Beranda blog Halaman 182

Kadisdik Aceh Singgah di SMAN 1 Meukek, Beri Motivasi kepada Siswa dan Guru

0
Kunjungan Safari Ramadan bersama Pemerintah Aceh ke Kab. Aceh Selatan, Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., didampingi Kabid PSMA & PKLK, Kacabdin Aceh Selatan menyempatkan singgah di SMA Negeri 1 Meukek, Selasa (3/3/2026). (FOTO: NUKILAN)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Di sela kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Aceh ke Kabupaten Aceh Selatan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP., menyempatkan diri singgah di SMA Negeri 1 Meukek, Selasa (3/3/2026).

Murthalamuddin datang bersama Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan Annadwi, S.Pd., M.M., serta Tim Humas Dinas Pendidikan Aceh.

Kunjungan tersebut berlangsung singkat dan dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa dan dewan guru di tengah rangkaian kegiatan Safari Ramadan di wilayah Aceh Selatan.

Setibanya di sekolah, rombongan melaksanakan salat Zuhur berjamaah bersama keluarga besar SMAN 1 Meukek. Setelah itu, Murthalamuddin menyampaikan tausiah singkat kepada para siswa dan guru.

Dalam pesannya, ia mengajak para siswa tetap bersemangat dalam menuntut ilmu, terutama di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, serta terus menjaga semangat belajar di luar bulan Ramadan.

“Keberhasilan di masa depan ditentukan oleh kesungguhan dalam menuntut ilmu sejak dini, serta membangun karakter agar kelak menjadi pemimpin yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Usai menyampaikan ceramah di mushalla, Murthalamuddin melanjutkan pertemuan singkat di ruang guru bersama pengawas sekolah, sejumlah kepala sekolah di sekitar wilayah tersebut, serta seluruh dewan guru SMAN 1 Meukek.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan harus mampu membentuk tiga aspek utama dalam diri peserta didik, yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

“Guru memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi unggul. Karena itu, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepatuhan terhadap seluruh surat edaran dinas termasuk aturan penggunaan telepon genggam oleh guru dan siswa saat proses pembelajaran serta pengaturan kegiatan belajar selama Ramadan harus dilaksanakan secara serius demi peningkatan mutu pendidikan di Aceh Selatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga menyampaikan kisah sejarah Islam pada masa Rasulullah dan para sahabat yang menjadikan ilmu sebagai fondasi peradaban. Ia menegaskan pentingnya budaya literasi sebagaimana firman Allah dalam wahyu pertama yang diturunkan, yaitu perintah membaca.

“Ayat ini merupakan dasar pentingnya literasi dalam dunia pendidikan. Segala ilmu pada dasarnya bersumber dari nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga belajar dan mengamalkannya menjadi amaliah yang bernilai di dunia dan akhirat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan itu kemudian ditutup dengan tausiah dari Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Setelah itu, Murthalamuddin bersama keluarga besar Cabang Dinas Pendidikan Aceh Selatan melanjutkan kegiatan buka puasa bersama di SMA Negeri 1 Tapaktuan, Aceh Selatan.

Satlantas Polres Aceh Barat Bagikan Takjil, Perkuat Kedekatan dengan Warga

0
Satlantas Polres Aceh Barat Bagikan Takjil. (Foto: Korlantas Polri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Aceh Barat membagikan takjil kepada para pengendara di Jalan Nasional Meulaboh, Selasa (2/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyemarakkan Ramadan 1447 Hijriah sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

Personel Satlantas turun langsung ke jalan membagikan paket takjil kepada pengendara roda dua dan roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka. Proses pembagian berlangsung tertib dan humanis tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, melalui Kasat Lantas Polres Aceh Barat, AKP Yusrizal, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud implementasi Polri Presisi yang menitikberatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum bulan suci Ramadan ini kami manfaatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Selain berbagi takjil, kami juga ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri, khususnya Satlantas, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kegiatan sosial yang bermanfaat,” ujarnya.

Selain berbagi takjil, petugas juga memberikan imbauan tertib berlalu lintas. Pengendara sepeda motor diingatkan untuk menggunakan helm standar, sementara pengemudi mobil diminta mengenakan sabuk pengaman serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara.

Satlantas Polres Aceh Barat turut mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menjelang waktu berbuka puasa karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Keselamatan diri dan pengguna jalan lain diminta tetap menjadi prioritas.

Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif. Pembagian takjil dilakukan dengan pengaturan yang baik tanpa mengganggu ketertiban umum. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan masyarakat serta tumbuh kesadaran tertib berlalu lintas di wilayah hukum Polres Aceh Barat.

Sinkhole di Aceh Tengah Meluas, Dua Pemkab Sepakat Alihkan Aliran Air

0
Penampakan lubang raksasa di Aceh Tengah (ANTARA FOTO/Abiyyu)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mempercepat penanganan lubang raksasa (sinkhole) di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, dengan mengalihkan aliran air dari wilayah hulu sebagai langkah darurat.

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan pengalihan aliran air dilakukan dari Kampung Bener Ayu, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Kebijakan ini merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah sebagai solusi jangka pendek untuk menekan perluasan sinkhole.

“Kita sudah mengetahui sumber persoalannya dan hari ini kita tangani bersama sebagai langkah jangka pendek. Tujuannya agar aliran air tidak lagi memperparah kondisi sinkhole di Pondok Balik, sekaligus memastikan kebutuhan air masyarakat di dua kabupaten tetap terpenuhi dengan baik,” ujar Haili, Senin (2/3/2026).

Menurut Haili, aliran air dari wilayah hulu selama ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat meluasnya lubang raksasa di Kampung Pondok Balik. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Tim teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah turun ke lapangan untuk menyiapkan penanganan jangka panjang.

Kepala Satgas Percepatan Penanganan Dampak Bencana wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Arie Setiadi Moerwanto, menjelaskan pengaturan aliran air akan dilakukan melalui perbaikan bendung dan pintu pengambilan air agar distribusi air dapat dikendalikan secara optimal.

“Pertama kita akan perbaiki, Pak, bendung dan pintu pengambilnya, supaya airnya bisa diatur secukupnya. Jadi tidak ada yang dirugikan, tidak merusak lingkungan, pekerjaan secepatnya,” ujar Arie Setiadi kepada Bupati Aceh Tengah saat meninjau lokasi, Senin (2/3/2026).

“Kami sudah minta teman-teman membuat sketsanya dan bagaimana nanti biasanya,” tambah dia.

Selain itu, pemerintah juga berupaya meminimalkan potensi runtuhan lanjutan dan merapikan jalan alternatif agar akses masyarakat tetap berjalan sementara waktu.

“Selanjutnya kita bekerja yang di runtuhan tadi, tadi sudah saya paparkan kepada Bapak Bupati. Insya Allah cepat, Pak, pekerjaan teknis di lokasi sinkhole juga terus berjalan. Kalau nanti tebing itu sudah stabil, baru kita konektivitasnya. Kita perbaiki juga, seperti itu, termasuk merapikan jalan alternatif,” lanjut Arie.

Arie mengungkapkan, dua ruas jalan di sekitar lokasi masih terdampak longsoran. Luas area runtuhan kini telah mencapai lebih dari 3 hektar. Setelah kondisi lereng dinyatakan stabil, pemerintah akan melanjutkan penanganan konektivitas jalan dan penataan jalur alternatif guna memastikan mobilitas warga tetap lancar.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, jajaran kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) Aceh Tengah, Camat Ketol, Camat Wih Pesam, Kepala Dinas PUPR Bener Meriah, aparatur Kampung Bener Ayu, serta para reje kampung.

LF PWNU Aceh: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bertepatan 14 Ramadhan

0
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Lembaga Falakiyah (LF) PWNU Aceh, Tgk Ismail Al-Farlaky, menyampaikan bahwa gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Peristiwa ini menjadi satu-satunya gerhana bulan yang dapat diamati di langit Aceh sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari suatu sumber oleh benda lain. Dalam konteks gerhana bulan, cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.

Tgk Ismail mengajak masyarakat Aceh memanfaatkan fenomena ini tidak hanya sebagai sarana edukasi astronomi, tetapi juga sebagai momentum penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan.

“Waktu terbaik pelaksanaan salat gerhana bagi masyarakat Aceh berada setelah salat Magrib hingga menjelang Isya, menyesuaikan fase puncak gerhana yang terjadi pada malam hari,” ujarnya.

LF PWNU Aceh mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang terbuka serta memperhatikan kondisi cuaca. Salat gerhana dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan meunasah dengan tetap menjaga kekhusyukan, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Secara astronomi, gerhana bulan hanya terjadi saat fase purnama. Namun, tidak setiap fase purnama menghasilkan gerhana karena orbit Bulan yang mengelilingi Bumi memiliki kemiringan sekitar lima derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Dalam kajian ilmu falak, gerhana bulan terbagi menjadi tiga jenis, yakni gerhana total, sebagian (parsial), dan penumbra. Pada gerhana total, seluruh piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga biasanya tampak berwarna kemerahan.

Berdasarkan data BMKG dan Almanak 2026, fase gerhana di wilayah WIB dimulai dengan gerhana sebagian sekitar pukul 16.50 WIB. Gerhana total diperkirakan mulai pada pukul 18.04 WIB dengan puncaknya terjadi sekitar pukul 18.34 WIB.

Gerhana total berakhir sekitar pukul 19.03 WIB, sedangkan fase gerhana sebagian berakhir pada pukul 20.17 WIB.

Secara global, fenomena ini dapat diamati di sejumlah kawasan, termasuk Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, serta sebagian wilayah Amerika yang memungkinkan dari sisi visibilitas.

Safari Ramadhan 1447 H, Dinkes Aceh Hadirkan Pengobatan Gratis untuk Warga Aceh Utara

0
Dokter Spesialis THT sedang membersihkan telinga salah satu anak di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (2/3/2026). (Foto: Dinkes Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan dalam rangka Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB itu menghadirkan layanan pengobatan massal gratis bagi masyarakat. Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta layanan dokter spesialis.

Untuk memperluas akses layanan spesialistik, Dinas Kesehatan Aceh menghadirkan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT), dokter spesialis anak, dan dokter spesialis gigi yang didatangkan dari Banda Aceh. Kehadiran para dokter tersebut disambut antusias warga, terutama orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk memeriksakan kondisi kesehatan, pasien dengan keluhan THT, serta masyarakat yang mengalami masalah gigi dan mulut.

Kegiatan sosial ini turut didukung oleh jajaran Dinas Kesehatan Aceh Utara dan puskesmas setempat. Sejak pagi, warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana, agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan kondisi kesehatan yang optimal,” ujarnya.

Ia berharap, melalui Safari Ramadhan ini, layanan kesehatan yang hadir langsung di tengah masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat akses pelayanan hingga ke tingkat desa.

Ferdiyus juga menghimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan puskesmas secara optimal, termasuk untuk pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Kalau kita lihat hari ini, semua masyarakat yang datang tujuannya untuk berobat dan datang dengan keluhan tertentu terkait kondisi kesehatannya. Kita berharap ke depan masyarakat dapat memanfaatkan Puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya, sebagai langkah deteksi dini dan upaya pencegahan dirinya dari penyakit”, harap Plt Kadinkes itu.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kadinkes Aceh turut menyerahkan bantuan berupa Al-Quran, mukena, dan kain sarung kepada Meunasah Blang Peuria yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut.

Awal 2026, Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 8,22 Persen

0
wisman
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Aceh pada Januari 2026 tercatat sebanyak 3.666 orang. Angka tersebut mengalami penurunan 8,22 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4.836 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Agus Andria, mengatakan tren penurunan juga terjadi secara tahunan.

“Dibandingkan Januari 2025, jumlah wisman turun 5,81 persen dari 3.892 kunjungan,” ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di kantor BPS Aceh, Senin (2/3/2026).

Data tersebut menunjukkan adanya perlambatan arus kunjungan wisatawan asing ke Aceh pada awal tahun. Kondisi musiman serta faktor ekonomi diduga turut memengaruhi pergerakan jumlah kunjungan.

Selain itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada Januari 2026 juga tercatat menurun. Rata-rata TPK berada di angka 19,31 persen, atau turun 8,22 poin dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 27,53 persen.

Berdasarkan negara asal, Malaysia menjadi penyumbang wisman terbanyak ke Aceh. Sepanjang Januari 2026, tercatat 2.908 wisatawan asal negeri jiran tersebut berkunjung ke Tanah Rencong.

Di posisi kedua terdapat Singapura dengan 55 kunjungan, disusul Australia di peringkat ketiga dengan total 51 wisatawan.

Adapun pintu masuk utama wisman ke Aceh tercatat melalui dua jalur, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Sabang. Kedua akses tersebut menjadi jalur strategis kedatangan wisatawan asing, baik melalui transportasi udara maupun laut.

Mahasiswa KKN USK Tuntaskan Program Kemendiktisaintek untuk Pemulihan Pascabencana di Geunteng

0
Mahasiswa KKN USK Tuntaskan Program Kemendiktisaintek untuk Pemulihan Pascabencana di Geunteng. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) merampungkan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gampong Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (28/2/2026). Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 21 hari, sejak 7 Februari 2026.

Program tersebut mengangkat tema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana.” Fokus kegiatan diarahkan pada pemberdayaan warga melalui pemanfaatan energi alternatif ramah lingkungan serta peningkatan efisiensi produksi usaha lokal pascabencana.

Keuchik Gampong Geunteng, Usman, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan tim pengabdi yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Inovasi yang diperkenalkan sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung usaha kecil. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdi, Fachrizal Ambia, M.Pd., kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi aplikatif guna mendukung pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Ia didampingi drh. Daniel, M.Si., Ir. Muhammad Resthu, S.Pt., M.Si., IPM., Dr. drh. Hamny, M.Si., serta drh. Lailia Dwi Kusuma Wardhani, M.Si.

“Kami mengapresiasi dukungan Keuchik, Sekretaris Desa, Tuha Peut, perangkat gampong, dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik. Semoga inovasi kompor berbahan bakar minyak jelantah dan larutan pembersih hemat air ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Fachrizal.

Selama pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya menggelar sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga melakukan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna bagi pelaku usaha. Kompor tekanan tinggi berbahan bakar minyak jelantah diharapkan mampu menekan biaya produksi, sementara larutan pembersih hemat air mendukung efisiensi operasional usaha.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi untuk mempercepat pemulihan dampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra. (XRQ)

Nukilan Cares Bagikan Sejumlah Paket Sembako kepada Warga pada Ramadan 1447 Hijriah

0
Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program sosial Nukilan Cares kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan pada Jumat (27/2/2026), bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan berbagi tersebut menjadi bagian dari program rutin perusahaan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2024 sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, dengan harapan dapat membantu meringankan kebutuhan selama bulan suci Ramadan.

Nandasari selaku manajemen menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi juga wujud komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya kepada pihak redaksi.

Warga penerima manfaat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mengaku paket sembako sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

Program Nukilan Cares sendiri dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Katibul Wali Nanggroe Terima Audiensi RRI Meulaboh

0
Audiensi dan silaturahmi RRI Meulaboh bersama Abdullah Hasballah, Katibul Wali (Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh), di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan dan kolaborasi dalam mendukung penyebarluasan informasi serta nilai-nilai keacehan melalui siaran publik (Foto: RRI/iqval)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Abdullah Hasballah selaku Katibul Wali atau Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh menerima audiensi LPP RRI Meulaboh di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Senin (2/3/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dalam mendukung penyebarluasan informasi publik yang edukatif dan inspiratif.

Kepada Nukilan.id, Abdullah Hasballah menegaskan pentingnya peran media publik dalam menjaga marwah budaya dan adat Aceh. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun narasi yang konstruktif di tengah masyarakat.

“Media memiliki posisi strategis dalam membangun narasi positif, memperkuat persatuan, dan menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang sejalan dengan nilai adat dan syariat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan program-program siaran yang mengangkat nilai adat, sejarah, serta identitas keacehan.

Sementara itu, pihak RRI Meulaboh menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan siaran berkualitas melalui platform radio maupun digital. RRI juga membuka ruang kerja sama dalam bentuk dialog interaktif, feature budaya, serta konten edukatif lainnya yang berkaitan dengan nilai-nilai adat dan sejarah Aceh.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Aceh serta pembangunan karakter masyarakat di era digital. (xrq)

Dosen FT Unimal Dorong Platform Tanggapi untuk Pastikan Suara Korban Bencana Tak Tenggelam

0
Ilustrasi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) sekaligus Koordinator Humansight Pidie Jaya, Mohd. Habibie, mendorong penguatan sistem respons bencana berbasis data yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan. Hal itu ia sampaikan dalam refleksinya mengenai pengalaman merespons bencana banjir dan lumpur yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Pidie Jaya.

Habibie yang merupakan warga Dayah Kruet, Pidie Jaya, mengaku rumahnya ikut terdampak dan ditenggelamkan lumpur. Dari pengalaman pribadi tersebut, ia melihat bagaimana solidaritas publik bisa bergerak cepat melalui media sosial, namun juga cepat memudar.

“Di balik angka dan laporan bencana, ada manusia dengan cerita, luka, harapan, dan ketangguhan. Cerita ini datang dari para penyintas banjir di Aceh,” tulis Humansight dalam salah satu unggahan awal mereka tentang banjir Aceh.

Kepada Nukilan.id, Habibie menjalaskan setiap bencana memang selalu melahirkan angka—jumlah korban jiwa, pengungsi, hingga kerusakan fasilitas. Namun ia menilai angka tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Ia memperkenalkan pendekatan yang mereka sebut sebagai Humanitarian Data-Driven Response, yakni respons kemanusiaan berbasis data yang tidak berhenti pada statistik, tetapi ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan aksi nyata. Data, kata dia, harus diberi konteks, wajah, dan koordinat agar benar-benar bermakna dalam proses pemulihan.

Dari kolaborasi dengan Pemerintah Aceh, lahirlah platform tanggapi.acehprov.go.id yang dirancang bersama Dinas Komunikasi dan Informatika dan Sandi Aceh. Platform tersebut menjadi saluran resmi pelaporan masyarakat agar setiap informasi terdokumentasi dan ditindaklanjuti.

Habibie menjelaskan, sistem itu kini berkembang menjadi Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat yang terintegrasi dalam enam klaster penanggulangan bencana, yakni pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan.

Ia menegaskan, kontribusi Humansight dalam kolaborasi tersebut bukan sekadar penyediaan data atau kode pemrograman, melainkan perspektif yang menempatkan manusia sebagai pusat setiap titik informasi. Setiap laporan yang masuk, menurutnya, merepresentasikan kebutuhan nyata warga terdampak di lapangan.

Habibie juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan bencana sering kali muncul ketika perhatian publik mulai surut. Ia menyebut, beberapa bulan setelah bencana, sorotan media dan solidaritas publik biasanya berkurang, sementara persoalan di lapangan belum sepenuhnya selesai.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan platform yang tersedia agar suara warga tidak lagi bergantung pada momentum viral di media sosial.

“Sudah cukup? Tidak. Belum cukup. Belum pernah cukup,” ujarnya.

Ia pun mengajak warga terdampak untuk melaporkan kondisi di lapangan, relawan untuk mendokumentasikan temuan, serta akademisi, jurnalis, dan pegiat data untuk melakukan analisis dan pengawalan kebijakan.

“Jika Anda warga terdampak, laporkan. Jika Anda relawan di lapangan, dokumentasikan. Jika Anda akademisi, jurnalis, atau pegiat data. analisis dan kawal. Jika Anda hanya punya hp dan empat menit waktu luang, buka, lihat, dan sebarkan,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Habibie berharap sistem respons bencana di Aceh tidak hanya reaktif, tetapi juga berkelanjutan, dengan memastikan tidak ada suara warga terdampak yang terabaikan dalam proses pemulihan. (XRQ)