Beranda blog Halaman 190

Mendag: Gudang SRG di Aceh Tampung Ribuan Ton Beras Bulog untuk Bantuan Pangan Awal 2026

0
Gudang SRG di Pidie Aceh Tampung 2.300 Ton Beras Bulog untuk Februari-Maret 2026 (Foto: Dok/Kemendag)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, melaporkan gudang Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Pidie, Aceh, saat ini dimanfaatkan untuk menyimpan cadangan beras milik Perum Bulog sebanyak 2.300 ton. Stok tersebut disiapkan guna mendukung program bantuan pangan periode Februari–Maret 2026.

“Gudang-gudang SRG saat ini dimanfaatkan Bulog yang membutuhkan dukungan infrastruktur penyimpanan yang memadai. SRG telah menjadi bagian penting dalam memperkuat cadangan pangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (23/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan langsung, pemanfaatan gudang SRG tidak hanya dilakukan di Kabupaten Pidie. Di Provinsi Aceh, fasilitas serupa juga digunakan untuk penyimpanan beras Bulog di Kabupaten Pidie Jaya dengan kapasitas 1.817 ton serta di Kabupaten Bireuen sebanyak 1.394 ton.

Menurut Budi, optimalisasi pemanfaatan SRG menunjukkan peran strategis fasilitas tersebut sebagai sistem manajemen stok dalam menjaga ketersediaan sekaligus kelancaran distribusi bahan pangan.

Ia menegaskan, penggunaan gudang SRG akan dilakukan secara berkelanjutan dalam siklus pengelolaan cadangan beras nasional.

“Setelah stok tersalurkan, gudang akan diisi kembali dari panen 2026. Artinya, SRG menjadi bagian dari sistem pengelolaan cadangan pangan yang berkesinambungan,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ia mendorong agar gudang SRG dapat dimanfaatkan lebih luas oleh Bulog untuk penyimpanan berbagai komoditas pangan, seperti gabah, beras, hingga jagung. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bentuk optimalisasi infrastruktur logistik pangan dalam strategi penguatan cadangan nasional guna mendukung program swasembada pangan.

Sebagai informasi, Gudang SRG Kabupaten Pidie dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2010 oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Gudang tersebut kemudian memperoleh persetujuan sebagai gudang SRG dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Saat ini, pengelolaan gudang dilakukan oleh Koperasi Jasa Beumakmu dan dimanfaatkan sebagai fasilitas penyimpanan beras guna mendukung program swasembada pangan yang dijalankan Bulog.

Bea Cukai Langsa Salurkan Bantuan untuk Percepat Pemulihan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

0
Personel Bea Cukai Langsa menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di Aceh Tamiang, Sabtu (21/2/2026). (FOTO: Humas Kanwil Bea Cukai Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bea Cukai Langsa menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai upaya mendukung proses pemulihan pascabencana.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, dalam keterangan yang diterima di Banda Aceh, Senin (23/2/2026), mengatakan bantuan yang diberikan berupa makanan berbuka puasa serta paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

“Distribusi bantuan dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan di lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait setempat. Dukungan akan terus diupayakan secara bertahap sesuai kebutuhan warga terdampak,” katanya.

Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Sabtu (21/2). Penyaluran dilakukan langsung di posko pengungsian warga.

Menurut Dwi Harmawanto, kegiatan ini merupakan bagian dari program Bea Cukai Peduli sebagai bentuk dukungan kemanusiaan berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Hingga kini, proses pemulihan di Kabupaten Aceh Tamiang masih terus berlangsung.

“Sejumlah warga masih bertahan di tenda pengungsian sembari menunggu kondisi hunian dan lingkungan kembali aman serta layak ditempati,” kata Dwi Harmawanto.

Ia menambahkan, masa pemulihan pascabencana membutuhkan perhatian serta sinergi berbagai pihak agar masyarakat yang terdampak bencana pada akhir November 2025 dapat kembali beraktivitas secara bertahap dalam kondisi aman dan kondusif.

“Kami berharap bantuan tersebut membantu meringankan beban warga terdampak bencana serta menjaga semangat kebersamaan selama proses pemulihan berlangsung,” kata Dwi Harmawanto.

Wagub Aceh Dorong Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana

0
Wagub Aceh Dorong Pemerintah Pusat Percepat Pembangunan Hunian Tetap Pascabencana. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Jakarta – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE meminta pemerintah pusat menjadikan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) sebagai program prioritas nasional dalam penanganan dampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), serta Menteri Sosial (Mensos) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Dalam rapat itu, Fadhlullah menekankan bahwa kebutuhan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh masih sangat besar dan belum sebanding dengan rencana pembangunan yang tersedia saat ini.

Berdasarkan data kebutuhan huntap sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati/Wali Kota atau SK BNBA, total rumah rusak dan hilang di Aceh mencapai 246.484 unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 97.936 unit masuk kategori rusak berat dan hilang.

Sementara itu, hingga 18 Februari 2026, rencana sementara pembangunan huntap baru mencapai 9.246 unit atau sekitar 9,4 persen dari total kebutuhan. Adapun usulan rencana aksi (Renaksi) Kementerian PUPR/PKP mencakup pembangunan 21.590 unit rumah atau sekitar 22 persen dari kebutuhan keseluruhan.

“Gap antara kebutuhan dan rencana pembangunan masih sangat besar. Karena itu kami meminta dukungan penuh pemerintah pusat agar percepatan pembangunan huntap di Aceh menjadi prioritas nasional,” ujar Fadhlullah dalam paparannya.

Ia juga mengusulkan agar pembangunan huntap tidak dilakukan secara bertahap, melainkan melalui skema konstruksi paralel. Skema tersebut memungkinkan proses penyediaan lahan, penyusunan detail engineering design (DED), hingga pembangunan fisik dilakukan secara bersamaan. Selain itu, Fadhlullah mendorong penugasan langsung kepada BUMN Karya agar percepatan pembangunan dapat dilakukan melalui pola cluster construction.

Fadhlullah turut menyoroti pentingnya sinkronisasi data pembangunan huntap melalui sistem satu data (single data) yang berbasis JITUPASNA, BNBA, serta hasil verifikasi lapangan. Hal ini menyusul terbitnya SK Kemendagri Nomor 300.2.8-168/2026 yang menjadi acuan penetapan data final.

Menurutnya, data final tersebut harus menjadi dasar resmi dalam penganggaran agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun kekurangan alokasi pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Wagub Aceh juga memaparkan progres pembangunan huntap melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Utara. Salah satunya rencana pembangunan 500 unit rumah tipe 36 di Desa Tanjung Seumantoh, Aceh Tamiang, serta pembangunan ratusan unit rumah di sejumlah desa di Aceh Utara yang saat ini masih berada pada tahap pembersihan lahan dan finalisasi pembebasan lahan.

Selain percepatan pembangunan, Fadhlullah meminta dukungan anggaran masa transisi bagi masyarakat terdampak yang masih menempati hunian sementara (huntara) maupun tenda, agar mereka dapat segera menempati rumah permanen.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam percepatan pembangunan hunian tetap, penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), serta penguatan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

Kadisperindag Aceh: Harga dan Stok Bahan Pokok di Aceh Masih Stabil

0
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, T. Adi Darma, saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perdagangan dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pante Teungoh, Kabupaten Pidie. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, T. Adi Darma, memastikan harga serta ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Provinsi Aceh masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Hal tersebut disampaikan T. Adi Darma saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Perdagangan dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pante Teungoh, Kabupaten Pidie, beberapa waktu lalu. Ia menilai kondisi harga di wilayah tersebut mencerminkan stabilitas yang juga terjadi di daerah lain di Aceh.

“Hasil pantauan kita hari ini di Pidie menunjukkan tren yang stabil. Hal ini juga sejalan dengan laporan yang kami terima dari kabupaten/kota lain di seluruh Aceh. Secara umum, harga barang pokok masih sangat terkendali,” ujar T. Adi Darma.

Menurutnya, Disperindag Aceh terus melakukan pengawasan terhadap rantai pasok bahan pokok secara menyeluruh. Pemantauan dilakukan mulai dari distributor hingga pasar-pasar rakyat di berbagai daerah guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tidak memicu lonjakan harga.

“Kami tidak hanya fokus pada satu titik. Tim dari Disperindag Aceh secara rutin berkoordinasi dengan dinas terkait di seluruh kabupaten dan kota untuk memantau fluktuasi harga harian. Jika ada gejolak di satu wilayah, kita langsung ambil langkah intervensi,” tambahnya.

Selain itu, T. Adi Darma juga memastikan stok sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir di gudang distributor masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

Ia berharap dengan pasokan yang tetap terjaga, inflasi di Provinsi Aceh dapat terus dikendalikan. Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok di pasaran.

“Komitmen kita adalah menjaga daya beli masyarakat di seluruh Aceh. Kami bersama Satgas Pangan akan terus mengawal agar distribusi tetap lancar dan harga tetap terjangkau oleh warga,” pungkas T. Adi Darma.

Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Pimpin Safari Ramadan Perdana Pemko Banda Aceh di Masjid Oman Al-Makmur

0
Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Pimpin Safari Ramadan Perdana Pemko Banda Aceh di Masjid Oman Al-Makmur. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, memimpin kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah perdana Pemerintah Kota Banda Aceh yang berlangsung di Masjid Oman Al-Makmur, Gampong Bandar Baru (Lampriet), Senin (23/2/2026).

Amatan Nukilan.id, agenda tahunan yang rutin digelar setiap bulan suci Ramadan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebelum pelaksanaan Salat Tarawih, Afdhal menyerahkan bantuan kemakmuran masjid senilai Rp15 juta kepada pengurus Masjid Oman Al-Makmur. Selain itu, bantuan lain juga diberikan berupa 20 kilogram kurma, air mineral, serta ambal masjid yang berasal dari Bank Aceh Syariah.

Dalam sambutannya, Afdhal menekankan bahwa kepemimpinan sejatinya berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

“Pemimpin harus mampu memengaruhi dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan komitmennya bersama Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal untuk terus membangun Banda Aceh, tidak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga pembinaan karakter Islami masyarakat.

“Kita ingin membangun generasi yang berakhlak dan berdaya saing secara berkelanjutan,” tambahnya.

Menurut Afdhal, salah satu persoalan utama yang masih dihadapi Banda Aceh adalah kemiskinan ekstrem yang diperkirakan mencapai sekitar 4.000 jiwa. Karena itu, pemerintah kota akan terus melakukan pendataan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga berencana meluncurkan aplikasi “Usahateman” yang ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM mikro, dalam mengembangkan usaha mereka.

Menutup sambutannya, Afdhal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan kota.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan semua pihak dan seluruh warga kota,” katanya.

Kegiatan Safari Ramadan kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustaz Fauzi Saleh, yang juga merupakan Keuchik Gampong Bandar Baru yang baru dilantik. Acara ditutup dengan pelaksanaan Salat Tarawih dan Witir berjemaah bersama masyarakat setempat. (XRQ)

Reporter: Akil

Jadwal Imsakiyah di Banda Aceh Selasa, 24 Februari 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mengetahui jadwal imsak dan waktu salat menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa dengan tertib. Informasi waktu imsakiyah membantu masyarakat menentukan batas akhir sahur sekaligus mempersiapkan diri menyambut salat Subuh dan rangkaian ibadah sepanjang hari.

Berikut jadwal lengkap imsak dan salat lima waktu untuk wilayah Banda Aceh dan sekitarnya pada Selasa, 24 Februari 2026.

  • Imsak: 05.27 WIB

  • Subuh: 05.37 WIB

  • Zuhur: 12.55 WIB

  • Asar: 16.13 WIB

  • Maghrib/Buka Puasa: 18.55 WIB

  • Isya: 20.04 WIB

Jadwal ini menjadi acuan bagi masyarakat untuk memastikan batas waktu sahur, mengetahui waktu Subuh secara tepat, serta mempersiapkan aktivitas ibadah hingga waktu berbuka puasa.

Imsak dikenal sebagai tradisi yang berkembang di Indonesia sebagai penanda waktu kehati-hatian sebelum azan Subuh. Umumnya, waktu imsak ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh agar umat Muslim memiliki jeda untuk menyelesaikan sahur.

Perlu dipahami bahwa imsak bukanlah awal dimulainya puasa Ramadan. Sebaliknya, imsak berfungsi sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) agar seseorang tidak melewati masuknya waktu Subuh tanpa disadari.

Imsak bukan awal puasa, melainkan pengingat agar umat Islam bersiap menghentikan makan dan minum sebelum Subuh tiba.

Konsep jeda ini terinspirasi dari hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan adanya selang waktu antara selesainya sahur Nabi Muhammad SAW dan pelaksanaan salat Subuh. Jeda tersebut disebut setara dengan waktu membaca sekitar 50 ayat Al-Qur’an, yang kemudian diperkirakan kurang lebih 10 menit dan dijadikan rujukan praktik imsak saat ini.

Agar tubuh tetap bertenaga dari Subuh hingga Maghrib, beberapa tips sahur berikut dapat diterapkan:

  • Konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar kenyang lebih lama.

  • Tambahkan sumber protein seperti telur, ikan, atau tempe untuk menjaga energi.

  • Perbanyak minum air putih dan batasi minuman manis berlebihan.

  • Hindari makanan terlalu asin yang dapat memicu rasa haus.

  • Akhiri sahur mendekati waktu imsak dan manfaatkan waktu tersebut untuk doa serta niat puasa.

Tips ini membantu masyarakat yang mencari informasi terkait batas sahur maupun waktu imsak hari ini.

Mengetahui jadwal imsak dan waktu Subuh pada 24 Februari 2026 menjadi langkah penting agar ibadah puasa berjalan lebih tertib dan khusyuk. Dengan panduan imsakiyah yang jelas, sahur dapat dilakukan tepat waktu, salat Subuh tidak terlewat, dan aktivitas Ramadan terasa lebih tenang.

Simpan jadwal ini sebagai panduan harian selama bulan puasa dan bagikan kepada keluarga maupun kerabat agar semakin banyak yang terbantu dalam menjalankan ibadah dengan baik. (XRQ)

Reporter: Akil

Konsolidasi Nasional Perkuat Sinergi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Sumatera

0
Konsolidasi Nasional Perkuat Sinergi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Sumatera. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447 Hijriah, Pimpinan Wilayah (PW) ‘Aisyiyah Aceh mengikuti kegiatan Silaturrahim dan Konsolidasi Nasional antara Pimpinan Pusat dan seluruh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah se-Sumatera. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring dan dipusatkan di Kantor PW ‘Aisyiyah Aceh di Banda Aceh.

Pertemuan diikuti jajaran PW ‘Aisyiyah Aceh yang dipimpin langsung oleh Ketua Hj. Ashraf, M.Si., didampingi Sekretaris Hj. Sarwati serta pimpinan harian lainnya. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan program kerja, sekaligus memperteguh peran ‘Aisyiyah dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan di wilayah Sumatera.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai pemetaan organisasi tingkat wilayah dan daerah oleh Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si. Selanjutnya, materi penguatan ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Prof. Masyitah.

Dalam laporan perkembangan organisasi, PW ‘Aisyiyah Aceh menyampaikan capaian kelembagaan yang terus bertumbuh. Hingga saat ini telah terbentuk 22 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), dengan pembentukan terbaru di Kota Langsa. Selain itu, terdapat penambahan empat Pimpinan Cabang, yakni tiga di Kabupaten Aceh Utara dan satu di Kabupaten Aceh Timur. Di tingkat ranting, organisasi juga bertambah dua ranting baru di Kabupaten Aceh Selatan, yang menunjukkan penguatan struktur hingga tingkat akar rumput.

Di bidang pendidikan, Majelis Pendidikan PW ‘Aisyiyah Aceh melaporkan sejumlah capaian, di antaranya bantuan revitalisasi sekolah TK ABA serta hadirnya PKBM ‘Aisyiyah Darul Ilmi di Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Pada sektor ekonomi, Majelis Ekonomi terus mengembangkan koperasi syariah dan aktif menyelenggarakan bazaar sebagai upaya pemberdayaan ekonomi umat. Adapun program Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) masih berada pada tahap persiapan dan belum berjalan optimal.

Sementara itu, Majelis Tabligh melaporkan pelaksanaan pengajian rutin, kegiatan Training of Trainers (TOT) muballighat, serta penguatan materi Fiqih Kebencanaan sebagai respons terhadap kondisi geografis Aceh yang rawan bencana.

Perkembangan juga terlihat pada amal usaha organisasi. KBIHU Nashita Al Hujja telah dua kali menyelenggarakan kegiatan manasik haji sebagai bentuk pembinaan jamaah. Lembaga Lingkungan Hidup mengembangkan pemasaran produk ecoenzym sebagai kontribusi pelestarian lingkungan. Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di bawah Majelis Hukum terus memberikan layanan pendampingan hukum kepada masyarakat, sementara layanan Daycare Lansia menjadi salah satu program unggulan Majelis Kesejahteraan Sosial. Selain itu, Lembaga Penelitian dan Pengembangan ‘Aisyiyah Aceh telah menerbitkan Acheh Innovation and Sustainability Journal.

Melalui kegiatan silaturrahim dan konsolidasi ini, diharapkan sinergi antara Pimpinan Pusat dan seluruh PW ‘Aisyiyah se-Sumatera semakin kuat serta mampu meneguhkan komitmen ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam berkemajuan yang berkontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

Illiza Sambut Delegasi UEA, Bahas Rencana Pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh

0
Illiza Sambut Delegasi UEA, Bahas Rencana Pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center di Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menerima kunjungan delegasi Uni Emirat Arab (UEA) bersama jajaran Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Pendopo Wali Kota, Minggu (22/2/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan masjid agung dan Islamic Center di Banda Aceh.

Delegasi dari UEA yang hadir di antaranya Dr Sultan selaku Ketua Yayasan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo, Mohamed Alnaqbi yang mewakili Mohamed Bin Zayed University for Humanities Abu Dhabi, serta Abdullehh Blla, Imam Tarawih asal Maroko.

Sementara itu, dari pihak UIN Ar-Raniry turut hadir Rektor Prof Dr Mujiburrahman, Koordinator Pusat Kerohanian dan Moderasi Beragama Dr Muqni Affan Abdullah, serta Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa T Murdani.

Dalam pertemuan tersebut, Dr Sultan menyampaikan kebahagiaannya dapat berkunjung ke Banda Aceh sekaligus membawa sejumlah program Ramadan, seperti pembagian sembako dan daging bagi masyarakat.

“Kami juga bahagia mendapat support dari pemko dan UIN Ar-Raniry.”

Ia juga menyampaikan kabar mengenai keputusan pemerintah UEA untuk membangun masjid dan Islamic Center di Banda Aceh. Sebelumnya, ia mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk UEA di Abu Dhabi terkait rencana tersebut.

Menurutnya, gagasan pembangunan proyek ini telah dirintis sejak dua tahun lalu.

“Setelah penentuan budget, kami juga mengharapkan dukungan Pemko Banda Aceh jikalau ada usulan lokasi selain di UIN Ar-Raniry,” kata Sultan.

Ia menambahkan, pihaknya menginginkan tiga alternatif lokasi sebagai kandidat pembangunan masjid dan Islamic Center.

“Kami ingin ada tiga pilihan sebagai cikal bakal lokasi pembangunan masjid dan islamic center. Salah satunya calon (lokasi) nya sudah ada di UIN Ar-Raniry,” katanya lagi.

Delegasi UEA juga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh segera mengirimkan surat terkait ketersediaan lahan, kategori masjid, serta kapasitas daya tampung jemaah. “Kalau persetujuan sudah keluar dari pemerintah UEA sedari empat bulan lalu,” sebut Sultan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Illiza menyambut baik rencana pembangunan tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah kota untuk mendukungnya.

“Semoga membawa keberkahan bagi kota kami. Apalagi Banda Aceh saat ini belum memiliki masjid agung yang bis dikelola oleh pemerintah kota,” pungkasnya.

Ia menyebutkan, Pemko Banda Aceh siap menyediakan lahan yang dibutuhkan. “Berapa kebutuhan lahan, insyaallah kita bisa sediakan. Salah satunya tanah seluas tiga hektar di Kecamatan Meuraxa yang berada di kawasan strategis, dan banyak dikunjungi wisatawan juga,” ujarnya.

Selain itu, alternatif lokasi lain juga berada di kawasan Lambaro Skep yang merupakan lahan milik masyarakat dan telah memiliki pertapakan. “Untuk kepastian dan detilnya akan kami rapatkan lebih lanjut dan kemudian segera kami kirimkan suratnya,” ujar Illiza.

Menurutnya, kehadiran masjid agung baru nantinya memiliki peran penting dalam memperkuat syiar Islam serta mendukung pelaksanaan syariat di Banda Aceh. “Masjid agung yang kami idamkan bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pendidikan bagi umat,” demikian Illiza Sa’aduddin Djamal.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesra Bachtiar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Faisal, Asisten Administrasi Umum M Nurdin, serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Setdako Banda Aceh.

Kominfo Nagan Raya Dampingi EPSS 2026, Perkuat Sinergi Satu Data

0
Kominfo Nagan Raya Dampingi EPSS 2026 untuk Perkuat Sinergi Satu Data. (Foto: Pemkab Nagan Raya)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nagan Raya menggelar kegiatan pendampingan serta penyampaian informasi terkait Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) di Gedung Command Center, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Senin (23/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagan Raya, Dr. Nuri Rosmika, S.ST., M.Si., Sekretaris Dinas Kominfo Cut Yulie Sofia, S.T., Kepala Bidang Statistik Dinas Kominfo Masitoh, SKM., MKM., serta perwakilan dari Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nagan Raya, Arafik, S.Sos.I., MPA, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam rangka menyukseskan penilaian EPSS Tahun 2026. Ia menargetkan adanya peningkatan capaian nilai dibandingkan hasil tahun 2024.

“Melalui pendampingan ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memahami peran dan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan statistik sektoral, sehingga target peningkatan skor EPSS Tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Arafik.

Ia menjelaskan, dalam tata kelola Satu Data Indonesia di daerah, Badan Pusat Statistik berperan sebagai pembina data sektoral, Bappeda sebagai koordinator, dan Dinas Kominfo bertindak sebagai e-Walidata yang bertugas melakukan pengelolaan serta integrasi data.

“Dinas Kominfo sebagai mitra strategis BPS juga berkomitmen untuk mendukung dan menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nagan Raya, Dr. Nuri Rosmika, S.ST., M.Si., menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara BPS dan Dinas Kominfo Nagan Raya.

“Terutama dalam rangka persiapan penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026,” katanya.

Menurut Nuri, kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh tahapan pengumpulan dan penyajian data statistik berjalan optimal untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

“Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan akurasi data yang dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya.

Wali Kota Banda Aceh Dorong Budaya Keamanan Pangan saat Kunjungi SMPN 10

0
Wali Kota Banda Aceh Dorong Budaya Keamanan Pangan saat Kunjungi SMPN 10. (Foto: Pemko BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menghadiri kegiatan pemberian dukungan sekaligus penguatan komitmen pembudayaan keamanan pangan di SMP Negeri 10 Banda Aceh, Senin (23/2/2026).

Kehadiran wali kota yang akrab disapa Bunda Illiza tersebut disambut langsung oleh Kepala Sekolah Intan Nirmala bersama jajaran guru. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri.

Penyambutan berlangsung meriah dan penuh kehangatan. Para siswa menampilkan tari daerah, disusul sambutan dari Duta Sapa sekolah yang menjadi representasi pelajar berkarakter serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Illiza menegaskan bahwa pembudayaan keamanan pangan di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Keamanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi harus menjadi budaya bersama. Anak-anak kita harus memahami mana makanan yang aman dan layak dikonsumsi, serta bagaimana menjaga kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Illiza juga berdialog langsung dengan para Duta Sapa SMPN 10 Banda Aceh. Dalam suasana yang berlangsung akrab, ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat, khususnya pelajar, berada dalam kondisi aman, sehat, dan terbebas dari bahan berbahaya.

Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam meningkatkan literasi keamanan pangan. Edukasi yang diberikan sejak usia dini diyakini mampu membentuk generasi yang lebih bijak dalam memilih serta mengonsumsi makanan.

Selain berdialog, Bunda Illiza turut menyapa para siswa dan memberikan motivasi agar terus belajar dengan penuh semangat sekaligus menjaga pola hidup sehat.

“Kalian adalah masa depan Banda Aceh. Jaga kesehatan, jaga akhlak, dan jadilah generasi yang membanggakan,” pesannya yang disambut antusias para murid.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mendorong pembudayaan keamanan pangan di lingkungan pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sekolah dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.