Beranda blog Halaman 2263

Pesan Menyentuh Teh Ninih: Muslimah Harus Berilmu

0
Teh Ninih

Nukilan.id – Nama Ninih Muthmainnah atau lebih dikenal Teh Ninih, sedang jadi perbincangan. Hal itu lantaran sang suami, Ulama KH. Abdullah Gymnastiar atau yang dikenal dengan Aa Gym, telah menggugat cerai dirinya.

Aa Gym melayangkan gugatan cerai terhadap Teh Ninih di Pengadilan Agama Bandung, pada Rabu 17 Maret 2021. Sebenarnya, kabar mengenai perceraian antara Aa Gym dan Teh Ninih sudah mencuat sejak akhir 2020 lalu.Selengkapnya ada di sini.

Baca juga: 6 Faktor Sahabat Nabi Mudah Hafal Alquran

Namun, di luar kehidupan rumah tangganya, Teh Ninih dikenal sebagai wanita yang anggun dan bersahaja. Sebagai seorang pendakwah, dia kerap memberikan pesan-pesan yang menyentuh terutama untuk para kaum muslimah.

Dalam bincang-bincangnya dengan Oki Setiana Dewi, Teh Ninih meminta kita untuk bersyukur karena telah dikaruniai kecerdasan oleh Allah SWT. Namun, harus berhati-hati, karena kecerdasan diibaratkan seperti mata pisau.

“Ternyata kecerdasan pun seperti pisau. Pisau itu bisa dipakai untuk membunuh, tapi juga bisa untuk memotong daging. Jadi, kecerdasan ini kalau seseorang jadi merasa mulia, merasa sayalah yang membuat saya pinter, maka akan menjadi fitnah,” ujarnya dalam video yang diunggah di YouTube Oki Setiana Dewi, dikutip VIVA, Jumat 19 Maret 2021.

Baca juga: Beberapa Peristiwa Penting di Bulan Sya’ban

Namun, jika bisa dimanfaatkan dengan baik, maka kecerdasan pun akan berbuah menjadi ilmu dan tidak berujung pada fitnah.

“Tapi kalo kecerdasan ini menjadi jalan kita bisa memahami ilmu, kemudian kecerdasan membuat kita semua takut kepada Allah, maka di Alquran disebutkan yang maknanya, hanya orang-orang yang berilmu yang takut kepada Allah,” kata dia.

“Tentunya harus nambah takut, harus rendah hati, dan berlindung kepada Allah, supaya tidak menjadi fitnah,” tutur Teh Ninih.

Baca juga: 5 Amalan Bulan Sya’ban, Persiapan Menuju Ramadhan

Terakhir, wanita 54 tahun itu turut memberikan pesan pada kaum muslimah, agar terus semangat menuntut ilmu.

“Untuk para muslimah semangatlah untuk terus belajar. Barang siapa yang di dunia harus pake ilmu, akhirat terus pakai ilmu, dunia akhirat harus pake ilmu. Ilmu yang membuat kita takut kepada Allah,” kata Teh Ninih.[viva.co.id]

Baca juga: Alfamart Simpang Asean Krueng Geukuh Dilempar Bom Molotov

ASPPI: Hari ini, Pelaku Wisata se-Indonesia Kunjungi Aceh

0

Nukilan.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Aznawi Awi mengatakan bahwa, para pelaku pariwisata di seluruh Indonesia akan berkunjung ke Aceh.

Ia mengatakan, kedatangan para pelaku pariwisata tersebut dalam rangka mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Aceh, mulai minggu (21/3/2021) hingga Kamis (25/3/2021).

“Para pelaku wisata di seluruh Indonesia akan datang ke Aceh, besok pagi, dan mereka akan berada di Aceh mulai tanggal 21 Maret sampai dengan 25 maret 2021,” kata Aznawi saat dihubungi Nukilan.id media online di Aceh, Sabtu (20/3/2021) malam.

Ia menyampaikan bahwa, para pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia ini, akan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang berada di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Sabang.

Selain itu, Aznawi mengingatkan kepada seluruh pelaku pariwisata (pelaku travel) di Aceh, harus menjadi seller yang khusus menjual paket wisata Aceh, tidak lagi menjual paket wisata Malaysia ataupun menjual paket tour ke Eropa.

Sementara itu, Ia menjelaskan bahwa, kunjungan para pelaku pariwisata di seluruh Indonesia ini dalam rangka program Aceh Travel Mart (ATM) yaitu ajang pertemuan para stakeholder pariwisata di Aceh dengan pelaku pariwisata di daerah lain, untuk mempromosikan potensi dan destinasi wisata di Aceh.

Untuk diketahui bahwa, ASPPI Aceh sebagai salah satu lembaga yang concern terhadap promosi dan pengembangan destinasi wisata Aceh, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan industri pariwisata di Aceh.

“Namun, hal itu terkendala sejak di umumkan kasus pertama pandemi Covid-19 pada 2 Maret 2020 lalu,  dan seluruh aktifitas kepariwisataan terhenti. Sehingga berdampak kepada semua para pelaku pariwisata, baik di Aceh, Indonesia, maupun dunia,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Aznawi – guna membangkitkan ekonomi, kita mencoba terlahir kembali untuk menatap masa depan yang cerah, maka pada bulan Desember 2020 lalu, ASPPI Aceh mendeklarasikan program Aceh Travel Mart (ATM).

“Aceh Travel Mart bertujuan untuk mengundang para pelaku pariwisata yang ada di seluruh Indonesia, untuk datang ke Aceh, melihat kondisi Aceh, dan sehingga nantinya mereka juga akan membeli produk-produk wisata Aceh,” ujarnya.

Kegiatan ini, lanjutnya – sebagai wadah mempromosikan pariwisata Aceh kepada pelaku usaha pariwisata, baik dalam maupun luar negeri.

“Semoga, karya yang kita lahirkan bersama ini, menjadi simbol perjuangan daerah, untuk kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Aznawi.[]

Penanggung Jawab Bus Simpati Star: Saya Tidak Tahu Ada Tidaknya Asuransi

0
Dua Bus Pasca Simpati Star terbakar di terminal Batoh. (foto: Nukilan.id)

Nukilan.id– Penanggungjawab Simpati Star di Terminal Batoh yang biasa disapa Bang Gade, belum dapat memastikan kerugian yang dialami perusahaannya, juga tidak mengetahui apakah bus yang terbakar ada klaim asuransi atau tidak.

“Saya tidak tahu soal kerugian dan asuransinya ada atau tidak. itu bukan ranah saya yang menjawab,” Kata Bang Gade.

Diakui bila dirinya baru tahu ada dua bus terbakar setelah ditelpon pihak operator karcis.

“Dari Lueng Bata saya langsung ke terminal dan melihat kondisi mobil sedang terbakar,” jelas Bang Gade.

Kata Bang Gade, keterangan dari sopir dan masyarakat yang ada di terminal, kebakaran akibat korsleting dari salah satu mobil.

Dua unit Bus Simpati Star Terbakar di Terminal Batoh, Banda Aceh, pada Sabtu (20/3/2021) sore. Kedua unit tersebut salah satunya Double Decker.

Kanit Reskrim Polsek Banda Raya Aiptu Firdian mengatakan, dua unit bus yang terbakar adalah bus Sempati Star Scania bernomor polisi BL 7977 AA dan Double Decker bernomor polisi BL 7733 AA.[]

Reporter: Irfan

Heriyanto: Bus Terbakar Karena Korsleting Bagian Mesin

0
Petugas Pemadam Banda Aceh Sedang Memadamkan 2 Bus yang terbakar, Jum'at (20/3/2021) [Foto: Nukilan.id/Ji]

Nukilan.id – Kepala Terminal Batoh Banda Aceh Heriyanto, mengatakan Bus Simpati Star dan Double Dacker yang hangus terbakar disebabkan oleh korsleting di bagian mesin saat dilakukan perbaikan.

“Ada sedikit yang perlu diperbaiki, jadi saat perbaikan ada korsleting sehingga menimbulkan api,” kata Heriyanto di lokasi kebakaran di Banda Aceh, Sabtu (20/3/2021).

Baca juga: Simpati Star dan Double Decker Terbakar di Terminal Batoh

Ia mengatakan dua bus tersebut yakni berjenis Patas Scania bernomor polisi BL 7977 AA dan Double Decker bernomor polisi BL 7733 AA milik Simpati Star. Di terminal, kedua bus tersebut parkir berdekatan, sehingga bus patas scania yang pertama terbakar, apinya menjalar ke bus double deckker.

“Api pertama sekali muncul dari patas scania, apinya cepat menjalar sehingga tidak sempat lagi untuk melarikan bus yang double decker itu, jadi langsung terbakar,” ujarnya.

Heriyanto menyampaikan, kedua bus yang terbakar tersebut masuk terminal guna mempersiapkan keberangkatan malam hari. Sebelum berangkat, dilakukan beberapa perbaikan.

Namun, lanjutnya – tidak terdapat korban jiwa dalam kebakaran ini. Karena saat kebakaran terjadi, sopir bus sedang tidak berada dalam kendaraan.

Hingga saat ini, pihaknya belum mengetahui total kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut.

Baca juga: Alfamart Simpang Asean Krueng Geukuh Dilempar Bom Molotov

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Banda Aceh Rizha menyampaikan bahwa, dalam proses pemadaman hingga pendinginan pihaknya menurunkan lima armada damkar.

Selama proses pemadaman, DPKP juga dibantu personel Polresta Banda Aceh, kodim, koramil setempat, serta relawan RAPI mengamankan lokasi kejadian kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa, penyebab kebakaran diduga dari korsleting, namun perkembangan lanjutan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” demikian jelas Rizha.[]

Baca juga: Anies Baswedan Makan Mie Aceh, Ini Komentar Panjangnya

Alfamart Simpang Asean Krueng Geukuh Dilempar Bom Molotov

0
Ilustrasi

Nukilan.id – Dua orang yang mengendarai sepeda motor melempar bom jenis molotov ke Gerai Alfamart Simpang Asean di Jalan Medan–Banda Aceh, Gampong Paloh Lada, Kruenggeukueh Dewantara, Aceh Utara, Sabtu 20/03/2021, pukul 19:15 WIB.

Karyawan Alfamart AY, menyebut dirinya melihat pelaku dua orang remaja yang mengendarai sepeda motor merek Honda Scoopy.

“Pelaku yang melempar dibonceng, terlihat melempar molotov ke salah satu pintu Alfamart yang agak tertutup,” katanya.

Dijelaskan, kedua pelaku kemudian melarikan diri ke arah barat,” Ujar AY.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak berwenang yang dapat dikonfirmasi.

(red)

APBDes Minta DPRK Aceh Tenggara Tepat Janji Lakukan RDP

0
Koordinator aksi bimtek, Hakiki.

Nukilan.id – Aliansi Pemuda Bersatu Desa (APBDes) mengingatkan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tenggara untuk tepat janji memanggil pihak terkait dan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebagaimana telah di janjikan.

APBDes mengatakan bahwa, kegiatan bimtek ke lombok harus dibatalkan selain program ini muncul tiba-tiba juga tidak sesuai dengan permendes no 13 tahun 2021 yaitu dana desa untuk upaya pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi baru yang mendukung SDgs Desa

Menurut Hakiki, selaku pemuda kecamatan tanoh alas dan Koordinator aksi bimtek/atau setudi banding ke lombok tidak sesuai dgn permasalahan yang di hadapi dan potensi desa di aceh tenggara yang identik dengan pertanian dan peternakan bukan pariwisata, secara kemanfaatan perogram ini menghambur hamburkan anggaran desa.

pelaksanaan kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Aparatur Pemerintah Desa yang didanai melalui dana desa tahun anggaran 2021 sebesar Rp 30.000.000,- setiap desa di Kabupaten Aceh Tenggara dengan jumlah 385 desa maka total dana sebesar Rp. 11.550.000.000,- besarnya jumlah dana tersebut tidak memiliki manfaat yang signifikan terhadap upaya untuk meningkatkan pembangunan desa sebagaimana tahun sebelumnya.

Secara pengelolaan perlu di pertimbangkan karna program ini akan menimbulkan gesekan antara masyrakat dngan aparat desa karna program setudi banding tidak melibatan masyarakat yang merata

“Saya rasa program ini lebih baik di alihkan ke pertanian seperti bibit dab alat pertanian berhubung saat ini mulai turun hujan karna pada sebelumnya banyak petani mengeluhkan gagal panen akibat dilanda kekeringan dan hama,” jelas Hakiki dalam keterangan tertulis kepada Nukilan.id, Sabtu (20/3/2021).

Maka dari itu kami minta:

  1. Bupati Aceh Tenggara Segera mengklarifikasi bahwa “Kunker Lombok” bukan Kegiatan Prioritas yang harus di danai melalui dana desa di Kabupaten Aceh Tenggara dan Melarang Kegiatan “Kunker Lombok”.
  1. Bupati Aceh Tenggara segera menegur Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kute (DPMK) Aceh Tenggara dan Pendamping Desa kerana lalai menjalankan tugas pembinaan dan Pemberdayaan sehingga program yang tidak ber manfaat masuk kedalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kute (APBK) Se-Aceh Tenggara.

Alhudri: Pemerintah Aceh Komit Bangun Sektor Pendidikan

0
Kadis Pendidikan Alhudri saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 2 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh

Nukilan.id – Pemerintah Aceh telah memberi perhatian besar terhadap pembangunan di bidang pendidikan. Salah satunya mengalokasikan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) untuk program dan kegiatan.

Program dan kegiatan tersebut dikelola melalui Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Majelis Pendidikan Aceh serta yang dialokasikan dalam bentuk beasiswa serta dana transfer melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh.

Hal demikian disampaikan Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT dalam pidato sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, Sabtu (20/3/2021) saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 2 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh yang dilaksanakan sejak 20 – 21 Maret 2021 di Kabupaten Bireun.

Baca juga: DLHK Aceh Target BPSR Jadi Pusat Wisata, Diawali Tanam Pohon di Hari Rimbawan

“Hal itu mencerminkan komitmen Pemerintah Aceh terhadap pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh pada masa kini dan masa depan. Komitmen ini telah tertuang dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan “Aceh Carong”, kata Alhudri.

Program unggulan ini, lanjutnya – bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, mampu bersaing, dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, regional dan global melalui pendidikan yang berkualitas.

“Visi, misi dan tujuan didirikan IGI sejalan, sinergi dan seiring dengan visi dan misi Pemerintah Aceh melalui Program unggulan Aceh Carong. Dengan kolaborasi yang baik maka akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan pendidikan yang berkualitas di Aceh”, terang Alhudri.

Baca juga: Menteri LHK Siti Nurbaya Perluas “Gaya Hidup” Kampung Iklim

Kadisdik Aceh menyampaikan melalui motto sharing and growing together, Ia meyakini bahwa IGI akan menjadi komunitas yang tepat bagi siapa saja yang konsen terhadap pentingnya memajukan pendidikan.

“Kami mengharapkan peran IGI bersama-sama Pemerintah Aceh untuk dapat meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidik yang akhirnya akan mampu berkontribusi nyata untuk menghadapi tantangan, hambatan dan masalah yang sangat komplek di bidang pendidikan”, kata Alhudri saat membacakan pidato Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT.

Ia mengimbau agar semua pihak dapat memainkan peran sesuai kewenangan masing-masing agar semua kendala dapat diselesaikan satu persatu. Sehingga akan mampu melahirkan generasi muda yang cakap religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta berkarakter ke Aceh-an yang kental.

Sementara Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Drs. Imran menyampaikan beberapa capaian yang telah dilakukan pihaknya sejak 2016 yaitu mengadakan berbagai pelatihan berbasis digital kepada guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh.

“Kami terus bergerak dan melatih kemampuan guru, terutama dalam menggalakkan program literasi serta menyediakan ruang pojok baca di sekolah-sekolah guna membiasakan guru dan siswa untuk rajin membaca dan menulis” ujarnya.

Baca juga: Bareskrim Polri dan Ombudsman Bersinergi Perbaiki Pelayanan Publik

Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan pihaknya, Imran menyebutkan telah dapat diterbitkan hampir 600 judul buku yang merupakan karya dari guru Aceh. Selain juga telah menggalakkan program digitalisasi dalam pembelajaran.

Dalam kegiatan yang bertema “Optimalisasi peran IGI Wilayah Aceh dalam mewujudkan guru kreatif, inovatif, dan berintegritas di era merdeka belajar” tersebut juga digelar peluncuran Jurnal IGI Aceh “Aceh Edukasi” yang merupakan media untuk menampung hasil-hasil penelitian serta inovasi pembelajaran Guru Sekolah Menengah di lingkup Dinas Pendidikan Aceh.[rilis]

Baca juga: Antusias Peserta Daftar Webinar “Menakar Kesaktian UUPA” Cukup Tinggi

Anies Baswedan Makan Mie Aceh, Ini Komentar Panjangnya

0
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang menyantap mie Aceh, Jum'at (19/3/2021)

Nukilan.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyantap mie Aceh di warung Mie Aceh Jaly-Jaly di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum’at (19/3/2021) malam.

“Semalam saya makan Mie Goreng Aceh Spesial. Enaknya kelewatan. Satu lagi, teh tariknya benar-benar menarik!,” kata Anies melalui akun facebooknya, yang diunggahnya pada Jum’at (19/3/2021) malam.

Anies Baswedaan Sedang menyantap mie Aceh, Jum’at (19/3/2021).

Anies bercerita tentang mie Aceh yang disantapnya sangat enak, Dan ini bermula saat Anies dalam perjalanan pulang dari sebuah kegiatan di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Jumat malam.

“Sudah lama tidak makan Mie Aceh, semalam dalam perjalanan dari sebuah kegiatan di kawasan Mampang terlewatilah sebuah warung mie. Spontan saja tertarik dan minta pengemudi untuk mampir. Jadi mobil putar balik, lalu kita berhenti dan semua mampir,” ceritanya.

Anies mengaku mie Aceh sangat nikmat dan lezat. Apalagi bumbu rempah nusantaranya sehingga membuat mie goreng Aceh saat disantap sangat spesial rasanya.

“Mie Aceh memang enak. Bumbu rempahnya berani, terlihat warna rempahnya dan begitu dimakan serasa ada sengatan nikmat rempah Nusantara. Satu lagi, ukuran mienya tidak basa-basi, besar dan liat,” ujar Anies.

Anies Baswedan bersama pemilik warung mie Aceh Jaly-Jaly di Jalan Ampera Raya, Jum’at (19/3/2021).

“Makanan dan minuman yang disajikan sungguh lezat. Mie goreng Aceh, nasi goreng, roti cane sampai es timun serut, semua kita coba. Ketika dicari di Internet, ternyata warganet setuju dan memberikan penilaian sangat tinggi untuk warung ini,” sambung Anies.

Sementara itu, Anies juga memuji pemilik warung, karena tetap taat protokol kesehatan dalam berjualan serta memastikan pengunjung warungnya untuk tetap menjaga jarak.

“Walau kecil, mereka beri tanda silang di meja, mengirimkan pesan bahwa mereka taat protokol kesehatan. Semua yang bekerja pakai masker. Padahal area masaknya panas dan lembab. Salut!,” kata Anies.

Dalam unggahannya melalui media sosial menggunakan akun facebook “Anies Baswedan” kemudian menceritakan awal mula berdirinya warung tersebut.

“Warung ini sudah delapan tahun beroperasi. Juru masak dan semua yang bekerja melayani adalah anak-anak muda asal Bireuen, Aceh. Mereka merantau ke Jakarta dan menemukan kesempatan usaha mie Aceh ini,” ceritanya.

Anies Baswedan sedang berbincang dengan pemilik warung mie Aceh Jaly-Jaly di Jalan Ampera Raya.

Selain itu, Anies juga menyempatkan diri untuk berbincang dengan pemilik warung dan Anies menanyakan tempat tinggal si pemilik warung.

“Saat ditanya tinggal di mana di Jakarta, sambil senyum lebar dijawab, “Ya di sini. Kalau warung sudah tutup, terus semua kursi dan meja digeser, lalu gelar alas untuk tempat tidur.” kata Anies.

“Pagi-pagi bagi tugas. Ada yang belanja ke Pasar Minggu, ada yang siap-siap menata tempat untuk mulai lagi jam 10 pagi,” jawab pemilik warung.

Anies mengatakan, “Inilah wajah anak-anak muda ulet, tangguh dan tanpa tanda lembek, loyo. Mereka adalah contoh anak-anak muda yang merantau untuk berjuang, mereka jalani kesempatan dengan keseriusan dan dalam keceriaan. Anak-anak tangguh seperti inilah yang membuat kita makin optimis bahwa masa depan bangsa kita ini insyaAllah bisa lebih cerah.”

“Itulah pengalaman semalam. Mampir secara acak dan spontan di sebuah warung kecil di Jalan Ampera Raya. Di sana menemukan Mie Aceh yang amat enak dan menemukan lagi anak-anak muda yang tangguh, ulet dan ceria,” demikian cerita Anies.

Anies menjelaskan lokasi warung mie Aceh yang diceritakannya tersebut. “Teman-teman bisa ke sini dengan naik TransJakarta Rute 6N Blok M – Ragunan, turun di bus stop RSIA Kemang, lalu jalan kaki 3 menit. Silakan unduh aplikasi Tije agar tidak nyasar.”[]

Menteri LHK Siti Nurbaya Perluas “Gaya Hidup” Kampung Iklim

0
Menteri LHK Siti Nurbaya

Nukilan.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, program kampung iklim telah berjalan di hampir 3 ribu desa di seluruh Indonesia, dan diharapkan program ini dapat lebih banyak lagi direplikasi hingga mencapai 10-20 ribu kampung iklim di seluruh Indonesia.

“Menurut saya sepertiga desa seluruh Indonesia yang jumlahnya sekitar 80ribuan memahami gaya hidup ramah lingkungan ini karena penting,” kata Menteri Siti Nurbaya saat melakukan kunjungan kerja ke Tempat Penampungan Sampah Terpadu (TPST) Benua Hijau di Benua Indah, Karawaci, Tangerang. Kamis (18/3/2021) lalu.

Kata Menteri, konsep Kampung Iklim (Proklim) adalah bagaimana kita secara bersama sama mulai memakai gaya hidup ramah lingkungan

Menurut menteri Siti Nurbaya, kampung-kampung iklim ini harus saling berjejaring atau terhubung satu sama lainya karena setiap kampung iklim memiliki cara dan keunikan sendiri. Dengan berjejaring maka antar kampung iklim dapat saling belajar dan mencontoh agar menjadi semakin baik.

“Gaya hidup ramah lingkungan disebut banyak bentuknya dan sangat dekat dengan kehidupan kita, seperti bagaimana cara kita mengelola makanan, cara kita mengelola sampah, cara kita memakai air dan lain sebagainya. Semua itu harus dijadikan gaya hidup masyarakat sehari-hari agar upaya penanggulangan perubahan iklim dapat lebih kongkrit dan nyata terlihat hasilnya,” Ujar Siti Nurbaya.[rilis]

DLHK Aceh Target BPSR Jadi Pusat Wisata, Diawali Tanam Pohon di Hari Rimbawan

0
Lokasi pembuangan sampah yang dikelola Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh

Nukilan.id – Kepala Dinas Likungan Hidup dan Kehutanan A. Hanan SP, MM menyampaikan, target Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Balai Penanganan Sampah Regional (BPSR) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh nantinya akan berdampak pada peningkatan ekonomi.

Hal itu disampaikan A Hanan kepada Nukilan.id Kamis (17/3/2021) lalu terkait UPTD BTSR milik pemerintah Aceh yang menampung sampah warga Banda Aceh dan Aceh Besar di Gampong Data Makur, Belang Bintang, Aceh Besar, Jum’at (19/3/2021).

Baca Juga: BPSR DLHK Aceh: Perhari Banda Aceh Kirim 180 Ton Sampah dan Aceh Besar 50 Ton

UPTD BTSR tersebut hanya menampung ampah rumah tangga yang sudah dipilah, untuk sampah warga Aceh besar dipilah langsung pihak pengelola BTSR.

“Kedepan sampah bukan lagi barang yang menjijikan, tapi sudah punya nilai wisata yang memiliki keindahan, sehingga orang tertarik berkunjung. Selama ini tempat pembuangan identik dengan kotoran,” kata A Hanan

A. Hanan menyebut untuk tujuan dan target tersebut UPTD BTSR akan dimulai bertepatan Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HTG PKK) ke-38 dan hari bakti rimbawan ke-39 dengan menggelar penanaman pohon dan bunga di lokasi tersebut yang akan dihadiri ketua TP PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT. []

Reporter: Irfan