Beranda blog Halaman 1830

5 Manfaat Susu Kedelai, Bisa Menurunkan Kolestrol

0
Manfaat Susu Kedelai Bagi Kecantikan dan Kesehatan Tubuh-Mu / copyright shutterstock

Nukilan.id – Banyak orang mengonsumsi susu sapi untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan lainnya setiap hari. Selain susu sapi, ternyata sahabat fimela juga bisa nih mengonsumsi susu kedelai untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh agar tetap sehat dan bugar. Ternyata minum susu kedelai juga memiliki banyak manfaat yang baik bagi kecantikan dan kesehatan tubuh lho!

Berikut ini adalah 5 manfaat minum susu kedelai bagi kecantikan dan kesehatan. Yuk simak penjelasannya dibawah ini!

1. Menyehatkan kulit

Susu kedelai dapat membantu kulit wajah dan tubuh tidak mudah dehidrasi yang membuat kulit menjadi kering serta membantu mengurangi minyak berlebih pada kulit wajah. Fitoestrogen yang terkandung dalam susu kedelai mampu menghasilkan estrogen lebih banyak untuk tumbuh. Hal ini dapat mencegah dan membantu mengurangi penuaan dini seperti kerutan dan garis halus.

2. Menutrisi rambut

Susu kedelai mengandung banyak nutrisi mulai dari protein, kalsium,zat besi, dan juga vitamin c. Semua nutrisi dengan sumber lainnya ini dikenal baik untuk menjaga kesehatan rambut. Kandungan protein, kalsium, zat besi, dan vitamin B baik dikonsumsi bagi sahabat fimela yang memiliki rambut rontok, kering, dan juga tipis. Minum susu kedelai secara rutin dapat menutrisi rambut dari dalam sehingga membuat rambut tebal halus dan juga berkilau.

3. Menurunkan kolestrol

Minum susu kedelai dapat menurunkan kolesterol jahat yang terkandung dalam darah sekaligus menaikkan kadar kolesterol. Tidak seperti susu sapi yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol, lemak susu kedelai sebagian besar tak jenuh dan non kolesterol. Asam lemak tak jenuh yang ditemukan dalam susu kedelai dapat menghambat penumpukan kolesterol dalam aliran darah efek. Hal ini juga dipengaruhi oleh kandungan serat yang terdapat pada kedelai.

4. Menurunkan berat badan

Susu kedelai memiliki kandungan serat yang tinggi yang baik dikonsumsi untuk membantu menurunkan berat badan dan menjaga kestabilan tekanan darah. Jumlah kalori susu kedelai lebih kecil dibandingkan susu sapi karenanya susu kedelai cocok dikonsumsi saat diet dan bergaya hidup vegetarian. Selain itu asam lemak tak jenuh dalam susu kedelai dapat mencegah penyerapan lemak pada usus sehingga berat badan tetap stabil. Jika sahabat fimela mengonsumsinya secara teratur dan melakukan pola diet yang sehat, manfaatnya akan terasa lebih efektif.

5. Menyehatkan jantung

Selain dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol, manfaat kacang kedelai juga dapat menyehatkan jantung. Hal ini dikarenakan susu kedelai bisa meningkatkan kadar lipid plasma manusia dan dapat mengurangi resiko penyakit jantung. Susu kedelai juga mengandung banyak vitamin mineral dan lemak tak jenuh yang dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Nah, itu dia manfaat minum susu kedelai bagi kecantikan dan kesehatan tubuh. [Fimela]

Tepi Jalan Besar di Patek Aceh Jaya Terbakar, Diduga Karena Pembakaran Sampah

0
Lahan di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Meulaboh tepatnya di wilayah Patek, Darul Hikmah, Aceh Jaya, Minggu (30/1/2022) malam. Foto: tangkapan layar.

Nukilan.id – Lahan di pinggir jalan lintas Banda Aceh – Meulaboh tepatnya di kawasan Patek, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya terbakar.

Hal itu bedasarkan video kebakaran lahan yang beredar luas di media sosial pada Minggu (30/1/2022) malam.

Saat dikonfirmasi Nukilan pada Senin (31/1/2022) dini hari, Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya, Risfan membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

“Iya betul, ada kebakaran lahan di wilayah Patek, Kecamatan Darul Hikmah. Kebakaran terjadi di pinggir jalan Banda Aceh-Medan,” kata Risfan.

Ia menjelaskan, bahwa kebakaran lahan tersebut diduga karena adanya pembakaran sampah warga di sekitar area lahan.

“Ini baru dugaan sementara,” ujar Risfan.

Kendati demikian, BPBD Aceh Jaya telah mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pos Sampoiniet ke lokasi kebakaran tersebut.

“Telah kita upayakan satu unit Damkar Pos Sampoiniet untuk memadamkan api. Dan alhamdulilah, sekarang apinya sudah padam semua,” pungkas Risfan. [MIR]

Rombongan Demokrat Aceh Ziarah ke Makam Waled Marhaban

0
Rombongan DPD Demokrat Aceh saat berziarah ke makam Waled Marhaban, Minggu (30/1/2022) malam. Foto: Dok. Ist.

Nukilan.id – Setelah bersilaturahmi ke dayah Darussalam dan berziarah ke makam Syeikh Abuya Muda Waly, Ketua DPD Demokrat Aceh dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Raudhatul Muna, Bakongan, Aceh Selatan dan berziarah ke Makam Waled Marhaban, Minggu (30/1/2022) malam.

Muslim dan rombongan disambut oleh Tgk. Mubarak yang tak lain adalah putra dari Alm. Waled Marhaban.

Rombongan langsung berziarah ke makam Waled Marhaban dan berkeliling kompleks Dayah yang dibangun sejak 1990 tersebut. Sebelum bertolak, Muslim dan rombongan dijamu makan malam bersama.

Muslim menyampaikan salam dari Ketum AHY dan Sekjend Demokrat Teuku Riefky Harsya untuk ulama dan keluarga Dayah Raudhatul Muna. Ia juga bersyukur diberi kesempatan untuk berkunjung langsung ke Bakongan.

“Alhamdulillah dan terimakasih telah menerima dan mengizinkan kami berziarah ke Makam Waled” ucap Muslim.

Pria yang akrab disapa Bang Muslim tersebut bercerita bagaimana sosok Alm. Waled Marhaban merupakan ulama yang terlibat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Aceh, dan juga sangat dekat dengan Sekjend Demokrat Teuku Riefky Harsya.

Muslim menambahkan jika Alm.Waled Marhaban adalah sosok ulama yang terlibat aktif dalam proses perdamaian Aceh. Beliau memiliki hubungan dekat dengan Presiden RI ke-6, bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Proses perdamaian Aceh tak bisa lepas dari peran para Ulama, dan Waled salah satu nya.” tutur nya.

Kunjungan ke dayah Raudhatul Muna merupakan salah satu agenda utama ketua DPD Demokrat Aceh beserta rombongan selama berada di Aceh Selatan. []

Perumahan Guru SMPN Percontohan Aceh Tamiang Terbakar, Diduga Akibat Arus Pendek Listrik

0
Kebakaran di Perumahan Guru SMPN Percontohan, Karang Baru Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (30/1/2022). Foto: Dok. Ist.

Nukilan.id – Perumahan Guru SMPN Percontohan Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang terbakar pada Minggu (30/1/2022) pukul 17.30 WIB.

Hal itu berdasarkan laporan Deri Mahrizal, S.Pd bidang perencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tamiang.

“Sekitar pukul 17:30 Wib, ada laporan dari masyarakat melalui posko pemadam kebakaran bahwa telah terjadi kebakaran perumahan guru SMP Negeri percontohan Karang Baru,” kata Deri dalam keterangannya kepada Nukilan di Aceh Tamiang.

Kata dia, setelah menerima laporan tersebut, BPBD Aceh Tamiang mengerahkan regu siaga Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 2 Kualasimpang dan Pos 1 Karang Baru langsung menuju ke lokasi kebakaran dengan membawa 4 unit armada dan 1 armada tanki air.

“Api yang melalap rumah tersebut, akhirnya dapat dijinakkan sekitar 15 menit setelah regu damkar sampai ke TKP dan dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik,” ujar Deri.

Dalam kejadian tersebut, kata dia, ada dua rumah Guru SMP Percontohan yang terbakar yaitu dihuni oleh Yasir Arafah dan Mulyadi.

“Tidak ada korban jiwa, namun dua unit rumah hangus terbakar, sementara kerugian materiil belum dapat dihitung,” pungkas Deri.

Reporter: Poris

KEHATI: Hewan Endemik yang Terancam Punah karena Deforestasi dan Diburu

0
Foto: THEBELLEBRIGADE.COM

Nukilan.id – Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) membagikan sejumlah fakta menarik sebagai bentuk edukasi dan ajakan bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan menyayangi satwa liar khususnya primata endemik Indonesia.

Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan KEHATI Rika Anggraini mengatakan, selain perlindungan terhadap individu dan spesies, edukasi untuk menumbuhkan kepedulian terhadap primata harus terus dibangun, terutama kepada masyarakat yang tinggal di dekat habitat mereka.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa banyak keuntungan yang didapat, jika hidup selaras dengan hutan dan satwa yang tinggal di dalamnya, termasuk primata,” ujar Rika dalam keterangan pers peringatan Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari, Minggu (30/1/2022).

Rika bilang, istilah ‘tak kenal maka tak sayang’ juga berlaku pada pelestarian satwa di Indonesia. Banyak primata yang merupakan satwa endemik alias hanya terdapat di Indonesia, namun berdasarkan catatan ProFauna, perdagangannya cukup tinggi. Lebih dari 95 persen yang diperdagangkan merupakan hasil tangkapan dari alam.

Selain perdagangan ilegal, penyebab lain menurunnya populasi primata di Indonesia yaitu rusaknya habitat akibat deforestasi dan proyek, alih fungsi lahan, dan perburuan liar. Fakta lainnya disebutkan 78 persen sebaran populasi orangutan berada di luar wilayah konservasi.

Saat ini diketahui 59 spesies dari 11 genus satwa primata mendiami berbagai tipe habitat alaminya, namun keberadaannya sangat mengkhawatirkan karena sebagian besar berstatus kritis, terancam dan rentan menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam dan Sumber Daya Alam (International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources/IUCN). Jumlah tersebut termasuk jenis primata yang dilindungi dan endemik.

Indonesia memiliki 12 persen dari total satwa di dunia, di mana jumlah spesies primata di Indonesia menempati urutan ketiga setelah Brasil dan Madagaskar.

Jenis primata yang tertinggi di Indonesia berasal dari genus Presbytis (Surili) sebanyak 15 spesies, disusul Macaca (Makaka) 10 spesies, Tarsius (Tarsius) 9 spesies, Hylobates (Owa) 8 spesies dan genus Nycticebus (Kukang) 6 spesies.

Mereka tersebar di empat pulau besar yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi, sementara di Papua dan Kepulauan Maluku tidak ditemukan jenis satwa primata.

Fakta lain tentang primata yang dibagikan KEHATI yakni kebanyakan dari satwa liar tersebut pemakan buah dan daun. Hal itu membuat primata sebagai penyebar benih yang sangat aktif, sehingga keberadaannya di dalam hutan memberikan dampak ekologis satu sama lain.

Primata merupakan pengendali hama yang baik, kelimpahan primata di hutan menghindari macan tutul dan spesies kucing besar lain untuk memangsa ternak warga. Sedangkan untuk wisata, keberadaan primata membawa daya tarik bagi wisatawan dengan minat khusus. [Indozone]

5 Kue Khas Imlek Beserta Makna Penyajiannya

0
Kolase kue khas Imlek (Instagram/rykunz/synthiatjipto)

Nukilan.id – Perayaan Imlek selalu kental dengan sederet tradisi unik. Salah satunya yang berhubungan dengan makanan atau sajian yang mengandung berbagai filosofi.

Ya, makanan yang ada di momen Imlek tidak boleh sembarangan. Melainkan yang terbaik dan memiliki makna mendalam.

Makan-makan itu digunakan untuk persembahan sembahyang pada leluhur. Selain itu juga untuk jamuan bagi para tamu.

Di antara jenis makanan yang tidak boleh absen di momen Imlek ialah kue. Kue yang disajikan haruslah yang menarik, enak, dan punya makna filosofis.

Penasaran kue apa saja yang selalu ada di momen Imlek? Berikut ini ulasan mengenai kue khas Imlek dan makna penyajiannya yang dikutip Indozone dari China Highlights, Minggu (30/1/2022).

1. Kue Keranjang

Kue keranjang (Instagram/kue_keranjang_cemerlang)

Dalam bahasa Mandarin, kue keranjang disebut nian gao. Kata nian berarti tahun dan gao berarti kue.

Bunyinya terdengar seperti kata tinggi, sehingga kue keranjang disajikan dengan cara disusun. Penyusunan seperti ini memberikan makna peningkatan rezeki atau kemakmuran di tahun yang baru.

2. Kue Bulan

Kue bulan (Instagram/so.tjubie)

Kue tradisional ini sudah ada sejak zaman Dinasti Ming. Di mana warga Tionghoa biasa menyantapnya untuk merayakan Festival Musim Gugur.

Adapun kue bulan yang berbentuk bulat ini melambangkan keutuhan. Jadi, siapapun yang memakannya diharapkan akan mendapatkan keutuhan rezeki, kemakmuran, dan kesehatan.

3. Sunrise Pie

Sunrise pie (Instagram/synthiatjipto_

Kue khas Imlek selanjutnya adalah Sunrise Pie. Bentuknya yang menyerupai matahari dipercaya dapat membawa pencerahan untuk setahun kedepan.

4. Kue Ku

Sunrise pie (Instagram/synthiatjipto_

Di pulau Jawa, banyak orang menyebut kue ini dengan Kue Thok. Warna merah terang yang menjadi identitas kue ini dan melambangkan kemakmuran.

Kue Ku biasanya dicetak dengan ukiran gambar atau huruf yang melambangkan keberuntungan di tahun baru.

Rasa manis dari Kue Ku juga menandakan keberuntungan, umur panjang, dan kesehatan sepanjang tahun.

5. Kue Ong Lei

Kue Ong lei (Instagram/indonesiancraftmedia)

Kue Ong Lei adalah satu-satunya kue khas Imlek bertekstur kering.

Kue ini hampir menyerupai nastar.
Di mana penyajiannya diharapkan akan membawa keberuntungan selama sepanjang tahun. [Indozone]

Sejarah dan Peristiwa 30 Januari, Pembunuhan Mahatma Gandhi

0
Mahatma Gandhi (KEYSTONE-FRANCE via BBC)

Nukilan.id – Pada 30 Januari 1948, tepat hari ini 74 tahun yang lalu, pemimpin spritual dan politikus India, Mohandas Karamchand Gandhi atau dikenal Mahatma Gandhi tewas ditembak mati oleh Nathuram Vinayak Godse, aktivis nasionalis Hindu.

Peristiwa yang menyedot perhatian dunia pada kala itu terjadi ketika pemimpin yang paling dihormati di India itu usai menghadiri pertemuan doa di Delhi pada malam harinya.

Dilansir BBC, aksi penembakan itu dilatarbelakangi kebencian partai sayap kanan, Hindu Mahasabha terhadap Gandhi. Partai tersebut menganggap Gandhi telah berkhianat kepada pemeluk Hindu di India.

Hindu Mahasabha menilai Gandhi terlalu pro-Muslim dan bersikap terlalu baik terhadap Pakistan. Tidak hanya itu, Gandhi dinilai harus bertanggung jawab atas insiden pemisahan India dan Pakistan setelah merdeka dari Inggris pada 1947.

Diketahui, Nodse smerupakan anggota fanatik dari Hindu Mahasabha. Sebelum bergabung dengan partai tersebut, dia merupakan anggota dari Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) atau Organisasi Sukarelawan Nasional.

RSS sendiri merupakan akar ideologis dari partai yang berkuasa di India saat ini yaitu Partai Bharatiya Janata (BJP).

RSS disebutkan sangat berpengaruh di era pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi. Bahkan RSS menganggap Godse sebagai pria dengan kasta paling rendah di India.

Penembak dihukum gantung

Nathuram Vinayak Godse (via BBC)

Usai kejadian, pembunuhan terhadap Gandhi yang dilakukan Godse terus diselidiki oleh kepolisian. Setahun kemudian, pengadilan menjatuhkan vonis mati kepada Godse.

Pada November 1949, Godse dieksekusi hukuman mati dengan cara digantung. Selain Godse, kaki tangannya yang bernama Narayan Apte juga dijatuhkan hukuman mati. Selain itu, ada enam orang lainnya juga dihukum penjara seumur hidup. [Indozone]

Fakta Angpao Imlek, Tidak Boleh Diisi Uang dengan Sembarangan!

0
Ilustrasi Angpao. Foto/freepik.com

Nukilan.id – Mendekati Tahun Baru China atau kerap kita sebut dengan Imlek, tentu budaya masyarakat Tionghoa langsung berpusar di kepala kita. Mulai dari pernak-pernik serba merah hingga angpao yang tampaknya tak boleh ketinggalan.

Angpao sendiri merupakan cara orang Tionghoa memberikan uang melalui amplop yang dibagi-bagikan untuk mendapatkan rezeki dan berkah. Namun, rupanya dalam memberikan angpao, terdapat aturan-aturan yang harus diketahui dan selama ini banyak orang salah kaprah.

Berikut 5 fakta yang harus diketahui saat ingin memberikan angpao kepada orang lain di waktu Imlek.

1. Sejarah Angpao

Sejarah Imlek sendiri telah ada dan diceritakan secara turun-temurun yang konon katanya bermula dari desa di dataran Tiongkok yang diserang iblis. Tak ada seorang pun yang mampu melawan iblis tersebut kecuali seorang pemuda yatim piatu.

Sebagai ungkapan terima kasih, warga desa setempat pun memberikan pemuda tersebut uang yang dibungkus dalam amplop berwarna merah. Warga desa yakin amplop merah membawa keberuntungan bagi desa mereka dan mengusir roh jahat.

2. Uang yang dimasukkan ke dalam angpao harus bersih dan rapi

Ternyata, dalam budaya orang Tionghoa memberikan angpao tidak boleh sembarangan. Seperti yang satu ini, saat memberikan angpao kita harus memastikan uang yang dimasukkan harus dalam keadaan bersih dan rapi.

Hal ini dikarenakan bagi masyarakat Tionghoa memberikan angpao sama artinya dengan memberikan berkah atau doa dari orang lain. Maka dari itu, uang diberikan haruslah rapi dan layak untuk diterima oleh orang lain.

3. Jumlahnya tidak boleh 4

Selain bersih dan rapi, uang yang dimasukkan ke dalam angpao tidak boleh berjumlah 4 atau angka yang mengandung unsur angka 4 seperti Rp4 Ribu, Rp40 Ribu, Rp 440 Ribu dan seterunsya.

Menurut sejarah, angpao berjumlah 4 katanya mendatangkan nasib buruk dan bala yang tak terkira sebelumnya. Sebaliknya, masyarakat Tionghoa menyarankan akan lebih baik memberikan angpao dengan yang mengandung angka 8. Sebab, angka 8 dipercaya sebagai angka keberuntungan.

4. Dibagikan bukan hanya saat Imlek

Angpao diberikan bukan hanya sekedar menyambut Tahun Baru Imlek, namun tradisi berbagi angpao dilakukan saat ada perayaan dan pesta bagi keluarga besar masyarakat Tionghoa.

Namun, pemberian angpao di saat Imlek akan menambak khas dan tradisi dari Imlek itu sendiri. Sebab kembali ke tujuan pemberian angpao, yakni berbagi rezeki dan juga mengharapkan berkah.

5. Bukan hanya untuk anak-anak

Tradisi angpao saat ini sudah menyebar ke lapisan agama lainnya seperti Islam juga akan membagikan angpao ke anak-anak di saat Hari Raya Idul Fitri. Pemberian angpao pun semakin diyakini hanya diperuntukkan bagi anak-anak saja.

Padahal kenyataannya penerima angpao dalam tradisi Tionghoa mampu meliputi berbagai lapisan. Bahkan orang yang sudah menikah pun masih boleh menerima angpao dari kerabat mereka. Sebab, memberikan dan menerima angpao seperti memberi dan menerima berkat dari orang yang memberi dan menerima. [Indozone]

Kenapa Masyarakat Tionghoa Ada di Berbagai Penjuru Dunia? ini Alasannya

0
Ilustrasi pemukiman masyarakat Tionghoa (Pixabay)

Nukilan.id – Tahun baru China atau di Indonesia disebut Imlek merupakan perayaan tahun baru terbesar kedua di dunia setelah tahun baru Masehi. Hampir seluruh negara di dunia turut merayakan tahun baru dengan ciri khas warna merah dan emas itu.

Perayaan tahun baru China yang begitu meriah di banyak negara tak terlepas dari peran masyarakat Tionghoa yang menyebar ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke Indonesia.

Lalu, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa masyarakat Tionghoa ada di berbagai penjuru dunia?

Dilansir berbagai informasi, keberadaan masyarakat Tionghoa di berbagai negara sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Masyarakat Tionghoa yang mayoritas berdagang berkelana dari dataran China menuju ke sejumlah wilayah.

Dalam laporan sejarah disebutkan bahwa pedagang Tionghoa pertama kali keluar dari daratan China menuju ke wilayah Asia Tenggara dimulai dari sekitar abad ke-3 dan ke-5.

Para pedagang Tionghoa datang ke wilayah Asia Tenggara untuk melakukan barter barang-barang dengan hasil dari penduduk pribumi. Namun saat itu, pedagang Tionghoa memilih untuk pulang-pergi China daratan-Asia Tenggara, tidak ada yang menetap.

Sejak adanya kolonial dari negara-negara Barat, banyak pedagang-pedagang Tionghoa memilih bermigrasi di wilayah-wilayah yang dia datangi hingga membentuk diaspora tersendiri.

Setelah Asia Tenggara dan wilayah Asia lainnya, mulai sekitar abad ke-19, masyarakat Tionghoa pun bermigrasi ke wilayah-wilayah barat seperti Eropa dan Amerika Serikat.

Misalnya di Amerika Serikat, banyak masyarakat Tionghoa yang datang ke negara itu untuk bekerja sebagai buruh, misalnya untuk membuat rel kereta api, bekerja di tambang dan lain sebagainya.

Hal yang sama juga dilakukan masyarakat Tionghoa di negara-negara Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Hingga selama ratusan tahun, masyarakat Tionghoa membentuk diaspora dan pemukiman tersendiri. [Indozone]

Macan Kemayoran Tumbang, Persiraja Berhasil Mengalahkan Persija Jakarta

0
Persija Jakarta vs Persiraja Banda Aceh Minggu 30 Januari 2022

Nukilan.id – Persija Jakarta vs Persiraja Banda Aceh di pekan ke-21 Liga 1 2021-2022 sudah diketahui. Hasilnya, Persija Jakarta tumbang 0-1 dari sang lawan.

Gol tunggal Persiraja dicetak Vivi Asrizal pada menit 67. Akibat kekalahan ini, Persija Jakarta tertahan di posisi enam klasemen dengan 32 poin. Sementara itu, Persiraja masih terdampar di juru kunci klasemen dengan 11 poin.

Jalannya Pertandingan

Persija mendominasi sepanjang babak pertama. Namun, sayangnya para penyerang yang dipercaya belum mampu menembus pertahanan kukuh Persiraja.

Di sisi lain penampilan kiper Persiraja, Fakhrurrazi Quba, sedang bagus-bagusnya. Ia secara percaya diri terus menepis tendangan-tendangan pemain Persija hingga memaksa babak pertama berakhir 0-0.

Di awal-awal babak kedua, Persija melanjutkan dominasinya dari segi penyerangan. Benar saja saat laga baru berjalan beberapa detik, Marko Simic sudah mendapatkan peluang tendangan mengarah ke gawang Persiraja, meski tidak berbuah gol.
Berselang dua menit, Persija kembali mendapatkan peluang berbahaya. Kali ini Osvaldo Haay yang berdiri bebas berhasil diumpan Makan Konate. Namun, penampilan kiper Persiraja masih kukuh dalam memotong bola.

Sejumlah pergantian pemain pun dilakukan kedua tim. Bagi Persija di antaranya adalah Taufik Hidayat menggantikan Marko Simic layaknya yang terjadi di laga sebelumnya.

Sementara itu, bagi Persiraja mengganti Defri Rizki dengan Vivi Asrizal. Hebatnya pergantian yang dilakukan Persiraja langsung membuahkan hasil beberapa detik kemudian.

Vivi Asrizal berhasil memanfaatkan umpan silang dari sisi kanan penyerangan di menit 66. Dia yang berdiri bebas tinggal mencocor bola dengan keras ke arah gawang lawan. Skor menjadi 1-0 untuk Persiraja

Ketinggalan satu gol membuat Persija meningkatkan penyerangan. Mereka pun mengurung pertahanan Persiraja setengah lapangan.
Keagresifan mereka berbuah hasil pada menit 80. Makan Konate yang membawa bola dengan kuat dilanggar pemain belakang Persiraja di kotak penalti. Wasit pun menghadiahi Persija dengan tendangan penalti.

Tony Sucipto pun dipilih menjadi eksekutor. Sayang, tendangan keras ke sisi kiri gawang masih bisa ditepis oleh kiper Fakhrurazi Quba. Alhasil, skor 1-0 untuk keunggulan Persiraja bertahan hingga akhir.

Susunan Pemain

Persija (4-3-3): Andritany Ardiansyah; Marco Motta, Otavio Dutra, Tony Sucipto, S. Christianson; Ichsan Kurniawan, Makan Konate, Rohid Chand; Irfan Jauhari, Marko Simic, Osvaldo Haay
Pelatih: Sudirman

Persiraja (4-3-3): F. Quba; Eriyanto, L. Lelis, C. Rifan, R. Saputra; A. Rijal, B. Dybal, D. Rizki; J. Sharza, M. Rifaldi, K. Anwar Pelatih: Aparecidi Alexandre

Sumber: Okezone