Beranda blog Halaman 1800

Segerakan Vaksinasi Booster bila Interval Waktu Sudah Cukup

0
Vaksinasi (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. mengimbau masyarakat untuk menyegerakan vaksinasi dosis III atau booster bila interval waktu sudah mencukupi.

Hal tersebut disampaikan Winardy dalam rilis vaksinasi harian, Rabu (23/2/2022) di Mapolda Aceh.

Winardy menjelaskan, vaksinasi booster ialah upaya mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun di populasi yang ditemukan berdasarkan hasil sero survei. Jadi, kalau tenggang waktunya sudah mencukupi agar disegerakan.

Selain itu, Winardy juga menyampaikan hasil capaian harian vaksinasi Polda Aceh beserta seluruh jajaran, di mana per tanggal 22 Februari 2022 mencapai 31.079 orang.

“Jumlah tersebut terdiri dari dosis I sebanyak 10.189 orang, dosis II 19.150 orang, dan dosis III atau booster 1.740 orang,” rincinya.

Pemerintah Aceh Diminta Lakukan Langkah Kongkrit Tangani Kelangkaan Minyak Goreng

0
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rijaluddin. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rijaluddin meminta pemerintah Aceh melakukan langkah kongkrit untuk penanganan jangka pendek guna memecahkan permasalahan kelangkaan minyak goreng.

Hal itu disampaikan Rijaluddin dalam rapat yang digelar Komisi II di Gedung Serbaguna DPRA, Selasa (22/2/2022).

Rijal melalui Disperindag, Dinas Pangan dan Biro Perekonomian meminta kepada pemerintah Aceh untuk segera menyurati Kementerian Perekonomian guna merokomendasikan Aprindo Aceh untuk mendapatkan kuota minyak goreng dari pabrikan guna memenuhi kebutuhan pasar Aceh dan memasarkannya sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan diawasi pihak kepolisian.

“Kita juga meminta kepada Kapolda Aceh melalui Diskrimsus untuk menindak para pedagang nakal yang memanfaakan situasi ini. Untuk menjawab keresahan masyarakat, saat ini kita harapkan penanganan kongkrit dengan sesegera mungkin,” pintanya.

Rijal menambahkan, penanganan untuk jangka menengah dan jangka panjang juga perlu dipersiapkan dalam forum yang Iain.

Untuk jangka menengah, kata dia, pemerintah Aceh harus mempersiapkan langkah untuk menghadapi bulan Ramadhan, karena fokus ketersediaan bukan hanya pada minyak goreng tapi juga pada gula, daging telur dan bahan pokok lainnya.

“Sementara untuk jangka panjang, saya mengharapkan provinsi Aceh memiliki pabrik pabrik untuk mengurangi ketergantungan kebutuhan ke sumatera utara,” pungas Rijaluddin.

Hadir dalam rapat tersebut, beberapa instansi terkait antara lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Dinas Pangan Aceh, Kepala Biro Perekonomian Aceh, Perum Bulog, Diskrimsus Polda Aceh, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Aceh. [MIR]

Kejagung Periksa 5 Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Udara PT Garuda Indonesia

0
Ilustrasi Pesawat Udara. (Foto: landor.com)

Nukilan.id – Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi yang terkait dengan Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Pengadaan Pesawat Udara pada PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2011-2021.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simajuntak, S.H, M.H dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (22/2/2022).

Adapun saksi-saksi yang diperiksa, yaitu dengan inisial NA selaku Senior Manager Head Office Accounting PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2012, IR selaku Komisaris PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2014, ATS selaku Direktur Niaga PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2016, NS selaku Direktur Marketing dan Teknologi Informasi PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk Tahun 2017, dan NPL selaku Direktur Layanan PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Tahun 2018.

“Semuanya diperiksa terkait mekanisme pengadaan pesawat udara,” ujar Leonard.

Lebih lanjut dia menyampaikan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam Pengadaan Pesawat Udara pada PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M,” pungkas Leonard. [MIR]

Disperindag: Aceh Layak Bangun Pabrik Minyak Goreng

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM mengatakan, Provinsi Aceh sudah layak memiliki pabrik pengelohan minyak goreng sendiri.

“Bukan hanya pabrik minyak goreng saja, tetapi pabrik-pabrik lain juga bisa dibangun. Karena Pemerintah Aceh sudah menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik di KIA Ladong,” kata Tanwier kepada Nukilan di Banda Aceh, Selasa (22/2/2022).

Oleh karena itu, Tanwier mengajak pihak swasta atau pengusaha untuk dapat mengambil bagian dalam membangun pabrik di Aceh serta turut berpartisipasi dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Aceh.

“Saya pikir pemerintah bisa saja menbangun pabrik sendiri, tapi alangkah baiknya pembangunan pabrik itu dilakukan oleh pihak swasta,” ujar Ba’ong.

Namun, apabila pemerintah Aceh ingin membangun pabrik tersebut maka kebijakan itu akan diserahkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Nanti akan kita bicarakan dengan pihak BUMD untuk menanyakan kesiapannya dalam pembangunan pabrik tersebut,” pungkas Tanwier.

Reporter: Hadiansyah

Wakapolda Aceh Ikuti Sosialisasi Komite TIK Polri

0
Wakapolda Aceh saat mengikuti Sosialisasi Komite TIK Polri, Selasa (22/2/2022). Foto: Humas Polda

Nukilan.id – Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH. mengikuti kegiatan sosialisasi komite Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polri melalui sarana video conference, Selasa (22/2/2022) di Mapolda Aceh.

Kegiatan sosialisasi yang dipimpin Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono tersebut juga dikuti oleh seluruh Polda se-Indonesia sebagai upaya penyampaian informasi secara menyeluruh tentang Komite TIK Polri.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. dalam siaran persnya menyampaikan, sosialisasi tersebut dilaksanakan terkait pembentukan komite TIK Polri yang akan mendukung tugas-tugas kepolisian.

Nantinya, komite tersebut akan melakukan perbaikan system serta peralatan–khusus berkenaan dengan TIK–yang digunakan kepolisian agar pelaksanaan tugas bisa lebih maksimal.

“Komite ini adalah program Mabes Polri untuk meningkatkan fungsi peralatan atau perbaikan sistem di seluruh jajaran, termasuk Polda Aceh,” kata Winardy. []

Nova: Sinergi Lintas Ahli Dapat Minimalisir Tragedi Banjir di Aceh

0
Mantan Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT. (Foto: MC Aceh)

Nukilan.id – Sinergi lintas ahli seperti pakar teknik sipil dan teknik hidraulik akan mampu menghadirkan konsep jitu untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan prahara banjir yang senantiasa muncul secara periodik di Aceh.

Hal itu dikatakan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Selasa (22/02/2022) ketika membuka acara diskusi terbuka “Konsep dan Kebijakan Dalam Penanggulangan Banjir Aceh” di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh.
Diskusi itu digelar oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Universitas Syah Kuala yang bekerja sama dengan Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) cabang Aceh, Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 dan Dinas Pengairan Aceh.

Dalam sambutannya Gubernur berharap para peserta diskusi dapat berbagi keahlian dan pengetahuan terkait penanggulangan banjir, untuk dijadikan formulasi bersama sehingga kejadian banjir bisa segera diminimalisir, bahkan ditiadakan di Aceh.

“Saya berpesan kiranya melalui forum ini Bapak Ibu sekalian dapat memberikan keahlian dan pengetahuannya terkait penanggulangan banjir, untuk kita jadikan formulasi bersama,” kata Gubernur.

Menurut Gubernur, seluruh pihak di Aceh harus mampu menata kembali ‘hubungan manusia dengan air’, sehingga melahirkan desain pengendalian air bagi kemaslahatan hidup bersama.

Gubernur mencontohkan Amsterdam, ibu kota Negara Belanda yang terkenal mampu mengendalikan air dengan cukup baik. Sehingga tidak ada permasalahan banjir di negara itu. Padahal kata Gubernur, Belanda adalah negara yang daratannya lebih rendah dari permukaan laut. Namun dengan desain pengendalian air yang baik mereka mampu mengelola hal itu dengan aman.

Dalam kesempatan itu Gubernur juga mengutip firman Allah SWT dalam Surat Ar Rum ayat 48, yang mencerminkan bahwa seharusnya manusia gembira dengan turunnya hujan sebagai pembawa rahmat.

Selanjutnya juga Surah Ar Ra’du ayat 3 yang mengisyaratkan untuk berpikir, agar pengelolaan sumber daya air dapat menghasilkan kemaslahatan bagi semua.

Diskusi yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pengairan Aceh, staf ahli gubernur, asisten Sekda Aceh, perwakilan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil (IKATSI) Universitas Syah Kuala, Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) cabang Aceh, serta para narasumber, praktisi dan akademisi. []

BMA Apresiasi PT Socfindo Rutin Setor Infaq ke Baitul Mal

0

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) mengapresiasi tiga PT Socfin Indonesia (Socfindo) yang hingga saat ini telah rutin menyetorkan infaq karyawannya ke Baitul Mal Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Singkil.

Ketiga perusahaan itu antara lain PT Socfindo Seunagan dan PT Socfindo Seumayam di Kabupaten Nagan Raya serta PT Socfindo Lae Butar di Kabupaten Aceh Singkil.

“Atas nama pribadi dan lembaga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada ketiga PT Socfindo tersebut. Ini merupakan wujud kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pihak perusahaan,” kata Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden, Selasa (22/2/2022).

Rahmad Raden menjelaskan beberapa hari yang lalu tim Potensi dari Bidang Pengumpulan BMA yang didampingi Baitul Mal Kabupaten/Kota (BMK) mengunjungi ketiga PT Socfindo tersebut untuk silaturrahmi dan audiensi.

Tujuan utamanya memperkenalkan BMA sebagai lembaga keistimewaan dan kekhususan pada Pemerintah Aceh. Selanjutnya dalam melaksanakan tugasnya bersifat independen berwenang untuk menjaga, memelihara, mengelola dan mengembangkan zakat, infak, harta wakaf, dan harta keagamaan lainnya, dan pengawasan perwalian berdasarkan syariat Islam.

“Dan alhamdulillah, ternyata dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan melalui Kepala Tata Usaha (KTU) menjelaskan mereka sudah menyetorkan infak karyawannya ke BMK setempat setiap bulannya,” kata Rahmad Raden.

“Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih banyak kepada PT Socfindo dan para karyawannya. Semoga dengan infak ini akan diberikan kemudahan dalam segala urusannya dan juga dilancarkan rezekinya,” ungkap Rahmad Raden.

Sementara itu KTU PT Socfindo Seunagan, Nagan Raya, Sumarwan juga mengucapkan terima kasih atas kunjungan tim BMA dan BMK ke perusahaan tersebut.
Menurutnya dengan pertemuan tersebut telah menambah informasi terkini tentang zakat dan infak, seperti nisab zakat penghasilan Rp6,9 juta/bulan, maka wajib mengeluarkan zakat 2,5%. Selain itu bagi yang penghasilannya belum mencapai nisab zakat, maka besaran infaknya 1% dari penghasilan tersebut.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga bersedia dan dengan senang hati jika BMA bersama BMK ingin melakukan sosialisasi zakat dan infak. Terakhir kalinya dilakukan sosialisasi pada tahun 2015. Nantinya direncanakan sosialisasi tersebut akan diikuti pimpinan perusahaan dan karyawan atau perwakilan karyawan.

“Untuk waktunya, kita bisa saling berkoordinasi kembali atau bisa disesuaikan dengan jadwal pengajian rutin di perusahaan. Adapun hasil pertemuan ini akan kami sampaikan juga kepada pimpinan perusahaan. Semoga hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkasnya. [rilis]

Aminullah Usman Sangat Peduli Pertumbuhan UMKM Banda Aceh

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Diantara sekian banyak prestasi dan capaian selama memimpin Ibukota Banda Aceh, patut diakui bahwa sosok Aminullah Usman merupakan pemimpin yang sangat peduli dengan nasib rakyat kecil.

“Dari berbagai indikator, mulai dari kepedulian terhadap pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pemberantasan rentenir (lintah darat) yang selama ini menghisap keringat masyarakat, hal iru menunjukkan Aminullah Usman memiliki kepedulian terhadap ekonomi masyarakat kecil. Ditambah lagi, dengan gebrakan beliau dalam membangun istana bagi fakir miskin dan duafa semakin menunjukkan bahwa Bapak Aminullah Usman merupakan sosok pemimpin yang begitu peduli dengan rakyat kecil,” ungkap ketua Yayasan Aceh Kreatif (AK) Delky Nofrizal Qutni kepada media, Selasa (22/02/2022).

Dia memaparkan, sebelumnya jumlah UMKM di Banda Aceh ialah 8.900 unit. Namun, semenjak Banda Aceh dipimpin oleh Aminullah Usman hingga tahun 2021 lalu jumlah UMKM di Banda Aceh sudah bertambah hingga 16.970 unit, dan saat ini terus mengalami peningkatan. “Tentunya kenaikan jumlah dan pertumbuhan UMKM di Banda Aceh ini sesuatu yang sangat signifikan yakni mencapai 91% dari jumlah sebelumnya dan sangat patut diacungi jempol. Tentunya hal tersebut tak terlepas dari kepedulian dan kerja keras seorang pemimpin,” jelasnya.

Kemudian, kata Delky, jika kita lihat dari jumlah masyarakat Banda Aceh yang menggunakan rentenir atau tengkulak untuk mendapatkan pinjaman turun drastis. Dari yang semula 80 persen pada tahun 2018 menjadi 14 persen di tahun 2019, serta tersisa hanya 2 persen pada 2020, dan hal ini terus menurun hingga Banda Aceh sepenuhnya menjadi daerah bebas rentenir.

“Menurunnya ketergantungan masyarakat terhadap jasa tengkulak atau rentenir ini juga turut berdampak terhadap angka kemiskinan yang menurun sebesar 0,32 persen. Diketahui angka kemiskinan Banda Aceh tahun 2019 sebesar 7,22 persen, jumlah ini berkurang menjadi 6,90 persen pada 2020. Alhasil, Banda Aceh menjadi satu-satunya daerah yang masuk ke dalam zona hijau kemiskinan di Provinsi Aceh menurut data BPS,”ujar mantan Kabid Advokasi Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) itu.

Tak hanya sebatas itu, lanjut Delky, kepedulian terhadap masyarakat kecil ini juga dapat dilihat dengan gebrakan “membangun istana untuk duafa” yang merupakan bentuk kepedulian Aminullah terhadap fakir miskin dan kaum duafa.

“Di tengah kesibukannya sebagai orang nomor 1 di Banda Aceh, Bapak Aminullah senantiasa menerima keluh kesah masyarakat kecil, yakni kalangan fakir miskin dan duafa, bahkan beliau menerima kunjungan di pendopo walikota hingga turun langsung ke lokasi rumah fakir miskin dan duafa serta melakukan pembangunan atau renovasi, dan alhamdulillah sudah 800-an tumah di bangun. Tentunya ini program yang sangat mulia, dan hendaknya terus dipertahankan serta ditingkatkan,” tambah mantan ketua LSM Solidaritas untuk Rakyat Daerah Terpencil (SuRaDT).

Menurut mantan Ketua PII Aceh Selatan itu, kepedulian terhadap rakyat kecil itu juga ditunjukkan dengan kedekatan hingga bantuan Aminullah terhadap penyandang disabilitas, bahkan disela-sela kesibukannya masih menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan saudara-saudara kita dari kalangan penyandang disabilitas.

“Dari berbagai fakta tersebut, maka mau tak mau kita sebagai masyarakat mengakui bahwa sosok Bapak Aminullah Usman merupakan pemimpin yang sangat peduli nasib rakyat kecil,” pungkasnya. []

Kelekak, Rumah Terakhir Kukang Bangka yang Terancam Punah

0
Kukang bangka (Nycticebus bancanus) yang berada di PPS Alobi, Bangka, Kepualauan Bangka Belitung. (Foto: Nopri Ismi/Mongabay Indonesia)

Nukilan.id – Masyarakat di Bangka Belitung mengenal istilah kelekak, area hutan atau sebidang tanah yang ditanami pohon khas daerah (umumnya durian, binjai, manggis). Pemiliknya pribadi maupun bersama, sebagai warisan leluhur untuk anak cucu di kemudian hari.

Menurut Randi Syafutra, peneliti satwa dari Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, kelekak tidak hanya bermanfaat bagi keberlanjutan manusia, tapi juga habitat terakhir kukang bangka (Nycticebus bancanus).

“Dalam sistem kelekak, masyarakat mempertahakan sejumlah pohon hutan seperti nyatoh, ulin, dan ara,” terangnya, Minggu (20/02/2022).

Berdasarkan penelitian Randi Syafutra yang didukung The Mohamed bin Zayed Conservation Fund (MBZCF) September 2017 hingga November 2018, kukang bangka sering ditemukan di sejumlah pohon. Sebut saja karet (H. brasiliensis), petai (Parkia speciosa), nangka (Artocarpus heterophyllus), cempedak (A. integer ), pisang (Musa spp), durian (Durio sp), duku (Lansium domesticum), rambutan (Nephelium lappaceum), dan pelawan (Tristaniopsis merguensis).

“Semua pohon tersebut terdapat di kelekak,” jelas Randi yang melakukan penelitian di Desa Zed, Kemuja, Paya Benua, Mendo (Kabupaten Bangka) dan Desa Namang (Kabupaten Bangka).

Kukang memiliki peran penting sebagai penyeimbang ekosistem alam, membantu penyerbukan dan penyebaran tumbuhan di alam. “Serta mengendalikan hama serangga yang berpotensi menyerang tanaman produktif masyarakat atau tumbuhan hutan itu sendiri,” ujarnya.

Berdasarkan IUCN Red List, kukang bangka berstatus Kritis (Critically Endangered). Sementara CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), telah menjadikan seluruh genus Nycticebus berstatus Apendiks I, yang artinya dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional.

“Kemungkinan besar, spesies ini akan menurun karena hilangnya habitat akibat deforestasi yang sebagian besar disebabkan perkebunan sawit, sehingga Bangka hanya memiliki kurang dari 20 persen tutupan hutan,” jelas IUCN.

Ancaman dan Populasi

Dikutip dari artikel neprimateconservancy.org, meskipun mempunyai pergerakan lamban, kukang memiliki bisa. Kelenjar yang tersembunyi di ketiaknya mengeluarkan cairan khusus, berfungsi sebagai racun ketika bercampur dengan air liurnya.

Efek gigitan kukang cukup kuat untuk membuat manusia dewasa mengalami shok anafilaksis, reaksi alergi yang parah dan berpotensi mengancam nyawa.

Namun, fakta kukang mempunyai bisa, sama sekali tidak menolongnya dari ancaman penurunan populasi. Khusus di Pulau Bangka, belum ada data pasti terkait jumlahnya.

“Secara umum, populasinya menurun dan terancam, akibat perubahan habitat menjadi perkebunan sawit, daerah tambang, dan perumahan,” lanjut Randi.

Ancaman lain, sering dimanfaatkannya kukang sebagai sarana ilmu hitam seperti di Pulau Jawa. “Kalau di Pulau Bangka, minyak kukang digunakan sebagai media sihir seperti pelet dan santet,” paparnya.

Langka Sani, Ketua PPS [Pusat Penangkaran Satwa] Alobi Foundation, menyatakan selain perubahan habitat, aktivitas perburuan serta jual beli kukang bangka di media sosial masih ada.

“Hal terpenting perlindungan habitat itu sendiri. Kelekak harus dipertahankan dan dilestarikan,” katanya.

Pada peringatan Hari Primata Indonesia, 11 Februari 2022, Alobi bersama BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Sumatera Selatan dan PT. Timah Tbk, melepasliarkan empat ekor kukang bangka di kawasan Hutan Lindung Bangka Island Outdoor (BIO), Kecamatan Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Tiga tahun terakhir, sekitar 50 kukang bangka diterima PPS Alobi, sehat maupun sakit. Mayoritas dari serahan masyarakat,” tegasnya.

Endemisitas Kukang Bangka

Pada 1906, Marcus Ward Lyon Jr yang merupakan ahli mamalia asal Amerika, pertama kali mendeskripsikan kukang bangka.

Dikutip dari artikel ilmiahnya berjudul “Notes of The Slow Lemurs”, dalam Proceedings of the United States National Museum, dasar deskripsi beranjak dari satu-satunya spesimen kulit dan tengkorak kukang bangka yang dikoleksi W.L. Abbott pada Juni 1904, dari Teluk Kelabat, Bangka. Spesimen tersebut kini menjadi koleksi Museum Nasional Amerika (USNM), Nomor 124907.

Menurut Randi Syafutra, jika ditinjau dari segi lokalitas, Nycticebus bancanus tetaplah kukang khas Pulau Bangka. Meskipun berdasarkan penelitian Ross dan kawan-kawan, Nycticebus bancanus juga terdapat di wilayah Borneo yaitu N. menagensis, N. bancanus, N. borneanus, dan N. kayan.

“Beberapa ciri kukang bangka adalah pola pewarnaan wajah yang terang, dengan ujung atas cincin gelap sekeliling mata yang baur di pinggiran atasnya. Variasi warna bulu, ukuran tubuh, pola sungkup muka dan garis punggung, serta wilayah geografis menjadi penyebab pemisahannya dari N. menagensis. Yang mengherankan, kukang bangka tidak tercatat di Pulau Belitung, ini perlu penelitian lebih lanjut, ” kata Randi.

Berdasarkan penelitian Cristian Ross dkk, berjudul “An updated taxonomy and conservation status review of Asian” di Asian Primates Journal 2014, dijelaskan ada delapan genus Nycticebus.

Diantaranya, kukang bengal (Nycticebus bengalensis), kukang sunda (Nycticebus coucang), kukang jawa (Nycticebus javanicus), kukang timur borneo (Nycticebus menagensis), kukang bangka (Nycticebus bancanus), kukang gunung schwaner (Nycticebus borneanus), kukang sungai kayan (Nycticebus kayan), dan kukang pygmy (Nycticebus pygmaeus).

“Dalam penelitian tersebut, hampir semua genus Nycticebus berstatus Rentan hingga Kritis,” tulis penelitian tersebut. [mongabay]

Resmikan Lift, Kapolda Aceh: Untuk Menunjang Kinerja dan Pelayanan

0
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. meresmikan lift di Mapolda Aceh. Selasa (22/2/2022). Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, S.H., M.M. meresmikan lift yang baru siap dibangun untuk menunjang kinerja dan pelayanan kepada masyarakat, Selasa (22/2/2022) di Mapolda Aceh.

Kapolda Aceh melalui Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan, pembangunan lift dengan kabin tertutup tersebut bertujuan untuk memudahkan akses dari lantai pertama ke lantai tiga Mapolda Aceh.

Lift yang berada di lobi utama Mapolda Aceh tersebut, nanti diharapkan dapat meningkatkan kinerja anggota kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Sekarang untuk naik ke lantai tiga Mapolda Aceh lebih mudah, sudah ada lift. Semoga bermanfaat untuk petugas dan masyarakat,” sebutnya.

Peresmian tersebut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Dr. Drs. H. Agus Kurniady Sutisna, MM., MH., pejabat utama Polda Aceh, dan personel lainnya.[]