Beranda blog Halaman 1872

1.846 Tenaga Kontrak DLHK Aceh Terima SK

0

Nukilan.id – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh menyerahkan SK kepada 1.846 orang tenaga kontrak tahun 2022 di Aula Serba Guna kantor DLHK Aceh Senin, (3/1/2022).

Adapun sebelum memasuki ruangan sangat ketat dalam pelaksanan mengikuti protokol kesehatan di awali dengan Scan QR Code PeduliLindungi. Penyerahan SK tenaga kontrak tersebut juga di saksikan oleh Sekretaris Dinas, Kepala KPH UPTD Masing dalam Jajaran dinas lingkungan hidup dan kehutanan Aceh.

Usai melakukan Pembacaan sumpah dan Pakta Integrita, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh A.Hanan. SP membacakan Sambutan Guberbur Aceh.

Dalam sambutan Gubernur Aceh ”kita sudah berada di tahun 2022 ini, yang mudah-mudahan bisa menjadi awal yang baik bagi kita semua dalam memulai kerja dan kegiatan dengan semangat dan optimisme baru demi meraih capaian yang lebih baik lagi di masa mendatang”.

Selanjutnya pendatanganan pakta integritas oleh pegawai tenaga kontrak disaksikan oleh kepala KPH dan diakhiri prosesi foto bersama.

Sementara Kepala DLHK Aceh, A. Hanan mengatakan untuk KPH yang berada di Kabupaten/Kota akan diagendakan dan pelantikan dilaksanakan di Kabupaten tersebut, rencananya nanti akan dibuat rayonisasi.

“Tenaga kontrak yang kita angkat atau SK kan kembali pada tahun 2022 ini adalah yang dinilai kerjanya bagus, patuh dan taat pada aturan disiplin kerja. Sedangkan yang tidak disiplin dan suka melanggar aturan sudah kita berhentikan,” ujarnya. []

Turun ke Lokasi, Kapolda Aceh Berikan Bantuan untuk Korban Banjir

0

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S. H., M. M. turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Selasa (4/1/2022).

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam keterangan persnya menyebutkan, dalam kesempatan itu ada tiga lokasi yang ditinjau Kapolda, yaitu posko penanganan banjir Gampong Paya Beurandang Kecamatan Tanah Luas, dapur umum Polres Aceh Utara di Desa Geumata Kecamatan Lhoksukon, dan posko penanganan banjir Satlantas di Cot Girek Kecamatan Lhoksukon.

Dalam peninjauan tersebut, kata Winardy, Kapolda menyerahkan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir. Keseluruhannya ada 1000 sak beras, ditambah dengan telur, minyak goreng dan makanan lainnya.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polda Aceh untuk masyarakat yang sedang ditimpa musibah banjir,” sebutnya.

Nantinya, kata Winardy, bantuan berupa sembako tersebut akan diteruskan oleh personel di lapangan untuk disalurkan ke pelosok-pelosok yang terdampak banjir.

Sebelumnya, tambah Winardy, Polda Aceh juga sudah mengerahkan personel dari Brimob dan Samapta untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Di lapangan, personel juga sudah mendirikan dapur lapangan. Di mana nantinya bisa untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi korban banjir.

“Personel sudah diturunkan ke lapangan. Ada yang membantu mengevakuasi dan ada yang mendirikan dapur lapangan untuk menyiapkan stok makanan,” kata Winardy.

Sementara itu untuk korban terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur, penyerahan bantuan dari Kapolda diserahkan oleh Wadansat Brimob AKBP Dr. Beridiansyah, S.H., M.H.

Bantuan tersebut berupa beras sebanyak 1000 sak, mie instan 200 kotak, telur, dan minyak goreng.

Lokasi yang sudah disalurkan adalah Gampong Alur Gadeng, Gampong Bukit Seuleumak, Gampong Bayeun Titi, Gampong Aramiah, dan kepada 300 KK yang di tampung di Meunasah Mako Kompi Brimob Langsa.

Namun, ada empat lokasi yang belum bisa disalurkan hari ini lantaran akses jalan terputus dan cuma bisa dilewati roda dua, yaitu Gampong Paya Bili Satu, Paya Bili Dua, Gampong Alur Sentang, dan Gampong Blang Geudong Kecamatan Birem Bayeun. Penyalurannya akan dilanjutkan esok hari.

Gelar RS Lapangan untuk Pengungsi Banjir

Polda Aceh juga menggelar Bakti Sosial Kesehatan dengan membuka rumah sakit lapangan kepada pengungsi korban banjir yang bertempat di Jalan Medan – Banda Aceh, Desa Tutong, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.

Bakti kesehatan yang dilaksanakan Biddokkes Polda Aceh, Tim Nakes BKO Pusdokkes Polri, dan Urkes Polres Aceh Utara tersebut sedikitnya telah melayani 350 pengungsi banjir.

Selama berjalan, keluhan terbanyak yang didapati petugas medis adalah penyakit kulit, demam, batuk pilek, nyeri lambung, pusing sakit kepala, dan sulit tidur.

“Rumah sakit lapangan ini digelar untuk memudahkan korban terdampak banjir mendapat pelayanan kesehatan,” sebut Winardy.

Ia mengatakan, rumah sakit tersebut akan digelar sampai lima hari ke depan, menunggu airnya surut, dan para pengungsi dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Rencananya akan digelar sampai lima hari ke depan. Mudah-mudahan banjir cepat surut dan pengungsi bisa kembali ke rumah,” pungkasnya. []

Banjir Terus Terjadi di Aceh, Dr. Sabirin: Stop Penebangan Liar

0
Dosen Prodi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Dr. Sabirin, S.Sos.I., M.Si. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penulis dan Dosen Prodi Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Dr. Sabirin, M.Si mengakatan, banjir yang terus terjadi di Aceh disebabkan faktor penebangan liar atau ilegal logging.

“Banjir begitu parah terjadi saat ini, dan itu disebabkan oleh beberapa factor salah satunya adalah ilegal logging, makanya kita harus sosialisasikan stop penebangan liar,” kata Dr Sabirin kepada Nukilan.id, Senin (3/1/2022).

Menurutnya, bencana banjir ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga kestabilan daya tampung air terganggu akibat penebaangan liar yang terus terjadi. Selain itu, juga terdapat banjir yang menyebabkan tanah longsor, yang umumnya membawa kerusakan pada wilayah yang lebih rendah darinya.

“Dan juga ada banjir kiriman dari daerah yang lebih tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Semua ini adalah pengkhianatan oknum aparat penegak hukum dan pengusaha yang rakus akan melahirkan perselingkuhan sempurna dalam perusakan lingkungan, kemudian alam pun akan melawan dalam wujud banjir dengan segenap variannya,” ungkap Dr. Sabirin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, banjir adalah sebagai bagian dari ulah tangan manusia dalam pengelolaan alam atau lingkungannya, kemudian mendatangkan musibah/bencana banjir.

Selain itu, kata Dr Sabirin, adapun sejarah panjang tentang penebangan hutan secara liar telah menyisakan pilu, dengan terjadinya banjir bandang, longsor dan juga banjir kiriman dari wilayah yang telah gundul/alam yang rusak.

Oleh karena itu, Dr. Sabirin berharap kapad pemerintah Aceh untuk membuat manajemen pengelolaan alam dan lingkungan secara lebih baik.

“Dan pemerintah harus sering untuk membasmi penenabangan liar, ini jelas telah membuat alam kita menjadi rusak.  Karena kerusakan alam dan sistim sanitasi yang buruk tentu saja akan menyebabkan banjir yang tidak terkendali,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Warga Jakarta Timur Ditemukan Tewas Gantung Diri di Aceh Besar

0
Kasus Gantung Diri (Foto: Hadiansyah/Nukilan)

Nukilan.id – Seorang warga Kebon Manggis, Kecamatan Mantraman, Kota Jakarta Timur, bernama SRY (22) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri dalam kamar kos miliknya di lantai dua salah satu warung kopi wilayah Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (4/1/2022). Dan diketahui, selama ini korban ngekos di lokasi tersebut bersama ayahnya.

“Korban ditemukan tergantung dini hari tadi oleh ayahnya. Diduga korban bunuh diri,” kata Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, AKP M. Ryan Citra Yudha saat dikonfirmasi Nukilan.id, Selasa (4/1/2022).

Ryan mengatakan, peristiwa itu pertama kali dilihat oleh ayahnya yang hendak berkunjung ke kamar milik korban. Namun, pintu kamar korban saat itu terkunci dari dalam sehingga ayah korban mencongkel pintu tersebut dan melihat anaknya sudah tergantung.

“Ayah korban mencongkel pintu kamar hingga terbuka lalu ayahnya berteriak melihat korban sudah tergantung dengan tali pingang terlilit dilehernya,” ungkap Ryan.

Selain itu, kata Ryan, pihak keluarga korban menolak untuk diautopsi dan proses identifikasi. Dan rencananya jenazah akan dikebumikan di Kabupaten Bireuen.

Dari informasi yang diterima polisi, sambungnya, korban merupakan mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi (PT) di Jakarta. Selama di Banda Aceh, korban juga kerap menyendiri dan lebih banyak diam.

“Dari keterangan saksi, korban merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta dan keseharian korban dari keterangan saksi, korban banyak diam dan sering duduk sendiri,” pungkas Ryan.

Reporter: Hadiansyah

DPR RI: Pj Kepala Daerah Boleh Diisi TNI-Polri Jika ASN Tak Memadai

0
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Luqman Hakim (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Sebanyak 101 Kepala Daerah habis masa jabatannya tahun di 2022. Kekosongan kepemimpinan pemerintah daerah itu, nantinya bakal diisi oleh penjabat (Pj) kepala daerah hingga Pemilu serentak digelar tahun 2024.

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR) Republik Indonesia Luqman Hakim mengatakan, penunjukkan Pj harus dijauhkan dari upaya pihak tertentu membangun kaki tangan politik partisan demi kepentingan pemilu atau pilpres 2024. Ratusan Pj Kepala Daerah tidak boleh dirancang untuk menjadi batalion politik.

“Pertimbangan utama dalam menunjuk Penjabat Kepala Daerah, selain harus memenuhi aspek normatif yang dipersyaratkan UU, juga harus dijauhkan dari upaya pihak tertentu membangun kaki tangan politik partisan untuk kepentingan pemilu atau pilpres 2024. Ratusan Pj Kepala Daerah tidak boleh dirancang untuk menjadi ‘batalion politik’ yang akan bekerja untuk kepentingan partai atau capres/cawapres tertentu tahun 2024,” kata Luqman Hakim, Selasa (4/1/2022).

Selain itu, yang ditunjuk sebagai Pj Kepala Daerah juga harus dipastikan figur Pancasilais sejati. Bukan mereka yang terpapar paham intoleransi dan radikalisme.

“Apakah di kalangan ASN, TNI dan Polri ada yang terpapar paham intoleransi dan radikalisme? Saya jawab tegas, ada!” ungkap Wasekjen PKB ini.

“Sungguh saya minta Presiden dan Mendagri menyiapkan cara yang tepat untuk mengidentifikasi melakukan profiling calon-calon Penjabat Kepala Daerah yang akan ditunjuk, sehingga hasilnya bukanlah mereka yang intoleran dan radikal!” tambahnya.

Luqman menambahkan, penunjukan Pj Kepala Daerah adalah murni kewenangan Presiden dan Mendagri. Tidak diperlukan konsultasi apalagi persetujuan DPR. Karena itu, tanggungjawab sepenuhnya ada di tangan Presiden dan Mendagri.

“Apabila SDM ASN kurang memadai, maka opsi sumber daya dari TNI dan Polri dapat dipertimbangkan. Sepanjang memenuhi ketentuan perundang-undangan,” jelasnya.

Menurutnya, Penjabat Kepala Daerah diperlukan untuk mengisi kekosongan kepala daerah provinsi/kabupaten/kota yang telah berakhir periode dan belum ada hasil pemilihan kepala daerah yang definitif agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan di suatu daerah.

Diketahui, kosongnya 101 kepala daerah masa jabatannya di tahun 2022 merupakan imbas dari tidak diubahnya Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Sejumlah jabatan kepala daerah tingkat provinsi, serta kabupaten/kota ‘nganggur’ dua tahun menunggu Pilkada.

UU Pilkada menegaskan, gelaran Pilkada tahun 2022 dan 2023 diundur ke tahun 2024. Selesai lima tahun atau belum lima tahun masa tugas kepala daerah tersebut.

Berikut aturan hukum yang mengatur Penunjukkan PJ Kepala Daerah dalam undang-undang,

Pasal 201 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada berbunyi:

Ayat (3) Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil Pemilihan tahun 2017 menjabat sampai dengan tahun 2022.

Ayat (5) Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota hasil Pemilihan tahun 2018 menjabat sampai dengan tahun 2023.

Ayat (8) Pemungutan suara serentak nasional dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dilaksanakan pada bulan November 2024.

Ayat (9) Untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang berakhir masa jabatannya tahun 2022 sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2023 sebagaimana dimaksud pada ayat (5), diangkat penjabat Gubernur, penjabat Bupati, dan penjabat Walikota sampai dengan terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota melalui Pemilihan serentak nasional pada tahun 2024.

Ayat (10) Untuk mengisi kekosongan jabatan Gubernur, diangkat penjabat Gubernur yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi madya sampai dengan pelantikan Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ayat (11) Untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati/Walikota, diangkat penjabat Bupati/Walikota yang berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama sampai dengan pelantikan Bupati, dan Walikota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (Merdeka.com)

Grand Launching Lembaga Tahfizh Preneur As-Salatany Qur’an Aceh Selatan

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Yayasan As Salatany Islam Cendekia menyelenggarakan kegiatan grand launching Lembaga Tahfizh Preneur As-Salatany Qur’an (AQU) di aula sekretariat As-Salatany Qur’an, Gampong Kuta Blang, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (2/1/2022).

Direktur As-Salatany Qur’an, Ust. Wanhar As-Salatany, S.Ag mengucapkan rasa syukur setinggi tingginya atas grand launching lembaga Tahfizh Preneur As-Salatany Qur’an ini.

“Semoga Lembaga Tahfizh Preneur ini menjadi wasilah terwujudnya regenerasi para penghafal Al-Qur’an yang berjiwa pengusaha,” harap Wanhar dalam keteranganya kepada Nukilan.id, Selasa (4/1/2022).

Sementara itu, Pembina As-Salatany Qur’an, Ust. H. Roni Haldi, Lc mengajak masyarakat Samadua khususnya agar dapat mendukung program keummatan ini agar anak-anak lebih mencintai Al-Qur’an dengan baik.

Hal senada, juga disampaikan oleh Pembina Yayasan As Salatany Islam Cendekia, Tamlika bahwa melalui pengembangan pendidikan Tahfizh Preneur ini diharapkan kedepannya dapat menciptakan generasi qur’ani yang cerdas dan mandiri.

Keuchik Gampong Kuta Blang, Taifur dalam sambutannya sangat mengapresiasi kiprah seorang anak muda yang sudah mau membangun Gampong Kuta Blang dengan membuat suatu Lembaga Tahfizh yang sangat bermanfaat bagi generasi millenial saat ini.

Untuk meminimalisir generasi muda dari pengaruh gadget yang dapat merusak moral, sejatinya anak-anak harus banyak berinteraksi dengan Al-Qur’an, ungkapnya.

Sementara itu, Imum Mukim Sedar, Muhibbuddin, melaunching Lembaga Tahfizh Preneur As-Salatany Qur’an. Berharap Lembaga Tahfizh Preneur ini menjadi solusi bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar lebih mencintai Al-Qur’an,” tutupnya.

Setelah itu, di akhir sesi Tgk. Rasyidi yang juga Pimpinan Dayah Darul Huda, Sawang langsung memimpin serangkaian “Peusijuk” perwakilan santri dan pengurus Lembaga Tahfizh Preneur As-Salatany Qur’an.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRK Aceh Selatan DAPIL III (Samadua-Tapaktuan) Rema Mishul Azwar, SE,Ak,  Direktur Rumah Tahfizh Cahaya Qur’an (CAQUR) Tapaktuan, Ust. Mulyadi, S.Pd.I, Kepala MUQ Aceh Selatan, Ust. Masturi, S.Ag dan para Keuchik dan Imam Chik dalam Kemukiman Sedar serta seluruh perangkat Gampong Kuta Blang

Reporter: Hadiansyah

Bank Aceh Peduli Serahkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Banjir

0
Bank Aceh Peduli saat menyerahkan bantuan sembako kepada Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Bank Aceh Peduli kembali menyalurkan ratusan bantuan paket sembako kepada masyarakat korban banjir di Kabupaten Aceh Timur, Selasa (4/1/2022).

Bantuan tersebut diserahkan langsung melalui Pimpinan Bank Aceh Syariah (BAS) Kantor cabang Idi, Teuku Firmansyah kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Timur, Elfiandi di Gedung BPBD Aceh Timur.

Dalam kesempatan itu, Pimpinan BAS Idi, Teuku Firmansyah mengatakan, bantuan yang diserahkan ini sebagai bentuk kepedulian Bank Aceh Syariah terhadap korban bencana banjir di Aceh Timur.

“Alhamdulillah, bantuan ini yang kedua kalinya kita serahkan kepada korban banjir melalui Pemerintah Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Teuku Firmansyah dalam keteranganya kepada Nukilan.id.

Ia berharap, dengan adanya bantuan ini dapat mengurangi sedikit beban masyarakat yang terdampak banjir di Aceh Timur.

Sementara itu, Kepala Dinsos Aceh Timur, Elfiandi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Aceh Syariah yang telah dua kali memberikan bantuannya terhadap korban banjir di Aceh Timur.

“Alhamdulillah, semua bantuan yang diserahkan ke Dinsos ini telah kami salurkan langsung kepada korban banjir di Aceh Timur, semoga dapat bermanfaat,” ucap Elfendi.

Untuk diketahui, selain Aceh Timur, Bank Aceh Peduli juga menyalurkan ratusan bantuan paket sembako kepada masyarakat korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib. [MIR]

Nova Terus Monitor Banjir Aceh Jam Demi Jam

0
Warga menyebrangi truk yang terendam banjir saat banjir di Lhoksukon, Aceh Utara, 3 Januari 2022. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mancatat banjir telah merendam 14 Kecamatan di daerah tersebut. (Foto: Azwar Ipank/AFP)

Nukilan.id – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah terus mengikuti dan memantau secara terus menerus perkembangan situasi banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Utara serta Kabupaten-kota lainnya yang berpotensi terjadi bencana akibat cuaca ekstrem.

“Saya selaku Gubernur Aceh memonitor jam demi jam perkembangan situasi di lapangan. Saya menaruh rasa kepedulian dan mersa prihatin yang amat besar terhadap bencana yang menimpa masyarakat Aceh ini,” kata Nova dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id Selasa, (4/1/2022).

Sebagai wujud tanggung jawab dan rasa kepedulian Pemerintah Aceh, saya telah memerintahkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, agar pada hari ini Selasa, (4/1/2022) untuk segera menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten-Kota tersebut sesuai dengan standar dan norma pelayanan darurat bencana banjir,” ujarnya.

Ia menyampaikan, berdasarkan laporan Kalak BPBA hingga Selasa 4 Januari 2022, seluruh kabupaten/kota yang wilayahnya dilanda banjir masih mampu untuk menanggulanginya.

Namun, jika eskalasi situasi lapangan semakin memburuk dan Tim Kaji Cepat BPBA merekomendasikan, saya selaku Gubernur Aceh siap untuk menetapkan status darurat bencana tingkat Provinsi Aceh,” tegasnya.

Selanjutnya, dengan menindaklanjuti arahan Gubernur Aceh, Kalak BPBA/Dr. Ir. Ilyas, MP telah memerintahkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada unsur pelaksana BPBA saudara  Fadmi Ridwan agar segera menyalurkan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana banjir di 4 Kabupaten-Kota utamanya untuk masyarakat terdampak di kabupaten/kota yang telah berstatus darurat bencana banjir.

Bantuan logistik untuk kabupaten Aceh Timur telah diserahterimakan kepada yang mewakili Bupati Kabupaten Aceh Timur yaitu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur/Bapak Ashadi yang bertempat di Gudang Logistik BPBD guna pada hari Selasa/04 Januari 2022 yaitu berupa Beras 5.000 Kg, Minyak Goreng 500 Liter, Gula Pasir 250 Kg, Air Mineral dalam kemasan 400 kardus (6000 liter) dan Telur Ayam Buras 6000 Butir. Ilyas melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBA berpesan kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur agar bantuan tersebut secepatnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak secara berkeadilan dan tepat sasaran. Jelasnya

Saya Ashadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga khususnya kepada Bapak Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan kepada jajaran Pemerintah Aceh secara umum atas respon terhadap bencana ini dengan memberi bantuan logistik masa darurat. Sampaikan salam dan hormat kami kepda Bapak Gubernur, Ketua DPRA dan seluruh jajaran Pemerintah Aceh di Bada Aceh. Tutup Ashari.

Adapun Logistik Darurat Bencana Banjir Kabupaten Aceh Tamiang Ilyas menyampaikan, bantuan berupa Beras 5.000 Kg, Minyak Goreng 400 Liter, Mie Instan 500 Kardus, Gula Pasir 120 Kg, Air Dalam Kemasan 300 Kardus dan Telur Ayam Buras 4.500 Butir, harus sudah diserahterimakan pada hari Kamis/6 Januari 2022.

Sedangkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana banjir di Aceh Utara berupa Beras 5.000 Kg, Minyak Goreng 500 Liter, Mie Instan 500 Kardus, Gula Pasir 250 Kg, Air mineral dalam kemesan 400 Kardus dan Telur Ayam Buras 6.000 butir selambat – lambatnya harus sudah diserahterimakan dengan pejabat terkait di kabupaten pada hari Rabu/5 Januari 2022.

Mewakili Gubernur Aceh Ilyas menyampaikan kepada seluruh jajaran BPBD Kabupaten/Kota untuk siap siaga menghadapi potensi bencana yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrim. Ikuti dan cermati himbauan BMKG.

Kepada masyarakat yang sedang ditimpa musibah bencana banjir, agar sabar dan tingkatkan kemampuan adaptasi serta mitigasi bencana,” Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita,” tutur Ilyas.

Masjid Al-Mizan Kejati Aceh Diresmikan, Muhammad Yusuf: Terima Kasih Pemerintah Aceh

0
(Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Dr. Muhammad Yusuf, SH., MH meresmikan Masjid Al-Mizan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Selasa (4/1/2022).

“Dengan memohon ridha Allah SWT sembari mengucapkan bismillah, Majid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Aceh saya resmikan,” ucap Muhammad Yusuf.

Selain itu, Kajati Aceh mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas Perkim) Aceh yang telah memberikan dukungan terlaksananya pembangunan dan renovasi secara menyeluruh terhadap Masjid Al-Mizan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Aceh yang telah mendukung pembangunan Masjid Al-Mizan di kantor Kejaksaan Tinggi Aceh ini,” ucap Muhammad Yusuf kepada Nukilan.id.

Ia berharap, Masjid Al-Mizan ini dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah. Selain tempat sujud, kata Muhammad Yusuf, masjid ini nantinya juga berfungsi sebagai pusat kegiatan keislaman dan peradaban umat.

“Karena Masjid merupakan tempat yang paling baik di dunia ini. Ketika kita membuka sejarah Nabi Muhammad SAW mendirikan Masjid adalah salah satu dari tujuh langkah strategis dalam membangun masyarakat madani,” ungkapnya.

Menurutnya, Masjid juga berperan untuk mebangkitkan kekuatan rohaniah dan iman umat Islam, bahkan di jaman Nabi Muhammad SAW, Masjid menjadi tempat untuk mengatur strategi.

“Jadi, untuk jaman sekarang Masjid itu dapat digunakan untuk tempat musyawarah untuk menstrategikan pendidikan dan menyebarkan syiar islam,” ujar Kajati Aceh.

Reporter: Hadiansyah

Laporan BPBA Bencana Banjir 4 Kabupaten-Kota di Aceh

0
Foto udara menunjukkan bangunan, termasuk masjid (tengah bawah) terendam banjir di Lhoksukon, Aceh Utara 3 Januari 2022. Ketinggian air banjir di Lhoksukon mencapai dada orang dewasa. (Foto: Zikri Maulana/AFP).

Nukilan.id – Laporan Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS-PB) Badan Penanggulangan Bencana Aceh ( BPBA) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten/Kota seperti Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Utara menjelaskan terkait bencana banjir genangan, kali ini cenderung lebih luas dan berdampak pada kehidupan sosial masyarakat.

Adapun Informasi terkini mengenai situasi lapangan dari beberapa kabupaten-kota pada Selasa, (4/1/2022) diantaranya.

Kabupaten Aceh Tamiang
1. Dampak Terhadap Masyarakat
Jumlah kecamatan terdampak yaitu dua belas kecamatan yaitu Tamiang Hulu, Bandar Pusaka, Sekrak, Karang Baru, Manyak Payed, Seruai, Kejuruan Muda, Bendahara, Rantau, Banda Mulia, Tenggulun dan Kuala Simpang.

Dengan jumlah warga terdampak 8.636 KK atau 22.111 jiwa dan jumlah pengungsi 3.715 KK atau 9.469 jiwa yang tersebar di Kecamatan Karang Baru, Bendahara, Banda Mulia, Tenggulung, dan Kecamatan Kota Kuala Simpang. Perkiraan pengungsi masih akan bertahan hingga 4 hari kedepan.

2. Pantauan Terkini Wilayah Landaan Banjir
PUSDALOP PB BPBD Kabupaten Aceh Tamiang melaporkan bahwa, secara umum Kecamatan-kecamatan sebagaimana tersebut di atas masih terendam banjir dan berpotensi meningkat jika intensitas curah hujan meningkat dalam 24 jam kedepan.

Status Bencana, mencermati rekomendasi dan laporan Tim Kaji Cepat BPBD, Bupati Aceh Tamiang telah menetapkan Status Darurat Bencana Banjir Kabupaten Aceh Tamiang.

Kota Langsa
1. Dampak Terhadap Masyarakat
Lima kecamatan terdampak bencana banjir yaitu Langsa Baro, Langsa Barat, Langsa Lama, Langsa Timur, dan Langsa Kota. Dengan jumlah masyarakat terdampak 1.550 jiwa. Syukur Alhamdulillah dalam wilayah Kota Langsa tidak ada pangungsi akibat banjir.

2. Pantauan Terkini Wilayah Landaan Banjir
PUSDALOP PB BPBD Kota Langsa Melaporkan bahwa banjir mulai memperlihatkan kecenderungan surut, namun jika intensitas curah hujan meningkat hingga 24 jam kedepan, maka permukaan air dalam wilayah landaan banjir berpotensi meningkat dan jumlah kecamatan terdampak banjir akan bertambah.

3. Status Bencana
Mencermati rekomendasi dan laporan Tim Kaji Cepat BPBD Walikota memandang TIDAK
perlu menetapkan Status Darurat Bencana Banjir Kota Langsa.

Kabupaten Aceh Timur
1. Dampak Terhadap Masyarakat
Jumlah kecamatan terdampak yaitu 17 (tujuh belas) kecamatan yaitu Bierem Bayuen, Indra Makmur, Sungai Raya, Idi Tunong, Rantau Selamat, Peureulak Timur, Rantau

Peureulak, Julok, Nurussalam, Darul Falah, Banda Alam, Pante Bidari, Simpang jernih Peureulak Barat, Simpang Ulum, Peunaron dan Peureulak.
Jumlah warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Timur yaitu 6.417 KK atau
23.443 jiwa. Jumlah pengungsi 4.231 KK atau 8.761 jiwa. Masyarakat terdampak bencana banjir yang mengunsi tersebar di Kecamatan Birem Bayuen Rantau Selamat, Rantau Peureulak, Julok, Darul Falah, Simpang Jernih, Peurelak Barat, Simpang Ulim dan Peunaron.

Korban meninggal dunia 2 jiwa yaitu atas nama Fajri usia 8 tahun domisili di Idi Tunong dan M. Fiqi usia 12 tahun domisili di Kecamatan Peureulak. Kedua korban meninggal ini telah dikemubikan oleh keluarga masing-masing sesuai dengan syar’i.

2. Pantauan Terkini Wilayah Landasan Banjir

a. Mulai memperlihatkan surut
PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Aceh Timur melaporkan bahwa banjir yang melanda Kecamatan Bireum Bayeun, Rantau Selamat, Sungai Raya, Idi Timur, Indra Makmu, Darul Aman, dan Idi Tunong mulai menunjukan tanda- tanda surut. Namun berpotensi meningkat jika intensitas curah meninggkay hingga 24 jam kedepan.

b. Tinggi Permukaan Air Memperlihatkan Tanda-Tanda Meningkat
Kepala Pelaksanan BPBD Kabupaten Aceh Timur menjelaskan Kondisi bencana banjir yang melada Kabupaten Aceh Timur utamanya dalam wilayah Kecamatan Pante Bidari, Julok, Simpang Ulim, Peureulak, Rantau Peureulak, dan Peureulak Barat cenderung meningkat dikarenakan meningkatnya volume dan debit air Krueng Ara Kundoe dan berkaitan erat dengan pasang purnama (Full Mon).

3. Status Bencana
Mencermati rekomendasi dan laporan Tim Kaji Cepat BPBD Bupati Kabupaten Aceh Timur memandang perlu menetapkan Status Darurat Bencana Banjir Kabupaten Aceh Timur.

Kabupaten Aceh Utara
1. Dampak Terhadap Masyarakat
Jumlah kecamatan terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara yaitu Kecamatan Matang Kuli, Lhok Sukon, Pirak Timur, Tanah Luas, Samudra, Langkahan, Kuta Makmur, Paya Bakong, Dewantara, Sawang, Banda Baro, Cot Girek, Gureudong Pase dan Syamtalira Aron. Dengan jumlah warga terdampak 7. 885 atau 28.151 jiwa dengan jumlah pengungsi 6.633 KK atau 24.332 jiwa yang tersebar di Kecamatan Matang Kuli, Lhok Sukon, Pirak Timur, Tanah Luas, Samudra, Langkahan dan Kuta Makmur.

Korban meninggal satu jiwa atas nama M. Rafa Alfariqi usia 6,5 tahun domisili di Kecamatan Samudera dan telah dikebumikan sesuai syar’i.

2. Pantauan Terkini Wilayah Landaan Banjir
PUSDALOPS PB BPBD Kabupaten Aceh Utara melaporkan bahwa banjir yang melanda sejumlah kecamatan dalam Kawasan Aceh Utara terutama di Kecamatan Lhok Sukon, Matang Kuli, Pirak Timu dan Geureudong Pase mulai memperlihatkan tanda-tanda surut.

Dengan catatan intensitas curah hujan tidak semakin meningkat dalam 24 jam kedepan.

3. Status Bencana
Mencermati rekomendasi dan laporan Tim Kaji Cepat BPBD Bupati memandang perlu menetapkan Status Darurat Bencana banjir Kabupaten Aceh Utara.