Beranda blog Halaman 1824

21 Calon Komisioner KKR Aceh Dinyatakan Lulus, Ini Nama-Namanya

0
Panitia seleksi saat menyerahkan 21 nama calon komisioner KKR Aceh yang dinyatakan lulus wawancara kepada Komisi I DPRA, Kamis (18/11/2021). Foto: Nukilan/Hadiansyah

Nukilan.id – Panitia menyerahkan 21 nama yang telah dinyatakan lulus seleksi sebagai calon komisioner Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh periode 2021-2026 kepada Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

21 nama calon komisioner KKR Aceh tersebut telah dinyatakan lulus seleksi wawancara atas penulisan makalah dan uji baca Al Quran. Kemudian, selanjutnya masuk ke tahapan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan.

Ketua Komisi I DPRA, Muhammad Yunus mengatakan pihaknya segera melakukan fit and proper test dalam waktu dekat terhadap 21 nama itu, mengingat saat ini sedang terjadi kekosongan pengurus di KKR Aceh.

“Insyaallah mungkin dalam beberapa hari ini kami langsung menyusun jadwal untuk fit and proper test mereka di KKR Aceh,” kata Muhammad Yunus kepada Nukilan.id, Kamis (18/11/2021).

M. Yunus mengatakan, pihaknya akan mencari yang terbaik dari 21 nama itu, sehingga dapat melahirkan komisioner yang lebih baik dari periode sebelumnya.

“Dari 21 nama tersebut nantinya setelah fit and proper test akan diterima sebanyak tujuh orang menjadi komisioner, dan juga ditetapkan tujuh kandidat sebagai cadangan,” ungkapnya.

Politisi Partai Aceh ini berharap, agar KKR ke depan jangan hanya main data saja, tetapi bagaimana membantu mencari celah serta lobi-lobi untuk dapat membantu korban konflik yang sudah terdata.

“Insyallah dari 21 nama ini akan lahir pemimpin yang lebih baik di KKR. Namun harapan kita KKR kedepan ini jangan cuma main data saja, tapi dapat membantu mereka yang sudah di data,” tutup M. Yunus.

Adapun 21 nama peserta calon komisioner KKR periode 2021-2026 yang telah dinyatakan lulus seleksi wawancara sebagai berikut:

1. Afridal Darmi
2. Ainal Mardhiah
3. Anwar Yusuf
4. As’adi M Ali
5. Aslinda Sastra S.Pd
6. Bustami
7. Faisal Fuady
8. Heriyanto
9. Jalimin SE
10. Khalisil Mukhlis
11. Masthur Yahya, SH. Mhum
12. Mustawalad
13. Nashrun Marzuki SH
14. Novi Heryanti S.H.I M.A
15. Nyak Anwar
16. Oni Imelva
17. Safriandi
18. Sharli Maidelina
19. Tasrizal
20. Uun Auliaus Sakinah
21. Yuliati

Reporter : Hadiansyah

OASE PTKI Pertama Se-Indonesia 2021 di UIN Ar-Raniry Resmi Dibuka

0
Direktur PTKI Kementerian Agama RI, Prof Dr Suyitno, M. Ag saat membuka secara resmi kegiatan OASE PTKI-I se-Indonesia yang berlangsung di Hotel Hermes Palace, Kamis (18/11/2021). Foto: Ist

Nukilan.id – Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Prof. Dr. Suyitno, M.Ag membuka secara resmi kegiatan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) I se-Indonesia tahun 2021 Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Kamis (18/11/2021).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag menyampaikan alasannya UIN Ar-Raniry Banda Aceh dipilih sebagai tuan rumah OASE PTKI-I se-Indonesia tahun 2021. Menurutnya, Aceh bukan hanya dijuluki sebagai Serambi Mekkah, tapi Aceh juga dapat dijuluki sebagai Serambi Ilmu Pengetahuan.

“Atas dasar inilah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dipilih sebagai sebagai tuan rumah OASE PTKI yang pertama. OASE PTKI di Mulai dari uin Ar-Raniry Banda, agar Aceh kembali menjadi kiblat ilmu pengetahuan untuk Indonesia dan dunia,” ungkap Prof Suyitno.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia OASE PTKI-I se-Indonesia tahun 2021, Dr. Saifullah Idris, S. Ag., M. Ag menyampaikan laporan kegiatan OASE yang sedang dilaksanakan di Kampus UIN Ar-Raniry, Banda Aceh pada 23 Oktober hingga 28 November 2021 yang diikuti oleh PTKI Negeri dan Swasta se-Indonesia.

“Rangkaian kegiatan OASE diawali dari proses pendaftaran bagi peserta dari PTKI Se-Indonesia yang sudah berjalan pada tanggal 5-20 Oktober 2021. Hasil verifikasi panitia, sebanyak 2.955 peserta dari total 184 PTKIN dan PTKIS se-Indonesia yang ikut serta dalam 23 cabang lomba yang diperlombakan pada OASE pertama ini,” jelas Dr. Saifullah.
Dia mengatakan, peserta setiap cabang lomba, telah mengikuti babak penyisihan pada 23-29 Oktober 2021. Sedangkan, khusus untuk lomba Sains, pelaksanaan babak penyisihan dilakukan pada tanggal 6 s.d 13 November 2021

“Kemudian, peserta yang lolos dari babak penyisihan, telah mengikuti babak semifinal pada 6 s.d 13 November 2021 lalu,” ujar Dr. Saifullah yang juga menjabat Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry Bidang Kemahasiswaan dan kerja Sama.

Selanjutnya, kata dia, pada tanggal 15 November 2021, panitia telah mengumumkan peserta maupun tim dari berbagai PTKIN dan PTKIS yang lolos ke babak Final untuk setiap cabang lomba. Semua nama finalis dari beragam kampus tersebut, dapat dilihat di halaman web oase.ar-raniry.ac.id.

“Untuk jadwal final semua cabang lomba, akan dilaksanakan pada 25-28 November 2021 yang dipusatkan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” sebut Dr. Saifullah.

Pelaksanaan babak final, sambungnya, dilaksanakan dengan sistem blanded, yakni daring dan luring. Sistem daring dilaksanakan melalui meeting zoom, dan sistem CBT (Computer Based Test atau Tes Berbasis Komputer).

“Sedangkan sistem luring, khusus dilaksanakan bagi finalis dari 11 cabang lomba Karya Inovasi, dengan cara melakukan presentasi yaitu dengan membawa produk inovasi hasil karyanya ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Saifullah mengungkapkan, panitia telah bekerja keras untuk menyuseskan kegiatan ini. Namun, mengingat, ajang OASE ini adalah yang pertama dilakukan dengan sistem baru yakni luring dan daring yang jarang sekali dilaksanakan sebelumnya.

“Dengan ini, kami panitia dari UIN Ar-Raniry, selaku tuan rumah, merasa masih banyak kekurangan dari apa yang telah kami laksanakan ini,” ungkapnya.

Untuk itu, Dr. Saifullah berharap, setiap kekurang yang ada, dapat menjadikan mau’izah, dan pengamalan kita bersama kedepannya, dalam pelaksanaan OASE selanjutnya. Namun demikian, dibalik berbagai kekurangan, kita patut memberi apresiasi kepada teman-teman panitia yang telah meluangkan waktunya, tenaganya, pikirannya, demi suksesnya kegiatan ini.

“Maka dalam hal ini, patut juga kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak ikut serta membantu menyukseskan kegiatan ini. Termasuk kepada pihak yang ikut membantu baik secara Moral, finansial atau barang dan lainnya,” ucap Dr. Saifullah.

Selain itu, dia juga mengucapan terimaksih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Bapak Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., Bapak Ir. H. Nova Iriansyah, M.T selaku Pemerintah Aceh, dan Bapak Rektor UIN Ar-Raniry.

“Turut juga kami sampaikan ucapakan terimakasih kepada sahabat media baik cetak, elektronik, dan online yang turut memberikan beragam informasi seputan kegiatan OASE PTKI I se-Indonesia 2021,” pungkas Dr. Saifullah.

Reporter: Hadiansyah

Kejari Medan Terima Apresiasi dan Penghargaan dari Kejagung RI

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima penghargaan dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung (Kejagung) RI atas penanganan perkara tindak pidana narkotika dalam melaksanakan program rehabilitasi terhadap penyalahguna, pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika, Kamis (18/11/2021) di Hotel Aryaduta Medan.

Adapun penyerahan apresiasi dan penghargaan diberikan oleh Direktur TP Narkotika dan Zat Aditif Lainnya pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI, DR. Darmawel Aswar S.H, M.H dan diterima langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah, S.H., M.H.

Selain itu, apresiasi dan penghargaan juga diberikan kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara yang diwakili oleh Aspidum Kejati Sumut, DR. Sugeng Riyanta, S.H., M.H. dan kepada Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Labuhan Deli yang diterima langsung oleh Kepala Cabjari Labuhan Deli Anggara Suryanagara, S.H., M.H.

Penyerahan apresiasi dan penghargaan tersebut berlangsung dalam serangkaian kegiatan Apresiasi dan Audiensi bersama jajaran Kejati Sumatera Utara sebagai tindak lanjut kerja sama antara Kejaksaan Republik Indonesia dengan United Nation Office On Drugs and Crime (UNODC).

Kajari Medan, Teuku Rahmatsyah, SH, MH., melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata, SH didampingi Kasi Tindak Pidana Umum Riachad SP. Sihombing, SH, MH., menyambut baik dan berterima kasih atas apresiasi dari pimpinan dengan diterimanya Penghargaan dari Jampidum Kejaksaan Agung RI.

“Kita berharap upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika dapat sejalan dengan program rehabilitasi terhadap penyalahguna, pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika sebagaimana yang telah diatur dan diamanatkan oleh Jaksa Agung RI,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakajati Sumatera Utara Edyward Kaban, SH, MH yang mendampingi Direktur TP Narkotika dan Zat Aditif Lainnya pada Jampidum Kejaksaan Agung RI, DR. Darmawel Aswar S.H, M.H. beserta rombongan, perwakilan dari UNODC, Aspidum Kejati Sumut, Kajari Medan, Kajari Belawan, Kajari Deli Serdang, dan Kajari Binjai beserta para Kasi Pidum. [red]

Dua Bulan Buron, Terpidana Penelentaran Keluarga Ditangkap

0
(Foto: Dok.Istimewa)

Nukilan.id – Menjadi buronan kasus Penelantaran Keluarga, pria berstatus Pegawai Negeri Sipil ES (51) berhasil ditangkap oleh jajaran Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

ES diputuskan bersalah pada tanggal (12/11/2021) karena melakukan tindak pidana penelantaran keluarga sekira bulan Agustus 2015 di Cot Iri Desa Gla Menasah Baroe Kecamatan Krueng Barona Jaya , Kabupaten Aceh Besar.

“kami sudah mencarinya selama kurang lebih dua bulan, namun sejak kami menerbitkan status DPO terhadap teripidana, kami dapatkan informasi dari masyarakat tentang keberadaan terpidana tersebut,” ujar Jaksa Eksekutor Shidqi Noer Salsa, S.H. M.Kn. di Aceh Besar, Rabu (17/11/2021).

Eksekusi terpindana ES yang sempat menjadi buron dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar, tentang Pelaksanaan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, dan pencarian serta penangkapan DPO/Buron dikendalikan langsung oleh Kasi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Aceh Besar Wahyu Ibrahim, S.H., M.H.

ES diketahui meninggalkan Istri dan anak anaknya selama lebih dari 4 tahun, tanpa memberikan nafkah serta kewajiban lainnya kepada anak-anak dan istrinya.

Sebelum penelantaran keluarga, terpidana ditenggarai memiliki hubungan dengan wanita lain hingga membuat rumah tangganya dengan istri sahnya tidak harmonis, kemudian terpidana ES juga sempat melakukan nikah siri dengan wanita lain pada saat ia meninggalkan rumah.

Terpidana yang masih berstatus PNS pada salah satu Kantor Kecamatan Kota Banda Aceh tersebut, sebelumnya pada persidangan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jantho terbukti melanggar Pasal 49 huruf a Jo Pasal 9 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Terpidana ES sebelumnya pada keputusan majelis hakim tingkat pertama PN Jantho menjatuhkan putusan 1 (satu) tahun penjara, namun ES tidak terima dan melakukan upaya hukum banding, sehingga pada tanggal 12 Agustus 2021 Majelis Hakim tingkat banding menjatuhkan putusan  8 (delapan) bulan penjara.

Selama buron ES mengganti nomor Handphonenya yang tercatat di Pengadilan maupun di Kejaksaan, sehingga tidak dapat dihubungi oleh petugas, namun walaupun telah menganti nomor Handphone dan keberadaannya sempat berpindah pindah, keberadaan ES berhasil  terdeteksi oleh Kejari  Aceh Besar saat dirinya yang sebelumnya tinggal di wilayah ulee kareng Banda Aceh pindah kerumah kakaknya dikawasan Ajun.

“sebelumnya istri yang bersangkutan datang ke kami, dan mengatakan bahwa keberadaan ES sudah berpindah pindah, sesekali masih terlihat di wilayah ulee kareng dan juga wilayah ajun. selain itu yang bersangkutan juga sebelumnya bekerja di dinas parawisata, telah pindah ke kantor kecamatan,” ucap Shidqi.

Shidqi menjelaskan terpidana pada saat menjalani proses sidang tidak dilakukan penahanan karena dinilai kooperatif.

Kini terpidana telah dijebloskan ke Rutan Jantho kabupaten Aceh Besar,” tuturnya.[]

Polda Aceh Gelar Peringatan Maulid, Penceramah: Akhlak Kunci Polri Presisi

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar peringatan hari lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW, Kamis (18/11/2021) di Masjid Babuttaqwa, Jeulingke, Kota Banda Aceh.

Peringatan maulid tersebut mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak dan Kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW, Kita Wujudkan Polri yang Presisi”. Panitia juga mendapuk Ustadz Munzir, S. Ag., sebagai penceramah.

Dalam ceramahnya, Ustadz Munzir menyampaikan, salah satu kunci untuk mewujudkan Polri yang Presisi adalah dengan akhlakul karimah.

Ia menggambarkan, bagaimana akhlak Rasulullah ketika menghadapi orang-orang yang membenci dirinya.

Bahkan, kata Ustadz Munzir, Nabi Muhammad SAW tidak enggan memberikan bantuan kepada mereka yang suka menjelek-jelekkan dan menghina dirinya, seperti yang terjadi dalam kisahnya dengan seorang pengemis Yahudi buta.

Sampai-sampai, setelah pengemis itu mendengar cerita salah satu sahabat Nabi Muhamamad, Abu Bakar, tentang betapa mulianya akhlak Rasulullah, dia pun menangis dan bersyahadat untuk memeluk agama Islam.

Artinya, kata Ustadz Munzir, akhlak Nabi Muhammad bisa dijadikan panutan oleh Polri. Di mana, walaupun masih ada yang tidak menyukai kehadiran Polisi, tapi tetap memberi pelayanan terbaik dengan cara-cara yang humanis.

Di ujung ceramahnya Ia berharap, agar Polri selalu istiqamah dan mengedapankan akhlakul karimah dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, seperti yang dilakukan Rasulullah pada zamannya.

“Semoga, dengan mengedepankan akhlakul karimah, akan terwujud Polri yang Presisi sebagaimana program utama dari Kapolri,” tutupnya.

Peringatan maulid tersebut juga diwarnai dengan penyantunan dan penyerahan bingkisan kepada anak yatim, serta melantunkan shalawat secara bersama-sama.[]

Said Syamsul Terima Penghargaan Paramakarya dari Wapres

0
Penerima Penghargaan Paramakarya, Putra Asal Abdya Said Syamsul (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Said Syamsul Bahri, putra asal Aceh Barat Daya (Abdya) Provinsi Aceh menerima penghargaan Paramakarya dari Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’aruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Penghargaan ini di berikan karena Said Syamsul berhasil mempertahankan tingkat produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut dari 2018, 2019 dan 2020 dari CV Dua Prima Lestari.

Atas Anugerah tersebut Said Syamsul sangat berterimakasih atas penghargaan yang di berikan oleh Pemerintah kepada CV Dua Prima Lestari(DPL), dan kedepannya akan lebih memacu produksinya sehingga keberadaan CV DPL dapat berkontribusi untuk pembangunan daerah dan negara,” ucap Said Syamsul.

“Saya berterimakasih kepada Pemerintah atas perhatian dan penghargaan yang di berikan kepada kami, dengan penghargaan ini kami akan terus memacu produktivitas usaha kami sehingga bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah dan negara,” kata Said Syamsul.

Penganugerahan Paramakarya juga di apresiasi oleh Kepala YARA Aceh Barat Daya (Abdya), Suhaimi, yang juga hadir di Jakarta saat penyerahan anugerah tersebut.

Suhaimi berharap, agar dengan anugerah yang di terima ini dapat memacu semangat pengusaha di Aceh. Khususnya, di Aceh Barat Daya agar mengikuti jejak Said Syamsul dalam menjaga produktivitas usahanya sehingga jika semua usaha di Aceh produktivitasnya tinggi maka akan berdampak positif pada penurunan angka pengangguran dan kemiskinan yang tentu saja berdampak positif juga bagi pembangunan dalam berbagai sektor di Aceh.

“Saya sangat senang, dari Aceh di wakili oleh tokoh Aceh Barat Daya, satu satunya penerima anugerah ini tahun ini dari kalangan swasta di Aceh, dan semoga dengan anugerah ini bisa menjadi penyemangat bagi pengusaha di Aceh untuk memacu tingkat produktivitasnya sehingga semua usaha di Aceh berproduktif maksimal dan jika ini terjadi tentu akan menyerap banyak tenaga kerja dan mengikis angka kemiskinan yang tinggi di Aceh saat ini,” terang Suhaimi usai berpose bersama setelah penerimaan anugerah tersebut.[]

Kunjungi Aceh, Eks Bos Samsung Indonesia Putuskan Jadi Mualaf

0
Kang-Hyun LEE, Vice President, Samsung Electronics Indonesia

Nukilan.id – Lee Kang Hyun, mantan vice president Samsung Indonesia berbagi kisah mualafnya.

Dalam ceritanya, Lee Kang Hyun memulai kecintaannya dengan Indonesia lewat cerita-cerita dari teman surat penanya yang tinggal di Aceh.

Pada tahun 1989, ia memutuskan untuk mengunjungi temannya di Aceh.

Selama tinggal di Aceh, ia disambut dengan kemeriahan dan keramahan keluarga sahabat penanya hingga ia betah berlama-lama di Indonesia.

Bahkan, saat kembali ke Korea, ia masih ingat dengan keramahan orang Indonesia yang membuatnya ingin segera kembali ke Indonesia.

“Selama aku pulang ke Korea, keramahan keluarga sahabat penanya di Aceh membuatku selalu terngiang-ngiang bahkan muncul dalam mimpiku. Aku pun belajar bahasa Indonesia,” kata Lee Kang Hyun.

Lee Kang Hyun belajar bahasa Indonesia lewat pendidikan khusus selama 1 bulan di Universitas Indonesia karena tertarik untuk bekerja di Indonesia.

Mimpinya itu terwujud usai Lee Kang Hyun diterima di perusahaan Samsung pada tahun 1991 dan bertugas di Samsung Indonesia pada tahun 1993.

Selama bekerja di Indonesia, Lee Kang Hyun mulai lancar berbahasa Indonesia dan akrab dengan ragam budaya Nusantara.

Ia pun mulai mengenal soal agama Islam sebagai salah satu kepercayaan mayoritas di Indonesia.

“Agama di Indonesia menjadi bagian kehidupanku yang berbeda dengan di Korea. Mayoritas tak beragama di Korea tak menjadi masalah. Di sinilah aku merasakan perbedaan,” bebernya.

Dipanggil Pak Haji hingga Kiai Haji

Lee mulai mengenal Islam dari temannya.

Ia pun mulai diajari tata cara salat, hingga pada tahun 1994 ia memutuskan menjadi mualaf dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Menjadi Muslim, tantangan terberat Lee Kang Hyun justru ketika pulang ke Korea saat bulan Ramadan.

Namun, lambat laun teman-teman Lee Kang Hyun menghormati keputusannya menjadi mualaf.

Menariknya karena nama Lee Kang Hyun disingkat menjadi KH Lee, ia malah mendapat panggilan Kiai Haji atau Pak Haji walau ia belum pernah naik haji dan hanya pernah menjalani umrah.

“Nama saya KH Lee, mungkin orang-orang memanggil ‘Kiai Haji Lee’, jadi sekalian didoakan. Saya pernah umrah 2 kali tapi belum pernah naik haji,” pungkasnya, dikutip dari kanal YouTube Ilham TV.

Sumber: Insertlive

Daftar Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2022

0
Piala Dunia Qatar (Foto: FIFA)

Nukilan.id – Sudah ada 13 tim yang dipastikan lolos ke putaran final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dari 13 negara yang sudah mengamankan tempat, 10 di antaranya berasal dari Zona Eropa.

Adapun 10 negara dari Zona Eropa yang sudah dipastikan akan tampil pada putaran final Piala Dunia 2022 adalah Belgia, Kroasia, Denmark, Inggris, Perancis, Jerman, Belanda, Serbia, Spanyol, dan Swiss.

Mereka lolos setelah menjadi juara grup dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa yang telah rampung digelar pada Rabu (17/11/2021) dini hari WIB.

Selanjutnya, ada dua negara dari Zona Conmebol atau Amerika Selatan yang juga telah memastikan tempat di Piala Dunia 2022.

Kedua negara yang dimaksud adalah Brasil dan Argentina.
Brasil dan Argentina otomatis lolos ke Piala Dunia setelah dipastikan finis di empat posisi teratas klasemen kualifikasi Zona Amerika Selatan.

Dalam kualifikasi Zona Amerika Selatan, empat tim teratas akan langsung lolos ke Piala Dunia 2022, sedangkan penghuni peringkat kelima harus menjalani play-off.

Terakhir, satu negara yang telah dipastikan tampil di Piala Dunia 2022 adalah Qatar selaku tim tuan rumah.

Ini akan menjadi penampilan pertama Qatar di putaran final Piala Dunia. Tetangga terdekat mereka, Kuwait dan Arab Saudi, lebih dulu punya pengalaman tampil di pesta olahraga terakbar empat tahunan tersebut.

Berikut daftar negara yang lolos ke Piala Dunia 2022:

1. Belgia
2. Kroasia
3. Denmark
4. Inggris
5. Perancis
6. Jerman
7. Belanda
8. Serbia
9. Spanyol
10. Swiss
11. Brasil
12. Argentina
13. Qatar (tuan rumah)

Berdasarkan laporan Marca, drawing atau undian fase grup putaran final Piala Dunia 2022 dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada 1 April 2022.

Putaran final Piala Dunia 2022 akan memuat 32 peserta sehingga masih ada 19 tempat yang bisa diperebutkan.

Siapa saja yang kini memiliki peluang besar untuk menyusul ke Piala Dunia 2022?

Zona Eropa

Masih ada tiga tiket yang tersisa dari Zona Eropa. Ketiga tiket itu bakal diperebutkan lewat babak play-off.

Adapun babak play-off Zona Eropa akan diikuti oleh 12 peserta termasuk Portugal dan juara Euro 2020, Italia.

Mereka akan bersaing dengan Makedonia Utara, Polandia, Rusia, Skotlandia, Swedia, Turki, Ukraina, Wales, Austria, dan Republik Ceko.

Masing-masing peserta di babak play-off terhitung memiliki peluang yang sama untuk mengamankan tiga tiket sisa dan lolos ke Piala Dunia 2022.

Undian babak play-off Zona Eropa itu dijadwalkan berlangsung pada 26 November 2021.

Zona Amerika Selatan

Kini, hingga 18 November 2021, Ekoador dan Kolombia menjadi negara yang paling berpeluang menyusul Brasil dan Argentina.
Sebab, Ekuador dan Kolombia secara berurutan menempati peringkat ketiga serta keempat klasemen Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Conmebol.

Ekuador dan Kolombia akan otomatis lolos ke Piala Dunia 2022 jika mampu mempertahankan posisi tersebut.

Sementara itu, Peru yang berada di peringkat kelima berpeluang mengamankan tiket play-off.

Zona Afrika

Masih ada banyak tiket yang bisa diperebutkan pada kualifikasi Zona Afrika. Namun, 10 negara telah mengamankan tempat di babak play-off.

Aljazair, Tunisia, Nigeria, Kamerun, Mali, Mesir, Ghana, Senegal, Maroko, dan Kongo, akan bertarung untuk meraih lima tiket yang tersedia di Zona Afrika.

Zona Asia

Babak kualifikasi Zona Asia telah memasuki babak ketiga. Iran dan Korea Selatan kini menduduki dua besar klasemen Grup A.
Sementara, Arab Saudi dan Jepang menempati dua posisi teraras klasemen Grup B.

Mereka kini menjadi negara yang memiliki peluang lolos paling besar di antara tim lain.

Sebab, hanya dua negara terbaik dari masing-masing grup yang otomatis lolos ke Piala Dunia 2022, mewakili Asia.

Lalu, dua tim yang finis di peringkat ketiga akan bertarung di babak play-off Zona Asia untuk memperebutkan satu tiket menuju play-off antarkonfederasi.

Sumber: Kompas

Kapolda Aceh Terima Kunjungan Lemhanas RI

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. yang didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. menerima kunjungan Tim Lemhanas RI, Kamis (18/11/2021) di Ruang Kerjanya, Jeulingke, Kota Banda Aceh.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S. H., S. I. K., M. Si. dalam keterangannya kepada media massa menyampaikan, kedatangan Tim Lemhanas RI tersebut dalam rangka pengukuran hasil pendidikan (evaluasi dampak) alumni PPSA, PPRA, dan P3DA Lemhanas RI di Lingkungan Polda Aceh.

“Kegiatan ini merupakan evalusi dampak dari penyelenggaraan pendidikan di Lemhanas, yang selama ini telah diikuti oleh pejabat di Lingkungan Polda Aceh,” kata Winardy.

Selain itu, lanjutnya, Tim Lemhanas juga akan melihat seberapa jauh dari hasil pendidikan tersebut bisa bermanfaat di lingkungan kerja dan tempat bertugas di Polda Aceh.

Sehingga, sambungnya, nantinya hasil evaluasi ini akan menjadi bahan tim dalam penyelenggaraan pendidikan di masa yang akan datang agar lebih baik.

Semoga, dengan kedatangan Tim Lemhanas ini akan lahir masukan dan rekomendasi untuk penyelenggaraan pendidikan Lemhanas ke depan.

“Ini akan menjadi bahan untuk perbaikan ke depan, dari para alumni Lemhannas RI yang kembali mengabdi di Polda Aceh,” tutupnya. []

Ajak Milenial Kawal Persoalan Lingkungan, FJL Gelar Nonton Bareng Film Bara Dwipa

0

Nukilan.id – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menggelar nonton bareng (nobar) film “BaraDwipa” yang diproduksi oleh Watchdoc berkolaborasi dengan Kanopi Hijau. Kegiatan itu digelar di halaman Sekretariatan FJL Aceh, Selasa, 16 November 2021.

Ketua FJL Aceh, Zulmasry, mengatakan lembaganya memiliki program kaderisasi generasi konservasi. Sasaran yaitu para milenial. Melalui kegiatan nonton film, pelatihan fotografi, dan videografi akan mendorong mereka untuk terlibat dalam mengawal persoalan lingkungan.

“FJL melihat kelompok milenial sebagai pewaris alam ini harus memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan mereka,” kata Zulmasry, saat memberikan sambutan.

Menurut Zulmasry, para milenial tidak boleh abai terhadap persoalan lingkungan. Sebab, kata dia, kerusakan alam saat ini dampaknya akan ditanggung oleh mereka dan generasi selanjuntya.

Film BaraDwipa, kata Zulmasry, ialah contoh persoalan lingkungan yang tidak banyak peduli. Di sisi lain, pemerintah memaksa untuk melihat dari segi investasi. Namun, mengabaikan terhadap dampak buruknya.

“Bayangkan abu batubara mengancam kesehatan anak-anak. Warga di sekitar kehidupan mereka yang telah dibangun bertahun-tahun tercerabut sehingga memaksa mereka harus pindah ke lokasi lain,” ujar Zulmasry.

Untuk itu, kata Zulmasry, anak-anak muda harus lebih kritis melihat persoalan di sekitar. Di samping itu, harus mengambil bagian dalam Gerakan menyelamatkan lingkungan.

Kegiatan nobar itu juga dihadirkan pemantik diskusi dari film maker BaraDwipa, Raja Umar, yang juga merupakan salah satu wartawan Kompas TV. Raja Umar dalam diskusi banyak menceritakan proses produksi film, pengalaman meliput isu lingkungan, serta persoalan lingkungan. [red]