik-baik saja, saya juga siap mendampingi demi keselamatan masyarakat kita walaupun saya tidak kenal dengan mereka.

“Syukur alhamdulillah sekarang sudah selesai dengan menyerahkan diri semua pelaku yang sebelumnya buron,” kata Tarmizi.

Tarmizi berterima kasih kepada tokoh masyarakat, pihak keluarga dan semua pihak atas kerjasama yang baik yang telah berhasil membujuk keluarga dan empat orang yang DPO sehingga menyerahkan diri dalam keadaan sehat dan selamat.

Ia berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa. Mohon kepada masyarakat jangan mau diajak untuk melakukan perbuatan kriminal yang melawan hukum karena pasti tidak akan mendapatkan faedah apapun.

“Tidak hanya mati atau terluka dan dipenjara, tapi kasian juga keluarga dan umumnya masyarakat kita yang masih trauma dengan senjata api,” tuturnya.[Jr]

Ratusan Pebalap Sepeda Ikuti Tour de Sabang UCI Grand Fondo

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ratusan pebalap memeriahkan event Tour de Sabang 2021 yang diikuti oleh pesepeda dari Aceh maupun luar Provinsi Aceh. Event Tour de Sabang yang diselenggarakan oleh ISSI Aceh dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh itu merupakan upaya untuk menghadirkan event olahraga bertaraf Internasional di Aceh.

Event ajang balap sepeda yang dilaksanakan pada 26-28 November 2021, di Kota Sabang, Aceh, tersebut diawali dengan pelepasan peserta Mountain Bike (MTB) sebanyak 51 peserta dari Aceh pada Jumat, 26 November 2021.

Sedangkan di hari kedua pada 27 November 2021, pelepasan di serkel pertama peserta Road Bike sebanyak 53 peserta dari Aceh dan luar Provinsi Aceh, kedua pelepasan tersebut dengan rute start-finish di Sabang Fair.

“Pelaksanaan Tour de Sabang 2021 ini sebagai upaya dalam menghadirkan event olahraga bertaraf Internasional di Aceh. Walaupun dalam pelaksanaan masih di luar target yang kita inginkan, karena kondisi pandemi covid-19, jadi peserta dari luar negeri terbatas untuk datang,” kata Ketua Umum (Ketum) Pengprov ISSI Aceh, Darwati A Gani, Sabtu, 27 November 2021.

Darwati mengatakan, peserta yang diizinkan datang saat ini hanya dari Bandara Ngurah Rai Bali. Namun, bagi turis jika ingin datang dan ikut sebagai peserta harus melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu.

“Kalau datang sebagai turis harus isolasi dulu, jadi banyak cancel peserta yang dari luar negeri, jadinya yang ikut hanya dari Aceh dan luar Aceh,” ujarnya.

Darwati mengungkapkan, meskipun event Tour de Sabang perdana digelar di Aceh, namun event tersebut dapat menjadi agenda tahunan. Darwati juga menuturkan, event tersebut selain untuk olahraga, juga untuk memberdayakan ekonomi di kota Sabang serta mendongkrak pariwisata Aceh khususnya di kota Sabang.

“Jadi selain bertanding, pesepeda juga dapat menikmati keindahan alam Sabang, dengan diving, dan jalan-jalan ke tempat wisata lainnya. Hal ini juga untuk meningkatkan perekonomian Sabang,” ungkap Darwati.

Darwati berharap, melalui event tersebut dapat memunculkan atlet-atlet baru nantinya guna upaya peningkatan prestasi cabor balap sepeda. Karena, lanjut Darwati, event tersebut merupakan bagian dari upaya berbenah dalam rangka persiapan tuan rumah PON XXI Tahun 2024 di Aceh.

Untuk diketahui, Event Tour de Sabang direncanakan akan masuk dalam agenda Internasional. Sementara khusus Road Bike telah masuk dalam kalender UCI Gran Fondo.

Event Tour de Sabang adalah event yang terdaftar di PBSI Indonesia dimana pada kegiatan tersebut sudah ada di kalender olahraga UCI Gran Fondo, sehingga kegiatan tersebut dapat dikategorikan kegiatan Internasional untuk kegiatan sepeda 2021.

“Gran Fondo itu seperti bisa dikatakan sebuah tempat yang mengesahkan tentang pelaksanaan persepedaan yang diakui oleh Indonesia dan luar negeri jadi ini bisa di kategorikan seperti Fifa di Bola tapi di Sepeda ini namanya UCI, jadi kegiatan kita ini terdaftar disitu. Maka bisa dibilang kegiatan ini akan sangat berpengaruh kepada prestasi pesepeda baik yang di Aceh maupun yang di Indonesia,” jelas Darwati.

Event Tour de Sabang merupakan program Pemerintah Aceh dalam rangka pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga, khususnya “Balap Sepeda” yang merupakan impian dan urai kerja Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Aceh.

Dalam event tersebut Pemerintah Aceh mengakomodir semua kebutuhan terkait pelaksanaan event, sesuai ketersediaan dana yang telah disesuaikan pada DPA-SKPA Dispora Aceh Tahun 2021. [red]

Kejati dan Disdik Aceh Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum 2021

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menyeleksi Duta Pelajar Sadar Hukum tahun 2021. Ini kegiatan ke lima yang dilaksanakan sejak 2017.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang SMA dan PKLK Hamdani SPd MPd di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Jumat (27/11/2021).

Seleksi itu berlangsung selama 2 hari dan diikuti oleh 46 peserta siswa siswi pemenang juara 1 Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat kabupaten/kota se-Aceh.

Hamdani menyampaikan penyelenggaraan seleksi ini merupakan salah satu wujud cita-cita dan upaya Kejaksaan Republik Indonesia dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum ini merupakan puncak dari implementasi program Jaksa Masuk Sekolah yang sudah dilaksanakan oleh Kejati Aceh,” ungkapnya dalam sambutan.

Kasi Penkum Kejati Aceh H Munawal Hadi SH MH selaku panitia menyampaikan kegiatan ini bertujuan mencari bibit unggul insan pelajar se-Aceh yang nantinya akan terpilih sebagai pemenang Duta Pelajar Sadar Hukum tahun 2021.

Selain itu, seleksi ini diadakan juga untuk melihat tingkat pemahaman peserta dalam upaya penerapan norma-norma atau kaedah hukum dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berharap setelah kegiatan ini selesai, para pelajar bisa menjadi duta di daerahnya masing-masing dalam memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat,” ujarnya. []

YARA Minta Polda Aceh Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Nagan Raya

0
Ketua YARA Nagan Raya Zubir, SH, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk menertibkan tambang emas ilegal (Ilegal Mining) di Kabupaten Nagan Raya, Jum’at (26/11/2021).

“Maraknya tambang emas ilegal di Nagan Raya sudah sangat meresahkan, karena diduga tambang emas ilegal tersebut dibekingi oleh oknum polisi di Polres Nagan Raya” kata Muhammad Zubir, SH, MH, CPCLE

“Kita meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk turun tangan dalam hal menertibkan tambang emas Ilegal tersebut, ini menjadi stigma buruk bagi Institusi Kepolisian jika ternyata benar adanya kegiatan ilegal yang melanggar hukum yang dibekingi oleh oknum aparat kepolisian,” ucapnya.

Zubir mengatakan, selain membekingi kegiatan ilegal mining tersebut, sang oknum kepolisian itu juga diduga ada memasukkan beko milik dia sendiri untuk ikut serta dalam kegiatan tambang emas ilegal di Kawasan Nagan Raya.

Ia berharap “Pak Kapolda dan Wakapolda baru serta jajaran untuk mengecek ke lapangan dan memberantas kegiatan ilegal tersebut. Demi terwujudnya Citra Polisi Yang Presisi di Provinsi Aceh, sesuai dengan yang dicetuskan oleh Kapolri,” tuturnya.[]

4 DPO Menyerahkan Diri, Kabid Humas: Kasus Penembakan Pos Pol Tuntas

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam konferensi persnya menjelaskan, kasus penembakan Pos Pol Panton Reu Polres Aceh Barat telah diungkap secara tuntas oleh tim gabungan dari Polres Aceh Barat, Polda Aceh, dan Densus 88 Satgaswil Aceh, Sabtu (27/11/2021) di Mapolres Aceh Barat.

Hal tersebut dikatakan Winardy, menyusul empat orang yang sebelumnya ditetapkan sebagai DPO, secara sadar telah menyerahkan diri setelah dilakukan upaya persuasif dan berkat kerja sama dengan Keuchik, Mukim, dan pihak keluarga yang bersangkutan.

“Benar, mereka sudah datang dengan penuh kesadaran untuk menyerahkan diri. Ini adalah upaya persuasif yang dilakukan polisi secara maraton selama lima hari,” sebut Winardy.

Winardy mengatakan, upaya persuasif tersebut tidaklah mudah, ada peran Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. yang menjamin keselamatan dan merangkul mereka hingga timbul kesadaran untuk menyerahkan diri. Mereka datang juga diantar oleh keluarga, beserta empat pucuk senpi laras panjang, masing-masing satu pucuk M16 beserta tiga unit magazine dan tiga pucuk AK-56 dengan tiga unit magazine.

Selain itu juga menyerahkan 114 butir peluru kaliber 5,56 dan 283 butir peluru kaliber 7,62.

Namun, ke empat pelaku tersebut tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan subjektif penyidik bahwa mereka sangat koperatif, tidak akan melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti.

Mereka juga bersedia hadir di hadapan penyidik kapan pun dibutuhkan serta adanya jaminan dari pihak keluarga, Mukim, dan Keuchik. Namun, kita wajibkan mereka untuk wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

Total keseluruhan, sebut Winardy, ada delapan tersangka yang sudah berhasil diamankan dalam kasus tersebut, yaitu SJ (41), RJ (46), DM (40), AF (38), CA (53), AD (61), AH-meninggal dunia- (56), dan JH (42). Kepada seluruh tersangka tetap akan menjalani proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Winardy juga menjelaskan motif penyerangan itu murni karena mereka merasa terusik oleh aparat kepolisian yang sering melakukan penindakan terhadap illegal mining di wilayah Pantai Cermin.

Kapolda Aceh, dalam hal ini juga sangat mengapresiasi kinerja Tim Gabungan serta akan memberikan penghargaan atas prestasi pengungkapan kasus tersebut secara tuntas dan berhasil membuat para pelaku menyerahkan diri berikut barang buktinya. []

Peserta SKB CPNS Kemenag Aceh Diminta Unggah Daftar Riwayat Hidup Sebelum 30 November

0

Nukilan.id – Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kanwil Kemenag Aceh diingatkan untuk mengunggah daftar riwayat hidup lengkap beserta dokumen pendukung melalui laman https://casn.kemenag.go.id. Batas waktu masa pengunggahan dokumen dimulai sejak 26-30 November 2021.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg mengatakan, peserta SKB untuk membaca kembali pengumuman yang telah dirilis Kemenag melalui website resminya beberapa waktu lalu agar peserta tidak ketinggalan atau melakukan kesalahan saat mengunggah dokumen yang diperlukan.

“Ini harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya, jika tidak detail maka akan menimbulkan kesalahan yang ditanggung sendiri oleh peserta,” katanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan jadwal yang telah dirilis oleh KemenagRI, SKB akan dilaksanakan sejak 5-9 Desember 2021. Ada tiga jenis ujian, di antaranya, praktik kerja, wawancara dan psikotes.

“Persiapkan diri dengan maksimal, mengenai lokasi pelaksanaan SKB silahkan pantau website atau media sosial Kemenag RI atau Kanwil Kemenag Aceh agar tidak ketinggalan,” ujarnya. []