Beranda blog Halaman 187

Hampir Tembus Rp2 Triliun! Transaksi QRIS di Aceh Melaju Pesat hingga September 2025

0
Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Foto: BCA

NUKILAN.id | Banda Aceh – Transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga September 2025, nilai transaksi QRIS di provinsi ujung barat sumatera ini hampir mencapai Rp2 triliun.

Hal itu disampaikan Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Hertha Bastiawan, dalam Forum Komunikasi Mitra Jurnalis BI Aceh di Sabang, Selasa (4/11/2025).

“Alhamdulillah, transaksi QRIS sampai September, data terakhir yang kita punya cukup menggembirakan. Tercatat pengguna sudah mencapai 698 ribu dengan jumlah merchant sebanyak 230 ribu,” ujar Hertha.

Dia menjelaskan, volume transaksi QRIS di Aceh telah mencapai 18,35 juta kali dengan nilai nominal hampir Rp2 triliun (1,98 triliun) selama Januari hingga September 2025.

Menurut Hertha, peningkatan transaksi ini tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan BI bersama pemerintah tentang kemudahan transaksi digital. Kemudahan tersebut merangsang konsumen untuk bertransaksi lebih banyak, sehingga frekuensi dan volume transaksi QRIS terus meningkat.

Selain itu, pertumbuhan sektor pariwisata juga turut berkontribusi pada peningkatan transaksi QRIS di Aceh.

“Banyaknya wisatawan yang datang ke Aceh juga berdampak. Wisatawan biasanya jarang membawa uang tunai, sehingga sepanjang merchant memiliki QRIS, wisatawan akan langsung tap dan transaksi pun meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Hertha, pihaknya terus menggandeng perbankan untuk memperluas jangkauan QRIS melalui kerja sama intensif dalam memperbanyak scan barcode QRIS di pelaku usaha. Sosialisasi rutin kepada pelaku usaha juga terus dilakukan dengan menonjolkan kemudahan penggunaan QRIS.

“BI juga mewajibkan seluruh pelaku usaha yang mengikuti event yang diselenggarakan BI untuk menggunakan QRIS seperti kegiatan Meseraya Festival pada September lalu di Balai Meuseraya,” tambahnya

Hertha juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan QRIS. Saat melakukan scan QRIS, pastikan nama yang muncul di aplikasi banking sama dengan nama yang tertera pada sticker.

“Kalau namanya beda, harap waspada karena itu semacam penipuan. Dulu pernah ada kejadian sticker QRIS ditutup dengan sticker lain, sehingga nama yang muncul berbeda,” tandasnya.

Reporter: Rezi

Mengenang 71 Tahun Wafatnya Haji Agus Salim, Sang “Diplomat Ulung” Republik

0
Haji Agus Salim. (Foto: Suara Merdeka)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari ini, 4 November 2025, tepat 71 tahun sejak wafatnya Haji Agus Salim—sosok yang bukan hanya dikenang sebagai pahlawan nasional, tetapi juga sebagai intelektual besar yang mewarnai perjalanan diplomasi dan pemikiran Indonesia pada masa-masa awal republik. Lahir dengan nama Masyhudul Haq, yang berarti “Pembela Kebenaran”, pada 8 Oktober 1884 di Kota Gadang, Sumatera Barat, H. Agus Salim tumbuh sebagai pribadi cerdas, sederhana, tetapi tajam dalam kata dan pemikiran.

Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 657 Tahun 1961, pemerintah secara resmi menetapkan H. Agus Salim sebagai Pahlawan Nasional pada 27 Desember 1961. Pengakuan itu mengukuhkan peran pentingnya dalam perjuangan, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan.

Poliglot dan Orator yang Disegani

Haji Agus Salim dikenal sebagai sosok yang menguasai banyak bahasa asing. Setidaknya empat bahasa Eropa — Belanda, Inggris, Jerman, dan Prancis — ia kuasai dengan fasih. Selain itu, ia juga menguasai bahasa Arab, Turki, dan bahkan Jepang. Kemampuan bahasa tersebut menjadikannya aset berharga bagi para pendiri bangsa, terutama dalam tugas diplomasi internasional.

Dalam berbagai kesempatan, Salim mewakili Indonesia di fora dunia, mulai dari Liga Arab, PBB, hingga perundingan-perundingan penting seperti KMB. Dalam setiap forum, ia hadir sebagai juru bicara yang cerdas, halus, tetapi tegas, sehingga dijuluki banyak kalangan sebagai The Grand Old Man.

Jurnalis, Penulis, dan Pejuang Gagasan

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, sebelum aktif dalam diplomasi ternyata Agus Salim telah dikenal luas sebagai jurnalis dan penulis berpengaruh. Ia bekerja di berbagai media, termasuk Hindia Baroe dan Neratja, serta turut aktif membangun gerakan intelektual Islam dalam Sarekat Islam. Tulisan-tulisannya yang tajam, analitis, dan penuh nilai moral membuatnya disegani kawan maupun lawan.

Beberapa sumber sejarah menyebutkan bahwa Salim pernah menjadi lulusan terbaik HBS (Hoogere Burgerschool) di Batavia. Meski kesempatan melanjutkan pendidikan ke Belanda sempat terbuka, ia memilih kembali membantu keluarga, sebuah pilihan yang menunjukkan kerendahan hati sekaligus kedalaman nilai yang ia anut.

Kehidupan Sederhana, Pemikiran Mendalam

Meski duduk di posisi penting sebagai diplomat hingga Menteri Luar Negeri pada beberapa kabinet, kehidupan pribadi Agus Salim jauh dari kemewahan. Ia memilih hidup sederhana, tinggal di rumah kontrakan, dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk membaca, berdiskusi, serta membimbing generasi muda. Tokoh-tokoh seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir bahkan menyebutnya sebagai guru bangsa dalam banyak aspek moral dan pemikiran.

Warisan Pemikiran yang Tetap Relevan

Haji Agus Salim wafat pada 4 November 1954 di Jakarta. Namun, gagasannya tentang moral politik, diplomasi berkeadaban, dan pentingnya pendidikan tetap relevan hingga hari ini. Kearifannya dalam memandang perbedaan, terutama dalam konteks hubungan Islam dan kebangsaan, menjadikannya figur yang layak terus dikenang dan dipelajari.

Pada peringatan 71 tahun wafatnya hari ini, bangsa Indonesia kembali diingatkan bahwa kemerdekaan dan kedaulatan yang kita nikmati hari ini pernah diperjuangkan oleh sosok-sosok berjiwa besar — salah satunya Haji Agus Salim.

“Untuk mencapai cita-cita besar, kita harus memelihara jiwa yang besar pula,” begitu salah satu pesan Agus Salim yang terus dikenang.

Nukilan.id menghadirkan kembali jejak sejarah ini sebagai upaya menghormati dan menghidupkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri republik. Semoga generasi hari ini dapat terus belajar dari keteguhan moral, keluasan ilmu, dan kebijaksanaan seorang Haji Agus Salim. (XRQ)

Reporter: AKIL

Musafir Asal Aceh Tewas Dikeroyok di Masjid Sibolga, Empat Pelaku Ditangkap

0
Ilustrasi pengeroyokan. (Foto: Fin.co.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Arjuna Tamaraya (21), pemuda asal Desa Bunga, Kecamatan Salang, Kabupaten Simeulue, Aceh. Arjuna, yang dikenal santun dan bekerja sebagai nelayan di Sibolga, Sumatera Utara, tewas tragis setelah dikeroyok sejumlah orang di dalam Masjid Agung Sibolga pada Jumat (31/10/2025) dini hari.

Keluarga korban kini menuntut keadilan. “Kalau bisa hukuman mati,” ujar Kausar Amin, paman korban, dikuip dari Serambi pada Senin (3/11/2025). Ia mengatakan keluarga sangat terpukul atas peristiwa yang terjadi di tempat yang seharusnya menjadi rumah bagi ketenangan dan keselamatan.

Menurut Kausar, kabar kematian Arjuna pertama kali ia ketahui melalui media sosial. “Saya adik kandung dari ayah korban. Jenazah sudah kami semayamkan di Sibolga pada Sabtu kemarin. Keluarga dari Simeulue tidak ada yang berangkat ke Sibolga. Jenazah korban ditangani oleh keluarga yang di sini,” tuturnya.

Arjuna, anak kedua dari empat bersaudara dan seorang yatim, sudah lama bekerja sebagai nelayan di Sibolga. Ibunya tinggal di Simeulue, sementara dua saudarinya kini sedang menempuh pendidikan di Banda Aceh. “Dia memang sudah lama di Sibolga. Korban sendiri sebelumnya baru saja kembali dari laut setelah dua bulan lamanya. Lalu dia rencananya akan kembali berangkat pada Sabtu paginya,” kata Kausar.

Minta Izin Istirahat di Masjid

Sebelum kejadian, Arjuna sempat berhenti di halaman Masjid Agung Sibolga dan membeli nasi goreng dari seorang ibu penjual. Setelah makan, ia meminta izin untuk beristirahat di dalam masjid. “Ibu itu kemudian bilang bisa, karena kan ini rumah Allah, kata si ibu. Korban kemudian istirahat ke dalam masjid,” ujar Kausar.

Namun, tak lama setelah tertidur, seorang tukang sate yang berjualan di sekitar masjid datang dan mengusir Arjuna. Karena lelah, korban tidak menanggapi teguran tersebut. Diduga tersinggung, tukang sate itu memanggil empat temannya dan bersama-sama mengeroyok Arjuna hingga tak berdaya.

“Penyebab kematian itu akibat ada gumpalan darah akibat pukulan di belakang kepalanya. Dia juga dipukul pakai batok kelapa,” jelas Kausar.

Pengeroyokan Terekam CCTV

Kasat Reskrim Polres Sibolga AKP Rustam Silaban menjelaskan bahwa aksi keji itu terekam kamera CCTV masjid. Dalam rekaman, para pelaku terlihat memukuli korban di dalam masjid, lalu menyeret tubuh Arjuna keluar hingga kepalanya terbentur di anak tangga.

“Korban juga dipijak dan dilempar menggunakan buah kelapa oleh salah satu pelaku hingga mengalami luka parah di bagian kepala,” ujar Rustam.

Korban ditemukan tidak sadarkan diri oleh marbot masjid bernama Alwis Janasfin Pasaribu (23), yang saat itu melihat kerumunan warga melalui kamera pengawas. Arjuna sempat dibawa ke RSUD Dr. FL Tobing Sibolga, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (1/11/2025) pukul 05.55 WIB akibat luka berat di kepala.

Empat Pelaku Telah Ditangkap

Polisi bergerak cepat menelusuri identitas para pelaku. Empat orang berhasil diamankan, yakni ZP alias A (57) dan HB alias K (46) yang ditangkap pada Jumat (31/10/2025) di sekitar lokasi kejadian. Sementara SS alias J (40) ditangkap keesokan harinya saat mencoba melarikan diri ke arah Pandan, Tapanuli Tengah.

“Pihak kepolisian mengatakan dalam waktu dekat akan dilaksanakan konferensi pers,” ujar Kausar.

Hingga kini, pihak keluarga masih menanti proses hukum berjalan. “Kemarin juga kami baru kembali dari Polres setempat menanyakan kelanjutan kasus ini. Pihak polisi kini sudah menangani dan sudah dibuat laporan,” katanya.

Musafir yang Tak Pernah Pulang

Menurut keluarga, seminggu sebelum kejadian, Arjuna sempat menghubungi pamannya dan adiknya di Banda Aceh, menyampaikan niat untuk kembali melaut. Siapa sangka, itu menjadi pesan terakhirnya.

“Biasanya, kalau tahu saya sudah pulang, dia pasti datang menemui. Tapi kali ini dia nggak sempat. Sembari menunggu kapal tempat ia bekerja berangkat, dia istirahat sebentar di masjid,” kata Kausar lirih.

Kini, jasad Arjuna telah dikebumikan di Sibolga. Di Aceh, keluarga dan kerabat hanya bisa berdoa agar keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum setimpal. “Kami hanya ingin hukum berjalan seadil-adilnya. Anak itu tidak punya salah apa-apa,” tutup Kausar dengan nada berduka.

Dinkes Aceh: Lonjakan Kasus Influenza Masih dalam Batas Musiman, Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

0
Ilustrasi Influenza. (Foto: almaata.ac.id)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh memastikan peningkatan kasus influenza yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir bukanlah wabah baru, melainkan bagian dari siklus musiman yang dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh, Iman Murahman, menjelaskan bahwa pola cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama penyebaran virus influenza di masyarakat.

“Yang pertama adalah juga musim. Musim ini diawali dengan musim penghujan yang luar biasa, kemudian disusul musim panas seperti beberapa hari ini,” kata Iman dikutip dari Metrotvnews.com, Senin (3/11/2025).

Menurutnya, pada musim penghujan aktivitas masyarakat cenderung menurun, sehingga penularan penyakit lebih terbatas. Namun ketika cuaca mulai membaik, intensitas pergerakan dan interaksi sosial meningkat tajam. Kondisi ini membuka peluang penyebaran virus lebih cepat di tengah masyarakat.

“Pada saat penularan cepat dan orang banyak beraktivitas berkerumun, sehingga terjadi penularan yang masif,” jelas Iman.

Iman menambahkan, lonjakan kasus influenza pada periode September–Oktober 2025 merupakan pola yang berulang setiap tahun dan tidak hanya terjadi di Aceh, tetapi juga di berbagai wilayah Indonesia hingga tingkat regional Asia.

“Tahun-tahun lalu juga sebenarnya seperti ini. Jadi tidak terlalu signifikan seperti yang kita khawatirkan. Ini adalah penyakit flu musiman,” ungkapnya.

Dinkes Aceh mengimbau masyarakat agar tetap menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, cukup istirahat, dan memperbanyak konsumsi makanan bergizi. Selain itu, masyarakat disarankan menggunakan masker di tempat umum serta menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan risiko penularan.

Meski kasus influenza mengalami peningkatan, Dinkes menegaskan kondisi tersebut masih terkendali dan belum menunjukkan indikasi luar biasa (KLB). Pemerintah daerah akan terus memantau tren penyakit musiman ini melalui fasilitas kesehatan di seluruh kabupaten dan kota di Aceh.

Diskominsa Aceh Hadiri Rakor Evaluasi Urusan Kominfo dan Persandian Ditjen Bina Bangda Kemendagri

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Aceh (Diskominsa), Dr. Edi Yandra, S.Stp., M.S.P., menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Penyelenggaraan Urusan Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KISP) yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda), di Gedung Serbaguna Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Jalan TMP Kalibata, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian dan kinerja penyelenggaraan urusan KISP di seluruh daerah Indonesia, sekaligus menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pelaksanaan urusan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dr. Edi Yandra menegaskan pentingnya pelaksanaan evaluasi ini bagi daerah, khususnya untuk menyelaraskan arah program digitalisasi di tingkat lokal dengan kebijakan nasional.

“Evaluasi ini sangat penting untuk melihat sejauh mana progres implementasi dan penyerapan program KISP di daerah. Melalui forum ini, kami dapat memetakan kendala yang bersifat struktural, seperti isu blankspot dan penguatan SDM, sehingga bisa mengusulkan solusi bersama ke tingkat pusat,” ujar Dr. Edi Yandra.

Rakor yang diikuti perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia ini menghadirkan narasumber lintas sektor yang memiliki peran penting dalam ekosistem digital pemerintahan, antara lain:

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memaparkan arah pembinaan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menyoroti pentingnya penguatan keamanan siber dan persandian di tingkat daerah.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) yang menjelaskan kebijakan pemerataan infrastruktur dan transformasi digital nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) yang menekankan standardisasi serta peningkatan kualitas data statistik daerah.

Perwakilan Pemerintah Provinsi yang berbagi praktik terbaik (best practices) dan tantangan di lapangan.

Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif untuk merumuskan langkah tindak lanjut yang terukur dalam mempercepat implementasi tata kelola pemerintahan berbasis digital yang efektif, efisien, dan aman di seluruh Indonesia.

Sekda Aceh Ajak Media Kawal Program Pemerintah Tekan Inflasi Lewat Kolaborasi dan Informasi Positif

0
Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, didampingi Kepala Biro Adpim Setda Aceh, Akkar Arafat, S.STP, M.Si, saat menerima silaturahmi dan audiensi pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Ruang Rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Senin (3/11/2025). (Foto For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, mengajak insan media di Bumi Serambi Mekah untuk ikut berperan aktif mendukung upaya Pemerintah Aceh menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam menekan laju inflasi daerah.

Ajakan itu disampaikan M Nasir saat menerima silaturahmi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh di ruang rapat Sekda, Senin (3/11/2025). Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan media sebagai mitra strategis pembangunan.

“Pemerintah Aceh mengajak teman-teman media, para insan pers untuk mendukung upaya kita menekan inflasi. Bukan upaya yang mudah, namun jika Asta Cita Presiden Prabowo sukses kita jalankan, Insya Allah upaya tersebut akan membuahkan hasil maksimal,” ujar M Nasir.

Menurutnya, sejumlah program nasional yang dijalankan di Aceh seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih merupakan bagian penting dari strategi ekonomi yang diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Pada 2026, di Aceh akan terdapat lebih dari 800 dapur MBG, dengan potensi peredaran uang mencapai Rp7 triliun. Nah jika Rp5 triliun saja dana tersebut dibelanjakan dan beredar di Aceh, maka ini akan sangat baik bagi denyut perekonomian kita,” ujarnya menambahkan.

M Nasir menjelaskan, kehadiran dapur MBG akan membuka peluang besar bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi di Aceh. Ia menilai, media memiliki peran penting dalam menginformasikan potensi ekonomi tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

“Semakin banyak sumber pangan yang dihasilkan masyarakat Aceh, maka akan semakin banyak yang diserap oleh dapur MBG. Dengan demikian, maka semakin besar pula peredaran uang di Aceh,” kata Sekda.

Ia menegaskan, sinergi antara masyarakat, Koperasi Merah Putih, dan pelaku UMKM dalam memproduksi kebutuhan bahan pangan seperti telur, beras, ikan, dan sayur mayur akan membawa dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jika ini sukses kita jalankan serta didukung oleh operasional Koperasi Merah Putih yang juga salah satu tugasnya mendukung MBG, selain itu masyarakat dan pelaku UMKM juga bergerak bersama, maka meski pada 2026 dana Transfer ke Daerah dipangkas hingga Rp896 miliar, maka upaya kita menekan inflasi tetap akan berada di jalur yang tepat,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, M Nasir juga menekankan pentingnya hubungan harmonis antara pemerintah dan insan media. Ia mengapresiasi peran media yang selama ini turut membantu menyebarluaskan informasi program pembangunan dan kinerja Pemerintah Aceh.

“Kami tentu sangat mendukung seluruh asosiasi wartawan yang ada. Pemerintah Aceh sangat berkeinginan membangun hubungan baik dengan insan media. Karena Alhamdulillah, banyak kegiatan pemerintah yang dipublikasikan dengan baik. Meski ada beberapa pihak yang mencoba menggiring opini ke arah yang tidak baik, namun sangat banyak yang mendukung kerja-kerja Pemerintah Aceh,” ungkap Sekda.

Ia menambahkan, Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh juga selalu menekankan pentingnya menjaga komunikasi positif antara pemerintah dan media.

“Pak Gubernur dan Pak Wagub selalu mengingatkan saya dan seluruh jajaran untuk selalu menjalin hubungan baik dengan media. Karena soliditas pemerintah dan media akan sangat baik dalam menyukseskan program pembangunan. Jadi, mari bersama kita saling dukung. Pemerintah Aceh sangat terbuka dengan semua organisasi dan asosiasi untuk mengawal pemerintahan ini,” ujarnya.

Sebagai pilar keempat demokrasi, lanjut M Nasir, insan media diharapkan terus mengawasi, mengedukasi, dan mendorong pemerintah agar tetap berada pada jalur transparansi dan akuntabilitas.

Pada pertemuan tersebut, Sekda turut didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, perwakilan Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh, serta sejumlah pejabat lainnya.

Bekerja di Kafetaria, WN Pakistan di Banda Aceh Ditahan karena Diduga Langgar Izin Tinggal

0
Kepala Imigrasi Banda Aceh Gindo Ginting memperlihatkan barang bukti paspor warga negara Pakistan di Banda Aceh, Senin (3/11/2025). (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Petugas Imigrasi Kelas I Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Banda Aceh menahan seorang warga negara Pakistan berinisial MB (44) karena diduga menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Gindo Ginting mengatakan, MB ditangkap saat bekerja di sebuah kafetaria di kawasan Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

“Sebelumnya, MB ditangkap atas dugaan penyalahgunaan izin tinggal di sebuah kafetaria di kawasan Lambhuk, Kota Banda Aceh. Saat ini, MB ditahan di Ruang Detensi Kantor Imigrasi Banda Aceh,” kata Gindo Ginting di Banda Aceh, Senin (3/11/2025).

Penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat yang melihat keberadaan warga asing tersebut bekerja di sebuah kafetaria. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Imigrasi Banda Aceh melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa MB bekerja sebagai pembuat roti di tempat itu.

“Dari hasil pemeriksaan, MB dengan izin tinggal bekerja jarak jauh, bukan bekerja di tempat. Sedangkan MB bekerja di kafetaria tersebut sebagai pembuat roti,” ujar Gindo.

Hasil pemeriksaan menunjukkan MB memiliki izin tinggal terbatas (ITAS) dengan kategori pekerja jarak jauh (remote worker). Ia tercatat masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 25 Agustus 2025.

“Berdasarkan hasil periksaan, MB bekerja di kafetaria tersebut sebagai pembuat roti khas Asia Selatan sejak September 2025. MB bekerja dengan upah Rp2 juta per bulan,” katanya.

Menurut Gindo, izin tinggal terbatas untuk pekerja jarak jauh hanya diperuntukkan bagi aktivitas bekerja secara virtual untuk perusahaan luar negeri, bukan bekerja langsung di tempat usaha di Indonesia.

“Perbuatan MB diduga melanggar Pasal 122 huruf (a) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Saat ini, MB sedang menjalani proses hukum lebih lanjut,” tutur Gindo Ginting.

Pihak Imigrasi Banda Aceh menegaskan akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing di wilayah kerjanya, terutama mereka yang diduga menyalahgunakan izin tinggal atau melakukan pekerjaan tanpa izin resmi.

Harga Emas dan Cabai Melonjak, Inflasi Aceh Sentuh 4,66 Persen pada Oktober 2025

0
Ilustrasi inflasi. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year) Provinsi Aceh mencapai 4,66 persen pada Oktober 2025. Kenaikan harga emas perhiasan dan cabai merah menjadi dua faktor utama yang memicu meningkatnya inflasi di Tanah Rencong.

Berdasarkan data BPS, inflasi Aceh secara month-to-month (bulanan) pada Oktober tercatat sebesar 0,12 persen. Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,03 pada September menjadi 111,16 pada Oktober 2025.

“Secara tahunan pada Oktober Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 4,66 persen. Artinya harga barang dan jasa secara umum naik rata-rata 4,66 persen dibandingkan Oktober tahun sebelumnya,” kata Plt Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, kepada wartawan, Senin (3/11/2025).

Menurut Tasdik, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan, dengan kenaikan 3,82 persen dan kontribusi sebesar 0,23 persen. Komoditas yang paling berperan dalam mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, cabai merah, wortel, ikan tongkol, dan telur ayam ras.

Sementara secara tahunan, cabai merah dan emas perhiasan masih menjadi penyumbang utama inflasi, disusul beras, sigaret kretek mesin, serta ikan dencis.

Tasdik menambahkan, inflasi tahunan terjadi di seluruh wilayah penghitungan inflasi di Aceh, yakni Banda Aceh, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Meulaboh, dan Aceh Tamiang.

Dari lima daerah tersebut, Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 5,59 persen, sedangkan Banda Aceh menjadi yang terendah dengan 3,93 persen.

“Untuk inflasi bulanan, Banda Aceh mengalami inflasi tertinggi yaitu 0,35 persen sementara terendah di Lhokseumawe sebesar 0,11 persen,” jelasnya.

Menariknya, secara bulanan hanya dua daerah—Meulaboh dan Banda Aceh—yang mengalami inflasi, sementara tiga wilayah lainnya justru mencatat deflasi, menandakan masih adanya perbedaan dinamika harga antarwilayah di Aceh.

Dengan inflasi yang terus bergerak naik, terutama dipicu oleh kebutuhan pokok dan logam mulia, pengendalian harga komoditas strategis seperti cabai dan beras diperkirakan akan menjadi fokus pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan ekonomi Aceh menjelang akhir tahun. (xrq)

Haji Mirwan Tunjuk Eja Rinanda Irma Menjadi Plt Kadis Sosial Aceh Selatan

0
Surat penunjukan Eja Rinanda Irma, S.T., M.M. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan. (FOTO: Tangkapan layar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, SE., M.Sos., menunjuk Eja Rinanda Irma, S.T., M.M. sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Selatan. Penunjukan ini berlaku mulai 3 November 2025 dan tertuang dalam Surat Perintah Melaksanakan Tugas Nomor: 800/224/2025 yang ditandatangani di Tapaktuan pada 31 Oktober 2025.

Dilansir NUKILAN.ID dari surat tersebut, Eja Rinanda Irma, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kawasan, Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Gampong pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Selatan, diberikan mandat tambahan sebagai Plt Kepala Dinas Sosial hingga pejabat definitif dilantik.

Penunjukan ini mengacu pada PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang telah diubah dengan PP Nomor 17 Tahun 2020, serta Surat Edaran Kepala BKN Nomor 1/SE/I/2021 mengenai kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam aspek kepegawaian.

Selain itu, surat perintah tersebut juga merujuk pada Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 821.23/22/2024 terkait pengangkatan, pemberhentian, dan pengukuhan PNS dalam jabatan administrator, yang sebelumnya telah menetapkan Eja Rinanda Irma pada jabatan struktural di lingkungan Pemkab Aceh Selatan.

Bupati Mirwan menegaskan bahwa tugas sebagai Plt Kepala Dinas Sosial harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi memastikan kelancaran pelayanan sosial kepada masyarakat.

Tembusan surat perintah tersebut turut disampaikan kepada Gubernur Aceh, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Inspektur Kabupaten Aceh Selatan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, serta pihak terkait lainnya. (XRQ)

Reporter: AKIL

Mahasiswa Luar Aceh Dominasi Kampus Unimal, Rektor Soroti Rendahnya Minat Anak Daerah

0
Rektor Unimal Prof. Dr. Ir. Herman Fithra ST., MT., IPM., ASEAN. Eng saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus IKA Unimal periode 2024-2028 pada Minggu (2/11/2025). (Foto: dok. Nanda RRI)

NUKILAN.ID | LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ST., MT., IPM., ASEAN. Eng., menyoroti fenomena menurunnya minat pelajar asal Aceh untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Dalam sambutannya pada acara pelantikan Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unimal periode 2024–2028, Minggu (2/11/2025), Herman mengungkapkan bahwa saat ini mahasiswa Unimal justru didominasi oleh mereka yang berasal dari luar Aceh, seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, bahkan Papua.

“Data yang kita himpun menunjukkan mahasiswa Unimal saat ini didominasi dari anak-anak luar Aceh. Saat melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di Aceh, kita menemukan fakta bahwa minat anak Aceh melanjutkan kuliah sangat rendah,” ujar Herman Fithra dalam sambutannya di Auditorium Teungku Abdul Wahab Dahlawy, Kampus Reuleut, Aceh Utara.

Herman berharap Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan dapat mengevaluasi kondisi tersebut. Menurutnya, ketimpangan dalam penyaluran beasiswa turut menjadi salah satu penyebab rendahnya jumlah mahasiswa asal Aceh yang kuliah di Unimal.

“Ia berharap Dinas Pendidikan untuk turut mengevaluasi fakta ini, mengingat kuota penerima beasiswa dari Unimal lebih banyak diperoleh oleh anak-anak luar Aceh daripada dari Aceh sendiri,” ujarnya.

Menurutnya harus ada yang dibenahi agar ke depan anak-anak Aceh mendapat kesempatan kuliah di daerahnya sendiri dengan bantuan beasiswa yang merata.

Meski demikian, Herman juga menyampaikan bahwa secara akademik Unimal terus mengalami perkembangan. Kampus yang berpusat di Lhokseumawe dan Aceh Utara itu kini menjadi tujuan studi bagi sejumlah mahasiswa internasional.

“Sementara itu dalam hal studi, kita mengalami kemajuan dari banyaknya Mahasiswa Luar Negeri yang belajar ke Unimal. Mereka berasal dari negara-negara di Asia Tenggara seperti Kamboja, ada yang dari Jepang, Jerman, dan beberapa negara Eropa lainnya,” ujarnya.

Pelantikan Pengurus IKA Unimal periode 2024–2028 berlangsung khidmat dan meriah. Kegiatan itu ditandai dengan pembacaan surat keputusan pengurus dan ikrar alumni.

Menutup sambutannya, Herman berpesan agar para alumni dapat berperan aktif memajukan Unimal di berbagai tingkatan.

Herman Fitra di akhir sambutannya menyampaikan harapan kepada Alumni Unimal agar semakin memajukan Unimal di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.