Beranda blog Halaman 1866

IPAU Peduli Bantu Korban Banjir di Aceh Utara

0
Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) salurkan bantuan untuk korban banjir di Aceh Utara. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, yakni di Kecamatan Lhoksukon, Matangkuli dan Pirak Timu. Bantuan berupa sembako dan sejumlah uang tunai ini disalurkan pada Sabtu (8/1/2022).

Penyaluran bantuan tersebut diantarkan langsung dari rumah ke rumah.

Ketua IPAU Saifullah mengatakan, bantuan tersebut merupakan sumbangan warga Aceh Utara di Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya, yang diamanatkan penyalurannya melalui Program IPAU Peduli.

“Alhamdulillah amanah dari warga di perantauan tersebut telah kita salurkan. Semoga bermanfaat untuk para korban banjir di Aceh Utara, dan penggalangan dana tetap terus kita lakukan,” kata Saifullah.

Ia menyebutkan, kondisi di daerah banjir sudah mulai surut, walaupun ada sebagian tempat yang masih digenangi air, seluruh warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.

Saifullah menjelaskan, hampir saban tahun banjir seperti ini terjadi di beberapa titik di Aceh Utara.

Karenanya, kata Saifullah, selayaknya Pemkab Aceh Utara memikirkan dan punya kebijakan yang tepat dalam menanggulangi musibah banjir secara permanen, dan tidak terulang lagi di tahun berikutnya.

Ia juga berterimakasih kepada semua warga yang berada di perantauan atau bernaung dibawah payung keluarga besar IPAU atas semua sumbangan dan bantuan yang dipercayakan penyalurannya.

“Semoga Allah mudahkan, dan Allah balas berbagai kebaikan dan jadi amalan bagi para penyumbang,” kata Saifullah.

Ia mengatakan, pengurus bertahap akan menyalurkan lagi bantuan tersebut, dan bagi yang ingin menyumbang dapat diserahkan langsung ke pengurus atau di tranfers via rekening IPAU di Bank Aceh, nomor rek 50101996500010 An. Ikatan Pemuda Aceh Utara. []

Generasi Muda Aceh Diajak Manfaatkan Peluang di Era Disrupsi

0
Asisten II Sekda Aceh, Ir. Mawardi, saat menyampaikan sambutan Gubernur Aceh pada acara Program Pembangunan Aceh Muda Inspiratif yang diselenggarakan Dewan Analisis Strategi (DAS) Badan Intelijen Nasional (BIN), di Hotel Kriyad Muraya, Banda Aceh, Jumat (7/1/2022)

Nukilan.id – Asisten II Sekda Aceh, Mawardi, mengajak generasi muda Aceh untuk memanfaatkan peluang dan berbagai kemungkinan di era disrupsi saat ini. Karena saat ini berbagai inovasi dan perubahan secara fundamental terjadi, disebabkan karena hadirnya teknologi digital, yang pada gilirannya dapat mengubah sistem yang terjadi secara global.

“Kehadiran era ini merupakan suatu peluang besar yang harus dimanfaatkan dengan baik. Namun, di sisi lain, jika tidak disikapi dengan benar, kehadiran era ini membuat kita bisa tergilas dan terpinggirkan dari roda zaman yang terus berputar,” kata Mawardi, saat memberikan sambutan Gubernur Aceh, dalam Pertemuan Program Pembangunan Aceh Muda Inspiratif, di Banda Aceh, Jumat 7/1/2022.

Mawardi mengatakan mereka yang paling terdampak dengan era disrupsi ini adalah generasi muda. “Generasi muda kita adalah aset terbesar yang dimiliki oleh bangsa ini. Terlebih lagi saat ini, kita sedang menyongsong hadirnya Bonus demografi Indonesia,” kata dia.

Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Dan puncaknya diperkirakan terjadi pada tahun 2030 mendatang.
Menurut Bappenas, pada tahun tersebut jumlah usia produktif yang dimaksud bisa mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Untuk menyongsong bonus demografi, berbagai langkah harus dipersiapkan sejak dini. Mawardi menyebutkan, sebuah tantangan besar, di mana saat ini generasi muda Indonesia dan Aceh utamanya banyak yang berada dalam kondisi tidak produktif atau menganggur, meskipun di sisi lain, era teknologi digital juga didominasi oleh kaum muda.

Mawardi menyebutkan, berbagai ikhtiar telah, dan akan terus dilakukan untuk menjawab tantangan baru di era disrupsi ini. “Meski mungkin banyak kalangan yang merasakan apa yang telah kita upayakan belum sempurna sesuai harapan. Tapi, betapa besarnya pun tantangannya, tentunya dengan kolaborasi aktif seluruh pihak, kita tak akan berhenti berbuat yang terbaik sesuai kewenangan dan sumber daya yang kita miliki,” kata dia.

Pemerintah Aceh, lanjut Mawardi, akan akan terus mencari cara agar masyarakat, terutama para anak muda, mendapat kesempatan untuk maju dan memiliki kemampuan mengubah tantangan ini menjadi momentum yang tepat untuk berinovasi dan bertransformasi, demi meraih peluang di era disrupsi sekarang ini.

“Karena itu, kita dan para anak muda yang kini tengah berusaha bermigrasi dengan ilmu pengetahuan baru, metode baru dan arah kerja yang baru, patut kita bantu untuk memiliki ekosistem yang kondusif, agar hal-hal negatif dapat kita tepis sedari dini,” ujar Mawardi.

Para generasi muda akan terus didorong untuk bermigrasi dan berinovasi dengan cara-cara baru, untuk memberikan nilai tambah ke masyarakat, bangsa dan negara. “Semoga mereka nantinya akan mampu menjadi generasi penerus dan pemimpin masa depan yang memiliki kompetensi, integritas, serta loyalitas kebangsaan yang tinggi. []

POSSI Aceh Laksanakan Musyawarah Provinsi

0

Nukilan.id – Persatauan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau disingkat dengan POSSI adalah organisasi resmi yang mewadahi para pegiat olahraga selam seluruh Indonesia. POSSI menjadi tempat bagi para atlit dan pegiat olahraga selam untuk mengasah kemampuannya sehingga bisa menjadikan mereka lebih unggul dan berprestasi dalam olahraga selam yang digelutinya.

Sementara itu, POSSI Aceh saat ini telah memasuki masa akhir bakti kepengurusan 2017-2021. Dalam masa bakti yang diketuai oleh Drs. Reza Fahlevi M.Si ini telah mengikuti beberapa event baik lokal maupun nasional seperti keikutsertaan atlit dalam PRAPON di Pulau Pramuka, PON di Jawa Barat, PRAPORA, dan PORA di Aceh Besar juga perhelatan besar nasional yang baru saja berlangsung yaitu PON XX Papua.

Drs. Reza Fahlevi M.Si selaku ketua umum POSSI Aceh masa bakti 2017-2021 meminta maaf atas ketidaksempurnaan kepengerusan sebelumnya.

Ia menyampaikan bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi POSSI Aceh kedepan terutama dalam hal tuntutan untuk dapat meraih prestasi yang gemilang guna mengharumkan nama Aceh pada masa yang akan datang.

Musyawarah Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Aceh ini menjadi wadah bagi menyusunan kepengurusan yang baru. Berdasarkan Anggaran Dasar POSSI BAB XI Pasal 37 Ayat 1 menyebutkan bahwa Musyawarah POSSI Provinsi merupakan bagian kedaulatan tertinggi dalam pengambilan keputusan sekali dalam masa empat tahun.

Sejalan dengan hal tersebut, tentunya banyak harapan tertuai kepada kepengurusan yang baru salah satunya adalah persiapan PON 2024, di mana Aceh dan Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah. Tentunya dalam hal ini, dibutuhkan kesiapan yang matang untuk Aceh dan POSSI Aceh agar dapat menyemarakkan dan menoreh prestasi pada perhelaan PON XXI tahun 2024 mendatang dimana cabang olahraga selam akan dipertandingkan di Aceh.

Pada akhirnya Ketua Umum POSSI Aceh masa bakti 2017-2021, Drs. Reza Fahlevi, memberikan selamat kepada Ketua Umum POSSI Aceh yang baru, masa bakti 2022-2025. Ia mengharapkan semoga kepengurusan POSSI Aceh yang baru ini akan berjalan secara optimal sesuai dengan visi dan misi organisasi, serta dapat menyusun rencana-rencana strategi guna mencapai tujuan organisasi.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Musyawarah Provinsi POSSI Aceh, Nurjannah Husien mengatakan bahwa musprov ini diikuti oleh 16 pengurus cabang selam se Aceh. Musyawarah provinsi periode ini mengusung tema “Bersama Meraih Prestasi” diharapkan agar PON XXI POSSI Aceh dapat meraih prestasi dengan gemilang.

Musyawarah Provinsi yang bertempat di Hip Hop Hotel Banda Aceh berlangsung tanggal 8 – 9 Januari 2022. Panitia sudah mempersiapkan segala sesuatu, mudah-mudahan akan berjalan dengan lancar. []

Bertolak ke Aceh Utara, Toyota Hardtop Aceh Antar Bansos untuk Korban Banjir

0

Nukilan.id – Komunitas Toyota Hardtop Aceh (THA) bertolak ke wilayah terdampak banjir untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) di kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, pada Sabtu, 8 Januari 2022.

Pelepasan bansos tersebut dilakukan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK, didampingi oleh Kasat Lantas Polresta Banda Aceh, Kompol Yasnil Akbar Nasution, SIK. yang didukung penuh oleh Wakapolres Aceh Besar, Kombes Pol M Dahlan SH MH yang juga salah satu anggota THA Aceh.

Ketua THA, Kombes Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah MM didampingi Wakil Ketua THA Aceh, Faisal Jailani, yang hadir saat melakukan pelepasan bansos tersebut mengatakan bansos tersebut untuk meringankan beban korban terdampak banjir di wilayah pedalaman Aceh Utara.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian komunitas THA terhadap korban terdampak banjir yang sedang melanda Aceh Utara. Bantuan ini dari sumbangsih rekan-rekan komunitas THA dan simpatisan dari berbagai pihak” kata Marzuki, Sabtu, 8 Januari 2022.

Marzuki menuturkan, pihaknya membawa 80 paket bantuan tersebut dari Kota Banda Aceh ke Kabupaten Aceh Utara menggunakan unit-unit mobil THA. yang terdiri dari beras, minyak, mie instan dan sumbangan dalam bentuk uang tunai langsung.

“Kita akan door to door ke rumah-rumah warga korban langsung di lokasi banjir diantaranya di Kecamatan Lhoksukon, Desa Jok sebanyak 30 paket, Desa Manyang 25 paket dan di Desa Trieng sebanyak 25 paket,” ujarnya.

Marzuki berharap, dengan adanya bantuan tersebut dapat meringankan beban korban banjir di wilayah tersebut. Pihaknya juga berpesan kepada anggotanya yang membawa bantuan ke Aceh Utara untuk menjaga kesehatan.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah banjir. Untuk kedepan kita juga akan terus melakukan kegiatan ini,” tuturnya.

Marzuki menjelaskan, sebagai komunitas otomotif, tidak hanya untuk menjadi wadah menyalurkan hobi saja. Tetapi, juga bisa dikemas dengan berbagai kegiatan yang juga bermanfaat bagi masyarakat. Salah satunya, dengan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan.

“Jadi konsepnya berbagi dengan sesama. Setiap klub otomatif biasanya melakukan kegiatan touring, selain itu kita juga tak lupa membagikan bantuan sosial kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Marzuki. []

Daftar Cuti Bersama dan Hari Libur Nasional 2022

0
Ilustrasi cuti.(Shutterstock)

Nukilan.id – Selamat Tahun Baru 2022 Tentunya, sudah ada rencana untuk tahun baru nanti, baik perjalanan maupun agenda lain.

Agar terlaksana dengan baik, perhatikan jadwal libur nasional dan aturan cuti bersama yang dikeluarkan pemerintah.

Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama 2022 sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 3 dan 4 Tahun 2021.

Berikut daftar libur nasional 2022:

Januari

  • Sabtu, 1 Januari 2022 = Tahun Baru 2022

Februari

  • Selasa, 1 Februari 2022 = Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili
  • Senin, 28 Februari 2022 = Isra Mi’raj Muhammad SAW

Maret

  • Kamis, 3 Maret 2022 = Hari Suci Nyepi 1944

April

  • Jumat, 15 April 2022 = Wafat Isa Al Masih

Mei

  • Minggu, 1 Mei 2022 = Hari Buruh Internasional
  • Senin-Selasa, 2-3 Mei 2022 = Idul Fitri 1443 Hijriah
  • Senin, 16 Mei 2022 = Hari Raya Waisak 2566 BE
  • Kamis, 26 Mei 2022 = Kenaikan Isa Al Masih

Juni

  • Rabu, 1 Juni 2022 = Hari Lahir Pancasila

Juli

  • Sabtu, 9 Juli 2022 = Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah
  • Sabtu, 30 Juli 2022 = Tahun Baru Islam 1444 Hijriah

Agustus

  • Rabu, 17 Agustus 2022 = Hari Kemerdekaan RI

Oktober

  • Sabtu, 8 Oktober 2022 = Maulid Nabi Muhammad SAW

Desember

  • Minggu, 25 Desember 2022 = Hari Raya Natal

Penentuan hari libur nasional 2022

Di samping itu, penentuan hari libur dan cuti bersama diputuskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2021 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Rakor ini juga dihadiri Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo yang dilangsungkan pada Rabu (22/9/2021).

Menteri Muhadjir menyampaikan, penetapan tanggal cuti bersama tahun 2022 bakal dilakukan sembari melihat perkembangan Covid-19 di Indonesia.

Harapannya, pandemi Covid-19 dapat lekas berakhir pada tahun mendatang agar cuti bersama dapat direalisasikan.

Cuti bersama 2022

Dalam beleid tersebut, cuti bersama 2022 masih belum ditetapkan. Penetapannya nanti akan disesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19.

“Pelaksanaan cuti bersama tahun 2022 akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19,” demikian bunyi ketetapan dalam keputusan bersama itu. [Kompas]

Harga Sawit di Aceh Melonjak Naik

0

Nukilan.id – Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Perjuangan Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, mencatat harga beli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit daerah tersebut bergerak naik di awal 2022.

Ketua Apkasindo Perjuangan Kota Subulussalam Subangun Berutu mengatakan harga TBS sawit sempat turun di pertengahan Desember 2021 sekitar Rp150 sampai dengan Rp200 per kilogram, Jumat (7/1/2022).

“Kini harga TBS sawit di Kota Subulussalam mulai bergerak naik. Kenaikan berkisar Rp20 hingga Rp50 per kilogram. Saat ini, harga TBS sawit di tingkat pabrik minyak kelapa sawit atau berada di kisaran Rp2.780 per kilogram,” kata Subangun Berutu.

Subangun Berutu mengatakan pihaknya terus memantau harga komoditas unggulan daerah berjuluk Sada Kata itu. Kenaikan harga TBS dipicu menguat harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit curah yang kini menyentuh angka Rp14.000 per kilogram.

“Kami berharap petani terus berupaya merawat kebun agar produksi pada tahun ini maksimal karena harga TBS sawit diperkirakan terus membaik,” kata Subangun Berutu.

Subangun Berutu mengatakan dirinya optimis harga TBS sawit di Kota Subulussalam terus membaik pada 2022. Hal ini disebabkan serapan CPO dalam negeri dan ekspor tetap stabil.

Selain kenaikan harga TBS, Subangun Berutu mengharapkan pemerintah mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi. Saat ini, pupuk nonsubsidi tersedia di pasaran, tetapi harganya melambung hingga melampaui 100 persen.

Kenaikan harga pupuk tersebut, kata Subangun Berutu, sudah lama dikeluhkan kalangan petani sawit. Sebab, pupuk tersebut sangat dibutuhkan petani meningkatkan produktivitas sawit.

“Petani berharap kepada pemerintah agar kuota pupuk subsidi wajib disalurkan sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok serta jangan ada yang menyalahgunakannya,” kata Subangun . [SumatraBisnis]

Muscab HIPMI Banda Aceh Ilegal, Nazaruddin Yusuf: Mereka Ingin Puaskan Hawa Nafsunya

0
Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H. Maming saat berjabat tangan komando dengan Ketua Umum BPC HIMPI Banda Aceh, Nazaruddin Yusuf. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang dipimpin Rizky Syahputra menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke-6 yang berlangsung di Hotel Kryad, Sabtu (8/1/2022). Perhelatan Musyawarah Cabang tersebut dinilai ilegal oleh beberapa Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI di Provinsi Aceh dan telah menyalahi aturan yang bertabrakan langsung dengan Pedoman Organisasi (PO) serta AD/ART Organisasi HIPMI.

“Ketika organisasi dikelola oleh seorang yang tidak paham organisasi dan hanya ingin memuaskan syahwat dirinya dan kelompoknya saja, ya beginilah kejadiannya, semua rambu-rambu dilabrak dan bahkan menyalahi berbagai macam aturan yang sudah ditetapkan dalam Pedoman Organisasi dan AD/ART HIPMI.”

Demikian yang disampaikan Ketua Umum BPC HIPMI Banda Aceh, Nazaruddin Yusuf kepada Nukilan.id pada Jumat (7/1/2022) kemarin menyikapi ilegalnya status penyelenggaraan Muscab ke-6 BPC HIPMI Banda Aceh.

“Parah, mereka memaksakan segala hal dengan melabrak berbagai macam aturan yang sudah ditetapkan dalam pedoman organisasi dan ad/art. Tujuan mereka kan hanya untuk mendapatkan orgasme kelompok dan golongan tanpa memperhatikan eksistensi organisasi ini di kemudian waktu, saya dan rekan-rakan di BPC-BPC lainnya di Provinsi Aceh merasa sangat malu dan tercoreng citra HIPMI kami selaku kader yang sudah lama mengabdi dan membesarkan organisasi ini hampir 12 tahun. Bahaya memang, ketika organisasi ini dipimpin oleh orang yang berkhianat kepada orang yang telah membesarkannya,” ujar Nazaruddin Yusuf.

Padahal, Nazaruddin Yusuf sejak dulu sudah mempersiapkan penyelenggaran Muscab ke- 6 HIPMI Banda Aceh dengan sangat matang, namun kegiatan tersebut tidak bisa diselenggarakan karena selalu dihalang-halangi oleh Ketua Umum BPD HIPMI Aceh, Rizky Syahputra.

Perlu diketahui, padahal Nazaruddin Yusuf saat ini masih menjabat sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Banda Aceh. Namun anehnya, Muscab ke-6 justru diselenggarakan oleh BPD HIPMI Aceh dengan menunjuk Caretaker Alfiyan Muhiddin untuk dapat melangsungkan penyelenggaran Muscab ke-6 HIPMI Banda Aceh tanpa melibatkan dirinya (baca: Nazaruddin, red). Nazaruddin Yusuf tentu merasa dikangkangi dan dikhianati dengan diadakannya penyelenggaran Muscab ke-VI HIPMI Banda Aceh tersebut.

Menurutnya, Ketua BPD HIPMI Aceh sudah terlihat jelas dan gamblang menggunakan cara-cara dan langkah-langkah yang mencederai Organisasi HIPMI.

“Banyak sekali yang dilanggar oleh dia, diantaranya seperti kegiatan penyelenggaran Musda BPD HIPMI Provinsi Aceh yang semestinya harus berlangsung paling lambat 3 Januari 2022 sesuai dengan kententuan AD/ART, tetapi justru dengan sengaja diundurkan dan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2022,” ungkap Nazar.

Selain uraian di atas, Nazar juga menyebutkan, berdasarkan MUSDA HIPMI XIII Aceh yang telah berlangsung pada 3 Oktober 2018 silam, masa bakti kepengurusan Rizky Syahputra juga semestinya berakhir sampai 3 Oktober 2021. Sesuai dengan ketentuan yang tertuang pada PO dan AD/ART Organisasi HIPMI disebutkan ada penambahan masa tenggang selama 3 bulan untuk pelaksaan MUSDA, maka dengan demikian MUSDA HIPMI XIII harus dilangsungkan paling lambat pada 3 Januari 2022.

“Menurut ketentuan yang berlaku, maka penunjukan Alfiyan Muhiddin sebagai Caretaker Ketua BPC HIPMI Banda Aceh batal demi hukum, sebab sejak 3 Januari 2022 Ketua Umum BPD HIPMI Provinsi Aceh Rizky Syahputra sudah habis masa baktinya dan facum karena telah habis masa tenggang yang sudah diberikan dan belum ditunjuk caretaker Ketua BPD HIPMI Aceh pengganti Rizky Syahputra,” beber Ketua Umum BPC HIPMI Banda Aceh itu.

Malangnya, sebut Nazar, sampai berakhirnya masa kepengurusan Rizky Syahputra sebagai Ketua Umum BDP HIPMI Aceh pada Senin, 3 Januari 2022 lalu, justru pengurus BPD dan BPC HIPMI di Provinsi Aceh belum juga diberikan KTA HIPMI.

“Parah, sampai berakhirnya masa bakti si Rizky Syahputra itu, sama sekali dia belum mengeluarkan KTA para pengurus HIPMI di BPD dan BPC, inikan parah. Kemudian, yang parahnya lagi, sebut saja seperti terjadinya beberapa kasus yang cacat hukum dalam proses penyelenggaran kegiatan seperti yang terjadi dan berlangsung di beberapa BPC contohnya di Aceh Tamiang,” ucap Ketua Umum BPC HIPMI Banda Aceh itu.

Di Aceh Tamiang, kata Nazar, Ketua Umum BPC HIPMI-nya, Muhammad Bidjeh dipaksa untuk menandatangani surat pengunduran diri, padahal periode kepengurusannya belum berakhir.

“Ketua Umum di Aceh Tamiang dipaksa untuk mengundurkan diri, nyoe ken lage apam cara-caranya,” tegasnya.

Begitu juga, sambung Nazar lagi, di BPC HIPMI Kota Langsa, pelaksanaan Muscab dilakukan karena ada tekanan dari Ketua Umum BPD HIPMI Aceh, Rizky Syahputra.

Kemudian, pelanggaran AD/ART juga terjadi di BPD HIPMI Aceh itu sendiri. Ketua Umum BPD HIPMI Aceh, Rizky Syahputra menggantikan Ketua Bidang Organisasi BPD HIPMI Aceh, Ferizal S Salami tanpa surat peberitahuan sebelumnya dan tanpa alasan apapun.

“Padahal, Bang Ferizal S Salami itu, ini beliau ya yang sampaikan ke saya beberapa hari lalu, beliau adalah orang yang memperjuangakan si Rizky Syahputra waktu itu untuk duduk menjadi Ketua Umum BPD HIPMI Aceh, ini kan gawat dan parah ya? Luarbiasa pengkhianatannya, sampai hati si Rizky Syahputra pecat Bang Ferizal tanpa alasan apapun. Silahkan saja kalian tanyakan langsung kepada Bang Ferizal S Salami,” beber Nazaruddin Yusuf. []

Peringati Maulid Nabi, Dayah Darul Mustafa Aceh Besar: Ini Sunnah Dalam Islam

0
Pengurus Besar Dayah Darul Mustafa, Tgk Al-Muniza Kamal (tengah) bersama para santri. (Foto: Nukilan/Achmad)

Nukilan.id – Pengurus Besar Dayah Darul Mustafa, Tgk. Al Muniza Kamal mengatakan bahwa, hukum memperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah sunnah dalam Islam.

“Kita jangan lupa bahwa lahirnya manusia terbaik, walaupun sekarang secara fisik beliau sudah tidak ada, namun legisi peninggalan beliau itu banyak sekali, salah satunya adalah legisi silaturrahmi,” ungkap Tgk Al-Muniza di sela acara peringatan Maulid Nabi di Dayah Darul Mustafa Desa Cot Madhi, Blangbintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (8/1/2022).

Ia menjelaskan, dalam peringatan Maulid Nabi legisi silaturrahmi itu terjalin. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadist berikut, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR. Bukhari – Muslim).

“Kesibukan kita sekarang begitu banyak, sehingga dengan adanya peringatan Maulid Nabi ini kita dapat bertemu dan menjalin silaturrahmi,” ungkap Tgk Al-Muniza.

“Jadi, hari ini kita ingin mengembalikan sunnah-sunnah itu yang mulai kita tinggalkan, karena umat semakin hari semakin sibuk dengan kegiatan sendiri dan lupa akan persaudaraan dan kemanusiaan, padahal itu sunnah yang harus kita jalankan, makanya peringatan Maulid Nabi digelar sebagai ajang silaturrahmi,” tutur Tgk. Al-Muniza.

Selain itu, kata dia, dalam acara peringatan Maulid Nabi ini, kita juga dapat menceritakan kisah Rasullah dahulu dalam memperjuangkan Islam dengan Akhlaqul Qarimah yang sampai saat ini masih ditegakkan di muka bumi.

“Selain sunnah silaturahmi, InsyaAllah kedepan kita yang berkumpul di kegiatan maulid ini juga mendukung kegiatan pemerintah yaitu kegiatan zikir bersama, donor darah dan khitanan massal. InsyaAllah di kegiatan Maulid selanjutnya agenda ini juga akan kita jalankan di Dayah Darull Mustafa, karena sunnah bukan hanya di wujudkan dengan lisan tapi juga dengan perbuatan,” pungkas Tgk. Al-Muniza Kamal.

Reporter: Hadiansyah

35 Persen Pengurus Demokrat Aceh Diisi Kaum Perempuan

0
Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, SHI, MM memberikan sambutan pertamnya usai dilantik Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Jum'at (7/1/2022). Foto: Nukilan/JI

Nukilan.id – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Aceh periode 2021-2026 resmi dilantik Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara virtual di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh,  Jum’at (7/1/2022).

Periode ini, DPD Partai Demokrat Aceh di bawah kepemimpinan Muslim, SHI, MM menghadirkan komposisi kepengurusan baru yang inklusif dan representatif, yaitu 65% kepengurusan diisi kaum laki-laki, dan 35% diisi kaum perempuan.

Sementara itu, untuk keterwakilan usia muda diisi sebesar 6% generasi Z, yaitu mereka yang berusia dari 17-23 tahun, generasi milenial diisi sebesar 56% yaitu mereka yang berusia 24-39 tahun, generasi X sebesar 34% yaitu mereka yang berusia 40-55 tahun, sedangkan dari segi kader, 37% kepengurusan diisi kader lama dan 63% kader baru.

Kemudian, untuk pemerataan representatif pengurus dari setiap wilayah di Aceh, yaitu struktur kepengurusan Partai Demokrat Aceh yang baru diisi 30% berasal dari Aceh bagian Timur, 18% berasal dari Aceh bagian Tengah, 32% berasal dari Banda Aceh – Aceh Besar, dan 20% berasal dari Aceh bagian Barat Selatan.

Selanjutnya, dari klasifikasi latar belakang, pengurus DPD Partai Demokrat Aceh diisi 60% wirausaha, 25% Profesional, 9% pengusaha, dan 6% pejabat publik. Sedangkan untuk komposisi berdasarkan klasifikasi pendidikan, 68% pengurus DPD Partai Demokrat Aceh berpendidikan S-1, 11% S-2 dan 1% S-3 dan 7% Diploma dan 13% SMA, itu semua dari total 186 orang pengurus.

“Artinya, hampir sebagian besar pengurus DPD Demokrat Aceh adalah berpendidikan Strata Satu. Karena itu, kami yakin dengan komposisi kepengurusan yang baru ini, InsyaAllah kami mampu dan siap memenangkan pemilu pada tahun 2024, terkhusus kami siap memenangkan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Presiden di tahun 2024 mendatang,” tegas Muslim dalam sambutan pertamanya usai dilantik sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Selain itu, Muslim juga mengatakan, pihaknya yakin Partai Demokrat akan memberi semangat baru bagi pembangunan Aceh kedepan. Demokrat dibawah kepimimpinan Ketum AHY mengusung politik bertajuk MUDA ADALAH KEKUATAN, kader Demokrat memiliki semangat dan optimisme menggapai mimpi kaula muda.

“Anak-anak muda hari ini memiliki kesadaran kritis yang tidak kalah dari pemuda pejuang kemerdekaan terdahulu. Anak muda merasa memiliki kompetensi sehingga tidak perlu ragu untuk mengekspresikan argumen dan ide mereka, pada saat yang sama mereka juga mampu membangun kolaborasi dan sinergitas untuk satu tujuan yang sama, satu hal yang terpenting untuk diperhatikan Adalah budaya politik anak muda dalam menempatkan argumen diatas sentimen,” ungkap Muslim yang juga Angola Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Dapil Aceh 2 itu.

Pada kesempatan yang sama, Muslim ingin mengajak seluruh kader Partai Demokrat Aceh baik yang muda maupun yang sudah senior meskipun berbeda generasi untuk tetap berkolaborasi dengan baik dalam mewujudkan cita-cita Partai Demokrat.

“Saya juga mengharapkan semua kader Partai Demokrat Aceh untuk meningkatkan kepekaan kita semua terhadap kondisi yang terjadi di sekitar kita saat ini,” ujarnya.

Sebagai partai politik, kata Muslim, Partai Demokrat akan terus memperjuangkan hak dan kekhususan yang dimiliki masyarakat Aceh.

“Kita konsisten untuk mengawal dan memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus Aceh, dan Demokrat juga berkomitmen mengawal proses revisi undang-undang pemerintahan Aceh yang saat ini sudah masuk dalam daftar program legislasi nasional. Selain itu, kita juga mendukung penuh upaya penguatan lembaga Wali Nanggroe sebagai salah satu kekhususan yang dimiliki Aceh,” tuturnya.

Oleh karena itu, Muslim yakin Partai Demokrat akan terus konsisten menyuarakan aspirasi rakyat dan terus berkoalisi dengan rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

“Saya juga berterima kasih kepada anggota DPR Fraksi Partai Demokrat khususnya DPRA, DPRK dan Seluruh Kepala Daerah yang berasal dari Partai Demokrat baik ditingkat provinsi maupun Kabupaten/Kota yang terus menyuarakan aspirasi rakyat degna mengunakan hati yang bersih, niat yang tulus serta kerja yang ikhlas untuk terus membantu masyarakat Aceh yang masih menghadapi kesulitan ekonomi,” ucapnya.

“Semoga Partai Demokrat Aceh akan selalu dapat mengukuhkan persatuan dan kesatuan diantara kita semua, insyaAllah dengan kesungguhan kita dalam bekerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat akan membuah hasil yang kita harapkan, bersama kita kuat, bersatu kita bangkit,” tutup Muslim. [MIR]

DPRA: Pembangunan Aceh Pasca Damai Sangat Amburadul

0
Anggota DPRA Fraksi Partai Golkar, Teuku Raja Keumangan (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Raja Keumangan (TRK) menilai pengelolaan pemerintahan dan pembangunan Aceh pasca damai terlihat sangat amburadul. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPRA, Teuku Raja Keumangan (TRK) dalm diskusi haba keude kupi di Universitas Coffee, Jum’at (7/1/2022).

“Padahal, anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat begitu besar, namun belum juga bisa mengangkat Aceh dari daerah termiskin di Sumatera,” ungkpnya.

TRK menjelaskan, bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) merupakan  anugerah bagi rakyat Aceh pasca damai tahun 2005 silam. Dan dana Otsus tersebut juga akan berakhir pada tahun 2027 mendatang.

“Ini menjadi warning bagi kita semua, harus ada skema pembangunan yang jelas pasca dana Otsus berakhir di Aceh nanti, karena sampai detik ini belum ada skema pembangunan yang jelas di Aceh,” terang TRK.

Selain itu juga, kata dia, pembahasan anggaran di DPRA selalu dilaksanakan dalam waktu yang sangat terbatas. Sehingga sangat sulit bagi kita untuk menelusuri satu per satu dokumen Rancangan Anggaran Belanja dan Pendapatan Aceh (RAPBA).

“Kondisi inilah yang membuat hambatan bagi kita, sehingga pembahasan ABPA kurang efektif dan tepat guna,” ungkap Politisi Partai Golkar itu.

Oleh arena itu, TRK meminta kepada masyarakat dan mahasiswa Aceh untuk mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap pembangunan Aceh.

“Fungsi pengawasan itu disamping dilakukan Legeslatif dan juga harus dilakukan oleh masyarakat dan mahasiswa. Karena semua ini yang kita harapkan agar laju arah pembangunan Aceh dapat terkontrol dengan baik,” ujar Mantan Bupati Nagan Raya itu.

“Kontrol publik ini juga harus dibarengin dengan menumbuhkan partisipasi masyarakat. Dan Pemerintah Aceh juga harus membuka segala dokumen publik kepada masyarakat. Hal ini berguna agar masyarakat paham arah pembangunan Aceh serta untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengotrol laju pembangunan Aceh,” pungkas TRK.

Reporter: Hadiansyah