Beranda blog Halaman 184

Media Iran Konfirmasi Ayatollah Ali Khamenei Tewas Usai Serangan Udara AS–Israel

0
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Bloomberg)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang memimpin Republik Islam selama lebih dari tiga dekade di tengah ketegangan berkepanjangan dengan Barat, dilaporkan tewas pada Sabtu setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran. Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun.

Media Iran pada Minggu mengonfirmasi kematian tersebut. Dalam laporan resmi disebutkan bahwa Khamenei tewas di kompleks kantornya dan pemerintah akan menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi kabar tersebut melalui media sosial. Ia menulis, “Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi bagi seluruh warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan gerombolan preman haus darahnya.”

Kematian Khamenei menandai berakhirnya satu periode penting dalam sejarah modern Iran. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai arah politik negara tersebut maupun siapa sosok yang akan menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi.

Tokoh Revolusi 1979

Khamenei merupakan ulama senior yang muncul dari gerakan religius anti-imperialis yang menggulingkan monarki Iran dalam Revolusi Islam 1979. Dengan penampilan khas janggut putih, sorban hitam, dan jubah ulama, ia dikenal sebagai figur religius konservatif yang jarang meninggalkan Iran selama menjabat.

Sepanjang kepemimpinannya, ia menggunakan kewenangan politik dan keagamaan untuk menekan berbagai gelombang protes terhadap sistem Republik Islam. Sikap kerasnya terhadap tuntutan hak perempuan dan kebebasan sipil memperkuat citranya sebagai pemimpin yang tidak ragu menggunakan kekuatan negara demi mempertahankan kekuasaan.

Khamenei menempatkan Iran sebagai musuh utama Israel dan penentang keras pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah. Ketidakpercayaannya terhadap Washington berakar pada sejarah campur tangan AS dalam politik Iran serta dukungan Amerika terhadap rezim monarki yang pernah memenjarakannya. Ia berulang kali menyerukan kehancuran Israel dan menyebut negara tersebut sebagai “tumor kanker” di kawasan.

Ideologi dan Konsep Jihad

Menurut Mehdi Khalaji dari Washington Institute for Near East Policy, Khamenei berperan penting dalam menjadikan konsep jihad sebagai fondasi ideologi negara Iran modern. Ia disebut berupaya menjadikan perjuangan berbasis iman melawan Barat—terutama Amerika Serikat—sebagai elemen utama sistem politik Republik Islam.

Sejak menggantikan Ruhollah Khomeini pada 1989, Khamenei memperkuat posisi institusi keagamaan garis keras serta militer, kerap berseberangan dengan aspirasi publik yang menginginkan reformasi dan hubungan lebih terbuka dengan Barat.

Gelombang protes nasional, termasuk demonstrasi besar pada 2022 setelah kematian seorang perempuan muda dalam tahanan polisi moral, ditanggapi dengan tindakan represif melalui aparat keamanan dan eksekusi yudisial. Kelompok hak asasi manusia mencatat ribuan korban tewas dalam berbagai aksi penindasan tersebut.

Pengaruh Regional Iran

Pengaruh Khamenei melampaui batas negara Iran. Ia mengawasi ekspansi Korps Garda Revolusi Islam yang menjadi kekuatan militer utama sekaligus alat proyeksi kekuatan Iran di luar negeri. Organisasi tersebut juga mengembangkan jaringan bisnis luas yang disebut mencakup hingga 40 persen ekonomi Iran.

Di bawah kepemimpinannya, Iran membangun jaringan sekutu negara maupun kelompok non-negara di Timur Tengah sebagai penyeimbang terhadap Israel dan sekutu Amerika Serikat. Pengaruh Teheran meluas ke Irak, Suriah, Lebanon, Yaman, dan Gaza melalui dukungan milisi serta perang proksi.

Iran juga memberikan dukungan kepada Hamas sebagai bagian dari posisinya membela Palestina. Namun dinamika kawasan berubah setelah konflik besar yang pecah sejak Oktober 2023, yang melemahkan jaringan aliansi regional Iran.

Program Nuklir dan Konflik dengan Barat

Meski berulang kali menyatakan Iran tidak berniat memiliki senjata nuklir, Khamenei tetap mengawasi pengembangan program nuklir yang lama dicurigai Barat memiliki dimensi militer. Kesepakatan nuklir tahun 2015 kemudian runtuh setelah Amerika Serikat menarik diri pada 2018 di bawah pemerintahan Trump.

Krisis ekonomi yang memburuk turut memicu pemberontakan nasional pada Desember 2025 akibat anjloknya nilai mata uang dan melonjaknya harga kebutuhan pokok. Aparat keamanan dilaporkan menewaskan ribuan demonstran dan melakukan penangkapan massal. Dalam pernyataannya saat itu, Khamenei menyatakan bahwa “para perusuh harus ditempatkan pada tempatnya.”

Perjalanan Hidup

Khamenei lahir pada 17 Juli 1939 di Mashhad. Pada usia 19 tahun, ia pindah ke Qom untuk belajar agama di bawah bimbingan Khomeini. Ia aktif dalam gerakan bawah tanah menentang Shah Iran dan beberapa kali ditangkap serta diasingkan.

Setelah Revolusi Islam, ia diangkat sebagai imam salat Jumat di Teheran. Sebuah percobaan pembunuhan membuat tangan kanannya lumpuh, namun beberapa bulan kemudian ia terpilih menjadi presiden Iran.

Meski dikenal konservatif, pada awal kariernya ia digambarkan sebagai ulama yang lembut, pecinta sastra, dan memiliki enam anak.

Ketika Khomeini wafat pada 1989, Khamenei bukan kandidat paling kuat karena tingkat keilmuannya belum memenuhi syarat konstitusi sebagai ayatollah. Namun melalui amandemen konstitusi, ia akhirnya diangkat sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Sepanjang masa pemerintahannya, beberapa presiden moderat sempat terpilih, tetapi ruang reformasi tetap terbatas. Gelombang protes besar pada 2009 dan 2019 ditumpas keras, sementara pada 2020 ia melarang penggunaan vaksin buatan AS dan Eropa selama pandemi Covid-19.

Pada tahun yang sama, setelah Garda Revolusi mengakui menembak jatuh pesawat Ukraina, Khamenei dalam khotbah langka membela militer Iran, menegaskan loyalitasnya kepada aparat keamanan di tengah kritik publik.

BlindVision, Inovasi Tongkat Pintar Karya Mahasiswa USK Bantu Mobilitas Aman Siswa Tunanetra

0
BlindVision, Inovasi Tongkat Pintar Karya Mahasiswa USK Bantu Mobilitas Aman Siswa Tunanetra. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Suasana aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banda Aceh tampak berbeda pada Jumat pagi. Antusiasme dan rasa penasaran para siswa tunanetra terlihat ketika Tim Yareuu dari Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan BlindVision, sebuah tongkat pintar berbasis Arduino yang dirancang untuk membantu mobilitas lebih aman dan mandiri bagi penyandang disabilitas netra.

Amatan Nukilan.id, kegiatan tersebut berlangsung dalam Sosialisasi Implementasi Program The 6th Innovillage 2025, yang menjadi bagian penting perjalanan inovasi sosial yang dikembangkan tim mahasiswa USK tersebut.

Dosen Pembimbing Tim Yareuu, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa keterlibatan tim bermula dari Program Innovillage, yakni program kolaborasi antara Telkom Indonesia, Telkom University, dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berfokus pada pengembangan inovasi sosial berbasis teknologi digital.

“Dari ratusan tim yang pitching, kini 180 tim dari seluruh kampus di Indonesia resmi didanai dan siap masuk tahap implementasi Innovillage 6th, dan Tim Yareuu adalah salah satunya,” ungkap Febi.

Ia menambahkan, setiap tahun Innovillage mendorong peserta mengembangkan inovasi dalam lima fokus utama, yakni lingkungan, kesehatan, pangan, UMKM dan perempuan, serta disabilitas. Tema inklusi yang diangkat Tim Yareuu kemudian membawa mereka bermitra dengan SLB Negeri Banda Aceh.

Menurut Febi, proses pengembangan inovasi tidak langsung dimulai dari laboratorium, melainkan dari pendekatan sosial. Sejak November 2025, tim melakukan observasi lapangan, presentasi, monitoring, hingga sosialisasi dan implementasi program. Mereka melakukan wawancara langsung dengan tujuh siswa tunanetra dan guru untuk memahami tantangan mobilitas sehari-hari.

Dari hasil observasi tersebut, tim menemukan berbagai hambatan yang kerap dihadapi siswa, mulai dari rintangan di depan, benda setinggi lutut, hingga genangan air yang sulit terdeteksi menggunakan tongkat konvensional. Dari kebutuhan itulah kemudian lahir BlindVision.

Ketua tim, Frans Ryan Situmorang, bersama anggota tim Ohi Dermawan T. dan Najwa Fajrina Latisi, mahasiswa Teknik Pertambangan USK, menjelaskan bahwa BlindVision merupakan tongkat pintar berbasis Arduino yang mampu mendeteksi rintangan secara real-time dan memberikan peringatan melalui getaran serta suara.

“BlindVision dirancang sebagai solusi mobilitas yang lebih aman dan adaptif. Teknologinya terjangkau, mudah dirakit, serta bersifat open-source sehingga bisa dikembangkan lebih lanjut. Kami juga menghadirkan sistem peringatan multi-indra—vibrasi dan audio—agar pengguna mendapatkan informasi lebih jelas,” terang Frans.

Tongkat pintar tersebut dilengkapi sensor pada kotak utama yang mampu mendeteksi objek di bagian depan dengan jarak 10–40 sentimeter, sisi kanan 10–40 sentimeter, serta sisi kiri 10–50 sentimeter. Ketika rintangan terdeteksi, pengguna akan menerima peringatan berupa getaran dan audio. Alat ini juga memiliki fitur bantuan dan alarm suara apabila tongkat terjatuh.

Berbeda dengan tongkat konvensional yang mengandalkan sentuhan fisik, BlindVision memungkinkan pengguna mengetahui keberadaan rintangan lebih awal sehingga memiliki waktu untuk merespons dengan lebih aman.

Dalam sesi praktik, tim memperagakan langsung cara kerja alat di hadapan siswa. Saat sensor mendeteksi kursi di depan, tongkat secara otomatis bergetar dan mengeluarkan suara peringatan. Sejumlah siswa dan guru pendamping kemudian mencoba alat tersebut secara langsung dan merasakan fungsi getaran sebagai penunjuk arah langkah.

Kepala SLB Negeri Banda Aceh, Nurlina, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas inovasi yang diperkenalkan kepada para siswa. Menurutnya, BlindVision tidak hanya menjadi alat bantu mobilitas, tetapi juga media pembelajaran teknologi yang mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa tunanetra.

Bagi Tim Yareuu, inovasi ini bukan sekadar proyek kompetisi, melainkan wujud komitmen menghadirkan teknologi yang inklusif bagi semua kalangan. Dalam sesi penutup kegiatan, Febi menegaskan pentingnya teknologi yang dapat diakses oleh semua orang.

“Teknologi tidak hanya milik mereka yang mampu melihat, tetapi juga hadir untuk mereka yang ingin melangkah lebih jauh tanpa rasa takut.”

Mengusung tagline “Langkah Pasti, Tanpa Ragu. Mobilitas Aman untuk Tunanetra,” BlindVision menjadi contoh kolaborasi antara kampus, industri, dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan solusi nyata bagi penyandang disabilitas.

Bagi para siswa yang mencoba tongkat pintar tersebut, pengalaman di aula SLB Negeri Banda Aceh pagi itu menjadi lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi. Inovasi tersebut menghadirkan harapan baru menuju kemandirian—langkah pasti tanpa ragu. (XRQ)

BI Tukar Uang Rusak Korban Banjir di Aceh Hingga Rp 300 Juta

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media di Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh telah menerima dan menukar uang rusak milik masyarakat korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Total uang rusak yang ditukarkan diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyebutkan angka tersebut masih bersifat estimasi karena proses penghitungan belum sepenuhnya rampung dan pihaknya juga masih menerima penukaran uang rupiah tidak layak edar (UTLE) ini.

“Kami telah menerima dan menukar uang rusak sekitar Rp300 juta. Angka pastinya belum kami hitung, tapi perkiraan yang sudah menukar sekitar segitu,” ujar Agus kepada awak media, termasuk Nukilan di Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, pihak yang memanfaatkan layanan penukaran ini tidak hanya masyarakat umum dari 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir, tetapi juga perbankan yang turut mengalami kerusakan akibat bencana.

Proses penukaran dilakukan secara transparan sesuai regulasi Bank Indonesia, mencakup verifikasi fisik uang dan pencatatan identitas pemilik.

Agus juga mengingatkan masyarakat agar membersihkan terlebih dahulu uang yang akan ditukarkan sebelum dibawa ke kantor BI, sehingga kondisi fisik dan nominal uang dapat terbaca dengan jelas.

“Jangan pula uang rusak terbalut lumpur dibawa untuk ditukar. Harus dibersihkan terlebih dahulu agar terlihat bentuk dan nominal uangnya,” pungkasnya.

Layanan penukaran uang tidak layak edar ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam mengembalikan hak finansial masyarakat penyintas banjir di Aceh.

Reporter: Rezi

Nilam Aceh Bangkit dari Masa Surut, Integrasi Petani hingga Digitalisasi Dorong Ekspor

0
Ilustrasi minyak nilam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Di ujung barat Indonesia, sebuah komoditas yang sejak lama dikenal dunia perlahan kembali menemukan momentumnya. Tanaman nilam—atau patchouli dalam perdagangan global—kini kembali menjadi harapan baru bagi petani di Aceh setelah sempat mengalami masa keterpurukan akibat fluktuasi harga yang tajam.

Sejak era kolonial, nilam telah menjadi salah satu komoditas unggulan Aceh. Tanaman ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi sumber penghidupan masyarakat. Namun dalam dua dekade terakhir, ketidakstabilan harga membuat banyak petani meninggalkan komoditas tersebut.

Ketua Kelompok Tani Seulawah Agam, Jakfar Siddiq, mengenang masa ketika nilam menjadi primadona di Desa Teuladan, Aceh Besar. Sejak 1998, hampir seluruh kebun warga ditanami nilam karena harga minyaknya pernah menembus Rp1 juta per kilogram.

Situasi berubah drastis ketika harga jatuh hingga Rp85 ribu per kilogram, memaksa petani beralih ke komoditas lain.

“Di tahun 2024 ini baru muncul lagi nilam. Ini nampaknya kalau enggak bertahan harga, anjlok lagi, ini yang jadi permasalahan nilam dan akan beralih ke jagung,” ujarnya saat ditemui di lahannya di Aceh Besar, dikutip Minggu (1/3/2026).

Kini, sekitar 20 hektare lahan kembali ditanami nilam. Tantangan budidaya masih dihadapi petani, terutama pertumbuhan gulma yang cepat pada tanah subur sehingga pembersihan rumput harus dilakukan dua hingga empat kali dalam satu musim tanam. Meski demikian, hama dan penyakit relatif lebih terkendali berkat penggunaan cairan khusus.

Dalam proses produksi, kualitas menjadi faktor utama. Dari sekitar 50 kilogram daun nilam, rata-rata hanya menghasilkan 1,3 kilogram minyak nilam, sehingga ketelitian saat panen dan pengolahan sangat menentukan nilai jual.

Tata Kelola Jadi Persoalan Utama

Di sektor hilir, Direktur Razma Agro Jayana, Razuan, menilai persoalan utama industri nilam bukan terletak pada permintaan pasar global. Justru, menurutnya, kebutuhan dunia terhadap minyak nilam masih jauh lebih besar dibanding pasokan yang tersedia.

Kebutuhan global diperkirakan mencapai 2.000–2.500 ton per tahun, sementara produksi baru berkisar 1.000–1.200 ton.

“Sekarang pembeli luar negeri tidak hanya tanya harga. Mereka tanya siapa petaninya, kapan tanamnya, bagaimana prosesnya. Semua harus jelas,” ujarnya.

Menurut Razuan, masalah klasik berada pada tata kelola rantai pasok serta ketidakpastian harga di tingkat petani. Untuk mengatasinya, perusahaan menerapkan sistem contract farming, di mana petani memperoleh jaminan pembeli, harga minimal, serta akses pembiayaan.

Biaya penanaman nilam per hektare berkisar Rp50 juta hingga Rp70 juta. Dengan produktivitas rata-rata 200–300 kilogram per tahun, potensi pendapatan bersih petani dapat mencapai sekitar Rp10 juta per bulan, bergantung pada harga pasar.

“Kalau satu hektare itu, meskipun hanya menghasilkan 150 kilogram per tahun, pendapatannya sudah setara upah minimum,” katanya.

Hingga 2026, Razma Agro Jayana telah mengintegrasikan sekitar 500 petani dengan total luas lahan 592 hektare di delapan kabupaten/kota melalui sistem Razma Digitalize Nilam Ecosystem yang memungkinkan penelusuran produksi dari kebun hingga proses ekspor.

Harga Global Masih Berpengaruh

Di tingkat eksportir, Direktur PT U Green Aromatic International, Faisal Alfarisi, menjelaskan bahwa harga minyak nilam tetap sangat bergantung pada dinamika pasar internasional.

Saat ini harga minyak nilam berada di kisaran Rp680 ribu hingga Rp700 ribu per kilogram. Nilai tersebut lebih rendah dibanding akhir 2024 yang sempat mencapai Rp1,35 juta bahkan Rp2 juta di sejumlah wilayah.

“HPP minyak nilam berada di kisaran Rp500 ribu sampai Rp550 ribu per kilogram. Jadi secara hitungan masih ada keuntungan,” ujarnya.

Perusahaan mengekspor minyak nilam ke Prancis dan Amerika Serikat. Namun harga pembelian tetap mengikuti permintaan pembeli luar negeri.

“Kalau buyer kita beli turun, kita juga harus beli dari petani turun. Tapi kalau naik, kita juga naikkan,” katanya.

Tantangan Literasi Digital Petani

Dari kalangan akademisi, Dosen Agribisnis Universitas Syiah Kuala, Ade Surya Mandira, melihat transformasi industri nilam kini mulai bergerak melalui platform digital Mynila yang terhubung dengan Integrated Reporting Platform (IRP). Sistem ini mencatat data petani, lahan, produksi, hingga transaksi secara terintegrasi.

“Bukan karena petaninya tidak mau, tetapi memang keterbatasan literasi digital dan jaringan,” ujarnya.

Ia menilai digitalisasi rantai pasok menjadi kunci untuk meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan pembeli global. Selain itu, sistem pencatatan digital juga membuka peluang akses pembiayaan perbankan bagi petani.

Setelah sempat terpuruk, nilam Aceh kini perlahan kembali menunjukkan kebangkitannya. Melalui integrasi petani, kepastian kontrak, serta pemanfaatan teknologi digital, komoditas yang pernah disebut sebagai “emas hijau” itu kembali menembus pasar ekspor dan membuka harapan baru bagi sektor pertanian Aceh.

Relokasi Pengungsi Pascabencana Sumatera Dikebut, Ditargetkan Tuntas Sebelum Lebaran

0
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera. (Foto: Kemendagri)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat direlokasi ke hunian yang lebih layak sebelum Idul Fitri 2026.

Target percepatan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menyebut relokasi pengungsi menjadi prioritas utama pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, seiring berkurangnya jumlah warga yang masih tinggal di tenda darurat.

“Kita harapkan secepat mungkin bisa menyelesaikan sebelum Idul Fitri. Kalau bisa sebelum Idul Fitri semua tidak ada di tenda tapi di huntara atau menerima dana tunggu hunian yang diberikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

Pada fase awal bencana, jumlah warga terdampak tercatat lebih dari dua juta orang. Namun hingga 27 Februari 2026, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda darurat tersisa 11.307 jiwa. Mayoritas pengungsi berada di Aceh sebanyak 10.394 jiwa, sementara di Sumatera Utara tersisa 913 jiwa. Adapun seluruh pengungsi di Sumatera Barat dilaporkan telah meninggalkan tenda darurat.

Untuk mempercepat proses relokasi, Satgas PRR mendorong pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), serta penyaluran dana tunggu hunian bagi warga terdampak.

Berdasarkan data per 27 Februari 2026, pembangunan huntara di tiga provinsi ditargetkan mencapai 18.253 unit. Hingga kini, sebanyak 10.498 unit atau sekitar 57 persen telah terealisasi.

Sementara itu, pembangunan hunian tetap juga terus berjalan. Dari target 36.669 unit huntap, sebanyak 1.363 unit masih dalam tahap pembangunan. Enam unit huntap di Sumatera Barat dilaporkan telah rampung.

Selain penyediaan hunian, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan perbaikan rumah rusak. Dari lebih dari 73.000 rumah yang teridentifikasi mengalami kerusakan, proses verifikasi serta pencairan bantuan terus dipercepat agar masyarakat dapat segera memperbaiki rumah secara mandiri.

Satgas PRR memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama pemerintah daerah terus diperkuat. Dukungan dari Kementerian PUPR, BNPB, Danantara, serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dinilai penting untuk memastikan masyarakat terdampak segera menempati hunian yang aman dan layak.

Afdhal Khalilullah Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Banda Aceh

0
Afdhal Khalilullah Hadiri Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Muhammadiyah Banda Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menghadiri kegiatan buka puasa bersama keluarga besar Muhammadiyah Kota Banda Aceh yang digelar di Muhammadiyah Children Center (MCC) atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah, unsur legislatif, kalangan akademisi, hingga masyarakat umum.

Turut hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banda Aceh Irpannusir Rasman, Rektor Universitas Ahmad Dahlan Aceh T. Muhardi Juli bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Aceh. Hadir pula anggota DPRK Banda Aceh dari Fraksi Partai Amanat Nasional, yakni Aulia Afridzal, Zidan Al Hafidh, dan Ismawardi.

Dalam sambutannya, Afdhal menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang dinilainya konsisten berperan dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan di Kota Banda Aceh, termasuk melalui pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial anak.

Menurutnya, bulan Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial, khususnya terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

“Pemerintah Kota Banda Aceh sangat menghargai kontribusi Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia dan membantu masyarakat, terutama melalui lembaga sosial seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus memperkuat sinergi dengan organisasi kemasyarakatan dan lembaga keagamaan dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan diawali dengan tausiah Ramadan yang disampaikan oleh Tgk. Abrar Zym. Dalam tausiahnya, ia mengajak jamaah memanfaatkan bulan suci sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah serta memperkuat kepedulian sosial.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa bersama anak-anak asuh serta seluruh tamu undangan dalam suasana kekeluargaan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara Pemerintah Kota Banda Aceh dan keluarga besar Muhammadiyah semakin erat dalam upaya mewujudkan masyarakat yang religius, peduli, dan sejahtera. (XRQ)

IMPPETA Gelar Saweu Sikula dan Berbagi Takjil di SMPN 1 Trumon Timur, Hadirkan Pesantren Kilat dan Motivasi Pelajar

0

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Suasana Ramadhan 1447 Hijriah di SMP Negeri 1 Trumon Timur terasa lebih hangat melalui kegiatan Saweu Sikula yang digagas Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Trumon Tengah (IMPPETA). Kegiatan yang dirangkai dengan pesantren kilat dan aksi berbagi takjil ini menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada pelajar serta masyarakat di kampung halaman.

Mengusung tema “Menjalin Silaturahmi, Menginspirasi Generasi, dan Berbagi Berkah Ramadhan,” kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (26–27 Februari 2026). Agenda ini tidak hanya menjadi kunjungan edukatif, tetapi juga ruang pertemuan antara mahasiswa dan pelajar untuk berbagi pengalaman, motivasi, serta nilai-nilai keislaman.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti pesantren kilat yang berisi materi keagamaan, motivasi pendidikan, serta pembentukan karakter generasi muda.

Pada hari pertama, Kamis (26/2/2026), materi disampaikan oleh Bang Feri Hardani, S.Pd.I dan Bang Fahrizal Lukmanul Hakim, S.T. Keduanya menekankan pentingnya menjaga akhlak di era modern, istiqamah dalam menjalankan ibadah Ramadhan, serta membangun cita-cita tinggi meski berasal dari daerah.

Para pemateri juga mengajak siswa untuk tidak merasa minder terhadap latar belakang kampung halaman. Mereka menegaskan bahwa generasi dari Trumon memiliki peluang yang sama untuk meraih kesuksesan melalui disiplin, usaha, dan doa orang tua.

Sementara itu, pada Jumat (27/2/2026), sesi kedua diisi oleh Bang Amran Ibrahim, S.E., M.Si dan Bang Tata Yunita, S.Sos. Materi yang disampaikan berfokus pada kepemimpinan pelajar, tanggung jawab moral generasi muda, serta pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan sosial.

Dialog interaktif antara pemateri dan siswa berlangsung aktif. Para pelajar tampak antusias mengajukan pertanyaan sekaligus menyampaikan cita-cita mereka, mencerminkan potensi besar generasi muda Trumon yang terus berkembang.

Menjelang waktu berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil kepada masyarakat sekitar sekolah. Aksi sosial ini merupakan kolaborasi antara IMPPETA dan SMP Negeri 1 Trumon Timur yang melibatkan mahasiswa, guru, serta siswa dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Kepala SMP Negeri 1 Trumon Timur, Samsul Arifin, S.Pd.I., M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa memberikan dampak positif bagi para siswa, tidak hanya dari sisi pengetahuan tetapi juga keteladanan.

“Kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar IMPPETA yang telah memilih SMPN 1 Trumon Timur sebagai bagian dari gerakan pengabdian mereka. Kehadiran para mahasiswa ini memberikan energi baru, motivasi baru, dan harapan baru bagi anak-anak kami. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan siswa, sehingga pesan yang disampaikan benar-benar menyentuh hati,” katanya.

Ia menilai kegiatan tersebut relevan dengan kebutuhan pembinaan karakter pelajar, terutama di bulan Ramadhan yang menjadi momentum penguatan nilai spiritual dan akhlak.

“Kami melihat sendiri bagaimana antusiasme siswa saat mengikuti Pesantren Kilat dan kegiatan berbagi takjil. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pembelajaran kehidupan. Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di sini. Semoga IMPPETA terus menjadi mitra strategis sekolah dalam membina dan menginspirasi generasi muda Trumon Raya,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia juga mendoakan agar mahasiswa IMPPETA diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan dan kelak kembali membangun daerah dengan ilmu serta akhlak yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum IMPPETA, Priyoga Zirda, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap daerah asal mereka.

“Kami percaya, pendidikan adalah kunci perubahan. Saweu Sikula adalah cara kami kembali, berbagi, dan memastikan adik-adik kami memiliki semangat yang lebih besar dari keterbatasan yang ada. Ramadhan mengajarkan kita tentang keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan. Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari gerakan besar membangun generasi Trumon yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” jelasnya.

Melalui kegiatan Saweu Sikula dan berbagi takjil ini, IMPPETA berharap sinergi antara mahasiswa dan institusi pendidikan terus berlanjut demi mendorong kemajuan pendidikan serta pembinaan generasi muda di Trumon Raya, Kabupaten Aceh Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi sederhana dapat menghadirkan dampak sosial yang nyata—menanam nilai, menumbuhkan harapan, dan menguatkan mimpi generasi masa depan. (XRQ)

Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama Warnai Purnatugas Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh

0
Santunan Yatim dan Buka Puasa Bersama Warnai Purnatugas Kabag TU Kanwil Kemenag Aceh. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh menggelar rangkaian kegiatan santunan anak yatim, buka puasa bersama, serta pelepasan purnatugas Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Ahmad Yani, Jumat (27/2/2026). Kegiatan berlangsung di area outdoor kantor wilayah dan diikuti jajaran pimpinan serta aparatur sipil negara setempat.

Sebelum waktu berbuka, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Azhari bersama jajaran menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim. Penyaluran bantuan tersebut turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cenderamata kepada Kabag TU Ahmad Yani di ruang kerja, sebelum pelaksanaan salat Isya dan Tarawih di Mushalla Al-Ikhlas. Salat berjamaah dipimpin oleh Kakankemenag Aceh Jaya, Amirullah Jakfar.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan kontribusi Ahmad Yani selama mendampingi kepemimpinan di lembaga berlogo “Ikhlas Beramal” tersebut. Ahmad Yani diketahui akan memasuki masa purnabakti per 1 Maret 2026, setelah menjabat sebagai Kabag TU sejak Agustus 2023.

“Kita merasa kehilangan dengan purnatugas Kabag TU. Moga kebersamaan selama ini dalam membangun, menjaga, dan mengwal lembaga, selalu berkah dan bernilai ibadah,” harap Kakanwil.

Azhari menegaskan bahwa menjaga lembaga merupakan tantangan yang lebih besar dibandingkan membangunnya. Ia juga menggambarkan dinamika organisasi sebagai hal yang wajar dalam perjalanan sebuah institusi.

Menurutnya, pimpinan harus tetap teguh dalam memegang arah tujuan. Ia menilai Kabag TU bukan sekadar mitra kerja, tetapi juga rekan diskusi yang kerap diajak bertukar pikiran dalam berbagai persoalan kelembagaan.

“Ke depan, kabid dan katim selalu eratkan kemitraan dengan jajaran, juga saling mendiskusikan hal-hal yang dibutuhkan,” ajaknya.

Dalam kesempatan itu, Kakanwil juga menyampaikan rencana rotasi dan mutasi internal sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan kebutuhan lembaga. Ia turut menyelipkan pantun bernuansa kebersamaan sebagai penutup sambutan.

Kakanwil bersama jajaran turut menyampaikan permohonan maaf kepada Ahmad Yani atas segala kekhilafan selama bekerja bersama.

Sementara itu, dalam sambutan pamitan, Ahmad Yani menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh jajaran Kanwil Kemenag Aceh. Ia menilai pelaksanaan buka puasa bersama yang digelar lebih awal dari biasanya menjadi bentuk penghormatan menjelang masa purnatugasnya.

“Ini antara lain dipercepat sekaligus untuk membersamai purnatugas kami yang berakhir sehari lagi,” ujar Ahmad Yani.

“Saya mohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan jika ada, saat menjadi Kabag TU, saat bersama rekan di Kanwil dan Kemenag,” pintanya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebijakan yang diambil selama menjabat mungkin terlihat tegas dari luar, namun menurutnya dilakukan demi efektivitas jalannya organisasi.

Dalam sambutannya, Ahmad Yani juga mengulas perjalanan kariernya di lingkungan Kementerian Agama, mulai dari pengabdian di madrasah di wilayah terpencil di Pidie, menjadi kepala MIN di Ulee Gle (kini MIN 13 Pidie Jaya), hingga memimpin madrasah tsanawiyah di Kuta Krueng. Ia juga pernah menjabat sebagai Kasi Pendidikan Islam di Kankemenag Pidie Jaya sebelum dipercaya menjadi Kabag TU.

Putra Ulee Gle tersebut turut memohon doa dan restu karena bersama keluarga berencana menunaikan ibadah haji pada musim haji 1447 Hijriah.

Kesan dan pesan dari aparatur sipil negara disampaikan oleh Kabid Penmad, Khairul Azhar, yang mengenang kebersamaan penuh canda dan kerja sama selama mendampingi Ahmad Yani dalam menjalankan roda institusi.

Sebelumnya, dua hari sebelum kegiatan ini, Ahmad Yani juga telah menyampaikan pamitan secara resmi dalam apel ruangan di aula Kanwil, sekaligus bersalam-salaman dengan seluruh jajaran pegawai.[]

Haji Uma Raih Gelar Magister, Tesisnya Bahas Dominasi Politik Partai Aceh di Pilkada Aceh Utara 2024

0
Sudirman atau yang dikenal sebagai Haji Uma, resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional (UNAS). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, Sudirman atau yang dikenal sebagai Haji Uma, resmi meraih gelar Magister Ilmu Politik dari Universitas Nasional (UNAS). Ia dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan setelah mempertahankan tesis yang mengkaji dinamika dominasi politik di tingkat lokal.

Dalam tesis berjudul “Hegemoni Politik Partai Aceh dalam Proses Pencalonan Tunggal pada Pilkada Kabupaten Aceh Utara Tahun 2024”, Haji Uma meneliti peran Partai Aceh dalam munculnya calon tunggal pada Pilkada Aceh Utara 2024. Penelitian tersebut menggunakan teori hegemoni dari Antonio Gramsci untuk menganalisis relasi kekuasaan antara elite partai dan aktor politik lokal.

Ketua sidang, Dr M Alfan Alfian, menilai tema penelitian tersebut relevan dengan perkembangan demokrasi lokal di Aceh.

“Kajian ini penting untuk melihat bagaimana konfigurasi kekuasaan terbentuk dalam konteks politik daerah,” ujarnya dalam sidang tesis.

Tim penguji yang terdiri atas Prof Ganjar Razuni, Dr TB Massa Djafar, serta Dr Sahruddin selaku pembimbing, turut menyoroti penggunaan teori hegemoni sebagai pendekatan utama dalam penelitian. Menurut mereka, kerangka analisis tersebut mampu menjelaskan bahwa dominasi politik tidak selalu muncul melalui tekanan terbuka, tetapi juga terbentuk melalui konsensus dan legitimasi sosial.

Dalam pemaparannya, Haji Uma menjelaskan bahwa hegemoni politik dapat tumbuh melalui jaringan elite, kesepahaman politik, serta penerimaan publik.

“Hegemoni tidak selalu hadir dalam bentuk tekanan terbuka, tetapi bisa tumbuh melalui kesepahaman yang dibangun secara sistematis di ruang-ruang politik,” kata anggota DPD RI dari Aceh itu.

Ia menyimpulkan bahwa dominasi politik yang kuat berpotensi memengaruhi kualitas kompetisi demokrasi, terutama ketika kontestasi hanya diikuti calon tunggal yang berhadapan dengan kotak kosong. Menurutnya, fenomena tersebut penting dikaji secara akademik agar demokrasi tetap memberi ruang partisipasi yang setara bagi seluruh elemen masyarakat.

Haji Uma berharap hasil penelitiannya dapat menjadi rujukan dalam pengembangan studi politik lokal di Aceh.

“Sebagai pelaku politik, saya meyakini politik tanpa hati adalah kejam, dan politik tanpa pengetahuan dapat menjadi bentuk penindasan. Pendidikan adalah bagian dari tanggung jawab pengabdian,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penelitian tersebut tidak dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan untuk memperkaya diskursus demokrasi daerah.

“Kontestasi yang sehat membutuhkan keterbukaan, kompetisi yang adil, dan kesadaran kolektif untuk menjaga kualitas demokrasi,” kata dia.

Sebagai informasi, Haji Uma lahir di Lhokseumawe pada 10 November 1974 dan telah menjabat sebagai anggota DPD RI asal Aceh sejak 2014 hingga sekarang. Ia bergelar S.Sos dan dikenal luas di masyarakat Aceh sebagai sosok dermawan yang aktif membantu korban musibah serta warga Aceh di perantauan, termasuk tenaga kerja Indonesia di Malaysia.

Ia menikah dengan Nurhasanah dan dikaruniai enam anak, yakni Alfa Khalil Ikram, Khalisna Maulida, Fatih Al Mubarak, Amar Al Khalid, Faiz Maulana, dan Azam.

Takaran dan Kualitas BBM di SPBU Banda Aceh Diperketat Jelang Ramadan dan Idulfitri

0
Takaran dan Kualitas BBM di SPBU Banda Aceh Diperketat Jelang Ramadan dan Idulfitri. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengawasan terhadap kualitas serta ketepatan takaran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Banda Aceh diperketat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan guna memastikan perlindungan konsumen sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi.

Pengawasan dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal. Inspeksi terpadu tersebut menyasar beberapa lokasi, di antaranya SPBU Simpang Jam dan SPBU Lhong Raya, serta sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh.

Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh, Fikri, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan alat ukur dan dispenser BBM yang diuji berada dalam kondisi sesuai standar. “Berdasarkan pengecekan bersama, seluruh SPBU yang diperiksa telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.

Selain BBM, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap takaran tabung LPG 3 kilogram. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak), berat tabung kosong maupun yang telah terisi dinyatakan sesuai standar dengan tetap memperhatikan batas toleransi yang diatur dalam regulasi. Distribusi LPG bersubsidi di Banda Aceh juga dinilai berjalan baik, baik dari sisi ketersediaan kuota maupun harga yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung.

Fikri menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, stok BBM dan LPG di Banda Aceh dan sekitarnya berada dalam kondisi relatif aman. Ia berharap situasi tersebut dapat terus terjaga hingga Idulfitri.

Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin melakukan monitoring untuk memastikan kualitas dan ketepatan distribusi energi kepada masyarakat. “Pengawasan ditingkatkan menjelang hari besar keagamaan agar distribusi tetap lancar,” katanya dikutip dari RRI.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyebut sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan instansi metrologi menjadi bentuk transparansi serta komitmen perlindungan konsumen.

“Kami juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena pasokan energi di Banda Aceh dipastikan aman dan terus dipantau secara berkala,” imbaunya.