Beranda blog Halaman 192

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh Minggu, 22 Februari 2026

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Muslim di Kota Banda Aceh dapat menyimak jadwal buka puasa untuk Minggu, 22 Februari 2026, sebagai panduan menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal. Momentum Ramadan di Banda Aceh terasa semakin khidmat, ditandai lantunan adzan yang menggema dari Masjid Raya Baiturrahman serta tradisi berbuka puasa bersama keluarga.

Beragam hidangan khas Aceh turut menjadi bagian dari suasana berbuka, mulai dari mie Aceh, gulai plik u, sate matang, hingga aneka takjil berbahan dasar kelapa yang banyak dijumpai menjelang waktu maghrib.

Hari Minggu, 22 Februari 2026, juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui tadarus Al-Qur’an, memperbanyak amal, serta mempererat silaturahmi, terutama di akhir pekan Ramadan.

Penentuan jadwal imsakiyah didasarkan pada koordinat sekitar 5.57° LU dan 95.32° BT dengan zona waktu WIB. Jadwal ini berlaku secara umum untuk wilayah Kota Banda Aceh, termasuk Kecamatan Kuta Alam, Syiah Kuala, Lueng Bata, Banda Raya, dan Jaya Baru, serta daerah sekitar seperti Lhoknga dan Lhoksukon, dengan kemungkinan perbedaan waktu sekitar 1–2 menit.

Berikut Nukilan.id saikan jadwal lengkap imsak dan waktu salat di Kota Banda Aceh berdasarkan perhitungan resmi Kementerian Agama RI (WIB):

  • Imsak: 05:27 WIB

  • Subuh: 05:37 WIB

  • Terbit Matahari: 06:50 WIB

  • Dhuha: 07:17 WIB

  • Zuhur: 12:56 WIB

  • Asar: 16:14 WIB

  • Maghrib (Buka Puasa): 18:55 WIB

  • Isya’: 20:04 WIB

Durasi puasa pada hari tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 13 jam 28 menit, dihitung sejak waktu imsak pukul 05:27 WIB hingga maghrib pukul 18:55 WIB.

Sementara itu, kondisi cuaca di Banda Aceh pada akhir Februari umumnya hangat dan lembap dengan suhu berkisar antara 25–32 derajat Celsius serta potensi hujan ringan pada sore hari. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga asupan cairan saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa. (XRQ)

Reporter: Akil

Forkopimda Nagan Raya Keluarkan Seruan Resmi Sambut Ramadan 1447 H

0
Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nagan Raya menerbitkan Seruan Bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nagan Raya agar menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban selama bulan puasa.

Dokumen itu ditandatangani oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Ketua DPRK Nagan Raya, Dandim 0116/Nagan Raya, Kapolres Nagan Raya, Kajari Nagan Raya, Ketua Pengadilan Negeri Suka Makmue, Ketua Mahkamah Syar’iyah Nagan Raya, serta Ketua MPU Nagan Raya.

Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK mengatakan seruan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menciptakan suasana Ramadan yang kondusif dan religius.

“Seruan ini menjadi pedoman bersama dalam menjaga suasana Ramadan agar tetap kondusif, religius, dan penuh kekhidmatan,” ujar TRK di Suka Makmue, Sabtu (21/2/2026).

Dalam seruan itu ditegaskan bahwa seluruh aktivitas masyarakat dihentikan saat azan berkumandang. Warga juga diimbau melaksanakan salat berjamaah di masjid, meunasah, atau musala.

Forkopimda turut meminta seluruh satuan pendidikan formal melaksanakan pengajian Al-Qur’an selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Selain itu, pemilik hotel, salon, restoran, warung, kafe, kedai makanan dan minuman, serta pedagang kaki lima diminta tidak menyelenggarakan pertunjukan musik langsung (live music), karaoke, permainan daring, maupun bentuk hiburan lainnya selama Ramadan.

“Usaha makanan dan minuman diminta menutup kegiatan saat salat tarawih dan membatasi operasional hingga pukul 24.00 WIB,” sebutnya.

Dalam ketentuan tersebut juga disebutkan bahwa penjualan makanan dan minuman untuk umum (takjil) dilarang sejak pukul 05.00 hingga 15.30 WIB.

“Seluruh pelaku usaha juga diwajibkan menerapkan kaidah Syariat Islam serta menghentikan pelayanan pada waktu salat lima waktu,” tegasnya.

Forkopimda juga mengimbau para pengusaha dan pedagang sembako agar tidak melakukan penimbunan atau penumpukan bahan kebutuhan pokok selama Ramadan. Selain itu, masyarakat dilarang menjual maupun memperdagangkan kembang api, petasan, dan sejenisnya.

Pada bagian akhir seruan, TRK menyampaikan ajakan kepada warga nonmuslim agar menghormati pelaksanaan ibadah puasa umat Islam dengan menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Antara lain dengan tidak makan dan minum di tempat umum serta berpakaian sopan dan rapi saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

Mendagri Tekankan Peran Kementan dalam Percepatan Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (FOTO: Kemendagri)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera menegaskan pentingnya dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pemulihan lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Hal tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung area persawahan terdampak banjir, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/2).

“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan) untuk bisa kembali produktif,” kata Mendagri dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat karena tertutup lumpur dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter di sejumlah titik. Bahkan, sebelumnya kedalaman lumpur dilaporkan lebih parah di beberapa lokasi.

Selain kerusakan berat tersebut, ribuan hektare lahan pertanian lainnya juga terdampak banjir dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Menurut Tito, Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan di daerah dengan total luas lahan pertanian sekitar 8.800 hektare. Kerusakan sawah akibat banjir dikhawatirkan dapat menurunkan produksi padi apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian Pertanian dapat segera memberikan perhatian dan dukungan teknis agar proses rehabilitasi berjalan cepat. Upaya percepatan pemulihan dinilai penting supaya lahan yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai area tanam dan aktivitas pertanian masyarakat segera pulih.

Polisi Amankan Pria Asal Aceh Diduga Hina Nabi Muhammad SAW Lewat TikTok

0
Ilustrasi. (Foto: google)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang pria asal Aceh berinisial DS atau Dedi Saputra terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui media sosial TikTok. Penangkapan dilakukan setelah video yang diunggahnya viral di media sosial dan memicu kecaman dari masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh Kombes Wahyudi melalui Kanit 3 Subdit Siber Iptu Adam Maulana menyampaikan bahwa tersangka diamankan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 18 Februari 2026.

“Yang bersangkutan ditangkap di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada tanggal 18 Februari,” kata Adam saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026), mengutip DetikSumut.

Berdasarkan video yang diunggah akun resmi Ditreskrimsus Polda Aceh, Dedi ditangkap saat berada di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Markas Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Adam menjelaskan, penyidik telah menetapkan Dedi sebagai tersangka dan saat ini yang bersangkutan ditahan di ruang tahanan Polda Aceh.

Dalam kasus ini, Dedi dijerat sejumlah pasal terkait dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ia disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, penyidik juga menjerat tersangka dengan Pasal 156a serta Pasal 300 juncto Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa dugaan tindak pidana tersebut disebut terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 1, Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, pada 8 Oktober 2025.

Sebelumnya, laporan terhadap Dedi telah diterima Polda Aceh dengan nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/Polda Aceh pada Rabu, 5 November 2025. Laporan itu diajukan oleh Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah.

Rendi menyebut laporan tersebut dibuat bersama sejumlah pihak, di antaranya Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP/WH Aceh, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Mereka menilai video yang diunggah Dedi mengandung unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menyinggung mualaf.

Video itu diunggah melalui akun TikTok @tersadarkan5758 dan telah ditonton sekitar 1,9 juta kali. Dalam video tersebut, Dedi menjelaskan alasan dirinya berpindah agama dari Islam ke Kristen.

Namun, dalam penyampaiannya, ia diduga mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW serta menyinggung kelompok mualaf. Video tersebut kemudian ramai dibagikan warganet dan menuai berbagai komentar hingga akhirnya berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

Saat ini, penyidik masih mendalami perkara tersebut serta melengkapi berkas penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Satpol PP Aceh Tegaskan Kepatuhan Jam Operasional Usaha Selama Ramadan

0
Ilustrasi pedagang takjil. (Foto: AcehEkspress)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh menegaskan bahwa pengaturan jam operasional pelaku usaha selama bulan Ramadan tetap mengacu pada seruan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ketentuan tersebut berlaku bagi pedagang, kafe, hotel, serta berbagai jenis usaha lainnya.

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Syari’at Islam Satpol PP dan WH Aceh, Azmanto, S.E., M.M., dalam program Dialog Banda Aceh Menyapa, Kamis (19/2/2026).

Azmanto menyebutkan, tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan pengaturan pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah hanya kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Satpol PP memiliki tugas utama menegakkan qanun dan peraturan kepala daerah, sekaligus menjaga ketertiban umum serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Ia menjelaskan, pedagang tidak diperbolehkan menjual makanan secara terbuka setelah waktu imsak. Warung makan baru diizinkan membuka lapak mulai pukul 16.30 WIB atau setelah salat Asar.

Namun demikian, di lapangan para pedagang kerap memulai persiapan lebih awal. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pengawasan selama Ramadan berlangsung.

“Kami menegakkan qanun, peraturan kepala daerah, dan surat edaran pimpinan,” ujar Azmanto. Ia menambahkan bahwa aturan tersebut juga merujuk pada qanun syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Menjelang Ramadan, Satpol PP bersama Dinas Syariat Islam telah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dengan melibatkan asosiasi pedagang. Dalam kegiatan tersebut, para pedagang diminta menghentikan aktivitas usaha saat waktu Magrib hingga selesai salat tarawih.

Aktivitas usaha kembali diperbolehkan setelah pukul 21.30 WIB.

Azmanto mengatakan pedagang di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada prinsipnya berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku. Mereka dinilai mendukung pelaksanaan syariat Islam guna menjaga kekhusyukan masyarakat selama Ramadan.

Selain itu, Satpol PP juga telah mengirimkan surat kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Aceh agar menyesuaikan serta menegakkan seruan tersebut sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Ia berharap kepatuhan bersama dari masyarakat dan pelaku usaha dapat menjaga ketertiban umum sepanjang Ramadan. Pengawasan di lapangan, kata dia, tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Anak Muda Sebarkan Konten Positif di Media Sosial

0
Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Anak Muda Sebarkan Konten Positif di Media Sosial. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kegiatan Ramadhan Bersama Ketua DPRK kembali digelar pada bulan suci tahun ini oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. Agenda tersebut menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk berbagi inspirasi sekaligus memperkuat pesan positif di dunia digital.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh ini berlangsung dalam tiga pertemuan, yakni pada 22 Februari, 1 Maret, dan 7 Maret 2026 di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Banda Aceh.

Melalui kegiatan ini, Irwansyah ingin menghapus kesan bahwa rumah dinas pejabat bersifat eksklusif. Ia justru membuka ruang tersebut bagi generasi muda yang dianggap sebagai “penguasa” dunia digital untuk berkegiatan ngabuburit sekaligus berdiskusi dalam suasana Ramadan.

Event Ramadhan Bersama Ketua DPRK kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Kegiatan ini menjadi momentum mempertemukan generasi milenial dan Gen Z dengan para influencer serta figur yang dinilai memiliki pengaruh positif di dunia digital Aceh.

Pada pertemuan Minggu (22/2/2026), hadir Teuku Mail, influencer yang dikenal dengan gaya humoris serta aktif dalam berbagai aksi sosial, termasuk saat bencana banjir Aceh beberapa waktu lalu. Selain itu, turut hadir Cut Bul, seorang ibu muda yang bertransformasi menjadi influencer populer di media sosial, serta Ayi yang mengisi sesi berbagi pengalaman.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu mendorong anak muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan energi positif kepada masyarakat luas.

Menurut Irwansyah, generasi milenial dan Gen Z memiliki peran besar dalam membentuk wajah dunia digital karena dominasi mereka di berbagai platform media sosial.

“Generasi muda harus mampu menjadikan handphone bukan hanya dipenuhi story dan notifikasi, juga tidak boleh kosong dari empati. Media sosial tidak boleh hanya menjadi hiburan, tetapi harus aktif menebar harapan, bukan sekadar mengejar viral. Konten yang dibuat harus menebarkan semangat positif dan masuk akal,” ujar politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Dalam sambutannya yang turut dihadiri pihak Dinas Syariat Islam, Irwansyah menekankan bahwa dakwah tidak harus selalu dilakukan di masjid maupun meunasah. Menurutnya, ruang sederhana seperti rumah dinas juga dapat menjadi tempat menghadirkan kegiatan bernuansa positif.

Ia sengaja mengundang influencer yang sebelumnya aktif membantu masyarakat saat bencana di Aceh, karena aksi sosial mereka dinilai mampu menarik simpati publik nasional meski harus menghadapi medan yang sulit.

Irwansyah berharap semangat kepedulian tersebut dapat menular kepada peserta, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki empati dan kepedulian sosial.

“Selama ini dunia maya masih ditemui pertengkaran antara sesama kaumperempuan, saling memaki, dan penggunaan kata-kata yang tidak pantas. Karena itu, saya ingin adek-adek generasi muda mengisi media sosial dengan konten positif agar ketika orang membuka media sosial, mereka merasakan aura kebaikan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Ramadhan Bersama Ketua DPRK diisi dengan Safari Tahsin, Qiyamul Lail, Haflah Alquran, sharing session Tangguh Bencana, permainan interaktif, hingga buka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para generasi muda yang terlibat sebagai panitia dan telah menyusun kegiatan dengan baik. Ia turut membagikan doorprize kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan serta tantangan selama acara berlangsung.

Melalui kegiatan ini, ia terus mendorong anak muda di Banda Aceh agar menggunakan media sosial secara bijak dan produktif, sehingga mampu membawa perubahan serta menebarkan aura kebaikan di ruang digital. (*)

Diplomasi Sahur di Pendopo: Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap

0
Walikota Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekitar satu jam menjelang imsak pada Minggu, 22 Februari 2026 atau bertepatan dengan 4 Ramadan 1447 Hijriah, Pendopo Wali Kota di Banda Aceh menerima kunjungan tamu penting. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menghadiri undangan sahur bersama yang digelar Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kehadiran mendagri tidak sendiri. Ia turut didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Aceh, Staf Khusus Irjen Pol Wahyu, Korspri Andi Ony, serta sejumlah petugas pendamping lainnya.

Amatan Nukilan.id, suasana pendopo tampak ramai dengan hadirnya Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta sejumlah anggota DPR Aceh. Tampak pula Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur forkopimda kota, dan para ulama.

Dalam suasana sahur yang hangat, Illiza didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kondisi terkini ibu kota provinsi kepada mendagri. Beragam hidangan khas Aceh disajikan sebagai bentuk jamuan sekaligus pendekatan kultural.

Melalui sajian Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap, Illiza membangun komunikasi informal guna menggalang keberlanjutan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bagi pembangunan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyerahkan cinderamata berupa paket produk UMKM unggulan Banda Aceh kepada Tito Karnavian dan rombongan. Salah satu produk yang diberikan adalah parfum berbahan dasar nilam khas Aceh.

“Ini parfum aroma khas Aceh. Kalau Pak Menteri sudah pakai ini, bakal lebih cepat ‘booming’ produk lokal kita,” ujar Illiza kepada mantan Kapolri tersebut.

Usai santap sahur, rombongan bergerak menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah.

Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menutup rangkaian lawatannya di Aceh dengan menyalurkan bantuan 500 paket Al-Qur’an beserta perlengkapan ibadah kepada masyarakat Banda Aceh. (XRQ)

Gajah Betina Ditemukan Mati di Aceh Tengah, Diduga Tersengat Kawat Listrik di Kebun Warga

0
Gajah ditemukan mati diduga akibat kawat listrik (Foto: dok. BKSDA Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Seekor gajah sumatra betina (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan Gampong Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Temuan tersebut dilaporkan warga kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh pada 21 Februari 2026.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim gabungan bersama kepolisian dan instansi terkait setelah menerima laporan tersebut.

“Tim BKSDA Aceh menerima laporan dari warga pada tanggal 21 Februari 2026,” kata Ujang Wisnu Barata, Sabtu (21/2/2026).

Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa satwa liar yang ditemukan dalam kondisi mati tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun. Saat ditemukan, tubuh gajah sudah dalam keadaan kaku dan diduga telah mati pada malam hari, 20 Februari 2026.

“Di lokasi kejadian ditemukan satu ekor gajah betina dengan perkiraan umur berkisar 20 tahun dalam kondisi sudah kaku, yang diperkirakan gajah mati di malam hari pada tanggal 20 Februari 2026,” ujar Ujang.

BKSDA Aceh menduga kematian gajah terjadi akibat sengatan kawat listrik yang dipasang di kebun milik warga. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi belalai gajah yang masih terlilit kawat saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Pada saat ditemukan belalai gajah masih terlilit kawat listrik,” kata Ujang.

Aparat penegak hukum kemudian memasang garis polisi di area tersebut untuk mengamankan lokasi sambil menunggu tim medis melakukan proses nekropsi. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai gajah rencananya akan dikuburkan.

Terkait kejadian ini, BKSDA Aceh kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasang kawat berarus listrik bertegangan tinggi karena berisiko besar, baik bagi satwa liar maupun manusia.

“Tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang.

Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Penting bagi Perekonomian Aceh?

0
Ilustrasi perekonomian Aceh 2026. (Foto: AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pagi belum sepenuhnya ramai di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, ketika Amal mulai menata galon-galon di depan depot air minum isi ulang miliknya. Satu per satu pelanggan datang membawa galon kosong, menukar kebutuhan harian yang sederhana namun tak pernah sepi permintaan.

Usaha kecil itu mungkin tampak biasa. Namun di balik aktivitas rutin tersebut tersimpan satu pertanyaan besar: apakah usaha seperti milik Amal benar-benar terlihat dalam peta ekonomi negara?

“Kalau soal pendataan, kami kurang tahu juga. Yang penting usaha jalan,” kata Amal saat diwawancarai Nukilan.id, pada Sabtu (21/2/2026).

Padahal, usaha-usaha kecil seperti miliknya justru menjadi fondasi utama perekonomian Aceh. Seperti Amal, misalnya, yang mampu mempekerjakan dua orang karyawan dalam usahanya. Tanpa pendataan yang akurat, denyut ekonomi masyarakat berisiko tidak terbaca secara utuh oleh para pembuat kebijakan.

Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebuah pendataan ekonomi nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Potret Ekonomi Aceh Masih Ditopang UMKM

Hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan struktur ekonomi Aceh sangat bergantung pada usaha mikro dan kecil. Tercatat sebanyak 422.469 usaha masuk kategori Usaha Mikro Kecil (UMK), sementara Usaha Menengah Besar (UMB) hanya berjumlah 4.412 usaha.

Dominasi tersebut semakin terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. UMK menyerap sekitar 1.061.217 tenaga kerja, jauh melampaui UMB yang mempekerjakan 110.838 tenaga kerja.

Data ini menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Aceh. Namun dalam satu dekade terakhir, pola usaha berubah cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumsi, serta munculnya model bisnis baru yang belum sepenuhnya tergambar dalam data lama.

Wajah Baru UMKM Aceh

Perubahan lanskap usaha terlihat jelas di Banda Aceh. Zakir, pelaku usaha coffeeshop di kawasan Simpang Mesra, menyaksikan langsung pertumbuhan bisnis kopi yang semakin pesat.

Saat diwawancarai Nukilan.id pada Sabtu (21/2/2026) malam, Zakir menilai menjamurnya coffeeshop di hampir setiap kawasan menjadi tanda semakin banyak anak muda yang berani membuka usaha sendiri. Menurutnya, pendataan yang lengkap akan membantu pemerintah melihat perkembangan ekonomi masyarakat secara lebih nyata.

“Sekarang coffeeshop hampir di setiap kawasan. Banyak anak muda membuka usaha sendiri. Kalau datanya lengkap, pemerintah bisa melihat perkembangan ekonomi sebenarnya,” kata Zakir.

Dalam menjalankan usaha kedai kopi miliknya, Zakir juga menyediakan layanan pembayaran nontunai karena mayoritas pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa. Usaha tersebut turut membuka lapangan kerja dengan menyerap lima tenaga kerja muda.

Transformasi ekonomi juga terlihat melalui munculnya bisnis berbasis digital. Salah satunya dijalankan oleh Wanbalqis, pedagang lasagna khas Italia di Banda Aceh, yang mengelola usahanya tanpa toko fisik. Kepada Nukilan.id, ia mengaku bersama dua rekannya memasarkan produk tersebut hanya melalui media sosial dengan sistem pre-order (PO).

“Pesanan datang lewat Instagram dan WhatsApp. Jadi produksi sesuai order, tidak perlu stok banyak,” ujarnya.

Model usaha seperti ini semakin umum di kalangan pelaku UMKM muda. Namun usaha berbasis digital kerap sulit terpetakan jika pendataan ekonomi tidak diperbarui secara menyeluruh.

Pendataan Ekonomi Terbesar di Indonesia

Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang telah dilaksanakan sejak 1986 oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali. SE2026 bertujuan menyediakan data dasar yang terpercaya bagi seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

Pendataan mencakup berbagai entitas, mulai dari perusahaan seperti restoran, hotel, bank, dan jasa konstruksi; lembaga pemerintah seperti sekolah dan rumah sakit; usaha rumah tangga termasuk bisnis online dan sektor informal; hingga lembaga non-profit seperti organisasi sosial dan tempat ibadah.

Seluruh pelaku usaha di Indonesia akan menjadi responden dalam sensus ini.

Pelaksanaan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026, diawali pengisian kuesioner online secara mandiri pada 1–31 Mei 2026. Selanjutnya, petugas BPS akan melakukan pendataan lapangan secara door-to-door pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026 bagi usaha yang belum mengisi secara daring.

Menjawab Tantangan Ekonomi Modern

Melalui SE2026, pemerintah berupaya menjawab berbagai isu strategis ekonomi, seperti daya saing usaha antarwilayah, pemetaan struktur ekonomi daerah, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Pendataan ini juga akan mengidentifikasi persoalan dunia usaha serta kebutuhan dukungan yang diperlukan pelaku usaha dalam merencanakan ekspansi dan mencari peluang pasar baru.

Bagi pemerintah, data sensus menjadi dasar kebijakan yang akurat agar pembangunan ekonomi tidak lagi bertumpu pada asumsi. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat menjadi referensi untuk memahami tren pasar, persaingan usaha, serta potensi pengembangan bisnis.

Data sebagai Fondasi Masa Depan Ekonomi

Bagi sebagian orang, pendataan mungkin tampak sebagai hal sederhana. Namun bagi Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat, data ekonomi menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, setiap aktivitas usaha diharapkan dapat tergambar secara utuh dalam peta ekonomi Indonesia.

Dengan data yang lebih mutakhir dan komprehensif, kebijakan ekonomi ke depan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan benar-benar mencerminkan denyut usaha masyarakat Aceh yang terus berkembang. (xrq)

Sampah Bukan Masalah, Jika Dikelola dengan Benar

0
SAMPAH BUKAN MASALAH
Ilustrasi pengelolaan sampah secara sederhana. (Foto: Bank Mega)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap hari manusia menghasilkan sampah. Dari sisa makanan saat sarapan, kemasan kopi yang dibeli di warung, hingga kardus paket belanja yang tiba di rumah. Sampah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Namun persoalannya bukan pada keberadaan sampah itu sendiri, melainkan bagaimana kita memperlakukannya setelah digunakan.

Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap 21 Februari menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga masa depan generasi mendatang.

Tema ini menjadi semakin relevan ketika Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Belajar dari Tragedi Leuwigajah

Hari Peduli Sampah Nasional lahir dari tragedi longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah di Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Gunungan sampah setinggi puluhan meter runtuh setelah diguyur hujan deras dan dipicu ledakan gas metana. Bencana tersebut menewaskan lebih dari 150 orang dan mengubur dua kampung di sekitarnya.

Peristiwa itu menjadi salah satu tragedi lingkungan terbesar dalam sejarah Indonesia sekaligus pengingat bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat berubah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia.

Dua puluh satu tahun setelah tragedi tersebut, Indonesia masih menghadapi persoalan serupa meskipun dalam bentuk yang berbeda.

Indonesia Darurat Sampah

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Indonesia menghasilkan puluhan juta ton sampah setiap tahunnya. Sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar, sementara sebagian besar sampah masih berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pengolahan yang optimal.

Kondisi ini menyebabkan banyak TPA di berbagai daerah mengalami kelebihan kapasitas. Tidak sedikit yang masih menerapkan sistem open dumping atau pembuangan terbuka yang berpotensi menimbulkan pencemaran tanah, udara, dan air.

Persoalan sampah juga berkaitan erat dengan perubahan iklim. Sampah organik yang menumpuk menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang memiliki dampak pemanasan global jauh lebih kuat dibanding karbon dioksida.

Dengan kata lain, membuang sampah sembarangan bukan hanya menciptakan lingkungan yang kotor, tetapi juga berkontribusi terhadap krisis iklim yang sedang dihadapi dunia.

Aceh dan Tantangan Pengelolaan Sampah

Di Aceh, tantangan pengelolaan sampah juga terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Data Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh menunjukkan volume sampah harian yang masuk ke sistem pengelolaan kota berkisar antara 250 hingga 270 ton per hari. Pada momentum tertentu seperti Ramadan, Idulfitri, dan hari besar lainnya, jumlah tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Sebagian besar sampah yang dihasilkan masyarakat terdiri dari sisa makanan dan kemasan plastik. Sayangnya, banyak sampah masih tercampur menjadi satu sehingga sulit untuk didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

Padahal, jika dipilah sejak awal, sebagian besar sampah tersebut masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Mengapa Pemilahan Sampah Menjadi Kunci?

Banyak orang menganggap pengelolaan sampah harus dimulai dari teknologi canggih atau fasilitas modern. Padahal langkah paling penting justru terjadi sebelum sampah diangkut oleh petugas kebersihan, yaitu saat sampah dipilah dari sumbernya.

Pemilahan sampah memiliki banyak manfaat.

Pertama, sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot yang bermanfaat bagi pertanian dan peternakan.

Kedua, sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, kardus, dan kaleng dapat dijual kembali atau didaur ulang menjadi produk baru.

Ketiga, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat berkurang secara signifikan sehingga memperpanjang umur tempat pembuangan akhir.

Dengan kata lain, pemilahan sampah merupakan pintu masuk menuju ekonomi sirkular, sebuah sistem yang berupaya memastikan sumber daya tetap digunakan selama mungkin dan meminimalkan limbah yang terbuang.

Pengalaman Awal Nukilan Green

Kesadaran inilah yang melatarbelakangi lahirnya Nukilan Green pada Desember 2025.

Sebagai media lokal yang setiap hari meliput berbagai isu lingkungan dan bencana di Aceh, tim Nukilan.id menyadari bahwa perubahan tidak cukup hanya disampaikan melalui berita. Perubahan harus dimulai dari praktik nyata.

Langkah sederhana pun dilakukan di lingkungan kantor dengan menyediakan fasilitas pemilahan sampah dan mengajak seluruh anggota tim untuk membiasakan diri memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu.

Perjalanan tersebut tentu tidak langsung berjalan sempurna. Pada awalnya masih banyak kesalahan dalam memilah sampah karena kebiasaan lama yang sulit diubah. Namun seiring waktu, kebiasaan baru mulai terbentuk. Sampah yang sebelumnya bercampur kini dipisahkan berdasarkan jenisnya. Minyak jelantah yang biasanya dibuang kini dikumpulkan untuk dimanfaatkan kembali. Sampah bernilai ekonomi juga mulai dijual kepada pengepul.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku dapat dimulai dari langkah sederhana dan tidak selalu membutuhkan biaya besar.

Perubahan Dimulai dari Kita

Persoalan sampah sering kali dianggap terlalu besar untuk diselesaikan oleh individu. Padahal setiap orang memiliki peran penting dalam mengurangi timbulan sampah setiap hari.

Membawa botol minum sendiri, menggunakan tas belanja yang dapat dipakai ulang, mengurangi plastik sekali pakai, menghabiskan makanan, serta memilah sampah sebelum dibuang merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara kolektif.

Hari Peduli Sampah Nasional seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Momentum ini perlu menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab kita semua.

Karena pada akhirnya, sampah bukanlah masalah yang tidak memiliki solusi.

Sampah hanya akan menjadi masalah ketika kita memilih untuk mengabaikannya. Namun ketika dikelola dengan benar, sampah dapat berubah menjadi sumber daya yang memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan masa depan bumi yang lebih berkelanjutan.

Referensi

[1] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN).

[2] Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Hari Peduli Sampah Nasional dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan.

[3] Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh. Data Timbulan Sampah Harian Kota Banda Aceh.

[4] Belantara Foundation. Hari Peduli Sampah Nasional: Pentingnya Pengelolaan Sampah Terpadu.

[5] United Nations Environment Programme (UNEP). Global Waste Management Outlook.