Beranda blog Halaman 183

Aktivis Kritik Lemahnya Penerapan Women Peace and Security dalam Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumatra

0
Ilustrasi perempua dan anak saat bencana. (Foto: AFP)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Aktivis lingkungan Masyitoh Chusnan menilai pendekatan Women, Peace, and Security (WPS) belum terintegrasi secara optimal dalam kebijakan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Padahal, menurutnya, pengalaman bencana besar seperti tsunami 2004 di Aceh semestinya menjadi rujukan penting dalam merancang kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

Hal itu disampaikan Masyitoh dalam Konsultasi Kertas Kebijakan Situasi Pascabencana Banjir dan Longsor Aceh 2025 dengan Pendekatan WPS di Jakarta, Selasa (24/2/2026) lalu.

Ia menegaskan, pendekatan WPS berperan memastikan perempuan tidak hanya dipandang sebagai korban, tetapi juga sebagai pengambil keputusan dalam proses pemulihan.

“Pendekatan WPS memastikan perempuan tidak hanya diposisikan sebagai korban, tetapi sebagai subjek yang terlibat aktif dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menurut Masyitoh, berbagai pengalaman bencana di Aceh dan wilayah Sumatra menunjukkan bahwa kebutuhan spesifik perempuan kerap luput dalam perencanaan hingga distribusi bantuan. Minimnya pelibatan perempuan dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan, sekaligus mengabaikan risiko kekerasan berbasis gender dalam situasi darurat.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, pendekatan WPS sendiri menekankan tiga aspek utama, yakni perlindungan, partisipasi, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, baik dalam konteks konflik maupun bencana. Dalam konteks Aceh dan Sumatra yang memiliki riwayat konflik dan kerentanan sosial, Masyitoh menilai integrasi WPS menjadi semakin relevan.

Pandangan serupa disampaikan Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Deden Sukendar. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.

“Pemulihan bencana tidak boleh sekadar membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sistem sosial yang adil dan setara,” ujar Deden.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan data terpilah berdasarkan gender dalam setiap tahapan penanganan bencana. Tanpa data tersebut, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan kesulitan merancang program yang tepat sasaran.

Deden mengingatkan, risiko kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat di lokasi pengungsian maupun hunian sementara. Karena itu, integrasi perspektif WPS perlu mencakup mekanisme pengaduan yang aman, responsif, dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan lainnya.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan di Aceh dan Sumatra tidak semata diukur dari kecepatan pembangunan fisik, tetapi juga dari penerapan prinsip keadilan gender. “Jika WPS diintegrasikan secara serius, pemulihan bencana akan lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Tausiyah Ramadan di Rumah Aspirasi H. T. Ibrahim: Ustaz Masrul Aidi Ingatkan Kekuatan Iman di Tengah Ujian, dari Jepang hingga Tsunami Aceh

0
Ustaz Masrul Aidi Saat Mengisi Tausiyah Ramadan di Rumah Aspirasi H. T. Ibrahim. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Rumah Aspirasi Anggota DPR RI, H. T. Ibrahim, tidak hanya difungsikan sebagai tempat menyerap aspirasi masyarakat. Dalam momentum buka puasa Ramadan, lokasi tersebut berubah menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan kebersamaan umat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Masrul Aidi menyampaikan pesan tentang pentingnya iman ketika manusia menghadapi musibah. Ia menyinggung Jepang, negara yang dikenal maju dan disiplin, namun tetap tidak luput dari bencana alam besar.

“Disiplin itu penting. Sistem itu penting. Tapi ketika gempa dan musibah menghantam, yang menyelamatkan jiwa manusia adalah iman. Orang beriman punya sandaran, punya harapan, punya tempat kembali,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak jamaah mengingat kembali peristiwa tsunami Aceh yang pernah meluluhlantakkan ribuan rumah serta memisahkan banyak keluarga. Menurutnya, masyarakat Aceh mampu bangkit dari tragedi tersebut karena kekuatan keyakinan kepada Allah serta eratnya silaturahmi di tengah masyarakat.

Mengutip ayat Al-Qur’an tentang pergiliran masa sulit dan masa kemenangan, Ustaz Masrul menekankan bahwa musibah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian yang memurnikan keimanan manusia.

“Allah memberi dua nikmat besar: menghilangkan lapar dan memberi rasa aman. Kalau dua ini hilang, manusia runtuh. Maka tugas kita adalah saling menguatkan,” ujar Ustaz Masrul Aidi.

Sementara itu, H. T. Ibrahim—yang akrab disapa Ampon Bram—menegaskan bahwa Rumah Aspirasi harus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, bukan sekadar simbol politik semata.

“Perjuangan bukan hanya soal kebijakan di Senayan. Perjuangan juga tentang menjaga silaturahmi, menguatkan masyarakat, dan hadir di tengah umat,” katanya.

Kegiatan buka puasa berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Di tengah hidangan sederhana, jamaah diajak merenungkan hakikat kehidupan, bahwa setelah seharian menahan lapar dan dahaga, manusia cukup merasa bahagia dengan seteguk air dan beberapa suap makanan saat berbuka.

Menurut Ustaz Masrul, Ramadan menjadi pengingat bahwa kemewahan bukanlah sumber ketenangan hidup. Kekuatan sejati manusia, katanya, terletak pada iman, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Momentum kebersamaan di Rumah Aspirasi tersebut pun menjadi simbol bahwa kekuatan umat tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan dan keyakinan.

Patroli Subuh untuk Antisipasi Balap Liar, Polres Aceh Barat Perketat Pengawasan di Jalan Iskandar Muda

0
Patroli Subuh untuk Antisipasi Balap Liar, Polres Aceh Barat Perketat Pengawasan di Jalan Iskandar Muda. (Foto: tribratanews.polresacehbarat.com)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Satuan Samapta Polres Aceh Barat melaksanakan patroli subuh sebagai langkah pencegahan terhadap aksi balap liar di wilayah hukumnya, Minggu (1/3/2026) pagi.

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut difokuskan di Jalan Iskandar Muda, Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Patroli dipimpin oleh Ipda Nurul Huda, S.E., selaku perwira pengendali, bersama personel piket fungsi Polres Aceh Barat.

Dalam kegiatan itu, petugas melakukan penyisiran di sejumlah titik yang kerap digunakan sebagai lokasi balap liar. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui perwira pengendali patroli Ipda Nurul Huda, S.E., menyampaikan bahwa patroli tersebut merupakan upaya preventif kepolisian dalam menekan praktik balap liar yang meresahkan warga.

“Patroli ini kami laksanakan secara rutin, khususnya pada jam-jam rawan, guna mencegah terjadinya balap liar serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di pagi hari,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya sehingga tidak terlibat dalam aksi balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun pelanggaran hukum.

Sekitar pukul 07.00 WIB, patroli pencegahan balap liar tersebut selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Residivis Kembali Beraksi, Pria di Banda Aceh Lima Kali Bobol Kotak Amal Masjid

0
Ilustrasi pencuri (Foto: Kumparan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Hukuman penjara rupanya tidak membuat SF (35), pria asal Pidie, jera. Ia kembali diamankan aparat kepolisian setelah diketahui berulang kali membobol kotak amal masjid di Banda Aceh, dengan total aksi mencapai lima kali.

Peristiwa itu terungkap ketika seorang warga bernama Mansyur memergoki gerak-gerik mencurigakan di Masjid Jamik Lueng Bata pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 03.15 WIB. Saat dihampiri, SF kedapatan sedang mengambil uang dari dalam kotak amal menggunakan lidi panjang yang pada ujungnya telah diberi lem.

Mengetahui aksinya diketahui, pelaku langsung melarikan diri ke arah permukiman warga. Mansyur kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lueng Bata. Polisi yang menerima laporan segera melakukan pencarian.

“Sekira pukul 04.06 WIB, pelaku yang bersembunyi di dalam pekarangan rumah warga di Gampong Batoh berhasil diamankan,” kata Kapolsek Lueng Bata AKP Rizu Fahmi kepada wartawan.

Dalam pemeriksaan, SF mengakui telah lima kali melakukan pencurian uang kotak amal di Masjid Jamik Lueng Bata. Aksi pertama dilakukan pada Oktober 2025 dengan kerugian sekitar Rp1,5 juta. Selanjutnya, pada November 2025 pelaku dua kali beraksi dengan total uang yang diambil lebih dari Rp1,3 juta. Pada Desember 2025, ia kembali melakukan dua pencurian dengan jumlah kerugian mencapai lebih dari Rp2,6 juta.

Jika ditotal, kerugian yang dialami Badan Kemakmuran Masjid Jamik Lueng Bata mencapai sekitar Rp5,5 juta.

“SF merupakan residivis kasus pencurian kotak amal di Masjid Jamik Lueng Bata pada tahun 2025. Ia bebas dari Lembaga Pemasyarakatan pada tanggal 17 Agustus 2025 lalu,” jelas Fahmi.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu batang lidi panjang serta pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi. Saat ini, SF masih menjalani pemeriksaan di Polsek Lueng Bata.

“Tindak pidana yang terjadi ini dikategorikan dalam perkara pencurian dengan pemberatan (curat) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHPidana,” ujar Fahmi.

Bank Aceh Gelar Gampong Ramadhan in Action 2026, Hadirkan Promo Belanja Rp1 di Banda Aceh

0
Pembukaan Gampong Ramadhan in Action 2026 Bank Aceh di kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (1/3/2026). (FOTO: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Dalam upaya menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Bank Aceh menghadirkan kegiatan Gampong Ramadhan in Action 2026 yang digelar di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan ini menawarkan berbagai program menarik, termasuk promo belanja hanya Rp1 bagi masyarakat.

Acara yang berlangsung pada 1–7 Maret 2026 tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian Aceh Ramadhan Festival 2026 yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman Ramadhan yang tidak hanya religius, tetapi juga memberikan hiburan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Bank Aceh mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan merasakan pengalaman spiritual serta keseruan festival yang autentik,” kata Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, di Banda Aceh, Minggu.

Gampong Ramadhan in Action menghadirkan beragam program yang memadukan pemberdayaan ekonomi umat dengan syiar Islam. Sebanyak 70 stan bazar UMKM turut meramaikan kegiatan ini dengan menawarkan produk kuliner dan fesyen dari pelaku usaha binaan dengan harga terjangkau.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti talkshow interaktif mengenai edukasi keuangan syariah yang menghadirkan narasumber dari Bank Aceh, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan lain yang turut memeriahkan acara antara lain fashion street Ramadhan yang menampilkan tren busana muslim lokal, pameran artefak Islam dan mushaf Al-Qur’an, serta lomba kaligrafi tingkat nasional.

Tidak hanya berfokus pada hiburan, kegiatan ini juga menghadirkan program sosial melalui Bank Aceh Ramadhan Berbagi, seperti tadarus bersama dan kegiatan sosial guna mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Fadhil menambahkan, pengunjung dapat menikmati berbagai keuntungan melalui aplikasi Action Mobile. Melalui fitur QRIS, masyarakat cukup melakukan transaksi senilai Rp1 untuk memperoleh voucher belanja Rp10.000 di merchant tertentu.

Selain itu, tersedia pula program racing merchant dan transaksi dengan total hadiah belasan juta rupiah bagi merchant serta pengguna Action Mobile dengan frekuensi transaksi tertinggi.

Bank Aceh berharap kegiatan ini dapat menjadikan Ramadhan lebih bermakna sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk berkembang serta menghadirkan hiburan edukatif bagi masyarakat.

“Mari ajak keluarga dan kerabat untuk berkunjung, berbelanja produk lokal, dan menikmati suasana religius di jantung kota Banda Aceh,” demikian Fadhil Ilyas.

Jadwal Imsak dan Subuh di Banda Aceh dan Sekitarnya, Senin 2 Maret 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Puasa Ramadan 1447 Hijriah telah memasuki hari ke-12 pada Senin (2/3/2026). Menjelang waktu berpuasa, umat Islam dianjurkan untuk memperhatikan jadwal imsak dan salat Subuh agar tidak melewatkan waktu sahur.

Bagi masyarakat di Kota Banda Aceh serta kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, berikut Nukilan.id sajikan jadwal imsak dan Subuh 2 Maret 2026:

Kota Banda Aceh
Imsak 05.25 WIB
Subuh 05.35 WIB

Kabupaten Aceh Barat
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Bireuen
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Pidie
Imsak 05.23 WIB
Subuh 05.33 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Simeulue
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kota Langsa
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Kota Lhokseumawe
Imsak 05.18 WIB
Subuh 05.28 WIB

Kota Sabang
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kota Subulussalam
Imsak 05.13 WIB
Subuh 05.23 WIB

Jadwal ini dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk mempersiapkan sahur serta menjalankan ibadah puasa tepat waktu selama Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur Aceh Resmi Lantik Erwin Ferdinansyah Pimpin Dinas Pengairan, Fokus Percepatan Penanganan Banjir

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Erwin Ferdinansyah, ST, MT resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pengairan Aceh setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, pada Jumat (27/2) di Anjong Mon Mata. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi Pemerintah Aceh untuk memperkuat kinerja sektor strategis, khususnya pengelolaan sumber daya air di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Pengangkatan tersebut dinilai memiliki arti penting mengingat dalam beberapa bulan terakhir berbagai daerah di Aceh dilanda banjir dan longsor yang berdampak pada infrastruktur pengairan, permukiman warga, serta lahan pertanian. Pemerintah Aceh menempatkan sektor pengairan sebagai salah satu fondasi pembangunan daerah karena berkaitan erat dengan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, dan stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Erwin Ferdinansyah merupakan alumnus Universitas Trisakti yang mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Aceh. Dalam perjalanan karier birokrasi, ia pernah bertugas sebagai staf di Dinas Pertambangan Aceh (kini Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh). Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Bidang pada Dinas Permukiman Aceh serta Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Di lingkungan Dinas Pengairan Aceh, Erwin bukan figur baru. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Sungai, Danau, dan Waduk, sehingga memiliki pengalaman teknis terkait tata kelola sumber daya air. Kepercayaan pimpinan daerah terhadap kapasitasnya terlihat saat ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengairan Aceh pada 10 Oktober 2025 sebelum akhirnya dilantik secara definitif pada 27 Februari 2026.

Pengalaman lintas sektor tersebut menjadi bekal dalam memimpin perangkat daerah yang memiliki peran vital dalam pengelolaan air, mulai dari pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi, pengendalian banjir, pembangunan serta pemeliharaan embung dan waduk, hingga konservasi daerah aliran sungai (DAS) secara berkelanjutan.

Pelantikan Kepala Dinas Pengairan Aceh bersama 25 pejabat eselon II lainnya dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan visi Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakkir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yakni “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur dasar dan ketahanan lingkungan sebagai prioritas utama lima tahun mendatang.

Dalam arahannya, Gubernur Aceh meminta para pejabat yang baru dilantik segera bekerja secara profesional, serius, dan penuh tanggung jawab. Ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat serta penguatan sinergi lintas sektor guna mempercepat realisasi pembangunan daerah.

Tantangan yang dihadapi Dinas Pengairan Aceh saat ini tergolong besar. Tercatat sebanyak 51 sungai mengalami kerusakan, mulai dari tanggul jebol, erosi tebing, hingga sedimentasi berat. Selain itu, sebanyak 369 daerah irigasi terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, 20 embung dilaporkan rusak, serta abrasi pantai mencapai hampir 38 kilometer di sejumlah kawasan pesisir. Kondisi tersebut menunjukkan luasnya cakupan pekerjaan sekaligus urgensi penanganan yang harus segera dilakukan.

Menurut Erwin, kerusakan tanggul dan tebing sungai tidak hanya dipicu penyempitan alur sungai, tetapi juga tingginya debit air saat hujan ekstrem serta hantaman material kayu dan sedimen dari wilayah hulu. Karena itu, penanganan harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan terpadu dari hulu hingga hilir.

Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya percepatan pemulihan pascabencana melalui kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, maupun para pemangku kepentingan lainnya. Program normalisasi sungai, penguatan tanggul, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir, serta pengawasan kawasan DAS menjadi agenda prioritas yang akan dipercepat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, mitigasi jangka panjang juga menjadi perhatian utama. Upaya konservasi hutan di wilayah hulu, pengendalian alih fungsi lahan, serta edukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan dinilai sebagai bagian penting untuk menekan risiko bencana di masa depan.

Dengan pengalaman teknis dan birokrasi yang dimilikinya, Erwin Ferdinansyah diharapkan mampu mengonsolidasikan jajaran Dinas Pengairan Aceh guna meningkatkan kinerja organisasi, mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak, serta mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Kepemimpinannya diharapkan memperkuat fondasi pembangunan Aceh yang berkelanjutan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sistem pengairan yang tangguh dan andal.

Jadwal Buka Puasa di Banda Aceh dan Seluruh Aceh, 1 Maret 2026

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Muslim di Aceh mulai menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Minggu, 1 Maret 2026. Waktu berbuka puasa ditandai dengan berkumandangnya azan Magrib, yang kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Isya serta tarawih pada malam hari.

Perbedaan kondisi geografis di setiap wilayah menyebabkan jadwal Magrib dan Isya di Aceh tidak berlangsung pada waktu yang sama. Karena itu, masyarakat diimbau menyesuaikan waktu berbuka sesuai dengan kabupaten dan kota masing-masing.

Sebagaimana dijelaskan dalam jadwal ibadah Ramadan, waktu berbuka puasa ditandai masuknya waktu Magrib di masing-masing daerah.

Daftar Waktu Magrib dan Isya Kabupaten/Kota di Aceh

Berikut Nukilan.id sajikan jadwal waktu Magrib (buka puasa) dan Isya di seluruh kabupaten/kota di Aceh pada Minggu, 1 Maret 2026:

Kabupaten Aceh Barat

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya

Magrib 18.50 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Besar

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.02 WIB

Kabupaten Aceh Jaya

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Selatan

Magrib 18.48 WIB
Isya 19.57 WIB

Kabupaten Aceh Singkil

Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang

Magrib 18.44 WIB
Isya 19.53 WIB

Kabupaten Aceh Tengah

Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara

Magrib 18.46 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Timur

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Utara

Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Bener Meriah

Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Bireuen

Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Gayo Lues

Magrib 18.51 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Nagan Raya

Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Pidie

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Pidie Jaya

Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Simeulue

Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kota Banda Aceh

Magrib 18.55 WIB
Isya 20.03 WIB

Kota Langsa

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.53 WIB

Kota Lhokseumawe

Magrib 18.48 WIB
Isya 19.56 WIB

Kota Sabang

Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kota Subulussalam

Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Cara Mengecek Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Lain

Masyarakat dapat menyesuaikan jadwal ibadah Ramadan dengan merujuk pada jadwal resmi yang dikeluarkan oleh instansi terkait atau lembaga keagamaan setempat. Penyesuaian lokasi penting dilakukan agar waktu berbuka dan salat sesuai dengan posisi geografis masing-masing daerah.

Kesimpulan

Perbedaan letak wilayah membuat waktu berbuka puasa di Aceh tidak seragam. Karena itu, umat Muslim diharapkan memperhatikan jadwal resmi sesuai daerahnya agar pelaksanaan ibadah Ramadan berjalan tepat waktu. (XRQ)

Reporter: Akil

Pendaftaran Mudik Gratis Aceh 2026 Resmi Dibuka 3 Maret, Warga Diminta Segera Lengkapi Persyaratan

0
Ilustrasi mudik. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mengimbau masyarakat yang berencana pulang kampung pada momentum Hari Raya Idul Fitri tahun ini agar mulai menyiapkan dokumen dan persyaratan administrasi. Hal tersebut menyusul dibukanya pendaftaran Program Mudik Gratis Tahun 2026 dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST., MT., menyampaikan bahwa pendaftaran program mudik gratis akan mulai dibuka pada 3 Maret 2026. Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi www.seulamat.dishubaceh.com.

“Kami mengajak masyarakat yang hendak memanfaatkan program mudik gratis agar segera menyiapkan dokumen yang diperlukan dan terus memantau informasi resmi dari Pemerintah Aceh. Cara mendaftarnya cukup mudah,” ujar T. Faisal di Banda Aceh, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan, program mudik gratis tahun ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai bentuk upaya pemerintah menghadirkan layanan transportasi yang aman serta terjangkau bagi masyarakat, terutama pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Adapun rute perjalanan yang disiapkan mencakup keberangkatan dari Banda Aceh menuju berbagai daerah di Aceh, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, hingga Medan.

Bagi masyarakat yang telah mendaftar, registrasi ulang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2026. Sementara itu, keberangkatan peserta direncanakan pada 15, 16, dan 17 Maret 2026 dari Depo Trans Koetaradja Banda Aceh.

Dalam ketentuannya, calon peserta wajib menyiapkan KTP untuk peserta dewasa, serta Kartu Identitas Anak (KIA) atau Kartu Keluarga bagi peserta anak-anak. Setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu rute perjalanan, dengan maksimal enam orang anggota keluarga atau kerabat dalam satu pendaftaran.

Tiket perjalanan akan diterbitkan sesuai nama pendaftar beserta anggota yang didaftarkan, dan petugas akan melakukan verifikasi saat keberangkatan. Pemerintah Aceh juga menegaskan larangan praktik jual beli tiket. Peserta yang membatalkan keberangkatan tanpa konfirmasi akan dikenakan sanksi berupa pemblokiran dari program mudik gratis.

Prodi Ilmu Administrasi Negara UTU Raih Akreditasi Unggul, Pertama di Aceh

0
Sivitas akademika Universitas Teuku Umar (UTU) berfoto bersama pada kegiatan re-akreditasi Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UTU di Aceh Barat, Senin (19/2/2026). (Foto: Dok Prodi IAN FISIP UTU)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Program Studi Ilmu Administrasi Negara (IAN) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh jenjang sarjana berhasil meraih akreditasi unggul, yang menjadi capaian pertama untuk program studi serupa di Provinsi Aceh.

Ketua Prodi IAN FISIP UTU, Nodi Marefanda, di Banda Aceh, Minggu, mengatakan predikat tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

“Akreditasi unggul jenjang sarjana ini merupakan keberhasilan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, Akreditasi unggul untuk program studi ilmu administrasi negara jenjang sarjana ini yang pertama di Aceh,” katanya.

Menurutnya, akreditasi unggul tidak sekadar status administratif, tetapi menjadi pengakuan terhadap kualitas tata kelola program studi, mutu dosen, kurikulum berbasis kompetensi, produktivitas penelitian, serta kontribusi kepada masyarakat.

Ia menambahkan, Prodi IAN UTU terus berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik melalui pendidikan yang adaptif terhadap tantangan era digital dan reformasi birokrasi.

Hasil akreditasi tersebut diumumkan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Ilmu Sosial, Politik, Administrasi dan Komunikasi (Lamspak) pada 25 Februari 2026 setelah melalui rangkaian proses administrasi dan asesmen lapangan.

“Penantian terhadap hasil akreditasi unggul ini memakan waktu lebih dari sebulan karena nilai asesmen yang dikumpulkan di lapangan dibawa kembali oleh para asesor untuk dibahas, diputuskan, dan ditetapkan secara resmi Lamspak,” kata Nodi Marefanda.

Dekan FISIP UTU, Basri MH, menyebut capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi fakultasnya dalam meningkatkan daya saing nasional.

“Predikat Unggul ini adalah bukti bahwa FISIP UTU mampu bersaing secara nasional. Kami akan terus memperkuat budaya mutu, kolaborasi riset, dan kemitraan strategis dengan pemerintah daerah serta lembaga nasional,” kata Basri.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof Ishak, turut mengapresiasi keberhasilan tersebut dan menyebutnya sebagai kebanggaan bagi kampus dan masyarakat Aceh.

“Ini kebanggaan bagi Universitas Teuku Umar dan masyarakat Aceh. Akreditasi Unggul menunjukkan bahwa UTU mampu menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah maupun nasional,” kata Prof Ishak.

Ia menambahkan, capaian ini diharapkan memperkuat komitmen Prodi Ilmu Administrasi Negara dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UTU sebagai perguruan tinggi negeri unggulan di Aceh.

Keberhasilan tersebut juga menegaskan posisi UTU sebagai perguruan tinggi negeri yang terus menunjukkan peningkatan mutu secara konsisten di kawasan barat selatan Aceh.