Beranda blog Halaman 1845

Mulyadi Muhammad Kembali Terpilih Sebagai Ketua Perkopindo dan Pertapin Aceh

0
Ketua DPD Perkopindo dan Pertapin Aceh, Mulyadi Muhammad saat menyerahkan pelakat kepada Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Banda Aceh, Indra Suhada, Kamis (20/1/2022). Foto: Nukilan/MIR

Nukilan.id – Mulyadi Muhammad kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Kontraktor Profesional Indonesia (Perkopindo) dan Perkumpulan Tenaga Ahli Profesional Indonesia (Pertapin) Aceh periode 2022-2027.

Mulyadi terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda II) DPD Perkopindo dan Pertapin yang berlangsung di Mini Theater Iskandar Muda, Gedung Puslatbang KHAN, LAN RI Provinsi Aceh pada Kamis (20/1/2022).

“Saya sangat berterima kasih dan apresiasi kepada seluruh teman-teman yang telah kembali memberikan kepercayaan dan amanah bagi saya untuk menahkodai kedua organisasi ini,” ucapnya kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Jum’at (21/1/2022).

Baca juga: DPD Perkopindo dan Pertapin Aceh Gelar Musda II di Banda Aceh

Selain itu, Mulyadi menjelaskan, saat ini persoalan tenaga kerja konstruksi bukan hanya soal kualitas, tapi dari kuantitas juga masih jauh dari harapan.

“Untuk itu diperlukan upaya bersama semua pihak stakeholder mencari solusi mempercepat proses sertifikasi tenaga kerja disemua tingkatan, dalam waktu bersamaan kualitas tenaga kerja konstruksi juga harus ditingkatkan,” sambungnya.

Mulyadi juga menyampaikan, Perkopindo dan Pertapin Aceh sebagai asosiasi badan usaha dan asoasi profesi yang telah terakreditasi, melalui LSBU Sertifikasi Profesional Indonesia dan LSP Konstruksi Pertapin Raya ini tentu akan siap berperan aktif dan ikut terlibat dalam proses percepatan sertifikasi badan usaha dan sertifikasi tenaga kerja terutama di Aceh.

“Kita berharap semua tenaga kerja terampil dan tenaga kerja ahli di Aceh dapat disertifikasi, sehingga bangunan konstruksi di Aceh memiliki kualitas yang baik, dan pengusaha jasa konstruksi pun terhindar dari persoalan hukum di kemudian hari,” pungkasnya. [MIR]

Fajran Zain: Nova Jangan Tinggalkan Polemik “Aneh-Aneh” di Akhir Masa Jabatan Gubernur

0
Fajran Zain (Foto: Dialeksis.com)

Nukilan.id – Direktur The Aceh Intitute, Fajran Zain meminta Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk segera menuntaskan semua agenda yang sudah direncanakan sebelum akhir masa jabatan pada Juli 2022 mendatang.

“Kita berharap kepada Gubernur Aceh untuk menuntaskan agenda-agenda yang tersesisa di akhir jabatannya, dan jangan meninggalkan polimik yang aneh-aneh lagi,” kata Fajaran kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Jum’at (21/1/2022).

Seperti contoh baru-baru ini, kata dia, terkait kasus Majelis Adat Aceh (MAA) itu menjadi sebuah pelemik tersendiri, dan dari dulu ketika mengangkat almarhum Prof. Dr. H. Farid Wajdi Ibrahim, MA. Padahal sudah jelas keputusan pengadilan sudah inkrah dan memerintahkan Gubernur Nova untuk mengembalikan mandat Ketua MAA itu kepada, H. Badruzzaman Ismail, S.H, M.Hum.

“Namun, kita lihat sekarang Gubernur Nova kembali membuat blunder, dengan membuat lagi pemilihan Ketua MAA, dan terpilih Dr. Safrul Muluk, M.A.,M.Ed, tapi ini tidak dijalankan juga,” ungkap Fajran..

Oleh karena itu, Fajran juga berharap, Gubernur Nova saat meninggalkan kursi kepemimpinannya dalam kondisi baik. Dan apabila nantinya ingin melakukan rotasi jabatan di tingkat Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) maupun lembaga pemerintah lainnya, maka pakailah orang-orang yang layak dan mampu bekerja untuk masyarakat Aceh.

“Sehingga visi dan misi Irawandi-Nova yang pernah diusung dulu dapat tertuntaskan dengan baik, minimal setidaknya mendekati angka pencapaian,” ujarnya.

Reporter: Hadiansyah

Menyulap Tanah Daerah Konflik Jadi Resto Saung di Jantho Aceh Besar

0
Suasana Resto Riung Gunung di Jantho, Kabupaten Aceh Besar (Sumber gambar: DokPri)

Nukilan.id – Perjalanan dari Banda Aceh ke Jantho kini terasa makin dekat dengan adanya akses Jalan Tol Sibanceh. Hanya dengan menempuh jarak 40 Km, Anda sudah tiba di kota tempat pahlawan Aceh, Cut Nyak Dhien dibesarkan.

Siang itu, Minggu, 22 Agustus 2021, langit di Kota Jantho tampak cerah, lalu lintas sepi, hanya ada beberapa kendaraan yang melintas di depan Masjid Al-Munawarah. Berkat rekomendasi kerabat, penulis hari itu terpikat mengunjungi Restaurant ‘Riung Gunung’ yang berada di Jalan Langsat, Desa Jantho Baru, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Perjalanan dari Kota Jantho menuju Desa Jantho Baru menempuh jarak 5,7 km atau kisaran 13 menit. Di zaman serba terkoneksi maya, lewat mesin pencari Google dan etalase media sosial membuat semua menjadi mudah, lokasi yang dulu susah ditemui, kini hanya butuh kelihaian jari.

Seperti penulis, tiba di Resto ‘Riung Gunung’ berkat bantuan Google Maps. Melewati kantor Mahkamah Syariah Jantho, menyusuri jalan aspal yang berliku dan mendaki dimulai. Panorama lembah Jantho mulai menemani perjalanan, kiri-kanan yang ada pepohonan yang besar, tumbuh di antara pegunungan yang gagah, sesekali tikungan patah ke kiri, kadang juga ke kanan.

Pegunungan yang indah seakan melindungi Kota Jantho dari keramaian dan polusi kota. Setelah ratusan meter, penulis sempat hampir tersesat, karena kehilangan jaringan internet, namun bantuan warga sekitar kembali memuluskan perjalanan hingga melaju memasuki Jalan Langsat. Akhirnya, tidak jauh dari situ, penulis tiba di resto Riung Gunung.

Pamflet papan nama bertuliskan ‘Pondok Makan dan Kolam Pemancingan Riung Gunung’ terpampang dipinggir jalan, memudahkan setiap pelanggan yang datang. Sedikit belok ke kanan, buntu, di situlah lokasi Resto Riung Gunung dengan luas tanah ribuan meter persegi dan dikelilingi pemandangan alam pegunungan di Desa Jantho Baru.

Desa Jantho Baru merupakan permukiman yang terbentuk setelah para transmigran dari Pulau Jawa ditempatkan di areal hutan Jantho. Di kompleks transmigrasi inilah kini beberapa tempat wisata kuliner mulai bisa ditemukan. Namun, tidak banyak yang bertahan, lokasi yang lumayan jauh menjadi alasan.

Serba kuning ! berdiri di depan pagar, desain resto Riung Gunung terlihat begitu alami. Di sebelah kanan pagar, ada mushola dengan konstruksi bangunan kayu berwarna kuning, sedikit berjalan kedepan pohon markisa tumbuh subur menjalar di antara bambu kuning, jadi peneduh untuk mereka yang melintas.

Disampingnya, ada batu alam lengkap dengan tulisan, ‘Pondok Makan dan Kolam Pemancingan Riung Gunung diresmikan oleh Bupati Aceh Besar, Dr. Tgk. Bukhari Daud, MA pada 6 Maret 2008’.

Ada sekitar sepuluh pondok lesehan yang juga berkonstruksi dari kayu berwarna kuning dibangun di atas kolam ikan. Setiap pondok diberi nama yang diambil dari nama-nama ikan, pondok Koi, Mujair dan lain sebagainya. Sembari menunggu pesanan, para pelanggan bisa bebas memancing di kolam untuk menghibur diri. Di kolam ada ikan mas, mujair, gurami, dan nila.

Konsep restaurant ini menyerupai di Puncak Bogor, pondok makanan dengan penyajian bersaung-saung dan pemandangan yang alami dikelilingi pegunungan.

Supervisor Resto Riung Gunung, Fitri Anggraini, 27 tahun, kepada penulis, menjelaskan nama resto diambil dari bahasa Sunda. Riung memiliki arti duduk atau berkumpul. Jadi Riung Gunung berarti, berkumpul di gunung.

“Ini bisnis orang tua, saya hanya mengelola. Ibu asal dari Sunda. Nama Ayah, Saiful Amri, usia 50-an asal dari Aceh Timur. Nama tempat ini kebetulan diambil dari bahasa asal daerah Ibu,” jelas Fitri mengawali obrolan.

Sesuai dengan tulisan di batu alam, resto ini sudah diresmikan sejak tahun 2008 atau berusia 13 tahun. Bukan mudah, kata Fitri, menyulap tanah daerah konflik menjadi bisnis resto yang dikenal hingga kesejumlah Kabupaten/Kota di Aceh.

Tiga tahun setelah diresmikan baru ada orang yang tahu, hanya bermodal strategi marketing MLM alias Mulut Lewat Mulut. Kini pelanggannya sudah ada yang dari Bireuen, Aceh Utara, Pidie hingga Aceh Jaya. Mereka khusus kesana untuk menikmati hidangan makan siang dan memancing bersama keluarga.

“Awalnya gak kepikiran untuk buka bisnis,
Ayah beli tanah disini pas masih jaman konflik dulu. Masih belum ada apa-apa. Sampai habis tsunami 2004, Ayah belum terpikir untuk buka bisnis disini. Tiba-tiba spontan aja Ayah pengen buka resto pada tahun 2008 disini,” ujar Fitri.

“Awalnya, belum ada kolam renang. Dulu kebun di sini. Kolam renang dibuat saat bisnis udah berjalan,” tambahnya.

Menurut pengakuan Fitri, Resto Riung Gunung ramai dikunjungi pelanggan yang membawa keluarga pada saat weekend, Sabtu dan Minggu. Sementara Senin sampai Jumat, kebanyakan pegawai dari kantor pemerintahan di Kota Jantho. Ada yang dari kantor Bupati, Polres dan Kodam Jantho.

Kadang, pada momen tertentu seperti hari lebaran, tahun baru dan libur nasional lainnya, banyak pelanggan yang sengaja datang dari luar seperti dari Sigli, Bireuen dan Lamno. Resto Riung Gunung juga menerima family gathering tapi tidak untuk hari weekend, melainkan hari biasa dari Senin-Jumat.

“Ayah lebih sering stay di sini, kami tinggal di Rukoh, Banda Aceh. Paling kemari Sabtu dan Minggu kami kemari juga. Namun, hari ini Ayah sedang ada kegiatan diluar,” ungkap Fitri.

Resto Riung Gunung buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB tutup pukul 17.30 WIB. Hidangan mulai djsiapkan pukul 12.00. Untuk itu, Resto Riung Gunung menggunakan sistem booking. Soalnya butuh proses panjang untuk memasak ikan segar.

“Diambil dulu, dibersihin dulu, disiapin dulu, jadi makanya kita buat sistem booking. Karena kalau sekalian datang semua seperti hari ini, hari ini banyak yang datang langsung daripada booking, makanya lama jadinya. Pas datang tinggal hidang,” tegas Fitri.

Fitri menyebutkan omzet perhari mencapai Rp9 juta-12 juta perhari (weekend). Sementara, hari biasa di bawah angka tersebut. Lebih lanjut, kata Fitri, menu spesial di Resto Riung Gunung yaitu ikan emas dan gurame, baik di bakar maupun asam manis. Keduanya pilihan yang tepat untuk disantap. Sebagian ikan emas dibudidayakan sendiri dan sebagiannya lagi diambil dari Medan.

Soal harga juga bisa dibilang sangat ekonomis. Misalnya saja gurami bakar pesanan hanya Rp65.000 per setengah kilogram. Selain dibakar dan asam manis, ikan-ikan air tawar itu ada juga yang digoreng. Tinggal pilih saja mana yang kamu sukai.

“Ikan ambil di Medan daerah Binjai, Deli Tua. Disana ada orang yang ambil. Ambil ikan tergantung habisnya. Kalau gurame bisa seminggu sekali. Kalau ikan mas tergantung, karena ikan mas sekali kirim 900 kg,” ungkap Fitri.

Salah seorang pelanggan, Muhammad Hafizh, mengatakan resto Riung Gunung terletak sangat jauh dari Kota Banda Aceh. Lelah perjalanan terbayar lunas ketika tiba disini. Namun, Hafizh mengaku pelayanan di resto Riung Gunung sangat lamban. Sehingga, dia hanya memutuskan untuk memesan kelapa muda.

“Pelayanannya sangat lamban, mungkin karena weekend dan saya juga tidak booking dulu. Saya dengar-dengar tadi rupanya harus booking dulu. Ini juga baru pertama kali saya kesini,” tegas Hafizh sedikit kesal.[hypeabis]

Menteri LHK Surati Gubernur Se-Indonesia Soal Perubahan Iklim dan Karbon

0
Menteri LHK Siti Nurbaya. (web. KLHK)

Nukilan.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan meminta para Gubernur di seluruh Indonesia agar memiliki pemahaman soal kebijakan pengendalian perubahan iklim, Pemerintah daerah dapat secara tepat mengambil langkah dalam perspektif kewilayahan dan urusan/kewenangan sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Hal itu disampaikan Menteri LHK Siti Nurbaya melalui surat tertanggal 19 Januari 2022 yang ditujukan kepada Gubernur Provinsi se-Indonesia.

Dalam surat itu, Menteri Siti menyampaikan beberapa hal pokok dan penting yang perlu dilakukan. Para Gubernur diminta untuk menyelenggarakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dalam kewenangan wilayah kerja Pemerintah Provinsi, serta menyelenggarakan nilai ekonomi karbon dalam kewenangan wilayah kerja Pemerintah Provinsi.

Kemudian, mereka juga harus melaksanakan Inventarisasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam kewenangan wilayah kerja Pemerintah Provinsi dengan tata waktu yang berlaku. Kaitannya dengan hal ini, para Gubernur perlu mendorong usaha dan/atau kegiatan untuk melakukan Pendaftaran Sistem
Registri Nasional (SRN) dalam kewenangan wilayah kerja Pemerintah Provinsi.

Selain itu, para Gubernur diinstruksikan untuk melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Inventarisasi Emisi GRK untuk pencapaian NDC, dan Pengendalian Emisi GRK. Lebih lanjut, para Gubernur bertanggungjawab dalam mengkoordinasikan langkah dan upaya yang relevan untuk Pemerintah Kabupaten/Kota serta pelaporannya. Untuk selanjutnya, hasil-hasil dari proses tersebut agar dilaporkan kepada Menteri LHK cq. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim selaku National Focal Point Indonesia untuk UNFCCC, sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Adapun yang melatarbelakangi surat ini yaitu dengan telah diundangkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam Pembangunan Nasional. Hal-hal penting terkait situasi terkini dalam agenda nasional perubahan iklim pada konteks global juga perlu diketahui oleh para Gubernur.

Pertama yaitu, Konferensi Perubahan Iklim Glasgow (COP 26) yang diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 12 November 2021 di Glasgow, Skotlandia, telah menghasilkan materi utama yang tertuang dalam Dokumen Glasgow Climate Pact (GCP). Glasgow Climate Pact menegaskan rencana untuk meningkatkan ambisi menjaga kenaikan suhu global tidak melebihi 1,5 derajat Celsius, mengurangi laju deforestasi, tentang penggunaan batu bara, serta target pengurangan emisi metana. Kesepakatan Glasgow juga mendesak pengurangan
emisi serta penggunaan energi terbarukan dan menjanjikan lebih banyak bantuan pendanaan bagi negara-negara berkernbang.

Dokumen GCP mencakup 8 (delapan) elemen yaitu sains dan urgensi; adaptasi; pendanaan adaptasi; mitigasi; pembiayaan, transfer of knowledge, dan
capacity building; bantuan terhadap negara-negara berkembang terkait loss
and damage; implementasi; serta kolaborasi.

Kedua, komitmen Indonesia dalam aksi global perubahan iklim direfleksikan dalam dokumen nasional yaitu Updated Nationally Determined Contribution (NDC) dan Long-term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR 2050) dan telah disampaikan kepada UNFCCC pada Juli 2021. Dokumen NDC memuat target komitmen Indonesia dalam penurunan emisi GRK dan peningkatan ketahanan iklim, sedangkan dokumen LTS-LCCR memuat visi dan formulasi kebijakan pengendalian perubahan iklim untuk jangka panjang. Selain dokumen tersebut, dalam implementasi kebijakan perubahan iklim dan untuk memberikan arahan bagi upaya pencapaian target NDC, maka telah disusun juga
Dokumen Roadmap NDC Mitigasi dan Roadmap NDC Adaptasi.

Dokumen dimaksud mencakup pula arahan kerja pada konteks wilayah/daerah untuk upaya pengendalian perubahan iklim, mengatasi dampak iklim, juga dalam memetik manfaat ekonomi atas upaya mitigasi iklim. Upaya dan langkah Pemerintah Daerah merupakan satu kesatuan dalam prinsip, orientasi, pijakan operasional, dan sasaran untuk pemenuhan NDC RI sebagai negara pihak sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang pengesahan Paris Agreement To The United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa Bangsa mengenai perubahan iklim).

Selanjutnya, dalam upaya penguatan dan peningkatan intensitas implementasi pengendalian perubahan iklim yang melibatkan semua unsur; serta untuk mendorong dan menata pemanfaatan Nilai Ekonomi Karbon (NEK), Pemerintah telah mengundangkan Perpres 98/2021. Perpres ini menjadi dasar dan arah bagi penyelenggaraan NDC dan NEK, juga memperkuat transparansi, pemantauan dan evaluasi, serta sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam penguatan pembinaan dan dukungan pendanaan dalam pencapaian target NDC Indonesia.

Sebagai tindak lanjut implementasi Perpres 98/2021, pada saat ini sedang disusun peraturan turunan dalam bentuk 2 (dua) Rancangan Peraturan Menteri LHK tentang implementasi NDC serta Implementasi NEK. Salah satu sistem yang menjadi tulang punggung sistem satu data pencapaian NDC dan
penyelenggaraan NEK yang transparan, berintegritas, inklusif, dan adil, adalah Sistem Registri Nasional (SRN).

SRN merupakan sistem pengelolaan, penyediaan data dan informasi berbasis web tentang aksi dan sumber daya untuk Mitigasi Perubahan Iklim, Adaptasi Perubahan Iklim, dan NEK di Indonesia, dan telah dirintis sejak tahun 2016 untuk registrasi semua kegiatan dalam rangka penurunan emisi GRK. Pencatatan atau registrasi pada SRN sangat penting sebagai instrument pengendalian, kapasitas upaya dan perekaman hasilnya, sesuai maksud UU Nomor 16 Tahun 2016 dan Perpres 98 Tahun 2021. []

Wisata Eksotis Pulau Dua Terintegrasi Puncak Sigantang Sira Aceh Selatan

0
Wisata Eksotis Pulau Dua Terintegrasi Puncak Sigantang Sira Aceh Selatan (Foto: Thetapaktuanpost)

Nukilan.id – Berbicara pesona wisata di Kabupaten Aceh Selatan memang tidak ada habisnya. Daerah yang dikenal penghasil komoditi pala terbesar di provinsi ujung paling barat Pulau Sumatera ini, dikenal memiliki banyak spot wisata eksotik yang terbujur mulai dari Labuhan Haji Barat hingga Trumon Timur. Di kiri (Baca: dari Banda Aceh) dihiasi deretan perbukitan yang menawan sementara di kanan terhampar birunya lautan Samudera Hindia.

Salah satu yang sedang hangat menjadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat dan sangat viral dijagat dunia maya media sosial saat ini adalah Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Pulau Dua, yang terletak di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur.

Penamaan Pulau Dua karena memang pulaunya ada dua yang dalam legenda Tapak Tuan Tapa disebutkan terbelah karena tertabrak oleh Naga yang lari dari gempuran Petapa Sakti, Tuan Tapa.

ODTW yang terintegrasi dengan Juara 1 Dataran Tinggi Terpopuler dan sekaligus Juara Favorit Anugerah Pesona Indonesia (API Award) 2021, Objek Wisata Puncak Sigantang Sira itu semakin ramai dikunjungi wisatawan paska dibangunnya dermaga apung.

Dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan Agroekoeduwisata Puncak Sigantang Sira, sistem wilayah wisata terintegrasi mulai diperkenalkan. Munculnya Sigantang Sira diharapkan mampu menjadi penyangga pertumbuhan beberapa potensi wisata lainnya seperti Pulau Dua, Pulau Pusong Ujong Mangki, CRU Trumon, Air Terjun Tangga Seribu, Air Terjun Ceurace Bengkoang dan Danau Laut Bangko.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Safril, S.Sos disela-sela menghadiri acara Family Gathering Politeknik Aceh Selatan, pembangunan dermaga apung merupakan bahagian dari implementasi dari Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) Kabupaten Aceh Selatan.

Safril berharap agar masyarakat pelaku dan penikmat wisata mampu menjaga kebersihan dan keindahan Pulau Dua.

“Agar tidak terjadi penumpukan sampah disana, diharapkan wisatawan dapat membawa pulang kembali apa yang sebelumnya dibawa ke Pulau Dua,” pinta Safril.

Sementara Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc sangat mengapresiasi upaya kreatif Pemkab Aceh Selatan yang sangat konsen mengangkat dan mengembangkan potensi wisata daerah. Yasar berharap semua pihak terus meningkatkan sinergisitas dalam membangun daerah.

“Aceh Selatan adalah kabupaten ragam pesona (variety of charms), butuh kebersamaan untuk mengangkat dan mengembangkannya,” imbuh Yasar.

Menurut observasi yang dilakukan pihaknya, Yasar mengungkapkan bahwa sejak kehadiran dermaga apung tersebut mampu mendongkrak pendapatan dan perekonomian masyarakat secara signifikan. Masyarakat nelayan memiliki penghasilan tambahan dari transportasi penyeberangan. Masyarakat pedagang pun semakin meningkat hasil penjualannya akibat ramainya pendatang, sehingga mampu mendongkrak perekonomian mereka.

Hal ini disampaikan Yasar disela-sela kegiatan family gathering yang dihadiri oleh keluarga besar Politeknik Aceh Selatan yang terdiri-dari Dosen, Tenaga Kependidikan dan Perwakilan Mahasiswa. Hadir dalam acara penuh kekeluargaan tersebut Ketua Yapoltas, Rasyidin, Wakil Ketua Yapoltas, Mirjas, Sekretaris Yapoltas, Saiful Rahman, Kadis Infokom dan Persandian, Munharsam, Kadis Pariwisata, Safril, Anggota DPRK Aceh Selatan, Ridwan, dan Danramil Bakongan, Edy Muljo P. [thetapaktuanpost]

Menteri LHK: Peran Pers Penting dalam Percepatan Rehabilitasi Mangrove

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Menteri LHK Siti Nurbaya mengapresiasi dan mendorong keterlibatan insan pers dalam menggaungkan upaya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya dalam hal program percepatan rehabilitasi mangrove di Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Siti pada Workshop Nasional Percepatan Rehabilitasi Manggrove dengan tema “Peran Insan Pers dalam Membangun Inisiatif Kolaborasi Percepatan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan” secara hybrid (luring dan daring) dari Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (20/1/2022).

“Saya menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih atas prakarsa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memasukkan Agenda Mangrove dalam rangkaian acara Hari Pers Nasional Tahun 2022 sebagai tanda atensi yang sungguh-sungguh dari kalangan pers, jurnalistik, akan aspek lingkungan dan sumberdaya alam,” kata Menteri Siti.

Siti menyampaikan, Pers sebagai pilar keempat demokrasi punya peran sangat penting dan strategis di dalam menyejahterakan masyarakat dan memajukan bangsa yang dalam konteks percepatan rehabilitasi mangrove, pers dapat memberikan gambaran objektif kepada masyarakat, sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat, serta mendorong langkah-langkah perbaikan di lapangan untuk segera dilakukan.

“Keberadaan pers yang profesional akan mendorong keterlibatan publik pada aksi-aksi nyata mengawal implementasi kebijakan di tingkat tapak. Demi terwujudnya Indonesia Maju, kita akan terus bersama-sama bergerak,” ujar Menteri Siti. []

Ternyata Bukan Sawit Tanaman yang Boros Air, Tapi Tanaman Ini

0
Hutan pinus di Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Bogor. (Kristianto Purnomo/Kompas.com)

Nukilan.id – Sejumlah penelitian terkait kebutuhan air berbagai tanaman sudah sejak lama dilakukan para ahli. Pasalnya, jauh sebelum perkebunan sawit di Indonesia berkembang, dengan menggunakan indikator evapotranspirasi tanaman, Coster (1938) menemukan bahwa tanaman bambu dan lamtoro tergolong boros air dengan kebutuhan sekitar 3.000 mm per tahun. Kemudian disusul tanaman akasia 2.400 mm per tahun, sengon 2.300 mm per tahun. Sementara Pinus dan Karet sekitar 1.300 mm per tahun. Sedangkan kebun sawit hanya 1.104 mm per tahun.

Jika dilihat porsi curah hujan yang dimanfaatkan kelapa sawit, Pasaribu dkk (2012) menemukan bahwa persentase curah hujan yang digunakan oleh perkebunan kelapa sawit yakni sebesar 40 persen dari curah hujan tahunan. Persentase tersebut lebih kecil apabila dibandingkan dengan Mahoni yang sebesar 58 persen dan Pinus yakni sebesar 65 persen.

“Selama ini tanaman Pinus, Akasia, dan Sengon populer dijadikan tanaman hutan baik dalam program reboisasi maupun hutan tanaman industri. Tanaman kehutanan tersebut ternyata relatif boros menggunakan air. Sementara tanaman sawit yang selama ini dituduhkan boros air, ternyata jauh lebih hemat dibandingkan tanaman hutan tersebut bahkan sawit juga lebih hemat air dibandingkan dengan tanaman karet,” seperti dikutip dari laman Palm Oil Indonesia.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kebun sawit justru termasuk tanaman yang relatif hemat menggunakan air dibandingkan tanaman hutan maupun tanaman Karet. Tidak hanya hemat air, tanaman sawit yang sistem perakarannya serabut dan masif membentuk biopori alamiah yang berfungsi menyimpan air dan bahan organik yang berguna bagi tanah. [Wartaekonomi]

4 Ruas Tol di Sumut Akan Segera Beroperasi

0
Penampakan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar Foto: Noval Andriansyah/ ribun Lampung

Nukilan.id – Ada empat ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang rencananya akan segera beroperasi pada tahun 2022 ini. Sebagaimana disampaikan Direktur Operasi III PT Hutama Karya (HK) Koentjoro.

“Untuk ruas tol yang akan beroperasi pada tahun ini ada empat,” kata Koentjoro, di Bandarlampung, Jumat (21/1/2021).

Ia menjelaskan, ruas JTTS yang direncanakan beroperasi tersebut diantaranya, Tol Binjai -Stabat dengan panjang 12,3 kilometer yang bila tidak ada perubahan akan diresmikan pada 27 atau 28 Januari ini oleh Presiden RI Joko Widodo.

Selanjutnya, ruas Tol Taba Penanjung-Bengkulu dengan panjang 18 kilometer, dan Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 32 kilometer sebelum akhir Maret untuk mendukung arus mudik lebaran.

“Satu lagi yaitu seksi Aceh paling lambat beroperasi akhir tahun, karena ada masalah pelepasan kawasan hutan. Tapi keseluruhan yang di Aceh tahun depan sudah menyatu,” katanya pula.

Kemudian, ia pun mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan desain konstruksi ke Kementerian PUPR untuk pembangunan tahap II yang dimulai dari Sumatera Selatan, Betung, Jambi sampai ke Pekanbaru.

“Desain sudah jadi dan telah kami ajukan ke pemerintah untuk mencari bagaimana skema pendanaan yang terbaik,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dalam hal ini apabila Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan sudah memiliki skema pendanaan yang baik dan bisa diterapkan, paling cepat pelaksanaan pembangunan dimulai pada triwulan ketiga.

“Tapi hal ini bisa jalan tentu tergantung pemerintah, namun salah satu skema pembiayaan alternatif adalah recycling sebagai sumber pembiayaan pembangunan berikutnya. Tapi semua itu kembali lagi kepada Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan yang memiliki kewenangan,” pungkasnya. [Suaracom]

Kecelakaan Maut, Truk Konteiner Tabrak 19 Kendaraan dan 5 Tewas Seketika

0
Kecelakaan Maut, Truk Konteiner Tabrak 19 Kendaraan dan 5 Tewas Seketika (Foto: Sindonews)

Nukilan.id – Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan 20 kendaraan terjadi di Trafic Light Simpang Muara Rapak, Jalan Soekarno-Hatta,Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pukul 06.30 Wita.

Berdasarkan informasi terakhir, kecelakaan karambol ini mengakibatkan 5 korban tewas, 1 kritis, 13 luka ringan.

Kecelakaan maut ini total melibatkan melibatkan 6 kendaraan roda empat dan 14 kendaraan roda dua. Biang tabrakan lantaran truk kontainer yang melaju di belakang diduga mengalami rem blong sehingga menabrak 19 kendaraan yang sedang berhenti di traffic light atau lampu merah.

Kecelakaan Maut, Truk Konteiner Tabrak 19 Kendaraan dan 5 Tewas Seketika (Foto: Sindonews)

Dalam rekaman video terlihat truk kontainer diduga mengalami rem blong dan menyeruduk sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di trafic light Simpang Muara Rapak.

Tabrakan maut ini mengakibatkan 5 pengendara tewas. Dua korban tewas di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri).

“Tabrakan beruntun. Truk rem blong. Banyak korban berjatuhan. Alhamdulillah saya selamat,” ujar salah satu warga yang merekam kejadian.

Dari rekaman CCTV terlihat truk melaju dengan kecepatan tinggi menghajar belasan kendaraan yang tengah berada di trafic light Simpang Muara Rapak, Balikpapan.

Terlihat dari video yang beredar, setidaknya ada kendaraan besar, mobil dan sepeda motor yang harus ringsek akibat kejadian laka lantas tersebut.

Adapun laka tersebut telah mengakibatkan pemandangan yang tragis korban berjatuhan dengan berbagai kondisi. Ada yang hanya bisa terduduk, serta terkapar di jalan.

Dirlantas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Sonny Irawan menjelaskan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi di lapangan termasuk CCTV yang merekam detik-detik kecelakaan. “Sopir truk sudah diamankan di Mapolresta Balikpapan,” katanya.

Diketahui kawasan ini kerap terjadi kecelakaan yang diakibatkan kendaraan yang mengalami rem blong. [Sindonews]

Singkirkan Arsenal, Liverpool Tantang Chelsea Di Final Piala EFL

0
Selebrasi Diogo Jota usai mencetak gol dalam laga Arsenal vs Liverpool, Jumat (21/1/2022)

Nukilan.id – Diogo Jota menjadi bintang kemenangan 2-0 yang diraih Liverpool di markas Arsenal, Emirates Stadium dalam partai semifinal leg kedua Carabao Cup 2021/22, Jumat (21/1/2022) dini hari WIB.

Jota memborong dua gol, masing-masing ia cetak pada babak pertama dan kedua untuk memastikan kemenangan agregat 2-0 Liverpool setelah bermain 0-0 di leg pertama.

Berkat hasil ini, Liverpool pun berhak melaju ke partai final Carabao Cup musim ini untuk menantang Chelsea. Rencananya, partai puncak ini akan digelar pada 27 Februari 2022 mendatang.

Babak Pertama

Arsenal mencoba langsung tampil agresif sejak awal laga. Sayang, peluang tuan rumah lewat tendangan bebas Alexandre Lacazette ketika pertandingan baru berjalan enam menit masih membentur mistar gawang.

Memasuki menit ke-13, Liverpool sempat mencetak gol lewat aksi Fabinho yang mencocor bola di muka gawang Aaron Ramsdale. Namun, gol ini dianulir karena gelandang asal Brasil itu sudah berdiri dalam posisi offside.

Liverpool akhirnya sukses membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat aksi brilian Jota. Membawa bola sendirian ke jantung pertahanan Arsenal, Jota melepas tembakan yang sejatinya tidak terlalu keras, tetapi sukses memperdaya Ramsdale.

Arsenal berupaya menyamakan kedudukan. Namun, nyaris tak ada serangan berbahaya yang dilancarkan pasukan Mikel Arteta setelah kebobolan. Keunggulan 1-0 Liverpool bertahan hingga turun minum.

Babak Kedua

Kembali dari kamar ganti, Arsenal dan Liverpool masih saling bertukar serangan. Setelah peluang Lacazette gagal berbuah gol, giliran Kaide Gordon yang menyia-nyiakan kesempatan untuk mencetak gol.

Konate yang baru masuk di awal kedua hampir saja menggandakan keunggulan Liverpool pada menit ke-59. Sayang, sundulannya meneruskan umpan sepak pojok masih digagalkan tiang gawang.

Jota mencetak gol keduanya pada menit ke-77. Gol ini sempat dianulir hakim garis yang menganggap pemain asal Portugal itu sudah offside. Namun, VAR akhirnya mengesahkan gol ini. Liverpool pun unggul 2-0.

Di menit-menit akhir, Arsenal harus bermain dengan 10 orang setelah Thomas Partey mendapat kartu kuning kedua karena melanggar Fabinho.

Tak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua tim di sisa laga. Skor 2-0 untuk kemenangan Liverpool pun menjadi hasil akhir laga ini.

Susunan Pemain

Arsenal: Aaron Ramsdale; Takehiro Tomiyasu, Ben White, Gabriel Magalhaes, Kieran Tierney; Albert Sambi Lokonga; Bukayo Saka, Emile Smith Rowe (Thomas Partey 74′), Martin Odegaard, Gabriel Martinelli; Alexandre Lacazette (Eddie Nketiah 74′).

Liverpool: Caoimhin Kelleher; Trent Alexander-Arnold, Joel Matip (Ibrahima Konate 46′), Virgil van Dijk, Andy Robertson; Jordan Henderson (James Milner 75′), Fabinho, Curtis Jones; Kaide Gordon (Takumi Minamino 63′), Roberto Firmino (Neco Williams 84′), Diogo Jota.[Bolanet]