Beranda blog Halaman 182

Banda Aceh Perkuat Kerja Sama Kesehatan dengan Turki, Fokus Tingkatkan Layanan dan SDM

0
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam kunjungannya ke Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk bertemu Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, pada Jumat, 7 November 2025. (FOTO: HUMAS BNA)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal kembali mendorong terjalinnya kolaborasi strategis dengan Turki, khususnya dalam upaya peningkatan layanan kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh. Langkah itu ditandai dengan kunjungannya ke Kedutaan Besar Turki di Jakarta untuk bertemu Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Illiza didampingi Plt Direktur RSUD Meuraxa Taufik Wahyudi, Asisten Administrasi Umum Setdako Banda Aceh M. Nurdin, serta Kabag Administrasi Pembangunan Muhammad Ridha. Sejumlah agenda penting dibahas, terutama peluang kemitraan di sektor kesehatan.

Kerja sama yang dijajaki mencakup pembangunan dan pengembangan fasilitas medis yang lebih modern serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di RSUD Meuraxa melalui berbagai program pelatihan.

“Upaya ini kita harapkan dapat meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Banda Aceh menuju kualitas internasional,” ujar Illiza sembari menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Turki.

Ia menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan peluang kolaborasi ini demi meningkatkan kompetensi tenaga medis dan mengadopsi teknologi kesehatan yang lebih maju. “Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat memperluas wawasan dan kemampuan tenaga kesehatan RSUD Meuraxa, sekaligus mengadopsi teknologi dan sistem pelayanan medis yang lebih maju,” ujarnya.

Lebih jauh, Illiza menyebutkan bahwa kemitraan ini turut membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan Banda Aceh untuk mengikuti pelatihan profesional di Turki. “Harapan besarnya: mutu pelayanan kesehatan kita dapat terus meningkat nantinya.”

Selain sektor kesehatan, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepahaman untuk membangun Turkish Centre atau Pusat Turki di Banda Aceh. Fasilitas ini akan difasilitasi oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dan diproyeksikan sebagai ruang penguatan hubungan budaya, pendidikan, dan bidang lain yang relevan antara Aceh dan Turki.

Menurut Illiza, langkah kolaboratif ini menjadi penanda eratnya hubungan historis Aceh–Turki yang telah terjalin sejak masa kerajaan dahulu. “Insyaallah ini menjadi modal berharga guna membawa manfaat nyata bagi kemajuan kota dan warga Banda Aceh tercinta,” ujarnya.

Ketua DPRA Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Pahlawan untuk Bangun Aceh

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, mengingatkan kembali pentingnya meneladani nilai perjuangan para pahlawan dalam momentum Hari Pahlawan Nasional 2025.

Kepada Nukilan.id, ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia dan perdamaian Aceh yang dinikmati masyarakat saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pendahulu.

“Kemerdekaan bangsa Indonesia dan perdamaian Aceh yang kita nikmati saat ini, merupakan hasil perjuangan dan pengorban luar biasa dari mereka-mereka yang telah gugur mendahului kita semua,” ujarnya saat memperingati Hari Pahlawan, Senin 10 November 2025, di Banda Aceh.

Zulfadhli yang akrab disapa Abang Samalanga itu menekankan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidak sebatas upaya mengenang jasa para pejuang. Lebih dari itu, momentum ini harus menjadi dorongan agar masyarakat Aceh terus berkarya untuk pembangunan daerah.

“Selamat hari pahlawan nasional. Momentum ini bukan hanya sekedar mengenang jasa para pejuang, tapi harus jadi energi kita bersama untuk bangun Aceh,” katanya.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat juang, integritas, dan kepedulian para pahlawan sebagai spirit dalam mengabdi kepada bangsa dan daerah. Menurutnya, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Semangat juang dan integritas para pahlawan serta kepedulian mereka harus jadi spirit dan jiwa kita bangun bangsa ini dan juga mengabdi untuk Aceh,” tukasnya.

Tak lupa, ia juga berpesan kepada generasi muda Aceh untuk mengisi kemerdekaan dan perdamaian dengan prestasi dan inovasi. Menurutnya, anak muda memiliki peran besar dalam membentuk masa depan daerah.

“Adik-adik generasi muda, kalian bisa jadi pahlawan masa kini. Karna itu teruslah berkontribusi bagi kemajuan daerah, berbuat jujur dan lakukan perubahan positif,” imbuhnya.

Di penghujung pesannya, Zulfadhli menegaskan bahwa makna kepahlawanan tak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga bagaimana setiap individu berperan dalam mewujudkan Aceh yang lebih baik ke depan.

“Semangat kepahlawanan bukan tentang masa lalu semata, tapi bagaimana sikap kita saat ini untuk terus berjuang menata masa depan Aceh yang lebih baik,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: AKIL

BLUD SMK Wajib Mandiri, Plt Kadisdik Aceh Tegaskan Siap Tutup yang Tidak Berkinerja

0
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP. (FOTO: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, menegaskan bahwa Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus mampu mandiri secara finansial. Ia menyatakan BLUD yang tak dapat mencukupi kebutuhan operasionalnya sendiri selama tiga tahun berturut-turut akan ditutup.

Kebijakan itu, kata dia, merupakan arahan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui Sekda Aceh, Nasir Syamaun.

“Arahan Gubernur melalui Sekda Aceh, semua BLUD yang tidak mampu mencukupi dirinya sendiri setelah tiga tahun akan kita tutup. Jadi, kelola dengan baik dan manfaatkan potensi yang ada,” tegasnya saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) MKKS SMK se-Aceh di Hotel Renggali, Takengon, Sabtu (8/11/2025).

Dorong Inovasi dan Produk Unggulan SMK

Dalam arahannya, Murthalamuddin menekankan pentingnya inovasi di unit bisnis SMK. Ia mencontohkan ide sederhana namun berpotensi ekonomi, seperti pengolahan bakso ikan bagi SMK di wilayah pesisir.

“Ke depan, kalau ada orang mau jualan bakso goreng, maka mereka bisa mengambil baksonya di SMK,” ujarnya. Menurutnya, setiap daerah memiliki potensi lokal—mulai dari hasil laut hingga komoditas perkebunan seperti sawit—yang dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan sekolah.

Ia menegaskan bahwa penguatan BLUD SMK juga sejalan dengan upaya pemerintah menyongsong ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.

Ajak Komunikasi Tanpa Sekat

Murthalamuddin juga menekankan pola kerja yang kolaboratif dan komunikasi yang terbuka di lingkungan pendidikan Aceh.

“Saya bukan orang yang terlalu formal. Kalau ada masalah, sampaikan saja. Saya akan teruskan ke bidang-bidang terkait dan saya akan pantau langsung perkembangannya,” kata dia.

Menurutnya, pola komunikasi yang cair akan mempercepat perubahan di sektor pendidikan.

“Tidak boleh skat-skat yang dapat menghambat akselerasi, dan upaya kita dalam membangun pendidikan Aceh yang berkualitas,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kepala SMK melakukan evaluasi diri. “Kita harus jujur menilai diri. Tidak ada yang sempurna, termasuk saya. Tapi yang penting, kita terus berbenah,” ujarnya.

Soroti Mutu Pendidikan Aceh

Dalam kesempatan itu, Murthalamuddin menyinggung anomali sektor pendidikan Aceh: besarnya anggaran yang belum berbanding lurus dengan peningkatan mutu.

Ia menyebut, rapor mutu pendidikan Aceh masih berada di bawah beberapa provinsi lain.
“Anggaran pendidikan kita besar, tapi rapor mutu masih rendah, bahkan kalah dari Maluku, Papua, dan Gorontalo. Ini menjadi tugas kita bersama untuk berbenah,” ucapnya.

Sebagai mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, ia menegaskan kembali tujuan utama pendidikan vokasi.

“Tujuan kita satu melahirkan anak-anak SMK yang siap menghadapi dunia industri. Dan Bapak Ibu di lapanganlah yang paling tahu bagaimana mencapainya,” pungkasnya.

Rakor Bernuansa Interaktif

Rakor MKKS SMK se-Aceh berlangsung dengan diskusi yang cukup interaktif. Selain dihadiri para kepala SMK dan pejabat Dinas Pendidikan Aceh, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra industri seperti PT Solusi Bangun Andalas Lhonga dan PT Sukses Bersama Tekstil Medan. Mereka turut berbagi pandangan mengenai kebutuhan tenaga kerja dan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri saat ini.

Sopir Truk Diciduk Saat Selundupkan Pupuk Subsidi ke Pulo Aceh

0
Ilustrasi ditangkap Polisi. (Foto: LintasJatim.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Upaya penyelundupan pupuk subsidi ke wilayah Pulo Aceh, Aceh Besar berhasil digagalkan aparat Polda Aceh. Seorang sopir truk berinisial AN ditangkap setelah kedapatan membongkar pupuk subsidi di lokasi tujuan distribusi ilegal.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Aceh AKBP Risnan Aldino mengatakan kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya sebuah truk yang hendak menyeberang ke Pulo Aceh dari Banda Aceh. Aparat kemudian memeriksa sebuah colt diesel yang akan masuk ke kapal KMP Papuyu dengan tujuan Lamteung.

Dalam pengecekan, sopir mengaku membawa pupuk sebanyak satu ton serta sejumlah material bangunan. Pengakuan tersebut memicu kecurigaan polisi.

“Pernyataan pelaku membuat tim curiga sehingga tim kami melakukan pengintaian hingga ke tujuan akhir di Desa Rabo, Kecamatan Pulo Aceh,” kata Risnan kepada wartawan, Minggu (9/11/2025).

Setibanya di desa tersebut, polisi menemukan AN tengah membongkar muatan pupuk dekat sebuah toko yang disewa sebagai tempat penyimpanan. Penangkapan dilakukan pada Kamis (6/11).

Dari lokasi, polisi menyita 26 karung pupuk Urea dan 13 karung pupuk NPK Phonska, dengan total berat mencapai sekitar dua ton. Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pupuk tersebut berasal dari wilayah Samahani, Aceh Besar.

“Pelaku juga mengakui bahwa sebagian pupuk telah dijual,” jelas Risnan.

Saat ini, AN bersama barang bukti berupa satu unit mobil colt diesel bernopol BL 8973 JK dan puluhan karung pupuk telah diamankan di Mako Ditpolairud Polda Aceh. Pelaku dijerat dengan pasal berlapis terkait penyalahgunaan distribusi pupuk bersubsidi.

Risnan menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak tegas praktik penyimpangan pupuk subsidi.

“Polda Aceh dalam hal ini Ditpolairud akan terus menindak tegas praktik penyalahgunaan pupuk bersubsidi, karena tindakan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menghambat kesejahteraan petani yang berhak menerima bantuan tersebut,” ujarnya.

Nelayan Banda Aceh Selamat Setelah Terombang-ambing Berjam-jam di Laut Sabang

0
Tim Basarnas mengevakuasi dua nelayan asal Banda Aceh yang terdampar ke wilayah Pulo Rondo setelah kapal mereka mati mesin. (Foto: Basarnas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dua nelayan asal Ulee Lheue, Banda Aceh, berhasil dievakuasi tim Basarnas setelah perahu yang mereka gunakan mengalami mati mesin di perairan Sabang, Sabtu malam (8/11/2025). Keduanya ditemukan selamat pada Minggu dini hari (9/11/2025) tidak jauh dari Pulo Rondo.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menjelaskan bahwa kedua nelayan tersebut masing-masing bernama M. Yasin (50) dan Jimmi (40). Mereka tengah mencari ikan ketika mesin perahu tiba-tiba mengalami gangguan.

“Pada pukul 22.30 WIB, mesin perahu korban mati. Mereka sempat menghubungi rekan di darat untuk meminta bantuan. Laporan resmi diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh sekitar pukul 23.55 WIB,” ujar Ibnu Harris.

Mendapat laporan tersebut, Basarnas Banda Aceh langsung mengerahkan tim Rescue KPP Banda Aceh yang berjumlah lima personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim berangkat pada pukul 00.15 WIB menuju titik pencarian.

Upaya pencarian berlangsung hingga sekitar pukul 03.35 WIB. Pada koordinat 6°04’13.6″ LU – 95°07’15.8″ BT, tim menemukan perahu nelayan dalam kondisi terombang-ambing dihantam gelombang di sekitar Pulo Rondo.

“Alhamdulillah kedua nelayan ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka langsung dievakuasi ke Pelabuhan Balohan Sabang dengan pendampingan nelayan lainnya,” kata Ibnu Harris.

Operasi ini melibatkan unsur gabungan dari Pos SAR Sabang dan masyarakat nelayan setempat. Basarnas turut mengerahkan sejumlah peralatan, seperti Rescue Carrier, RIB, perlengkapan Palsar Air, peralatan komunikasi, hingga Responder Bag untuk mendukung keselamatan personel.

Ibnu Harris turut mengimbau nelayan agar lebih memperhatikan kondisi cuaca serta memeriksa kesiapan mesin kapal sebelum melaut guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Aceh Catat IPG 92,64, MenPPPA Puji Komitmen Penguatan Perspektif Gender

0
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. (FOTO: Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh dalam memperkuat pembangunan berperspektif gender dan ramah anak. Capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Aceh pada angka 92,64 dinilai menunjukkan bahwa kesetaraan kualitas hidup antara laki-laki dan perempuan di provinsi itu lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

“Aceh mencatat IPG 92,64, melampaui rata-rata nasional, artinya bahwa kesetaraan gender, jika dilihat dari aspek kualitas hidup antara laki-laki dan perempuan, di Provinsi Aceh lebih setara dibandingkan dengan nasional,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (9/11/2025).

Arifah menjelaskan bahwa seluruh kabupaten dan kota di Aceh telah mengikuti evaluasi Kabupaten dan Kota Layak Anak (KLA). Meskipun begitu, sejumlah daerah masih perlu mengejar pencapaian indikator yang menjadi ukuran kemajuan pelaksanaan KLA.

Namun, capaian tersebut tetap dibayangi tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mengutip data Simfoni PPA periode Januari–Oktober 2025, tercatat 26 ribu kasus kekerasan secara nasional. Dari jumlah itu, 967 kasus terjadi di Aceh. Mayoritas terjadi di lingkungan rumah tangga, dengan korban terbanyak perempuan dan anak usia 13–17 tahun.

Dari 967 kasus tersebut, 90 persen atau 515 kasus merupakan kekerasan terhadap anak, sementara 83 persen atau 801 kasus adalah kekerasan terhadap perempuan.

“Data ini menunjukkan kerentanan yang masih tinggi. Pemerintah pusat dan daerah wajib memperkuat pencegahan dan layanan,” ujar Arifah.

Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak level akar rumput, salah satunya melalui penguatan Ruang Bersama Indonesia (RBI)—gerakan kolaboratif berbasis desa dan kelurahan yang menghadirkan program berperspektif perempuan dan anak secara holistik dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Muhammad Nasir kepada Nukilan.id mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam sejarah dan pembangunan Aceh. Kendati demikian, ia mengakui masih banyak perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan serta perempuan yang belum mendapatkan kesempatan optimal dalam pendidikan dan pekerjaan.

“Perempuan adalah pilar keluarga dan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Aceh terus memperkuat UPTD PPA dan layanan pendampingan,” ujar Muhammad Nasir.

Ia menilai program Ruang Bersama Indonesia sejalan dengan nilai budaya Aceh yang mengedepankan kebersamaan dan musyawarah. Melalui RBI, pemerintah daerah berharap partisipasi dan peran perempuan dapat semakin meluas di berbagai sektor.

Kolaborasi yang terus dibangun antara KemenPPPA dan Pemerintah Aceh diharapkan mampu memperkuat pencegahan kekerasan, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak di Aceh. (xrq)

Reporter: AKIL

Pabrik Es Kristal di Aceh Barat Meledak, Dua Pekerja Terluka Tertimpa Puing

0
Pabrik pembuatan es kristal dan depot isi ulang di Lorong Nangka 1, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat meledak siang tadi. (Foto: Dok. Polres Aceh Barat)

NUKILAN.ID | MEULABOH – Sebuah pabrik pembuatan es kristal sekaligus depot isi ulang air di Lorong Nangka 1, Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, meledak pada Minggu (9/11/2025) siang. Ledakan tersebut menyebabkan dua pekerja mengalami luka akibat tertimpa puing plafon yang runtuh.

Kapolres Aceh Barat AKBP Yhogi Hadisetiawan menyebut kedua korban, Juli (43) dan Ali (38), merupakan warga Alue Billie, Nagan Raya. Mereka kini dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

“Dua orang pekerja mengalami luka-luka akibat tertimpa puing plafon yang runtuh. Kedua korban bernama Juli (43) dan Ali (38) warga Alue Billie, Nagan Raya,” kata Yhogi kepada wartawan.

Peristiwa itu pertama kali diketahui pemilik usaha, Khaidar (54), setelah mendapat kabar dari warga sekitar yang mendengar suara ledakan keras. Saat memeriksa lokasi, ia mendapati kondisi pabrik berantakan dengan sebagian plafon ambruk. Tak lama kemudian, polisi tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Yhogi menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari sistem pendingin atau tabung freon.

“Dugaan sementara, sumber ledakan berasal dari sistem pendingin atau tabung freon. Namun untuk memastikan penyebab pastinya, kami masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan area aman dari potensi risiko lanjutan. Garis polisi juga telah dipasang untuk membatasi akses warga.

“Selain penyelidikan penyebab, kami juga fokus pada keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Area telah diamankan dan dipasang garis polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat dan para pelaku usaha agar lebih memperhatikan standar keselamatan kerja, terutama untuk peralatan industri yang menggunakan gas bertekanan tinggi.

“Polres Aceh Barat mengajak masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan kerja dan tidak ragu melapor ke pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi membahayakan keselamatan,” jelas Yhogi.

Mahasiswa Agribisnis USK Dalami Rantai Nilai Kopi Gayo Lewat Kunjungan Lapangan ke Takengon

0
Mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti field trip selama dua hari di Takengon, Aceh Tengah, untuk mempelajari langsung penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta rantai nilai Kopi Arabika Gayo dari hulu hingga hilir. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti field trip selama dua hari di Takengon, Aceh Tengah, untuk mempelajari langsung penerapan Good Agricultural Practices (GAP) serta rantai nilai Kopi Arabika Gayo dari hulu hingga hilir. Kegiatan ini menjadi ajang belajar lapangan yang memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai kualitas, keberlanjutan, dan inovasi agribisnis.

Hari Pertama: Memahami GAP di KBQ Baburrayyan

Rombongan mahasiswa memulai kunjungan di Koperasi Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan, salah satu koperasi kopi terbesar di Aceh Tengah yang dikenal aktif membina petani dan mengelola kopi untuk pasar ekspor.

Di lokasi ini, mahasiswa mendapatkan pemaparan mendalam tentang praktik GAP Kopi, terutama mengenai proses pemanenan yang benar. Mereka belajar bahwa buah kopi harus dipetik secara selektif (selective picking), dengan kriteria matang optimal yang ditandai warna merah ceri mengkilap. Buah matang sempurna menjadi penentu awal kualitas, karena kadar gula yang tepat akan memengaruhi cita rasa akhir.

Mahasiswa juga diajak mengamati proses pascapanen lainnya seperti pengeringan, sortasi, hingga cupping atau uji cita rasa. Selain itu, peserta mendapat kesempatan mempraktikkan penyeduhan kopi dengan teknik yang tepat untuk merasakan karakter rasa kopi tanpa dominasi rasa pahit. Pihak KBQ turut memperlihatkan proses pengemasan dan pemasaran produk kopi sebagai bagian dari rantai nilai yang harus dipahami calon pengelola agribisnis.

Hari Kedua: Menyimak Inovasi di Kebun Percontohan OFI

Perjalanan hari kedua dilanjutkan ke kebun percontohan milik Olam Food Ingredients (OFI), salah satu mitra dagang kopi global. Di sini, mahasiswa disuguhkan informasi tentang varietas unggul Kopi Arabika Gayo dan model agribisnis inovatif yang diterapkan perusahaan.

Salah satu praktik yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah integrasi antara budidaya kopi dan ternak lebah madu. Kolaborasi dua komoditas ini memberi dua keuntungan besar: meningkatkan produktivitas kopi berkat peran lebah dalam penyerbukan, dan memberikan nilai tambah melalui produksi madu.

Ketua Program Studi Manajemen Agribisnis, Mujiburrahmad, kepada NUKILAN.ID mengatakan bahwa model integrasi ini memberi gambaran nyata mengenai penerapan pertanian berkelanjutan sekaligus peluang peningkatan pendapatan bagi petani.

“Kegiatan ini membuka mata mahasiswa kami bahwa manajemen agribisnis modern tidak hanya fokus pada satu komoditas, tetapi juga pada praktik berkelanjutan, kualitas dari hulu, dan inovasi integrasi seperti kopi dan madu. Ini adalah ilmu lapangan yang tak ternilai,” ujarnya.

Mendorong Lahirnya Pengelola Agribisnis Masa Depan

Melalui pengalaman langsung di lapangan, field trip ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman lebih luas kepada mahasiswa tentang pentingnya kualitas dan keberlanjutan dalam mengelola agribisnis. Kegiatan ini sekaligus diharapkan memotivasi mereka untuk merancang model usaha pertanian yang lebih inovatif dan berdaya saing.

Dengan melihat langsung praktik terbaik agribisnis kopi di Takengon, mahasiswa kini memiliki bekal baru untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan menjadi bagian dari generasi pengelola agribisnis yang adaptif serta berorientasi pada keberlanjutan. (XRQ)

Reporter: AKIL

Besok 10 November, Hari Pahlawan bagi Bangsa Indonesia

0
Ilustrasi Hari Pahlawan. (Foto: Gemini AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November merupakan salah satu momen bersejarah bagi Indonesia. Tanggal ini menjadi pengingat atas keberanian, pengorbanan, dan tekad para pejuang yang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Awal Mula Peringatan Hari Pahlawan

Hari Pahlawan berakar dari Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, salah satu pertempuran terbesar dan paling memilukan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan.

Meski Proklamasi telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, situasi nasional masih tidak stabil. Pasukan Sekutu yang datang bersama tentara Belanda (NICA) berupaya mengambil alih kembali kekuasaan. Kehadiran mereka ditolak keras oleh rakyat Surabaya karena dianggap mengancam kemerdekaan yang baru diraih.

Dilansir Nukilan.id dari laman Kemensos, ketegangan memuncak setelah Brigadir J. Mallaby, komandan pasukan Inggris di Jawa Timur, tewas dalam insiden di sekitar Jembatan Merah. Padahal sebelumnya, pada 29 Oktober 1945, kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata. Namun, bentrokan kecil tetap terjadi di sejumlah titik, hingga akhirnya peristiwa tewasnya Mallaby memancing kemarahan besar pasukan Inggris.

Sebagai respons, Inggris mengeluarkan ultimatum yang mewajibkan rakyat Surabaya menyerahkan senjata dan menghentikan segala bentuk perlawanan. Tenggat waktu yang diberlakukan adalah pukul 06.00 pada 10 November 1945.

Rakyat Surabaya menolak tuntutan tersebut, sehingga pertempuran besar pun tak terelakkan. Pertempuran berlangsung sengit hingga sekitar tiga minggu dan menjadi penanda penting bahwa bangsa Indonesia siap menghadapi kekuatan asing setelah proklamasi kemerdekaan.

Penetapan Hari Pahlawan

Perlawanan rakyat Surabaya kemudian menjadi simbol keberanian nasional dalam mempertahankan kemerdekaan. Untuk menghormati peristiwa heroik itu, pemerintah menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959. Penetapan ini mengingatkan generasi bangsa agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi Indonesia merdeka.

Makna Hari Pahlawan bagi Indonesia

Peringatan Hari Pahlawan tidak hanya mengajak masyarakat mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ajang refleksi nasional. Nilai-nilai penting yang dapat dipetik antara lain:

  1. Meneladani semangat perjuangan para pahlawan
    Para pejuang menunjukkan dedikasi tanpa pamrih. Semangat itu patut diwujudkan dalam kerja keras dan pengabdian untuk bangsa.

  2. Memperkuat rasa persatuan dan nasionalisme
    Pertempuran Surabaya membuktikan bahwa persatuan adalah kekuatan utama. Keragaman suku, agama, dan daerah tidak menghalangi perjuangan bersama.

  3. Menginspirasi generasi muda untuk berkarya
    Di era modern, bentuk perjuangan berubah. Kontribusi dapat diberikan melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian sosial untuk kemajuan negeri. (XRQ)

Reporter: AKIL

Aceh Timur Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

0
Rapat kerja evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Serbaguna Idi, Jum'at (7/11/2025). (Foto: Humas Aceh Timur)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur memperketat pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sebuah rapat kerja yang digelar di Aula Serbaguna Idi, Jumat (7/11/2025). Langkah ini diambil sebagai upaya memastikan program prioritas nasional tersebut berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat maksimal bagi anak-anak di daerah itu.

Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., dan turut dihadiri unsur Forkopimda, Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG), serta para pengelola dapur MBG dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Al-Farlaky menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan perhatian besar pemerintah pusat sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, daerah harus menjamin bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan.

“Ini amanah besar dari Presiden. Kita di daerah harus pastikan pelaksanaannya benar, higienis, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada insiden seperti yang terjadi di daerah lain,” tegas Bupati.

Pastikan Data Akurat dan Prosedur Higienis

Salah satu poin penting hasil evaluasi adalah penegasan mengenai pentingnya data yang akurat dari seluruh pengelola dapur. Selama ini, pemerintah daerah menilai masih terdapat laporan yang belum sesuai dengan kondisi lapangan.

“Karena itu, pendataan penerima manfaat, bahan makanan, serta jumlah produksi harian harus benar-benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Al-Farlaky.

Bupati juga mengingatkan potensi risiko jika standar kebersihan tidak dipenuhi. Ia menyinggung kasus dari beberapa daerah lain di mana ratusan anak mengalami keracunan akibat kelalaian.

“Kalau sampai terjadi di Aceh Timur, yang pertama disorot adalah Forkopimda,” ujarnya mengingatkan.

Untuk itu, seluruh dapur penyedia makanan bergizi diwajibkan memiliki sertifikasi higienitas dan memenuhi standar kebersihan. Pemerintah daerah bahkan siap memberikan rekomendasi penghentian operasional sementara bagi dapur yang belum memenuhi ketentuan. Bupati memberi waktu satu bulan kepada seluruh pengelola dapur untuk melengkapi sertifikasi tersebut.

Dorong Penggunaan Bahan Lokal

Selain aspek higienitas, Bupati Al-Farlaky juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal, seperti sayur, beras, ikan, dan telur. Menurutnya, hal ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Kalau bisa beli di daerah sendiri, jangan ambil dari luar. Biar ekonomi masyarakat juga berputar,” tegasnya.

Perkuat Koordinasi Forkopimda dan Pelaporan Berkala

Bupati turut meminta adanya komunikasi intensif antarunsur Forkopimda untuk memastikan program berjalan sesuai harapan. Ia mengingatkan bahwa pelaksanaan MBG di daerah menjadi bagian dari evaluasi pemerintah pusat.

Selain itu, pengelola program diwajibkan melaporkan perkembangan MBG secara berkala kepada Satgas Gizi Nasional. Di tingkat kabupaten, ketuanya adalah Bupati, sementara di tingkat provinsi dijabat oleh Gubernur. Mekanisme pelaporan ini disebut penting untuk menjaga kesesuaian pelaksanaan program dengan kebijakan nasional.

Menutup rapat, Bupati Al-Farlaky berpesan agar seluruh pengelola dapur dan tim pelaksana menjaga integritas serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Berkarirlah dengan baik, jalankan amanah ini dengan benar. Semoga Aceh Timur menjadi contoh daerah yang sukses melaksanakan program makan bergizi gratis tanpa kendala dan tanpa masalah higienitas,” demikian tutup Al-Farlaky.