Beranda blog Halaman 1795

Kadishub dan Karo Umum Setda Aceh Diganti

0
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes, Memgambil Sumpah Jabatan dan Pelantikan pada Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Aceh di Ruang Potensi Daerah Kantor Gubernur Aceh, (Foto: Dok.Humasprov)

Nukilan.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah, atas nama Gubernur Aceh, melantik T Faisal sebagai Kepala Dinas Perhubungan Aceh menggantikan Junaidi, serta T Adi Darma sebagai Kepala Biro Umum Setda Aceh menggantikan Akmil Husen.

Prosesi pelantikan yang berlangsung terbatas karena mengikuti protokol kesehatan itu, di pusatkan di ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Jum’at (25/2/2022) sore.

Kedua pejabat yang baru dilantik hari ini merupakan Pelaksana Tugas (Plt) di masing-masing posisi, karena Junaidi yang sebelumnya menjabat sebagai Kadishub mendapat jabatan baru sebagai Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh. Dan, Akmil Husen yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Umum Setda Aceh, dipercaya menjabat posisi baru sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Sekda Aceh, menyampaikan beberapa pesan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan konsolidasi, agar upaya percepatan pembangunan yang saat ini sedang diupayakan Pemerintah Aceh bisa segera terlaksana.

“Segera lakukan serah terima jabatan dengan pejabat lama. Segera lakukan konsolidasi internal. Kita sedang dalam tahap percepatan pelaksanaan kegiatan Tahun 2022. Pastikan pelaksanaan kegiatan tahun ini berjalan sesuai janji dan komitmen yang Saudara tetapkan,” ujar Sekda.

Selanjutnya, Sekda juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik untuk membaca kembali dokumen RPJMA, karena tahun ini adalah tahun terakhir untuk mencapai target-target RPJMA yang telah ditetapkan. Para pejabat juga diinstruksikan untuk membaca dan memahami kembali Pakta Integritas yang telah ditanda tangani.

“Kita semua harus bergerak ke arah yang sama, dan arah itu ada pada dokumen-dokumen yang sudah ditetapkan dalam ketentuan kita. Pesan selanjutnya, jadilah pemimpin, bukan sekedar pejabat. Saudara-saudara ditetapkan sebagai pejabat, tapi tunjukkan bahwa Anda lebih dari sekedar pemegang jabatan. Anda adalah pribadi yang bisa dijadikan teladan dan dijadikan contoh,” kata Sekda berpesan.

Selanjutnya, Sekda juga berpesan agar para pejabat yang baru dilantik untuk membangun tim kerja yang solid, dengan menciptakan iklim kerja bersama yang sehat. “Saya selalu pesankan pada semua, jangan takut mencoba sesuatu yang baru, dan jangan pernah takut salah, tapi takutlah mengulangi kesalahan. Bangun kerja kolaboratif di tempat anda memimpin dan kolaboratif secara horizontal dengan jajaran Pemerintah Aceh.”

Sekda juga mengingatkan, bahwa jalannya Pemerintahan Aceh selalu menjadi pusat perhatian dan percakapan publik. Karena itu, para pejabat diingatkan untuk melaksanakan tugas dengan benar. “Nanti sejarah yang mencatat bahwa Saudara di tempat ini bekerja dengan baik dan profesional.”

Untuk mencapai semua target kerja, Sekda juga mengingatkan para pejabat untuk membangun komunikasi dengan berbagai pihak terkait. “Di tempat ini harus banyak bekerja, dan banyak berkomunikasi. Tidak cukup hanya banyak bekerja, namun kurang berkomunikasi. Kerjakan kedua itu dengan sebaik-baiknya.”

Dalam sambutannya, Sekda juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik serta para hadirin terkait kerja-kerja penanganan Covid-19 yang masih membutuhkan atensi serius dari semua pihak.

“Penanganan Covid-19 saat ini masih terus terjadi di daerah kita. Dalam hal ini kita tidak boleh berhenti untuk terus mengkampanyekan gerakan disiplin protokol kesehatan serta vaksinasi Covid-19. Jaga diri dan keluarga demi tercapai kinerja yang baik dan kehidupan yang sejahtera,” imbuh Sekda.

Kesinambungan pelaksanaan Gerakan BEREH yang merupakan akronim dari Bersih, Rapi, Elok dan Hijau juga menjadi poin penting yang disampaikan oleh Sekda.

Selain itu, kegiatan rutin harian seperti kegiatan donor darah dan dzikir dan do’a pagi juga diingatkan untuk tetap dijalankan.

“Laksanakan amanah ini dengan sebuah kepercayaan, bahwa saudara mendapat titipan dari Allah SWT, yang dititipkan melalui proses seleksi dan proses pengambilan keputusan, yang akhirnya hari ini ada di pundak Saudara. Jalankan dengan sebaik-baiknya. Selamat bekerja, semoga kita dapat terus bekerja kolaboratif dan mencapai sukses bersama, dan semoga perjuangan kita mewujudkan Pemerintahan Aceh yang berkualitas, bersih, adil dan melayani, mendapat ridha Allah,” pungkas Sekda.

Sebagaimana diketahui, proses pengisian Jabatan Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Aceh ini, sudah melalui beberapa tahap, sebelum dilantik nama para pejabat ini masuk dalam tiga nama yang dinyatakan lulus oleh Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Tinggi Pratama dilingkup Pemerintahan Aceh yang juga menjabat sebagai Sekda Aceh Taqwallah.

Tiga nama calon pejabat yang lulus pada seleksi terbuka untuk posisi Kepala Dinas Perhubungan Aceh, dan Kepala Biro Umum Setda Aceh, diterbitkan berdasarkan berita acara nomor: BA/PANSEL/006/II tanggal 18 Februari 2022, yang ditandatangani langsung oleh Ketua Pansel Taqwallah.

Tiga besar yang lulus pada seleksi untuk kedua instansi tersebut adalah untuk posisi Kadishub Aceh yang lulus tiga besar adalah Dedy Fahrian, Mohammad Iqbal Bharata dan T Faisal. Sedangkan untuk posisi Kepala Biro Umum, yang lulus tiga besar adalah Almuniza Kamal, T Adi Darma dan Taufik.[Humasprov]

HAKA: Bencana Banjir di Aceh Akibat Kerusakan Hutan 20 Tahun Lalu

0
Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA) Irham, (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAKA) Irham mengatakan Bencana Banjir yang sering terjadi di Aceh, di akibatkan kerusakan hutan 20 tahun yang lalu.

“Bayangkan jika hutan tidak kita jaga, kerusakan semakin parah, bencana yang dirasakan oleh masyarakat kedepanya semakin besar,” Kata Irham kepada Nukilan.id di Banda Aceh Kamis (23/2/2022).

Sudah sepatutnya kita harus melindungi Hutan mulai sekarang, agar lingkungan bisa terjaga,” kata Ihsan.

Dulu, kata dia — Ihsan, Bencana Banjir yang terjadi di Aceh tidak separah dan sesering sekarang ini.

“Ini pasti ada indikasi dan meningkatnya aktivitas-Aktivitas illegal. Seperti illegal logging, perambahan hutan, kususnya di wilayah-wilayah yang bedampingan dengan tempat penampungan air, begitu hujan langsung terjadinya banjir, ” ucap Ihsan.

Untuk itu, jika perambahan hutan semakin marak dilakukan, ini menjadi bahaya dan bencana besar kedepan, jika tidak dilindungi,” ucapnya.

Kondisi sekarang ini, Lanjut ihsan, cuaca sangat tidak menentu, perubahan iklim yang begitu cepat, serta curah hujanpun tinggi.

Maka perlu dari kita semua untuk menjaga hutan, yang juga sebagai Paru-paru dunia, ” ucap Ihsan.

Berbicara tentang hutan dan Lingkungan di Aceh, Ini sesuatu yang urgen untuk di tanggapi segera, oleh semua pihak. Di tahun 2021-2022 sangat sering terjadinya banjir sehingga Provinsi Aceh memakan kerugian yang besar.

Untuk itu, semua dari kita harus meresponnya secara holistick, secara menyeluruh. Perlu adanya peningkatan kesadaran masyarakat dan meningkatkan kegiatan-kegitatan yang melindungi serta merestorasi hutan.

Banyak aspek yang perlu di tingkatkan secara bersama untuk melindungi hutan, baik itu peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Perangkat-perangkat desa setempat agar bisa memperkecil peluang seseorang melakukan penebangan secara illegal,” pungkasnya.

Oleh karena itu, harus ada Pendekatan dan solusi yang holistik untuk menanggulangi bencana-bencana yang terjadi di Aceh.

Kami dari LSM HAKA terus melakukan kajian lebih mendalam terkait yang mempengaruhi meningkatnya bencana Alam, seperti banjir, longsor di Aceh,”tuturnya.[Irfan]

Rusia Invasi Ukraina, Kepala BPPA: Masih Menunggu Informasi Dari Kemenlu RI

0
Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, S.STP, M.Si. (Foto: For Nukilan)

Nukilan.id – Perang sudah pecah di beberapa wilayah di Ukraina setelah Putin mengumumkan operasi militer khusus di wilayah Donbas pada Kamis (24//2022) pagi.

Ukraina dan Rusia saling klaim sudah menjatuhkan pihak lawan hingga Kamis siang waktu setempat. Sementara warga Ukraina dilanda kebingungan di tengah situasi mencekam.

Sejauh ini belum ada kabar mengenai bagaimana kondisi terhadap masyarakat Aceh yang sedang bekerja ataupun tengah menempuh pendidikannya disana.

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, S.STP, M.Si mengatakan, sejauh ini belum ada informasi terkait masyarakat Aceh di Ukraina.

“Sejauh ini belum ada informasi terkait masyarakat Aceh di Ukraina, apakah dipulangkan atau bagaimana terkait hal ini, tentu pihak Kemenlu yang lebih tahu dan mengetahui data masyarakat Indonesia di Ukraina,” ucapnya seperti dilansir dialeksis.com, Jumat (25/2/2022).

Dirinya menyampaikan, amanah Pak Gubernur, setiap ada informasi terkait masyarakat Aceh di perantau baik di indonesia maupun yang memerlukan bantuan, maka beliau meminta kami untuk meng advokasinya.

“Karena terkait kebijakan advokasi semua sesuai arahan Gubernur Aceh dan Gubernur Aceh sangat konsen membantu dan mengadvokasinya. Jika diperlukan dan dimintai bantuan dari masyarakat,” pungkasnya. []

Punya Lahan Sawit 60.000 Hektar, Disperindag: Aceh Layak Bangun Pabrik Minyak Goreng

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Provinsi Aceh dinilai layak untuk mendirikan pabrik pengolahan minyak goreng sendiri. Apalagi Aceh saat ini telah memiliki lahan pekebunan sawit seluas 60.000 Hektar (Ha).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM dalam keterangannya kepada Nukilan di Banda Aceh, Jum’at (25/2/2022).

Oleh karena itu, Tanwier berharap kepada para investor ataupun pengusaha untuk dapat berpartisipasi dalam membangun pabrik pengolahan minyak goreng di Aceh.

Karena kalau ada pabrik minyak goreng beroperasi di daerah kita, maka ini sangat luar bisa, harga minyak kita dapat lebih stabil,” ungkapnya.

Selain itu, Tanwier mengatakan, terkait dengan harga minyak goreng kemasan hari ini memang belum stabil, Disperindag Aceh masih melalukan upaya monitoring dan juga mencari solusi untuk pemasok minyak goreng ke Aceh.

“Alhamdulillah kemarin dari Kementerian juga sudah membantu kita,” ujarnya.

Seharusnya, kata Tanwier, harga minyak goreng kemasan sudah di angka Rp14.000/kilogram. Namun, sekarang harganya itu masih bervariasi mulai Rp15.000-Rp21.000/kilogram.

“Dan harga ini tergantung daerah, jadi belum stabil dan kita akan terus mengupayakannya. Sementara untuk minyak goreng curah harganya masih seperti biasa,” pungkas Tanwier.

Menurut pantauan Nukilan di Pasar Al-Mahirah, Lamdingin, Banda Aceh, Jum’at (25/2/2022). Harga minyak goreng curah dijual dengan harga Rp12.500/kilogram.

“Minyak curah hari ini kita jual Rp12.500 perkilonya, ini sudah turun dari harga kemaren,” jelas salah satu pedagang di Pasar Al-Mahirah.

Namun, kata dia, untuk harga minyak goreng kemasan hari ini masih bervariasi yang dijual mulai dari harga Rp16.000 hingga Rp18.000/kilogram.

Reporter: Hadiansyah

Forkoda CDOB Aceh Gelar Rakor Pelantikan Pengurus

0
Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Calon Daerah Otonomi Baru Aceh, di Aula Serbaguna DPR Aceh

Nukilan.id – Setelah terpilih sebagai ketua Forum Koordinasi Daerah (Forkoda) Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Aceh, Fuadri menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka persiapan pelantikan Kepengurusan Forkoda CDOB Aceh masa bakti tahun 2022-2027, bertempat di Aula Gedung Serba Guna DPRA, Banda Aceh, Kamis (24/2/2022).

Rapat tersebut dihadiri oleh Pengurus Forkoda beserta utusan perwakilan enam CDOB yang ada di Aceh, diantaranya, Aceh Raya, Aceh Selatan Jaya (Asja), Selaut Besar, Aceh Malaka dan Kota Meulaboh juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Fachrul Razi, Ketua Dewan Pertimbangan HM Dahlan Sulaiman dan Ketua Dewan Pakar Prof Dr Mariana.

Rapat yang berlangsung akrab dipimpin Ketua Fuadri didampingi oleh Sekretaris Muslim setelah mendengar pandangan dan saran Ketua Dewan Pembina Fachrul Razi yang juga Ketua Komite I DPD RI disusul saran dan usul dari Ketua Dewan Pertimbangan dan Ketua Dewan Pakar dan beberapa pertanyaan dari peserta telah

Fuadri mengatakan, didalam rapat tersebut keputusan Pelantikan Pengurus Forkoda Aceh akan dilaksanakan pada akhir Maret 2022 bertempat di Anjong Mata, Banda Aceh.

Dan malam harinya, dilanjutkan dengan rapat kerja Forkoda Aceh dengan mengambil tempat di salah satu hotel berbintang, masing masing CDOB mengirim sepuluh orang peserta, pelantikan akan dilakukan oleh Gubernur Aceh sedangkan Ketua Umum Forkonas akan memberi pengarahan,” jelas Fuadri.

Selain pelantikan, kata dia – Fuadri, diputuskan juga Pemekaran enam CDOB di Aceh sehubungan belum disahkan Peraturan Pemerintah (PP) Desain Besar Penataan Daerah (Desartada) dan Desain Penataan Daerah (Detada) sebagai peraturan pelaksanaan UU no. 23 thn 2014 akan diupayakan mencari celah yg ada dalam UU PA No. 11 thn 2006, ditengarai ada pasal pasal dalam Undang-undang Pemerintah Aceh (UUPA) dimaksud yang memungkinkan Pemekaran Kabupaten-Kota di Aceh dilakukan oleh Gubernur bersama sama dengan DPR Aceh.

Ketua Forkoda Fuadri bersama Sekretaris Muslim yang keduanya Anggota DPRA akan menggalang segera terbentuknya Panitia Khusus DPRA mengawali proses Penyusunan Qanun tentang Pemekaran Kabupaten dan Kota.

Rapat juga memutuskan bahwa hal hal bersifat tehnis tetang pelantikan akan dibahas dalam rapat panitia dalam waktu dekat ini,” tuturnya.[]

Rektor UUI Beri Beasiswa untuk Siswa Aceh Selatan, Begini Respon HAMAS

0
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan, Ahyadin Anshar dan Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia Prof. Adjunct. Dr. Marniati, S.E, M.Kes. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Banda Aceh memberikan beasiswa bagi putra-putri Kabupaten Aceh Selatan untuk melanjutkan pendidikan ke kampus tersebut baik di jenjang Diploma III (D-3) maupun D-4, dan S1 dalam berbagai program studi yang terakreditasi B.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS), Ahyadin Anshar mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Rekor UUI, Prof. Adjunct. DR. Marniati, M.kes berserta jajarannya yang telah memberikan kuota 50 orang beasiswa terhadap putra-putri berasal dari Kabupaten Aceh Selatan.

“Kami siap berkontribusi dalam hal meningkatkan pendidikan Aceh pada khususnya, apalagi dengan adanya program beasiswa ini kami siap membangun dan bersinergi untuk membina siswa – siswa baru dari Aceh Selatan,” ucap Ahyadin dalam pertemuan dengan Rektor, Warek III dan juga Direktorat Kemahasiswaandan Alumni UUI pada Kamis (24/2/2022).

Ia berharap, dengan adanya program beasiswa ini agar dapat menambah gairah masyarakat akan pentingnya pendidikan dan juga dapat memudahkan orang tua mahasiswa baru nantinya.

“Semoga putra-putri Aceh Selatan dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan baik,” harap Ahyadin.

Untuk diketahui, program beasiswa diberikan UUI Banda Aceh ini mencakup semua biaya, seperti uang masuk, SPP, praktikum dan biaya lainnya yang berhubungan dengan biaya perkuliahan. Kecuali biaya hidup dan tempat tinggal.

Adapun Program Studi yang disediakan UUI Banda Aceh sebagai berikut:

• D-III Kebidanan
• D-IV Kebidanan
• S1 Farmasi
• S1 Kesehatan Masyarakat
• S1 Ilmu Gizi
• S1 Sistem Informasi
• S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar
• S1 Informatika

Pendaftaran

Pendaftarannya mulai pertengahan bulan Februari 2022 ini sampai selesai Ujian Akhir Nasional siswa Kelas 3 tingkat SLTA tahun ini, dengan persyaratan :

• Lulusan SMA/SLTA/Sederajat tahun 2022 dan 2 tahun terakhir.
• Surat Keterangan kurang mampu dari Keuchik setempat (stempel basah dan no HP keuchik).
• Memiliki motivasi dan komitmen untuk melanjutkan pendidikan.
• Fotokopy KTP.
• Fotokopy KK.
• Fotokopy Ijazah yang dilegalisir bagi yang sudah memiliki ijazah.
• Fotokopy KTP orang tua/wali
• Fotocopy Sertifikat – Sertifikat.
• Membuat surat keterangan bersedia mengikuti peraturan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Indonesia, yang ditandatangani oleh orang tua/wali dan calon penerima beasiswa.

BKPRMI Aceh Mengecam Menteri Agama

0
Ketua DPW BKPRMI Aceh, DR Mulia Rahman MA, (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) mengecam keras pernyataan Menteri Agama (Menag) RI, terkait penyamaan suara azan dengan suara binatang. Bahkan, pernyataan itu telah menjadi kegaduhan di tengah-tengah umat Islam.

“Ini pernyataan yang menyakitkan umat Islam. Kita tidak sepakat dan atas nama aktifis pemuda remaja masjid se Aceh kita mengecam pernyataan yang mengkiyaskan suara azan dengan gonggongan anjing,” kata Ketua DPW BKPRMI Provinsi Aceh, DR Mulia Rahman, MA, dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Jumat (25/2/2022).

Dia mengatakan, pernyataan yang kontroversi itu telah menyakitkan perasaan umat Islam, terutama masyarakat di provinsi yang menerapkan Syariat Islam (SI). “Seharusnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas, menjadi yang menyejukkan umat seluruh agama, bukan mengeluarkan pernyataan yang gaduh,” timpa Mulia Rahman.

Oleh karenanya, Presiden RI Joko Widodo, perlu mengevaluasi keberadaan Yaqut Cholil Qoumas, sebagai Menteri Agama RI.

“Kita berharap bapak Presiden segera mencari pengganti menteri agama yang mampu mengayomi dan menyejukkan seluruh umat beragama di negeri ini, bukan sosok menteri seperti Yaqut Cholil Qoumas” tutup Mulia Rahman.[]

FPMPA Gelar Baksos dan Sosialisasi Vaksin di Pulau Banyak Aceh Singkil

0
Saat FPMPA melakukan Pembagian Sembako Kepada Masyarakat Pulau Baguk, Aceh Singkil

Nukilan.id – Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) melaksanakan Bakti sosial (Baksos) dan sosialisasi vaksinasi pada Minggu,(20/2/2022) sampai Rabu (23/2/2022), di Desa Pulau Baguk Kecamatan Kepulauan Banyak Kabupaten Aceh Singkil.

Adapun bantuan yang diberikan berupa sembako, Minyak Makan, Beras, Telur, dan Supermie. Sedangkan Perlengkapan Shalat, mukena, baju koko, kain sarung dan sejadah, serta perlengkapan sekolah berupa tas dan alat tulis Siswa.

Bantuan tersebut langsung diserahkan kepada masyarakat setempat,” kata panitia pelaksana A’laiyah Mansurah kepada Nukilan.id Kamis, (24/2/2022).

Pembagian Perlengkapan Sekolah Kepada Siswa-Siswi SD Negeri Pulau Baguk, Aceh Singkil

Ia mengatakan, penyerahan bantuan tersebut ada di tiga lokasi, penyerahan bahan pokok berada di kantor desa, sedangkan penyerahan perlengkapan sholat dilaksanakan di masjid Nurul Zamal kampung Pulau Baguk langsung dihadiri oleh kepala desa dan perangkatnya serta imam dan pengurus masjid. Pulau Baguk.

Adapun penyerahan peralatan sekolah langsung diserahkan kepada Sekolah Dasar (SD) Negeri Pulau Baguk, yang dihadiri langsung kepala sekolah Sekolah Dasar Negeri Pulau Baguk, kecamatan Pulau banyak Aceh singkil,” jelasnya.

Selanjutnya, ketua Umum FPMPA Muhammad Jasdy mengatakan kegiatan Bakti Sosial ini dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian dan pengapdian kami selaku pemuda terhadap masyarakat.

“Memang tidak seberapa besar yang kami berikan, akan tetapi dengan bantuan tersebut bisa membantu masyarakat setempat,” ungkpanya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Bank Aceh, Baitu Mal serta Tokoh Masyarakat yang sudah membantu baik moril maupun materil dalam menyukseskan acara ini.

“Semoga FPMPA selalu bisa berbuat lebih banyak untuk Masyarakat,” tutur Jasdy.

Pembersihan Dihalaman Mesjid Nurul Zamal Kampung Pulau Baguk

Terkait Benda Sejarah Linge, Pengacara: Tagore Diduga Lakukan Pembohongan Publik

0
Pengacara Nourman Hidayat. (foto: Ist)

Nukilan.id – Pengacara dan Kuasa Hukum Win Wan Nur, Nourman Hidayat mengatakan laporan polisi yang dilakukan Ir Tagore Abubakar untuk menghindari dialog dengan kliennya Win Wan Nur adalah sikap gegabah Tagore menyikapi masukan kritikan publik.

“Menjawab kritikan dengan laporan polisi seolah mengkonfirmasi bahwa apa yg diduga kuat oleh Win Wan Nur adalah benar adanya Tagore memamerkan mahkota Reje palsu, dan tak mampu menjawab tuduhan Win Wan Nur,” kata Nourman kepada Nukilan.id di Banda Aceh, Jum’at (25/2/2022).

Menurutnya, seharusnya Tagore memberikan klarifikasi dulu terhadap benda sejarah yang diduga palsu itu kepada publik dengan catatan tertentu, dengan rekomendasi tertentu agar publik tidak bingung.

“Terlebih lagi koordinator arkeologi Dr. Ketut dan lembaga Arkeologi Sumut menyatakan tidak pernah meneliti keaslian mahkota Reje Linge,” ujarnya.

“Pernyataan Ketut ini penegasan serius terhadap jejak sejarah agung Gayo/Linge yang nantinya akan menghiasi buku sejarah dan masa depan Gayo. Seharusnya segala sesuatu yang belum ada kepastiannya tidak boleh dipublikasi sedemikian rupa sehingga berisiko sesat dan menyesatkan. Apalagi terhadap benda sakral Seperti mahkota pemimpin Linge. Ini provokatif sekali. Terlebih lagi sudah ada upaya Win Wan Nur untuk meminta klarifikasi selama dua hari sebelumnya,” jelas Nourman.

Dijelaskan, dalam posisi ini, selama belum ada klarifikasi dari Tagore Nourman menduga ada pembohongan publik yang sedang dimainkan terkait benda sejarah itu.

“Pembohongan sejarah ini memiliki konsekuensi serius. Diatur di UU cagar budaya. Diatur oleh konstitusi. Kenapa ini tidak diselesaikan terlebih dahulu dan langsung membuat laporan polisi?. Kami juga mempertimbangkan membuat laporan polisi terhadap dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam UU nomor 11 tahun 2010 dan KUHP,” demikian penjelasan Norman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tagore Abubakar resmi telah melaporkan pengguna media sosial (Medsos) berinisial WWW ke Polres Aceh Tengah, karena WWW menyebut benda pusaka Reje Linge yang di Pamerkan di GOS Aceh Tengah adalah Palsu.

Tidak hanya nama WWW yang dilaporkan, tetapi media LintasGayo.co juga ikut dilaporkan lantaran memuat berita yang tanpa menyebut nama penulis, melainkan inisal “Redaksi”.[js]

Tingkatkan Keterampilan Lulusan SMK, Disdik Aceh Kirimkan 3 MTU ke Kabupaten/Kota

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Dalam rangka mengembangkan keahlian dan keterampilan siswa SMK sesuai keahlian masing-masing, Dinas Pendidikan Aceh melepas tiga unit Mobile Training Unit (MTU) untuk 12 SMK yang berada di berbagai kabupaten/kota di Aceh.

MTU merupakan salah satu program unggulan Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka meningkatkan penyerapan lulusan sekolah vokasi agar dapat menjadi tenaga kerja handal sesuai dengan kebutuhan industri.

Pelepasan itu dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM di Home Base MTU Pango Raya, Banda Aceh, Jumat (25/2/2022).

Kadisdik Aceh dalam sambutannya mengatakan, tujuan dari SMK salah satunya adalah meningkatkan kemampuan peserta didik agar dapat bekerja di dunia usaha dan dunia industri, dunia kerja, berwirausaha atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

“Bisa dikatakan bahwa lulusan SMK dapat langsung bekerja, melanjutkan ke perguruan tinggi atau berwirausaha,” kata Kadisdik.

Ia menuturkan, peran SMK sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Aceh dalam upaya menekan angka pengangguran, sementara Dinas Pendidikan Aceh sedang berusaha merealisasikan program link and match.

Program link and match ini dibuat untuk mensinergikan antara pendidikan SMK dengan dunia usaha dunia industri dan dunia kerja (dudika), guna meningkatkan lulusan SMK yang mandiri.

“Dinas Pendidikan aceh menargetkan lulusan pendidikan SMK tidak hanya dapat bekerja tapi juga berbisnis dengan membuka usaha sesuai dengan kompetensi atau keahliannya,” kata Alhudri.

Lewat program link and match, Alhudri berharap semoga tidak ada lagi stigma bahwa lulusan sekolah vokasi akan menjadi pengangguran melainkan dapat menjadi tenaga ahli dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng mengatakan bahwa kegiatan MTU ini diikuti oleh 12 SMK pelaksana dan beberapa sekolah peserta dengan jumlah siswa keseluruhan mencapai 720 orang.

Setiap MTU turut membawa sejumlah instruktur yang akan melatih dan melayani para siswa SMK di daerah.

Untuk MTU 1 akan melatih SMKN 2 Bener Meriah, SMKN 1 Bireuen, SMKN 2 Simpang Kiri Kota Subulussalam, SMKN 4 Meulaboh Aceh Barat dengan kompetensi keahlian, bricklaying (pemasangan bata dan keramik), Plumbing (pemipaan air bersih dan air kotor), Cabinet Making (perabotan) dan Joinery (konstruksi kayu).

Untuk MTU 2 akan melatih SMKN 2 Takengon Aceh Tengah, SMKN 1 Langsa, SMKN 1 Darul Aman Aceh Timur, SMKN 1 Labuhan Haji Aceh Selatan. Adapun kompetensi yang akan dilatih teknologi informatika, teknologi komputer jaringan, multimedia dan elektronika komunikasi.

Sementara MTU 3 akan melatih SMKN 6 Lhokseumawe, SMKN 1 Seunuddon Aceh Utara, SMKN 3 Sigli Pidie, SMKN 1 Panga Aceh Jaya dengan kompetensi keahlian Teknik Kendaraan ringan, Teknik sepeda motor, Teknik pengelasan dan Teknik mesin perkapalan.

“Kehadiran MTU ke sekolah-sekolah di daerah diharapkan dapat memberikan pelatihan dan pelayanan dalam rangka memenuhi kebutuhan yang paling mendesak di sekolah-sekolah yang peralatan perbengkelan yang masih terbatas,” kata Asbaruddin. []