Beranda blog Halaman 186

Haji Uma Kutuk Keras Pembunuhan Pemuda Asal Aceh di Masjid Sibolga

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma, mengecam keras peristiwa tragis yang menimpa Arjun (21), pemuda asal Kabupaten Simeulue, Aceh, yang meninggal dunia akibat diduga menjadi korban penyiksaan dan kekerasan brutal di Masjid Agung Kota Sibolga, Sumatera Utara.

“Saya menerima kabar duka tentang pemuda asal Aceh yang menjadi korban kekerasan hingga meninggal dunia di Sibolga,” ujar Haji Uma kepada RRI, Selasa (4/11/2025).

Menurutnya, setelah mendapatkan informasi tersebut, ia langsung melakukan koordinasi dengan DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara, untuk memperoleh kontak dan informasi dari pihak setempat.

“Setelah mendengar informasi tersebut, saya langsung berkoordinasi dengan DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Bapak Dedi Iskandar Batubara, untuk mendapatkan kontak perwakilan di wilayah setempat,” jelasnya.

Dari hasil komunikasi dengan sejumlah ormas keagamaan di Sibolga, diperoleh keterangan yang membenarkan bahwa telah terjadi pemukulan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap korban Arjun, yang saat itu sedang beristirahat di teras masjid.

“Kita juga melakukan koordinasi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Sibolga, Jamil Z. Simauri, yang turut mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut. Korban diketahui merupakan warga Simeulue yang bermaksud beristirahat di masjid sebelum melanjutkan perjalanan melaut pada keesokan harinya,” ungkap Haji Uma.

Sebelum peristiwa tragis itu, Arjun diketahui sempat membeli nasi goreng di sekitar masjid. Karena malam sudah larut, ia meminta izin kepada penjual nasi goreng untuk menumpang tidur di masjid, dan permintaan itu diizinkan.

Namun tak lama berselang, seorang penjual sate datang dan melarang Arjun tidur di sana. Adu mulut pun terjadi, hingga penjual sate tersebut diduga melaporkan kejadian itu kepada beberapa pemuda.

“Beberapa saat kemudian, lima orang pemuda mendatangi masjid dan memaksa Arjun pergi. Karena menolak, para pelaku kemudian melakukan pemukulan secara brutal dan diseret hingga kepalanya membentur tangga masjid, menyebabkan luka pecah di bagian belakang kepala,” lanjutnya.

Haji Uma menegaskan, peristiwa tersebut bukan hanya tindakan kekerasan semata, tetapi juga tindakan biadab yang mencoreng kesucian rumah ibadah.

“Masjid seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan tempat pertumpahan darah. Apa yang dilakukan para pelaku telah menginjak nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan,” tegasnya.

Ia mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sibolga, agar menindak tegas seluruh pelaku dan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.

“Saya mengutuk keras tindakan keji ini dan mendesak aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sibolga, untuk menindak tegas seluruh pelaku serta mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya. Kita juga mengapresiasi pimpinan DPRD Kota Sibolga yang telah melakukan koordinasi dan rapat bersama Polres Sibolga untuk mempercepat penanganan serta memastikan proses hukum terhadap para pelaku berjalan transparan dan tuntas,” pungkasnya.

Raih Juara 1 GTK Transformatif Aceh, Luthfi Arkan Kembali Melaju ke Ajang GTK Hebat Nasional 2025

0
Luthfi Arkan, A.Md, Tenaga Perpustakaan Sekolah dari SMK Negeri 1 Banda Aceh, berhasil meraih Juara 1 kategori GTK Transformatif dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat 2025 tingkat Provinsi Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.IDBANDA ACEH – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Aceh. Luthfi Arkan, A.Md, Tenaga Perpustakaan Sekolah dari SMK Negeri 1 Banda Aceh, berhasil meraih Juara 1 kategori GTK Transformatif dalam ajang Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Hebat 2025 tingkat Provinsi Aceh. Dengan capaian itu, Luthfi akan mewakili Aceh ke tingkat nasional untuk bersaing dengan perwakilan terbaik dari seluruh Indonesia.

Ajang bergengsi tahunan yang digelar oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Aceh ini menjadi wadah apresiasi bagi para pendidik dan tenaga kependidikan atas dedikasi serta inovasinya dalam memajukan pendidikan. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “GTK Hebat, Indonesia Kuat”, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional 2025.

Sebanyak 169 kandidat terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Aceh berkompetisi dalam tahap final berupa presentasi dan wawancara yang berlangsung di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, pada 2–5 November 2025. Para pemenang di tingkat provinsi selanjutnya akan melaju ke tingkat nasional untuk membawa nama daerah masing-masing.

Tiga Tahap Seleksi Ketat

Kegiatan ini diikuti oleh tenaga pendidik dan kependidikan di bawah binaan Kemendikdasmen, meliputi guru, tenaga nonformal, kepala satuan pendidikan, pengawas, dan tenaga kependidikan. Untuk tahun ini, Aceh melombakan tiga kategori utama, yakni GTK Transformatif (20 kandidat), GTK Dedikatif (14 kandidat), dan GTK Pelopor Komunitas Belajar (5 kandidat).

Proses seleksi berlangsung dalam tiga tahap:

  1. Seleksi Administrasi (19–21 Oktober 2025) diikuti oleh 389 kandidat.

  2. Seleksi Substansi yang meliputi penilaian naskah dan video praktik baik (23–26 Oktober 2025) dengan 313 kandidat.

  3. Seleksi Presentasi dan Wawancara (2–4 November 2025) yang mempertemukan 169 kandidat terbaik dari seluruh Aceh.

Dari total 443 pendaftar melalui aplikasi GTK Hebat, hanya 169 peserta yang dinyatakan lulus tahap akhir dan tampil di babak final.

Lima Terbaik Tenaga Perpustakaan Sekolah

Pada kategori Tenaga Perpustakaan Sekolah (TPS), Luthfi Arkan berhasil menjadi yang terbaik di antara peserta lainnya. Berikut lima besar peserta terbaik dari kategori TPS tingkat Provinsi Aceh:

  1. Luthfi Arkan, A.Md – SMK Negeri 1 Banda Aceh (Terbaik 1)

  2. Yuna Rizky, S.IP – SMP Negeri 10 Banda Aceh (Terbaik 2)

  3. Shilva Widya Sari – SMP Negeri 5 Seruway, Aceh Tamiang (Terbaik 3)

  4. Dimas Kedeng Putera, A.Md – SMA Negeri 4 Langsa

  5. Maulidaini, S.Sos – SMP Negeri 1 Takengon, Aceh Tengah

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Aceh dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui apresiasi terhadap para pendidik dan tenaga kependidikan yang berdedikasi tinggi.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, para perwakilan GTK Aceh siap membawa semangat “GTK Hebat, Indonesia Kuat” ke tingkat nasional dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan Indonesia. (XRQ)

Gudang Tabung Gas Meledak di Aceh Barat, Dua Warga Tewas dan Rumah Sekitar Rusak

0
Gudang Tabung Gas Meledak di Aceh Barat, Dua Warga Tewas dan Rumah Sekitar Rusak. (Foto: BPBD)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Ledakan dahsyat mengguncang Desa Gampa, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa itu menimbulkan kepanikan warga sekitar dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

“Saya kaget, rumah saya jauh dari sini berjatuhan semua botol dan perabotan, terus saya datang lihat. Sampai sini ada korban dibawa ke luar tidak sadar, kakinya putus,” ujar Miftahul, warga setempat.

Dari informasi yang dihimpun Nukilan.id, ledakan tersebut diduga berasal dari salah satu gudang penyimpanan tabung gas milik pengusaha lokal. Ledakan sangat kuat hingga terdengar ke radius beberapa kilometer. Sejumlah warga menyebut, ledakan itu juga menyebabkan potongan tubuh korban terpental ke berbagai arah.

“Masih ada bagian badan di atas bangunan itu, ada juga terbang sampai ke rumah warga sini, sudah diambil tadi,” tutur seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Tim Inafis Polres Aceh Barat, BPBD, dan petugas terkait langsung melakukan evakuasi serta mengamankan area kejadian dengan memasang garis polisi. Mereka juga mengumpulkan potongan tubuh korban yang berserakan di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab pasti ledakan maupun identitas para korban.

Sementara itu, sejumlah rumah warga di sekitar lokasi turut mengalami kerusakan. Beberapa genteng rumah jebol akibat terdampak tabung gas yang terlempar dari lokasi ledakan.

“Ada rumah warga dan juga bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan ringan karena ledakan keras dari gudang itu,” kata salah satu petugas di lapangan.

Pantauan di lokasi menunjukkan masih terdapat sisa api yang membakar sebagian konstruksi bangunan gudang. Petugas BPBD tampak berhati-hati dalam melakukan pendinginan karena masih banyak tabung gas medis yang belum meledak.

Warga sekitar kini masih trauma dengan peristiwa tersebut. Suasana di Desa Gampa tampak dipenuhi aparat dan warga yang berdatangan untuk melihat langsung lokasi kejadian. Polisi telah menutup akses menuju area gudang untuk mencegah risiko ledakan susulan. (XRQ)

Reporter: Akil

PW PII Aceh dan Sejumlah Ormas Islam Laporkan Dugaan Penistaan Agama di Medsos ke Polda Aceh

0
PW PII Aceh dan Sejumlah Ormas Islam Laporkan Dugaan Penistaan Agama di Medsos ke Polda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam bersama Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh dan Satpol PP/WH Aceh resmi melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh seorang warga Aceh bernama Dedi Saputra, melalui akun TikTok @tersadarkan5758, ke Polda Aceh pada Rabu (5/11/2025).

Kasus ini mencuat setelah unggahan Dedi yang telah murtad tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari masyarakat Aceh. Laporan ke pihak kepolisian ini merupakan bentuk tanggapan serius dari berbagai pihak terhadap dugaan penghinaan terhadap ajaran Islam yang dinilai melukai perasaan umat.

Dalam pelaporan itu, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh turut hadir dan bahkan dipercaya sebagai pelapor utama mewakili ormas Islam.

Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, kepada Nukilan.id menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual sebagai umat Islam.

“Selaku organisasi Islam PII Aceh merasa ini merupakan kejahatan luar biasa. Makanya ketika pemerintah Aceh memfasilitasi untuk advokasi persoalan ini kami merespon dengan cepat. Kami juga dipercayai untuk menjadi pelapor utama dalam kasus ini,” ujar Rendi di Banda Aceh, Rabu (5/11/2025).

Rendi menjelaskan, ada dua dasar hukum yang digunakan dalam laporan tersebut, yakni Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yang keduanya mengatur tentang penistaan agama.

“Dengan dua pasal ini, pelaku dapat dikenakan hukuman lima hingga enam tahun penjara,” tambahnya.

Menurutnya, motif pelaku dalam video yang diunggahnya sudah jelas mengarah pada kebencian terhadap Islam. Hal itu, kata Rendi, menjadi dasar kuat untuk memperkuat proses hukum terhadap pelaku.

“Nanti dikenakan dua pasal undang undang, tidak bisa dijerat dengan Qanun karena lokus kejadian diduga bukan di Aceh. Namun kita tetap mendesak agar tidak terjadi restorative justice, jangan hanya minta maaf dan selesai. Pelaku harus dihukum seberat beratnya,” tegasnya.

Rendi juga berharap agar Polda Aceh dapat segera memproses laporan tersebut secara cepat dan transparan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung agar kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“PII berkomitmen dalam membela agama. Kita akan melakukan upaya apapun agar pelaku bisa dihukum. Kita juga mengajak berkolaborasi dengan elemen lainnya agar kasus ini dapat menjadi atensi publik,” tutup Rendi.

Laporan bersama ini menjadi salah satu langkah konkret sinergi antara pemerintah daerah dan ormas Islam di Aceh dalam menjaga marwah dan nilai-nilai keislaman di Tanah Rencong. (XRQ)

Reporter: Akil

Kapolda Marzuki: 80 Persen Titik SPPG di Aceh Sudah Terbentuk

0
Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah mengungkapkan bahwa hingga awal November 2025, sebanyak 80 persen titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. Pembentukan SPPG ini merupakan bagian dari upaya mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat.

“Dari total target 300-an titik SPPG, sebanyak 80 persen titiknya sudah terpenuhi,” ujar Marzuki Ali Basyah kepada wartawan di Mapolres Aceh Barat, Meulaboh, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, pembentukan SPPG menjadi langkah strategis dalam memastikan kebutuhan pangan untuk program MBG dapat terpenuhi secara merata di seluruh wilayah Aceh. Kapolda juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak dalam menyiapkan sumber bahan pangan yang berkelanjutan.

“Kebutuhan MBG kan sangat besar, jadi harus kita siapkan ketahanan pangannya,” tambahnya.

Irjen Marzuki menilai, dari hasil pemetaan sementara, sebagian besar titik dapur MBG di Aceh sudah berada pada tahap operasional awal. “Saya rasa 80 persen titik dapur MBG (di Aceh) sudah cukup sementara ini,” katanya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi anak-anak usia sekolah dan masyarakat rentan, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk kepolisian dalam pengawasan dan fasilitasi di lapangan.

Dengan capaian 80 persen tersebut, Polda Aceh optimistis seluruh target SPPG di wilayahnya akan rampung dalam waktu dekat, sehingga implementasi program MBG di Aceh dapat berjalan optimal.

Menlu Sugiono Kembali Transit di Aceh Usai Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Gaza di Istanbul

0
Sekda Aceh Muhammad Nasir berbincang dengan Menlu Sugiono di Ruang Tunggu VIV Bandara SIM. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, kembali menyapa kampung halamannya, Aceh. Kali ini, ia singgah di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, dalam perjalanan pulang dari kunjungan kerja ke Istanbul, Turki, pada Selasa (4/11/2025).

Kedatangan Menlu Sugiono disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, serta Danlanud SIM, Kolonel Nav Sudaryanto. Suasana pertemuan di ruang tunggu VIP Bandara SIM tampak akrab dan penuh kehangatan.

Selama beberapa saat transit, Sugiono berbincang dengan Sekda Aceh dan Danlanud mengenai berbagai isu aktual, baik terkait persoalan Aceh maupun dinamika nasional. Meski singkat, pertemuan tersebut berlangsung intens dan penuh makna.

Ini bukan kali pertama Menlu Sugiono transit di Aceh. Pada Oktober 2024, ia juga sempat singgah di tanah kelahirannya setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Luar Negeri. Kala itu, ia tengah menuju Rusia untuk kunjungan kerja resmi.

Kali ini, kunjungan Sugiono ke Aceh dilakukan setelah menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi mengenai Gaza yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, di Istanbul.

Sebagai salah satu putra Aceh yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto duduk di kursi kabinet, kiprah Sugiono kerap menjadi kebanggaan bagi masyarakat Aceh. Ia lahir di Takengon, Aceh Tengah, pada 11 Februari 1979, dan menempuh pendidikan dasar di kota kelahirannya sebelum melanjutkan ke SMP di Banda Aceh.

Selepas itu, ia melanjutkan pendidikan ke luar Aceh—mulai dari SMA Taruna Nusantara, yang ia tamatkan pada 1997, hingga Akademi Militer Magelang, tempat ia lulus dengan pangkat Letnan Dua Infanteri.

Sebelum menempati posisi strategis di pemerintahan, Sugiono dikenal sebagai sekretaris pribadi Prabowo Subianto sejak masa sebelum pendirian Partai Gerindra. Kesetiaan dan dedikasinya membuat ia dipercaya mendampingi Prabowo di berbagai fase perjuangan politik.

Sebelum menjadi Menteri Luar Negeri, Sugiono juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, dan informasi, sekaligus Ketua Fraksi Gerindra di MPR RI.

Kini, setiap kali pesawat yang ditumpanginya singgah di Aceh, Sugiono seolah menandai perjalanan karier panjangnya dengan rasa rindu terhadap tanah kelahiran—sebuah tempat di mana jejak awal pengabdian seorang prajurit, politisi, dan diplomat dimulai.

DPRA Desak Pemerintah Bangun Pelabuhan Ekspor CPO di Pantai Barat Aceh untuk Dongkrak PAD

0
Anggota DPRA, Nurchalis. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Nurchalis, mendorong pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh agar segera membangun pelabuhan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di wilayah pantai barat Aceh. Upaya ini dinilai penting untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

“Dengan adanya pelabuhan ekspor CPO, maka pendapatan asli daerah Aceh akan lebih maksimal dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat Aceh,” kata Anggota Komisi III DPRA, Nurchalis, kepada NUKILAN.ID, Selasa (4/11/2025).

Menurut Nurchalis, PAD merupakan salah satu sumber utama keuangan daerah yang harus digali secara serius. Salah satu potensi besar, katanya, berasal dari sektor kelapa sawit yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat di wilayah barat–selatan Aceh.

Namun, hingga kini, aktivitas ekspor CPO dari Aceh masih dilakukan melalui Pelabuhan Belawan di Medan, Sumatera Utara. Kondisi ini menyebabkan penerimaan pajak dari ekspor tersebut justru masuk ke Sumatera Utara, bukan ke kas Pemerintah Aceh.

“Informasi yang saya terima, dampak dari ekspor CPO Aceh melalui pelabuhan di Sumatera Utara, pajak yang dihasilkan dari ekspor tersebut nilainya fantastis mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya,” ujarnya.

Nurchalis menilai, hal ini menjadi kerugian besar bagi Aceh karena potensi penerimaan daerah yang seharusnya dinikmati masyarakat justru mengalir ke provinsi lain.

“Sekarang bagaimana caranya pajak tersebut bisa menjadi PAD Pemerintah Aceh, yaitu dengan membangun pelabuhan khusus ekspor CPO keluar negeri,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Komisi III DPRA telah menggelar rapat kerja bersama pimpinan serta perwakilan pabrik dan perkebunan kelapa sawit se-wilayah barat selatan Aceh pada Jumat (31/10/2025) lalu di Meulaboh.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis sektor sawit, termasuk penggunaan bahan bakar minyak (BBM) industri dan kewajiban pelaporan kepada Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA). Sebanyak 89 perusahaan sawit dan perkebunan turut diundang dalam forum tersebut.

Melalui rapat tersebut, Komisi III berharap ada sinergi antara pemerintah, DPR Aceh, dan pelaku industri sawit untuk memperkuat tata kelola sektor sawit sekaligus memperjuangkan pembangunan pelabuhan ekspor CPO di kawasan barat Aceh. (xrq)

Bupati Aceh Tamiang Siagakan Rumah Sakit Hadapi Lonjakan Kasus Influenza A

0
Ilustrasi Influenza. (Foto: almaata.ac.id)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Lonjakan kasus Influenza tipe A di sejumlah daerah di Aceh membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang meningkatkan kewaspadaan. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, langsung menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan di wilayahnya untuk bersiaga penuh menghadapi potensi peningkatan pasien.

Bupati Armia menegaskan, kesiapsiagaan harus dilakukan di seluruh unit layanan, termasuk RSUD Aceh Tamiang dan Dinas Kesehatan, dengan memastikan ketersediaan ruang isolasi serta kesiapan tenaga medis.

“Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran kesehatan, khususnya RSUD dan Dinas Kesehatan, untuk bersiap penuh. Pastikan ruang isolasi tersedia dan tenaga medis siap memberikan penanganan cepat dan tepat, karena kasus Influenza A di Aceh secara umum telah menunjukkan tren kenaikan,” ujar Bupati Armia, Selasa (4/11/2025).

Sebagai langkah pencegahan, ia juga meminta masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh.

“Kepada masyarakat, saya menyarankan beberapa langkah pencegahan proaktif seperti menerapkan protokol kebersihan dengan senantiasa mencuci tangan menggunakan sabun, mengenakan masker dan memastikan etika ketika bersin/batuk, menjaga kesehatan dengan berolahraga guna menjaga daya tahan tubuh, menerapkan pola hidup sehat, serta mengonsumsi suplemen bila diperlukan,” imbuhnya.

Selain itu, Bupati Armia juga menugaskan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Dayah untuk segera melakukan edukasi dan penerapan protokol kesehatan di seluruh satuan pendidikan.

“Influenza A bukan flu biasa, dan penularannya sangat cepat melalui percikan batuk, bersin, atau kontak dengan permukaan terkontaminasi. Kewaspadaan dan disiplin kita adalah kunci,” tegasnya.

Ia mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi, batuk kering, dan nyeri otot agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh, kasus influenza musiman di provinsi tersebut menunjukkan peningkatan signifikan sejak September hingga Oktober 2025, dengan Influenza tipe A menjadi dominan. Di Kota Banda Aceh, misalnya, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disertai temuan Influenza A tercatat meningkat tajam dalam dua bulan terakhir.

Langkah cepat Bupati Armia dinilai penting untuk memastikan layanan kesehatan di Aceh Tamiang siap menghadapi potensi lonjakan pasien, sekaligus mencegah penyebaran virus lebih luas di masyarakat.

Kadisdik: Mewujudkan Aceh Meusyuhu Dimulai dari Kelas Sekolah

0
Sebanyak 1.343 orang merupakan P3K tahap I yang SK-nya diserahkan secara simbolis oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P, di Aula Disdik Aceh. (Foto: Disdik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 1.994 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Gubernur Aceh pada Senin (3/11/2025).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.343 orang merupakan P3K tahap I yang SK-nya diserahkan secara simbolis oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.S.P, di Aula Disdik Aceh. Sementara 651 lainnya, yang termasuk dalam P3K tahap II, menerima SK langsung dari Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf di halaman Kantor Gubernur Aceh.

Dalam arahannya di hadapan para guru dan tenaga teknis penerima SK, Murthalamuddin menekankan bahwa cita-cita besar Aceh tidak akan terwujud tanpa fondasi pendidikan yang kuat.

“Aceh meusyuhu tidak akan pernah terwujud tanpa pendidikan yang baik. Hari ini, Allah telah menitipkan tanggung jawab besar kepada Bapak dan Ibu semua untuk membawa Aceh menjadi meusyuhu, makmu, dan meugah ke depan,” ujarnya.

Ia mengingatkan, sejarah tidak pernah mencatat bangsa yang maju berangkat dari kebodohan. Karena itu, Murthalamuddin meminta para guru bekerja dengan niat yang lurus dan penuh keikhlasan.

“Kalau niatnya salah, maka ibadahnya akan berhenti. Jangan mengajar seadanya, tapi ajarkan dengan hati,” pesannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat dan mimpi besar pada peserta didik. Menurutnya, mimpi adalah bahan bakar yang menyalakan semangat belajar dan menuntun anak-anak Aceh menuju masa depan yang lebih cerah.

“Semangati anak-anak agar berani bermimpi tinggi. Karena dari mimpi lahir semangat untuk berjuang dan belajar,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Murthalamuddin berharap para guru P3K dapat mengemban amanah baru dengan sepenuh hati. Status yang disandang saat ini, katanya, bukan hanya peningkatan kesejahteraan, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral untuk memperbaiki mutu pendidikan Aceh.

“Bekerjalah sepenuh hati, berikan yang terbaik untuk pendidikan Aceh. Dengan semangat dan dedikasi, Insya Allah Aceh akan semakin maju,” tutupnya.

Hampir Tembus Rp2 Triliun! Transaksi QRIS di Aceh Melaju Pesat hingga September 2025

0
Ilustrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Foto: BCA

NUKILAN.id | Banda Aceh – Transaksi pembayaran digital menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Aceh menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Hingga September 2025, nilai transaksi QRIS di provinsi ujung barat sumatera ini hampir mencapai Rp2 triliun.

Hal itu disampaikan Kepala Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Hertha Bastiawan, dalam Forum Komunikasi Mitra Jurnalis BI Aceh di Sabang, Selasa (4/11/2025).

“Alhamdulillah, transaksi QRIS sampai September, data terakhir yang kita punya cukup menggembirakan. Tercatat pengguna sudah mencapai 698 ribu dengan jumlah merchant sebanyak 230 ribu,” ujar Hertha.

Dia menjelaskan, volume transaksi QRIS di Aceh telah mencapai 18,35 juta kali dengan nilai nominal hampir Rp2 triliun (1,98 triliun) selama Januari hingga September 2025.

Menurut Hertha, peningkatan transaksi ini tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan BI bersama pemerintah tentang kemudahan transaksi digital. Kemudahan tersebut merangsang konsumen untuk bertransaksi lebih banyak, sehingga frekuensi dan volume transaksi QRIS terus meningkat.

Selain itu, pertumbuhan sektor pariwisata juga turut berkontribusi pada peningkatan transaksi QRIS di Aceh.

“Banyaknya wisatawan yang datang ke Aceh juga berdampak. Wisatawan biasanya jarang membawa uang tunai, sehingga sepanjang merchant memiliki QRIS, wisatawan akan langsung tap dan transaksi pun meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Hertha, pihaknya terus menggandeng perbankan untuk memperluas jangkauan QRIS melalui kerja sama intensif dalam memperbanyak scan barcode QRIS di pelaku usaha. Sosialisasi rutin kepada pelaku usaha juga terus dilakukan dengan menonjolkan kemudahan penggunaan QRIS.

“BI juga mewajibkan seluruh pelaku usaha yang mengikuti event yang diselenggarakan BI untuk menggunakan QRIS seperti kegiatan Meseraya Festival pada September lalu di Balai Meuseraya,” tambahnya

Hertha juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan QRIS. Saat melakukan scan QRIS, pastikan nama yang muncul di aplikasi banking sama dengan nama yang tertera pada sticker.

“Kalau namanya beda, harap waspada karena itu semacam penipuan. Dulu pernah ada kejadian sticker QRIS ditutup dengan sticker lain, sehingga nama yang muncul berbeda,” tandasnya.

Reporter: Rezi