Beranda blog Halaman 1813

Potret Pimsitanan, Pilot Cantik Menarik Perhatian Warganet

0
Pilot cantik asal Thailand, Capt. Pimsitanan Chocknumchanachai (Foto: Instagram/@bpims)

Nukilan.id – Profesi pilot tak hanya digeluti oleh kaum pria. Kaum wanita pun terbukti mampu menerbangkan pesawat. Salah satunya adalah seorang pilot cantik Pimsitanan Choknumchanachai, asal Thailand.

Pimsitanan Choknumchanachai memesona warganet dengan potretnya di media sosial. Akun Instagramnya telah mengumpulkan lebih 7.000 pengikut. Foto cantiknya sukses menarik hati kaum Adam.

Penasaran seperti apa penampilannya? Berikut Okezone rangkuman empat potret pilot cantik Pimsitanan Choknumchanachai. sebagaimana dikutip dari akun Instagram @bpims.

Anggun Mengenakan Seragam

Pilot cantik asal Thailand, Capt. Pimsitanan Chocknumchanachai (Foto: Instagram/@bpims)

Wajah cantik Pimsitanan semakin mencuri perhatian terlebih dengan senyum manisnya. Pilot dengan gaya rambut berponi ini terlihat candid saat bertugas di bangku pilotnya.

Ia pun berhasil memukau warganet dengan wajah naturalnya, terlebih sembari mengemudikan pesawat dengan mengenakan outfit lengkap seorang pilot.

Tak hanya cantik, kali ini Pimsitanan berhasil menarik perhatian dengan unggahan selfie-nya. Dia terlihat sangat menggemaskan foto dengan duck posenya.

Pimsitanan terlihat cantik dengan gaya rambut berwarna brown, dan sentuhan make up flawless-nya.

Pilot cantik asal Thailand, Capt. Pimsitanan Chocknumchanachai (Foto: Instagram/@bpims)

Gaya Rambut Berponi Unyu-Unyu

Pilot cantik asal Thailand, Capt. Pimsitanan Chocknumchanachai (Foto: Instagram/@bpims)

Pimsitanan kali ini terlihat cantik dengan foto flat pose. Meskipun begitu, dia tetap berhasil memesona dengan wajah menggemaskannya.

Menilik pada foto unggahannya, pilot cantik ini asyik berfoto di luar jam bertugasnya. Ia tampil cantik dengan rambut berponi dan lipstik berwarna nude.

Dengan gaya yang berbeda, Pimsitanan terlihat sangat menggemaskan dengan gaya foto topang dagu.

Pilot Cantik itu pun dibanjiri pujian dalam potingan instagramnya, “Really beautiful 😍,” ucap salah satu warganet. [okezone]

Capaian Vaksinasi Booster di Aceh Masih Rendah

0
seorang siswi sedang di vaksin (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Capaian vaksinasi di wilayah hukum Polda Aceh untuk dosis III atau booster baru 75.079 orang atau 1,86 persen. Jumlah tersebut tergolong masih sangat rendah jika dibandingkan dengan target vaksin sebanyak 4.028.891 orang.

“Untuk mendongkrak capaian, dibutuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi lengkap yang dilanjutkan dengan booster,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam temu persnya, Sabtu (12/2/2022).

Winardy mengingatkan, bagi masyarakat yang sudah vaksinasi dosis I dan II dengan tenggang waktu enam bulan, bisa segera melanjutkan vaksinasi dosis III atau booster.

Selain itu, dalam kesempatannya, Winardy juga meng-update capaian harian vaksinasi Polda Aceh dan jajaran, di mana per tanggal 11 Februari 2022 mencapai 37.800 orang. Jumlah tersebut terdiri dari dosis I sebanyak 12.675 orang, dosis II 23.090 orang, dan booster 2.035 orang.

Selanjutnya untuk vaksin anak 6-11 tahun, dosis I sebanyak 7.572 orang, dosis II 311 orang, sedangkan booster masih nihil karena belum cukup tenggang waktu.

Selanjutnya, vaksinasi lansia dosis I 283 orang, dosis II 3.144 orang, dan dosis III juga masih nihil.[]

Gampong Nusa Aceh Kembangkan Program Wisata Edukasi Bertemakan Kebencanaan

0
Desa Nusa Aceh © Dok. Kemenparekraf

Nukilan.id – Pengembangan desa wisata terus dilakukan di berbagai wilayah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan membuat daerahnya semakin dikenal wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya seperti yang dilakukan masyarakat di Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.

Desa Nusa merupakan satu di antara gampong di Aceh yang mengembangkan desa wisata berbasis masyarakat. Berbagai potensi yang ada di desa kemudian dikembangkan menjadi atraksi dan daya tarik bagi wisatawan.

“Ini adalah tren baru pariwisata kita, bahwa pariwisata berbasis komunitas, pariwisata yang membuka lapangan kerja untuk masyarakat, dan terbuka peluang untuk pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Dengan segala usaha memaksimalkan potensi yang ada, Desa Wisata Nusa berhasil meraih juara satu dalam penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 untuk kategori homestay.

Desa Wisata Bertema Edukasi Kebencanaan

Bukan hal yang mudah untuk menjadikan Desa Nusa menjadi desa wisata. Mengingat wilayah ini termasuk yang mengalami kerusakan parah saat terjadi gelombang tsunami menghantam Aceh pada tahun 2004 silam.

Rubama, pengelola Desa Wisata Nusa mengatakan bahwa ia dan kelompok perempuan Nusa Creation Community pada awalnya mengelola sampah dan berkembang menjadi gerakan berbasis sampah masyarakat. Komunitas ini meraup berkah dari kumpulan sampah dan bangkit dari keterpurukan setelah tsunami yang melanda.

“Sebenarnya bangkit dari keterpurukan tsunami 2004 itu bahwa kita ini enggak boleh duduk diam saja walaupun terkena bencana yang maha dahsyat. Akhirnya pelan-pelan kita bangun. Waktu itu yang kita lakukan adalah pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kita kelola sampah karena persoalan pasca-tsunami selain rekonstruksi sedang berjalan, ada persoalan terbesar salah satunya sampah,” ujar Rubama kepada Kumparan.com.

Meski jalannya tak mudah dan mengalami berbagai rintangan, Rubama pada akhirnya membuktikan bahwa Gampong Nusa bisa dikembangkan menjadi desa wisata dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.

“Desa wisata ini luar biasa, karena begitu memiliki daya tarik wisata alam yang memikat, dengan keindahan Bukit Barisan. Tapi selain dari pada potensi alam dan seni budaya, desa ini sangat potensial untuk pengembangan wisata edukasi tentang kebencanaan,” ujar Menparekraf.

Kebencanaan bisa menjadi salah satu program wisata edukasi di Desa Nusa di mana para pengunjung dapat mempelajari dan memahami tentang kebencanaan di daerah tersebut. Ditambah lagi dengan kearigan lokal masyarakat juga bisa menjadi nilai lebih dalam pembelajaran yang diberikan kepada wisatawan.

Perihal edukasi kebencanaan, Menparekraf akan merancang sebuah program wisata edukasi bertemakan kebencanaan dengan menggandeng BMKG, institusi pendidikan, dan Rinkai Disaster Prevention Park Jepang.

“Dari 50 desa wisata yang masuk ke dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia, ini merupakan desa pertama yang kita canangkan yang mengangkat wisata edukasi tentang pemahaman kebencanaan. Dan Aceh ini memiliki history tentang tsunami pada tahun 2004. Kita ingin belajar dari apa yang terjadi dan kearifan lokal yang bisa kita edukasikan. Khususnya kepada para pelajar,” ujarnya.

Aktivitas Wisata di Desa Nusa

Berkunjung ke Desa Nusa, wisatawan akan disambut dengan pemandangan yang menyegarkan mata berupa hamparan sawah dan sungai dengan latar belakang Bukit Barisan. Adapun aktivitas seru yang dapat dilakukan antara lain mengikuti kelas memasak, bermain permainan tradisional, memancing, mencicipi hidangan lokal, berkemah, dan mengikuti program waste management package.

Desa Nusa juga memiliki potensi seni-budaya dengan menampilkan kesenian tari seudati, tarian rapai geleng, tari ranup lampuan, dan tari ratoh duek. Nuansa kebudayaan juga dapat dilihat melalui atraksi meugang day dan berbagai atraksi adat.

Masyarakat desa juga turut berpartisipasi dalam kreasi produk ekonomi kreatif. Salah satu produk kulinernya yang terbilang unik adalah pembuatan keripik oen temuru yang terbuat dari daun kari, bahan yang umum digunakan dalam masakan ayam tangkap. Juga ada kuah beulangon, keripik pisang, kembang goyang, madu, seupet kue, kekarah, emping melinjo, dan timphan asoe kaya.

Dari subsektor kriya, masyarakat desa mengolah sampah menjadi berbagai benda berguna dan kerajinan seperti kotak tisu, kotak pensil, bunga dan vas, hingga berbagai hiasan rumah, keranjang, tas, topi, dan olahan kelapa.

Desa wisata yang memenangkan penghargaan kategori homestay ini tentunya memiliki penginapan yang menarik. Di sana terdapat 45 penginapan yang sebagian besar berbentuk rumah panggung kayu tradisional dengan sentuhan warna-warni. [goodnewsfromindonesia]

Nilam, Tanaman Wangi yang Diminati Pasar Mancanegara

0
Tanaman nilam © Stephen Orsillo Shutterstock

Nukilan.id – Sebagai negara tropis dengan keanekaragaman hayati, Indonesia memiliki berbagai jenis tanaman dan olahannya yang sudah dikenal dunia. Salah satunya adalah minyak atsiri atau essential oil. Dengan kondisi alam dan geografisnya, daerah-daerah di Indonesia mendukung berbagai tanaman penghasil minyak atsiri untuk tumbuh subur.

Pada dasarnya minyak atsiri merupakan kelompok minyak nabati berwujud cairan yang mudah menguap dan punya aroma khas. Minyak dapat ditemukan di buah, bunga, kulit, getah, akar, rimpang, biji, bahkan kayu pada sebuah tanaman. Minyak atsiri banyak digunakan untuk bahan industri farmasi dan kecantikan, misalnya menjadi bahan pewangi dalam sabun, sampo, losion, dan minyak wangi.

Tak hanya dipasarkan di dalam negeri, minyak atsiri dari Indonesia juga sudah menjadi komoditas ekspor dari hasil perkebunan dan menembus pasar luar negeri termasuk negara ASEAN, Australia, Eropa, Australia, Amerika Serikat, hingga Afrika.

Ada banyak jenis tanaman penghasil minyak atsiri, termasuk serai wangi, akar wangi, cengkeh, pala, lada, dan nilam. Nama nilam mungkin masih terdengar asing bagi beberapa orang, tetapi pencinta wewangian mungkin sudah mengenal patchouli yang banyak digunakan dalam minyak wangi. Tanaman nilam atau Pogostemon cablin Benth merupakan penghasil minyak nilam yang juga disebut patchouli oil.

Tanaman nilam sebagai komoditas ekspor

Mengutip penjelasan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Indonesia merupakan negara produsen utama minyak nilam dunia dan menguasai sekitar 95 persen pasar dunia. Saat ini, 85 persen ekspor minyak atsiri dari Tanah Air didominasi oleh minyak nilam. Tak main-main, volumenya mencapai 1.200-1.500 ton per tahun dan telah diekspor ke berbagai negara termasuk Swiss, Inggris, Singapura, Spanyol, dan Prancis.

“Prospek ekspor komoditi nilam pada masa yang akan datang masih cukup besar, mengingat tingginya permintaan dunia akan minyak nilam,” jelas Kasdi. Nilam termasuk salah satu komoditas perkebunan dengan nilai ekspor tinggi dan telah memberikan devisa bagi negara.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Kendari juga mencatat adanya lonjakan harga jual minyak nilam untuk ekspor. Menurut informasi dari pelaku usaha, harga minyak nilam per kilogram pada tahun 2020 adalah Rp600-700 ribu.

Pada Oktober 2021, diektahui PT Semarang Herbal Indoplant (SHI) yang merupakan anak perusahaan Sido Muncul, telah melakukan ekspor perdana minyak nilam ke Prancis sejumlah 61 ton.

Mengenal tanaman nilam dan proses menghasilkan minyak

Nilam adalah tanaman perdu wangi dengan daun halus dan berbatang segi empat. Jenis nilam yang banyak dikembangkan di Indonesia ialah varietas tapak tuan, sidikalang Lhoksumawe, serta pachoullina 1 dan 2. Jenis nilam dari Aceh merupakan yang paling banyak dibudidayakan karena kadar minyak dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari nilam sabun dan nilam Jawa.

Tanaman ini biasa diperbanyak dengan setek dan tentunya menggunakan bahan tanaman varietas unggul, sehat, dan bebas penyakit. Nilam dapat tumbuh subur pada daerah dengan ketinggian 0-1.200 mdpl, tetapi akan tumbuh optimal pada ketinggian 10-400 mdpl.

Pertumbuhan nilam membutuhkan curah hujan 2.300-3.000 mm/tahun dengan suhu udara sekitar 24-28 derajat Celsius, dan kelembapan di atas 75 persen. Tanaman ini membutuhkan tanah yang subur dan gembur, serta banyak air tetapi tidak tahan terhadap genangan.

Biasa disuling untuk menghasilkan minyak nilam, tanaman ini digunakan sebagai zat pengikat atau fiksatif di industri parfum dan kecantikan yang hingga kini belum ada produk penggantinya.

“Saat ini sentra produksi minyak nilam di Indonesia berada di wilayah Sulawesi (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo), selain sentra produksi yang berawal dari wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat) serta beberapa daerah di Jawa. Sebagian besar produksi minyak nilam dari sentra produksi tersebut di ekspor ke negara-negara industri. Seperti Amerika Serikat Inggris, Perancis, dan seterusnya Swiss, Jerman, Belanda, Hongkong, Mesir, Arab Saudi,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan Kasdi Subagyono.

Minyak nilam didapatkan dari destilasi atau penyulingan daun dan tangkai tanaman. Proses penyulingannya bisa dengandirebus, di kukus, dan diuap. Setelah disuling, minyak harus diuji agar memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kualitas minyak nilam juga ditentukan oleh beberapa faktor seperti bahan tanaman, teknik budidaya, cara dan waktu panen, faktor lingkungan, penanganan bahan olah, cara pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan. [goodnewsfromindonesia]

Nova Diminta Segera Cabut Ingub Tentang Penjualan Getah Pinus Keluar Aceh

0
Penderes getah pinus di lahan milik Prabowo di Aceh Tengah. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irpannusir meminta Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk segera mencabut Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 03/INSTR/2020, tentang Moratorium Penjualan Getah Pinus Keluar Wilayah Aceh.

“Beberapa waktu lalu saat kami berkunjung ke Aceh Tengah, dan menyerap beberapa apsirasi masyarakat setempat, salah satunya mereka mengeluh terhadap keluarnya Ingub tentang larangan menjual getah pinus keluar Aceh,” ungkap Irpannusir dalam keteranganya kepada Nukilan di Banda Aceh, Jum’at (11/2/2022).

Menurut Irfannusir, melemahnya ekenomi masyarakat di Aceh Tengah hari ini akibat dampak dari berlakukan Ingub tersebut.

“Saya kira dalam hal ini pak Gubernur jauh lebih paham dari pada saya, karena pak Gubernur adalah putra asli Aceh Tengah,” ujar Irfannusir.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa, lebih kurang 70% masyarakat Aceh Tengah itu kerjanya menderes getah pinus, namun setelah berlakunya Ingub tersebut, masyarakat sudah tidak bersemangat menderes, karena harga getah pinus di Aceh Tengah terlalu rendah.

“Kalau masyarakat menjual getah pinus ke Medan, mereka bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp4000-Rp5000. Kalau jual di Aceh keuntungannya lebih sedikit,” jelas Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Karena itu, Irfannusir berharap Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dapat memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat Aceh Tengah dengan segera mencabut Ingub tersebut, sehingga dengan begitu ekonomi masyarakat dapat meningkatkan.

“Tentu kami dari Komis II sangat berharap dengan segera Ingub tentang larangan menjual pinus keluar dari Aceh Tengah ini dicabut sesegera mungkin,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Dalam Sebulan, 53 Orang Meninggal Dunia karena Kecelakaan

0
(Foto: Humas Polda Aceh)

Nukilan.id – Dalam bulan Januari 2022, telah terjadi 315 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Aceh dengan trend peningkatan sebesar 32 persen jika dibandingkan Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H. dalam temu persnya, Jumat (11/2/2022) di Lamteumen, Kota Banda Aceh.

Dicky menjelaskan, berdasarkan data base evaluasi kasus kecelakaan lalu lintas Ditlantas Polda Aceh, tercatat 53 orang meninggal dunia dan 348 luka-luka dalam kecelakaan selama Januari 2022.

Rata-rata dalam bulan Januari, sambungnya, per hari terjadi 11 kasus kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan 2 orang meninggal dunia serta 12 orang luka-luka.

Kemudian untuk laka lantas di kewilayahan, Polresta Banda Aceh menduduki peringkat pertama dengan 59 kasus. Lalu Polres Bireuen 53 kasus dan Polres Aceh Timur 43. Total 315 kasus selama Januari 2022.

Sedangkan berdasarkan data fatalitas korban jiwa pada bulan Januari 2022, kecelakaan di wilayah Polres Aceh Timur tercatat memiliki fatalitas tertinggi, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 8 orang. Lalu Polres Aceh Besar dengan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang dan Polres Lhokseumawe sebanyak 5 orang.

Dilihat dari waktunya, laka lantas didominasi pukul 06.00 s.d 12.00 WIB, dengan 77 kasus atau 22 persen dan pukul 12.00 s.d 18.00 WIB sebanyak 101 kasus atau 32 persen.

Untuk jenis kecelakaan, kata Dicky lagi, terdapat anomali yang secara kuantitas terjadi pada bulan Januari 2022, sebab hampir 37 persen kasus justru didominasi oleh kecelakaan tunggal dan 14,8 persen kecelakaan tabrak depan-samping.

“Dari segi usia korban laka lantas pada Januari 2022 terdapat 38 persen usia produktif, yakni usia 16-30 tahun sebanyak 206 orang,” imbuhnya. []

Walikota Subulussalam Diminta Tetapkan Hutan Kapur Jadi Kawasan Ekosistem Esensial

0
Ketua AMM SAKA Muzir Maha, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ketua Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sada Kata (AMM SAKA) Muzir Maha meminta Walikota Subulussalam mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan pohon kapur (Dryobalanops Aromatica Gaertn) yang tersisa di Kota Subulussalam.

Hal itu, mengingat kondisi hutan Subulussalam yang semakin kritis. Apalagi jenis pohon kapur termasuk dalam golongan meranti yang pernah menjadi primadona di masanya, selain menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, pohon kapur/kamper juga menghasilkan produk khas non kayu seperti kristal dan ombil, kini pohon kapur tersebut hampir punah,” kata Munzir dalam keterangannya kepada Nukilan.id Kamis (10/02/2022).

Muzir berharap kepada Pemerintah Kota Subulussalam untuk melakukan pemulihan dengan melakukan penetapan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial atau bisa juga seperti hutan adat dan hutan desa yang di kelola langsung oleh masyarakat setempat melalui pemanfaatan non kayu, apalagi pohon tersebut hanya tersisa di Provinsi Aceh, Sumatera Utara serta Pulau Kalimantan.

“Masih ada beberapa titik di sepanjang jalan dari Simpang Kiri menuju Kecamatan Sultan Daulat terdapat hamparan pohon anak kapur khusus di daerah Singgersing dan Jongkong yang di perkirakan ada sekitar 50 hektar lebih, alangkah baiknya pemerintah melalui dinas DLHK melakukan survei guna tindakan apa yang harus dilakukan”. Pungkas Muzir

Penyelamatan hutan pohon kapur, menurut Muzir nantinya dapat menjadi tempat satwa berlindung, mengingat saat ini banyaknya hutan telah dialih fungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertambangan, sehingga banyak satwa seperti harimau turun ke perkampungan masyarakat, tentunya dengan adanya konservasi atau kawasan sejenisnya, memiliki banyak manfaat selain tempat habitat satwa liar juga salah satu upaya perlindungan yang bisa dilakukan dengan mengusulkan kawasan tersebut sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE), atau upaya proteksi melalui skema hutan adat yang nantinya dapat dijaga secara kearifan lokal. Dengan demikian, laju kerusakan dari berbagai ekspansi dan kegiatan ilegal dapat dihentikan dan upaya rehabilitasi kawasan yang telah rusak dapat dipulihkan secara bertahap.

Selain itu menurut Muzir yang juga merupakan kader Walhi Aceh, penyelamatan hutan kapur itu dapat menarik para peniliti baik dari dalam maupun luar Negeri sebagai pusat penelitian ilmiah, dimana kita ketahui Kapur Barus pernah berjaya hingga ke negeri Arab dan Eropa. Bukan hanya itu dengan adanya hutan konservasi diharapkan dapat mengurangi terjadinya banjir dan longsor di daerah Sultan Daulat.

Sebelumnya kata Muzir permintaan untuk menyelamatkan hutan kapur itu merupakan salah satu poin tuntutan pada saat RDP penolakan perpanjangan HGU PT. Laot Bangko di Kantor Wali Kota Subulussalam pada tahun 2020 lalu,” tuturnya.

Kantah Aceh Singkil Beri Pelayanan Prima Kepada Warga Lapahan Buaya

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Menyikapi kondisi belum adanya legalitas keperdatan akan bidang tanah di beberapa lokasi objek Relokasi Perumahan BRR di Kabupaten Aceh Singkil, maka Kantah Aceh Singkil tidak hanya diam namun senantiasa proaktif.

Khusus untuk lokasi Perumahan BRR di Lapahan Buaya Kecamatan Kota Baharu Kabupaten Aceh Singkil sudah keluar SK dari Bupati mengenai Calon Peserta alias Subjek Hak nya. SK Bupati ini merupakan Alas Hak atau merupakan salah satu dokumen yuridis yang dibutuhkan dalam proses Pembuatan Sertipikat Tanah.

Atas arahan dan petunjuk dari Kepala Kantah Aceh Singkil, pada Rabu, 9 Pebruari 2022 Tim Pengukuran segera melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

Agenda Petugas Pengukuran dari Kantor Pertanahan Aceh Singkil turun ke lokasi Calon Objek Hak tersebut adalah untuk memverifikasi terhadap Subjek dan Objek Hak nya, termasuk memastikan “clear and clean” tanahnya untuk dapat ditingkatkan menjadi Sertipikat Tanah setelah dilengkapi persyaratan yang wajib dipenuhi oleh pemohon dalam hal peroses pembuatan Sertipikat Tanah pertama kali.

“Perlu saya sampaikan juga bahwa permohonan pengukuran ini untuk memastikan dan memetakan lokasi yang dimohon tersebut alias plotting area, dari hasil pengukuran dan pemetaan nantinya dapat diketahui dan dipastikan apakah “clear and clean” seperti bebas dari kawasan, moratorium gambut maupun adanya hak keperdataan dari pihak lain ataupun tidak,” kata Muhammad Reza.

Reza juga menambahkan : “Jika telah terpenuhi syarat untuk pembuatan Sertipikat maka tentu segera akan kita proses tahapan-tahapan penerbitan Sertipikat Tanah nya.”

Karena dalam Proses Pembuatan Sertipikat Tanah juga ada Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang dibebankan kepada pemohon, dan ini belum dibicarakan dan belum dimohonkan ke Kantor Pertanahan Aceh Singkil, baik oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil maupun secara perorangan sebagaimana nama-nama yang tertuang dalam SK Bupati Aceh Singkil tersebut.

Intinya Kami dari Kantor Pertanahan Aceh Singkil senantiasa melayani masyarakat dan Pemerintah Daerah Kab. Aceh Singkil secara maksimal dengan pelayanan prima dalam Kegiatan Pelayanan Pertanahan yang sudah menjadi tugas dan fungsi kami sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Agraria dan Tata Tuang/ Badan Pertanahan Nasional.

YARA Aceh Utara Desak PPNS-LH Selidiki Dugaan Pencemaran Lingkungan PT PIM

0
Kepala Perwakilan YARA Aceh Utara, Iskandar Pb, (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Utara, Iskandar mendesak Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup (PPNS-LH) untuk menyelidiki terkait dugaan pencemaran lingkungan, limbah PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sehingga menyebabkan Ikan mati di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kabupaten Aceh Utara.

“Perlu adanya pembuktian laboratorium terkait dugaan pencemaran lingkungan trersebut,” kata Iskandar dalam keterangannya kepada Nukilan.id Jum,at (11/2/2022).

Menurut Iskandar, perlu segera menegecek sampel air limbah (outlet) atau pembuangan terakhir kolam limbah PT PIM, dilaboratorium terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Apakah hasilnya berada di bawah baku mutu yang di tetapkan pemerintah, atau melebihi baku mutu,” pintanya.

Ia meminta PT PIM membuka hasil laporan rutin per bulan- per 3 bulan atau per 6 bulan hasil uji air limbah seperti yang tersebut diatas. Dan itu menjadi tugas dan tanggung jawab PT PIM sesuai dengan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah disahkan.

PT PIM juga harus membuka dokumen AMDAL, RKL dan RPL teknologi apa yang digunakan dalam pengelolaan air limbah dan apakah ada dilakukan pemantauan maupun pengelolaan lingkungannya,” ucap Iskandar.

Oleh karena itu, Iskandar meminta kepada PPNS-LH, Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) dan Pengawas Lingkungan Hidup untuk segera menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan yang mengakibatkan matinya ikan di Pelabuhan Krueng Geukueh Aceh Utara.

5 Artis Cantik Korea Mualaf dan Kukuh Berhijab

0
Ayana Moon (Foto: Instagram/@xolovelyayana)

Nukilan.id – Hidayah dari Allah Subhanahu wa ta’ala bisa hadir kepada siapa saja, termasuk artis-artis Korea Selatan. Meskipun Negeri Ginseng tidak seperti Indonesia yang memiliki mayoritas penduduk Muslim, nyatanya beberapa artis cantik di sana terketuk pintu hatinya untuk memeluk agama Islam.

Setelah menjadi seorang mualaf, para artis cantik Korea ini juga mantap menutup aurat dengan mengenakan hijab. Pesona kecantikan mereka dalam balutan hijab pun kerap kali memikat hati.

Siapa saja artis-artis cantik Korea yang memutuskan menjadi mualaf dan mantap berhijab? Berikut ini lima di antaranya, sebagaimana telah MNC Portal rangkum.

1. Ayana Moon

Ayana Moon (Foto: Instagram/@xolovelyayana)

Ayana Moon memutuskan memeluk agama Islam ketika berada di Malaysia. Perjalanan Ayana dalam mencari kebenaran Islam pun dirangkum dalam buku bertajuk ‘Ayana Journey to Islam.’.

Artis cantik asli Korea Selatan yang dikenal sebagai brand ambassador kosmetik halal ini juga sukses membimbing sang adik menjadi mualaf. Aydin Moon mengucap syahadat di Seoul Central Mosque pada 13 Mei 2019.

2. Song Bo Ra

Song Bo Ra (Foto: Instagram/@olaborasong)

Influencer satu ini resmi menjadi mualaf sejak 2007. Dengan bangga Song Bo Ra mencantumkan hal tersebut di bio Instagram-nya.

Selain aktif membagikan kegiatannya di Instagram, diketahui Song Bora juga memiliki kanal YouTube bernama Olaborasong yang memiliki subscriber sebanyak lebih dari 15 ribu.

3. Safya Kang

Safya Kang (Foto: Instagram/@safiyakang)

Safiya Kang adalah salah satu mualaf asal Korea Selatan yang cukup populer. Tercatat dirinya memiliki lebih dari 50 ribu follower di Instagram.

Melalui Instagram-nya dapat diketahui bahwa Safiya memiliki bisnis makanan halal korea bernama Manis Kitchen Korea yang berlokasi di depan Seoul Central Masjid.

4. Muna Hyunmin Bae

Muna Hyunmin Bae (Foto: Instagram/@mhmbae)

Satu lagi mualaf cantik asal Korea Selatan yakni Muna Hyunmin Bae. Dirinya kerap membagikan gambar ilustrasi wanita berhijab yang mengenakan hanbok alias baju tradisional Korea.

Muna Hyunmin Bae memanglah seorang seniman yang pandai melukis. Saat ini ia menetap di Arab Saudi.

5. Breanna Youn

Breanna Youn (Foto: Instagram/@officialbreannayoun)

Artis cilik asal Korea Selatan, Breanna Youn, menjadi seorang mualaf setelah pindah ke Dubai. Tentu saja tidak hanya Breanna yang memeluk Islam, melainkan juga keluarganya.

Breanna masih aktif di media sosial sebagai selebgram, model, maupun pemain film.

Sumber: Okezone