Beranda blog Halaman 188

Razia Hunian Warga Binaan, Rutan Banda Aceh Amankan Benda Tajam dan Telepon Genggam

0
Petugas memeriksa kamar narapidana dalam razia di Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Aceh Besar, Selasa (24/2/2026) malam. (Foto: Humas Rutan Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh menggelar razia di kamar hunian narapidana dan menyita sejumlah barang terlarang, termasuk benda tajam, benda tumpul, serta alat komunikasi berupa telepon genggam.

Kegiatan razia tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Muh Hidayat, mengatakan pemeriksaan berlangsung pada Selasa (24/2) malam dengan menyasar seluruh kamar warga binaan.

“Razia hunian warga binaan berlangsung Selasa (24/2) malam. Petugas menyita sejumlah benda tajam dan benda tumpul serta alat komunikasi berupa telepon genggam,” katanya.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam hunian narapidana, di antaranya gunting, pisau atau cutter, beberapa benda tumpul, serta dua unit telepon genggam.

“Barang-barang tersebut berpotensi disalahgunakan dan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban dalam rutan. Barang-barang tersebut termasuk benda dilarang di hunian warga binaan. Barang-barang yang disita tersebut selanjutnya diproses sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Menurut Muh Hidayat, razia rutin ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap tertib sesuai aturan yang berlaku.

Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap kamar warga binaan dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, serta mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban.

“Razia ini dilakukan secara rutin dan insidental sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dalam rutan. Razia ini sebagai bentuk komitmen dalam wujud kondisi kondusif, terutama dalam bulan Ramadhan, sehingga warga binaan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Baharuddin, memberikan apresiasi kepada jajaran pengamanan atas pelaksanaan razia tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari langkah deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Razia bukan semata-mata penindakan, tetapi bagian dari komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam rutan. Razia ini untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan bebas barang terlarang dan dilarang,” kata Baharuddin.

Pemkab Aceh Timur Salurkan HT dan Genset untuk Kepala Desa sebagai Antisipasi Bencana

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membekali para kepala desa dengan alat komunikasi dua arah berupa handy talky (HT) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan kebijakan pengadaan alat komunikasi tersebut merupakan hasil evaluasi dari pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

“Kami membagikan sebanyak 106 unit HT kepada kepala desa. Pengadaan HT ini mengacu pada pengalaman bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu, di mana jaringan komunikasi hilang total,” katanya di Aceh Timur, Rabu.

Selain HT, pemerintah kabupaten juga menyalurkan genset kepada para kepala desa sebagai sumber listrik cadangan saat kondisi darurat. Langkah ini diambil karena pada saat bencana sebelumnya terjadi pemadaman listrik secara menyeluruh.

Menurut Iskandar Usman, bantuan HT dan genset tersebut bertujuan memperkuat kesiapan desa atau gampong dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menyediakan sarana komunikasi alternatif ketika jaringan utama tidak dapat digunakan.

“Dalam meningkatkan kesiapan menghadapi bencana, Kami juga meminta desa mengalihkan penggunaan dana desa untuk pelatihan seperti bimbingan teknis di luar daerah, kepada pelatihan mitigasi bencana,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan menggelar rapat koordinasi terpadu yang wajib diikuti oleh kepala desa, camat, serta seluruh kepala satuan perangkat daerah. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu strategis, khususnya terkait penanganan kebencanaan.

“Rapat tersebut bersifat wajib dan tidak boleh diwakilkan. Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus, di antaranya penanganan bencana daerah, penguatan pelatihan terpusat, serta penegasan pelaksanaan surat edaran Bupati terkait gotong royong,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Jadwal Buka Puasa di Banda Aceh dan Seluruh Aceh, Kamis 26 Februari 2026: Berikut Waktu Magrib dan Isya

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Puasa Ramadan 1447 Hijriah memasuki hari kedelapan pada Kamis (26/2/2026). Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dianjurkan untuk segera berbuka ketika azan magrib telah berkumandang.

Untuk membantu masyarakat mempersiapkan waktu berbuka, informasi jadwal buka puasa menjadi panduan penting. Berikut Nukilan.id sajikan jadwal waktu magrib dan salat Isya di kabupaten/kota se-Provinsi Aceh sebagaimana dirangkum dari detikSumut.

Menurut keterangan dalam laporan tersebut, Umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa, disunahkan untuk menyegerakan berbuka puasa jika azan magrib sudah berkumandang.

Jadwal Buka Puasa Aceh, Kamis 26 Februari 2026

Kota Banda Aceh
Magrib 18.55 WIB
Isya 20.04 WIB

Kabupaten Aceh Barat
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Magrib 18.50 WIB
Isya 19.59 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.53 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Bireuen
Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Magrib 18.52 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Pidie
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Simeulue
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kota Langsa
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kota Lhokseumawe
Magrib 18.48 WIB
Isya 19.57 WIB

Kota Sabang
Magrib 18.55 WIB
Isya 20.04 WIB

Kota Subulussalam
Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Jadwal ini dapat menjadi acuan masyarakat Aceh dalam menentukan waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat Isya selama Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

ICAIOS Angkat Dampak Banjir Aceh 2025 ke Forum Nasional, Policy Brief Dibahas Bersama Wamen PPPA di Jakarta

0
ICAIOS Angkat Dampak Banjir Aceh 2025 ke Forum Nasional, Policy Brief Dibahas Bersama Wamen PPPA di Jakarta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Dampak banjir dan longsor yang melanda Aceh pada 2025, khususnya terhadap perempuan dan kelompok rentan, mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) mempresentasikan policy brief dalam forum konsultasi kebijakan di Jakarta bersama Komnas Perempuan dengan dukungan Sasakawa Peace Foundation.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, bencana hidrometeorologi pada November 2025 tercatat melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh. Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dengan sekitar 89.582 hektare sawah terdampak.

Kondisi ini dinilai berimplikasi besar terhadap ekonomi rumah tangga, mengingat sekitar 32,43 persen tenaga kerja perempuan di Aceh bekerja di sektor pertanian.

Direktur ICAIOS, Reza Idria, menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan di Jakarta karena temuan di Aceh memiliki keterkaitan langsung dengan desain kebijakan kebencanaan nasional.

“ICAIOS sebelumnya terlibat dalam respons cepat di lapangan. Dari data tersebut kami menyusun policy brief berbasis kerangka Women, Peace and Security (WPS). Ini penting agar pengalaman Aceh menjadi referensi dalam penyempurnaan kebijakan di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam pemaparan disebutkan bahwa dampak bencana tidak bersifat netral gender. Perempuan dan laki-laki menghadapi risiko yang berbeda, di mana perempuan kerap mengalami beban berlapis, mulai dari tanggung jawab pengasuhan keluarga hingga keterbatasan akses terhadap bantuan dan layanan dasar.

Di sejumlah lokasi pengungsian, hunian sementara disebut belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan dan privasi bagi perempuan. Fasilitas umum seperti MCK tanpa pemisahan yang memadai dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender. Selain itu, mekanisme distribusi bantuan yang berbasis kepemilikan aset formal juga berpotensi meminggirkan perempuan yang tidak tercatat sebagai pemilik lahan.

Policy brief tersebut turut menyoroti belum terintegrasinya indikator Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) serta pendekatan WPS dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Minimnya data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan disabilitas disebut menjadi tantangan dalam merancang kebijakan pemulihan yang tepat sasaran.

Wamen PPPA Veronica Tan menyampaikan bahwa berbagai rekomendasi yang dihasilkan akan disinergikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kita sajikan kepada BNPB dan Kemendagri. Pengalaman di lapangan menunjukkan kebutuhan konkret, termasuk soal ketahanan pangan. Kita ingin dapur bukan hanya tempat memasak, tetapi menjadi ruang komunitas yang inklusif untuk perempuan dan anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kementeriannya menaruh fokus pada rehabilitasi serta penguatan sumber daya manusia dan ekonomi perempuan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Perempuan harus menjadi aktor dalam proses pemulihan, bukan hanya penerima manfaat,” katanya.

Dalam forum tersebut, ICAIOS mengajukan lima rekomendasi utama, di antaranya integrasi indikator GEDSI dan WPS dalam perencanaan serta penganggaran kebencanaan, penerapan kuota minimal 40 persen perempuan dalam komite pemulihan, penyediaan standar shelter yang aman bagi perempuan, serta penguatan sistem monitoring berbasis data terpilah.

Pembahasan di Jakarta ini menjadi langkah penting karena pengalaman daerah terdampak langsung dibawa ke ruang perumusan kebijakan nasional. ICAIOS berharap hasil konsultasi tersebut dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan serta kelompok rentan.

Didukung Puluhan Ribu Agen, BSI Perluas Akses Keuangan Syariah hingga Daerah Terpencil Aceh

0
Didukung Puluhan Ribu Agen, BSI Perluas Akses Keuangan Syariah hingga Daerah Terpencil Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas jangkauan layanan keuangan syariah di Aceh melalui penguatan jaringan BSI Agen yang kini telah mencapai lebih dari 19.293 agen dan tersebar hingga wilayah pelosok.

Program BSI Agen menjadi bagian dari layanan perbankan tanpa kantor (branchless banking) yang memungkinkan masyarakat tetap mengakses berbagai layanan keuangan tanpa harus datang ke kantor cabang. Kehadiran agen ini dinilai membantu masyarakat, khususnya yang berada jauh dari fasilitas perbankan, agar tetap dapat menikmati layanan keuangan syariah secara mudah dan dekat.

Sepanjang tahun 2025, kinerja BSI Agen di Aceh mencatat pertumbuhan positif. Volume transaksi mencapai Rp69 triliun atau meningkat sebesar 27,20 persen secara tahunan (year on year/YoY). Jumlah agen juga terus bertambah dengan rata-rata pertumbuhan sekitar lima persen setiap tahun, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk bergabung sebagai agen guna memperoleh tambahan pendapatan.

Melalui BSI Agen, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi keuangan seperti tarik tunai, setor tunai, transfer antar rekening BSI maupun bank lain, pembelian dan pembayaran tagihan, hingga top up e-wallet. Selain itu, tersedia pula layanan referensi gadai dan cicil emas, serta pembukaan dan pelunasan biaya ibadah haji.

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan penguatan jaringan agen merupakan strategi perusahaan dalam meningkatkan literasi sekaligus inklusi keuangan syariah di daerah.

“BSI berkomitmen memperluas layanan hingga pelosok Aceh dan mendorong kesejahteraan masyarakat melalui BSI Agen. Langkah ini sejalan dengan upaya kami memperdalam penetrasi literasi dan inklusi perbankan syariah melalui sebaran agen yang semakin masif di seluruh Aceh. Rata-rata pendapatan BSI Agen berkisar Rp1–2 juta per bulan apabila transaksi mencapai lebih dari 800 transaksi per bulan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar agen berasal dari pelaku usaha mikro seperti pemilik toko sembako dan konter pulsa. Program ini dinilai mudah diikuti oleh masyarakat yang telah memiliki usaha aktif, karena proses pendaftaran dapat dilakukan melalui kantor cabang BSI terdekat. Para agen memperoleh penghasilan tambahan dari biaya layanan atau fee setiap transaksi nasabah.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para agen, BSI juga menggelar Festival Akhir Tahun BSI Agen pada November hingga Desember 2025. Program tersebut bertujuan meningkatkan motivasi sekaligus kinerja agen dalam memperluas layanan keuangan syariah.

Pada kegiatan tersebut, hadiah utama berupa satu unit sepeda motor Scoopy berhasil diraih oleh BSI Agen Maswadi dari Area Banda Aceh. Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong para agen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui penguatan jaringan agen serta program apresiasi yang berkelanjutan, BSI optimistis inklusi keuangan syariah di Aceh akan semakin merata dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

DPRK Minta Wali Kota Pulihkan Fungsi RTH Taman Bustanussalatin

0
DPRK Minta Wali Kota Pulihkan Fungsi RTH Taman Bustanussalatin. (FOTO: FOR NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Keberadaan Taman Bustanussalatin kembali menuai perhatian. Ruang terbuka hijau (RTH) yang berada di pusat Banda Aceh itu dinilai perlu segera dipulihkan fungsinya sebagai taman kota yang berorientasi pada aspek ekologis dan pelestarian sejarah.

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, mendesak Wali Kota Iliza Sa’aduddin Djamal untuk mengembalikan kawasan tersebut sepenuhnya sebagai RTH. Menurutnya, taman yang dahulu dikenal sebagai Taman Sari itu bukan sekadar ruang rekreasi, melainkan bagian penting dari identitas kota.

Daniel menyebut, secara historis kawasan tersebut diyakini menjadi bagian dari lanskap inti Kesultanan Aceh Darussalam. Nama Bustanussalatin sendiri merujuk pada karya sastra abad ke-17 berjudul Bustanus Salatin yang berarti “Taman Para Raja”, simbol kemegahan dan estetika ruang dalam tradisi pemerintahan Aceh masa lampau.

Pada masa kolonial Belanda, wilayah Banda Aceh—yang kala itu dikenal sebagai Koetaradja—mengalami penataan ulang dengan pendekatan perencanaan kota ala Eropa. Sejumlah elemen infrastruktur publik dibangun di sekitar pusat pemerintahan kolonial, termasuk menara air (water toren) yang hingga kini masih menjadi penanda visual kawasan tersebut.

Pasca-kemerdekaan, taman ini kembali ditegaskan sebagai ruang publik kota dan diberi nama Taman Bustanussalatin untuk memperkuat akar sejarah Aceh. Dalam dokumen RTRW dan RDTR Kota Banda Aceh, kawasan ini ditetapkan sebagai Zona RTH-2 dengan fungsi utama sebagai taman kota, yang mengutamakan dominasi vegetasi dan ruang terbuka alami.

Namun, sejumlah kajian teknis terbaru menunjukkan adanya indikasi berkurangnya tutupan hijau efektif serta meningkatnya elemen terbangun. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa taman bersejarah tersebut perlahan kehilangan fungsi ekologisnya.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (25/2/2026), Daniel menegaskan pentingnya mengembalikan marwah taman tersebut.

“Taman Bustanussalatin adalah simbol sejarah dan identitas kota. Kita ingin mengembalikannya sebagai ruang terbuka hijau yang nyaman dan layak bagi warga Banda Aceh,” tegasnya.

Politisi Partai Nasdem itu menilai revitalisasi taman harus bertumpu pada dua aspek sekaligus, yakni pelestarian sejarah dan pemulihan fungsi lingkungan. Ia juga menyatakan keyakinannya terhadap komitmen Iliza dalam penataan kota berbasis identitas dan keberlanjutan.

“Dengan komitmen yang tepat, taman ini bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat. Menjadikan taman uang sejuk, hijau, dan merepresentasikan warisan sejarah Aceh,” kata Daniel.

Lebih lanjut, Daniel mendorong dilakukannya audit teknis terhadap luas tutupan hijau dan area terbangun, penyesuaian fasilitas agar sesuai batas Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan Koefisien Dasar Hijau (KDH), rehabilitasi vegetasi, peningkatan daya resap air, serta penegasan fungsi taman sebagai RTH, bukan ruang komersial.

Menurutnya, keberhasilan revitalisasi Taman Bustanussalatin akan menjadi tolok ukur keseriusan Pemerintah Kota dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

“Wali Kota harus menjadikan Bustanussalatin sebagai taman yang dikenang warga sebagai pusat kerajaan Islam terkemuka di Asia Tenggara, melewati masa kolonial, hingga menjadi ibu kota provinsi modern, agar sejarah Bustanussalatin tidak dilupakan,” harapnya. []

Bupati Nagan Raya Apresiasi 20 Mahasiswa STIK-PTIK atas Pengabdian Pascabencana

0
Bupati Nagan Raya Apresiasi 20 Mahasiswa STIK-PTIK atas Pengabdian Pascabencana. (Foto: Humas Nagan Raya)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr. TR Keumangan, S.H., M.H., yang akrab disapa TRK, menyerahkan piagam penghargaan kepada 20 mahasiswa STIK-PTIK Lemdiklat Polri Sindikat IX Angkatan 83/WPS beserta satu perwira pendamping. Penghargaan tersebut diberikan atas kepedulian dan pengabdian mereka kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Nagan Raya.

Penyerahan piagam berlangsung dalam rangkaian acara silaturahmi dan buka puasa bersama mahasiswa STIK-PTIK dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (25/2/2026).

Dalam sambutannya, TRK menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus terima kasih kepada para mahasiswa yang telah bersilaturahmi dan berbuka puasa bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya.

“Kehadiran adik-adik tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami di Kabupaten Nagan Raya, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi kepolisian,” ujar TRK.

Menurutnya, momentum Ramadan semestinya dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat komunikasi dan membangun semangat kolektif dalam menjaga persatuan, keamanan, serta ketertiban masyarakat di Nagan Raya.

“Kami berharap para mahasiswa STIK-PTIK sebagai calon pemimpin dan perwira Polri di masa depan dapat terus menanamkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, serta pengabdian yang tulus kepada bangsa dan negara,” harapnya.

“Jadilah insan Bhayangkara yang humanis, dekat dengan masyarakat, dan selalu menjunjung tinggi hukum serta keadilan,” sambung TRK.

Atas nama Pemkab Nagan Raya, TRK juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata mahasiswa STIK-PTIK, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

“Terlebih pada masa pemulihan pascabencana hidrometeorologi, adik-adik mahasiswa tidak hanya membantu dari kejauhan, tetapi turun langsung dan berada di tenda-tenda pengungsian bersama masyarakat Nagan Raya, memberikan bantuan, pendampingan, serta penguatan moril bagi para korban,” jelasnya.

Ia berharap pengabdian tersebut menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Sementara itu, Perwira Pendamping Mahasiswa STIK-PTIK, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kristanto Yoga Darmawan, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan pengabdian di Kabupaten Nagan Raya, para mahasiswa memperoleh dukungan penuh dari Pemkab dan jajaran Polres Nagan Raya.

“Ada beberapa capaian yang telah dilakukan mahasiswa STIK-PTIK. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya meliputi pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nonfisik, seperti peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan trauma healing,” ungkap Kristanto Yoga Darmawan.

Ia menambahkan, pada hari ke-17 masa pengabdian, hampir seluruh program yang diamanahkan institusi telah dituntaskan, baik trauma healing, bantuan sosial, maupun manajemen logistik.

“Atas nama lembaga STIK-PTIK, kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Pemkab Nagan Raya atas dukungan yang diberikan kepada mahasiswa PTIK selama melaksanakan pengabdian di Kabupaten Nagan Raya,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati TRK turut menyerahkan cenderamata berupa plakat lambang daerah berbahan batu giok kepada mahasiswa STIK-PTIK yang diwakili oleh Kombes Pol Kristanto Yoga Darmawan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Zulkifli, S.Pd., para staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Nagan Raya, serta sejumlah undangan lainnya.

Gempa Magnitudo 4,2 Guncang Wilayah Barat Laut Calang, Aceh Jaya

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Gempa bumi kembali terjadi di wilayah Calang, Kabupaten Aceh Jaya, pada Rabu (25/2/2026). Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), guncangan terdeteksi berada di bagian barat laut Calang.

Dikutip Nukilan.id dari rilis BMKG disebutkan, gempa memiliki kekuatan magnitudo 4,2 dan terjadi pada pukul 10.18.52 WIB. Titik koordinat gempa berada di 4,77 Lintang Utara (LU) dan 95,56 Bujur Timur (BT), atau sekitar 15 kilometer barat laut Calang, Aceh Jaya.

BMKG juga melaporkan bahwa gempa terjadi pada kedalaman 65 kilometer di bawah permukaan bumi.

“#Gempa Mag:4.2, 25-Feb-2026 10:18:52 WIB, Lok:4.77LU, 95.56BT (15 km BaratLaut CALANG-ACEHJAYA), Kedlmn:65 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG, dilansir dari akun X BMKG.

Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. (XRQ)

Reporter: Akil

LEPPAMI PB HMI Jalin Komunikasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Dorong Kolaborasi Pelestarian Lingkungan

0
LEPPAMI PB HMI Jalin Komunikasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Dorong Kolaborasi Pelestarian Lingkungan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengurus BAKORNAS LEPPAMI PB HMI melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi ke Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh sebagai upaya memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Aceh.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk membuka ruang komunikasi serta membangun peluang kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan instansi pemerintah yang bergerak di sektor lingkungan hidup dan kehutanan.

Perwakilan pengurus BAKORNAS LEPPAMI PB HMI, Tonicko Anggara selaku Koordinator Wilayah (Korwil) Aceh LEPPAMI PB HMI kepada Nukilan.id menyampaikan bahwa agenda ini menjadi langkah awal mempererat kerja sama strategis dalam upaya pelestarian alam.

“Kunjungan tersebut kami laksanakan dengan tujuan membuka komunikasi dan peluang kerjasama lintas lembaga/instansi lingkungan hidup dalam rangka menciptakan sinergitas dalam upaya menjaga kelestarian alam terkhususnya di Aceh.” Tutur Tonicko Anggara.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi hal penting mengingat tantangan lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik pemerintah, organisasi masyarakat, maupun akademisi.

Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan rencana pelaksanaan seminar nasional yang akan membahas isu lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh dalam waktu dekat. Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan gagasan solusi serta rekomendasi kebijakan yang konstruktif.

“Dalam waktu dekat insha Allah kami juga akan melaksanakan kegiatan seminar lingkungan hidup dan kehutanan Aceh guna melahirkan sebuah solusi dan rekomendasi untuk sektor lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait pada sektor lingkungan hidup dan kehutanan.” Lanjut Tonicko Anggara.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut nantinya akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Tentu, harapan kami seluruh stakeholder terkait dapat ikut andil dalam kegiatan yang akan kami laksanakan dalam waktu dekat sebagai bentuk kampanye dan kepedulian yang nyata terhadap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan di Aceh.” Tutup Tonicko Anggara. (XRQ)

Reporter: Akil

Kantor Pertanahan Aceh Tamiang Amankan 75 Ribu Arsip Usai Banjir Besar

0
Kantor Pertanahan Aceh Tamiang Amankan 75 Ribu Arsip Usai Banjir Besar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang pada 26–30 November 2025 menyebabkan kerusakan serius di berbagai wilayah. Curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan hampir seluruh kawasan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai lima meter.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga membawa lumpur setinggi dua meter yang menutup sejumlah fasilitas pemerintahan. Kantor Pertanahan (Kantah) Aceh Tamiang menjadi salah satu instansi yang mengalami dampak paling parah.

Air bercampur lumpur masuk hingga ke ruang penyimpanan dokumen dan melampaui platform bangunan. Akibatnya, sekitar 75 ribu buku tanah dan surat ukur terdampak langsung oleh bencana tersebut.

Kepala Kantah Aceh Tamiang, Evan Rahmaini, menegaskan bahwa arsip yang terdampak memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Jika arsip rusak atau hilang, kepastian hukum warga yang terdampak,” ujarnya.

Upaya penyelamatan arsip sempat terkendala karena listrik padam total serta akses menuju kantor yang terputus. Kondisi tersebut membuat kendaraan tidak dapat mencapai lokasi selama kurang lebih dua pekan.

Memasuki hari keenam pascabencana, tim mulai melakukan peninjauan langsung ke kantor. Saat itu, rak-rak arsip ditemukan dalam kondisi roboh, sementara lumpur masih menutupi lantai hingga setinggi lutut.

Tahap awal penanganan difokuskan pada pemetaan kondisi arsip yang masih dapat diselamatkan. Selanjutnya, tim menyusun strategi evakuasi serta pemindahan dokumen ke lokasi yang lebih aman.

Arsip kemudian dipindahkan ke beberapa daerah, yakni Langkat, Langsa, dan Banda Aceh, yang dinilai memiliki tingkat dampak bencana lebih ringan dibandingkan Aceh Tamiang.

Proses restorasi arsip melibatkan dukungan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh serta Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Sekitar 30 taruna turut diterjunkan untuk membantu proses pemulihan dokumen.

Hingga kini, sekitar 10 persen arsip telah berhasil dibersihkan. Proses restorasi terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh dokumen dinyatakan aman.

Sementara itu, pelayanan pertanahan mulai kembali berjalan secara bertahap di lokasi sementara. Kantah Aceh Tamiang menyatakan komitmennya untuk memulihkan seluruh arsip sekaligus menjaga kepastian hukum hak masyarakat terdampak.