Beranda blog Halaman 1814

Hasil Tes Pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Hari Pertama Sesi 1: Marc Marquez Posisi 9

0
Berikut hasil tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika hari pertama sesi 1. (Foto: MotoGP.com)

Nukilan.idHasil tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit mandalika hari pertama sesi 1 baru saja rampung, Jumat (11/2/2022). Dua calon kuat juara MotoGP 2022, Marc Marquez (Repsol Honda) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) belum unjuk gigi.

Marc Marquez hanya menduduki posisi sembilan dan terpaut 1,987 detik dari pembalap teratas. Sementara itu, Fabio Quartararo sedikit lebih baik dengan menempati posisi tujuh dan terpaut 1,45 detik dari rider teratas.

(Marc Marquez saat berada di area paddock Sirkuit Mandalika. (Foto: MPI)

Lantas, siapa pembalap tercepat dalam tes kali ini? Rider Tim Pramac Ducati, Johann Zarco, keluar sebagai yang tercepat.

Ia mencatatkan waktu 1 menit dan 44,830 detik. Mengekor di posisi dua ada rider pabrikan Ducati, Jack Miller.

Pembalap berpaspor Australia itu hanya kalah tipis dari Zarco. Jack Miller hanya kalah 0,018 detik.

Pembalap andalan Tim Red Bull KTM, Brad Binder, melengkapi posisi tiga besar. Bisa dibilang, posisi lima besar dikuasai rider Ducati dan KTM Red Bull.

Sebab, posisi empat ditempati Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo), sedangkan Miguel Oliveira (KTM) menduduki posisi lima.

Tes sendiri masih terus berlangsung hingga pukul 16.00 WIB. Menarik menanti siapa yang keluar sebagai rider tercepat di hari pertama.

Berikut hasil tes pramusim MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika Hari Pertama Sesi 1:

  1. Johann Zarco – FRA – Pramac Ducati (GP22) 1m 44.830s
  2. Jack Miller – AUS – Ducati Lenovo (GP22) +0.018s
  3. Brad Binder – RSA – Red Bull KTM (RC16) +0.395s
  4. Francesco Bagnaia – ITA – Ducati Lenovo (GP22) +0.431s
  5. Miguel Oliveira – POR – Red Bull KTM (RC16) +0.615s
  6. Alex Rins – SPA – Suzuki Ecstar (GSX-RR) +-0.380s
  7. Fabio Quartararo – FRA – Monster Yamaha (YZR-M1) +1.450s
  8. Pol Espargaro – SPA – Repsol Honda (RC213V) +1.478s
  9. Marc Marquez – SPA – Repsol Honda (RC213V) +1.987s
  10. Jorge Martin – SPA – Pramac Ducati (GP22) +3.205s
  11. Aleix Espargaro – SPA – Aprilia Racing (RS-GP) +3.213s
  12. Franco Morbidelli – ITA – Monster Yamaha (YZR-M1) +3.398s
  13. Joan Mir – SPA – Suzuki Ecstar (GSX-RR) +3.724s
  14. Enea Bastianini – ITA – Gresini Ducati (GP21) +4.656s
  15. Marco Bezzecchi – ITA – Mooney VR46 Ducati (GP21)* +5.412s
  16. Raul Fernandez – SPA – KTM Tech3 (RC16)* +5.696s
  17. Remy Gardner AUS – KTM – Tech3 (RC16)* +6.057s
  18. Fabio Di Giannantonio – ITA – Gresini Ducati (GP21)* +7.894s
  19. Takaaki Nakagami – JPN – LCR Honda (RC213V) +12.566s

[sports.okezone]

Studio Game Ajak 130 Juta Pemain untuk Peduli Lingkungan

0
Ilustrasi Peduli Lingkungan (Foto: freepik.com/jcomp)

Nukilan.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merilis laporan tahunan Playing for the Planet yang menunjukkan studio game semakin serius mendukung penyebab perubahan iklim. Lebih dari 32 studio game kini telah bergabung dengan Playing for the Planet Alliance yang difasilitasi oleh Program Lingkungan PBB (UNEP).

Menurut laporan dampak tahunan, studio game telah memungkinkan penanaman lebih dari satu juta pohon dan melibatkan 130 juta pemain dalam tema yang berkaitan dengan lingkungan. Laporan tersebut menunjukkan kemajuan yang telah dibuat industri game dalam dekarbonisasi dan aktivitas hijau.

Pada tahun 2021, The Green Game Jam yang menyatukan nama-nama besar dalam video game di PC, seluler, dan konsol mendidik dan memberdayakan jutaan pemain untuk lebih peduli pada kondisi lingkungan dengan 30 studio yang bergabung.

Hal itu menyebabkan 266 ribu pohon ditanam, dana masuk 800 ribu dolar Amerika, dan melibatkan sekitar 130 juta pemain berkontribusi dalam isu laut dan hutan untuk mendukung program PBB REDD, yaitu upaya negara berkembang yang mampu mengurangi emisi gas rumah kaca yang ebrasal dari deforestasi dan degradasi hutan.

Sebanyak 80 persen dari mereka menanggapi secara positif upaya tersebut. Selain itu, 60 persen anggota Playing for the Planet telah berkomitmen untuk menjadi nol bersih atau negatif karbon pada tahun 2030 dengan upaya lebih lanjut pada target yang ditetapkan untuk tahun 2022.

Pada tahun 2021, ada tujuh studio game yang bergabung dan total anggota menjadi 32. Kepala Pemuda, Pendidikan, dan Advokasi UNEP Sam Barrat mengatakan industri video game merupakan anggota baru dalam perlombaan untuk mewujudkan planet nol bersih dan alam yang positif.

“Pekerjaan yang dilakukan Playing for the Planet Alliance pada tahun 2021 sangat mengesankan,” kata Barrat.

Berdasarkan data baru tentang konsumsi daya dari jumlah energi yang digunakan perangkat seluler dalam gameplay memperbarui angka dari 10 tahun yang lalu sehingga studio dapat menghitung jejak karbon mereka dengan lebih akurat. Laporan tersebut juga menguraikan tujuan yang akan diambil aliansi pada tahun 2022 yang akan menguraikan panduan bagi industri tentang cara mengurangi emisi.

Dikutip Venture Beat, Kamis (10/2/2022), tema Green Game Jam 2022 adalah tentang Hutan, Pangan, dan Masa Depan. Jam bertujuan melampaui jumlah peserta sebelumnya dan meningkatkan jangkauan. Lebih dari 36 studio telah mendaftar dengan lebih banyak lagi studio yang akan bergabung dalam beberapa pekan mendatang. [replubika]

Tes Pramusim, Alex Rins Pembalap MotoGP Pertama Mengaspal di Mandalika

0
Alex Rins pembalap pertama MotoGP yang mengaspal di tes MotoGP Mandalika. (ANTARA FOTO/ANDIKA WAHYU)

Nukilan.id – Pembalap Suzuki Alex Rins menjadi pembalap pertama yang mengaspal di Sirkuit Mandalika pada hari pertama tes MotoGP Mandalika 2022, Jumat (11/2/2022).

Setelah sempat diguyur hujan di pagi hari, tes MotoGP Mandalika akhirnya dimulai pukul 09:00 WITA setelah hujan berhenti. Rins menjadi pembalap pertama yang masuk dan mengaspal di Sirkuit Mandalika.

Dikutip dari MotoGP, Rins mencetak sejarah sebagai pembalap pertama yang berada di trek Sirkuit Mandalika. Tidak lama berselang seluruh pembalap MotoGP itu masuk trek setelah sirkuit mulai mengering.

“Tes MotoGP Mandalika di Indonesia dimulai dan Alex Rins adalah pembalap pertama MotoGP yang berada di atas trek di Mandalika,” tulis pihak MotoGP.

Rins juga menjadi pembalap MotoGP pertama yang mengaspal di sirkuit Indonesia sejak kali terakhir GP Indonesia digelar di Sentul pada 1997.

Sebelumnya Rins menganggap Sirkuit Mandalika sebagai sirkuit yang keren. Pembalap asal Spanyol itu mengaku tidak sabar untuk mencoba Sirkuit Mandalika dalam tes MotoGP.

“Terkonfirmasi, Sirkuit Mandalika sangat keren. Saya tidak sabar untuk menunggangi sepeda motor di sini,” tulis Rins melalui Instagram.

Tes MotoGP Mandalika hari ini akan digelar sepanjang pukul 09:00 WITA hingga 17:00 WITA dan dibagi menjadi dua sesi. Sementara itu latihan start akan digelar 15 menit sepanjang 17:00 WITA hingga 17:15 WITA.

Tes MotoGP Mandalika akan berlangsung hingga Minggu (13/2/2022). Sementara MotoGP Mandalika 2022 akan digelar pada 18-20 Maret mendatang. [CNNIndonesia]

Pep Guardiola: Chelsea Tim Terbaik di Dunia

0
Pep Guardiola, pelatih Manchester City. (REUTERS/Craig Brough)

Nukilan.id – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola mengklaim bahwa Chelsea adalah tim terbaik di dunia.

City semakin mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Premier dengan koleksi 60 poin selisih 12 poin dari Liverpool di posisi kedua, menyusul kemenangan 2-0 atas Brentford, Kamis (10/2/2022) WIB.

Pasukan Guardiola berada di jalur yang benar untuk mengangkat trofi Liga Premier keempat kalinya dalam 5 musim terakhir dan juga salah satu favorit untuk memenangkan Liga Champions musim ini.

Kendati begitu, pelatih asal Spanyol itu menepis anggapan bahwa City saat ini adalah tim terbaik di dunia. Dia justru mengatakan Chelsea yang memenangkan Liga Champions musim lalu dan lolos ke final Piala Dunia Antarklub 2021 lah yang harus diberi label itu.

“Kami bukan tim terbaik di dunia,” kata pria berkepala plontos itu dalam konferensi pers pasca pertandingan kontra Brentford.

“Tim terbaik adalah Chelsea , yang memenangkan Liga Champions, atau River Plate, yang menang di Amerika Selatan,” tambahnya.

Baginya, yang terpenting adalah The Citizens terus memenangkan pertandingan demi pertandingan lanjutan Liga Premier musim ini, termasuk yang terdekat adalah laga tandang ke markas Norwich City, Minggu (13/2/2022) WIB.

“Tentang siapa yang terbaik, saya tidak peduli. Bergembiralah dan cobalah bermain lebih baik setiap hari,” ujarnya.
Selain itu, Guardiola juga berbicara mengenai perburuan gelar. Menurutnya, mengoleksi 60 poin sejauh ini termasuk hal yang sangat bagus.

“Semua kompetisi itu sulit, tetapi sangat mengesankan pada tahap ini memiliki 60 poin, kami telah melakukannya dengan sangat baik sejauh ini,” imbuhnya. [Indozone]

Inovasi Mahasiswa ITS Membuat Alat Memilah Limbah Pakaian

0
Mahasiswa ITS dan prototipe Bhusana © its.ac.id

Nukilan.id – Bukan hanya plastik, tantangan sampah yang harus selalu siap dihadapi dan terus diupayakan dengan serius penindakannya juga terdiri dari berbagai jenis, sesuai dengan ragam barang yang digunakan dalam kehidupan manusia, misalnya sampah medis dan elektronik.

Namun selain tiga jenis sampah di atas, masih ada satu jenis sampah lain yang tak boleh luput dari perhatian dan mendapat penanganan serius, karena produksinya yang terus berjalan terkait kebutuhan pokok, yaitu sampah tekstil atau pakaian.

Menurut salah satu sumber, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, yang berada di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menunjukkan jika pada Agustus 2021 terdapat sekitar 1,7 juta ton sampah tekstil per tahun yang dihasilkan dari 292 kabupaten di seluruh Indonesia.

Meski begitu, pihak KLHK menjelaskan jika keberadaan sampah tekstil atau pakaian sebenarnya merupakan masalah yang di saat bersamaan memiliki potensi untuk dimanfaatkan dengan lebih mudah dibanding jenis sampah lain, asalkan pengelolaannya dilakukan dengan baik.

Hal tersebut yang melatarbelakangi sebuah kelompok mahasiwa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk menggarap alat prototipe yang dapat menjalankan proses pemilahan sampah pakaian, yakni Bhusana.

Pemilahan sampah pakaian melalui tiga proses

Mengutip publikasi dari laman resmi ITS, dijelaskan bahwa dalam penggunaan prototipe Bhusana akan ada tiga proses yang harus dilakukan dalam menangani sampah pakaian, yakni proses pengumpulan, pengambilan, dan pemilahan.

Lebih lanjut, proses pengumpulan adalah saat di mana para donatur yang memiliki pakaian sudah tak terpakai memfoto pakaian yang akan mereka donasikan. Kemudian, Bhusana akan mengenali pakaian tersebut dengan tiga macam klasifikasi, yaitu pakaian layak pakai, pakaian tidak layak pakai kerusakan minor, dan pakaian tidak layak pakai kerusakan mayor.

Setelah itu, Bhusana akan mencetak kode quick response (QR) untuk identitas pakaian dan membuka tutup kotak secara otomatis. Saat kotak terbuka, donatur diharapkan meletakkan pakaian tersebut ke dalamnya dan akan memperoleh kupon yang dapat ditukarkan dengan sembako.

Selanjutnya, data pakaian yang sudah terkumpul pada kotak Bhusana akan dikirimkan ke database cloud service yang telah dibuat tim pengembang. Untuk proses pengambilan, sistem ini nantinya akan mengandalkan pengiriman truk yang bertugas mengambil setiap pakaian dalam kotak Bhusana yang tersebar di sejumlah kelurahan.

Kemudian, truk tersebut akan berangkat menuju bank daur ulang pakaian untuk selanjutnya dipilah dengan bantuan QR code yang sebelumnya sudah terbuat. Terakhir, petugas yang terlibat baru akan membuat keputusan penindakan sampah pakaian berdasarkan klarifikasi yang telah ditentukan oleh Bhusana.

Secara umum, ada tiga pilihan destinasi yang akan ditetapkan untuk sampah-sampah pakaian tersebut. Pertama, pakaian tidak layak pakai dengan kerusakan minor akan disalurkan ke Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai bahan produksi. Kedua, pakaian tidak layak pakai dengan kerusakan mayor akan dikirim ke pabrik daur ulang sampah tekstil, dan terakhir pakaian yang masih layak pakai akan melalui tahapan outfit matching terlebih dahulu.

Inisiasi mahasiswa dari berbagai jurusan

Tidak spesifik dibuat oleh kelompok mahasiswa yang berasal dari satu fakultas saja, inovasi ini dihadirkan oleh sebuah tim bernama Go Go Haf yang didalamnya terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi lintas departemen, yakni Fitria Urbach dan Aprilia Susanti yang berasal dari Departemen Matematika, serta Fairuz Hasna Rofifah yang berasal dari Departemen Teknik Informatika.

Lain itu, mereka juga dibantu oleh Riko dari Departemen Teknik Elektro dan Zahra dari Teknik Informatika. Dalam penggarapannya, kelompok mahasiswa tersebut berada di bawah bimbingan Hadziq Fabroyir S. Kom., Ph.D. selaku dosen di Departemen Teknik Informatika.

Fitria yang berperan sebagia ketua tim mengungkap, jika penggarapan prototipe Bhusana bertujuan untuk mempermudah dan meningkatkan baik efisiensi maupun transparansi dalam distribusi daur ulang pakaian.

Inovasinya telah berhasil meraih medali perak dalam kategori Kota Cerdas pada kompetisi Gemastik XIV yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada tahun lalu, Fitria mengatakan jika kedepannya mereka akan mengembangkan fitur yang ada pada Bhusana.

“Gerakan fesyen berkelanjutan melalui proses daur ulang pakaian akan bisa diterapkan dengan baik jika turut melibatkan pemerintah di dalamnya,” pungkas Fitria. [GNFI]

Masih Zona Degradasi, Arema FC Gagalkan Kemenangan Persiraja

0
Leonardo Silva Lelis (kiri) selebrasi bersama rekan timnya. (Foto: ANTARA/Fikri Yusuf)

Nukilan.id – Arema FC gagal meraih poin penuh di pertandingan pekan ke-24 BRI Liga 1 2021/22. Berhadapan dengan Persiraja Banda Aceh, Singo Edan hanya mampu bermain imbang 1-1.

Di awal pertandingan, Arema FC sempat menguasai permainan. Namun mereka kesulitan membongkar pertahanan Persiraja. Sebab, tim asal Aceh itu menumpuk lima pemain belakang.

Ketika Arema asik menyerang, Persiraja memberikan kejutan di menit 13. Mereka dapat peluang emas lewat Akhirul Wadhan. Dia sempat melepaskan tembakan tapi diblok pemain belakang Arema. Tapi rebound yang dilakukannya juga belum menemui sasaran.

Satu menit berselang, lagi-lagi Wadhan membuat gawang Arema nyaris kebobolan. Beruntung tendangannya dari dalam kotak juga bisa diblok pemain Singo Edan.

Dua kali gawangnya nyaris jebol, Arema kembali mengambil permainan. Namun mereka hanya bisa memainan bola tanpa membuat serangan berbahaya.

Permainan Arema masih sering dipatahkan lini belakang Persiraja. Maklum, serangan Singo Edan cenderung monoton. Mereka lebih banyak mengarahkan bola ke lebar lapangan lalu mengirimkan bola crossing.

Skema ini sudah diantisipasi pemain Persiraja. Sepertinya absennya pelatih Eduardo Almeida karena gejala covid-19 mempengaruhi permainan Arema.

Di menit 27, justru Persiraja kembali dapat peluang lewat tendangan jarak jauh Arya Gerryan. Namun bola bisa ditangkap kiper Arema, Teguh Amiruddin.

Arema baru punya peluang lewat tendangan dari luar kotak penalti, Jayus Hariono. Namun bola tak terlalu kencang, sehingga mudah ditangkap kiper Persiraja, Aji Bayu.

Peluang emas baru didapat Arema menit 38. Setelah memainkan bola, Ryan Kurnia mendapatkan umpan terobosan didalam kotak penalti. Tapi tembakannya masih belum menemui sasaran.

Gawang Arema jebol di menit 44. Tendangan bebas bek Persiraja, Leo Lelis tak bisa diselamatkan Teguh. Arema hampir membalas gol itu di menit 45 lewat proses yang sama. Tapi tendangan bebas Carlos Fortes menerpa mistar gawang.

Simak jalannya pertandingan di babak kedua di bawah ini.

Babak Kedua

Babak kedua, Arema FC melakukan perubahan. M. Rafli dan Tito Hamzah dimasukkan. Sebuah indikasi mereka ingin membuat serangan lebih bervariasi. Karena Rafli tipikal pemain yang bisa menahan bola dengan skill individunya.

Menit 47, Dedik dapat peluang emas setelah menerima umpan matang dari Fortes. Namun tendangannya terlalu pelan dan bisa ditepis Aji Bayu.

Ketika coba memburu bola rebound, Dedik dilanggar bek Persiraja dan membuahkan penalti bagi Arema. Carlos Fortes menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti di menit 48. Skor imbang 1-1 tak membuat Persiraja keluar menyerang.

Mereka tetap fokus bertahan dengan menumpuk semua pemain didaerah sendiri. Sementara serangan Arema terlihat membaik. Namun tak banyak peluang emas yang diciptakan kedua tim.

Permainan lebih seru justru terjadi di menit akhir. Persiraja memasukkan striker asingnya, Paulo Henrique untuk menambah daya gedor. Tampaknya mereka juga ingin memburu kemenangan. Sama halnya dengan Arema. Beberapa pemain belakang mulai ikut maju ke depan membantu serangan.

Persiraja nyaris memenangi laga ini. Mereka punya dua peluang emas di pengujung laga. Pertama, tendangan bebas Leo Lelis yang masih mengenai tiang gawang.

Sedangkan peluang terakhir lewat sontekan Paulo Henrique masih belum mengarah ke gawang. Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai

Susunan Pemain Kedua Tim

Arema FC (4-4-2): Teguh Amiruddin (kiper); Rizky Dwi, Sergio Silva, Fabiano Beltrame, Ahmad Alfarizi (belakang); Ridwan Tawainella, Jayus Hariono, Renshi Yamaguchi, Ryan Kurnia (tengah); Dedik Setiawan, Carlos Fortes.

Pelatih: Eduardo Almeida (Tidak bisa dampingi tim karena COVID-19).

Persiraja Banda Aceh (5-4-1): Aji Bayu (kiper); Yasvani, Chaerul Rifan, Leo Lelis, Andika Kurniawan, Rendy Saputra (belakang); Alvin Nasution, Arya Gerryan, Khaeril Anwar, Defri Rizky (tengah); Akhirul Wadhan (depan).

Pelatih: Sergio Alexandre.

Sumber: Bolanet

Perusahaan Sawit Perlu Adaptasi Hadapi Tantangan Bisnis Berubah

0

Nukilan.id – Pelaku usaha perkebunan sawit diminta mempersiapkan diri menghadapi perubahan tantangan bisnis dari yang sebelumnya berkutat dengan pembukaan lahan baru dan kampanye negatif, menjadi peningkatan produktivitas, efisiensi industri, dan diversifikasi produk hilir.

Kata ekonom senior Indef, Bustanul Arifin, peningkatan produktivitas tanaman dan diversifikasi produk hilir harus dilakukan, menyusul semakin terbatasnya penambahan lahan. Pemerintah juga diperkirakan akan memperpanjang kebijakan moratorium lahan sawit baru. “Tantangan industri sawit saat ini berubah menjadi peningkatan produktivitas, efisiensi industri, dan diversifikasi produk hilir, bukan hanya untuk pangan tapi juga untuk ragam Biofuel,”ujarnya di Jakarta, Kemarin.

Sementara itu, semakin membaiknya penerimaan masyarakat terhadap produk sawit, tidak terlepas dari upaya perusahaan perkebunan. Saat ini perusahaan sudah mulai konsisten dalam menerapkan sistem budidaya yang memperhatikan keseimbangan lingkungan, mulai dari pelestarian hutan dan satwa hingga menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Bustanul menjelaskan, dari potensi permintaan produk derivatif CPO juga terus menunjukkan peningkatan. Kebijakan pemerintah membatasi ekspor CPO dalam bentuk bahan mentah juga perlu direspons dengan meningkatkan produksi produk hilir, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor produk jadi. “Diversifikasi produk hilir tidak hanya akan menambah pangsa pasar produk sawit di masyarakat, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk sawit. Perubahan ini pada akhirnya bisa menambah lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Bustanul.

Selain sebagai bahan pangan dan industri kosmetik, kebijakan pemerintah meningkatkan produksi dan penggunaan Biofuel B-30 ikut memperluas permintaan terhadap CPO di dalam negeri. Indonesia juga mengembangkan bioavtur dari CPO dan hasil uji terbang pesawat CN-235 dengan bioavtur juga positif.

Secara terpisah, mengenai kesiapan perusahaan menghadapi perubahan tantangan bisnis sawit, Wakil Direktur Utama PT Nusantara Sawit Sejahtera (NSS), Kurniadi Patriawan mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasinya sejak beberapa tahun terakhir.“Nusantara Sawit Sejahtera sejak berdiri tahun 2008 sudah fokus memenuhi pasar di dalam negeri. Namun, saat ini kami memang masih menjual produk dalam bentuk tandan buah segar (TBS), minyak sawit mentah (CPO), dan biji sawit (PK). Tetapi kami siap menghadapi perubahan sesuai dengan kebutuhan pasar dan kondisi di industri,” jelasnya.

Dia mengatakan, dengan memaksimalkan lahan yang ada, produksi CPO dan produk turunannya masih sangat berpotensi untuk ditingkatkan. Dari sistem budidaya, produktivitas tanaman sawit secara rata-rata nasional juga masih di bawah 4 ton per hektare. Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian yang dirilis pada tahun 2020, potensi produktivitas tanaman sawit di Indonesia bisa menyentuh 6 ton CPO per hektare sampai 7 ton CPO per hektare. Hal ini menunjukkan bahwa produksi dan konsumsi CPO di Indonesia masih berpotensi meningkat di masa mendatang. [neraca]

Camat Rundeng Subulussalam Dinilai Kurang Lakukan Pengawasan Dana Desa

0
IMASKER Subulussalam, Sahriadi (Foto: Istimewa)

Nukilan.id – Ikatan Mahasiswa Kecamatan Rundeng (IMASKER) Kota Subulussalam menilai kurangnya perhatian dan pengawasan dari pihak Camat Rundeng dalam pengelolaan dana desa di Kecamatan Rundeng.

“Kurangnya transparansi kepada masyarakat, sehingga menyebabkan permasalahan-permasalahan dalam mengelola dana desa terutama di Kecamatan Rundeng,” kata Kabid Humas IMASKER M Sahriadi dalam Keterangannya kepada Nukilan.id Kamis, (10/2/2022).

Sahriadi mengatakan, kurangnya ketegasan dan pendampingan dari Ihsan Dapit S.Sos selaku Camat Rundeng kepada kepala Desa yang berada di wilayah kerjanya, sehingga bentuk transparansi dari pengelolaan dana desa kepada masayarakat sering terabaikan.

Untuk itu, Sahriadi menegaskan kepada camat Rundeng agar lebih memperhatikan terkait pengelolaan dana desa yang ada di kecamatan Rundeng sesuai dengan tugas dan fungsi Camat yang diatur dalam Undang- undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Membina dan mengawasi penyelenggara kegiatan desa atau kelurahan itu adalah Tanggung jawab Camat,” jelasnya.

“Kepada bapak camat agar jangan tidur, terus bekerja dan memantau pengelolaan dana desa di kecamatan Rundeng, sehingga pelaksanaan dan realisasinya semakin bagus dan menjadi contoh untuk kota Sebulussalam,” ucap Sahriadi.

Dan pengelolaannya tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat merasakan dampak dari pengelolaan dana desa yang tentunya akan membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di desa-desa kecamatan Rundeng,” Tuturnya.

Wali Nanggroe Aceh Terima Anugerah Tokoh Perdamaian USK Award

0
Wali Nanggroe, PYM Tgk. Malik Mahmud Al Haythar. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Wali Nanggroe Paduka Yang Mulia (PYM) Tgk. Malik Mahmud Al Haythar diangerahi penghargaan sebagai tokoh perdamaian USK Award yang diselenggarakan oleh Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Kamis (10/2/2022).

Apresiasi tersebut merupakan penghargaan atas personal yang telah berjasa mewujudkan dan menjaga perdamaian Aceh.

“Ini yang pertama kali USK menganugerahkan tokoh perdamaian. Mudah-mudahan apa yang kami anugerahkan dan Wali Nanggroe menerimanya, menjadi contoh bagi kita semua. Agar kita, khususnya orang Aceh menjaga perdamaian,” kata Rektor USK,Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU. ASEAN-Eng

Dalam sambutannya usai menerima penghargaan tersebut, Tgk. Malik mengatakan bahwa, tokoh kunci terwujudnya perdamaian di Aceh tidak lain adalah almarhum Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh DR. Tgk. Hasan Muhammad di Tiro.

“Karena atas dasar persetujuan beliau lah MoU Helsinki antara GAM dengan Pemerintah RI 15 Agustus 2005 silam bisa terwujud,” kata Tgk. Malik.

Wali Nanggroe Aceh yang ke 10 tersebut juga mengingatkan bahwa, MoU Helsinki merupakan kehendak bersama kedua belah pihak, yaitu GAM dan Pemerintah RI, dimana dunia internasional menjadi saksi saat MoU Helsinki ditandatangani.

MoU Helsinki menjadi legal standing Aceh, sekaligus starting point menuju kemakmuran dan kesejahteraan dimasa depan

“17 Tahun kita sudah berdamai, kalau masalah uang terlihat tidak ada persoalan. Malah sebahagian uangnya tidak mampu kita habiska,” kata Wali Nanggroe. Hal yang menurutnya menjadi kendala ada pada SDM dan integritas pelaku pembangunan di Aceh.

Padahal di sisi lain, salahsatu sebab Aceh bersedia berdamai adalah untuk tujuan mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan. Namun sayangnya, hal itu belum tercapai.

“Dalam hal ini orang Aceh harus sadar, terutamanya pemuda pemudi, harus mengerti dimana kepentingan kita di dalam NKRI ini. Kita ada kepentingan nasional Aceh sendiri sesuai dengan perjanjian yang telah kita tandatangani. itu adalah hak kita semua, Aceh bukan hanya milik suatu golongan dan inilah yang disebut nasional interest Aceh yang harus terus kita perjuangkan,” tambah Wali Nanggroe.

Selain itu, ia juga mengingatkan, keteguhan dalam mempertahankan perdamaian Aceh tidak bisa dipertahankan tanpa kemitraan antara semua komponen bangsa Aceh.

Damai Aceh bukanlah karya atau kerja individu, tetapi karya bersama. Aceh tidak akan dapat melakukan apapun jika disertai rasa kebencian diantara sesama dan juga terhadap Indonesia yang menjadi pihak dalam perjanjian damai.

Karena itu, kata Wali Nanggroe, dirinya bertekad untuk meneruskan metode konsultasi dan komunikasi, dalam mengatasi berbagai persoalan yang menyangkut kepetingan nasional kedua pihak. Dan terus berusaha menghilangkan sumber-sumber hambatan dan perbedaan untuk perdamaian aceh yang berkelanjutan.

“Kita telah memutuskan untuk berdamai dengan Republik Indonesia. Maka perdamaian ini juga harus berani kita pelihara dan jaga untuk terus kita perjuangkan sampai terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh,” pungkasnya.[]

YLBH Aceh: Kasus Kekerasan Terhadap Anak Sebaiknya Merujuk ke UUPA

0
Ilustrasi Kekerasan Anak

Nukilan.id – Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terus terjadi di Aceh. Kali ini menimpa seorang anak berinisial S (4 tahun) asal Gampong Bireuen Meunasah Dayah, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Dan kasus tersebut kini sedang ditangani Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Aceh (YLBHA).

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Aceh (YLBHA), Tarmizi Yakub, SH.,MH dalam konferensi pers di Banda Aceh, Kamis (10/2/2022).

“Saat ini tersangka berinisisal M masih ditahan di rutan Polres Bireuen dengan perkaranya adalah pelecehan seksual terhadap anak,” kata Tarmizi.

Dalam perkara tersebut, Tarmizi berharap kepada pihak penyidik Polres Bireuen segera melengkapi dan melimpahkan berkas perkara korban S ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bireuen dengan merujuk/menggunakan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dan pihak Kajari Bireun juga menangani masalah anak tersebut dengan menggunakan UUPA.

Menurutnya, Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat masih sangat lemah terhadap perlindungan anak korban kekerasan seksual.

Karena itu, YLBH Aceh berharap agar Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) atau Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) serta Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali melimpahkan persoalan anak kepengadilan negeri sesuai UUPA.

“Dan tidak lagi melimpahkan ke Mahkamah Syariah, karena menyangkut sarana dan aturan yang mendukung tentang perlindungan anak masih lemah,” ungkapnya.

Tarmizi juga berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Pemerintah Aceh segera merevisi Qanun Jinayat dan hukum acara Jinayat serta mengharap agar institusi penegak hukum, media, akademisi, praktisi hukum, pemerhati anak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) lembaga swadaya Masyarakat (LSM) dan seluruh masyarakat mengawal proses revisi tersebut.

“Serta mengeluarkan Pasal perlindungan anak pada Qanun Jinayat dan mengembalikan perkara anak pada UUPA dan UU Kekerasan Perempuan dan Anak yang segera disahkan DPR-RI dan Pemerintah serta mengembalikan persoalan anak Aceh pada pengadilan negeri,” tutupnya.

Reporter: Hadiansyah