Beranda blog Halaman 1792

Tidak cukup Kuorum, DPR Aceh Batalkan Rapat Paripurna

0
Aula Rapat Paripurna DPR Aceh, (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ir. H. Azhar Abdurrahman mengatakan agenda rapat Paripurna DPR Aceh tahun 2022 ditunda untuk sementara waktu, karena tidak memenuhi kuota kuorum minimal 50+1%.

“Hal ini karena anggota DPRA yang hadir hanya 33 orang dari 81. Seharusnya rapat bisa di lanjutkan jika jumlah hadir mencapai 41 orang, dan rapat pada hari ini terpaksa kita tunda dulu,” kata Azhar Abdurahman kepada Nukilan.id di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh Selasa, (1/3/2022).

“Mungkin karena baru siap memperingati hari Isra’ Mi’raj dan besok sudah di lanjutkan dengan Hari Raya Nyepi makanya pada sibuk semua,” ucap Azhar.

Kata azhar, rapat paripurna ini akan diagenda ulang ke Badan Musyawarah, apakah ini layak dilaksanakan kembali.

Adapun agenda yang ingin dibahas dalam Rapat Paripurna ialah,

a). Penetapan Panitia Khusus Pembahas Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan Ketiga atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 tentang Lembaga Wali Nanggroe dan Rancangan Qanun Aceh tentang Tata Niaga Komoditas Aceh.
b). Penetapan Pergantian Wakil Ketua DPRA dari Fraksi Partai Demokrat.
c). Penyampaian Laporan Hasil Reses I Pimpinan dan Anggota DPRA Tahun 2022.

Reporter: Hadiansyah

Tagore Diminta Klarifikasi Keaslian Mahkota Reje Linge

0
Pemerhati sejarah, Namtara, pemuda asli Linge, Aceh Tengah. (Foto: lintasgayo)

Nukilan.id – Gaduhnya pembahasan tentang keaslian benda sejarah cagar budaya antara Ketua Dewan Adat Gayo (DAG), Tagore dan Aktivis Sosial, Win Wan Nur dalam beberapa hari ini, menimbulkan banyak reaksi di kalangan masyarakat, khususnya pemerhati sejarah Aceh.

Salah satu yang memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini adalah Namtara, seorang pemuda dari Kampung Linge. Namtara menyatakan bahwa dirinya mengkhawatirkan perselisihan ini menjadi kegaduhan sosial di kalangan masyarakat.

Menurutnya, karena penyelenggaraan pameran benda sejarah itu dilakoni oleh Tagore, maka selayaknya Tagore mampu memberikan penjelasan yang tuntas apa dan bagaimana status mahkota Reje Linge, yang keasliannya menjadi pokok perseteruan yang membuat kegaduhan ini.

Untuk itu, supaya polemik ini tidak terus melebar, Namtara Linge menyarankan Tagore untuk melakukan klarifikasi permasalahan ini agar tidak menjadi kegaduhan sosial tak berujung di negri berhawa sejuk ini.

“Saya pribadi sabagai pemuda asli yang bertempat tinggal di kampung Linge belum pernah sekalipun mendapatkan cerita tentang mahkota Reje Linge dari para leluhur kami,” ungkap Namtara dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (1/3/2022).

“Baru dari Tagore yang kami tidak tahu bagaimana sanad dan silsilahnya dengan Linge, inilah kami baru mendengar bahwa Reje Linge punya mahkota dan mahkota itu ada pada Tagore,” tambahnya.

Karena itu, kata Namtara, kami para generasi muda Gayo khususnya pemuda sangat mengapresiasi tututan serinen kami dari Kute Rayang, abang Win Wan Nur yang mempertanyakan keaslian mahkota Reje Linge ini.

“Saya selaku pemuda asli Linge, melihat ini sebagai momentum baik bagi masyarakat Gayo untuk merubah paradigma terhadap sejarah Linge yang sebagiannya sangat kentara dibuat-buat dan diada adakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Namtara berharap ada solusi kongkrit terkait hal ini, dan pemerintah harus melakukan riset terhadap sejarah Linge dengan cara yang benar dengan pendekatan rasional alias masuk akal, sebagaimana disampaikan Win Wan Nur di RRI, bukan dengan pendekatan klenik yang tak masuk akal, agar cerita sejarah Linge dapat dibuktikan secara ilmiah dan dibukukan.

“Kemudian harapan kita dapat dimasukkan sebagai pembelajaran muatan lokal di bangku sekolah nantinya,” pungkas Namtara. []

Jorge Lorenzo: Persaingan MotoGP Membosankan Sejak Marc Marquez Cedera

0
Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi (Foto: Reuters)

Nukilan.id – Mantan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo, mengatakan selama Marc Marquez cedera, ia tidak berhasrat menonton MotoGP. Pria 34 tahun itu bahkan tidak punya pembalap favorit, selama Marquez menepi satu musim terakhir.

Sebagaimana diketahui, Marc Marquez berhasil menjadi juara dunia MotoGP 2019 untuk keenam kalinya. Namun, pada pembukaan MotoGP 2020, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya cedera.

Pembalap Repsol Honda itu harus menepi lebih dini dari kompetisi dan gagal mempertahankan gelar juara yang ia raih satu musim sebelumnya.

Akibat cedera itu, Marquez harus menjalani pemulihan. Hal itu, membuatnya absen di dua balapan pembuka MotoGP 2021.

Namun, pada pertengahan musim, pembalap asal Spanyol itu mengalami cedera ketika berlatih motocross, yang membuatnya tidak bisa menyelesaikan balapan hingga akhir musim.

Oleh sebab itu, Jorge Lorenzo menilai, sejak absennya Marquez, tidak ada pembalap yang menjadi favorit juara. Ia menilai persaingan di papan atas klasemen mudah ditebak untuk menjadi juara.

“Di MotoGP, sejak Marc cedera, tidak ada favorit yang jelas. Salah satu dari lima teratas atau tujuh teratas dapat dengan mudah memenangkan kejuaraan, tidak mengejutkan siapa pun,” kata Jorge Lorenzo, dilansir dari Motosan, Selasa (1/3/2022).

Melihat Marquez kembali, Jorge Lorenzo menilai semua pembalap merasa senang. Eks pembalap Yamaha itu mengungkapkan, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) harus bisa kembali juara, dengan kembalinya Marquez.

Sebab, selain Fabio Quartararo merupakan juara bertahan, ia harus membuktikan bisa bersaing ketat dengan Marquez di lintasan, sepanjang MotoGP 2022.

“Mereka sangat senang Marc ada di sana lagi, sepertinya dia dalam kondisi fisik yang baik. Quartararo harus menjadi favorit karena kedekatannya dengan menjadi juara,” ucapnya.

Di sisi lain, kembalinya Marquez, membuatnya bersemangat menikmati persaingan. Jorge Lorenzo menyebut pembalap Ducati bisa jadi kejutan musim ini.

Ia menjelaskan Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) dan Jorge Martin (Pramac Racing) menjadi kandidat kuat bersaing di papan atas.

“Kemudian Ducati, saya pikir cepat atau lambat mereka akan menang tahun ini, mungkin giliran mereka. Pecco (julukan Bagnaia) lebih unggul dari Martin saat ini, Tetap Martin lebih menggebu dari Pecco. Tapi Pecco punya lebih banyak pengalaman,” timpalnya.

Race pertama MotoGP 2022 akan berlangsung di Sirkuit Internasional Losail, Qatar. Para pembalap akan memulai race pada 6 Maret mendatang. [okezone]

Memahami Satwa Beracun yang Hidup di Alam Raya Indonesia

0
Lipan © Sumber: YouTube

Nukilan.id – Alam Raya Indonesia merupakan nama lokasi penangkaran berbagai satwa beracun. Tepatnya di Desa Sikeben, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Di sini ada tarantula, lipan, dan jenis lainnya yang ditempatkan aman dalam kandang.

Dedi Arfianto, pengelola Alam Raya Indonesia, kepada Mongabay mengatakan, tujuan sebenarnya penangkaran ini adalah untuk mengenalkan ke pelajar dan masyarakat luas akan hewan berbisa yang ada di Indonesia.

“Selama ini, sebagian besar pelajar kurang paham, seperti apa bahayanya binatang berbisa bagi manusia dan bagaimana mengatasinya jika terkena gigitan. Semua itu, kami sampaikan dalam edukasi di Alam Raya Indonesia,” jelasnya.

Menurut Dedi, ada pertanyaan dari para pelajar yang sering dilontarkan misalnya kalau ketemu kelabang bagaimana? Pastinya, jangan dipegang karena bisanya berbahaya. Begitu juga tarantula yang harus dihindari. Juga, larangan memperjualbelikan binatang apa saja untuk dijadikan peliharaan, karena hidup satwa itu di alam.

“Itu sebabnya, jumlah binatang berbisa yang ditangkarkan di sini tidak banyak. Hanya contoh saja sebagai bahan pembelajaran, agar dikenali secara umum.”

Di Alam Raya Indonesia, ada beberapa jenis tarantuna yang ditangkarkan. AdaRufus Javan Tiger atau Moss Spider yang bercirikan hitam kecoklatan. Selain itu, ada juga lipan dan kumbang. Menurut Dedi, dengan mengetahui karakter satwa, jika kita melihatnya bisa menghindar, bukan membunuh.

“Bagi kami niatnya cuma satu, memberikan penyadartahuan kepada generasi penerus banga. Indonesia kayanya flora dan fauna dan kita harus berbagi ruang hidup dengan mereka,” tuturnya.

Sementara itu, drh. Sari W. Fitrisna, peneliti dari Forum Investigator Zoo Indonesia, mengatakanlipan atauScolopendra giganteaadalah jenis metameric(memiliki sepasang kaki di setiap ruas tubuhnya) berbisa dan merupakan hewanarthropoda. Ia masuk dalam golongan kelas Chilopoda dan keluarga Scolopendridae.

Menurutnya, dari berbagai penelitian, hewan ini memiliki racun bernamaSsm Spooky Toxin, yang jika terkena oleh lawan atau mangsanya termaksud manusia yang terkena gigitannya, bisa menyebabkan terjadinya gangguan pembuluh darah. Juga pernafasan, otot, dan sistem saraf. Ini akan fatal, bisa berujung pada kematian jika tidak segera mendapat pertolongan cepat.

“Jadi jika kita terkena gigitan lipan, racunnya mengaliri darah, bisa mengakibatkan tertahannya aliran darah ke jantung. Menyebabkan terjadinya gagal jantung yang berujung kematian. Binatang ini sangat unik, walau terlihat cantik dengan kaki-kakinya, namun mematikan jika mengenai racunnya, ” jelas Sari, Rabu (4/4/2018), saat diwawancarai Mongabay.

Dia menyatakan, edukasi soal lipan dan binatang berbisa lainnya perlu dilakukan, selain bisa diantisipasi soal racunnya, juga bisa diawasi pengambilannya di alam dalam jumlah banyak. Biasanya untuk ekspor. Jika tidak ada pengawasan, maka binatang ini lambat laun akan berkurang di alam liar. [GNFI]

Momen Dramatis Striker Ukraina Menangis di Liga Portugal

0
Roman Yaremchuk dapat ban kapten di laga Benfica vs Guimaraes. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Nukilan.id – Peristiwa haru terjadi dalam lanjutan Liga Portugal setelah striker Benfica asal Ukraina Roman Yaremchuk menangis usai mendapatkan ban kapten saat melawan Vitoria Guimaraes di Stadion Lisboa, Senin (28/2) dini hari WIB.

Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina di wilayah Ukraina menyentuh penggemar sepak bola di Portugal, terutama suporter Benfica. Pasalnya, di klub tersebut terdapat warga Ukraina yang juga anggota timnas Ukraina, Roman Yaremchuk.

Benfica jadi tuan rumah di Stadion Lisboa saat menjamu Guimaraes pada pekan ke-24 Liga Benfica. Setelah pertandingan berlangsung satu jam, suasana haru terjadi.

Pelatih Benfica Nelson Verissimo memutuskan mengganti Darwin Nunez dengan Yaremchuk pada menit ke-62. Saat hendak masuk ke lapangan, Yaremchuk didampingi Direktur Teknik Luisao.

Dalam video yang viral di Twitter, Luisao memanggil kapten Benfica saat itu Jan Vertonghen mendekat ke arah Yaremchuk. Setelah mendekat, Vertonghen melepaskan ban kapten dan memasangkannya di lengan kiri Yaremchuk.

Sepanjang pergantian pemain itu, suporter Benfica memberikan tepuk tangan sembari berdiri tanda penghormatan dan dukungan untuk Yaremchuk di mana negaranya saat ini tengah dilanda perang dengan Rusia.

Beberapa suporter tuan rumah juga membawa karton bertuliskan dukungan untuk Ukraina. Ada juga yang membawa bendera Ukraina.

Dukungan suporter Benfica tersebut menyentuh Yaremchuk. Perlahan raut striker 26 tahun itu memerah dan hendak menangis ketika beraksi di lapangan Lisboa.

Pada laga tersebut Benfica menang telak 3-0 lewat dua gol Nunez pada menit ke-37 dan 52′, sedangkan satu gol lain dilesakkan Goncalo Ramos pada menit ke-23.

Dikutip dari Metro, momen serupa terjadi dalam pertandingan Manchester City vs Everton di Goodison Park. Bek Man City Oleksandr Zinchenko dan bek Everton Vitaly Mykolenko melakukan pelukan hangat sebelum pertandingan saat pemanasan.

Man City dan Everton menunjukkan solidaritas kepada Ukraina. Pemain tuan rumah masuk ke lapangan mengenakan kalung bendera Ukraina, sedangkan pemain Man City mengenakan kaus bertuliskan “tidak ada perang”. [cnn]

 

Budikdamber, Metode Budidaya Ikan dan Sayur dalam Satu Tempat

0
Praktik budikdamber | Dok. KKP

Nukilan.id – Tren gaya hidup yang memungkinkan setiap orang untuk mengelola kebun pangan secara mandiri kekinian makin banyak diminati, salah satu yang paling populer sebut saja kebun hidroponik.

Memang ada beberapa hal yang membuat kalangan tertentu tertarik untuk mengelola kebun sumber pangan masing-masing, selain minimnya risiko hama dan penyakit karena dikelola dalam skala rumahan sehingga lebih terkontrol, hal lain yang dinilai menguntungkan dari hidroponik adalah kualitasnya yang terjaga, dan kemudahan mendapatkan sumber pangan secara langsung tanpa harus pergi ke pasar.

Sedangkan jika menilik alasan lebih luas, hidroponik juga menjadi solusi dari kesediaan atau ketahanan pangan secara mandiri bagi rumah tangga, ketika komoditas tertentu misal sedang mengalami kelangkaan atau harga yang tinggi di pasaran.

Namun, kebutuhan akan sumber makanan tentu tidak hanya terdiri dari sayur-sayuran, dibutuhkan juga sumber pangan lain seperti lauk-pauk berupa ikan. Beruntungnya, solusi akan kebutuhan tersebut terjawab dengan adanya metode budidaya yang dinamakan budikdamber (budidaya ikan dan tanaman dalam ember).

Populer di Kala Pandemi

Sama halnya seperti kebun hidroponik, budikdamber sendiri pasalnya merupakan salah satu bagian dari praktik urban farming atau metode pertanian di tengah kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

Seperti yang diketahui, praktik urban farming sendiri memang semakin populer sejak pandemi melanda, selain menjadi kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang selama bekerja dari rumah, hal ini rupanya diminati karena menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan ketika kegiatan mobilitas di tempat ramai seperti pasar masih sangat dibatasi pada masa awal-awal pandemi.

Sesuai namanya, budikdamber sendiri merupakan budidaya yang praktis karena dapat menghasilkan dua jenis sumber pangan sekaligus, yakni ikan dan sayur meski hanya dalam satu wadah yang umumnya menggunakan media ember.

Sisi positif lainnya, tidak hanya dapat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga secara mandiri, apabila digarap dengan jumlah lebih banyak sesuai dengan ketersediaan lahan yang dimiliki, hasil lebihnya juga dapat dijual dan menjadi pemasukan tambahan.

Bagaimana cara memulai atau membuat media budikdamber?

Ember sebagai media utama

Karena pada dasarnya memang dicetuskan untuk skala rumahan, peralatan yang dibutuhkan untuk membuat media budikdamber terbilang cukup umum dan tidak sulit didapat, hal pertama yang sudah pasti harus disiapkan adalah ember berkapasitas 60-80 liter.

Selain itu diperlukan juga beberapa pot plastik yang dapat dibuat dari kemasan gelas bekas air mineral, media tanam seperti arang, sekam, dan lainnya, serta kawat jemuran untuk pengait pot ke bagian sisi ember, yang mudah didapatkan dari limbah rumah tangga.

Tahap awal dalam pembuatannya pun terbilang cukup mudah. Pertama untuk media tanam sayur, yang perlu dilakukan adalah melubangi sekitar 10 gelas atau pot plastik, kemudian tangkai sayur tertentu dipotong dengan menyisakan bagian batang bawah untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam gelas plastik yang sudah disiapkan.

Langkah selanjutnya adalah mengisi gelas dengan arang batok kelapa antara 50 sampai 80 persen ukuran gelas, lalu pasang kawat kurang lebih sepanjang 12 sentimeter dan buat model kait yang bisa dijadikan pengait gelas di samping ember.

Sementara itu untuk media budidaya ikannya sendiri, yang pertama dilakukan adalah mengisi air dengan tinggi 50 sentimeter atau sebanyak 60 liter ke dalam ember dan diamkan selama 1-2 hari, setelahnya baru masukkan sekitar 60 ekor benih ikan yang dipilih dan kembali diamkan selama 1-2 hari.

Jika sudah, tahap terakhir adalah tinggal merangkai kaitan pot plastik sayur yang sebelumnya sudah dibuat di pinggiran ember.

Pemeliharaan dan Panen

Belum berhenti sampai di situ, hal selanjutnya yang harus dilakukan pastinya adalah perawatan tanaman sayur dan pemberian pakan untuk ikan yang dibudidaya. Dalam penempatan, pastikan ember yang dipakai untuk melakukan budikdamber diletakkan di bawah sinar matahari yang cukup.

Pemeliharaan sayur dapat dilakukan dengan mengamati ada atau tidaknya kutu di daun tanaman. Sementara pemeliharaan ikan dapat dilakukan dengan melakukan pergantian air dengan sistem penyedotan di dasar ember, setelah lebih dulu dilubangi dan disambungkan dengan selang.

Penyedotan atau penggantian air bersih dapat dilakukan setiap 10-14 hari, dengan cara penggantian sekitar 50-80 persen dari keseluruhan air atau bisa juga seluruhnya bila diperlukan. Selain itu pemberian pakan untuk ikan juga bisa dilakukan sebanyak 2-3 kali dengan waktu terjadwal yang tetap setiap harinya.

Mengenai waktu panen, untuk sayur biasanya baru bisa dipanen saat sudah mencapai hari ke 14-21 sejak waktu tanam. Sedangkan panen ikan dapat dilakukan dalam waktu dua bulan jika benihnya bagus dan selalu diberi pakan dengan baik serta teratur.

Berlaku untuk ikan dan sayuran tertentu

Agar praktik budikdamber berhasil, tentu metode satu ini tidak serta merta bisa diaplikasikan untuk semua jenis ikan dan sayur. Menurut Yuli Andriani selaku Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, tidak semua jenis ikan cocok untuk dibudidayakan dengan metode satu ini.

Bukan tanpa alasan, hal tersebut disebabkan karena kapasitas ruang yang terbatas, ikan-ikan yang sesuai untuk dibudidayakan dengan metode ini adalah jenis ikan yang tidak bersisik dan tidak memerlukan oksigen banyak dalam air, misalnya ikan lele, patin, dan gabus.

Selain itu, ikan yang bersisik dan memiliki sirip atau duri tajam berpotensi melukai satu sama lain dalam wadah yang terbatas, sehingga tingkat kematiannya akan meningkat. Sementara itu ikan yang memiliki lendir pada tubuhnya seperti lele dinilai lebih aman saat berada pada tempat budidaya dengan tingkat kepadatan yang tinggi, karena lendirnya mampu melindungi tubuh mereka dari gesekan satu sama lain.

Sementara itu untuk jenis tanaman atau sayur, disebutkan jika pada dasarnya semua tanaman dapat digunakan dalam metode ini. Namun, beberapa penelitian menunjukkan jika jenis tanaman sayur seperti selada, kangkung, pakcoy, dan sawi memiliki pertumbuhan yang lebih baik dalam metode budikdamber. [GNFI]

Baru 30.000 Liter Minyak Goreng Curah Tiba di Aceh, Bukan 200 Ribu

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) telah memasok 30.000 liter minyak goreng curah ke Aceh dari total 200.000 liter yang dijanjikan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM dalam keterangannya kepada Nukilan, Senin (28/2/2022).

Kata dia, pasokan minyak itu diberikan usai Menteri Perdagangan (Mendag RI), Muhammad Lutfi berkunjung ke Aceh pada Sabtu, 26 Februari 2022 kemarin. Dan Mendag berjanji akan memasok 200.000 liter minyak goreng ke Aceh.

“Dan Alhamdulillah, 30.000 liter minyak goreng curah sudah tiba di Aceh, sekarang stocknya tersedia digudang PPI dan sudah dijual kepada pedagang untuk dipasarkan,” ungkap Tanwier.

Namun, kata dia, dalam proses penjualan minyak goreng ini, para pedagang diwajibkan untuk membuat berita acara penjualan minyak goreng ke masyarakat dengan harga Rp11.500/liter.

“Sedangkan PPI sendiri menjual minyak goreng ke pedagang itu dengan harga Rp10.500/liter atau Rp12.800/kilogramnya,” ujar Tanwier.

Ia menambahkan, bahwa aturan yang dikeluarkan Kemendag RI ini berlaku untuk seluruh pedagang. Dengan begitu, pedagang wajib menjual minyak goreng ke masyarakat dengan harga Rp11.500/liter.

“Ini adalah aturan yang dikeluarkan oleh Kemendag, jika ada pedagang yang tidak mematuhinya, maka akan ditindaklanjuti secara hukum,” tegas Tanwier.

Karena itu, Tanwier menghimbau kepada masyarakat, apabila kedapatan pedagang yang menjual minyak goreng dengan harga eceran tertinggi, maka segera laporkan ke Disperindag Aceh ataupun pihak berwajib.

“Selanjutnya, kita juga sedang menunggu laporan kebutuhan minyak goreng dari masing-masing daerah. Jadi dari total 200 ribu liter ini, sebagiannya akan kita pasok ke Kabupaten/Kota yang membutuhkan,” tutup Kepala Disperindag Aceh, Tanwier.

Seperti diketahui, dalam kunjungannya pada Sabtu kemarin, Mendag RI, Muhammad Lutfi menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pemerintah Aceh yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah terkait implementasi harga eceran tertinggi dan pasokan minyak goreng di Aceh.

Pada kesempatan itu, Menteri Lutfi menyatakan, peredaran minyak goreng di Aceh akan segera normal dalam beberapa hari ke depan.

“Sebenarnya, minyak goreng di Aceh tersedia, hanya saja harga yang beredar tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Karena mungkin suplai dan distribusi minyak goreng belum sempurna sesuai sebelum ditetapkannya Permendag Nomor 6,” kata Menteri Lutfi.

Oleh sebab itu, Menteri Luthfi menyatakan, pihaknya melalui Disperindag Aceh akan memastikan suplai dan distribusi minyak goreng di Aceh lancar dan harganya akan berangsur normal dalam seminggu ke depan.

“Pokoknya dalam tiga hari ke depan ini akan disuplai 200 ribu liter minyak goreng curah,” tegas Menteri Lutfi.

Selain itu, Menteri Lutfi juga memastikan peredaran minyak goreng dan kebutuhan lainnya di bulan Ramadhan nanti akan normal.

Reporter: Hadiansyah

Chelsea dan Newcastle Bicarakan Transfer Kepa

0
Kepa Arrizabalaga dinilai gagal mendapat kepercayaan dari Frank Lampard.(Sumber: Twitter)

Nukilan.id – Posisi Kepa Arrizabalaga di Chelsea sudah cukup jelas, kiper kedua. Dia punya level yang bagus dan Newcastle siap memberikan penawaran transfer dan menjadikan Kepa sebagai kiper utama musim depan.

Kepa bergabung dengan Chelsea pada 2018 lalu. Saat itu, kiper asal Spanyol dibeli dari Athltic Bilbao dengan harga 72 juta euro. Kepa jadi kiper paling mahal di dunia.

Awalnya, Kepa cukup sukses merebut hati fans Chelsea. Sebab, dia tampil bagus pada musim pertamanya dan mampu mengamankan tempat di tim utama. Tapi, posisi Kepa tergusur sejak musim 2020/2021 lalu.

Edouard Mendy kini menjadi pilihan utama di bawah mistar Chelsea. Kiper asal Senegal itu membuat posisi Kepa serba sulit. Dia dikabarkan nyaris pindah awal musim 2021/2022 lalu, tapi akhirnya bertahan di Chelsea.

Uang dari Newscastle

Newcastle di bawah kendali PIF mulai menunjukkan gelagat serius di bursa transfer. Januari 2022 lalu, mereka menjadi salah satu tim paling boros di Eropa. Newcastle membeli sejumlah pemain penting.

Proyek pembangunan Newcastle tidak akan berhenti pada transfer Januari 2022. Dikutip dari Sky Sports, The Magpies siap belanja mahal lagi pada awal musim 2022/2023 nanti. Salah satu targetnya adalah Kepa.

Newcastle siap menawarkan dana hingga 50 juta pounds kepada Chelsea. Ini adalah tawaran yang menarik bagi The Blues. Mereka siap mendengarkan dan membaca proposal yang disampaikan Newcastle jika harganya memang cocok nilai Kepa.

Kepa sendiri diyakini tidak lagi merasa bahagia di Chelsea. Dia menjadi cadangan di final Carabao Cup, baru dimainkan saat adu penalti. Padahal, ajang Carabao Cup harusnya menjadi milik Kepa untuk jadi pilihan utama.

Newscastle Butuh Kepa

Newcastle menunjukkan progres yang luar biasa. Mereka tidak pernah kalah pada lima laga terakhir, empat kali menang dan sekali imbang. Kini, Jonjo Shelvey dan kolega berada di posisi ke-14 dan aman dari ancaman zona degradasi.

Lini belakang menjadi titik lemah Newcastle musim ini. Dari 14 laga yang sudah dimainkan, Newcastle kebobolan 45 gol. Perbaikan bakal dilakukan, salah satunya dengan mnedatangkan Kepa.

Pada musim 2021/2022, Newcastle punya dua kiper yang menjadi andalan yakni Karl Darlow dan Martin Dubravka. Keduanya bergantian menjaga gawang The Magpies, tetapi performanya belum cukup meyakinkan. Newcastle butuh jasa Kepa musim depan. [bolanet]

Manfaat dan Upaya Pelestarian Kumbang

0
Kumbang © Commons Wikimedia

Nukilan.id – Kumbang merupakan sekelompok serangga yang membentuk ordo Coleoptera berasal dari bahasa Yunani kuno yang memiliki arti “sayap berlubang”. Karena sebagian besar kumbang memiliki dua pasang sayap.

Pasangan sayap yang berada di depan disebut elytra. Pasangan sayap ini mengeras dan menebal yang dapat melindungi pasangan sayap di belakang dan juga melindungi bagian belakang tubuh kumbang.

Ordo Coleoptera memiliki spesies yang lebih banyak daripada ordo mana pun, meliputi hampir 25 persen dari seluruh jenis bentuk kehidupan hewan yang diketahui. Sekitar 40 persen dari seluruh spesies serangga yang telah terdeskripsi adalah kumbang.

“Artinya kumbang merupakan 25 persen dari total semua jenis hewan yang telah dideskripsikan di muka bumi,” kata Raden Pramesa Narakusumo, peneliti kumbang di Muesum Zoologi Bogoriense (MZB) yang disadur dari buku Trubus berjudul Tak Sumbang Memandang Kumbang.

Penyebaran kumbang sangat luas. Kumbang dapat ditemukan di semua habitat besar, kecuali di lautan dan wilayah kutub. Mereka berinteraksi dengan ekosistemnya dengan berbagai cara.

Jadi kita dapat menjumpai kumbang di mana saja seperti di hutan, pegunungan, perkarangan, gua, padang rumput, dan perairan tawar. Kumbang juga menghuni berbagai substrat seperti di serasah, bangkai hewan, dedaunan, kayu yang membusuk, dan jaringan tumbuhan.

Salah satu kumbang terbesar dari genus Chalcosoma yakni kumbang kaukasus (Chalcosoma caucasus). Kumbang ini menjadi maskot Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu, Taman Mini Indonesia Indah. Kumbang jantan memiliki panjang 9-13 cm, sedangkan beitina 5-6 cm.

Ada juga kumbang Euchirus Longimanus yang memiliki kaki depan sangat panjang. Kumbang itu pernah dikoleksi oleh naturalis terkenal asal Inggris Alferd Russel Wallace ketika berkunjung ke Maluku pada abad ke 19.

“Saat itu kumbang berwarna jingga menjadi salah satu ilustasi di buku Wallace yaitu The Malay Archipelago,” tulisnya.

Kumbang dengan banyak peran

Kumbang memiliki keanekaragaman yang tinggi sehingga menjadikannya sangat menarik. Mulai dari bentuk kumbang yang bervariasi, perilaku yang menarik, dan juga perannya beraneka ragam.

Hewan ini bisa berperan sebagai pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan cendawan (fungivora), pengurai sisa hewan dan tumbuhan (detritvor), dan pemakan serangga lain (predator).

Selain itu kumbang juga memiliki peran fungsional sebagai penyerbuk tanaman (polinator), pengurai (dekomposer), dan pengendali hama (pemangsa alami hama). Pemanfaatan kumbang paling anyar yaitu untuk bioteknologi kuning atau bioteknologi serangga.

Para peneliti juga memanfaatkan zat aktif alam serangga yang berpotensi diapilikasikan pada bidang pertanian dan farmasi. Zak aktif itu merupakan bahan kimia yang diproduksi kumbang untuk mempertahankan diri.

Namun, sebagian masyarakat tetap keliru memandang kumbang. Mereka menganggap kumbang merugikan manusia karena hanya melihatnya sebagai hama pertanian dan gudang.

“Meski begitu dari 320.000 jenis kumbang yang terdeskripsi, hanya kurang dari 1 persen yang dianggap merugikan manusia. Sisanya lebih dari 99 persen merupakan ecosystem engineer yang secara langsung dan tidak langsung memberikan jasa ekosistem bagi manusia,” ucap Mesa, panggilan akrab Raden Pramesa Narakusumo.

Selain itu beragam bentuk kumbang yang unik menjadikan serangga itu sebagai cinderamata atau koleksi. Banyak orang yang menjual awetan kumbang sebagai tanda mata. Konsumen tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara.

Namun hampir 95 persen kumbang yang dipakai sebagai cinderamata merupakan hasil tangkapan alam. Hal ini bisa memicu kepunahan kumbang jenis tertentu. Kerusakan habitat juga memiliki andil dari kepunahan suatu jenis kumbang.

Mesa menyebut tidak sepenuhnya salah membuat awetan kumbang sebagai tanda mata atau koleksi. Sebaliknya yang diperdagangkan merupakan kumbang hasil penangkaran secara berkelanjutan.

“Penangkapan satwa liar termasuk serangga dan kumbang tentu saja dapat dilakukan. Syaratnya harus sesuai dengan kuota yang ditentukan dan perizinan ketat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta mendapatkan rekomendasi ilmiah dari LIPI,”kata Mesa.

Mesa juga mendorong studi populasi jenis-jenis kumbang yang kerap diperdagangkan perlu dilakukan dan diperhatikan oleh para pihak yang berkepentingan. Dirinya berharap semoga makin banyak peneliti muda, mahasiswa dan ilmuan warga yang semakin tertarik dengan studi kumbang.

Kumbang yang mulai menghilang

Mesa jelas khawatir karena para entomolog tengah meramalkan akan terjadi pengurangan signifikan dari jumlah populasi serangga secara global. Pemicunya antara lain krisis alami secara masif, penggunaan pestisida berlebihan dan pertanian tidak berkelanjutan.

Dari studi evidence synthesis yang populer diperkirakan populasi kumbang berkurang sekitar 49 persen dalam 4 dekade terakhir dengan laju kepunahan sekitar 6,6 persen per tahun. Risiko kepunahan tertinggi menimpa kumbang dengan tingkat endemisitas yang tinggi.

Misal sebanyak 103 jenis baru kumbang Trigonopterus dari Pulau Sulawesi dan tujuh jenis baru dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku yang telah dipublikasikan oleh Mesa. Sebanyak 98 persen dari kumbang ini hanya memiliki habitat di satu lokasi.

“Dampaknya jika terjadi kerusakan habitat di satu lokasi saja, maka kumbang-kumbang Trigonopterus yang hidup di dalamnya akan punah,” jelas Mesa.

Merujuk pada International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist, saat ini ada 70 jenis kumbang yang berstatus kritis (critically endangered). Namun, angka ini berasal dari kumbang-kumbang yang telah dilakukan studi populasinya.

Namun Mesa menyayangkan studi semacam ini sangat jarang dilakukan. Padahal bila melihat kerusakan lingkungan yang masif dan juga krisis iklim yang terjadi, maka ratusan ribu jenis kumbang yang ada di muka bumi bisa terancam kelestariannya.

Di Indonesia upaya pelestarian kumbang secara khusus belum ada. Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106/2018 tentang perllindungan satwa liar juga belum ada nama jenis kumbang yang diusulkan untuk dilindungi.

Beragam upaya sebenarnya telah dilakukan, antara lain membangun kawasan konservasi serta upaya masyarakat desa hutan dan adat plus rekan-rekan lembaga swadya masyarakat (LSM) yang menjaga kelestarian hutan.

Mesa juga berharap, masyarakat bisa berperan aktif dalam menjaga kelestarian kumbang dan serangga di sekitar dengan cara menjaga dan merawat lingkunga. Karena bila terjadi satu kepunahan akan berakibat pada rantai ekosistem lain.

“Misal ada satu jenis kumbang yang menjadi predator spesifik hama tertentu punah, maka hama itu mewabah sehinggga merugikan manusia,” ucapnya. [GNFI]

The Aceh Institute Suarakan Pentingnya KTR Diseluruh Aceh

0
(Foto: Hadiansyah/Nukilan)

Nukilan.id – The Aceh Institute gelar media brefing bersama para wartawan, acara itu bertujuan untuk membahas Kawasan tanpa Rokok (KTR) area atau ruangan disetiap kabupaten/ kota yang ada di Provinsi Aceh.

Diskusi tersebut dilaksanakan di Kaffa Coffe Lamdingin Banda Aceh, Senin (28/02/2022).

Manajer Kemitraan The Aceh Institute Muazzinah mengatakan adanya KTR area/ruangan untuk membatasi kegiatan merokok atau mempromosikan produk tembakau, agar ada perlindungan kesehatan masyarakat, demi memperoleh lingkungan yang sehat dan memproteksi masyarakat yang non perokok untuk tidak turut serta menerima akibat dari orang yang merokok.

“Dari hal tersebut maka kita mengambil kebijakan regulasi yang sudah tertera dalam UUD 1945 Pasal 28 H ayat I masyarakat layak untuk mendapatkan haknya berupa lingkungan yang bersih dan sehat,” kata Muazzinah.

Ia menambahkan hal tersebut juga telah diatur dalam Qanun Aceh Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Fatwa MPU Aceh nomor 18 tahun 2014 tentang merokok, menurut fatwa itu, secara spesifik memutuskan bahwa merokok dengan perilaku tidak menghargai orang lain hukumnya Haram.

Muazzinah menjelaskan dari amatan Aceh Institude, atas terbitnya Qanun tersebut, Gubernur beserta 21 kepala kabupaten/kota di Aceh telah mengeluarkan Peraturan terkait KTR.

“Sampai saat ini, ada 3 kabupaten/kota yang belum mempunyai Qanun atau Peraturan Bupati (Perbub), yaitu Aceh Tamiang, Loksumawe, dan Pidie Jaya,” sebutnya.

Ia juga mengungkapkan adapun tujuan yang ingin dicapai dari KTR ini adalah untuk melindungi kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung.

“Jadi dengan adanya KTR dapat memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, lalu membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat, kemudian menekan angka pertumbuhan perokok pemula, dan meningkatkan kesadaran bahaya konsumsi rokok,” ucapnya.

Hari ini, Muazzinah menyebutkan Pemerintah Aceh telah memberikan informasi dan edukasi yang benar mengenai asap rokok bagi kesehatan, serta memberikan informasi mengenai KTR dan juga menyediakan fasilitas konseling untuk berhenti merokok di instansi pelayanan kesehatan dalam upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya perilaku merokok.

“Kita berharap setiap warga masyarakat ikut serta memelihara dan meningkatkan kualitas udara yang sehat dan bersih serta bebas dari asap rokok dan kita terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi/badan/lembaga pemerintah pusat terhadap KTR yang berada di wilayahnya,” demikian Muazzinah.

Reporter: Hadiansyah